Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAS KELAS 11

Total questions: 69

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan kebencanaan?

a)

Kejadian alam yang selalu dapat diprediksi

b)

Peristiwa yang menimbulkan dampak positif bagi lingkungan

c)

Peristiwa yang mengakibatkan kerugian besar pada fisik, sosial, dan ekonomi

d)

Kejadian yang hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur

e)

Fenomena yang hanya terjadi di daerah terpencil

2.

Dalam konteks kebencanaan, sikap yang paling tepat saat terjadi situasi darurat adalah:

a)

Panik dan lari tanpa berpikir

b)

Mengabaikan instruksi petugas

c)

Tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi

d)

Menunggu bantuan datang tanpa berusaha

e)

Mencari informasi dari sumber yang tidak terpercaya

3.

Saat terjadi gempa bumi, tindakan awal yang harus dilakukan adalah:

a)

Langsung berlari keluar gedung

b)

Berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh

c)

Menggunakan lift untuk turun

d)

Berdiri di dekat jendela

e)

Mencari tempat terbuka di luar ruangan

4.

Salah satu indikator keterampilan penanggulangan bencana adalah kemampuan untuk:

a)

Mengabaikan peringatan dini

b)

Menyusun rencana evakuasi bersama tim

c)

Menunda evakuasi hingga situasi aman

d)

Menyebarkan informasi tanpa verifikasi

e)

Mengandalkan bantuan eksternal sepenuhnya

5.

Kesiapsiagaan bencana mencakup semua hal berikut, kecuali:

a)

Pelatihan evakuasi

b)

Pembuatan rencana kontinjensi

c)

Pengabaian informasi peringatan dini

d)

Penguatan infrastruktur

e)

Edukasi masyarakat tentang bahaya bencana

6.

Dalam menghadapi informasi bencana dari media sosial, sikap yang tepat adalah:

a)

Langsung mempercayai semua informasi yang beredar

b)

Menyebarkan ulang tanpa verifikasi

c)

Memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi

d)

Mengabaikan seluruh informasi yang ada

e)

Membuat spekulasi tanpa dasar

7.

Sikap empati terhadap korban bencana dapat ditunjukkan dengan cara:

a)

Mengkritik korban karena tidak siap

b)

Menyisihkan bantuan dan tidak terlibat

c)

Menawarkan bantuan dan mendengarkan keluhan korban

d)

Menyebarkan berita yang menimbulkan rasa takut

e)

Menolak berinteraksi dengan korban

8.

Sikap kepemimpinan dalam tim penanggulangan bencana dapat diwujudkan melalui:

a)

Mengambil keputusan sendiri tanpa konsultasi

b)

Mengabaikan pendapat anggota tim

c)

Mendorong partisipasi dan mendengarkan saran anggota tim

d)

Menunda tindakan hingga mendapat persetujuan atasan

e)

Mengutamakan kepentingan pribadi

9.

Untuk mendukung upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah, siswa dapat:

a)

Hanya duduk di kelas tanpa partisipasi

b)

Aktif mengikuti pelatihan dan kampanye keselamatan

c)

Mengabaikan kegiatan latihan karena dianggap tidak penting

d)

Menolak mengikuti prosedur evakuasi

e)

Menunggu guru yang lain mengatur semuanya

10.

Sikap tanggap dan kritis dalam menerima informasi bencana dapat dilatih melalui:

a)

Menerima semua informasi tanpa pertimbangan

b)

Mengikuti pelatihan literasi media dan verifikasi informasi

c)

Menyebarkan rumor demi kecepatan informasi

d)

Mengabaikan sumber informasi yang tidak populer

e)

Bergantung pada opini teman semata

11.

Kemampuan komunikasi efektif dalam situasi darurat mencakup:

a)

Menyampaikan informasi dengan jelas dan ringkas

b)

Menggunakan bahasa yang sulit dipahami

c)

Memberikan informasi secara berlebihan

d)

Menunda penyampaian informasi hingga situasi benar-benar darurat

e)

Mengandalkan komunikasi tidak langsung melalui perantara

12.

Tindakan positif untuk membantu korban bencana adalah:

a)

Menghindari daerah korban karena takut terseret masalah

b)

Menyediakan bantuan darurat dan mendukung pemulihan

c)

Menyebarkan berita tanpa data yang akurat

d)

Mengkritik korban karena ketidaksiapan mereka

e)

Menunggu instruksi tanpa memberikan dukungan

13.

Keterampilan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) merupakan bagian dari:

a)

Upaya penanggulangan bencana dan keselamatan diri

b)

Hal yang tidak penting karena api selalu dapat dipadamkan oleh petugas

c)

Keterampilan yang hanya diperlukan oleh petugas pemadam kebakaran

d)

Aktivitas yang berisiko dan tidak perlu dipelajari

e)

Tugas yang hanya dilakukan saat latihan formal

14.

Kolaborasi antara siswa dan guru saat terjadi bencana merupakan contoh dari:

a)

Individualisme dalam menghadapi masalah

b)

Kerjasama dan komunikasi efektif

c)

Ketergantungan pada otoritas tanpa partisipasi aktif

d)

Konflik perbedaan pendapat

e)

Mengabaikan peran masing-masing

15.

Keterampilan dasar pertolongan pertama sangat penting dalam situasi bencana karena:

a)

Hanya dokter yang seharusnya mengetahui teknik ini

b)

Dapat menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis tiba

c)

Tidak berpengaruh pada keselamatan korban

d)

Hanya digunakan dalam latihan tanpa penerapan nyata

e)

Menggantikan peran petugas medis profesional

16.

Salah satu sikap yang mendukung penanggulangan bencana secara efektif adalah:

a)

Merasa lebih tahu daripada petugas ahli

b)

Saling menghargai, bekerja sama, dan saling membantu

c)

Mengutamakan kepentingan pribadi di atas keselamatan umum

d)

Menolak bekerja sama dengan pihak luar

e)

Mengabaikan peran serta anggota tim lainnya

17.

Keterampilan mengoperasikan alat komunikasi darurat menunjukkan kesiapsiagaan dalam:

a)

Mengandalkan komunikasi tidak langsung saja

b)

Mengoptimalkan koordinasi dan penyebaran informasi

c)

Menunda pengiriman pesan hingga situasi benar-benar parah

d)

Menggunakan alat dengan cara yang salah

e)

Menghindari interaksi dengan tim penanggulangan

18.

Perencanaan evakuasi yang terstruktur mencerminkan pentingnya:

a)

Mengabaikan potensi risiko di lingkungan sekitar

b)

Persiapan yang matang untuk menghadapi situasi darurat

c)

Menunggu situasi darurat terjadi untuk belajar

d)

Mengandalkan keberuntungan tanpa perencanaan

e)

Hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain

19.

Ketika menerima informasi bencana dari media sosial, sikap yang tepat adalah:

a)

Langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tersebut

b)

Memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum bertindak

c)

Mengabaikan seluruh informasi tanpa melihat konteks

d)

Menyebarkan informasi tanpa mempertanyakan kebenarannya

e)

Menunggu hingga informasi menjadi viral

20.

Sikap proaktif dalam mengikuti program pelatihan bencana di sekolah dapat meningkatkan:

a)

Ketergantungan pada pihak luar

b)

Kemampuan individu untuk bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana

c)

Rasa aman tanpa perlu berlatih lagi

d)

Kecenderungan untuk tidak peduli dengan latihan rutin

e)

Penundaan dalam mengambil tindakan saat situasi darurat

21.

Apa yang dimaksud dengan mitigasi bencana?

a)

Upaya pemulihan pasca bencana

b)

Langkah-langkah untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana

c)

Proses evakuasi saat terjadi bencana

d)

Pembangunan kembali setelah bencana

e)

Penanganan darurat selama bencana

22.

Contoh mitigasi bencana alam adalah ...

a)

Membangun gedung tanpa perencanaan

b)

Penggunaan sistem peringatan dini gempa

c)

Menunda evakuasi saat bencana terjadi

d)

Mengabaikan rekomendasi ahli

e)

Pencemaran lingkungan

23.

Salah satu tujuan utama mitigasi bencana adalah ...

a)

Mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana

b)

Mengurangi risiko dan kerugian akibat bencana

c)

Meningkatkan jumlah korban bencana

d)

Menunda bantuan darurat

e)

Memperpanjang waktu evakuasi

24.

Peta rawan bencana digunakan untuk ...

a)

Menentukan lokasi pembangunan di area berisiko

b)

Mengabaikan risiko bencana

c)

Menentukan daerah evakuasi setelah bencana

d)

Meningkatkan risiko bencana

e)

Menyebarkan informasi palsu

25.

Penggunaan teknologi informasi dalam mitigasi bencana dapat berupa ...

a)

Penyebaran rumor melalui media sosial

b)

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan risiko

c)

Mengabaikan data bencana

d)

Menunda update informasi bencana

e)

Mengurangi partisipasi masyarakat

26.

Pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat merupakan bagian dari ...

a)

Upaya pasca bencana

b)

Mitigasi bencana

c)

Rekonstruksi infrastruktur

d)

Pengabaian risiko

e)

Proses evakuasi

27.

Langkah-langkah mitigasi bencana harus melibatkan ...

a)

Hanya pemerintah

b)

Hanya sektor swasta

c)

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta

d)

Hanya lembaga internasional

e)

Hanya media massa

28.

Dalam pembangunan infrastruktur, material tahan gempa digunakan untuk ...

a)

Meningkatkan risiko gempa

b)

Mengurangi dampak gempa pada bangunan

c)

Meningkatkan biaya pembangunan tanpa manfaat

d)

Mempercepat kerusakan bangunan

e)

Mengabaikan aspek keselamatan

29.

Sistem peringatan dini tsunami biasanya melibatkan ...

a)

Deteksi gempa dan perubahan permukaan laut

b)

Pengabaian aktivitas vulkanik

c)

Penghentian semua kegiatan di pantai

d)

Meningkatkan kecepatan angin

e)

Pengiriman berita palsu

30.

Simulasi evakuasi bencana dilakukan untuk ...

a)

Menunda tindakan evakuasi saat bencana terjadi

b)

Melatih masyarakat menghadapi situasi darurat

c)

Meningkatkan ketakutan masyarakat

d)

Mengurangi kerjasama antar warga

e)

Mengabaikan peran pemerintah

31.

Edukasi dan penyuluhan mitigasi bencana kepada masyarakat bertujuan untuk ...

a)

Menyebarkan informasi yang menyesatkan

b)

Meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan

c)

Mengabaikan peringatan dini

d)

Menghambat partisipasi masyarakat

e)

Mengurangi koordinasi antar instansi

32.

Mitigasi bencana berbasis komunitas melibatkan ...

a)

Hanya pemerintah pusat

b)

Partisipasi aktif dari warga setempat

c)

Lembaga asing tanpa keterlibatan lokal

d)

Mengabaikan peran komunitas

e)

Penutupan informasi tentang risiko bencana

33.

Salah satu komponen mitigasi bencana adalah perencanaan tata ruang, yang bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan kepadatan penduduk di daerah rawan bencana

b)

Menentukan area pembangunan yang aman dari risiko bencana

c)

Meningkatkan potensi kerusakan bangunan

d)

Menunda pembangunan infrastruktur

e)

Mengabaikan peringatan ahli

34.

Penerapan standar bangunan tahan gempa merupakan bagian dari mitigasi untuk ...

a)

Meningkatkan biaya konstruksi tanpa manfaat

b)

Mengurangi kerusakan akibat gempa

c)

Menunda pembangunan gedung baru

d)

Mengabaikan peringatan dini gempa

e)

Meningkatkan ketergantungan pada teknologi

35.

Dalam konteks mitigasi bencana, istilah "resiliensi" mengacu pada ...

a)

Ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana

b)

Kemampuan bencana untuk menghancurkan infrastruktur

c)

Proses evakuasi yang lambat

d)

Peningkatan risiko bencana

e)

Pengabaian perencanaan

36.

Salah satu cara mengurangi dampak banjir adalah dengan ...

a)

Meningkatkan aliran air melalui saluran drainase yang baik

b)

Membangun pemukiman di dataran rendah tanpa perencanaan

c)

Menahan air secara berlebihan tanpa sistem pembuangan

d)

Mengabaikan pemeliharaan sungai

e)

Menutup sistem peringatan dini

37.

Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mitigasi bencana digunakan untuk ...

a)

Membuat peta rawan bencana dan analisis risiko

b)

Menyebarkan informasi yang tidak akurat

c)

Menunda proses evakuasi

d)

Mengurangi partisipasi masyarakat

e)

Menambah kebingungan dalam perencanaan

38.

Penguatan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan upaya mitigasi untuk ...

a)

Mengurangi akses bantuan saat bencana

b)

Meningkatkan mobilitas dan evakuasi saat terjadi bencana

c)

Menambah risiko kerusakan

d)

Mengabaikan standar keselamatan

e)

Menunda pemulihan ekonomi

39.

Upaya mitigasi yang melibatkan penanaman kembali vegetasi di daerah rawan bencana bertujuan untuk ...

a)

Menambah erosi tanah

b)

Mengurangi aliran air dan memperkuat kestabilan tanah

c)

Meningkatkan kepadatan penduduk

d)

Menunda pembangunan infrastruktur

e)

Mengabaikan peran masyarakat

40.

Kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana biasanya mencakup ...

a)

Hanya perbaikan infrastruktur

b)

Perencanaan, pendidikan, dan koordinasi antar lembaga

c)

Pengabaian data risiko bencana

d)

Menunda proses perencanaan

e)

Mengurangi keterlibatan masyarakat

41.

Penataan ulang kawasan permukiman di daerah rawan bencana merupakan contoh dari ...

a)

Pembangunan tanpa perencanaan

b)

Mitigasi bencana melalui pengurangan paparan risiko

c)

Pengabaian informasi risiko

d)

Meningkatkan kerentanan masyarakat

e)

Meningkatkan dampak bencana

42.

Simulasi bencana yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk ...

a)

Menambah kebingungan saat bencana terjadi

b)

Meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi masyarakat

c)

Menunda proses evakuasi

d)

Mengurangi keterlibatan pemerintah

e)

Menyebarkan informasi yang salah

43.

Mitigasi bencana sering kali melibatkan penggunaan teknologi sensor untuk ...

a)

Mendeteksi perubahan lingkungan dan kondisi cuaca

b)

Menunda respon bencana

c)

Menyebarkan informasi yang tidak akurat

d)

Meningkatkan risiko bencana

e)

Mengabaikan data ilmiah

44.

Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mitigasi bencana penting karena ...

a)

Mengurangi efektivitas respon bencana

b)

Menjamin koordinasi yang lebih baik dalam penanganan risiko

c)

Menambah birokrasi tanpa manfaat

d)

Mengabaikan peran masyarakat

e)

Meningkatkan isolasi antar lembaga

45.

Edukasi mengenai mitigasi bencana di sekolah-sekolah bertujuan untuk ...

a)

Mengabaikan pentingnya kesiapsiagaan

b)

Meningkatkan kesadaran sejak usia dini

c)

Menambah beban kurikulum tanpa manfaat

d)

Mengurangi partisipasi siswa dalam kegiatan sosial

e)

Menunda proses pendidikan

46.

Penggunaan media sosial dalam mitigasi bencana dapat ...

a)

Menyebarkan informasi yang akurat secara cepat

b)

Menambah berita palsu tanpa verifikasi

c)

Mengabaikan peringatan dari otoritas

d)

Menunda respon masyarakat

e)

Meningkatkan kekacauan informasi

47.

Upaya mitigasi bencana melalui reklamasi lahan bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan risiko bencana banjir

b)

Mengurangi dampak bencana dengan memulihkan fungsi lahan

c)

Menambah beban infrastruktur

d)

Mengabaikan perencanaan tata ruang

e)

Menunda pembangunan infrastruktur

48.

Penanaman pohon di daerah lereng gunung merupakan tindakan mitigasi untuk ...

a)

Meningkatkan erosi tanah

b)

Menstabilkan lereng dan mengurangi risiko longsor

c)

Mengabaikan kondisi cuaca

d)

Menambah kepadatan penduduk

e)

Mempercepat proses penggundulan hutan

49.

Mitigasi bencana di sektor kesehatan dapat melibatkan ...

a)

Pengabaian protokol kesehatan

b)

Penyediaan fasilitas kesehatan darurat

c)

Menunda perawatan pasien

d)

Meningkatkan risiko penyebaran penyakit

e)

Mengurangi kesiapsiagaan tenaga medis

50.

Pengembangan sistem peringatan dini bencana berbasis teknologi modern dilakukan untuk ...

a)

Menunda deteksi bencana

b)

Meningkatkan kecepatan dan akurasi pemberian peringatan

c)

Mengabaikan data meteorologi

d)

Menambah birokrasi dalam penanganan bencana

e)

Mengurangi partisipasi masyarakat

51.

Kebijakan zonasi wilayah dalam mitigasi bencana berfungsi untuk ...

a)

Menentukan area rawan bencana dan menghindarinya dalam pembangunan

b)

Meningkatkan kepadatan penduduk di area berisiko

c)

Mengabaikan perencanaan tata ruang

d)

Mempercepat proses pembangunan tanpa analisis risiko

e)

Menunda pembangunan infrastruktur penting

52.

Pelatihan evakuasi yang rutin bagi masyarakat dilakukan untuk ...

a)

Mengurangi ketidakpastian saat bencana terjadi

b)

Meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi masyarakat

c)

Menunda respon bencana

d)

Mengurangi koordinasi antara warga

e)

Mengabaikan peringatan dari otoritas

53.

Mitigasi bencana dapat dilakukan melalui penataan ruang dengan cara ...

a)

Menempatkan fasilitas umum di daerah rawan bencana

b)

Mengembangkan kawasan hijau yang dapat mengurangi risiko banjir

c)

Menunda perencanaan tata ruang

d)

Mengabaikan data risiko bencana

e)

Menambah pemukiman di zona bahaya

54.

Pembuatan peta risiko bencana adalah langkah penting dalam mitigasi karena ...

a)

Mengabaikan data lingkungan

b)

Membantu menentukan prioritas tindakan mitigasi

c)

Menambah kompleksitas dalam perencanaan

d)

Mengurangi efisiensi respons bencana

e)

Menunda peringatan dini

55.

Mitigasi bencana melalui perbaikan sistem drainase bertujuan untuk ...

a)

Menyebabkan banjir yang lebih parah

b)

Mengalirkan air hujan dengan baik dan mencegah genangan

c)

Menambah risiko erosi

d)

Menunda respon

56.

ncana melalui perbaikan sistem drainase bertujuan untuk ...

a)

Menyebabkan banjir yang lebih parah

b)

Mengalirkan air hujan dengan baik dan mencegah genangan

c)

Menambah risiko erosi

d)

Menunda respon darurat

e)

Mengabaikan peringatan cuaca

57.

Penerapan teknologi drone dalam mitigasi bencana digunakan untuk ...

a)

Mengabaikan pemantauan wilayah bencana

b)

Melakukan survei dan pemantauan daerah yang terkena risiko bencana

c)

Menambah waktu respon bencana

d)

Mengganggu proses evakuasi

e)

Menyebarkan informasi yang salah

58.

Mitigasi bencana di sektor pendidikan dapat dilakukan dengan ...

a)

Mengabaikan materi kesiapsiagaan bencana di kurikulum

b)

Menyisipkan materi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam pelajaran

c)

Menunda pelatihan untuk guru dan siswa

d)

Menambah beban kurikulum tanpa relevansi

e)

Mengurangi kerjasama antara sekolah dan lembaga bencana

59.

Pengembangan pusat informasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Menyebarkan berita tidak terverifikasi

b)

Menyediakan data dan informasi terkini mengenai risiko bencana

c)

Menghambat akses informasi masyarakat

d)

Menambah kebingungan saat bencana

e)

Menunda respon bencana

60.

Mitigasi bencana di tingkat lokal sering kali melibatkan peran ...

a)

Hanya pemerintah pusat

b)

Badan penanggulangan bencana daerah dan komunitas

c)

Lembaga internasional tanpa partisipasi lokal

d)

Hanya sektor swasta

e)

Mengabaikan peran masyarakat

61.

Salah satu upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan oleh individu adalah ...

a)

Mengabaikan informasi peringatan

b)

Menyusun rencana evakuasi keluarga

c)

Menunda pembaruan informasi bencana

d)

Mengandalkan pihak lain tanpa persiapan

e)

Mengabaikan pelatihan kesiapsiagaan

62.

Evaluasi dan pembaruan rencana mitigasi bencana dilakukan untuk ...

a)

Menetapkan rencana yang tidak relevan

b)

Menyesuaikan strategi dengan perubahan kondisi dan risiko terbaru

c)

Menambah birokrasi tanpa hasil

d)

Mengabaikan feedback dari masyarakat

e)

Menunda respon saat bencana terjadi

63.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mitigasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Menambah kesalahan dalam penanganan bencana

b)

Meningkatkan keahlian dan kesiapsiagaan petugas dan masyarakat

c)

Menunda respon darurat

d)

Mengabaikan pelatihan teknis

e)

Menambah beban administrasi tanpa manfaat

64.

Mitigasi bencana melalui perbaikan sistem komunikasi darurat penting untuk ...

a)

Menambah waktu respon bencana

b)

Mempercepat koordinasi antar tim penanggulangan

c)

Mengabaikan data situasi lapangan

d)

Menambah kebingungan dalam operasi

e)

M

65.

Salah satu indikator keberhasilan mitigasi bencana adalah ...

a)

Tingginya jumlah korban saat bencana terjadi

b)

Berkurangnya dampak negatif dan kerugian akibat bencana

c)

Meningkatnya kekacauan saat evakuasi

d)

Mengabaikan peringatan dini

e)

Menunda pemulihan ekonomi

66.

Mitigasi bencana juga mencakup perbaikan lingkungan hidup melalui ...

a)

Pengabaian konservasi alam

b)

Reboisasi dan restorasi ekosistem

c)

Penebangan liar hutan

d)

Pencemaran sungai dan danau

e)

Meningkatkan deforestasi

67.

Mitigasi bencana harus dilakukan secara berkelanjutan karena ...

a)

Bencana hanya terjadi sekali dalam setahun

b)

Risiko bencana dapat berubah seiring waktu dan kondisi

c)

Tidak ada manfaat jangka panjang dari mitigasi

d)

Upaya mitigasi hanya diperlukan setelah bencana terjadi

e)

Bencana dapat dihindari dengan mudah tanpa upaya berkelanjutan

68.

Penggunaan simulasi komputer dalam perencanaan mitigasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Mengabaikan data historis bencana

b)

Memprediksi dampak dan merancang strategi penanganan

c)

Menambah risiko bencana secara tidak terduga

d)

Menghambat proses pengambilan keputusan

e)

Menunda respon bencana secara signifikan

69.

Peran pemerintah dalam mitigasi bencana meliputi ...

a)

Hanya memberikan bantuan setelah bencana terjadi

b)

Merancang dan menerapkan kebijakan, regulasi, serta program mitigasi

c)

Mengabaikan informasi dari masyarakat

d)

Menunda pembaruan data risiko

e)

Meningkatkan ketergantungan pada bantuan luar negeri