NEW
Font size
WorksheetsUshul Fikih
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Dalam sistem dunia modern, demi menjamin berjalannya pemerintahan dengan baik maka kekuasaan dibagi menjadi tiga bagian, dan dikenal dengan istilah trias politica. Yakni Badan legislatif: badan pembuat hukum; Badan Eksekutif: sebagai badan pelaksana; dan Yudikatif: sebagai pengontrol. Meskipun pada akhirnya ketiga lembaga ini membuat hukum dan aturan masing-masing. Dalam Islam, otoritas pembuat hukum dikenal dengan sebutan “al-Hakim”. Siapa otoritas tersebut?
Khalifah sebagai eskekutif
Majlis Syura atau Ahl’ul- hilli wa’l-‘aqdi
Para ulama mujtahid
Allah swt.
Rasulullah saw.
Terdapat perdebatan di tengah umat Islam dalam hal apakah aturan agama yang mempunyai sifat baik dan buruk hanya diketahui lewat wahyu, atau akal manusia mampu menjangkaunya. Kelompok yang memandang akal menjadi tolak ukur, berpendapat bahwa: “Apa yang dipandang baik oleh akal, itu lah yang diperintahkan Allah dan pelakunya diberi pahala; Apa yang dipandang buruk oleh akal, itulah yang dilarang Allah dan pelakunya mendapat hukuman.” Kelompok mana yang berpendapat demikian?
Asya'irah
Maturidiyah
Mu'tazilah
Khawarij
Murjiah
الحكم الشرعي عند الأصوليين هو: خطاب الشارع المتعلق بأفعال المكلفين، طلبا، أو تخييرا، أو وضعا.
Hukum syar’i menurut istilah ahli ushul adalah khitab (titah) Allah swt yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf, baik berupa tuntutan, pemilihan, atau ketentuan kondisional.
Hal ini berbeda dengan definisi hukum syara’ di kalangan ulama fikih (fuqaha), yang berupa nilai hukum atau pengaruh dari khitab tersebut.
Manakah di bawah ini yang merupakan “hukum syar’i” terkait perbuatan zina menurut kalangan ahli ushul?
حرام
((ولا تقربوا الزنى))
فاحشة
مكروه كراهية التحريم
((قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ))
Apabila sesuatu diperintahkan secara tegas dengan namun dalilnya zhanni berupa hadis yang tidak mutawatir, atau berupa qiyas; Maka apa hukumnya menurut kalangan ulama Ahnaf (Hanafiyah)?
Sunnah Muakkadah
Fardhu
Wajib
Sunnat’ul-hadyi
Fardhu ‘ain
Di antara qarinah (indikator) yang menunjukkan suatu perbuatan itu wajib adalah adanya kata “wajib” secara ekplisit dalam sebuah perintah. Mana nash di bawah ini yang mengandung qarinah seperti itu?
(( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ))
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ))
((فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ))
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ))
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ))
Seseorang yang melanggar sumpahnya, maka ia harus membayar kaffarah, berupa memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian, atau memerdekakan seorang budak. Ia bisa memilih. Termasuk jenis apa kewajiban seperti itu dalam kategori-kategori hukum wajib?
Wajib muhaddad
Wajib mukhayyar
Wajib muaqqat
Wajib kifa’î
Wajib mu’ayyan
Untuk menjamin kesehatan masyarakat dan mencegah kemudhratan semacam merajalelanya berbagai penyakit, maka harus ada orang yang berkecimpung di dunia medis. Sebagian ulama memasukkanya sebagai sebuah kewajiban. Termasuk kategori apa kewajiban semacam itu?
Wajib 'aini
Wajib kifa’î
Wajib mukhayyar
Wajib muhaddad
Wajib mu’ayyan
Sesuatu yang diminta oleh syâri’ melakukannya, hukumnya bisa wajib, mandub atau mubah, tergantung dari qarinahnya. Dalam surah al-Baqarah ayat 282 Allah swt memerintahkan untuk mencatat hutang piutang: ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ)). Lalu pada ayat berikutnya, dia ayat ke 283, Allah swt menyebutkan: ((وَاِنْ كُنْتُمْ عَلٰى سَفَرٍ وَّلَمْ تَجِدُوْا كَاتِبًا فَرِهٰنٌ مَّقْبُوْضَةٌ ۗفَاِنْ اَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِى اؤْتُمِنَ اَمَانَتَهٗ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ)). Dengan demikian, para ulama menyimpulkan bahwa hukum mencatat hutang piutang adalah:
Fardhu
Wajib
Mandub
Mubah
Fadhilah
Mengikuti perbuatan-perbuatan Nabi saw dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa seperti cara beliau berpakaian, makanan yang beliau sukai, dan lain semisalnya, juga termasuk sunnah (mandub). Namun tidak sama dengan ke-sunnah-an shalat rawatib. Apa istilah hukum yang dipakai menyebut kategori mandub (sunnah) dalam hal perbuatan manusiawi Nabi saw. tersebut?
Nafilah
Sunnah muakkad
Mustahabb atau âdâb
Sunnat’ul-hadyi
Sunnah Zaidah
Suatu amalan yang diperintahkan secara tegas, namun tidak disebutkan adanya hukuman bagi yang meninggalkannya. Seperti perintah shalat berjama’ah. Apa hukum yang disimpulkan dari nash yang demikian?
Sunnah muakkadah
Wajib
Fardhu
Nafilah
Mustahab
Sesuatu yang dilarang secara tegas atau dengan dalil yang qathi’ maka hukumnya haram. Sedangkan larangan yang tidak secara tegas, atau berdasarkan dalil zhanni, maka hukumnya makruh. Mana dalil di bawah ini yang merupakan larangan yang hukumnya makruh (li’t-tahrim) karena statusnya zhanni?
((وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ))
((حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ))
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ))
((إنَّ هذَينِ (الذهب والحرير) حرامٌ علَى ذُكورِ أُمَّتي ، حِلٌّ لإناثِهِم))
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ))
Sebuah larangan yang dikaitkan Allah swt dengan sebuah hukuman, seperti dalam firmanNya:
((وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً));
Maka hukum yang disimpulkan dari nash tersebut adalah:
Makruh li’t-tahrim
Makruh li’t-tanzih
Haram
Mubah
Tercela
Di antara hal-hal yang diharamkan, ada yang haram secara mendasar (asal), ada pula yang haram karena faktor luar (‘aridh). Mana contoh di bawah ini yang haram karena faktor eksternal?
Babi yang diternak secara tidak higinis
Khamar yang sudah kadaluarsa
Menikah dengan seorang musyrik
Memakan bawang sebelum ke masjid
Thalaq bid’i
Sebuah perintah bisa bermakna wajib, sunnah atau mubah. Misalnya sebuah perintah setelah adanya larangan, seperti dalam sabda Rasulullah saw: ((كنتُ نهيتُكم عن زيارَةِ القبورِ ألا فزورُوها)). Apa hukum yang lahir dari nash tersebut?
Mubah
Wajib
Sunnah
Makruh
Haram
قال الله تعالى: ((فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ))
“Siapa yang menyaksikan hilal, maka hendaklah ia berpuasa”
Dalam ayat ini menyaksikan hilal dihubungkan dengan kewajiban berpuasa. Apa jenis hubungan antara keduanya dalam konteks ushul fikih?
Syarat
Sebab
Mani'
'Azimah
'İllat
قال الله تعالى: ((وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا))
Pada ayat ini Allah swt menghubungkan antara haji dengan kemampuan. Termasuk dalam kategori hubungan apa antara keduanya dalam konteks ushul fikih?
Syarat
Sebab
Mani'
Qarinah
'Illat
Jika seorang meninggal dan mempunyai anak, maka anak tersebut berhak mendapat bagian warisan. Namun jika sang anak bukan muslim, maka hak tadi gugur. Kondisi ini dalam kajian ushul disebut apa?
'Illat
Rukhsah
Syarat
Sebab
Mani'
قال الله تعالى:
(رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا)
Pada ayat ini Allah swt mengajarkan kita do’a agar tidak dibebani syariah yang memberatkan seperti syariat umat sebelum kita. Keringanan ini dipandang ulama sebagai bagian dari rukhshah. Mana contoh berikut yang merupakan syariat yang berat pada syariat umat sebelum kita?
Shalat lima puluh waktu sehari semalam
Keharaman memakan babi
Boleh shalat di bagian bumi mana pun
Mensucikan najis yang mengenai pakaian dengan memotongnya
Membayar zakat pertanian sejumlah sepersepuluh
Di antara jenis rukhsah adalah pengguguran ada pengurangan suatu kewajiban karena kondisi sulit atau 'udzur tertentu. Mana di bawah ini termasuk contoh rukhsah jenis ini.
Boleh berbuka puasa bagi yang sakit
Bolehnya jual beli “salam” (pesanan)
Boleh berbuka puasa bagi orang yang dipaksa
Boleh memakan bangkai bagi yang lapar dan tidak punya makanan
Boleh mengkonsumsi daging bersamaan susu
Pada dasarnya jual beli baru dipandang sah jika semua syaratnya terpenuhi, berupa: ada penjual, ada pembeli, ada barang, ada harga tertentu, kemudian akad serah terima. Namun jual beli “salam” (pesanan) boleh dalam islam, padahal barangnya belum jelas. Jenis rukhshah yang mana kah kondisi tersebut?
Membolehkan hal yang haram
Pengguguran atau pengurangan suatu kewajiban
Menerima kesahihan sebagian akad muamalah sebagai pengecualian
Keringanan dalam bentuk penggantian
Meringankan beban berat pada syariat terdahulu
