wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Sumatif Estimasi Biaya Konstruksi

Total questions: 10

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah proyek rumah tipe 36 memiliki pekerjaan pemasangan lantai keramik dengan volume 50 m2. Harga satuan pemasangan lantai adalah Rp. 150.000/,2. Jika terdapat kenaikan harga bahan material sebesar 15%. Berapakah total biaya pekerjaan pemasangan lantai setelah perubahan harga?

a)

Rp. 7.500.000,00

b)

Rp. 8.250.000,00

c)

Rp. 9.000.000,00

d)

Rp. 9.500.000,00

2.

Pekerjaan pondasi memiliki volume 40 m3 dengan harga satuan Rp. 600.000/m3. Jika metode kerja yang lebih efisien mengurangi kebutuhan material hingga 10%. Berapakah penghematan biaya yang dapat dicapai?

a)

Rp. 2.400.000,00

b)

Rp. 3000.000,00

c)

Rp. 3.600.000,00

d)

Rp. 4.200.000,00

3.

Dalam proyek konstruksi, bobot pekerjaan struktur beton adalah 35% dari total anggaran proyek yang bernilai Rp. 500.000.000,00. JIka terjadi kenaikan harga material beton sebesar 10%. Berapa total tambahan biaya yang harus disediakan?

a)

Rp. 12.500.000,000

b)

Rp. 15.000.000,00

c)

Rp. 17.500.000,00

d)

Rp. 20.000.000,00

4.

Sebuah proyek memiliki total anggaran Rp. 1000.000.000,00. Bobot pekerjaan pondasi adalah 20% dari total proyek. Jika pekerjaan pondasi mengalami keterlambatan 10 hari dari rencana awal yang berdurasi 30 hari, dan setiap keterlambatan mengakibatkan biaya tambahan sebesar 0,5% dari total anggaran proyek per hari. Berapakah total biaya tambahan akibat keterlambatan tersebut?

a)

Rp. 25.000.000,00

b)

Rp.50.000.000,00

c)

Rp. 75.000.0000,00

d)

Rp. 100.000.000,00

5.

Pekerjaan sloof terdiri dari: pembesian tulangan ulir diameter 12 volume = 200 kg, bekisting volume = 20 m2, beton mutu Fc 20 MPa volume = 15 m3. Terdapat 5 pekerja di proyek ini. Jika produktivitas rata-rata pekerja adalah 5 kg besi/hari, 2 m2 bekisting/hari, dan 1 m3 beton/hari. Berapa durasi penyelesaian pekerjaan sloof?

a)

10 hari

b)

12 hari

c)

14 hari

d)

16 hari

6.

Dalam proyek pembangunan gedung bertingkat, sebuah sub-pekerjaan memiliki bobot 15% dari total proyek. Jika proyek ini berdurasi 180 hari, dan sub-pekerjaa tersebut hanya bisa diselesaikan dalam 45 hari, bagaimana dampaknya terhadap jadwal keseluruhan proyek? Berapakah persentase kemajuan proyek yang harus dicapai setiap hari untuk menyelesaikan sub-pekerjaan ini tepat waktu?

a)

0,3% per hari

b)

0,5% per hari

c)

1,0% per hari

d)

1,5% per hari

7.

Proyek pembangunan jalan memiliki jadwal kerja 100 hari. Dalam 40 hari pertama, bobot pekerjaan yang selesai adalah 35%. Jika ingin memastikan proyek selesai tepat waktu, berapa persen bobot pekerjaan yang harus diselesaikan setiap minggu selama sisa waktu proyek?

a)

4,33% per minggu

b)

5,25% per minggu

c)

6,5% per minggu

d)

7,75% per minggu

8.

Kurva S proyek menunjukkan bahwa bobot pekerjaan yang direncanakan hingga minggu ke-5 adalah 40%, tetapi realisasi di lapangan baru mencapai 30%. Berapakah deviasi negatif yang terjadi pada proyek ini?

a)

-5%

b)

-7%

c)

-10%

d)

-12%

9.

Sebuah proyek menggunakan kontrak Lump Sum, di mana kontraktor menerima pembayaran tetap tanpa memperhitungkan perubahan biaya selama proyek berlangsung. Apa dampak utama dari sistem pembayaran ini terhadap kontraktor jika terjadi kenaikan harga bahan bangunan?

a)

Tidak ada perubahan biaya proyek

b)

Kontraktor menanggung selisih biaya tambahan

c)

Biaya tambahan ditanggung oleh owner (pemilik proyek)

d)

Kontraktor dapat menyesuiakan harga kontrak

10.

Kontrak Time and Material memungkinkan kontraktor untuk menagih biaya aktual berdasarkan waktu kerja dan bahan yang digunakan. Dalam kondisi proyek dengan tingkat ketidakpastian tinggi, mengapa kontak ini lebih disukai oleh kontaktor?

a)

Memungkinkan fleksibilitas dalam penyesuaian biaya

b)

Menjamin keuntungan tetap kontraktor

c)

Tidak memerlukan pengawasan ketat

d)

Menyediakan pembayaran tetap yang lebih besar