WorksheetsUTS 2025 Kep GAWAT DARURAT PSIK
Total questions: 152
Worksheet time: 1hrs 16mins
Soal resusitasi jantung paru: Apa yang dimaksud dengan resusitasi jantung paru?
Resusitasi jantung paru adalah tindakan darurat untuk mengembalikan fungsi jantung dan pernapasan.
Resusitasi jantung paru adalah metode untuk mempercepat proses pencernaan.
Resusitasi jantung paru adalah prosedur untuk mengurangi detak jantung.
Resusitasi jantung paru adalah teknik untuk meningkatkan tekanan darah.
Sebutkan langkah-langkah dasar dalam resusitasi jantung paru!
Tunggu hingga korban sadar sebelum bertindak.
Lakukan pemanasan sebelum resusitasi.
Berikan obat-obatan segera.
1. Pastikan keamanan lokasi. 2. Periksa respons korban. 3. Panggil bantuan medis. 4. Lakukan kompresi dada (30 kompresi). 5. Berikan dua napas buatan. 6. Ulangi siklus.
Apa tujuan dari resusitasi jantung paru?
Mengurangi tekanan darah tinggi.
Memulihkan sirkulasi darah dan pernapasan.
Meningkatkan denyut jantung yang normal.
Mencegah serangan jantung.
Jelaskan perbedaan teknik resusitasi jantung paru (CPR) antara orang dewasa dan anak-anak!
Perbedaan teknik CPR untuk orang dewasa dan anak-anak terletak pada cara kompresi, kedalaman kompresi, dan rasio kompresi terhadap ventilasi.
CPR untuk orang dewasa tidak memerlukan ventilasi sama sekali.
Rasio kompresi terhadap ventilasi untuk anak-anak lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
Teknik kompresi untuk anak-anak sama dengan orang dewasa.
Apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat jika seseorang tidak bernapas?
Lakukan CPR dan segera hubungi layanan medis.
Cobalah untuk membangunkan orang tersebut dengan suara keras.
Tunggu sampai orang tersebut mulai bernapas kembali.
Berikan minuman hangat untuk membantu pernapasan.
Sebutkan tanda-tanda seseorang membutuhkan resusitasi jantung paru!
Bernafas normal dan responsif
Tidak ada respons, tidak bernapas, atau bernapas tidak normal.
Mendapatkan pertolongan medis
Berbicara dengan jelas dan tenang
Apa yang dimaksud dengan kompresi dada dalam resusitasi jantung paru?
Kompresi dada adalah teknik untuk memperkuat otot dada.
Kompresi dada digunakan untuk mengurangi rasa sakit saat berolahraga.
Kompresi dada adalah cara untuk meningkatkan kapasitas paru-paru.
Kompresi dada adalah tindakan menekan dada untuk membantu sirkulasi darah saat jantung berhenti.
Berapa laju kompresi dada yang dianjurkan dalam resusitasi jantung paru (CPR)?
60 hingga 80 kompresi per menit
80 hingga 100 kompresi per menit
120 hingga 140 kompresi per menit
100 hingga 120 kompresi per menit
Setelah melakukan 30 kompresi dada, apa langkah selanjutnya yang harus diambil?
Berikan obat pereda nyeri.
Lanjutkan dengan 5 kompresi dada.
Lakukan 2 napas buatan.
Panggil ambulans dan tunggu.
Jelaskan prosedur resusitasi jantung paru yang tepat!
Melakukan kompresi dada tanpa memberikan napas buatan.
Prosedur resusitasi jantung paru yang tepat adalah memberikan dua napas buatan diikuti dengan kompresi dada.
Memberikan satu napas buatan diikuti dengan dua kompresi dada.
Memberikan napas buatan terus menerus tanpa kompresi dada.
Langkah apa yang harus diambil jika Anda ragu apakah seseorang mengalami henti jantung?
Periksa denyut nadi dan abaikan jika tidak ada.
Segera hubungi layanan darurat dan lakukan CPR jika diperlukan.
Tunggu hingga orang tersebut sadar kembali.
Cobalah beri mereka minum air.
Sebutkan alat yang dapat digunakan dalam proses resusitasi jantung paru!
Termometer
Alat pengukur tekanan darah
Defibrillator otomatis eksternal (AED), masker resusitasi, alat bantu pernapasan
Stetoskop
Apa fungsi AED dalam proses resusitasi jantung paru?
AED hanya dapat digunakan pada pasien yang dalam keadaan sadar.
AED berperan dalam mengembalikan irama jantung yang normal selama resusitasi jantung paru.
AED dapat menggantikan tindakan CPR dalam semua kondisi.
AED digunakan untuk memberikan tambahan oksigen.
Jelaskan peranan waktu dalam proses resusitasi jantung paru!
Waktu hanya relevan untuk pasien yang sudah sadar.
Resusitasi jantung paru dapat dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu.
Waktu sangat krusial dalam resusitasi jantung paru karena dapat mempengaruhi keberhasilan pemulihan pasien.
Waktu tidak berpengaruh pada proses resusitasi jantung paru.
Apa yang harus Anda lakukan jika Anda sendirian saat melakukan resusitasi jantung paru (CPR)?
Tunggu sampai ada orang lain yang datang untuk membantu.
Lakukan CPR hanya jika Anda merasa nyaman melakukannya.
Cobalah untuk menunggu selama 10 menit sebelum mengambil tindakan.
Segera hubungi layanan darurat dan lakukan CPR dengan menekan dada.
Sebutkan kesalahan umum yang harus dihindari saat melakukan resusitasi jantung paru (CPR)!
Menggunakan teknik pernapasan yang salah
Memberikan tekanan yang terlalu ringan saat kompresi
Kesalahan umum yang harus dihindari saat melakukan CPR.
Melakukan CPR tanpa memeriksa kesadaran
Apa yang dimaksud dengan siklus CPR?
Siklus CPR adalah metode untuk meningkatkan kebugaran fisik.
Siklus CPR adalah serangkaian langkah untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi henti jantung.
Siklus CPR adalah proses memasak makanan dengan cepat.
Siklus CPR adalah teknik untuk mengajar anak-anak membaca.
Jelaskan bagaimana cara memeriksa respons seseorang!
Mengabaikan interaksi dan fokus pada ponsel.
Hanya mendengarkan tanpa memperhatikan ekspresi.
Menilai respons berdasarkan penampilan fisik saja.
Perhatikan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara saat berinteraksi.
Apa yang harus dilakukan jika korban mengalami muntah saat melakukan resusitasi jantung paru?
Posisikan korban miring dan bersihkan mulutnya.
Lakukan resusitasi jantung paru tanpa menghentikan untuk membersihkan mulut.
Tinggalkan korban dan cari bantuan.
Berikan minuman untuk menghentikan muntah.
Sebutkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan dalam melakukan resusitasi jantung paru!
Kualitas alat medis yang digunakan
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan resusitasi jantung paru meliputi waktu respons, kualitas kompresi, ventilasi efektif, dan penggunaan defibrillator.
Jumlah tenaga medis yang hadir
Kondisi cuaca saat resusitasi
Bagaimana cara menilai respons pasien saat melakukan resusitasi jantung paru?
Mengukur tekanan darah pasien
Mendengarkan suara pernafasan pasien
Perhatikan tanda-tanda kehidupan seperti pernafasan, denyut nadi, gerakan tubuh, dan reaksi terhadap stimulus eksternal.
Mengamati warna kulit pasien
Kasus Henti Jantung meliputi
Pulseless Electrical activity
VT with Pulse
Supraventricular Tachycardia
High Degree AV Block
Tanda Klinis Henti jantung
Sesak
Tidak ada nadi karotis dan gerakan pernafasan
pingsan
kejang
Kasus Henti Jantung yang memerlukan early epinephrin dan RJP yang berkualitas adalah
VT polimorphic tanpa nadi
Ventricular Fibrilaation
Atrial Fibrillation
Pulseless Electrical Activty
Kasus Henti Jantung yang memerlukan defibrilasi 360 J monophasic segara adalah
fibrilasi atrial
ventricular tachycardia dengan nadi
Ventricular Tachycardia tanpa Nadi
Pulseless Electrical Activity
Obat obatan yang digunakan dalam tatalaksana henti Jantung adalah
sulfat atropin
verapamil
amiodarone
digoxin
obat - obatan yang digunakan dalam tatalaksana Ventricular fibrillation adalah, kecuali
adrenalin
amiodaron
sulfat atropin
lidocain
seorang perempuan 67 tahun dirawat dengan STEMI anterior + Killip III, saat di ICCU pasien kejang tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan Nadi karotis, tidak didapatkan nadi karotis dan tidak ada gerakan napas. Maka diagnosis Pasien ini adalah
pulseless electical activity
asystole
Ventricular Fibrillation
pulseless Ventricular tachycardia
Tindakan yang tepat untuk pasien tersebut adalah
defibrilasi 360 J
RJP
segera berikan epinephrin
synchronized cardioversion 200 J
seorang pasien datang ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri, pada pemeriksaan tidak didapatkan nadi karotis dengan napas gasping, pada monitor ECG didapatkan gambaran berikut. Tindakan yang harus segera diberikan adalah
segera lakukan RJP yang berkualitas sampai dengan 5 siklus lalu berikan epinephrin 1 mg
Segera lakukan defibrilasi 360 J
segera berikan Sulfat Atropin 1 mg iv
segera berikan epinephrin 1 mg silmutan dengan RJP yang berkualitas
seorang laki laki usia 65 tahun dirawat dengan ischemic Cardiomyopathy dan HF reduced EF, dilaporkan keluarganya kejang dan tidak sadarkan diri. Saat pemeriksaan tidak didapatkan nadi karotis dan tidak bernafas. Maka tindakan yang harus segera dilakukan adalah
Segera lakukan RJP yang berkualitas selama 5 siklus, lanjutkan dengan pemberian epinephrin 1 mg iv
segera lakukan RJP yang berkualitas sampai dengan 5 siklus lanjut dengan defibrilasi 360 J monophasic
Segera lakukan RJP berkualitas selama 5 siklus, sambil dilakukan intubasi
segera defibrilasi 360 Joule monophasic, lanjutkan RJP yang berkualitas selama 5 siklus
Seorang anak laki-laki 17 tahun, masuk UGD akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pemeriksaan didapatkan kesadaran menurun, mengeluh pusing dan lupa kejadian kecelakaan yang dialaminya. Pengatar menjelaskan bahwa pasien sempat pingsan sebentar saat kejadian. Pasien berespon membuka mata dengan perintah kemudian tidur lagi, pasien tampak menarik tangannya kembali saat diberikan rangsangan nyeri pada jari. Apakah nilai pengkajian GCS yang tepat pada kasus pasien di atas?
E 2, V 2, M 5
E 2, V 2, M 6
E 3, V 2, M 5
E 3, V 3, M 5
E 3, V3, M 4
Laki-laki 50 tahun tahun dirawat di bangsal dewasa karena menderita stroke. Kesadaran menurun, dari pengkajian GCS didapatkan data saat dicubit baru membuka mata, ketika ditanya tahun berapa sekarang menjawab tahun 2009 padahal sekarang tahun 2011, pada pengkajian motorik tangannya berusaha meraih sumber nyeri ketika dirangsang dengan nyeri.
Berapakah nilai GCS pasien pada kasus diatas?
14
13
12
11
10
Seorang pria berusia 39 tahun datang ke IGD dengan keluarganya setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dan mengalami cedera di kepala. Pasien terlihat gelisah. Pada saat dilakukan pemeriksaan GCS, diperoleh respon motorik pasien adalah fleksi abnormal, verbal dan mata tidak berespon.
Berapakah nilai motorik pemeriksaan GCS pasien tersebut?
7
6
3
4
5
Seorang perempuan 25 tahun masuk IGD dengan hematoma dibagian temporal dextra akibat kecelakaan sepeda motor , klien mengalami penurunan kesadaran , klien membuka mata dengan cubitan , dan mampu menepis cubitan tersebut dengan tangan kanannya dan pada saat diajak berbicara hanya erangan yang keluar dari mulut korban , Berapakah skor GCS pada pasien tersebut ?
A.E2,V4,M5
E3,V2,M4
E2,V3,M5
E3,V2,M5
E2,V2,M5
Seorang perempuan 30 tahun datang ke IGD setelah terjatuh dari tangga. Pasien menunjukkan penurunan kesadaran, membuka mata hanya dengan rangsangan nyeri, dan tidak dapat berbicara. Berapakah skor GCS pada pasien tersebut?
E2,V1,M1
E2,V2,M2
E3,V1,M2
E1,V1,M1
E2,V3,M2
Seorang pria berusia 45 tahun mengalami kecelakaan mobil dan dibawa ke UGD. Pasien tampak bingung, tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar, dan hanya membuka mata saat dirangsang. Apa nilai GCS yang tepat untuk pasien ini?
E3,V2,M4
E2,V2,M5
E3,V3,M3
E2,V3,M4
E3,V1,M5
Seorang anak perempuan 12 tahun dirawat di rumah sakit setelah terjatuh dari sepeda. Ia menunjukkan kesadaran menurun, hanya membuka mata dengan rangsangan nyeri, dan tidak merespon verbal. Berapakah nilai GCS motorik pasien tersebut?
5
4
3
2
1
Seorang pria berusia 60 tahun dirawat di rumah sakit setelah mengalami serangan jantung. Pasien menunjukkan kesadaran menurun, hanya membuka mata dengan rangsangan nyeri, dan tidak dapat berbicara. Berapakah nilai GCS pasien tersebut?
E2,V1,M1
E2,V2,M1
E3,V1,M1
E1,V1,M1
E2,V1,M2
Seorang anak laki-laki 10 tahun datang ke IGD setelah terjatuh dari pohon. Ia tampak bingung, tidak dapat menjawab pertanyaan, dan hanya membuka mata saat dirangsang. Apa nilai GCS yang tepat untuk pasien ini?
E3,V2,M3
E2,V2,M4
E3,V1,M2
E2,V3,M3
E1,V1,M1
Seorang wanita berusia 28 tahun mengalami kecelakaan sepeda motor dan dibawa ke UGD. Pasien menunjukkan penurunan kesadaran, membuka mata hanya dengan rangsangan nyeri, dan tidak dapat berbicara. Berapakah skor GCS pada pasien tersebut?
E2,V1,M2
E2,V2,M1
E3,V1,M2
E1,V1,M1
E2,V3,M2
Melakukan pengkajian dengan mengumpulkan Informasi Dan data-data Pasien bertujuan untuk, kecuali............
Menemukan permasalahan utama dari pasien
Dasar menentukan intervensi Keperawatan
Dasar menarik Diagnosa Prioritas Keperawatan
Mengobservasi keadaan pasien
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke UGD, dengan keluhan sudah 2 hari ini mual muntah disertai dengan BAB Cair, saat dilakukan pengkajian ditemukan tanda-tanda dehidrasi seperti mukosa bibir dan mulut kering serta turgor kulit tidak elastis.
Hasil pengkajian tersebut termasuk dalam.....
Data Subyektif
Data Objektif
Initisial assesment
On going assesment
Data yang didapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian yang telah dialami atau rasakan klien adalah...........
Pengkajian
Data Obyektif
Data Subyektif
Analisis masalah
Manakah yang termasuk kedalam data obyektif pasien...
Nyeri pada bagian kepala seperti ditusuk-tusuk
sempat terjadi benturan sebelumnya saat pulang kerja
Hasil TTV menunjukan TD : 140/100, Pulse 68 x/menit, Resp : 20 x/menit, T : 37o C
Dada terasa berdebar-debar
Data yang terkumpul haruslah lengkap akurat serta nyata, agar membuktikan benar tidaknya apa yang didengar, dilihat, diamati dan diukur. Data juga harus relevan sesuai dengan masalah klien, yang merupakan data fokus terhadap masalah klien dan sesuai dengan situasi khusus. Yang harus diperhatikan saat pengkajian adalah, Kecuali.....
Dokumentasi
Privasi Pasien
Suhu tubuh pasien
Nutrisi pasien
Seorang perawat melakukan pengkajian kepada pasien untuk menanyakan mengenai riwayat penyakit terdahulu serta riwayat keluarga. tehnik pengkajian yang paling tepat digunakan oleh perawat adalah.....
Studi dokumentasi
Observasi
Wawancara
Pemeriksaan fisik
Kulit pasien terlihat berbintik hitam dan kusam. Baju yang digunakan terlihat kusut dan tidak rapi.
Data-data diatas adalah hasil dari sebuah.....
Inspeksi
Palpasi
Auskultasi
Perkusi
Yang bukan termasuk data pengkajian kedaan umum pasien adalah.....
Tanda-tanda Vital
Keluhan, tanda & gejala termasuk adanya nyeri
Postur tubuh pasien
Hasil pemeriksaan Laboratorium
Seorang laki-laki usia 43 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapat Ronchi positif pada kedua lapang paru. Data diatas adalah hasil dari pengkajian....
Perkusi
Auskultasi
Palpasi
Inspeksi
Seseorang yang tidak sadarkan diri seperti pada gambar, harus dilakukan pengkajian GCS untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien. Kepanjangan dari GCS adalah.....
Glassow Coma Scale
Glascow Coma Scale
Glascow Compre Scale
Glascow Coma Skala
Pw : slmt pagi pak, ada keluhan apa ya pak?
Px : “begini sus, dari tadi malam, kepala saya pusing dan klo saya bawa berjalan rasanya seperti melayang.”
PW : apakah ada mual muntah?
Px : “tidak ada muntah, tapi kadang-kadang memang sedikit mual jika banyak bergerak.
Pw : baik, coba bapak berbaring dan kita cek dulu ttv nya ya pak...
Data yang terekam dari pembicaraan diatas berdasarkan jenis datanya adalah..........
Data Sekunder
Data Primer
Data Subyektif
Data obyektif
P : Td : 130/100, pulse 75x/menit, respirasi 24x/menit, temp : 38o C.
untuk nyerinya jika dihitung dari angka 1-10, nyerinya ada diangka berapa pak saat ini?”
Px : kayaknya nyerinya ada diangka 3.
P : maaf pak, cb saya tekan dulu ya pak…apakah ini sakit??
Berdasarkan jenis data, merupakan..............
Data Primer
Data Sekunder
Data Obyektif
Data Subyektif
"Pasien terlihat cemas, mukanya sedikit agak pucat dan terlihat gelisah."
data diatas dapat kita temukan jika kita melakukan tehnik pengumpulan data yang disebut.....
Wawancara
Observasi
Pemeriksaan Fisik
Studi Dokumentasi
Jenis Pemeriksaan fisik yang menggunakan telapak tangan dan jari untuk meraba dan menyentuh disebut dengan istilah.....
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Inspeksi
Jenis Pemeriksaan fisik yang menggunakan alat khusus untuk mendengar suara yang dihasilkan dari jantung ataupun paru2 disebut dengan istilah.....
Auskultasi
Perkusi
Palpasi
Inspeksi
Seorang pasien datang ke klinik, pasien berespon dengan sangat baik, pasien mengeluhkan lemas badan, sudah satu hari dirinya buang air besar cair sebanyak 8 kali, saat dilakukan pemeriksaan akral dingin dan TD 80/60, HR 107 bpm, RR 20 x/mnt. Berdasarkan kasus tersebut maka dapat dipastikan bahwa ....?
Airway clear, breathing clear, circulation clear
Airway clear, breathing clear, circulation bermasalah
Airway bermasalah, breathing bermasalah, circulation bermasalah
Airway bermasalah, breathing clear, circulation clear
Airway clear, brathing bermasalah, circulation bermasalah
Terjadi kecelakaan mobil angkutan kota dengan mobil minibus (frontal). Korban kecelakaan minibus ditemukan dalam kodisi tidak sadar, terdapat luka lecet pada pipi klien, kaca mobil retak seperti sarang laba-laba, saat penanganan terdengar suara snoring, dengan frekuensi nafas 28 kali permenit. Apa tindakan prioritas yang harus dilakukan pada korban ?
Lakukan pemasangan OPA
Pasang Head Stabilzer
Berikan oksigen NRM 10 - 15 lpm
Pasang Collar Neck
Direct pressure pada pipi klien
Seorang pasien laki-laki usia 25 tahun mengalami sumbatan partial akibat pangkal lidah turun kebelakang, maka suara napas tambahan yang mungkin ditemukan adalah ?
Gurgling
Wheezing
Stridor
Snoring
Crowing
Pasien laki-laki usia 18 tahun dengan keadaan tidak sadar akibat kecelakaan lalu lintas, terdengar snoring, kemudian dilakukan pemasangan OPA, namun saat insersi, terdapat tahanan pada lidah pasien, gag reflect positif, terdapat luka pada kepala. Apa yang harus dilakukan selanjutnya ?
Miringkan kepala pasien
Cross Finger
Melepas OPA
Pasang NPA
Suctioning
Korban kecelakaan lalu lintas dengan kondisi Airway snoring dan telah dipasang OPA, saat dilakukan pemeriksaan breathing ditemukan pergerakan dada tidak simetris, RR 32 x/menit, trachea bergeser ke arah yang sehat, terdapat peningkatan JVP, auskultasi negative pada paru yang sakit, hasil perkusi hipersonor pada paru yang sakit. Apa masalah yang dialami korban pada kasus tersebut ?
Open Peneumothorak
Hematotorak Massive
tamponade jantung
Tension Pneumothorak
Flail chest
Seorang laki-laki berusia 32 tahun mengalami kecelakaan lalulintas. Hasil pengkajain didapat: kesadaran unresponsive, terdengar suara gurgling dan snoring, tampak retraksi substernal. Tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 112 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit dan suhu 37,9oC. Apakah prioritas tindakan yang harus dilakukan?
lakukan pemasangan infus
suction dan pasang OPA
observasi nilai GCS
berikan O2 dengan NRM
berikan ventilasi positif
Seorang perempuan berusia 21 tahun mengeluh sulit bernapas. Keluarga mengatakan pasien seperti tersedak setelah makan bakso. Hasil pengkajian didapatkan: pasien tampak memegangi leher, kulit kemerahan dan sianosis, tidak terdengar suara napas, dan tidak pengembangan paru. Apakah prioritas tindakan yang harus dilakukan?
pasang oropharyngeal airway
berikan O2 dengan NRM
lakukan intubasi
lakukan hemlich manouver
berikan ventilasi
Seorang perempuan berusia 29 tahun jatuh dari lantai 4 sebuah gedung. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, terdapat fraktur di klavikula, luka terbuka dikepala. Tekanan darah 140/95 mmHg, frekuensi nadi 65 x/menit, frekuensi napas 32 x/menit dan suhu 37,9oC, tampak napas gasping (megap-megap). Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan?
pasang oropharyngeal airway
berikan ventilasi
lakukan intubasi
lakukan pembersihan luka
pasang neck collar
Seorang perempuan berusia 23 tahun mengalami penurunan kesadaran setelah tabrakan mobil. Hasil pengkajian didapatkan Tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 112 x/menit, frekuensi napas 32 x/menit dan suhu 37,9oC. Terdapat retraksi suprasternal, penggunaan otot bantu napas dan pernapasan cuping hidung. Pengembangan dada tampak tidak simetris. Apakah masalah yang ditemukan berdasarkan kasus tersebut?
airway
breathing
circulation
disability
exposure
Seorang laki-laki berusai 32 tahun mengalami sesak berat. Hasil pengkajian didapatkan: frekuensi napas 32 x/menit, terdapat retraksi suprasternal, penggunaan otot bantu napas dan pernapasan cuping hidung, terdapat deviasi trakea dan peningkatan JVP, pengembangar dada tampak tidak simetris, perkusi terdengan hyperesonan. Apakah penyebab masalah pernapasan berdasarkan kasus tersebut?
penumpukan cairan di rongga thorax
akumulasi cairan di rongga paru
adanya massa pada paru
akumulasi udara di rongga thorax
akumulasi udara di jalan napas
Laki-laki usia 21 tahun korban kecelakaan lalu lintas, dada membentur stang motor, berrespon terhadap nyeri, terdapat pendarahan dari hidung dan luka robek di pelipis, terdengar snoring, saat ini klien masih dalam ambulance transport (minim alat). Manakah tindakan yang paling tepat pada pasien ?
Log Roll
Neck lift
Head Tilt
Chin lift
Jaw trust
Seorang tenaga kesehatan mendapati seorang pasien dengan kondisi masih sadar saat ini, tenaga kesehatan tersebut ingin memastikan kepatenan jalan napas pasien. Tindakan yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara?
Melakukan Pemeriksaan Fisik
Mengajak klien berbicara
Melakukan tindakan jaw trust
Melakukan Palpasi Akral dan Nadi
Menilai GCS dan Pupil Penderita
Seorang laki-laki 32 tahun mengalami luka akibat tusuk pada dada kanan, pasien tampak kesulitan bernapas pernapasan interkostalis, adanya hembusan udara dari luka dan terdengar suara hisapan pada luka. Saat ini pasien semi fowler, dan mendapat O2. Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan pada pasien tersebut?
Menjahit luka
Membiarkan luka tetap terbuka
Kompres luka dengan NaCl 0,9%
Memasang balutan kasa 3 sisi
Menutup rapat luka dengan plester
Seorang laki-laki 33 tahun menjadi korban bencana gempa bumi dengan kondisi Fraktur terbuka di paha, tampak tulang menonjol, dan pendarahan hebat dari luka, CRT >2 detik, nadi cepat, akral dingin. Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan?
Cek status mental melalui pemeriksaan AVPU
Lakukan prosedur kontrol perdarahan
Lakukan prosedur logroll
Buka jalan napas dengan memasang OPA
Cek nadi radialis pasien berkala
Laki-laki 30 tahun menjadi korban demonstrasi, hasil pemeriksaan diperoleh pendarahan massive pada abdomen akibat senjata tajam (tidak ada usus terburai), nadi 148 x/menit, napas cepat, akral dingin, CRT lebih dari 3 detik. Komplikasi gawat darurat yang dapat mengancam nyawa segera adalah ?
Sumbatan jalan napas akibat akumulasi saliva
Syok kardiogenik akibat nyeri abdomen hebat
Syok hipovolemik akibat kehilangan darah
Infeksi akibat luka tusuk abdomen
Syok distributive akibat hipoksia
Seorang perempuan berusia 22 tahun mengalami sesak berat. Hasil pengkajian didapatkan: frekuensi napas 32 x/menit, terdapat retraksi interkostal, penggunaan otot bantu napas dan pernapasan cuping hidung, pengembangan dada tampak tidak simetris, perkusi terdengar pekak (redup). Pasien lebih nyaman dengan posisi semi powler dan powler. Apakah penyebab masalah pernapasan berdasarkan kasus tersebut?
penumpukan sekret di jalan napas
akumulasi cairan di rongga paru
adanya massa pada paru
akumulasi udara di rongga thorax
akumulasi udara di jalan napas
Seroang laki-laki berusai 34 tahun mengalami akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pengkajian didapat: kesadaran unresponsive, tampak retraksi substernal, dan terdapat PCH, frekuensi napas 32 x/menit. Pasien sudah terpasang NRM 15 lpm. Kemudian dilakukan ventilasi tekanan positif dengan sungkup yang sudah sesuai. Evaluasi menunjukkan dada pasien tidak mengembang. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
siapkan intubasi
lakukan suctioning
tambahkan tekanan
buka mulut pasien
reposisikan airway
Tn. A usia 42 tahun dan Ny. C usia 39 tahun mengalami tabrakan dengan mobil lainnya saat mengendarai mobilnya di jalan tol. Pada saat kejadian, Tn. A dalam keadaan sadar, saat dikeluarkan dari mobil Tn. A menjerit kesakitan, ditemukan tungkai sinistra tibia fibula tampak bengkok, bengkak, dan luka robek. Sedangkan Ny. C saat kejadian dalam keadaan tidak sadar dan ditemukan adanya jejas pada dada dekstra dan diduga mengalami henti napas. Berdasarkan kasus di atas, manakah pernyataan yang benar ?
Ny. C termasuk dalam kategori gawat dan Tn.A termasuk dalam kategori darurat
Ny. C termasuk dalam kategori darurat dan Tn.A termasuk dalam kategori gawat
Ny. C dan Tn.A termasuk dalam kategori gawat
Ny. C dan Tn.A tidak termasuk dalam kategori darurat
Ny. C dan Tn.A termasuk dalam kategori darurat
Seorang perempuan berusia 27 tahun jatuh dari motor dibawa ke ruang unit gawat darurat, hasil pemeriksaan terdapat luka di bagian pipi kiri dan dicurigai mengalami cedera leher. tiba-tiba pasien mengalami henti napas dan henti jantung. Perawat memakai alat pelindung diri, kemudian mengecek respon pasien dan mengaktifkan sistem emergency, Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
Mengecek nadi karotis pasien
Memberikan bantuan nafas sebanyak 2 kali
Melakukan kompresi jantung sebanyak 30 kali
Membuka jalan napas dengan teknik head tilt chin lift
Mengkaji napas pasien dengan cara look, listen and feel
Laki-laki berusia 17 tahun mengalami kecelakaan motor dibawa ke ruang unit gawat darurat, mengalami henti jantung dan henti napas. Dua orang perawat langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Berapakah rasio kompresi dan ventilasi yang diberikan?
30 kompresi dan 2 ventilasi
15 kompresi dan 1 ventilasi
30 kompresi dan 1 ventilasi
15 kompresi dan 2 ventilasi
30 kompresi 4 ventilasi
Seorang laki-laki berusia 35 tahun mengalami henti napas dan henti jantung di ruang unit gawat darurat. Perawat langsung menemukan tidak teraba nadi karotis. Apakah yang harus dilakukan?
Bantuan Pernafasan
RJP
Pemberian Oksigen 5L/Menit
Pasang Infus
Berikan terapi Oksigen
Jika nadi teraba, nafas tidak ada kuat, tindakan yang dilakukan ?
Resceu Breathing setiap 6 detik
RJP
Pasang Air Ney Defenitif (infusan)
Pasang Oksigen 10 pm/menit
Pasang Bidai
Ketika anda mau berangkat kuliah dikampus UMP, tiba - tiba diperjalanan anda menemui orang pingsan dipinggir jalan dikarenakan jatuh dari sepeda motor. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah :
Aman (3A)
Langsung RJP dengan High Quality CPR
Memanggil Bantuan
Membawa korban ke fasilitas kesehatan
Membiarkan
Berapa waktu pada saat cek nadi dan nafas pada pasien tidak sadar ?
8 detik
10 detik
20 detik
8 menit
10 menit
Pembebasan jalan nafas dengan teknik Jaw Trust dilakukan pada pasien ?
Curiga Trauma Cervikal
Pasien dengan obesitas
Pasien Hamil
Pasien Lumpuh
Jawaban semua salah
Titik tekan kompresi jantung pada orang dewasa ?
Diantara 2 Tulang Susu
Tepat diatas PX
Pertengahan Tulang Sternum
2 jari diatas PX
Sternum
Anda seorang perawat telah selesai melakukan tindakan RJP. Setelah selesai anda memposisikan pasien dengan posisi MANTAP.
Apakah fungsi dari posisi mantap ?
Mencegah Aspirasi
Biar nyaman
Mempertahankan sirkulasi oksigen ke otak
Mencegah baroma trauma
Mempertahankan trauma
Kapan RJP dihentikan ?
Penolong kelelahan
Asistol menetap atau tidak teraba denyut nadi 10 menit
Upaya RJP membahayakan penolong
Pasien sudah sadar
Semua Jawaban Benar
Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam teknik CPR yang benar?
Memberikan obat sebelum memulai CPR.
Melakukan kompresi dada tanpa memeriksa nadi.
Menghubungi layanan darurat sebelum memastikan keselamatan.
Memastikan keselamatan diri dan lingkungan.
Sebutkan tiga penyebab utama henti jantung!
Penyakit jantung koroner, aritmia, serangan jantung
Hipertensi, diabetes, obesitas
Infeksi, alergi, gangguan tidur
Kekurangan vitamin, dehidrasi, stres
Bagaimana cara menilai kesadaran pasien yang tidak sadar?
Gunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS) dan periksa respons terhadap rangsangan.
Lakukan pemindaian CT tanpa evaluasi klinis.
Tanya pasien tentang kondisi mereka.
Periksa denyut nadi dan tekanan darah.
Apa yang dimaksud dengan protokol resusitasi lanjutan?
Protokol resusitasi lanjutan digunakan untuk mengobati infeksi.
Protokol resusitasi lanjutan adalah pedoman untuk penanganan pasien henti jantung.
Protokol resusitasi lanjutan adalah teknik untuk mengurangi detak jantung.
Protokol resusitasi lanjutan adalah metode untuk meningkatkan tekanan darah.
Sebutkan dua teknik ventilasi yang digunakan dalam CPR!
Ventilasi mulut ke mulut dan ventilasi menggunakan kantong resusitasi.
Ventilasi hidung ke mulut
Ventilasi menggunakan masker oksigen
Ventilasi dengan kompresi dada
Apa yang harus dilakukan jika pasien tidak merespons setelah CPR?
Ganti posisi pasien dan tunggu beberapa menit.
Berhenti melakukan CPR dan tunggu bantuan datang.
Panggil bantuan medis dan lanjutkan CPR.
Coba gunakan alat defibrillator tanpa memanggil bantuan.
Jelaskan perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung!
Henti jantung adalah berhentinya detak jantung, sedangkan serangan jantung adalah penyumbatan aliran darah ke jantung.
Henti jantung adalah serangan jantung yang parah.
Serangan jantung adalah detak jantung yang sangat cepat.
Henti jantung terjadi karena tekanan darah tinggi.
Apa yang harus dilakukan jika Anda tidak memiliki alat AED saat melakukan CPR?
Gunakan alat lain yang tidak sesuai untuk defibrilasi.
Berhenti melakukan CPR dan tunggu bantuan datang.
Coba lakukan pernapasan buatan tanpa melakukan CPR.
Lanjutkan CPR dan panggil bantuan medis.
Sebutkan tanda-tanda pasien yang mengalami henti jantung!
Denyut nadi yang kuat
Kehadiran refleks pupil
Tidak adanya denyut nadi, tidak ada pernapasan, kehilangan kesadaran.
Pernapasan cepat
Bagaimana cara melakukan kompresi dada yang efektif?
Tempatkan tangan di leher, tekan perlahan dan stabil.
Tempatkan tangan di tengah dada, tekan kuat dan cepat, 100-120 kompresi per menit.
Lakukan kompresi dengan satu tangan, 50-60 kompresi per menit.
Hindari menekan dada, fokus pada pernapasan buatan.
Apa yang dimaksud dengan siklus CPR dan berapa lama durasinya?
Siklus CPR hanya memerlukan 10 kompresi dan 1 napas.
Siklus CPR dilakukan selama 15 detik tanpa henti.
Siklus CPR terdiri dari 20 kompresi dan 5 napas.
Siklus CPR berlangsung selama 30 kompresi dan 2 napas, diulang terus menerus.
Sebutkan dua faktor risiko yang dapat menyebabkan henti jantung!
Kadar kolesterol rendah
Diabetes melitus
Obesitas
Penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi
Apa yang harus dilakukan setelah pasien mulai merespons?
Menghentikan semua perawatan dan menunggu hasil lebih lanjut.
Mengabaikan kondisi pasien dan tidak melakukan tindakan lebih lanjut.
Memberikan obat yang tidak sesuai dengan diagnosis.
Terus memantau kondisi pasien dan sesuaikan rencana perawatan.
Jelaskan pentingnya evaluasi respons pasien setelah resusitasi!
Evaluasi tidak diperlukan setelah resusitasi.
Resusitasi selalu berhasil tanpa evaluasi.
Evaluasi respons pasien setelah resusitasi penting untuk menilai efektivitas intervensi dan menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Evaluasi hanya penting untuk pasien yang sadar.
Apa yang harus dilakukan jika pasien mengalami muntah saat tidak sadar?
Berikan air untuk diminum.
Tunggu sampai pasien sadar sebelum bertindak.
Biarkan pasien terbaring telentang.
Posisikan pasien miring dan hubungi layanan darurat.
Terjadi bencana masal pada daerah X, tindakan awal kita sebagai perawat gadar yang tepat sesuai dengan Rapid Assesment Triage menggunakan metode START ialah
Mencari korban yang masih bernafas dan tidak bernafas
Mencari korban yang dapat bernapas spontan >30x permenit
Mencari korban yang dapat bernapas spontan <30x permenit
Mencari korban yang dapat bernapas spontan <30x permenit
Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien tidak bernafas setelah dilakukan tindakan dengan membuka airway pasien bisa kembali bernafas, tetapi tidak bernapas spontan. Dikategorikan apakah pasien ini
kuning
hijau
merah
hitam
Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien bernapas spontan, RR<30 x /menit, CRT< 2 detik, Nadi <100 x/menit dan setelah perawat memberi perintah mengangkat kedua tangan pasien dapat mengangkat kedua tangan tetapi dengan gerakan lambat dikategorikan apakah pasien ini
Merah
Kuning
Hijau
Merah
Disuatu daerah yang terkena bencana tanah longsor terdapat 25 korban dengan luka-luka ringan,13 korban luka berat dengan perdarahan, 7 korban meninggal dan 9 orang tidak diketemukan. Untuk kode triage pada korban dengan luka ringan dengan warna
Merah
Kuning
Hijau
Hitam
Tn. Andi (39 tahun ) datang ke IGD dengan fraktur terbuka pada femur pasien mengalami sianosis. Pasien tersebut di kategorikan dalam
pasien gawat darurat
pasien tidak gawat tidak darurat
pasien tidak gawat tapi darurat
darurat
Tn. Munir dengan umur 42 tahun dan Ny. Sakdiah umur 40 tahun mengalami tabrakan dengan mobil lainnya saat mengendarai mobilnya di jalan tol. Pada saat kejadian Tn. Munir dalam keadaan sadar, saat dikeluarkan dari mobil Tn. Munir menjerit kesakitan ternyata ditemukan tungkai sinistra tibia fibula tampak bengkok, bengkak, dan terdapat luka robek yang mengeluarkan darah. Sedangkan Ny. Sakdiah saat kejadian dalam keadaan tidak sadar dan ditemukan adanya jejas pada dada dekstra dan diduga mengalami henti nafas. Pada kasus diatas, pernyataan manakah yang benar menurut kondisi gawat dan darurat?
Ny. Sakdiah termasuk dalam kategori gawat dan Tn. Munir termasuk dalam kategori darurat
Ny. Sakdiah termasuk dalam kategori darurat dan Tn. Munir termasuk dalam kategori gawat
Ny. Sakdiah dan Tn. Munir termasuk dalam kategori gawat dan darurat
Ny. Sakdiah dan Tn. Munir tidak termasuk dalam kategori gawat dan darurat
Pasien datang ke IGD dengan keadaan sadar, tampak kesulitan bernafas dan kedua tangan memegangi leher, orang yang mengantar pasien menyebutkan pasien tersedak, apa tindakan yang tepat kita lakukan
Head tilt
Chin lift
heamlich manuver
jaw trust
Tindakan yang tepat untuk membebaskan jalan napas pasien yang dicurigai cedera tulang belakang ialah
Head tilt
Chin Lift
Heamlich manuver
Jaw trust
Seorang laki-laki umur 37 tahun, masuk di UGD dengan riwayat kecelakaan lalu lintas. Terdapat bekas darah di mulut dan hidung klien, terdengar suara ronchi saat bernafas, terdapat periorbital echimosis dan battle sign. Tanda tanda vital, TD 90/60 mmhg Nadi 115 kali permenit (regular dan lemah) RR 32 kali permenit (irregular), Apakah masalah keperawatan yang utama pada klien tersebut?
Pola Nafas Tidak Efektif
Kekurangan volume cairan
Risiko kekurangan volume cairan
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Seorang laki-laki umur 30 tahun, dirawat di UGD dengan riwayat jatuh dari sepeda motor tanpa mengenakan helm. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, suhu tubuh 38,8 ° C, pola pernafasan cheyne-stokes, terjadi penurunan kesadaran.
Manakah tanda-tanda yang mengindikasikan terjadinya fraktur basis cranial?
Kenaikan suhu tubuh, pola pernafasan cheyne-stokes, penurunan kesadaran
Keluar darah dari hidung dan telinga, pola pernafasan cheyne-stoke, penurunan kesadaran
Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam disekitar kelopak mata,kebiruan dibelakang telinga
. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, peningkatan suhu tubuh
Seorang laki-laki, usia 60 tahun datang ke UGD RS, dengan keluhan utama kesadaran menurun sejak 3 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan jejas atau luka. Pada pemeriksaan TTV didapatkan TD 190/130 ; N 80x/menit ; P 30x/menit ; S 36.8°C ; SpO2 64%. Apakah tindakan awal yang perlu dilakukan?
Periksa laboratorium darah lengkap
Lakukan CT scan kepala
Evaluasi jalan napas dengan Look-listen-feel
Berikan obat anti hipertensi
Anda sedang makan bakso di kantin bersama teman. Tiba-tiba teman anda tidak dapat berbicara dan memegang leher. Sesaat kemudian tampak wajah teman anda mulai kebiruan. Apa tindakan yang anda lakukan?
Melakukan chin lift manouver
Melakukan heimlich manouver
Melakukan sellick manouver
Melakukan valsalva manouver
Dari rangkaian prosedur intubasi endotrakheal di bawah ini, manakah yang tidak tepat?
Selalu pegang laringoskop di tangan kanan
Melakukan facemask dapat dilakukan dengan 1 tangan maupun 2 tangan
Posisi ujung ETT terletak di atas carina trachea
Setelah intubasi, pengembangan paru harus simetris kanan dan kiri
Apa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pada pasien dengan gangguan jalan napas?
Lakukan pemasangan oropharingeal airway
Lakukan head tilt/ chin lift/ jaw thrust manouver
Lakukan suctioning jika didapatkan suara gurgling pada pasien
Semua jawaban benar
Berapakah konsentrasi oksigen yang dihasilkan pada Non-Rebreathing Masker?
20-40%
40-60%
60-80%
100%
Seorang laki-laki, usia 60 tahun datang ke UGD RS, dengan keluhan utama kesadaran menurun sejak 3 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan jejas atau luka. Pada pemeriksaan TTV didapatkan TD 190/130 ; N 80x/menit ; P 30x/menit ; S 36.8°C ; SpO2 64%. Apakah tindakan awal yang perlu dilakukan?
Periksa laboratorium darah lengkap
Lakukan CT scan kepala
Evaluasi jalan napas dengan Look-listen-feel
Berikan obat anti hipertensi
Anda sedang makan bakso di kantin bersama teman. Tiba-tiba teman anda tidak dapat berbicara dan memegang leher. Sesaat kemudian tampak wajah teman anda mulai kebiruan. Apa tindakan yang anda lakukan?
Melakukan chin lift manouver
Melakukan heimlich manouver
Melakukan sellick manouver
Melakukan valsalva manouver
Dari rangkaian prosedur intubasi endotrakheal di bawah ini, manakah yang tidak tepat?
Selalu pegang laringoskop di tangan kanan
Melakukan facemask dapat dilakukan dengan 1 tangan maupun 2 tangan
Posisi ujung ETT terletak di atas carina trachea
Setelah intubasi, pengembangan paru harus simetris kanan dan kiri
Apa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pada pasien dengan gangguan jalan napas?
Lakukan pemasangan oropharingeal airway
Lakukan head tilt/ chin lift/ jaw thrust manouver
Lakukan suctioning jika didapatkan suara gurgling pada pasien
Semua jawaban benar
Berapakah konsentrasi oksigen yang dihasilkan pada Non-Rebreathing Masker?
20-40%
40-60%
60-80%
100%
Seorang pasien laki-laki berusia 17 tahun, korban perkelahian disekolah, diantar keunit gawat darurat dengan luka tusuk diabdomen. Pasien mengerang kesakitan, pendaraha nmasif disekitar pisau yang menancap. Pasien direncanakan akan segera dilakukan pembedahan. Apakah tindakan yang harus dilakukan?
Mencabut pisau yang menancap di abdomen pasien
Memasang infus 2 jalur untuk persiapan pembedahan
Menghubungi pihak polisi untuk segera dilakukan visum
Melakukan fiksasi pada pisau agar tidak berubah tempat dan bergeser
Memberikan penjelasandan meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan
Tn. A mengalami kecelakaan motor 3 hari yang lalu, setelah ditangani oleh pihak Rumah sakit, Tn. A terpasang WSD, infuse, oksigen 2 L/menit posisi tidur semi faoler. Saat pemeriksaan didapakan hasil Respirasi 24x/menit, nadi 88 x/menit, TD 120/90 mmHg. Aktifitas pasien dibantu oleh keluarga dan terjadi ditempat tidur. Pasien mengatakan merasa bersyukur bisa selamat dari kecelakaan. Dari kasus diatas, data subjektif yang tepat adalah ….
Terpasang WSD
Terapi oksigen 2lt/i
Posisi psien semi faoler
Saat pemeriksaan didapatkan RR 24x/I, nadi 88 x/I, TD 120/90 mmHg
Pasien mengatakan merasa bersyukur bisa selamat dari kecelakaan
Seorang Laki-laki 30 tahun, masuk ke UGD RS Sehat post kecelakaan lalu lintas.Pasien mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan mobil dari arah depan. Pasien tampak pucat, gelisah, TD 90/60 mmHg, nadi 110x/menit, pernapasan24x/menit.
Apakah tindakan yang saudara lakukan pada Pasien di atas adalah .... ?
Melakukan pemeriksaan USG abdomen
Melakukan pemeriksaan CT-scan kepala
Melakukan tindakan laparotomI
Resusitasi cairan dan anamnesa / pemeriksaan fisik secara menyeluruh
Melakukan tindakan DPL
Seorang laki-laki datang ke IGD dengan luka tusukan di bagian perutnya. pasien mengalami pendarahan dan penurunan kesadaran. Pengkajian tanda-tanda vital didapatkan TD 90/70 mmHg, nadi 55x/menit, dan pernapasan 20x/menit. Akral dingindan pucat, pengisian kapiler > 3 detik.Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?
Nyeri akut
Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
Gangguan rasa nyaman
Perdarahan
Gangguan integritas kulit
Seorang pasien laki-laki berumur 40 tahun mengalami trauma abdomen akibat jatuh dari lantai 3. Pasien tampak gelisah, tampak jejas pada punggung dan lengan. Tekanan darah 80/50 MmHg, nadi 110 x/mnt, pernapasan 24 x/mnt.
Apakah pertolongan pertama perlu dilakukan pada Pasienbtersebut?
Memberikan napas buatan
Tanda-tanda perdarahan
Memberikan resusitasi cairan
Managemen Airway dan breathing
Melakukan pemasangan infus
pada kasus laki-laki berumur 40 Tahun ,Apakah yang harus diobservasi selanjutnya oleh perawat
Tingkat kesadaran
Tanda-tanda vital
Saturasi oksigen
Tanda-tanda perdarahan
Suara pernapasan
Kira-kira 2 jam yang lalu sebelum Tn.F mengendarai sepeda motor dan menabrak truk yang ada di depannya. Tn.F terjatuh dengan posisi dada dan perut kanan membentur aspal. Setelah kejadian,Tn.F masih bisa pulang sendiri dengan mengendarai sepeda motornya. Tapi setelah beberapa saat di rumah, Tn. F merasa perut sebelah kanan nyeri hebat sampai punggung. Bedasarkan kasus diatas Apakah masalah keperawatan yang utama pada klien tersebut......?
Nyeri akut
Kekurangan volume cairan
Risiko kekurangan volume cairan
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Pada kasus Tn. F jatuh dengan posisi perut kanan membentur aspal.
Trauma tembak
Trauma tembak dan trauma tumpul
Trauma tumpul
Cedera akselerasi
Seorang laki-laki, masuk ke IGD karena mengalami perlukaan yang cukup serius akibat kecelakaan lalulintas. Luka tampak jelas pada daerah abdomen disertai dengan luka terbuka dengan tanda-tanda shock. Jika anda adalah orang yang pertama melihat pasien diruangan gawat darurat.
Apakah tindakan pertama yang akan anda lakukan sebagai seorang perawat ?
Mencari sumber perdarahan sambil memasang infuse
Memasang splint pada fraktur kemudian segara ambil contoh darah untuk crosmathching
Chek apakah air way tidak ada gangguan kemudian mengatasi shock
Berikan morfin untuk atasi nyerinya
Laukan pemeriksaan fisik lengkap untuk megetahui perlukaan yang ada
Tn D, 33 tahun mengalami kecelakaan, mobilnya menabrak truk yang sedang berhenti.Saat itu ia tidak menggunakan sabuk keselamatan. Dadanya membentur stir mobil. Tn D dibawa ambulance ke IGD RS Senang Hati. Saat dikaji Tn. D mengeluh sesak, nyeri saat bernafas, tampak laserasi dan lebam pada dada, lebam lebih hitam didaerah kanan, dada kanan tertinggal dari kiri sehingga gerakan dada tidak simetris. Saat askultasi dada kanan lebih redup dari dada kiri. Tampak fraktur iga ke 6- 8 dengan hematopneumothoraks kanan. Diputuskan pemasangan Water Seal Drainage,menggunakan sistem 3 botol.
Dari data diatas, Apakah pelaksanaan keperawatan yang tepat untuk keluhan utama Pasien ?
Pemasangan oksigen 3 lt/mt
Pasang infus NaCl 0,9 % 6 jam/ kolfc.
Foto rontgent AP lateral.
Nafas dalam
Manajemen nyeri : Distraksi
Tn R, 30 tahun mengalami kecelakaan bermotor sehingga dadanya membentur stangmotor, saat dikaji mengeluh sesak, nyeri saat bernafas, tampak lebam pada dada, lebam lebih hitam diarea kanan, pergerakan dada kanan tertinggal dari kiri sehingga gerakan dada tidak simetris. Pada auskultasi dada kanan lebih redup dari dada kiri . Dari data di atas, komplikasi yang dapat terjadi adalah...
Gagal ginjal
Pielonefrosis
Flail Chest
Glomerulonefritise
BPH (Benigna Prostat Hipertrofi)
Manajemen nyeri yang dapat di gunakan untuk Pasien trauma dada adalah...
1. Pertahankan pada posisi semi fowler atau fowler.
2. Beri posisi yang nyaman dan menyenangkan pada pasien.
3. Pemberian analgesic
4. Observasi tanda-tanda vital
5. Pertahankan pembatasan aktifitas sesuai anjuran.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada masalah ini?
1, 2, 3 benar
2, 4 benar
Hanya 4 yang benar
1, 3 benar
1, 2, 3, 4, 5 benar
Kira-kira 2 jam yang lalu ketika sedang mengendarai sepeda motor, Pasien mengalami kecelakaan. Menebrak pembats jalan sehingga terjatuh dengan posisi dada dan perut kanan membentur aspal. Setelah kejadian, Pasienm masih bisa pulang sendiri dengan mengendarai sepeda motornya.Tapi setelah beberapa saat di rumah, Pasien mengatakan sesak nafas, perut sebelah kanan terasa nyeri, dari hasil pengkajian didapatkan TTV, TD : 120/80 mmHg N : 88x/menit 26x/menit.
Apakah diagnosa keperawatan dari kasus di atas ?
Nyeri Akut
Ketidak seimbangan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Pola Nafas tidak Efektif
Resiko Infeks
Bersihan jalan napas tidak efektif
Apakah tindakan utama yang akan di lakukan dari kasus kecelakaan sepeda motor
Mengkaji pola nafas Pasien, memposisikan Pasien semi fowler Memberikan nasal kanul 2L/menit
Monitor status cairan
Monitor suara napas pasien
Evaluasi adanya nyeri dada
Catat adanya disttrimia jantung
Seorang pasien laki-laki 50 tahun korban kecelakaan lalulintas diantar ke unit emergency dalam kondisi tidak sadar. Dari pemeriksaan fisik diperoleh data : terdapat luka terbuka di dahi dan wajah disertai keluarnya darah dari hidung dan telinga, tampak memar pada bagian abdomen, distensi abdomen (+), fraktur terbuka ½ cruris dextra, akral dingin. Tandavital : TD 90/50 mmHg, pernapasan 25x/menit, nadi 120 x/menit.
Apakah label yang diberikan perawat di ruangan Triase untuk pasien tersebut?
Ungu
Hijau
Hitam
Merah
Kuning
Seorang perempuan berusia 27 tahun jatuh dari motor dibawa ke ruang unit gawat darurat,hasil pemeriksaan terdapat luka di bagian leher dan di dahi pasien, darah keluar dari hidung, telinga dan mulut
Bagaimanakah cara membuka jalan napas pada pasien?
Chin lift
Jaw trust
Head til
Chest truste.
Hiperektensi kepala
Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan dibawa ibunya ke ruang unit gawat darurat, pasien mengalami sumbatan jalan napas total. Hasil pengkajian didapatkan warna kulit mulai terlihat kebiru-biruan, kesadaran pasien mulai menurun.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
Chest trust
Abdominal trust
Heimlich manuveur
Cek kesadaran pasien
Seorang laki-laki usia 26 tahun jatuh dari motor dengan kecepatan tinggi pada pemeriksaan fisik didapatkan jejas pada dada, respirasi 40 x/menit, suara jantung melemah, JVP meningkat + 7,tekanan darah 80/Palpasi.
Apakah yang dialami oleh Pasien?
Henti jantung
Haemothorak
Tamponade jantung
Fail Chest
Tension pnemothora
Seorang laki2-laki 23 tahun dilarikan ke IGD Rumah Sakit pasca kecelakaan bermotor, hasil pengkajian tidak pasien mengatakan terjadi benturan keras pada daerah belakang ada terpasang neck Collar saat tiba di IGD frekwensi pernapasan 40x/menit
sumbatan jalan napas.. Apakah tidakan yang perlu dilakukan perawat di IGD ?
Mengevaluasi jalan napas
Mengevaluasi tanda-tanda vital
Melakukan imobilisasi leher
Mengevaluasi penyebab kemungkinan penyebab terjadinya masalah pernapasan
Memasang combitude
Seorang perempuan 30 tahun dilarikan ke IGD Puskesmas pasca jatu saat melakukan arum jeram. Hasil pengkajian GCS 8, terdengar suara gurging frekwensi 28x/menit, ferwensi nadi 120x/menit, bibir dan ujung kuku sianosis dan adanya krepitasi pada daerah pelvis.
apakah tindakan mandiri keperawatan prioritas yang tepat dilakukan?
Membebaskan jalan napas dengan tindakan suction
Memberikan terapi oksigen 12-15 L/menit mengunakan rebriting mask
Memberikan terapi cairan kristaloid hangat dengan 2 line
Melakukan pembedahan pada daerah pelvis
Meninggikan kepala 10-30 derajat untuk mencegah peningkatan intracranial .
Intervensi yang bertujuan untuk mendapatkan data obyektif tentang frekuensi pernapasan adalah
Pemeriksaan pernapasan
Pemberian oksigen
Pemeriksaan sputum
Latihan Nafas Dalam
Latihan Batuk efektif
Intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas paru adalah
Pemeriksaan pernapasan
Pemberian oksigen
Pemeriksaan sputum
Latihan Nafas Dalam
Latihan Batuk efektif
Intervensi yang bertujuan untuk membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekret adalah
Pemeriksaan pernapasan
Pemberian oksigen
Pemeriksaan sputum
Latihan Nafas Dalam
Latihan Batuk efektif
Intervensi yang bertujuan untuk menyediakan sampel sputum untuk pemeriksaan BTA atau mikroorganisme lainnya adalah
Pemeriksaan pernapasan
Pemberian oksigen
Pemeriksaan sputum
Latihan Nafas Dalam
Latihan Batuk efektif
Intervensi yang bertujuan untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan oksigen adalah
Pemeriksaan pernapasan
Pemberian oksigen
Pemeriksaan sputum
Latihan Nafas Dalam
Latihan Batuk efektif
Peralatan yang perlu disiapkan untuk latihan batuk efektif adalah
Pencatat waktu
Botol wadah
Selang kanula hidung
Masker
Tidak ada
Peralatan yang perlu disiapkan untuk pemeriksaan sputum adalah
Pencatat waktu
Botol wadah
Selang kanula hidung
Masker
Tidak ada
Peralatan yang perlu disiapkan untuk pemeriksaan pernapasan adalah
Pencatat waktu
Botol wadah
Selang kanula hidung
Masker
Tidak ada
Tindakan selanjutnya pada latihan batuk efektif setelah pasien menahan nafas pada pernapasan ketiga dan batukkan dengan kuat adalah
Memasang perlak/alas dan bengkok
Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
Menampung lendir dalam sputum pot
Meminta pasien untuk melakukan nafas dalam 2 kali
Merapikan pasien
Tindakan selanjutnya pada latihan napas dalam setelah meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung) adalah
Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
Merapikan pasien
Tindakan selanjutnya pada pemberian oksigen setelah mengisi botol pelembab dengan aqua sesuai batas adalah
Memastikan tabung masih berisi oksigen
Mengatur posisi semi fowler
Membuka Flow meter demgan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan dan memastikan ada aliran udara
Memasang kanula pada hidung pasien dengan hati-hati
Menyambungkan selang binasal O2 dengan humidifier
Tindakan selanjutnya pada pengambilan sputum setelah meminta pasien untuk mengambil posisi berdiri atau duduk dengan tubuh condong ke depan adalah
Anjurkan pasien untuk berkumur terlebih dahulu
Siapkan tisu, handuk atau sapu tangan dekat pasien
Anjurkan pasien menarik napas dalam
batuk dengan segera dan sekuat mungkin hingga sputum terasa keluar dari trakea, bukan tenggorokan
Tampung sputum dalam wadah
Tindakan selanjutnya pada pemeriksaan pernapasan setelah menyiapkan alat penghitung waktu adalah
Mengatur posisi pasien
Menentukan lokasi nadi yang akan di ukur
Mengamati gerakan dada / perut pasien selama 1 menit
Menilai hasil pengukuran
Merapikan pasien
