WorksheetsAnalogi Gerbang Logika
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Jika pada sebuah rangkaian digital, input A dan B diberikan ke gerbang AND dan gerbang OR secara bersamaan, pernyataan yang benar mengenai keluaran kedua gerbang tersebut adalah …
Keluaran gerbang AND dan OR akan bernilai 0 jika salah satu input A atau B bernilai 1.
Keluaran gerbang AND dan OR akan bernilai 1 hanya jika kedua input A dan B bernilai 1.
Keluaran gerbang AND akan bernilai 1 jika salah satu input A atau B bernilai 1, sedangkan keluaran gerbang OR akan bernilai 1 hanya jika kedua input A dan B bernilai 1.
Keluaran gerbang AND akan bernilai 1 hanya jika kedua input A dan B bernilai 1, sedangkan keluaran gerbang OR akan bernilai 1 jika salah satu atau kedua input A dan B bernilai 1.
Urutan langkah yang benar untuk simulasi rangkaian gerbang logika AND dan OR adalah …
Pilih komponen → Rangkai komponen → Jalankan simulasi → Amati output → Simpan hasil
Buka aplikasi → Pilih komponen → Rangkai komponen → Jalankan simulasi → Amati output
Rangkai komponen → Buka aplikasi → Pilih komponen → Jalankan simulasi → Amati output
Buka aplikasi → Jalankan simulasi → Pilih komponen → Rangkai komponen → Amati output
Dalam aplikasi Proto, setelah merangkai gerbang logika AND, input A diatur ke 1 dan input B diatur ke 0. Langkah selanjutnya agar simulasi berjalan dengan benar dan menampilkan output yang sesuai yaitu …
Memastikan semua komponen terhubung dengan benar dan menekan tombol "Simulate".
Memutuskan semua hubungan antar komponen, lalu menekan tombol "Simulate".
Langsung menekan tombol "Simulate" tanpa memeriksa kembali rangkaian.
Mengubah nilai input A dan B menjadi 1, lalu menekan tombol "Simulate".
Langkah yang benar saat menggunakan multimeter (komponen V atau A) untuk mengukur tegangan atau arus dalam simulasi menggunakan aplikasi Proto adalah …
Menghubungkan ujung bawah multimeter ke kutub positif dan ujung atas ke kutub negatif, lalu menjalankan simulasi.
Menghubungkan multimeter secara bebas tanpa memperhatikan kutub positif atau negatif, lalu langsung membaca hasil pengukuran.
Menggunakan multimeter V untuk mengukur arus dan multimeter A untuk mengukur tegangan, kemudian menghubungkan ujung multimeter secara acak.
Memilih komponen multimeter yang sesuai, selanjutnya menghubungkan ujung atas ke kutub positif dan ujung bawah ke kutub negatif rangkaian, lalu menjalankan simulasi.
Jika pada rangkaian gerbang AND dengan input A=1 dan B=1, voltmeter menunjukkan tegangan 5 Volt dan amperemeter menunjukkan arus 0,5 mA, maka pernyataan berikut yang benar adalah...
Tegangan 0 Volt menunjukkan output logika 1, arus 0,5 mA menunjukkan rangkaian aktif.
Tegangan 5 Volt menunjukkan output logika 0, arus 0,5 mA menunjukkan rangkaian tidak aktif.
Tegangan 5 Volt menunjukkan output logika 1, arus 0,5 mA menunjukkan rangkaian aktif dan mengalirkan arus.
Tegangan 5 Volt menunjukkan output logika 1, arus 0 mA menunjukkan rangkaian aktif tapi tidak mengalirkan arus.
Dalam pengujian rangkaian analogi gerbang logika pada aplikasi simulasi, setelah merancang rangkaian sesuai fungsi yang diinginkan, langkah berikut yang paling tepat untuk memastikan rangkaian bekerja dengan benar adalah...
Menghubungkan output langsung ke LED tanpa menjalankan simulasi untuk memastikan LED menyala sebagai indikator output logika.
Menghubungkan sumber tegangan AC ke rangkaian, menjalankan simulasi, dan mencatat nilai arus serta tegangan pada semua titik rangkaian.
Menyambungkan sumber tegangan DC +5V ke rangkaian, menjalankan simulasi, dan mengamati output sambil membandingkan dengan tabel kebenaran.
Menjalankan simulasi terlebih dahulu tanpa menghubungkan sumber tegangan, lalu mengubah input secara acak untuk melihat perubahan output.
Anda melakukan pengujian rangkaian analogi gerbang logika AND pada aplikasi simulasi. Setelah memasang dua input dan menghubungkan sumber tegangan DC +5V, Anda mengamati bahwa ketika salah satu input bernilai 0 dan input lain bernilai 1, voltmeter pada output menunjukkan tegangan 0 Volt. Namun, ketika kedua input bernilai 1, voltmeter menunjukkan tegangan 5 Volt. Berdasarkan pengamatan tersebut, pernyataan yang paling tepat untuk menjelaskan karakteristik gerbang AND pada simulasi ini adalah …
Output tegangan 0 Volt saat salah satu input 0 menunjukkan adanya kesalahan pada simulasi karena gerbang AND seharusnya tetap menghasilkan tegangan tinggi jika salah satu input 1.
Gerbang AND hanya memberikan output tegangan tinggi (5 Volt) jika semua input bernilai 1, sehingga output 0 Volt saat salah satu input 0 menunjukkan fungsi logika yang benar.
Tegangan output yang berbeda menunjukkan bahwa gerbang AND pada simulasi ini tidak stabil dan tidak dapat digunakan untuk aplikasi logika digital.
Tegangan output 5 Volt saat kedua input 1 menandakan bahwa simulasi menggunakan sumber tegangan AC, sehingga hasil pengukuran tidak valid.
Saat menguji rangkaian gerbang OR pada simulasi, output menunjukkan 0 Volt padahal salah satu input bernilai 1. Penyebab yang paling mungkin adalah...
Output 0 Volt adalah karakteristik normal gerbang OR.
Gerbang OR hanya bekerja jika kedua input bernilai 1.
Sumber tegangan DC tidak terhubung dengan benar.
Input belum diatur sebagai logika biner.
Pada rangkaian analogi gerbang logika OR, arus masuk pada cabang I_1 adalah 1,6 mA dan pada cabang I_2 adalah 2,3 mA, maka besar arus yang keluar pada cabang I_out adalah...
3,9 mA
2,9 mA
1,7 mA
0,7 mA
Pada rangkaian seri analogi gerbang logika AND, terdapat tiga resistor yang menyebabkan penurunan tegangan berturut-turut sebesar 2,8 V, 2,4 V, dan 3,7 V. Jika sumber tegangan total adalah 10 V, nilai tegangan yang hilang atau tersisa dalam rangkaian tersebut adalah …
8,9 V
7,9 V
1,1 V
0,1 V
Dina melakukan pengujian rangkaian analogi gerbang logika AND pada simulasi. Ketika kedua input diberi nilai 1, ia mengukur tegangan output sebesar 5 Volt. Namun, saat salah satu input diubah menjadi 0, tegangan output turun menjadi 0 Volt. kesimpulan yang dapat Dina tarik terkait karakteristik gerbang AND berdasarkan pengukuran tersebut adalah …
Tegangan output gerbang AND tetap tinggi walaupun salah satu input bernilai 0, jadi simulasi salah.
Tegangan output gerbang AND hanya tinggi saat semua input bernilai 1, sesuai teori.
Gerbang AND menghasilkan output 1 jika salah satu input bernilai 1.
Output gerbang AND selalu 0, tidak bergantung pada input.
Kesimpulan yang dapat Budi tarik terkait karakteristik gerbang OR berdasarkan pengukuran tersebut adalah...
Tegangan output gerbang OR akan tinggi jika minimal salah satu input bernilai 1, sesuai teori.
Tegangan output gerbang OR hanya akan tinggi jika kedua input bernilai 1, sesuai teori.
Tegangan output gerbang OR akan tetap 0 walaupun salah satu input bernilai 1.
Tegangan output gerbang OR selalu bergantung pada input yang bernilai 0.
Penyebab yang paling mungkin menjelaskan perbedaan antara hasil simulasi tersebut dengan teori adalah …
Simulasi memperhitungkan delay waktu (waktu tunda) pada gerbang logika sehingga output tidak langsung berubah saat input berubah.
Gerbang AND pada simulasi menggunakan jenis gerbang yang berbeda sehingga menghasilkan output berbeda.
Teori gerbang AND salah karena output harus selalu berubah langsung saat input berubah.
Pengukuran tegangan pada simulasi selalu salah sehingga hasil tidak sesuai teori.
Kemungkinan penyebab utama perbedaan hasil simulasi tersebut dibandingkan dengan teori ideal adalah …
Kesalahan dalam tabel kebenaran gerbang OR yang digunakan sebagai acuan teori.
Tegangan sumber pada simulasi terlalu tinggi sehingga menyebabkan output tidak sesuai teori.
Input pada simulasi tidak dihubungkan dengan benar sehingga menyebabkan output tidak stabil.
Adanya resistansi internal dan noise pada komponen simulasi yang menyebabkan penurunan dan fluktuasi tegangan output.
Berdasarkan hukum Kirchhoff tegangan, penjelasan dan perhitungan nilai tegangan yang hilang atau tersisa pada rangkaian tersebut, serta arti dari hasil ini dalam konteks cara kerja rangkaian gerbang AND adalah …
Tegangan tersisa 7 Volt; ini berarti tegangan pada resistor tidak berpengaruh pada output gerbang AND.
Tegangan tersisa 0 Volt; ini membuktikan bahwa tegangan sumber langsung hilang tanpa melalui resistor, sehingga output selalu aktif.
Tegangan tersisa 1 Volt; ini menunjukkan adanya kehilangan tegangan yang tidak sesuai hukum Kirchhoff, sehingga rangkaian tidak berfungsi sebagai gerbang AND.
Tegangan tersisa 3 Volt; ini membuktikan bahwa total tegangan sumber sama dengan jumlah tegangan pada resistor, sesuai hukum Kirchhoff dan menunjukkan bahwa output gerbang AND aktif hanya jika kedua input aktif.
