wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASESMEN FORMATIF SISTEM BAHAN BAKAR GASOLINE ELEKTRONIK (EFI)

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.
Perhatikan gambar berikut! Mengapa lampu indikator check engine bisa menyala saat mesin hidup pada sistem EFI?
a)
A. Terjadi gangguan pada salah satu sensor
b)
B. Terjadi gangguan pada sistem bahan bakar
c)
C. Terjadi gangguan pada main relay
d)
D. Terjadi gangguan pada sumber arus yang menuju ke sistem EFI
e)
E. Terjadi gangguan pada lampu
2.
Apa dampak yang ditimbulkan jika sensor suhu memberikan data yang salah ke ECU dalam sistem EFI?
a)
A. Aktuator tetap bekerja normal karena tidak tergantung data sensor
b)
B. ECU akan memutus arus listrik ke semua aktuator
c)
C. Aktuator bisa menyemprotkan bahan bakar secara tidak tepat sehingga memengaruhi performa mesin
d)
D. Sensor akan secara otomatis mengganti data suhu dengan data tekanan
e)
E. Sistem EFI akan langsung mematikan mesin
3.
Perhatikan gambar berikut! Apa fungsi hubungan antara sensor, ECU, dan aktuator dalam menjaga efisiensi bahan bakar pada sistem EFI?
a)
A. Karena sistem EFI tidak memiliki sistem pendingin tambahan
b)
B. Supaya injektor tidak menyemprotkan bahan bakar saat pedal gas ditekan
c)
C. Karena sistem pengapian tergantung sepenuhnya pada throttle
d)
D. Agar suplai bahan bakar dan udara selalu sesuai dengan kebutuhan mesin berdasarkan kondisi aktual.
e)
E. Supaya ECU dapat bekerja meskipun sensor tidak aktif
4.
Apa mekanisme kerja sistem EFI dalam menjaga kestabilan mesin saat idle pada suhu dingin?
a)
A. Dengan mengaktifkan pendingin radiator
b)
B. Dengan menutup ISC secara penuh
c)
C. Dengan menyuplai campuran bahan bakar lebih kaya berdasarkan sinyal sensor suhu
d)
D. Dengan menambah tekanan udara ke intake
e)
E. Dengan menghentikan kerja injektor sesaat
5.
Perhatikan tahapan mekanisme kerja sistem EFI berikut: · Kunci kontak ON: sistem elektrikal aktif, ECU mulai bekerja, dan fuel pump menyala selama beberapa detik untuk menekan bahan bakar dari tangki ke fuel rail. · Sensor suhu (WTS) mendeteksi bahwa mesin masih dingin, sehingga ECU mengaktifkan mode rich mixture (campuran kaya bahan bakar) agar mesin tidak pincang atau mati. · Udara masuk dari saringan udara, lalu melewati saluran bypass ke throttle body dan menuju intake manifold. Berdasarkan tahapan yang disajikan, fase mekanisme kerja EFI apa yang sedang berlangsung sesuai fungsi sensor dan respons sistem?
a)
A. Tahap Idle
b)
B. Tahap Idle-Up
c)
C. Tahap Kecepatan Renah ke Tinggi
d)
D. Tahap Starting
e)
E. Tahap Deselerasi
6.
Perhatikan gambar berikut. Tahapan mekanisme kerja: · Saat AC dinyalakan, sensor beban AC mengirimkan sinyal ke ECU. · ECU merespons dengan membuka Idle Speed Control (ISC) lebih lebar agar jumlah udara yang masuk bertambah. · Throttle tetap tertutup, tetapi suplai udara naik lewat bypass valve. · ECU menambah durasi semprotan injektor, sehingga debit bahan bakar juga bertambah sesuai penambahan udara. Berdasarkan tahapan yang disajikan, fase kerja sistem EFI apa yang terjadi saat AC dinyalakan dan ISC terbuka lebih lebar?
a)
A. Tahapan Stasioner
b)
B. Tahapan Idle-Up
c)
C. Tahapan Kecepatan Rendah hingga Tinggi
d)
D. Tahapan Idle
e)
E. Tahapan Penurunan Kecepatan
7.
Perhatikan gambar berikut. · Tahapan mekanisme kerja sistem EFI berikut: · Saat pedal gas diinjak, Throttle Position Sensor (TPS) mendeteksi perubahan sudut bukaan throttle. · Mass Air Flow (MAF) sensor atau Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor mendeteksi jumlah udara masuk dan tekanan di intake manifold. · Data dari berbagai sensor (termasuk RPM, suhu mesin, dan posisi throttle) dikirim ke ECU untuk dianalisis. Fase mekanisme kerja EFI apa yang sesuai saat pedal gas diinjak dan sensor mendeteksi perubahan beban serta udara masuk?
a)
A. Tahap Kecepatan Idle (Stasioner)
b)
B. Tahap Idle-Up
c)
C. Tahap Kecepatan Rendah hingga Tinggi
d)
D. Tahap Starting
e)
E. Tahap Deselerasi
8.
Bagaimana cara menyimpulkan hasil pemeriksaan sensor IAT yang menunjukkan nilai 2,5 kΩ pada suhu 20°C?
a)
A. Sensor IAT rusak karena nilai terlalu tinggi
b)
B. Sensor IAT dalam kondisi normal
c)
C. Sensor IAT short circuit
d)
D. Sensor IAT tidak bekerja karena suhu terlalu tinggi
e)
E. Sensor IAT harus dipanaskan terlebih dahulu
9.
Jika hasil pengukuran tahanan injektor menunjukkan 25 Ω pada suhu ruang (20°C), maka tindakan yang tepat adalah…
a)
A. Injektor masih bisa dipakai karena nilainya mendekati standar
b)
B. Injektor dalam kondisi baik
c)
C. Injektor kemungkinan rusak dan perlu diganti
d)
D. Injektor harus diuji saat suhu mesin tinggi
e)
E. Injektor perlu dibersihkan dengan bahan kimia
10.
Setelah sensor ECT dimasukkan ke dalam air yg dipanaskan dengan pemanas, nilai tahanan menurun dari 2,6 kΩ menjadi 0,3 kΩ. Apa kesimpulan yang tepat?
a)
A. Sensor rusak karena nilai berubah drastis
b)
B. Sensor ECT tidak bekerja karena panas
c)
C. Sensor bekerja normal karena tahanan turun saat panas
d)
D. Sensor ECT seharusnya menunjukkan nilai konstan
e)
E. Sensor hanya berfungsi saat dingin
11.
Perhatikan gambar berikut. Apa hasil yang dapat disimpulkan jika dalam pemeriksaan sensor TPS, nilai tahanan tetap konstan saat throttle dibuka penuh?
a)
A. Sensor bekerja normal karena tahanannya stabil
b)
B. Sensor TPS tidak terhubung dengan benar ke ECU
c)
C. Sensor mengalami kerusakan karena tidak ada respons terhadap perubahan posisi throttle
d)
D. Multimeter tidak cocok digunakan untuk pengujian jenis sensor ini
e)
E. Sensor hanya dapat diuji saat mesin menyala
12.
Apa makna hasil pemeriksaan sensor oksigen yang menunjukkan nilai ∞ antara terminal HTR− dan HTR+?
a)
A. Sensor tidak aktif karena mesin belum dinyalakan
b)
B. Sensor oksigen dalam kondisi baik dan tidak ada hambatan
c)
C. Sensor rusak karena jalur pemanas terbuka (open circuit)
d)
D. Multimeter dalam posisi salah dan perlu diarahkan ke DC Volt
e)
E. Sensor tidak dapat diuji tanpa alat scanner
13.
Apa kesalahan prosedur yang terjadi saat memasang alat ukur tekanan bahan bakar tanpa melepas kabel negatif baterai terlebih dahulu? (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Kesalahan pada penggunaan SST
b)
B. Fuel pump rusak sehingga tekanan tidak turun
c)
C. Pelanggaran prosedur keselamatan karena tidak memutus arus listrik terlebih dahulu
d)
D. Berisiko menyebabkan percikan api atau hubungan pendek
e)
E. Fuel hose tidak kompatibel dengan alat ukur
14.
Perhatikan gambar berikut. Gambar tersebut menunjukkan prosedur pengukuran resistansi sensor ECT menggunakan ohmmeter dan perbandingan antara suhu dan nilai resistansinya: Apa kesimpulan dari hasil pengukuran sensor ECT sebesar 0,4 kΩ saat suhu mencapai 20°C? (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Sensor menunjukkan karakteristik normal dari sensor tipe NTC
b)
B. Sensor masih dalam kondisi baik karena resistansi sesuai dengan grafik pada suhu tersebut
c)
C. Sensor tidak responsif terhadap perubahan suhu dan harus diganti
d)
D. Sensor rusak karena tidak menunjukkan penurunan resistansi
e)
E. Sensor menunjukkan nilai yang terlalu tinggi, menandakan adanya gangguan internal
15.
Perhatikan gambar berikut. Gambar tersebut menunjukkan prosedur pengukuran sensor IAT (Intake Air Temperature) dengan ohmmeter serta grafik hubungan antara suhu udara dan nilai resistansi sensor. Bagaimana cara menyimpulkan kondisi sensor IAT dari hasil pengukuran resistansi sebesar 2,2 kΩ pada suhu udara 30°C? (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Sensor menunjukkan nilai terlalu rendah, kemungkinan terjadi hubungan singkat
b)
B. Sensor IAT normal karena nilai resistansi masih dalam batas grafik yang diterima pada suhu 30°C
c)
C. Sensor mengalami kerusakan karena nilai resistansinya harusnya mendekati 10 kΩ pada suhu tersebut
d)
D. Sensor tidak perlu diganti karena memberikan nilai resistansi yang sesuai untuk suhu 30°C
e)
E. Sensor IAT tidak bisa diuji menggunakan multimeter biasa, harus pakai scanner