Font size
WorksheetsHambatan dan Gaya Komunikasi
Total questions: 103
Worksheet time: 52mins
Saat rapat tim, Sari merasa ide yang dia sampaikan diabaikan oleh rekan-rekannya karena mereka terlihat sibuk dengan ponsel masing-masing. Apa hambatan komunikasi yang kemungkinan sedang terjadi pada situasi ini?
Hambatan teknis
Hambatan fisik
Hambatan psikologis
Hambatan semantik
Andi mengirimkan email kepada tim dengan kata-kata teknis yang sulit dipahami oleh beberapa anggota yang baru bergabung. Akibatnya, sebagian anggota bingung dengan instruksi tersebut. Hambatan komunikasi apa yang dialami Andi?
Hambatan psikologis
Hambatan fisik
Hambatan semantik
Hambatan budaya
Dalam sebuah diskusi kelompok, Rina menunjukkan ketertarikan dengan mengangguk dan tersenyum saat teman-temannya berbicara, meskipun dia tidak ikut berbicara secara verbal. Sikap Rina ini termasuk contoh komunikasi:
Verbal
Non-verbal
Pasif
Asertif
Budi sedang mendengarkan presentasi dari koleganya dengan penuh perhatian dan kadang memberikan anggukan sebagai tanda dia paham. Sikap ini disebut:
Mendominasi pembicaraan
Active listening
Mengabaikan pembicara
Komunikasi pasif
Saat rapat, Tono berbicara dengan jelas dan menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, seperti kontak mata dan gestur tangan. Tujuan utama sikap ini adalah:
Mempengaruhi orang lain dengan cara negatif
Menciptakan kesan percaya diri dan membantu pemahaman
Mendominasi pembicaraan
Menghindari tanggung jawab
Ibu Rina merasa tidak nyaman saat berbicara dengan kolega barunya karena tidak melakukan kontak mata dan suaranya terdengar pelan. Apa kesan yang mungkin ditangkap oleh koleganya?
Percaya diri
Tidak nyaman atau kurang percaya diri
Sikap profesional
Agresif
Dalam rapat, Dedi seringkali menyela saat orang lain berbicara dan tidak memberi kesempatan bagi mereka untuk menyelesaikan pendapatnya. Gaya komunikasi apa yang diperlihatkan Dedi?
Pro Aktif
Asertif
Agresif
Pasif-agresif
Maya selalu mengungkapkan pendapatnya dengan tegas dan sopan tanpa mengabaikan perasaan orang lain. Sikap komunikasi ini disebut:
Agresif
Pasif
Asertif
Pasif-agresif
Saat diminta pendapat dalam diskusi, Edo cenderung diam dan tidak berani mengungkapkan ketidaksetujuannya walaupun sebenarnya tidak setuju. Ini merupakan contoh komunikasi:
Asertif
Agresif
Pasif
Pasif-agresif
Lilis merasa tidak setuju dengan keputusan tim, tapi dia memilih menyindir dan mengatakan hal-hal yang tidak langsung agar orang lain tahu ketidaksetujuannya. Gaya komunikasi apa ini?
Pasif-agresif
Pasif
Agresif
Asertif
Dalam berkomunikasi, menggunakan kalimat "Saya merasa..." dan "Menurut saya..." adalah ciri khas dari gaya komunikasi:
Agresif
Pasif
Asertif
Pasif-agresif
Seorang karyawan yang cenderung menghindari konflik dengan tidak mengemukakan pendapatnya, namun diam-diam merasa kesal disebut gaya komunikasi:
Pasif-agresif
Agresif
Pasif
Asertif
Saat menghadapi kolega yang agresif, cara terbaik adalah:
Melawan dengan agresif juga
Menyerang balik
Merespons dengan tenang dan asertif
Menghindar terus
Dalam komunikasi profesional, menghindari penggunaan bahasa gaul dan menjaga kesopanan termasuk dalam prinsip:
Komunikasi santai
Komunikasi profesional
Komunikasi agresif
Komunikasi pasif
Ketika seseorang tidak fokus mendengarkan dan sering memotong pembicaraan orang lain, hal ini bisa menimbulkan:
Pemahaman yang baik
Konflik dan kesalahpahaman
Kerjasama yang lancar
Komunikasi efektif
a menimbulkan:
Pemahaman yang baik
Konflik dan kesalahpahaman
Kerjasama yang lancar
Komunikasi efektif
Dalam rapat negosiasi proyek, Andi merasa tawaran klien terlalu rendah. Namun, dia tetap mendengarkan dengan sabar sambil mencari peluang untuk mengajukan kontra tawaran yang masuk akal. Sikap Andi menunjukkan:
Menghindari konflik
Negosiasi yang efektif dengan pendekatan win-win
Bersikap agresif menekan lawan bicara
Pasif menyerah pada tawaran
Saat bernegosiasi gaji, Rina merasa gugup dan cenderung menerima tawaran pertama tanpa tawar-menawar. Apa risiko dari sikap ini?
Mendapat gaji lebih tinggi
Kehilangan peluang mendapatkan kompensasi yang lebih baik
Memperkuat posisi negosiasi
Meningkatkan rasa percaya diri
Dalam sebuah negosiasi, Dedi menggunakan data dan fakta untuk mendukung argumennya, sementara lawan bicara lebih fokus pada emosi dan opini. Bagaimana sebaiknya Dedi merespon?
Mengabaikan emosi lawan bicara
Menggabungkan data dengan pendekatan empati agar negosiasi lebih efektif
Menekan lawan bicara dengan fakta
Menyerah pada argumen emosional lawan
Sinta dihadapkan pada situasi di mana lawan negosiasi menuntut banyak hal tanpa kompromi. Apa langkah terbaik yang bisa diambil Sinta?
Menolak seluruh tuntutan secara langsung
Mencari alternatif solusi yang menguntungkan kedua pihak
Menyerah pada tuntutan lawan
Memotong pembicaraan lawan
Saat negosiasi kontrak, penting untuk memahami kebutuhan dan keinginan lawan bicara karena:
Membantu mengendalikan lawan
Memudahkan menemukan titik temu dan solusi bersama
Mempercepat proses negosiasi tanpa kompromi
Menghindari diskusi
Saat negosiasi harga, Toni merasa lawan bicara mulai menunjukkan sikap defensif dan menutup diri. Apa yang sebaiknya Toni lakukan?
Memaksa menaikkan harga
Mengubah pendekatan menjadi lebih empatik dan menanyakan kekhawatiran lawan bicara
Mengabaikan sikap lawan
Mengancam akan berhenti negosiasi
Dalam proses negosiasi, Wulan memberikan tawaran yang sebenarnya kurang menguntungkan bagi dirinya karena ingin cepat selesai. Apa dampak negatif dari sikap ini?
Memperkuat posisi negosiasi
Berisiko dirugikan jangka panjang
Meningkatkan rasa percaya diri
Mendapat keuntungan lebih
Saat bernegosiasi, Joko seringkali menginterupsi lawan bicara dan tidak memberi kesempatan menjelaskan pandangan mereka. Apa efek dari perilaku ini?
Menciptakan komunikasi yang efektif
Membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan berpotensi konflik
Mempercepat kesepakatan
Menunjukkan dominasi yang baik
Seorang negosiator sukses adalah yang:
Selalu mengalah agar damai
Berfokus pada kepentingan bersama dan mencari solusi win-win
Menekan lawan sampai menyerah
Menolak kompromi
Dalam negosiasi, penggunaan pertanyaan terbuka seperti "Apa yang paling penting bagi Anda dalam kesepakatan ini?" bertujuan untuk:
Mempercepat negosiasi
Mendapatkan informasi lebih dalam dan memahami posisi lawan
Membingungkan lawan bicara
Menghindari pertanyaan sulit
Saat lawan negosiasi menunjukkan sikap keras kepala, cara terbaik untuk tetap menjaga hubungan adalah:
Menyerang balik dengan keras
Mendengarkan dengan sabar dan mencari alternatif solusi
Menghindari negosiasi
Memaksakan kehendak
Dalam sebuah negosiasi, Rina menghadapi situasi di mana lawan bicara mengajukan tuntutan yang tidak realistis. Apa yang harus dilakukan Rina?
Menyetujui tuntutan tersebut
Menjelaskan alasan tuntutan tidak realistis dan menawarkan solusi lain
Apa yang harus dilakukan Rina?
Menyetujui tuntutan tersebut
Menjelaskan alasan tuntutan tidak realistis dan menawarkan solusi lain
Membalas dengan tuntutan yang sama kerasnya
Mengakhiri negosiasi
Hal ini bertujuan untuk:
Mengontrol lawan bicara
Membangun strategi yang efektif dan meningkatkan peluang kesepakatan
Mengabaikan kepentingan sendiri
Memaksakan pendapat
Dalam negosiasi tim, penting untuk:
Bertindak sendiri tanpa koordinasi
Menyampaikan posisi tim secara konsisten dan kompak
Mengabaikan pendapat anggota lain
Membiarkan anggota tim bernegosiasi sendiri
Negosiasi yang berjalan terlalu cepat tanpa diskusi mendalam sering berisiko:
Mendapat hasil optimal
Mengabaikan detail penting dan potensi konflik di kemudian hari
Membuat kesepakatan kuat
Meningkatkan kepercayaan
Tindakan ini menunjukkan:
Sikap tidak percaya
Kepedulian terhadap detail dan kejelasan
Menghambat proses
Keengganan bernegosiasi
Mengapa penting mengendalikan emosi?
Agar terlihat lemah
Agar dapat mengambil keputusan secara rasional dan menjaga hubungan baik
Agar menekan lawan bicara
Agar menang sendiri
Strategi yang tepat adalah:
Membiarkan tekanan menguasai diri
Tetap tenang, fokus pada fakta dan tujuan utama
Menghindari semua diskusi sulit
Menyerah
Jika penjual menolak menurunkan harga, pembeli sebaiknya:
Langsung menolak dan pergi
Mencari alternatif lain dan mengajukan kompensasi tambahan
Memaksa penjual
Setuju dengan harga yang ditawarkan
Negosiasi yang sukses umumnya melibatkan:
Saling mendengarkan dan menghargai posisi masing-masing
Menang sendiri tanpa kompromi
Menekan lawan untuk menyerah
Berargumen keras
Jika ada perbedaan pendapat antara tim, cara terbaik menyelesaikannya adalah:
Memaksakan pendapat mayoritas
Mendorong diskusi terbuka untuk mencari solusi terbaik
Mengabaikan pendapat minoritas
Menghentikan negosiasi
Saat negosiasi harga, negosiator harus:
Tetap fleksibel dan terbuka terhadap penawaran baru
Selalu menolak tawaran
Menetapkan harga tanpa kompromi
Menghindari diskusi harga
Sikap menunggu dengan sabar untuk mendengarkan posisi lawan sebelum memberikan respons disebut:
Strategi menyerang
Mendengarkan aktif
Menghindar
Mengabaikan lawan
Saat lawan negosiasi menggunakan taktik membingungkan, strategi terbaik adalah:
Ikut bingung dan marah
Tetap tenang, minta klarifikasi dan jelaskan posisi sendiri
Menghentikan negosiasi
Menyerang balik
Mengapa penting untuk menjaga komunikasi terbuka?
Memudahkan manipulasi
Meningkatkan saling pengertian dan memperbesar peluang kesepakatan
Membingungkan lawan bicara
Memperpanjang proses
Apa strategi yang sebaiknya Andi gunakan?
Fokus hanya pada kualitas tanpa bicara biaya
Menunjukkan bagaimana biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan nilai tambah
Mengabaikan keberatan soal biaya
Memaksa untuk menerima harga yang diajukan
Saat negosiasi, jika lawan bicara menunjukkan sikap tidak sabar dan ingin segera selesai, tindakan terbaik adalah:
Mengabaikan dan tetap membahas semua detail
Menyusun poin-poin penting dan mengajukan solusi cepat tapi jelas
Membiarkan mereka mengatur jalannya negosiasi
Memperpanjang waktu negosiasi
Dalam negosiasi, jika Anda menemukan bahwa ada ketidakjelasan dalam syarat kesepakatan, sebaiknya:
Membiarkan saja karena takut kehilangan kesepakatan
Meminta klarifikasi dan menegaskan ulang poin-poin penting
Mengabaikan dan melanjutkan negosiasi
Mengganti topik
Rina merasa lawan negosiasinya sering memotong pembicaraan dan tidak mendengarkan dengan baik. Apa yang harus dilakukan Rina?
Memotong balik dan berteriak
Mengingatkan secara sopan dan mengajukan giliran bicara
Diam dan membiarkan saja
Meninggalkan ruang negosiasi
Ketika negosiasi mulai deadlock karena perbedaan yang besar, langkah bijak yang bisa diambil adalah:
Menghentikan negosiasi
Mengusulkan jeda sejenak untuk mendinginkan suasana
Memaksa lawan untuk menerima
Mengubah topik ke hal lain
Saat Anda merasakan bahwa lawan bicara tidak jujur dalam menyampaikan informasi, yang terbaik adalah:
Langsung menuduh
Bertanya lebih dalam dan mencari bukti tanpa konfrontasi
Membiarkan dan percaya begitu saja
Mengabaikan masalah
Dalam negosiasi, mendengarkan dengan penuh perhatian membantu:
Membuat lawan merasa dihargai dan meningkatkan peluang kesepakatan
Memperlambat proses negosiasi
Membuat lawan bingung
Mengendalikan pembicaraan
Jika Anda ingin mengajukan proposal yang menguntungkan kedua pihak, Anda harus:
Fokus hanya pada keuntungan sendiri
Memahami kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak
Menolak kompromi
Menyerang posisi lawan
Dalam negosiasi yang efektif, mengapa penting menunjukkan rasa hormat meskipun ada perbedaan pendapat?
Agar lawan tunduk
Memperkuat hubungan dan menjaga komunikasi tetap positif
Membuat lawan takut
Mempercepat negosiasi
Jika lawan negosiasi menunda memberikan jawaban penting, yang terbaik adalah:
Mengancam akan berhenti negosiasi
Memberi waktu dan tanyakan alasan penundaan dengan sopan
Mengabaikan dan terus menekan
Memaksa keputusan segera
Dalam sebuah negosiasi penjualan, saat calon pembeli menunjukkan minat tapi menunda keputusan, penjual sebaiknya:
Mengabaikan pembeli tersebut
Menjaga komunikasi dan memberi informasi tambahan yang relevan
Memaksa pembeli segera membeli
Mengubah tawaran dengan harga lebih tinggi
Saat menghadapi lawan negosiasi yang keras kepala, Anda bisa:
Menyerah dan menerima semua tuntutannya
Tetap tenang dan berusaha menemukan titik tengah
Membalas dengan sikap keras kepala
Mengakhiri negosiasi
Dalam negosiasi, penggunaan bahasa tubuh yang terbuka dan ramah bertujuan untuk:
Menunjukkan kelemahan
Membangun kepercayaan dan hubungan baik
Membingungkan lawan
Mengintimidasi lawan
Ketika negosiasi melibatkan banyak pihak dengan kepentingan berbeda, penting untuk:
Mengabaikan pendapat minoritas
Menyelidiki dan mencoba memenuhi kepentingan sebanyak mungkin pihak
Memaksakan kehendak mayoritas
Menghindari negosiasi
Dalam negosiasi, istilah "BATNA" berarti:
Harga terbaik yang ditawarkan
Best Alternative To a Negotiated Agreement, yaitu alternatif terbaik jika negosiasi gagal
Tawaran awal yang diajukan
Metode negosiasi
Best Alternative To a Negotiated Agreement, yaitu alternatif terbaik jika negosiasi gagal
k yang ditawarkan
Best Alternative To a Negotiated Agreement, yaitu alternatif terbaik jika negosiasi gagal
Tawaran awal yang diajukan
Metode negosiasi
Seorang negosiator yang terlalu fokus pada posisi (contoh: harga) dan mengabaikan kepentingan bisa:
Menemukan solusi kreatif
Berisiko gagal mencapai kesepakatan yang memuaskan
Mendapat hasil terbaik
Mempercepat negosiasi
Dalam negosiasi, "win-win solution" berarti:
Salah satu pihak menang dan pihak lain kalah
Kedua pihak mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan
Negosiasi selesai cepat tanpa kompromi
Menekan lawan untuk menyerah
Jika dalam negosiasi, lawan menggunakan taktik "deadline palsu" untuk menekan keputusan, Anda harus:
Membiarkan diri tertekan dan buru-buru setuju
Meminta waktu tambahan dan evaluasi ulang kondisi
Mengabaikan taktik tersebut dan tetap buru-buru
Menghentikan negosiasi
Negosiator yang efektif biasanya:
Memaksakan kehendak
Mendengarkan dengan aktif dan memahami kebutuhan lawan
Tidak peduli dengan hubungan
Berbicara sebanyak mungkin
Dalam sebuah negosiasi yang berlangsung lama dan rumit, menjaga catatan tertulis sangat penting untuk:
Mengingat poin penting dan menghindari miskomunikasi
Membingungkan lawan
Memperlambat proses
Membatasi diskusi
Saat negosiasi dengan klien baru, Anda menemukan bahwa klien lebih tertarik pada fleksibilitas jadwal daripada harga. Apa strategi yang tepat?
Fokus pada diskon harga
Menawarkan opsi jadwal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien
Memaksa klien menerima jadwal standar
Mengabaikan permintaan klien
Dalam negosiasi internal antar departemen, terjadi perbedaan prioritas yang menyebabkan kebuntuan. Cara terbaik untuk mengatasi adalah:
Mengabaikan pendapat departemen lain
Mengadakan mediasi dan mencari solusi win-win
Memaksakan keputusan pimpinan
Menunda keputusan
Anda merasa lawan negosiasi terlalu banyak menuntut tanpa memberikan kompromi. Sikap yang tepat adalah:
Mengalah semua tuntutan
Menyampaikan batasan dan mencari area kompromi yang realistis
Memutuskan negosiasi secara tiba-tiba
Mengabaikan tuntutan
Dalam negosiasi, jika lawan bicara tampak emosional dan marah, Anda harus:
Membalas dengan emosi yang sama
Tetap tenang, dengarkan dan cari tahu penyebab emosinya
Mengabaikan dan fokus pada agenda
Mengakhiri pembicaraan
Ketika mendapati lawan negosiasi tidak jujur dalam informasi, langkah tepat yang perlu dilakukan adalah:
Menuduh secara langsung
Mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengklarifikasi
Diam dan menerima saja
Menghentikan negosiasi
Dalam negosiasi harga, ketika lawan menawar di bawah batas yang bisa diterima, Anda bisa:
Menolak langsung
Menjelaskan alasan harga dan menawarkan alternatif solusi
Menurunkan harga tanpa alasan
Meninggalkan negosiasi
Seorang negosiator yang efektif selalu mempersiapkan:
Strategi menyerang
Data lengkap, opsi alternatif, dan BATNA
Emosi yang tinggi
Waktu yang singkat
Jika negosiasi melibatkan pihak ketiga, seperti mediator, peran Anda adalah:
Mengabaikan mediator
Berkomunikasi terbuka dan memanfaatkan mediator untuk mencapai kesepakatan
Melawan mediator
Membatasi komunikasi
Dalam situasi negosiasi yang sulit, Anda merasa lawan mencoba mengalihkan perhatian dari isu utama. Anda harus:
Mengikuti alihan topik
Mengembalikan fokus ke isu utama dengan sopan
Membiarkan alihan tersebut
Mengakhiri negosiasi
Saat negosiasi berjalan alot, menggunakan humor secara tepat dapat:
Membuat situasi menjadi lebih santai dan memperbaiki hubungan
Membingungkan lawan
Mengurangi profesionalisme
Membuat lawan marah
Negosiator yang efektif selalu:
Memaksa untuk menang
Menyesuaikan gaya komunikasi dengan situasi dan lawan
Berbicara tanpa henti
Menghindari kompromi
Jika terjadi kesalahpahaman dalam negosiasi, tindakan terbaik adalah:
Mengabaikannya
Segera klarifikasi dan konfirmasi pemahaman kedua pihak
Menyalahkan lawan
Menghentikan negosiasi
Anda sedang bernegosiasi kontrak kerja dan menemukan klausul yang merugikan perusahaan. Apa yang harus dilakukan?
Menyepakati saja
Membahas ulang klausul tersebut dan mencari solusi bersama
Mengabaikan klausul tersebut
Menolak seluruh kontrak
Dalam negosiasi, penting untuk mengontrol emosi karena:
Emosi dapat memperkuat argumen
Emosi yang tidak terkendali dapat merusak hubungan dan hasil negosiasi
Emosi membuat negosiasi cepat selesai
Emosi tidak berpengaruh
Ketika Anda harus membuat keputusan cepat dalam negosiasi, hal yang paling penting adalah:
Mengabaikan konsekuensi
Mempertimbangkan informasi kunci dan dampaknya secara cepat dan tepat
Mengikuti emosi
Menyerah pada tekanan
Dalam negosiasi, komunikasi tertulis (email, kontrak) harus:
Ringkas dan jelas untuk menghindari kesalahpahaman
Panjang dan detail tanpa batas
Diabaikan
Tidak perlu dicek ulang
Seorang negosiator harus dapat mengenali tanda-tanda bahwa negosiasi hampir mencapai kesepakatan, misalnya:
Lawan mulai menunjukkan sikap terbuka dan mau kompromi
Lawan menjadi agresif
Lawan diam dan menghindar
Lawan meninggalkan ruangan
Dalam negosiasi harga barang, jika lawan mengajukan tawaran terlalu rendah, strategi terbaik adalah:
Menolak mentah-mentah
Menjelaskan nilai dan manfaat produk secara jelas
Menawarkan harga yang sama rendahnya
Mengakhiri negosiasi
Saat melakukan negosiasi tim, penting untuk:
Mengabaikan pendapat anggota tim
Mendengarkan semua anggota dan menyatukan visi bersama
Menentukan sendiri semua keputusan
Menghindari diskusi
Seorang negosiator yang efektif menghindari:
Mendengarkan lawan
Menunda-nunda keputusan tanpa alasan jelas
Memperjelas kesepakatan
Berkomunikasi secara terbuka
Jika lawan negosiasi menunjukkan sikap defensif, Anda dapat:
Memprovokasi untuk mendapatkan jawaban
Bersikap tenang dan menunjukkan empati
Mengabaikan
Menekan lebih keras
Negosiasi yang berorientasi pada hubungan biasanya:
Mengabaikan hasil akhir
Berusaha membangun kepercayaan dan kerja sama jangka panjang
Cepat dan tanpa diskusi
Tidak penting
Saat negosiasi, jika Anda harus menyampaikan kabar buruk, sebaiknya:
Langsung tanpa basa-basi
Menjelaskan dengan empati dan memberikan alternatif solusi
Menghindari pembicaraan tersebut
Menyalahkan lawan
Dalam negosiasi bisnis internasional, penting untuk memahami:
Bahasa saja
Budaya dan norma bisnis lawan negosiasi
Hanya aturan perusahaan sendiri
Tidak perlu persiapan khusus
Negosiasi yang sukses biasanya menghasilkan:
Hanya satu pihak yang diuntungkan
Kesepakatan yang adil dan memuaskan kedua pihak
Konflik yang meningkat
Kerugian untuk kedua pihak
Anda diminta menegosiasikan ulang kontrak dengan vendor yang sudah lama bekerjasama, tapi vendor ingin menaikkan harga secara signifikan. Sikap Anda?
Menerima kenaikan tanpa tawar-menawar
Menyampaikan alasan keberatan dan mencari solusi bersama
Mengancam untuk mengganti vendor lain
Mengabaikan permintaan vendor
Saat negosiasi, lawan mengajukan permintaan yang tidak realistis. Anda sebaiknya:
Menolak langsung tanpa penjelasan
Menjelaskan alasan tidak bisa memenuhi dan mengajukan opsi alternatif
Menerima semua permintaan
Mengabaikan permintaan
Dalam negosiasi kontrak kerja, Anda menemukan ada poin yang kurang jelas dan berpotensi merugikan. Langkah yang tepat?
Setuju saja agar cepat selesai
Minta klarifikasi dan revisi poin tersebut
Abaikan dan tanda tangan kontrak
Batalkan negosiasi
Negosiasi efektif biasanya dimulai dengan:
Ancaman dan tekanan
Membangun hubungan dan saling memahami kebutuhan
Langsung mengajukan tuntutan
Diam dan menunggu
Ketika negosiasi mengalami deadlock, strategi yang dapat dilakukan adalah:
Menghentikan pembicaraan
Menggunakan mediator atau mencari opsi kreatif untuk membuka jalan baru
Memaksa lawan untuk setuju
Membiarkan masalah berlarut
Dalam negosiasi tim, anggota yang terlalu dominan dapat diatasi dengan:
Mengabaikan pendapat anggota lain
Memfasilitasi diskusi agar semua suara terdengar
Mengikuti anggota dominan
Menghindari diskusi tim
Saat menghadapi lawan negosiasi yang agresif, Anda harus:
Melawan dengan agresi juga
Tetap tenang dan mencari titik temu
Menyerah pada tuntutan lawan
Mengakhiri negosiasi secara tiba-tiba
Bagaimana Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai lawan negosiasi?
Mendengarkan dengan penuh perhatian dan menghormati pendapatnya
Mengabaikan pendapat lawan
Memotong pembicaraan
Mengkritik dengan keras
Saat negosiasi, penting untuk memiliki BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement) karena:
Membuat Anda lebih fleksibel dan percaya diri
Tidak berguna
Membatasi pilihan
Membuat Anda tertekan
Jika dalam negosiasi Anda harus menyampaikan penolakan, lakukan dengan cara:
Tegas tanpa basa-basi
Sopan dan jelaskan alasan dengan jelas
Menghindar tanpa penjelasan
Memaksakan alasan
Dalam negosiasi jarak jauh via video call, yang harus diperhatikan adalah:
Jaringan internet saja
Bahasa tubuh, komunikasi jelas, dan manajemen waktu
Mengabaikan lawan bicara
Tidak perlu persiapan
Negosiator yang sukses biasanya:
Berfokus pada hasil akhir semata
Mengedepankan hubungan dan mencari solusi terbaik bagi kedua pihak
Memaksakan kehendak sendiri
Menghindari kompromi
Dalam situasi negosiasi, kemampuan mendengar aktif berarti:
Menunggu giliran bicara
Memahami dan merespons dengan tepat apa yang disampaikan lawan
Mengabaikan isi pembicaraan
Fokus pada argumen sendiri saja
Saat negosiasi, cara terbaik mengatasi perbedaan pendapat adalah:
Mengalah sepenuhnya
Mencari titik temu dan kompromi yang saling menguntungkan
Memaksakan pendapat sendiri
Menghindari diskusi
Negosiasi yang efektif selalu melibatkan:
Sikap saling menghormati dan komunikasi terbuka
Sikap keras kepala
Mengabaikan kepentingan lawan
Hanya memikirkan keuntungan sendiri
