wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teori Penyebaran Agama Hindu-Buddha

Total questions: 70

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Berdasarkan deskripsi di atas, teori manakah yang paling sesuai dengan kritik tersebut dan mengapa teori tersebut dianggap kurang komprehensif dalam menjelaskan penyebaran agama Hindu-Buddha di Nusantara?

a)

Teori Brahmana, karena para Brahmana memiliki wewenang keagamaan yang tinggi dan motif untuk menyebarkan ajaran.

b)

Teori Ksatria, karena para bangsawan India membawa pengaruh politik dan militer yang kuat.

c)

Teori Waisya, karena para pedagang memiliki mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat lokal, namun fokus utamanya adalah ekonomi.

d)

Teori Arus Balik, karena inisiatif penyebaran justru datang dari putra-putra daerah yang belajar di India.

e)

Teori Sudra, karena para budak atau pekerja memiliki jumlah yang besar dan tersebar di berbagai wilayah.

2.

Berdasarkan analisis tersebut, mengapa proses akulturasi antara budaya India dan budaya lokal di awal masuknya Hindu-Buddha lebih tepat disebut sebagai bentuk "sinkretisme selektif" daripada "indianisasi total"?

a)

Karena masyarakat lokal menolak sepenuhnya ajaran Hindu-Buddha dan mempertahankan kepercayaan animisme-dinamisme mereka.

b)

Karena ajaran Hindu-Buddha hanya diterima oleh kalangan istana dan tidak menyebar ke masyarakat umum.

c)

Karena adanya perpaduan unsur-unsur budaya Hindu-Buddha dengan tradisi lokal, di mana masyarakat memilih unsur-unsur yang sesuai dan mengintegrasikannya.

d)

Karena India memaksakan budayanya secara agresif sehingga tidak ada ruang bagi budaya lokal untuk berkembang.

e)

Karena masyarakat lokal hanya menerima aspek material dari kebudayaan India tanpa memahami esensi ajarannya.

3.

Implikasi terpenting dari Teori Arus Balik terhadap pemahaman kita tentang peradaban Nusantara pra-Islam adalah...

a)

Masyarakat Nusantara pada masa itu sangat pasif dan hanya menerima pengaruh dari luar.

b)

Adanya kemampuan intelektual dan inisiatif tinggi dari masyarakat Nusantara untuk menguasai dan menyebarkan ajaran asing.

c)

Proses indianisasi sepenuhnya dilakukan oleh orang India tanpa ada peran dari masyarakat lokal.

d)

Agama Hindu-Buddha tidak pernah benar-benar mengakar di masyarakat Nusantara.

e)

Hanya kalangan istana yang memiliki kesempatan untuk belajar di luar negeri.

4.

Hal ini mengindikasikan bahwa...

4 lines
5.

Hal ini mengindikasikan bahwa...

a)

Masyarakat Nusantara meniru budaya India secara mentah-mentah tanpa modifikasi.

b)

Terjadi proses adaptasi dan kreativitas lokal dalam mengadopsi budaya asing.

c)

Penggunaan aksara dan bahasa India hanya terbatas pada kalangan tertentu dan tidak menyebar luas.

d)

India memiliki dominasi budaya yang absolut di Nusantara.

e)

Masyarakat Nusantara tidak memiliki sistem penulisan sendiri sebelum kedatangan Hindu-Buddha.

6.

Fenomena ini menunjukkan bahwa...

a)

Ajaran Hindu yang datang ke Nusantara telah mengalami modifikasi atau adaptasi.

b)

Masyarakat Nusantara menolak sepenuhnya sistem kasta.

c)

Sistem kasta hanya relevan di lingkungan istana dan tidak menyebar ke masyarakat umum.

d)

India tidak pernah secara aktif menyebarkan sistem kasta di Nusantara.

e)

Masyarakat Nusantara memiliki sistem sosial yang lebih maju dibandingkan India.

7.

Keberadaan relief-relief tersebut mencerminkan bahwa...

a)

Seni bangunan di Indonesia sepenuhnya didikte oleh seniman dari India.

b)

Masyarakat Nusantara hanya mampu meniru seni rupa India tanpa inovasi.

c)

Terjadi perpaduan harmonis antara ajaran Buddha dan kehidupan sosial budaya lokal.

d)

Candi Borobudur dibangun untuk tujuan politik semata, bukan keagamaan.

e)

Ajaran Buddha di Indonesia hanya berfokus pada kisah-kisah masa lalu dan tidak relevan dengan kehidupan masa kini.

8.

Bagaimana karakter toleran dan inklusif ajaran Buddha Mahayana berkontribusi pada penyebarannya yang luas di Nusantara?

a)

Mahayana memaksa masyarakat lokal untuk meninggalkan kepercayaan lama mereka.

b)

Mahayana menawarkan kemudahan dalam mencapai nirwana tanpa perlu upaya keras.

c)

Mahayana mampu mengadaptasi dan merangkul kepercayaan lokal serta menyediakan jalur spiritual yang lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

d)

Mahayana memiliki dukungan militer yang kuat sehingga mampu menyebarkan ajarannya secara paksa.

e)

Mahayana hanya ditujukan untuk kalangan bangsawan dan elit.

9.

Namun, di sisi lain, konsep ini juga dapat menimbulkan dampak negatif berupa...

a)

Mengurangi rasa hormat masyarakat terhadap raja karena dianggap setara dengan manusia biasa.

b)

Mendorong raja untuk bersikap otoriter dan tidak mempertimbangkan kepentingan rakyat.

c)

Mempercepat proses demokratisasi dalam sistem pemerintahan kerajaan.

d)

Memicu konflik internal antar keluarga kerajaan karena perebutan kekuasaan spiritual.

e)

Mengurangi peran ulama atau rohaniawan dalam kehidupan bernegara.

10.

Munculnya pusat-pusat pendidikan agama Hindu-Buddha di Nusantara, seperti yang disebutkan dalam berita Tiongkok mengenai Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran Buddha, mengindikasikan bahwa...

a)

Masyarakat Nusantara hanya menjadi murid pasif yang menerima ajaran dari luar.

b)

Terjadi pertukaran intelektual yang aktif antara Nusantara dan India serta Tiongkok.

11.

Apa interpretasi yang paling tepat dari kondisi tersebut mengenai proses akulturasi Hindu-Buddha di Kutai?

a)

Hindu-Buddha sepenuhnya menggantikan kepercayaan lokal.

b)

Hindu-Buddha belum sepenuhnya merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat umum, dan kepercayaan lokal masih kuat.

c)

Masyarakat Kutai menolak Hindu-Buddha dan tetap berpegang teguh pada animisme-dinamisme.

d)

Adanya konflik besar antara penganut Hindu-Buddha dan penganut animisme-dinamisme.

e)

Hindu-Buddha hanya menjadi simbol kekuasaan tanpa pengaruh nyata pada masyarakat.

12.

Dari aspek arsitektur dan relief ini, kita dapat menyimpulkan bahwa...

a)

Indonesia sepenuhnya meniru gaya arsitektur India tanpa inovasi.

b)

Seni bangunan di Indonesia stagnan setelah kedatangan Hindu-Buddha.

c)

Terjadi dialog budaya yang kreatif, menghasilkan sintesis gaya yang unik dan adaptif.

d)

Pengaruh India dominan dan menghapus semua unsur lokal.

e)

Candi-candi tersebut hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tanpa nilai artistik.

13.

Implikasi historis dari fleksibilitas sistem kasta di Indonesia adalah...

a)

Mendorong munculnya konflik sosial yang lebih intensif antar kelompok.

b)

Menghambat proses penyebaran agama Hindu karena perbedaan kasta.

c)

Memfasilitasi penerimaan Hindu-Buddha oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa menimbulkan resistensi sosial yang besar.

d)

Menurunkan nilai-nilai spiritual dalam ajaran Hindu.

e)

Membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih egaliter dan tidak mengenal stratifikasi sosial.

14.

Keberadaan patung-patung perwujudan dewa-dewi Hindu atau Buddha yang memiliki ciri-ciri lokal (misalnya, wajah Jawa, rambut keriting) menunjukkan fenomena...

a)

Penolakan terhadap ikonografi India.

b)

Kesulitan seniman lokal meniru gaya seni India.

c)

Proses lokalisasi atau indigenisasi ajaran dan simbol keagamaan.

d)

Kebiasaan masyarakat Nusantara untuk membuat patung-patung tanpa makna.

e)

Adanya pengaruh seni Tiongkok dalam seni patung Hindu-Buddha.

15.

Kelemahan utama dari Teori Ksatria adalah...

a)

Kurangnya bukti arkeologis yang mendukung kedatangan prajurit dalam skala besar.

b)

Para ksatria umumnya tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang ajaran agama.

c)

Ksatria lebih tertarik pada perdagangan daripada penyebaran agama.

d)

Tidak ada indikasi konflik besar antara masyarakat lokal dan ksatria India.

e)

India tidak memiliki kepentingan untuk mengirimkan prajurit ke Nusantara.

16.

Penyamatan ini menunjukkan...

a)

Raja Purnawarman adalah seorang dewa.

b)

Adanya upaya untuk mengagungkan raja dan melegitimasi kekuasaannya melalui konsep ilahi.

c)

Masyarakat Tarumanegara adalah penganut Wisnu yang fanatik.

d)

Raja Purnawarman adalah penjelmaan dari Dewa Wisnu.

e)

Tidak ada perbedaan antara raja dan dewa dalam pandangan masyarakat Tarumanegara.

17.

Keberadaan Sriwijaya sebagai pusat studi Buddha internasional menunjukkan bahwa...

a)

Sriwijaya menjadi pusat penyebaran agama Buddha ke seluruh dunia.

b)

Sriwijaya memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap berbagai aliran Buddha.

c)

Sriwijaya memiliki fasilitas pendidikan yang sangat maju dan kualitas pengajaran yang diakui secara global.

d)

Sriwijaya adalah satu-satunya tempat di Asia Tenggara yang mempelajari agama Buddha.

e)

Sriwijaya hanya menarik perhatian para pedagang, bukan pelajar.

18.

Adanya mitologi dan cerita rakyat Hindu-Buddha yang diadaptasi ke dalam tradisi lisan dan pertunjukan seni lokal (misalnya, wayang kulit dengan cerita Ramayana dan Mahabharata) menunjukkan bahwa...

a)

Masyarakat lokal menolak sepenuhnya mitologi Hindu-Buddha.

b)

Masyarakat lokal hanya memahami mitologi tanpa memahami esensi ajarannya.

c)

Terjadi proses inkulturasi, di mana nilai-nilai agama Hindu-Buddha diintegrasikan ke dalam bentuk seni dan budaya lokal.

d)

Wayang kulit merupakan bentuk protes terhadap ajaran Hindu-Buddha.

e)

Cerita Ramayana dan Mahabharata adalah murni karya asli Nusantara.

19.

Mengapa Teori Brahmana seringkali dianggap memiliki dasar yang kuat dalam menjelaskan penyebaran Hindu-Buddha, terutama dalam pembentukan kerajaan-kerajaan?

a)

Karena Brahmana memiliki kekuasaan militer yang besar.

b)

Karena hanya Brahmana yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kitab suci dan upacara keagamaan.

c)

Karena Brahmana adalah kasta tertinggi dalam masyarakat India.

d)

Karena Brahmana aktif dalam kegiatan perdagangan.

e)

Karena Brahmana memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit.

20.

Candi-candi Hindu-Buddha di Indonesia seringkali dibangun di atas bukit atau tempat yang tinggi. Makna simbolis dari lokasi pembangunan candi yang demikian adalah...

a)

Menggambarkan status sosial tinggi bagi pembangunnya.

b)

Untuk menghindari bencana alam seperti banjir.

c)

Mencerminkan konsep kesucian dan kedekatan dengan alam ilahi atau surga.

d)

Memudahkan pengawasan terhadap masyarakat.

e)

Sebagai tempat pertahanan dari serangan musuh.

21.

Pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem kalender di Indonesia, seperti penggunaan tahun Saka, menunjukkan bahwa...

a)

Masyarakat Nusantara tidak memiliki sistem kalender sebelum kedatangan Hindu-Buddha.

b)

Adanya adopsi sistem perhitungan waktu yang lebih maju dari India.

c)

India memaksakan penggunaan kalendernya kepada masyarakat Nusantara.

d)

Kalender Saka sepenuhnya menggantikan sistem kalender lokal.

e)

Kalender Saka digunakan untuk tujuan politik semata.

22.

Relief-relief di Candi Borobudur yang menggambarkan kisah kehidupan Buddha Gautama secara berurutan dari bawah hingga puncak candi, melambangkan...

a)

Perjalanan spiritual manusia menuju kesempurnaan atau nirwana.

b)

Hierarki kasta dalam masyarakat Buddhis.

c)

Urutan sejarah pembangunan candi Borobudur.

d)

Berbagai jenis hukuman bagi orang yang tidak beriman.

e)

Petunjuk arah untuk mencapai puncak candi.

23.

Meskipun Teori Waisya mengemukakan peran pedagang, namun penyebaran agama yang sistematis dan pembentukan kerajaan bercorak Hindu-Buddha memerlukan lebih dari sekadar transaksi ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa...

a)

Pedagang juga memiliki motif kuat untuk menyebarkan agama.

b)

Perluasan pengaruh Hindu-Buddha tidak hanya bergantung pada satu jalur penyebaran.

c)

Teori Waisya adalah teori yang paling lemah di antara semua teori.

d)

Pedagang hanya membawa barang dagangan tanpa pengaruh budaya.

e)

Peran pedagang lebih dominan dalam penyebaran agama.

24.

Adanya konsep raja yang bergelar "Dewa-raja" di beberapa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seperti yang tercermin pada gelar-gelar raja di Majapahit, menunjukkan...

a)

Raja adalah keturunan langsung dari dewa-dewi.

b)

Raja memiliki kekuasaan mutlak yang tidak dapat diganggu gugat, serta diyakini memiliki kekuatan ilahi.

c)

Rakyat sangat takut kepada raja dan tidak berani membantah.

d)

Agama Hindu-Buddha tidak memberikan batasan kekuasaan raja.

e)

Raja adalah perantara antara manusia dan dewa.

25.

Banyak kosakata bahasa Sanskerta yang terserap ke dalam Bahasa Indonesia modern, seperti 'bahasa', 'guru', 'cinta', 'raja', menunjukkan...

a)

Bahasa Sanskerta adalah bahasa resmi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.

b)

Adanya pengaruh kebahasaan yang mendalam akibat akulturasi budaya.

c)

Masyarakat Nusantara tidak memiliki bahasa sendiri sebelum kedatangan Hindu-Buddha.

d)

Bahasa Sanskerta menggantikan bahasa lokal sepenuhnya.

e)

Masyarakat Indonesia secara aktif mempelajari bahasa Sanskerta.

26.

Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, memiliki tiga candi utama yang dipersembahkan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa). Keberadaan candi-candi ini dengan arca-arca dewa utama Hindu menunjukkan bahwa...

a)

Agama Hindu di Indonesia hanya fokus pada pemujaan Trimurti.

b)

Agama Hindu di Indonesia berkembang dengan kuat dan memiliki pusat-pusat keagamaan yang megah.

c)

Candi Prambanan dibangun oleh seniman dari India.

d)

Masyarakat Indonesia menolak ajaran Buddha.

e)

Candi Prambanan berfungsi sebagai benteng pertahanan.

27.

Penyebaran Islam di Nusantara tidak hanya melalui jalur perdagangan, namun juga melalui pendidikan, perkawinan, dan seni budaya. Jalur perdagangan, meskipun merupakan pintu masuk utama, tidak dapat menjelaskan sepenuhnya keberhasilan Islam diterima secara luas oleh masyarakat. Banyak teori yang mengemukakan bahwa penyebaran Islam dilakukan secara damai dan persuasif, memanfaatkan kearifan lokal dan tidak menggunakan kekerasan. Mengapa pendekatan damai dan persuasif, serta pemanfaatan seni budaya seperti wayang, menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Islam diterima secara luas di Nusantara, dibandingkan dengan pendekatan konfrontatif atau pemaksaan?

a)

Karena masyarakat Nusantara sudah jenuh dengan ajaran Hindu-Buddha dan mencari agama baru.

b)

Karena para penyebar Islam memiliki kekuatan militer yang lemah sehingga terpaksa menggunakan jalur damai.

c)

Karena pendekatan tersebut memungkinkan Islam berakulturasi dengan budaya lokal, mengurangi resistensi, dan menciptakan identifikasi budaya yang kuat.

d)

Karena para pedagang Muslim memiliki kekayaan yang melimpah sehingga mampu membeli loyalitas masyarakat.

e)

Karena ajaran Islam menawarkan keuntungan ekonomi yang lebih besar dibandingkan agama sebelumnya.

28.

Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, seperti Samudera Pasai dan Demak, tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga pusat penyebaran ilmu pengetahuan Islam. Banyak ulama besar lahir dari kerajaan-kerajaan ini, dan perpustakaan-perpustakaan besar menjadi saksi bisu perkembangan intelektual Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya membawa dimensi religius, tetapi juga dimensi intelektual dan peradaban yang tinggi. Bagaimana peran kerajaan-kerajaan Islam sebagai "pusat intelektual dan peradaban"?

4 lines
29.

Bagaimana peran kerajaan-kerajaan Islam sebagai "pusat intelektual dan peradaban" di Nusantara dapat menjadi indikator kuat bahwa Islam diterima bukan hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai sistem nilai yang komprehensif oleh masyarakat?

a)

Karena keberadaan pusat-pusat intelektual menunjukkan bahwa Islam hanya menarik bagi kaum elit dan terpelajar.

b)

Karena fokus pada ilmu pengetahuan mengindikasikan bahwa Islam bersaing dengan agama lain dalam hal kecerdasan.

c)

Karena penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan menunjukkan bahwa Islam membawa peningkatan kualitas hidup dan memicu perkembangan masyarakat secara menyeluruh.

d)

Karena adanya perpustakaan dan ulama besar menunjukkan bahwa Islam hanya mementingkan aspek spiritual dan mengabaikan aspek duniawi.

e)

Karena kerajaan-kerajaan Islam membatasi akses pendidikan hanya untuk kalangan tertentu.

30.

Kelemahan utama dari teori ini adalah...

a)

Gujarat bukan merupakan pusat awal penyebaran Islam di dunia.

b)

Islam telah ada di Nusantara jauh sebelum abad ke-13, dibuktikan dengan catatan Tiongkok.

c)

Pedagang dari Gujarat tidak memiliki pengetahuan agama yang mendalam.

d)

Tidak semua pedagang dari Gujarat adalah Muslim.

e)

Teori ini tidak menjelaskan mengapa Islam diterima oleh raja-raja.

31.

Bagaimana konsep egaliterisme ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat Nusantara, terutama bagi golongan bawah?

a)

Karena Islam menjanjikan kekayaan materi bagi para pengikutnya.

b)

Karena Islam membebaskan mereka dari kewajiban beragama.

c)

Karena konsep egaliterisme memberikan harapan akan mobilitas sosial dan martabat yang lebih baik, tanpa terhalang oleh status kelahiran.

d)

Karena Islam menghapus semua perbedaan sosial dalam masyarakat.

e)

Karena Islam memungkinkan mereka untuk berkuasa atas golongan atas.

32.

Namun, penemuan makam-makam tersebut juga dapat mengindikasikan bahwa...

a)

Para pedagang Muslim hanya singgah sebentar dan tidak menetap.

b)

Terjadi pembauran dan perkawinan antara pedagang Muslim dengan masyarakat lokal.

c)

Masyarakat lokal dipaksa untuk memeluk Islam.

d)

Makam-makam tersebut adalah peninggalan kerajaan Hindu-Buddha yang kemudian diubah menjadi Islam.

e)

Pedagang Muslim hanya datang untuk tujuan ekonomi tanpa membawa ajaran agama.

33.

Keberhasilan Wali Songo dalam menggunakan media seni budaya untuk berdakwah menunjukkan bahwa...

a)

Masyarakat Jawa mudah menerima ajaran baru tanpa perlawanan.

b)

Seni budaya adalah satu-satunya cara untuk menyebarkan Islam.

c)

Islam memiliki fleksibilitas tinggi dalam beradaptasi dengan tradisi lokal dan memanfaatkan kearifan lokal.

d)

Wali Songo memiliki kekuatan militer yang besar.

e)

Masyarakat Jawa tidak memahami ajaran Islam secara mendalam.

34.

Fenomena ini tidak selalu berarti konflik militer, tetapi seringkali merupakan hasil dari...

a)

Pemberontakan rakyat terhadap raja-raja Hindu-Buddha.

b)

Pengaruh ekonomi yang semakin besar dari p

35.

Fenomena ini tidak selalu berarti konflik militer, tetapi seringkali merupakan hasil dari...

a)

Pemberontakan rakyat terhadap raja-raja Hindu-Buddha.

b)

Pengaruh ekonomi yang semakin besar dari para pedagang Muslim yang didukung oleh kekuatan politik.

c)

Kekuatan militer Islam yang lebih unggul dibandingkan kerajaan Hindu-Buddha.

d)

Perjanjian damai antara raja-raja Hindu-Buddha dan pemimpin Muslim.

e)

Bencana alam yang melanda kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.

36.

Keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Nusantara menunjukkan bahwa...

a)

Pendidikan Islam hanya terbatas pada kalangan bangsawan.

b)

Terjadi upaya sistematis untuk mendidik masyarakat tentang ajaran Islam secara mendalam.

c)

Pesantren adalah bentuk penolakan terhadap pendidikan modern.

d)

Islam hanya dapat dipelajari melalui jalur formal.

e)

Pesantren hanya mengajarkan ritual keagamaan tanpa ilmu pengetahuan umum.

37.

Bagaimana teori ini memberikan perspektif yang berbeda terhadap periodisasi dan asal usul Islam di Indonesia dibandingkan dengan Teori Gujarat?

a)

Teori Mekkah menegaskan bahwa Islam masuk lebih awal dan langsung dari pusatnya.

b)

Teori Mekkah sepenuhnya menolak peran pedagang Gujarat.

c)

Teori Mekkah hanya fokus pada jalur pendidikan.

d)

Teori Mekkah tidak memiliki bukti arkeologis yang kuat.

e)

Teori Mekkah mengklaim bahwa Islam dibawa oleh pasukan perang.

38.

Apa implikasi dari karakteristik arsitektur masjid ini terhadap proses islamisasi di Indonesia?

a)

Menunjukkan penolakan Islam terhadap bentuk arsitektur Timur Tengah.

b)

Mencerminkan proses akulturasi yang menghargai dan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal.

c)

Menunjukkan bahwa masyarakat lokal belum sepenuhnya memahami ajaran Islam.

d)

Masjid dibangun dengan biaya yang murah sehingga tidak bisa memiliki kubah.

e)

Arsitektur masjid dipengaruhi oleh budaya Tiongkok.

39.

Bagaimana jalur perkawinan ini berkontribusi pada percepatan islamisasi di kalangan elit dan bangsawan?

a)

Pernikahan ini dilakukan secara paksa untuk menyebarkan Islam.

b)

Melalui pernikahan, agama Islam secara otomatis akan dianut oleh pasangan dan keturunannya, serta memberikan legitimasi sosial dan politik.

c)

Pernikahan ini hanya bertujuan untuk keuntungan ekonomi.

d)

Anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut tidak memiliki status sosial yang jelas.

e)

Perkawinan ini hanya terjadi di daerah pesisir.

40.

Perbedaan signifikan ini menunjukkan...

a)

Adanya upaya untuk menghilangkan semua jejak kebudayaan Hindu-Buddha.

b)

Pergeseran legitimasi kekuasaan dari konsep dewa-raja menjadi kepemimpinan yang bersandar pada ajaran Islam.

c)

Raja-raja Islam memiliki kekuasaan yang lebih absolut dibandingkan raja-raja Hindu-Buddha.

d)

Gelar Sultan hanya digunakan oleh raja-raja yang berasal dari Arab.

e)

Sultan adalah gelar yang diberikan oleh kerajaan asing.

41.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa...

a)

Seni kaligrafi hanya untuk tujuan estetika tanpa makna religius.

b)

Islam melarang penggambaran makhluk hidup secara realistis.

c)

Terjadi adaptasi.

42.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa...

a)

Seni kaligrafi hanya untuk tujuan estetika tanpa makna religius.

b)

Islam melarang penggambaran makhluk hidup secara realistis.

c)

Terjadi adaptasi seni Islam dengan selera dan tradisi seni lokal yang telah ada.

d)

Seni kaligrafi sepenuhnya diimpor dari Timur Tengah.

e)

Masyarakat Nusantara tidak memiliki seni ukir sebelum kedatangan Islam.

43.

Meskipun demikian, teori ini memiliki kelemahan dalam menjelaskan...

a)

Mengapa Islam di Nusantara lebih condong ke mazhab Syafii, bukan Syiah Persia.

b)

Adanya bukti arkeologis yang lebih kuat dari jalur perdagangan.

c)

Mengapa Persia tidak memiliki kekuatan militer yang besar.

d)

Islam sudah ada di Nusantara sebelum abad ke-13.

e)

Bagaimana perayaan Asyura bisa menyebar ke seluruh Nusantara.

44.

Pada masa Kesultanan Demak, penggunaan istilah "Adipati" untuk penguasa daerah menunjukkan...

a)

Penolakan terhadap sistem pemerintahan Islam.

b)

Adanya sintesis antara sistem pemerintahan tradisional Jawa dengan nilai-nilai Islam.

c)

Demak masih sangat kental dengan tradisi Hindu-Buddha.

d)

Adipati adalah gelar untuk pemimpin militer.

e)

Kesultanan Demak belum sepenuhnya menjadi kerajaan Islam.

45.

Tindakan Sunan Kudus ini menunjukkan...

a)

Islam mengakui semua kepercayaan yang ada.

b)

Toleransi beragama dan strategi dakwah yang adaptif untuk menghindari konflik.

c)

Sunan Kudus tidak konsisten dalam menyebarkan ajaran Islam.

d)

Islam di Kudus tidak berkembang dengan baik.

e)

Masyarakat Kudus menolak sepenuhnya ajaran Islam.

46.

Mengapa Bahasa Melayu berperan krusial dalam mempercepat proses islamisasi?

a)

Karena Bahasa Melayu adalah bahasa resmi yang ditetapkan oleh kerajaan-kerajaan Islam.

b)

Karena Bahasa Melayu mudah dipelajari dan sudah digunakan secara luas dalam perdagangan, sehingga mempermudah komunikasi dan penyebaran ajaran.

c)

Karena Bahasa Melayu memiliki kosakata Islami yang lengkap.

d)

Karena Bahasa Melayu merupakan bahasa yang paling kuno di Nusantara.

e)

Karena Bahasa Melayu adalah bahasa yang paling banyak penuturnya.

47.

Hal ini mengindikasikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam...

a)

Menjaga kemurnian ajaran Islam dari pengaruh asing.

b)

Mempersiapkan santri untuk menjadi ulama saja.

c)

Membangun kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat di samping pendidikan agama.

d)

Menjauhkan santri dari kehidupan duniawi.

e)

Menghambat perkembangan teknologi modern.

48.

Fenomena ini menunjukkan bahwa...

a)

Islam di Aceh belum sepenuhnya diterapkan.

b)

Ada pemisahan antara hukum agama dan hukum adat.

c)

Islam memiliki kemampuan untuk berakulturasi dan beradaptasi dengan hukum adat lokal, asalkan tidak menyimpang dari prinsip dasar syariat.

d)

Masyarakat Aceh menolak hukum syariat.

e)

Kesultanan Aceh adalah kerajaan yang sangat konservatif.

49.

Kasta merupakam sistem sosial yang dibentuk dalam masyarakat Hindu. Sistem Sosial ini berisfat tertutup dan berlaku turun temurun. Namun sistem Kasta di Indonesia tidak berlaku ketat seperti halnya di India, karena...

a)

Telah diselaraskan dengan kecerdasan lokal masyarakat indonesia

b)

masyarakatHindu di Indonesia tidak mengenal kasta

c)

sistem kasta hanya di terapkan di kalangan -istana

d)

golongan bangsawan Hindu di Indonesia tidak tertarik dengan kasta

e)

seseorang memasuki kasta tertentu berdasarkan sukarela

50.

Hipotesis yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia berperan aktif dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha ialah....

a)

Hipotesis Arus Balik

b)

Hipotesis Brahmana

c)

Hipotesis Waisya

d)

Hipotesis Prajurit

e)

Hipotesis Ksatria

51.

Bahasa Sansekerta bagi umat Hindu di India hanya dikuasai oleh golongan ....

a)

ksatria

b)

waisya

c)

sudra

d)

brahmana

e)

paria

52.

Hubungan perdagangan antara India dengan Indonesia pada awal tahun Masehi telah mempengaruhi masyarakat Indonesia antara lain ....

a)

Masyarakat Indonesia mulai mengenal uang

b)

Terjadinya kontak budaya meliputi agama, budaya, dan sastra

c)

Dikenalnya ilmu pengetahuan dan astronomi

d)

Perdagangan dilakukan secara barter

e)

Dikenalnya sistem irigasi yang teratur

53.

Walaupun teori kstaria banyak dimunculkan oleh para sejarawan,namun teori tersebut memiliki kelemahan yaitu...

a)

Tidak ditemukan tanda peringatan kemenangan (Jayastambha) kerajaan India di Indonesia

b)

sebagian besar bangsawan-bangsawan Indonesia merupakan para pedagang

c)

pelaksanaan kasta di Indonesia tdk seketat kasta di India

d)

tidak terdapat bukti peperangan antara India dengan kerajaan kerajaan Indonesia

e)

tidak ada bukti upacara aswamedha utk meluaskan wilayah kerajaan

54.

Contoh perubahan pada pemerintahan setelah datangnya kebudayaan Hindu Budha adalah .....

a)

Raja dipilih secara langsung oleh rakyat

b)

Rakyat bebas memilih siapa saja saja yang pantas memimpin kerajaan

c)

Adanya perubahan pemimpin dari kepala suku menjadi raja

d)

Pergantian raja berlangsung lima tahun sekali pada setiap periode

e)

Raja dipilih berdasarkan keahlian

55.

Perhatikan keterangan berikut !


1) Para pendeta diundang oleh kepala suku di Nusantara

2) Pendeta menghindukan keluarga melalui upacara Vratyastoma

3) Penghinduan tersebut nampak pada kerajaan Kutai


Berdasarkan keterangan teori masuknya Agama Hindu diatas dikemukakan oleh...

a)

J.C Van Leur

b)

G. Coedes

c)

Mookerji

d)

F.D.K Bosch

e)

Van Faber

56.

Teori Ksatria menyatakan bahwa masuknya budaya India ke Indonesia disebabkan oleh hal-hal di bawah ini, kecuali…

a)

Terjadi koloni-koloni orang India

b)

Adanya pusat penyebaran budaya India

c)

Peran utama penyebaran budaya dipegang oleh golongan prajurit

d)

Pemindahan kebudayaan terjadi di kerajaan

e)

Terjadi penaklukan terhadap wilayah-wilayah di Indonesia

57.

Berikut adalah pernyataan yang tidak tepat terkait proses masuknya Islam di Nusantara ...

a)

Islam masuk dengan cara penaklukkan.

b)

Proses penyebaran Islam dengan cara bertahap.

c)

Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad ke 7 Masehi.

d)

Kerajaan Demak berjasa menyebarkan Islam di Jawa.

58.

Menurut teori Ghujarat, Islam pertama kali masuk melalui jalur...

a)

perdagangan

b)

pernikahan

c)

peperangan

d)

pendidikan

59.

Islam masuk ke Indonesia sekira abad VII. Ajaran Islam mudah diterima masyarakat Indonesia karena .....

a)

Masyarakat Indonesia senang dengan hal-hal baru

b)

Pengaruh kerajaan Hindu Budha mengalami penurunan

c)

Islam tidak mengenal sistem kasta dan disebarkan dengan cara damai

d)

Masyarakat Indonesia tertarik dengan ritual keagamaan dalam Islam

60.

Ajaran agama Islam mudah diterima di Indonesia karena disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini kecuali...

a)

Untuk memeluk agama Islam tidaklah sulit karena hanya mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah “

b)

Agama Islam tidak mengenal kasta yang membeda-bedakan masyarakat berdasarkan golongan-golongannya. Islam mengajarkan persamaan hak dan kesetaraan.

c)

Kuatnya kekuasaan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya menjadi penyebab kuat berkembang pesatnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

d)

Islam mengajarkan bahwa untuk beribadah dapat dilakukan dimana saja selagi tempat itu suci dan tidak harus selalu menetap di daerah tertentu karena takut tidak dilindungi Tuhan.

61.

Teori Makkah mengemukakan bahwa Islam masuk ke

Indonesia pada abad pertama Hijriah atau abad...

a)

ke-6 Masehi

b)

ke-7 Masehi

c)

ke-8 Masehi

d)

ke-9 Masehi

62.

Cara Penyebaran Islam di nusantara salah satunya melalui kegiatan sosial , upaya tersebut dilakukan dengan cara....

a)

Menikahi penduduk pribumi yang di Islamkan

b)

Menciptakan bangunan dengan seni ukiran

c)

Berinteraksi dan menyebarkan Islam

d)

Mendirikan berbagai pondok pesantren

63.

Pola budaya yang terjadi dalam proses masuknya pengaruh Islam ke Indonesia terjadi secara .....

a)

Akulturasi

b)

Asosiasi

c)

Adaptasi

d)

Imitasi

64.

Melalui media kesenian, Islam dapat berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan Islam melalui media kesenian dilakukan dengan cara .....

a)

Mengembangkan ajaran Sufi Al-Hallaj

b)

Memadukan tradisi lokal dengan ajaran Islam

c)

Mengajarkan ajaran-ajaran Syi'ah di Indonesia

d)

Memberikan ceramah dengan pedoman kitab Negarakertagama

65.

"Para ulama' mendirikan lembaga-lembaga pendidikan islam untuk mengajarkan ajaran agama Islam kepada para santri". pendapat ini menunjukkan tentang masuknya agama islam melalui jalur....

a)

perdagangan

b)

perkawinan

c)

pendidikan

d)

kesenian

66.

Media penyebaran Islam dalam bentuk seni bangunan contohnya adalah....

a)

Masjid Istiqlal

b)

Masjid Menara Kudus

c)

Masjid Kubah Emas

d)

Masjid Nabawi

67.

Salah satu penyebab Islam mudah diterima oleh penduduk Indonesia adalah....

a)

Penganut Hindu dan Budha telah bosan memeluk agamanya

b)

penyebaran Islam telah disesuaikan dengan adat istiadat setempat

c)

banyak penyebaran agama Islam

d)

Banyak pedagang Indonesia berbisnis ke Arab

68.

Para mubaligh menyebarkan Islam di Nusantara dengan menjalin tali silaturahmi, membaur dengan masyarakat. Hal ini merupakan cara menyebarkan melalui…

a)

Hubungan sosial

b)

Pendidikan

c)

Kesenian

d)

Perkawinan

69.

Hubungan dagang antara India dan China awalnya dilakukan melalui Jalur Darat yang dikenal dengan ...

(a)  

70.

Pengaruh Hindu-Budha dalam bidang pemerintahan yaitu munculnya sistem kekuasaan secara turun temurun berdasarkan garis keturunan yang disebut ...

a)

Bangsawan

b)


Voting

c)

Demokrasi

d)

Dinasti