WorksheetsEvaluasi Banjir dan Genangan
Total questions: 21
Worksheet time: 11mins
Apa penyebab utama genangan air di daerah perkotaan?
Sistem untuk irigasi tanaman
Curah hujan sangat rendah
Sistem drainase tidak mampu mengalirkan air
Banyaknya vegetasi di kota
Genangan biasanya terjadi di wilayah dengan karakteristik berikut, kecuali:
Permukaan tanah kedap air
Kontur tanah datar
Drainase tersumbat
Terdapat tanggul banjir
Banjir dapat terjadi akibat faktor-faktor berikut, kecuali:
Pendangkalan sungai
Pembuangan sampah ke saluran
Hujan ekstrem
Sistem irigasi tetes
Alat paling sederhana untuk mengukur tinggi genangan di lapangan adalah:
Drone
Waterpass
Tongkat ukur (staff gauge)
GPS
Salah satu metode alami mengurangi genangan adalah dengan:
Meninggikan jalan
Membangun kanal baru
Membuat biopori dan sumur resapan
Mengaspal seluruh halaman
Kegiatan pembersihan saluran drainase dari sampah dan sedimen dikenal sebagai:
Penutupan saluran
Normalisasi saluran
Pembangunan drainase baru
Pemadatan tanah
Dalam survei lapangan, data yang harus dikumpulkan untuk evaluasi banjir antara lain:
Nilai tanah dan harga pasar
Jumlah kendaraan di lokasi
Tinggi muka air dan luas genangan
Kedalaman sumur bor
Struktur buatan yang dirancang untuk menampung kelebihan air hujan sementara disebut:
Jembatan
Kolam retensi
Waduk irigasi
Tandon bawah tanah
Banjir di hilir sering diperparah oleh:
Pengurangan hujan di hulu
Urbanisasi di hulu tanpa pengendalian limpasan
Peningkatan debit air tanah
Pembangunan bendungan
Penanganan jangka panjang banjir sebaiknya melibatkan:
Reklamasi lahan genangan
Pembersihan sementara selokan
Perencanaan tata ruang dan zonasi berbasis DAS
Penggunaan pompa darurat
Komponen penting dalam sistem peringatan dini banjir adalah:
Kamera CCTV
Sirine mobil polisi
Sensor tinggi muka air dan sistem pemantau
Komponen penting dalam sistem peringatan dini banjir adalah:
Kamera CCTV
Sirine mobil polisi
Sensor tinggi muka air dan sistem pemantauan cuaca
Genset cadangan
Teknik infiltrasi yang umum digunakan untuk mengurangi genangan adalah:
Pemadatan tanah dasar
Pelapisan permukaan dengan beton
Penggunaan paving block berpori
Penimbunan tanah humus
Evaluasi lapangan banjir dilakukan dengan metode berikut, kecuali:
Survei ketinggian genangan
Wawancara warga terdampak
Studi foto udara
Analisis genetik tanah
Faktor penting dalam pemetaan zona rawan banjir adalah:
Harga tanah
Riwayat kejadian banjir
Jumlah bangunan mewah
Warna cat rumah
Saat terjadi genangan, salah satu cara cepat menurunkan tinggi air adalah:
Mengeringkan area dengan blower
Memasang pagar beton
Menggunakan pompa portabel
Membakar vegetasi
Material drainase yang mendukung peresapan adalah:
Cor beton kedap air
Lempung alami
Batu kali atau gravel
Lapisan plastik
Salah satu indikator keberhasilan sistem drainase adalah:
Banyaknya sumur bor
Air hujan cepat surut setelah hujan berhenti
Semua jalan menjadi basah
Banyaknya gedung bertingkat
Genangan ringan sering tidak dianggap serius karena:
Tidak menyebabkan kematian
Cepat surut
Biaya kecil
Luas wilayah kecil
Faktor sosial yang memperburuk penanganan banjir adalah:
Banyaknya petani
Perubahan iklim
Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan drainase
Kualitas air sungai
Dalam kondisi darurat banjir, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:
Menyelamatkan dokumen
Mengaktifkan sistem evakuasi
Menyusun laporan anggaran
Menutup jalan utama
