Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATSOL PMM

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

1. Bagaimana proses cold working meningkatkan kekuatan logam?

a)

A. Dengan memperbesar ukuran butir logam

b)

B. Dengan menurunkan densitas dislokasi

c)

C. Dengan meningkatkan densitas dislokasi dan menghalangi gerakan dislokasi

d)

D. Dengan mengurangi regangan kisi

2.

2. Mengapa dislokasi menjadi sulit bergerak saat logam mengalami strain hardening?

a)

A. Karena butir logam menjadi lebih besar

b)

B. Karena dislokasi membentuk ikatan kovalen

c)

C. Karena dislokasi saling berinteraksi dan membentuk hambatan

d)

D. Karena temperatur logam meningkat

3.

3. Menurut persamaan Hall–Petch, ukuran butir yang lebih kecil akan:

a)

A. Menurunkan kekuatan luluh

b)

B. Tidak berpengaruh terhadap kekuatan luluh

c)

C. Meningkatkan kekuatan luluh karena d⁻¹/² meningkat

d)

D. Membuat logam lebih ulet

4.

4. Mengapa solid solution strengthening efektif dalam meningkatkan kekuatan?

D. Karena ukuran butir membesar

a)

A. Karena mengubah fasa logam menjadi martensit

b)

B. Karena presipitat menjadi lebih koheren

c)

C. Karena solute menyebabkan regangan kisi tekan atau tarik

d)

D. Karena ukuran butir membesar

5.

5. Apa dampak dari over-aging pada proses precipitation hardening?

a)

A. Kekuatan meningkat karena presipitat melunak

b)

B. Kekuatan menurun karena presipitat membesar dan berjauhan

c)

C. Struktur kristal berubah menjadi amorf

d)

D. Terjadi pembentukan martensit

6.

6. Mengapa penghalusan butir meningkatkan kekuatan logam?

a)

A. Karena ukuran butir besar meningkatkan kekakuan

b)

B. Karena butir halus menambah batas butir yang menghambat dislokasi

c)

C. Karena terbentuk presipitat besar yang kuat

d)

D. Karena terjadi difusi interstisial

7.

7. Manakah pernyataan yang benar tentang mekanisme presipitasi shearing dan Orowan looping?

a)

A. Shearing terjadi pada presipitat besar dan keras

b)

B. Orowan looping dominan saat presipitat kecil dan lunak

c)

C. Shearing dominan saat aging awal, Orowan saat aging lanjut

d)

D. Keduanya terjadi secara bersamaan dalam semua kondisi

8.

8. Apa perbedaan mikrostruktur antara precipitation hardening pada Al–Cu dan quenching-tempering pada baja karbon?

a)

A. Al–Cu menghasilkan martensit, baja karbon menghasilkan presipitat

b)

B. Al–Cu menghasilkan θ′ presipitat koheren, baja karbon menghasilkan tempered martensite

c)

C. Keduanya menghasilkan presipitat besar tak koheren

d)

D. Keduanya mengandalkan dislokasi sebagai sumber kekuatan utama

9.

Hitung perubahan yield strength jika ukuran butir menurun dari 20 µm ke 5 µm, dengan σ₀ = 150 MPa dan k = 0.5 MPa·mm⁰⋅⁵.
Gunakan rumus:

σy=σ0+k⋅d−1/2σy​=σ0​+k⋅d−1/2

a)

A. 150 MPa → 160 MPa

b)

B. 161.2 MPa → 174.5 MPa

c)

C. 170.6 MPa → 191.2 MPa

d)

D. 161.2 MPa → 191.2 MPa

10.
  1. 10. Jika batang tembaga mengalami cold work sebesar 35,6%, berapa estimasi peningkatan yield strength-nya?

a)

A. 50 MPa

b)

B. 75 MPa

c)

C. 125 MPa

d)

D. 200 MPa