NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsSTS Bahasa Indonesia Kelas XI
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Name
Class
Date
1.
Cerita pendek (cerpen) merupakan salah satu karya sastra ....
a)
fiksi
b)
nonfiksi
c)
seni
d)
musik
e)
peran
2.
Bacalah teks berikut dengan saksama!
(Panggung menggambarkan sebuah kamar reot. Di dalamnya terdapat sebuah dipan dan dua buah kursi yang sudah rusak pula. Suasana kemiskinanlah yang tampil di situ)
Istri: (mengharap) Banyakkah hasil yang kauterima hari ini?
Suami: Bah, kosong sama sekali,s eperempat rupiah pun tak dapat, dan kau bagaimana? Istri: Ada seorang wanita muda memberi makan kepada kita.
Suami: Terima kasih, moga-moga Tuhan memberkahinya. Apa yang diberikannya? Istri: Sepotong roti
Suami: Kalau begitu, masih adakah simpanan untuk esok pagi? Istri: Masih, tetapi hanya untuknya
Suami: Tak ada yang lain? Ah, maksudku selain dari roti itu
Istri: Ada. Sepotong nasihat, supaya jangan membawa anak itu keluar karena udahara terlalu lembap
Konflik yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ...
a)
penghasilan sepasang pengemis yang tidak memadai
b)
pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh manusia
c)
harapan seorang pengemis terhadap masa depannya
d)
pertanyaan seorang suami kepada istri dan anaknya
e)
suami istri saling menasihati dan menyayangi
3.
Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk ....
a)
prosa
b)
bait
c)
baris
d)
dialog
e)
nonfiksi
4.
Bacalah teks cuplikan drama berikut dengan saksama!
Dokter: Putra Ibu sakit apa? (menyilakan ibu itu duduk di kursi di hadapannya)
Ibu: Tidak sakit, Dok. Hanya perlu imunisasi
Dokter: Oh, imunisasi apa, Bu?
Ibu: Campak, Dok, karena anak saya sudah 9 bulan
Dokter: Wah, Ibu termasuk ibu yang baik. Selalu memperhatikan kebutuhan putranya.
Ibu: Ah, Dokter bisa saja!
Dokter: Ya, karena kadangan-kadang seorang ibu lupa akan perlunya imunisasi lengkap bagi anaknya, padahal imunisasi itu penting
Latar kutipan drama tersebut adalah ...
a)
tempat praktik dokter
b)
pasar
c)
rumah makan
d)
bengkel mobil
e)
supermarket
5.
Cerita yang hanya menceritakan suatu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya, disebut ....
a)
Cerpen
b)
Prosa
c)
Puisi
d)
Drama
e)
Teater
6.
Perhatikan dialog berikut dengan saksama!
Dokter: Putra Ibu sakit apa? (menyilakan ibu itu duduk di kursi di hadapannya)
Perubahan kalimat langsung tersebut menjadi kalimat tak langsung yang tepat adalah ...
a)
Setelah menyilakan ibu itu duduk di hadapannya, dokter bertanya anak ibu itu sakit apa
b)
Setelah mempersilakan dokter untuk duduk di hadapannya, ibu bertanya kepada dokter, anak dokter sakit apa
c)
Dokter menyilakan ibu itu duduk di hadapannya dan bertanya kepada anak dokter
d)
Dokter bertanya kepada anak ibu itu apakah ibunya sakit setelah dipersilakan duduk
e)
Ibu bertanya kepada anaknya apakah dirinya sakit setelah dipersilakan duduk oleh dokter saat datang ke klinik
7.
Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah ....
a)
Adanya alur
b)
Adanya tema
c)
Adanya amanat
d)
Adanya imajinasi
e)
Adanya gaya bahasa
8.
Bacalah dialog berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Ardi: Rif, mengapa kamu termenung?
Arif: Ar, saya ingin mengikuti kunjungan ke museum, tetapi orang tua saya tidak mempunyai biaya.
Ardi: Kalau begitu, kamu datang saja ke rumah saya. Saya akan membantu menyampaikan masalahmu kepada orang tua saya. Mudah-mudahan, beliau dapat membantumu
Pernyataan tentang watak Ardi dalam kutipan drama tersebut adalah ...
a)
selalu mengerti kesulitan temannya
b)
selalu merenung
c)
suka meminta-minta
d)
selalu mengabaikan keadaan temannya
e)
pandai berkata manis
9.
Berikut ciri-ciri cerita pendek, kecuali ....
a)
Memiliki latar yang kurang jelas.
b)
Panjang karangan lebih kurang sepuluh halaman.
c)
Terdapat konflik, tetapi tidak menimbulkan perubahan nasib pelaku.
d)
Hanya mempunyai satu alur.
e)
Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat.
10.
Bacalah dialog berikut dengan saksama!
Leo: Tak kusangka kamu berhasil!
Doni : Ha ha ha tentu saja! Aku yang menang dalam pertandingan ini.
Watak Doni yang tercermin dalam dialog tersebut adalah ...
a)
sombong
b)
sedih
c)
marah
d)
pemalu
e)
gembira
11.
Salah satu unsur Instrinsik cerpen adalah ....
a)
Latar/Setting
b)
Klimaks
c)
Sajak
d)
Typografi
e)
Suspens
12.
Bacalah dialog berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
(1) Sanusi: Ada yang menganggu pikiranmu, Bung?
(2) Harun: Oh, Pak Sanusi, saya sedang pusing, Pak.
(3) Sanusi: Ayolah, kemukakan kepada saya, siapa tahu saya dapat membantu.
(4) Harun: Begini Pak, anak saya yang sulung belum juga mendapat pekerjaan. Kasihan dia, sudah satu tahun menganggur, sepertinya sia-sia saja kuliahnya.
Konflik yang terkandung dalam teks tersebut adalah ...
a)
Anak sulung Pak Harun belum mendapatkan pekerjaan
b)
Pak Sanusi menjadi penganggu pikiran bagi pak Harun
c)
Pak Harun menjadi penganggu pikiran bagi Pak Sanusi
d)
Anak sulung Pak Sanusi menyia-nyiakan kuliahnya
e)
Anak sulung Pak Sanusi belum mendapatkan pekerjaan
13.
Berikut nilai-nilai yang mendukung cerpen berisi kandungan nilai dalam cerita, kecuali ....
a)
Nilai sikap
b)
Nilai moral
c)
Nilai estetika
d)
Nilai sosial budaya
e)
Nilai religi
14.
Bacalah dialog berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
(1) Sanusi: Ada yang menganggu pikiranmu, Bung?
(2) Harun: Oh, Pak Sanusi, saya sedang pusing, Pak.
(3) Sanusi: Ayolah, kemukakan kepada saya, siapa tahu saya dapat membantu.
(4) Harun: Begini Pak, anak saya yang sulung belum juga mendapat pekerjaan. Kasihan dia, sudah satu tahun menganggur, sepertinya sia-sia saja kuliahnya.
Gerak-gerik, mimik, dan intonasi yang tepat untuk dialog Sanusi pada nomor (3) adalah ...
a)
duduk menghadap Harun, mimik tenang, suara merendah
b)
mendekati Harun, mimik tegang, suara meninggi
c)
menjauhi dan membelakangi Harun, mimik sedih, suara meninggi
d)
membelakangi Harun, mimik marah dan suara meninggi
e)
mengacuhkan keberadaan Harun, memainkan telapak tangan dengan canggung suara meracau
15.
Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah ....
a)
Latar Budaya Pengarang
b)
Gaya penyampaian cerita
c)
Penokohan
d)
Tanggapan pembaca
e)
Tampilan ilustrasi
16.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Sebuah ruangan di rumah tuan residen ada pengawas lembaga-lembaga sosial, pengawas sekolah, hakim, kapten polisi, dokter daerah, dan dua orang polisi.
(1) Residen: Tuan-tuan, saya undang kemari untuk mendengarkan sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Seorang governoor djenderal akan datang berkunjung kemari.
(2) Mr. Ruslan: Apa, seorang governoor?
(3) Tn. Dahlan: Apa, seorang governoor?
(4) Residen: Seorang governoor von Batavia incognito dengan tugas rahasia
(5) Mr. Ruslan: Ini baru namanya celaka
(6) Tn. Dahlan: Seolah-olah beban kita belum cukup berat
(7) H. A. Salim: Ya, Tuhan. Tugas rahasia lagi?
(8) Residen: Saya punya firasat. Semalam, saya bermimpi dua ekor tikus yang besar sekali. Betul, belum pernah saya melihat tikus seperti itu, hitam dan besar bukan alang kepalang. Mereka datang mencium-cium di sana-sini lalu pergi lagi.
Bentuk kalimat tak langsung dari percakapan awal yang diucapkan oleh tokoh Residen adalah ...
a)
Residen memberi tahu bahwa akan datang seorang governoor djenderal untuk berkunjung
b)
Residen memberi tahu bahwa dirinya diminta oleh governoor djenderal untuk datang berkunjung
c)
Residen memberi tahu bahwa ada kabar buruk yang menimpa governoor djenderal
d)
Residen memberi tahu bahwa ada tugas rahasia yang akan disampaikan oleh governoor djenderal
e)
Residen diberi tugas rahasia oleh governoor djenderal yang akan berkunjung
17.
Alur disebut ....
a)
Plot
b)
Prosa
c)
Latar
d)
Tema
e)
Judul
18.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Sebuah ruangan di rumah tuan residen ada pengawas lembaga-lembaga sosial, pengawas sekolah, hakim, kapten polisi, dokter daerah, dan dua orang polisi.
(1) Residen: Tuan-tuan, saya undang kemari untuk mendengarkan sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Seorang governoor djenderal akan datang berkunjung kemari.
(2) Mr. Ruslan: Apa, seorang governoor?
(3) Tn. Dahlan: Apa, seorang governoor?
(4) Residen: Seorang governoor von Batavia incognito dengan tugas rahasia
(5) Mr. Ruslan: Ini baru namanya celaka
(6) Tn. Dahlan: Seolah-olah beban kita belum cukup berat
(7) H. A. Salim: Ya, Tuhan. Tugas rahasia lagi?
(8) Residen: Saya punya firasat. Semalam, saya bermimpi dua ekor tikus yang besar sekali. Betul, belum pernah saya melihat tikus seperti itu, hitam dan besar bukan alang kepalang. Mereka datang mencium-cium di sana-sini lalu pergi lagi.
Ekspresi yang tepat untuk dialog Mr. Ruslan pada nomor (2) adalah ...
a)
marah
b)
sedih
c)
bingung
d)
gembira
e)
kesal
19.
“Hanya itu alasan Mama melarang Ratih menikah dengan Handoko?” Bibir Ratih menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Ratih kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
a)
Ratih dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
b)
Ratih dan Handoko tidak jadi menikah.
c)
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
d)
Keinginan Mama agar Ratih hidup bahagia.
e)
Kakak tidak mendukung pernikahan Ratih dengan Handoko.
20.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Sebuah ruangan di rumah tuan residen ada pengawas lembaga-lembaga sosial, pengawas sekolah, hakim, kapten polisi, dokter daerah, dan dua orang polisi.
(1) Residen: Tuan-tuan, saya undang kemari untuk mendengarkan sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Seorang governoor djenderal akan datang berkunjung kemari.
(2) Mr. Ruslan: Apa, seorang governoor?
(3) Tn. Dahlan: Apa, seorang governoor?
(4) Residen: Seorang governoor von Batavia incognito dengan tugas rahasia
(5) Mr. Ruslan: Ini baru namanya celaka
(6) Tn. Dahlan: Seolah-olah beban kita belum cukup berat
(7) H. A. Salim: Ya, Tuhan. Tugas rahasia lagi?
(8) Residen: Saya punya firasat. Semalam, saya bermimpi dua ekor tikus yang besar sekali. Betul, belum pernah saya melihat tikus seperti itu, hitam dan besar bukan alang kepalang. Mereka datang mencium-cium di sana-sini lalu pergi lagi.
Gerak gerik, mimik, dan intonasi yang tepat untuk dialog Residen pada nomor (8) adalah ...
a)
duduk di hadapan para tamu, mengedarkan pandangannya kepada setiap tamu, mimik serius, dan suara merendah
b)
berjalan mondar-mandir, tangan di belakang tubuh, mimik gembira diselingi tawa, dan suara meninggi
c)
berdiri mematung, mimik serius, dan suara datar
d)
duduk di hadapan para tamu, lalu berdiri sambil menunjuk-nunjuk para tamu, mimik serius, dan suara merendah
e)
berjalan mondar-mandir, hidung mengendus-endus, mimik gembira diselingi tawa, suara meninggi
21.
Menunjukkan ruang dan waktu terjadinya suatu peristiwa dalam cerpen disebut ....
a)
Latar
b)
Plot
c)
Tema
d)
Judul
e)
Amanat
22.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Sebuah ruangan di rumah tuan residen ada pengawas lembaga-lembaga sosial, pengawas sekolah, hakim, kapten polisi, dokter daerah, dan dua orang polisi.
(1) Residen: Tuan-tuan, saya undang kemari untuk mendengarkan sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan. Seorang governoor djenderal akan datang berkunjung kemari.
(2) Mr. Ruslan: Apa, seorang governoor?
(3) Tn. Dahlan: Apa, seorang governoor?
(4) Residen: Seorang governoor von Batavia incognito dengan tugas rahasia
(5) Mr. Ruslan: Ini baru namanya celaka
(6) Tn. Dahlan: Seolah-olah beban kita belum cukup berat
(7) H. A. Salim: Ya, Tuhan. Tugas rahasia lagi?
(8) Residen: Saya punya firasat. Semalam, saya bermimpi dua ekor tikus yang besar sekali. Betul, belum pernah saya melihat tikus seperti itu, hitam dan besar bukan alang kepalang. Mereka datang mencium-cium di sana-sini lalu pergi lagi.
Latar tempat yang tergambar dalam teks tersebut adalah .....
a)
rumah residen
b)
rumah Tn. Dahlan
c)
rumah Salim
d)
rumah Ruslan
e)
rumah polisi
23.
“Hanya itu alasan Mama melarang Ratih menikah dengan Handoko?” Bibir Ratih menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Ratih kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah ....
a)
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
b)
Status Handoko yang sudah mempunyai istri.
c)
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
d)
Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.
e)
Mama melarang Ratih menikah dengan Handoko.
24.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
(1) Erna: Aku senang sekali pada Herman
(2) Yanto: Apa yang kamu sukai dari dia?
(3) Erna: Dia itu seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk
(4) Yanto: Memang, semua teman suka kepada dia. Selain pandai dan wajahnya ganteng, dia tetap mengaku dan menilai pengetahuannya masih rendah, ilmunya tidak seberapa.
Ekspresi yang tepat untuk dialog Erna pada nomor (1) adalah ...
a)
tersenyum, menahan tawa
b)
tersipu malu, menunduk
c)
sedih, menahan tangis
d)
marah, mata menatap tajam
e)
tertawa terbahak-bahak
25.
Pengarang cerita mulai memperkenalkan tokoh-tokoh dan latar yang ada di dalam cerita merupakan bagian ....
a)
Orientasi
b)
Complication
c)
Ricing action
d)
Turning point
e)
Ending atau koda
26.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
(1) Erna: Aku senang sekali pada Herman
(2) Yanto: Apa yang kamu sukai dari dia?
(3) Erna: Dia itu seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk
(4) Yanto: Memang, semua teman suka kepada dia. Selain pandai dan wajahnya ganteng, dia tetap mengaku dan menilai pengetahuannya masih rendah, ilmunya tidak seberapa.
Amanat yang dapat dipelajari dari tokoh Herman adalah ...
a)
Janganlah sombong dengan ilmu yang dimiliki
b)
Jadilah orang yang berwajah rupawan
c)
Jadilah orang yang bangga dengan diri sendiri
d)
Jadilah orang yang disukai banyak orang
e)
Janganlah menjadi orang yang disukai banyak orang
27.
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Lita, saudara sepupuku, datang kepadaku. “Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Lita. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah ....
a)
Nanda
b)
Kak Lita
c)
Bunda
d)
Seorang Siswa
e)
Seorang penjual kios
28.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Pit: (menggelengkan kepala) Tidak, Juragan.
Picum: Tentu kamu tidak paham. Dengrkaan saja! Setiap cabang dibagi lagi jadi ranting- ranting. Garis-garis ini menunjukkan batas kekuasaan masing-masing wilayah. Mereka punya wilayah sendiri dan tak seorang pun hendak memasuki wilayah-wilayah orang lain. Untuk meminta-minta di kawasan Batavia, orang harus punya SIUP. Surat Izin Usaha Pengemisan dari perusahaan Juselmis, dilengkapi tanda tangan saya. Itu wajib!
Ekspresi yang tepat untuk dialog Pit adalah ...
a)
bingung
b)
tertawa
c)
gembira
d)
sedih
e)
kesal
29.
Gaya bahasa disebut ....
a)
Majas
b)
Puisi
c)
Fiksi
d)
Prosa
e)
Rima
30.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal!
Pit: (menggelengkan kepala) Tidak, Juragan.
Picum: Tentu kamu tidak paham. Dengrkaan saja! Setiap cabang dibagi lagi jadi ranting- ranting. Garis-garis ini menunjukkan batas kekuasaan masing-masing wilayah. Mereka punya wilayah sendiri dan tak seorang pun hendak memasuki wilayah-wilayah orang lain. Untuk meminta-minta di kawasan Batavia, orang harus punya SIUP. Surat Izin Usaha Pengemisan dari perusahaan Juselmis, dilengkapi tanda tangan saya. Itu wajib!
Petunjuk lakuan yang tepat untuk Picum jika adegan tersebut didemonstrasikan adalah ...
a)
memberi informasi kepada Pit dengan antusias
b)
memberi informasi kepada Pit dengan kesal
c)
gembira sambil bernyanyi kecil
d)
tertawa, lalu memberi informasi
e)
marah sambil memberi informasi
31.
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Lita, saudara sepupuku, datang kepadaku. “Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Lita. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Amanat yang tidak sesuai dengan penggalan cerpen di atas adalah ....
a)
Berdoa adalah penentu kesuksesan seseorang
b)
Janganlah takut pada kegagalan
c)
Tekunlah dalam setiap pekerjaan, niscaya menuai hasilnya
d)
Uang bukanlah penentu keberhasilan seseorang
e)
Bekerjasamalah dengan baik dan jujur dalam melakukan sebuah pekerjaan
32.
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Karto: "Apa yang harus kita lakukan untuk memajukan pendidik di kampung kita, ya?" (duduk lesu)
Kepala Desa: "Ya, menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan." (membaca koran)
Karto: "Kesadaran yang bagaimana?"
Kepala Desa: "Pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup kita." Karto: [...]
Kalimat yang tepat untuk mengakhiri percakapan pada kutipan naskah drama tersebut adalah ...
a)
Usaha ini saya rasa sia-sia saja
b)
Banyak masyarakat kita buta huruf
c)
Sudah lama saya ingin menyadarkannya
d)
Oh ya, sekalian kita beri contohnya
e)
Baiklah, besok kita mulai
33.
Penggunaan dialog dalam teks cerpen ditunjukkan oleh tanda ....
a)
Petik ganda
b)
Titik
c)
Koma
d)
Seru
e)
Titik dua
34.
Perhatikan kutipan drama berikut!
Ani: Tolong Santi, tugasmu membersihkan papan tulis. Aku akan menyapu lantai dulu.
Santi: Baiklah, Ani. Oh, ya. Andi belum datang? Padahal dia anggota regu piket kita.
Ani: Belum. Mungkin sebentar lagi Andi datang. Kita tunggu saja.
Santi: Itu dia sudah datang. Cepat Andi, tolong bersihkan meja dan bangku dengan kemoceng!
Andi: Baik, Santi
Latar tempat dalam kutipan drama tersebut adalah ...
a)
Di ruang kelas
b)
Di halaman sekolah
c)
Di halaman rumah
d)
Di dalam rumah
e)
Di pinggir jalan
35.
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah ....
a)
Buruknya pelayanan rumah sakit
b)
Tubuhnya digerogoti penyakit
c)
Susahnya menjadi orang miskin
d)
Banyak bangsal yang kosong
e)
Tidak mendapat fasilitas gratis
36.
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Ida Ayu : Apa yang sendang kamu pikirkan, Nisa? Cut Nisa : [ ... ] (1)
Ida Ayu : Kamu jangan berbohong, Nis. Dari tatapan matamu terlihat kamu sedang memikirkan sesuatu.
Cut Nisa : [ ... ] (2)
Ida Ayu : O, itu masalahmu.
Pernyataan yang tepat untuk melengkapi naskah drama tersebut adalah ....
a)
(1) Tidak ada, Da.
(2) Yah, aku cuma sedang memikirkan rencanaku besok pagi, Apa yang perlu aku kerjakan lebih dulu?
b)
(1) Aku sedang mernikirkan tugasku yang belum selesai-selesai.
(2) Betul. Aku tidak bohong,
c)
(1) Ada yang aneh pada diri Pak Goris.
(2) Tepat, apa yang karnu katakan.
d)
(1) Aku rnernang mengataml sedikit rnasalah Dal
(2) Aku bingung, Da. Mengapa akhir-akhir ini aku sering dimarahi Pak Goris?
e)
(1) Tidak ada, Da.
2) Aku bingung, Da. Mengapa akhir-akhir ini aku sering dimarahi Pak Goris?
37.
Pilihan kata disebut ....
a)
Diksi
b)
Irama
c)
Kamus
d)
Majas
e)
Rima
38.
Bacalah penggalan naskah drama berikut dengan cermat!
Ibu: Kenapa kamu mencontek lagi?
Rani: Tidak, bu!
Ibu: Jangan bohong, saya punya saksi!
Rani: ...
Ibu: Bagus kamu sudah jujur, sekarang kamu belajar dulu setelah temui saya untuk mengulang tes.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog yang rumpang di atas adalah ...
a)
Ya Bu, saya mengaku. Semua saya lakukan karena saya tidak belajar
b)
Sudahlah
c)
Mencontek itu cara pintas walaupun membuat tidak pintar
d)
Tidak mau ah, malas
e)
Apa buktinya?
39.
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....
a)
orang pertama pelaku utama
b)
orang ketiga pelaku sampingan
c)
orang ketiga pelaku utama
d)
orang pertama dan ketiga
e)
orang ketiga serbatahu
40.
Perhatikan teks drama berikut ini!
Bu Mulyono: "Pak, sebenarnya apa dosa kita sampai anak kita menderita seperti ini? Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."
Pak Mulyono: "Bersabarlah, Bu. Pasti Yang Mahakuasa akan memberikan jalan"
Drama tersebut menunjukkan sebuah suasana ...
a)
Jenuh
b)
Haru
c)
Penuh suka
d)
Gembira
e)
Memohon
41.
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
a)
Kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
b)
Ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
c)
Jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
d)
Ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya
e)
Ketakutan melihat orang jahat
42.
Perhatikan penggalan drama di bawah ini!
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ...
a)
Marah dan serius
b)
Keras sambil bercanda
c)
Nada rendah dan bertanya-tanya
d)
Merasa dendam
e)
Penuh kegembiraan
43.
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
a)
percaya diri
b)
mudah menyesuaikan diri
c)
sombong
d)
rajin berusaha
e)
mudah dipengaruhi
44.
Rudi memerankan seorang tokoh dalam sebuah pementasan drama. Ia memakai kostum kaos oblong putih, celana pendek hitam, memakai caping, dan membawa cangkul.
Tokoh apakah yang diperankan Rudi?
a)
Petani
b)
Pejabat
c)
Presiden
d)
Pak RT
e)
Pedagang
45.
Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ....
a)
penyelesaian
b)
perkenalan
c)
pemunculan masalah
d)
menuju konflik
e)
ketegangan
46.
Perhatikan penggalan percakapan berikut!
"Apa? Anak tetangga itu mencuri mangga-mangga kita lagi? Cepat suruh dia datang ke sini untuk minta maaf!"
Kalimat di atas diucapkan dengan ekspresi ...
a)
Marah
b)
Memelas
c)
Ramah
d)
Gembira
e)
Sedih
47.
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
a)
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
b)
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
c)
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
d)
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
e)
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
48.
Bacalah teks dialog berikut kemudian jawablah pertanyaan di bawahnya!
Agus: "Woi, hati-hati dong kalau bersepeda!" (dengan marah)
Deri: "Aku .. aku.." (jawab Dei ketakutan)
Doni: "Seharusnya kami yang marah, bukan kamu. Kamu yang tidak berhati-hati." (Doni berkata sambil marah mendekati Agus)
Agus: "Jangan ikut campur ya! Aku ngomong dengan dia" (masih marah)
Doni: "Dia juga temanku. Aku wajib membelanya karena dia tidak bersalah!"
Tokoh-tokoh yang ada di dalam drama di atas adalah ...
a)
Agus, Deri, Doni
b)
Agas, Dedi, Dito
c)
Ahmad, Dela, Deni
d)
Adit, Dandi, Deby
e)
Alya, Dika, Dimas
49.
Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ....
a)
narasi langsung oleh pengarang
b)
melalui kisah hidup tokoh
c)
melalui dialog
d)
pendapat tokoh dalam cerita
e)
melalui prolog
50.
Bacalah teks dialog berikut kemudian jawablah pertanyaan di bawahnya!
Agus: "Woi, hati-hati dong kalau bersepeda!" (dengan marah)
Deri: "Aku .. aku.." (jawab Dei ketakutan)
Doni: "Seharusnya kami yang marah, bukan kamu. Kamu yang tidak berhati-hati." (Doni berkata sambil marah mendekati Agus)
Agus: "Jangan ikut campur ya! Aku ngomong dengan dia" (masih marah)
Doni: "Dia juga temanku. Aku wajib membelanya karena dia tidak bersalah!"
Latar tempat dalam drama tersebut terjadi di ...
a)
Jalan
b)
Ruang kelas
c)
Dapur rumah
d)
Kolam renang
e)
Lapangan futsal
Reset
