WorksheetsKepemimpinan dan Kerjasama Tim
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Pemimpin yang baik di bagian mesin kapal harus:
Hanya bekerja jika ada masalah besar
Fokus pada tugas individu saja
Mampu mengkoordinasikan kru dan merespons situasi darurat
Menghindari pelaporan kerusakan
Dalam konteks mesin kapal, pemimpin shift engine room harus mampu:
Menyelesaikan pekerjaan sendirian
Mengatur, mengawasi, dan memberi instruksi pada kru mesin
Menunggu perintah kapten
Menghindari penggunaan SOP
Gaya kepemimpinan yang efektif saat terjadi kerusakan mesin mendadak adalah:
Demokratis
Otoriter (direktif dan cepat ambil keputusan)
Bebas tanpa arahan
Transaksional
Seorang pemimpin engine department harus memiliki kemampuan utama berikut, kecuali:
Komunikasi teknis
Delegasi tugas
Pemecahan masalah
Menunda perbaikan
Kepemimpinan teknis dalam mesin kapal menekankan pada:
Karisma pribadi
Pengetahuan dan keterampilan mesin
Kedekatan dengan kapten
Hasil laporan administrasi
Salah satu tanggung jawab utama chief engineer adalah:
Mengawasi dapur kapal
Mengatur kegiatan maintenance dan keselamatan mesin
Menangani dokumen keuangan
Mengawasi bagian dek
Dalam kondisi darurat seperti kebakaran mesin, pemimpin harus:
Tetap di kabin
Menunggu petunjuk
Mengambil keputusan cepat dan tepat untuk keselamatan
Fokus mengisi laporan
Pemimpin bagian mesin kapal idealnya:
Memberi contoh disiplin dan etos kerja
Tidak perlu ikut kerja lapangan
Mengandalkan kru untuk semua tugas
Bekerja berdasarkan mood
Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan di engine room adalah:
Banyaknya laporan yang ditulis
Waktu istirahat yang lebih lama
Operasional mesin berjalan lancar dan kru bekerja sinergis
Jumlah pelanggaran SOP
Pemimpin mesin yang baik akan mengedepankan prinsip:
Kekuasaan
Toleransi terhadap kelalaian
Kepentingan pribadi
Keselamatan, efisiensi, dan kerja tim
Dalam tim kerja mesin kapal, komunikasi efektif penting karena:
Menghindari tugas
Menyulitkan kerja mandiri
Mencegah kesalahan dalam operasi dan perawatan mesin
Mengurangi rasa percaya diri
Kerja tim yang buruk di bagian mesin dapat menyebabkan:
Semangat kerja tinggi
Gangguan operasional dan kecelakaan kerja
Koordinasi baik
Efisiensi meningkat
Tim engine room yang efektif biasanya:
Bekerja sendiri-sendiri
Tidak saling berkomunikasi
Saling mendukung dan bekerja sesuai peran
Sering bertukar posisi
Jika terjadi perbedaan pendapat antar anggota mesin, yang harus dilakukan adalah:
Mengabaikan
Melaporkan ke kapal induk
Menyelesaikan secara terbuka dan profesional
Memperkeruh suasana
Kerjasama yang baik di ruang mesin membantu dalam:
Menunda tugas
Meningkatkan efisiensi perbaikan dan perawatan
Mengurangi waktu kerja
Menghindari pelaporan
Salah satu peran penting kerja tim di engine room saat docking adalah:
Hanya mengawasi vendor
Menjaga SOP dan melaksanakan perbaikan bersama
Membiarkan orang luar mengatur semua
Fokus pada ruang kemudi
Tim mesin yang baik akan selalu:
Bertindak sendiri tanpa koordinasi
Melakukan kerja sama hanya saat diawasi
Bekerja bersama dengan disiplin dan saling percaya
Berdebat soal wewenang
Dalam kerja tim mesin, jika satu orang lalai, maka:
Bisa berdampak pada keselamatan kapal
Semua tanggung jawab jatuh pada pimpinan
Tidak masalah
Bisa diabaikan jika hasil bagus
Etos kerja dalam dunia mesin kapal ditunjukkan oleh:
Jam kerja yang fleksibel
Kepatuhan terhadap SOP, kedisiplinan, dan tanggung jawab
Sering istirahat saat mesin berjalan
Menyerahkan semua tugas ke anak buah
Awak mesin yang memiliki etos kerja tinggi akan:
Menunggu perintah
Menolak kerja lembur
Proaktif, teliti, dan bertanggung jawab
Fokus pada waktu pulang
Salah satu bentuk etos kerja buruk di bagian mesin adalah:
Laporan harian yang lengkap
Ketelitian dalam pengecekan tekanan oli
Menjaga kebersihan ruang mesin
Membiarkan kebocoran tanpa tindakan
Dalam dunia maritim, etos kerja yang baik akan berdampak pada:
Meningkatnya jam lembur
Turunnya moral kerja
Keselamatan, efisiensi, dan profesionalisme
Banyaknya pelanggaran
Salah satu nilai penting dari etos kerja seorang engineer di kapal adalah:
Hanya bekerja saat mesin rusak
Disiplin waktu, loyalitas, dan integritas
Menyerahkan semua pada chief engineer
Mementingkan waktu istirahat
Seorang teknisi mesin yang profesional akan:
Mengabaikan pengecekan harian
Melakukan checklist dengan teliti dan tepat waktu
Meminta bantuan terus-menerus
Menunda laporan harian
Etos kerja tim mesin dapat ditingkatkan dengan cara:
Memberi denda pada yang terlambat
Meningkatkan kompetisi antar anggota
Memberikan motivasi, pelatihan, dan teladan dari pemimpin
Membatasi ruang gerak kru
