wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Aljabar

Total questions: 10

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Strategi Bisnis Keluarga Pak Rizal di Pantai Panjang

 

Pantai Panjang, yang terletak di pusat Kota Bengkulu, merupakan salah satu objek wisata paling terkenal di Provinsi tersebut. Dengan garis pantai yang membentang sepanjang 7 kilometer, pantai ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga sumber mata pencaharian bagi banyak warga lokal. Setiap akhir pekan dan hari libur nasional, ribuan wisatawan lokal dan luar kota memadati area ini untuk menikmati pemandangan, berolahraga, atau bersantai. Aktivitas di Pantai Panjang sangat beragam, mulai dari berenang, bermain pasir, hingga beragam olahraga air yang menarik minat wisatawan. Di balik keramaian itu keluarga Pak Rizal memanfaatkan peluang ini dengan membuka usaha keluarga:

·       Pak Rizal menyewakan tikar dan kursi pantai.

·       Ibu Dina mengelola toilet umum dan parkir motor.

·       Rani menjual kelapa muda

·       Reza, anak laki-laki mereka yang duduk di kelas XI IPA, menyewakan banana boat dan pelampung renang, serta mencatat semua pendapatan harian.

Pada suatu hari Minggu yang ramai, Reza mencatat data layanan yang digunakan oleh pengunjung sebagai berikut:

  • Penyewaan tikar: 35

  • Penyewaan kursi: 40

  • Parkir motor: 50

  • Penggunaan toilet: 60

  • Kelapa muda terjual: 25

  • Pengguna banana boat: 20

Kemudian reza menggunakan model aljabar untuk menghitung total pendapatan harian dari semua usaha keluarga tersebut :

P=5000x+7000y+3000z+10000w+15000v+25000u

Dengan:

·       x = jumlah penyewaan tikar

·       y = jumlah kursi pantai

·       z = jumlah kendaraan roda dua yang parkir

·       w = jumlah penggunaan toilet umum

·       v = jumlah kelapa muda yang terjual

·       u = jumlah pengguna banana boat

Di mana:

Reza merasa tertantang untuk menghitung total pendapatan yang diperoleh keluarganya pada hari tersebut. Dengan bantuan rumus tersebut, ia bisa memprediksi berapa banyak keuntungan yang didapat dari masing-masing layanan yang disediakan oleh keluarganya.


Dari cerita di atas manakah substitusi yang tepat ke dalam model aljabar jika semua data dari hari Minggu dimasukkan?

a)

P=5000(40)+7000(35)+3000(60)+10000(50)+15000(20)+25000(25)

b)

P=5000(35)+7000(40)+3000(50)+10000(60)+15000(25)+25000(20)

c)

P=5000(25)+7000(40)+3000(50)+10000(60)+15000(35)+25000(20)

d)

P=5000(60)+7000(40)+3000(50)+10000(35)+15000(25)+25000(20)

e)

P=5000(60)+7000(35)+3000(40)+10000(50)+15000(20)+25000(25)

2.

Ketekunan Pak Anwar dan Perhitungan Dika di Pasar Curup

 

Pasar Mingguan Curup, yang terletak di pusat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, adalah denyut nadi ekonomi masyarakat sekitar. Setiap hari Minggu, sejak subuh buta, jalanan yang biasanya lengang berubah menjadi hiruk pikuk dengan suara para pedagang yang membuka lapak, kendaraan yang hilir mudik, dan aroma khas dari berbagai bahan pangan lokal. Pasar ini sudah ada sejak zaman kolonial, dan menjadi tempat berkumpul tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk silaturahmi warga desa-desa sekitarnya.

Di antara ratusan pedagang yang setia membuka lapaknya setiap minggu, terdapat seorang bapak paruh baya bernama Pak Anwar. Setiap hari Minggu, Pak Anwar dan istrinya, Bu Sri, berjualan sayuran segar di Pasar Mingguan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Mereka menjual berbagai sayuran seperti kol, kentang, cabai, tomat, dan daun bawang yang mereka panen sendiri.

Anak mereka, Dika, siswa kelas X MIPA, membantu menghitung pendapatan dengan model aljabar yang ia buat:

P=4000a+6000b+12000c+5000d+3000e

Keterangan:

·       a = jumlah kilogram kol

·       b = jumlah kilogram kentang

·       c = jumlah kilogram cabai

·       d = jumlah kilogram tomat

·       e = jumlah ikat daun bawang

Pada suatu minggu, setelah pasar selesai, Pak Anwar memberi tahu Dika jumlah sayuran yang terjual:

  • Kol : yang terjual 25 kg

  • Kentang : yang terjual 20 kg

  • Cabai : yang terjual 15 kg

  • Tomat : yang terjual 30 kg

  • Daun bawang : yang terjual 40 ikat

Dika lalu menggunakan data tersebut untuk menghitung total pendapatan keluarga dari hasil penjualan hari itu.

Berdasarkan cerita, manakah model substitusi yang benar ke dalam bentuk aljabar?

a)

P=4000(20)+6000(25)+12000(30)+5000(15)+3000(40)

b)

P=4000(25)+6000(20)+12000(15)+5000(30)+3000(40)

c)

P=4000(30)+6000(20)+12000(25)+5000(15)+3000(40)

d)

P=4000(25)+6000(15)+12000(20)+5000(30)+3000(40)

e)

P=4000(20)+6000(40)+12000(30)+5000(15)+3000(25)

3.

Ketekunan Pak Anwar dan Perhitungan Dika di Pasar Curup

 

Pasar Mingguan Curup, yang terletak di pusat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, adalah denyut nadi ekonomi masyarakat sekitar. Setiap hari Minggu, sejak subuh buta, jalanan yang biasanya lengang berubah menjadi hiruk pikuk dengan suara para pedagang yang membuka lapak, kendaraan yang hilir mudik, dan aroma khas dari berbagai bahan pangan lokal. Pasar ini sudah ada sejak zaman kolonial, dan menjadi tempat berkumpul tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk silaturahmi warga desa-desa sekitarnya.

Di antara ratusan pedagang yang setia membuka lapaknya setiap minggu, terdapat seorang bapak paruh baya bernama Pak Anwar. Setiap hari Minggu, Pak Anwar dan istrinya, Bu Sri, berjualan sayuran segar di Pasar Mingguan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Mereka menjual berbagai sayuran seperti kol, kentang, cabai, tomat, dan daun bawang yang mereka panen sendiri.

Anak mereka, Dika, siswa kelas X MIPA, membantu menghitung pendapatan dengan model aljabar yang ia buat:

P=4000a+6000b+12000c+5000d+3000e

Keterangan:

·       a = jumlah kilogram kol

·       b = jumlah kilogram kentang

·       c = jumlah kilogram cabai

·       d = jumlah kilogram tomat

·       e = jumlah ikat daun bawang

Pada suatu minggu, setelah pasar selesai, Pak Anwar memberi tahu Dika jumlah sayuran yang terjual:

  • Kol : yang terjual 25 kg

  • Kentang : yang terjual 20 kg

  • Cabai : yang terjual 15 kg

  • Tomat : yang terjual 30 kg

  • Daun bawang : yang terjual 40 ikat

Dika lalu menggunakan data tersebut untuk menghitung total pendapatan keluarga dari hasil penjualan hari itu.

Berapa nilai dari  c jika diketahui c=15 ?

a)

Rp120.000

b)

Rp180.000

c)

Rp150.000

d)

Rp135.000

e)

Rp115.000

4.

Ketekunan Pak Anwar dan Perhitungan Dika di Pasar Curup

 

Pasar Mingguan Curup, yang terletak di pusat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, adalah denyut nadi ekonomi masyarakat sekitar. Setiap hari Minggu, sejak subuh buta, jalanan yang biasanya lengang berubah menjadi hiruk pikuk dengan suara para pedagang yang membuka lapak, kendaraan yang hilir mudik, dan aroma khas dari berbagai bahan pangan lokal. Pasar ini sudah ada sejak zaman kolonial, dan menjadi tempat berkumpul tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk silaturahmi warga desa-desa sekitarnya.

Di antara ratusan pedagang yang setia membuka lapaknya setiap minggu, terdapat seorang bapak paruh baya bernama Pak Anwar. Setiap hari Minggu, Pak Anwar dan istrinya, Bu Sri, berjualan sayuran segar di Pasar Mingguan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Mereka menjual berbagai sayuran seperti kol, kentang, cabai, tomat, dan daun bawang yang mereka panen sendiri.

Anak mereka, Dika, siswa kelas X MIPA, membantu menghitung pendapatan dengan model aljabar yang ia buat:

P=4000a+6000b+12000c+5000d+3000e

Keterangan:

·       a = jumlah kilogram kol

·       b = jumlah kilogram kentang

·       c = jumlah kilogram cabai

·       d = jumlah kilogram tomat

·       e = jumlah ikat daun bawang

Pada suatu minggu, setelah pasar selesai, Pak Anwar memberi tahu Dika jumlah sayuran yang terjual:

  • Kol : yang terjual 25 kg

  • Kentang : yang terjual 20 kg

  • Cabai : yang terjual 15 kg

  • Tomat : yang terjual 30 kg

  • Daun bawang : yang terjual 40 ikat

Dika lalu menggunakan data tersebut untuk menghitung total pendapatan keluarga dari hasil penjualan hari itu.

Jika hanya kol dan cabai yang terjual, maka model aljabarnya menjadi:

a)

P=4000a+12000c

b)

P=4000c+12000a

c)

P=4000a+5000c

d)

P=6000a+12000c

e)

P=3000a+5000c

5.

Bazar Makanan dalam Rangka Hari Lahir Bengkulu

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Lahirnya Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan komunitas lokal mengadakan serangkaian acara di Sport Center Bengkulu. Salah satu acara yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Bazar Makanan Tradisional dan Modern, yang diikuti oleh para siswa dan UMKM kuliner.

Pada bazar tersebut, salah satu stand makanan yang cukup ramai dikunjungi menyediakan berbagai makanan lezat dalam bentuk paket-paket hemat. Stand ini mengusung tema “Cita Rasa Nusantara & Asia” dan menyajikan tiga jenis makanan favorit seperti pada gambar:

 

Karena banyaknya pengunjung dan demi efisiensi pelayanan, makanan hanya dijual dalam bentuk paket, bukan secara satuan. Berikut adalah daftar harga dan isi setiap paket makanan yang ada pada tabel:

a)

Cilok pedas = Rp16.000,00

Ayam fillet = Rp12.000,00

Dimsum = Rp10.000,00

b)

Cilok pedas = Rp12.000,00

Ayam fillet = Rp18.000,00

Dimsum = Rp20.000,00

c)

Cilok pedas = Rp16.000,00

Ayam fillet = Rp20.000,00

Dimsum = Rp16.000,00

d)

Cilok pedas = Rp14.000,00

Ayam fillet = Rp20.000,00

Dimsum = Rp18.000,00

e)

Cilok pedas = Rp12.000,00

Ayam fillet = Rp12.000,00

Dimsum = Rp18.000,00

6.

 Kisah Pak Andi, Pedagang Hasil Bumi dari Kepahiang

 

Pak Andi adalah seorang pedagang hasil bumi yang telah puluhan tahun menetap di Kabupaten Kepahiang. Ia dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sosok yang ulet dan rajin dalam mengelola usahanya. Setiap pagi, ia membawa hasil pertanian seperti kopi robusta, cengkeh, dan lada hitam ke pasar tradisional. Komoditas tersebut merupakan unggulan daerah Kepahiang dengan kualitas ekspor yang tinggi dan banyak diminati hingga ke luar negeri.

Melihat potensi yang besar dari bisnisnya, Pak Andi mulai berpikir lebih serius tentang cara mengelola usahanya agar lebih efisien dan menguntungkan. Selama beberapa hari terakhir, Pak Andi mencatat dengan rinci setiap transaksi penjualan yang ia lakukan. Meskipun demikian, jumlah penjualan setiap hari bisa berbeda-beda tergantung dari permintaan para pembeli yang datang ke lapaknya. Dalam catatannya, Pak Andi menyimpan data berupa jumlah kilogram yang terjual dari masing-masing komoditas serta total pendapatan yang ia peroleh dalam satu hari.

Berikut ini adalah data penjualan Pak Andi selama tiga hari terakhir:

Berdasarkan data penjualan Pak Andi selama tiga hari terakhir, ia ingin mengetahui harga jual per kilogram dari masing-masing komoditas: kopi, cengkeh, dan lada hitam. Informasi ini penting untuk menyusun strategi harga dan memperkirakan keuntungan usahanya. Manakah dari pernyataan berikut yang benar?

a)

Harga jual lada hitam per kilogramnya adalah Rp50.000,00

b)

Harga total untuk 1 kg kopi dan 1 kg cengkeh adalah Rp135.000,00

c)

Harga jual per kilogram kopi lebih tinggi dari harga cengkeh.

d)

Harga jual per kilogram cengkeh lebih murah dari harga lada hitam

e)

Harga jual 1 kg cengkeh dan 1 kg lada hitam adalah Rp125.000,00.

7.

Harga Tiket Konser Bunga Rafflesia

Andre adalah seorang siswa kelas 11 di SMAN 2 Kota Bengkulu. Selain dikenal sebagai murid yang rajin belajar, Andre juga sangat gemar mengikuti kegiatan seni dan budaya. Suatu hari, ia mendapatkan kabar gembira dari guru seni bahwa akan diadakan sebuah konser besar berjudul “Harmoni Rafflesia” yang bertujuan untuk memperkenalkan keindahan bunga rafflesia serta kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat luas.

Konser tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Merdeka, lokasi favorit untuk berbagai acara besar di kota Bengkulu. Acara ini direncanakan berlangsung selama satu malam penuh pada bulan Muharram, menghadirkan berbagai musisi terkenal dari dalam maupun luar daerah. Selain pertunjukan musik, konser ini juga akan dimeriahkan dengan tarian tradisional serta pameran seni. Panitia menetapkan dua jenis tiket, yang ada pada tabel sebagai berikut:

Berita tentang konser menyebar dengan cepat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Bengkulu. Setelah beberapa hari masa penjualan, panitia berhasil menjual total sebanyak 2.500 tiket dari kedua kategori dan mencatat pendapatan sebesar Rp325.000.000.

Berdasarkan informasi di atas, berapakah jumlah tiket pelajar yang berhasil terjual pada konser “Harmoni Rafflesia”?

a)

500 tiket

b)

750 tiket

c)

1.000 tiket

d)

1.250 tiket

e)

1.500 tiket

8.

Penjualan oleh-oleh Kain Besurek

 

Saat musim liburan tiba, Kota Bengkulu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Salah satu tempat favorit adalah toko oleh-oleh tradisional yang menjual kerajinan khas daerah, termasuk kain besurek. Kain ini dikenal dengan motif kaligrafi dan keunikan dari desainnya.

Di sebuah toko oleh-oleh yang terletak di dekat Pantai Panjang milik  Ibu Siti, menyediakan dua jenis ukuran kain besurek: ukuran kecil dan ukuran besar. Harga satu potong kain besurek ukuran kecil adalah Rp75.000,00, sementara ukuran besar dijual seharga Rp 120.000,00. Kain ukuran besar biasanya lebih digemari oleh wisatawan yang bisa dijadikan sebagai kain sarung, selendang, atau bahkan dekorasi dinding.

Pada hari Minggu, toko Ibu Siti ramai dipadati oleh pembeli. Wisatawan antusias memilih motif kain yang beragam sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah dan makna dari motif besurek. Setelah toko tutup, Ibu Siti menghitung jumlah transaksi pada hari itu. Ia berhasil menjual 40 potong kain besurek dalam sehari, dan memperoleh total pendapatan sebesar Rp3.900.000,00.

Ibu Siti ingin mengetahui dari total 40 potong kain besurek yang terjual tersebut, berapakah jumlah kain besurek ukuran besar yang terjual hari itu?

a)

10 potong

b)

15 potong

c)

20 potong

d)

25 potong

e)

30 potong

9.

Membawa Rasa Bengkulu

Bu Siska akan melakukan dinas ke Sumatera Selatan, tempat tinggal keluarga besar dari pihak ibunya. Bu Siska menyusun rencana oleh-oleh yang akan dibawa. Oleh-oleh yang akan dibawa oleh Bu Siska yang pertama adalah bay tat yaitu kue tradisional Bengkulu berbentuk bundar dengan isian nanas dan rasa manis yang khas, konon dulunya hanya disajikan di lingkungan bangsawan Melayu. Oleh-oleh yang kedua adalah kopi 1001 yaitu kopi legendaris dari Bengkulu yang dikenal memiliki aroma kuat dan cita rasa pekat yang sangat cocok bagi penikmat kopi sejati, dan yang terakhir Bu Siska memilih sirup kalamansi yaitu minuman khas Bengkulu berbahan jeruk kalamansi yang menyegarkan dan dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.

Saat berjalan di pasar oleh-oleh, Bu Siska mengamati variasi harga dan ukuran yang tersedia tanpa melebihi anggaran yang telah ia tetapkan. Pada setiap pembelian oleh-oleh itu, pembeli dikenakan pajak sebesar 10%. Berkaitan dengan itu, Bu Siska melihat beberapa paket oleh-oleh makanan khas Bengkulu yang dijual di toko Giwigewi dan toko Ricka yang dibagikan orang sebagai promosi seperti pada gambar berikut.

Bu Siska ingin membeli beberapa paket yang dimana  tiap paket berisi paling sedikit dua jenis makanan. Paket yang akan dibuat, isinya tidak harus sama. Jika bu Siska memiliki dana sebesar Rp 195.000,00 dan menginginkan setiap paket hadiah harus ada kue bay tat dan kopi 1001, maka paket yang dapat dibeli adalah, kecuali….

a)

1 paket sedang + 1 paket hemat

b)

1 paket ekonomis + 1 paket sedang

c)

1 paket lengkap + 3 paket murah

d)

2 paket sedang + 2 paket murah

e)

1 paket lengkap + 2 paket murah

10.

Batik Besurek

 

Batik Besurek memiliki ciri khas yang membedakannya dengan batik dari daerah lain di Indonesia. Motifnya sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Bengkulu, baik itu alam, fauna, flora, maupun kehidupan sehari-hari. Salah satu ciri khas dari batik Besurek adalah penggunaan motif geometris yang sangat khas, yang disebut "besurek", yang berarti "berkisar" atau "berputar".

Batik Besurek ini tidak hanya diproduksi untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual. Setiap motif yang digambar memiliki arti tersendiri dan biasanya disesuaikan dengan tujuan atau acara tertentu. Keindahan dan nilai seni yang terkandung dalam setiap helai kain batik Besurek membuatnya dihargai tinggi, motif yang berbeda membuat harga juga berbeda, tergantung pada Tingkat kerumitan desain, teknil pembuatannya, serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya.  

Seorang pengrajin menjual tiga jenis batik Besurek:

·     Motif B adalah 20% lebih mahal dari motif A

·     Motif C adalah 30% lebih mahal dari motif B

Pada sebuah pameran budaya di Bengkulu, seorang pembeli membeli

·     4 meter motif A

·     3 meter motif B

·     2 meter motif C

Pembeli mendapatkan diskon 10 % dari total pembelian kotor, lalu membayar pajak PPN 11% dari harga setelah diskon, total yang dibayar pembeli adalah….

a)

Rp2.182.173,00

b)

Rp2.184.173,00

c)

Rp2.186.173,00

d)

Rp2.188.173,00

e)

Rp2.175.173,00