wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UPRAK FISIKA FARMASI

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

metode yang digunakan untuk mengetahui rapat jenis semu dari suatu sampel serbuk adalah

a)

shieve shaker

b)

tap density

c)

ayakan manual

d)

mikroskop

2.

Bobot jenis digunakan untuk mengukur massa jenis (rapat jenis) suatu zat, baik dalam bentuk cair maupun serbuk halus, secara akurat. dibawah ini manakah alat yang digunakan dalam penentuan bj sampel cair dalam praktikum

a)

b)

c)

d)

3.

seorang ttk ingin memastikan BJ sampel VCO apakah sesuai iteratur. berapa hasil yang diperoleh bila :

Dik: berat piknometer kosong :20 gram

Berat Piknometer+ isi vco : 48 gram

VCO 25 ml

ditanya bj sampel...?

a)

1,2 g/mL

b)

1,12 g/mL

c)

12 mg/mL

d)

121 mg/mL

4.

Seorang calon TVF mendapatkan tugas saat praktikum, Dia akan melakukan perhitungan Bobot jenis sampel sukrosa dengan menggunakan metode gelas ukur yang digetarkan. bila

Dik: sukrosa yang ditimbang 25 gram dan volume awal sampel dimasukan 50 ml dan volume mampat 35 ml. hitunglah bobot jenis nyata sampel sukrosa

a)

5 gram/ml

b)

0,5 mg/ml

c)

0,5 gram/ml

d)

0,05 gram/ml

5.

Seorang calon TVF mendapatkan tugas saat praktikum, Dia akan melakukan perhitungan Bobot jenis sampel sukrosa dengan menggunakan metode gelas ukur yang digetarkan. bila

Dik: sukrosa yang ditimbang 25 gram dan volume awal sampel dimasukan 50 ml dan volume mampat 35 ml. hitunglah bobot jenis mampat sampel sukrosa....

a)

7,1 g/ml

b)

0,71 mg/ml

c)

0,71 g/ml

d)

7,10g/ml

6.

Seorang mahasiswa mengukur ukuran partikel serbuk paracetamol menggunakan ayakan bertingkat. Berdasarkan hasilnya, sebagian besar partikel melewati ayakan no. 35 tetapi tertahan di no. 60. berapa ukuran pori ayakan tersebut?

a)

1000

b)

500

c)

250

d)

125

7.

Apa tujuan utama penggunaan sieve shaker dibanding pengayakan manual dalam mikromeritik?

a)

. Menghindari partikel halus mengendap

b)

Mengurangi waktu pelarutan obat

c)

Memisahkan serbuk berdasarkan warna

d)

Meningkatkan ketepatan ukuran partikel dan reproduktibilitas

8.

(soal mikromeritik )Berapakah total massa serbuk yang digunakan?

a)

12 gram

b)

15 gram

c)

18 gram

d)

20 gram

9.

Mengapa sieve shaker digunakan dalam analisis ukuran partikel serbuk farmasi?

a)

Untuk meningkatkan kelarutan obat dalam air

b)

Untuk mengetahui distribusi ukuran partikel secara presisi dan efisien

c)

Untuk memisahkan serbuk berdasarkan warna

d)

Untuk mensterilkan serbuk sebelum kompresi

10.

(soal mikromertik) hitunglah persen tertinggal dari mesh 18" bila

Dik: Bobot tertinggal             = 0,15 gram

              Total bobot tertinggal  = 19,2 gram

a)

0,78 gram

b)

0,0078 gram

c)

0,028 gram

d)

0,0028 gram

11.

Salah satu penyebab buruknya daya alir serbuk adalah...

a)

Distribusi partikel normal

b)

Sudut diam <20°

c)

Kelembaban tinggi dan partikel sangat halus

d)

Ukuran partikel seragam

12.

berapa lama waktu yang diperlukan untuk shieve shaker bekerja ?

a)

2 menit

b)

5 menit

c)

10 menit

d)

12 menit

13.

Satuan viskositas dinamis dalam Sistem Internasional (SI) adalah...

a)

g/mL

b)

Pascal

c)

Pascal.Second (Pa.s)

d)

N/m2

14.

Cairan Newtonian memiliki ciri-ciri berikut, kecuali...

a)

Hubungan linier antara tegangan geser dan laju geser

b)


Memiliki viskositas tetap

c)

Contohnya adalah air dan etanol

d)

Viskositas berubah terhadap kecepatan geser

15.

Sediaan mana yang biasanya bersifat non-Newtonian?

a)

air

b)

etanol

c)

Na-CMC 2%

d)

Air teh

16.

Alat yang umum digunakan untuk mengukur viskositas cairan adalah...

a)

Piknometer

b)

Titrator

c)

Viscometer

d)

Spatula

17.

Pada cairan Newtonian, gaya geser (shear stress, τ) yang harus diberikan berbanding lurus dengan laju geser (shear rate, γ̇) sampel yang memberikan nilai berbanding lurus dengan pernyataan diatas adalah...?

a)

air

b)

vco

c)

Na-cmc 1%

d)

Span

18.

dibawah ini manakah yang masuk dalam grafik newtonian

a)

b)

c)

d)

19.

Salah satu fungsi emulgator adalah...

a)

Menurunkan titik didih emulsi

b)

Menurunkan tegangan antar muka antara dua cairan

c)

Meningkatkan kelarutan lemak dalam air

d)

Meningkatkan tekanan osmotik emulsi

20.

seorang mahasiswa akan menghitung kebututhan bahan untuk membuat suatu emulsi dengan HLB 12 bila diketahui

VCO 30 %

Tween + Span (5%)

air ad 100

catatan : nilai hlb tween 15 dan span 4,3

soal : gram vco yang akan ditimbang...?

a)

3 gram

b)

30 gram

c)

0,3 gram

d)

30 mg

21.

seorang mahasiswa akan menghitung kebututhan bahan untuk membuat suatu emulsi dengan HLB 12 bila diketahui

VCO 30 %

Tween + Span (5%)

air ad 100

catatan : nilai hlb tween 15 dan span 4,3

soal : berapa gram tween dan span yang akan ditimbang...?

a)

tween 0,36 gram

span 0,14 gram

b)

tween 7,7gram

span 3 gram

c)

tween 3,6 gram

span 1,4 gram

d)

tween 6,3 gram

span 3 gram

22.

Emulsi yang menunjukkan pembalikan tipe dari O/W menjadi W/O kemungkinan disebabkan oleh...

a)

Pendinginan

b)

Pengenceran dengan air

c)

Penambahan emulgator lipofilik dalam jumlah berlebih

d)

Pengocokan ringan

23.

Koalesensi dalam emulsi terjadi ketika...

a)

Globul-globul kecil bergabung membentuk globul besar

b)

Terjadi pencampuran fasa air ke fasa minyak

c)

Emulgator terlarut seluruhnya

d)

Globul minyak menyusut akibat penguapan

24.

hitunglah tinggi pemisahan untuk waktu ke 5,10,15 menit

a)

5menit : 20%

10 menit : 40 %

15 menit : 34 %

b)

5menit : 20%

10 menit : 4 %

15 menit : 14 %

c)

5menit : 0,2%

10 menit : 0,4 %

15 menit : 14 %

25.

Mufida melakukan percobaan kelarutan menggunakan sampel asam salisilat sebanyak 1 g pada aquades suhu kamar dengan volume 50 ml. Berat kertas saring kosong yang didapatkan yaitu 0,75 g, sedangkan berat kertas saring yang sudah ada residu yaitu 1,65 g. Berapa konsentrasi asam salisilat yang terlarut?

a)

0,0002 g/mL

b)

0,001 g/mL

c)

0,002 g/mL

d)

0,020 g/mL

26.

Tia melakukan percobaan kelarutan menggunakan sampel asam salisilat sebanyak 1 g pada aquades suhu kamar dengan volume 50 ml. Berat kertas saring kosong yang didapatkan yaitu 0,75 g, sedangkan berat kertas saring yang sudah ada residu yaitu 1,65 g. Berapa jumlah zat terlarut asam salisilat?

a)

0,9 g

b)

0,2 g

c)

1 g

d)

0,1 g

27.

Abi melakukan pengujian kelarutan terhadap sampel X dan memperoleh hasil bahwa sebanyak 0,22 gram sampel X larut sempurna dalam 50 mL aquades pada suhu kamar. Berdasarkan konsentrasi tersebut, bagaimana klasifikasi kelarutan sampel X menurut istilah kelarutan?

a)

sangat mudah larut

b)

mudah larut

c)

agak sukar larut

d)

sukar larut

28.

Indah melakukan suatu pengujian, senyawa Z dilarutkan dalam dua pelarut tidak saling campur:  minyak dan air. Setelah dilakukan penentuan kadar, diperoleh konsentrasi senyawa Z di fase minyak sebesar 25 mg/mL dan di fase air sebesar 0,25 mg/mL. Berdasarkan data tersebut, berapakah nilai log P dari senyawa Z?

a)

100

b)

2

c)

0,01

d)

-2

29.

Diketahui dua senyawa, A dan B, masing-masing memiliki log P sebesar 0,5 dan 3,0. Berdasarkan data tersebut, manakah pernyataan berikut yang benar?

a)

Senyawa B lebih lipofilik daripada senyawa A

b)

Senyawa B lebih hidrofilik daripada senyawa A

c)

Senyawa A lebih mudah larut dalam lemak dibanding senyawa B

d)

Senyawa A lebih mungkin melintasi membran lipid dibanding senyawa B

30.

Ikhsan melarutkan natrium klorida (NaCl) ke dalam air panas dan menemukan bahwa kelarutannya meningkat dibanding saat menggunakan air dingin. Fenomena ini menunjukkan bahwa kelarutan dipengaruhi oleh…

a)

Tekanan

b)

Suhu

c)

Volume pelarut

d)

Ukuran molekul pelarut

31.

Kompleksasi obat adalah proses pembentukan kompleks antara molekul obat dengan senyawa lain. Tujuan dari pembentukan kompleks ini umumnya adalah untuk...

a)

Meningkatkan rasa pahit obat

b)

Meningkatkan stabilitas, kelarutan, atau bioavailabilitas obat

c)

Menurunkan harga produksi obat

d)

Mengurangi berat molekul obat

32.

Susanti melakukan penetapan kadar senyawa asam salisilat menggunakan metode titrasi asam-basa Larutan baku yang digunakan sebagai titran adalah Natrium Hidroksida (NaOH). Volume awal NaOH pada buret tercatat 5 mL, dan setelah titrasi menunjukkan titik akhir (indikator berubah warna menjadi pink), volume akhir tercatat 15 mL. Berapakah volume larutan NaOH yang telah digunakan selama titrasi?

a)

5 ml

b)

10 ml

c)

15 ml

d)

20 ml

33.

Diandra melakukan titrasi asam salisilat dengan berat 0,1 g (BE = 138,12) sebanyak 10 mL dengan larutan baku NaOH konsentrasi 0,1 N. Volume larutan NaOH yang telah digunakan selama titrasi sebanyak 7 mL. Berapa nilai %kadar asam salisilat?

a)

0,966%

b)

9,668%

c)

96,68%

d)

966,8%

34.

Penggunaan variasi jumlah zat pengompleks pada asam salisilat bertujuan untuk...

a)

Mengetahui pengaruh jumlah zat pengompleks terhadap pembentukan kompleks dan kelarutan asam salisilat

b)

Menurunkan pH larutan secara drastis

c)

Menentukan titik didih optimum dari kompleks

d)

Meningkatkan viskositas larutan

35.

Tujuan dari titrasi asam-basa dalam penetapan kadar senyawa obat adalah untuk...

a)

Menentukan berat molekul obat

b)

Mengetahui jumlah/kadar zat aktif

c)

Meningkatkan kelarutan senyawa

d)

Mengubah bentuk kristal senyawa

36.

Putri diminta untuk membuat 100 mL larutan asam salisilat dengan konsentrasi 5000 ppm. Berapa gram asam salisilat yang harus ditimbang?

a)

50 g

b)

5 g

c)

0.5 g

d)

0.05 g

37.

Sandrilla melakukan percobaan disolusi obat asam mefenamat dengan cara memasukkan tablet asam mefenamat ke dalam sebuah keranjang yang akan berputar, tipe alat disolusi yang digunakan adalah…

a)

Tipe 1 Basket (Keranjang)

b)

Tipe 2 Paddle (Dayung)

c)

Tipe 3 Reciprocating Cylinder

d)

Tipe 4 Flow-through Cell

38.

Aditya melakukan percobaan disolusi obat asam mefenamat 500 mg dan diuji menggunakan alat disolusi dengan medium 900 mL pada suhu 37°C. Sampel diambil setelah 30 menit, dan dari analisis kadar diperoleh bahwa konsentrasi parasetamol dalam medium disolusi adalah 0, 5 mg/mL. Berapa nilai %Q pada waktu tersebut?

a)

90%

b)

0,9%

c)

0,1%

d)

10%

39.

Nilai %Q asam mefenamat adalah 75% dalam 45 menit. Artinya adalah…

a)

Sebanyak 75 mL media telah digunakan dalam uji disolusi

b)

Sebanyak 75% dari zat aktif telah terlarut ke dalam media uji setelah 45 menit

c)

Tablet mengandung 75 mg asam mefenamat dan seluruhnya larut dalam 45 menit

d)

Tablet hanya 75% hancur dalam waktu 45 menit

40.

Alfiana melakukan titrasi untuk menentukan kadar tablet asam mefenamat hasil disolusi menit ke 30. Titrasi dilakukan menggunakan titran NaOH dengan konsentrasi 0,1 N. Volume NaOH yang digunakan adalah 5 mL, sedangkan volume asam mefenamat yang dititrasi sebanyak 10 mL. Berapa konsentrasi dari asam mefenamat?

a)

20 N

b)

0,05 N

c)

0,2 N

d)

5 N

41.

Rifaldi melakukan pengambilan sampling sebanyak 10 mL saat proses disolusi untuk penetapan kadar. Setelah itu, Rifaldi kembali menambahkan 10 mL pelarut ke dalam alat disolusi. Apa tujuan penambahan pelarut tersebut?

a)

Untuk mempercepat proses pelarutan tablet

b)

Untuk menjaga volume medium disolusi tetap konstan

c)

Untuk mencairkan sisa partikel tablet di dasar bejana

d)

Untuk meningkatkan kelarutan zat aktif dalam media

42.

Berapa volume medium disolusi yang digunakan?

a)

90 ml

b)

900 ml

c)

10 ml

d)

100 ml

43.

Penentuan kadar obat pada proses penyimpanan suhu 60°C merupakan pengujian stabilitas…

a)

Fisika

b)

Kimia

c)

Biologi

d)

Mikrobiologi

44.

Nilai k pada stabilitas obat merupakan...

a)

Waktu paruh obat

b)

Waktu kadaluwarsa obat

c)

Konstanta laju degradasi obat terhadap waktu

d)

Kadar obat setelah penyimpanan

45.

Waktu kadaluwarsa obat yaitu…

a)

Waktu total pembuatan obat

b)

Waktu dimana kadar obat <90% dari kadar awal

c)

Waktu penyimpanan obat di gudang

d)

Jangka waktu pemakaian setelah kemasan dibuka

46.

Tetin melakukan percobaan stabilitas obat asam salisilat, hasil konsentrasi pada menit ke 0 didapatkan 5000 ppm. Setelah 15 menit hasil konsentrasi menurun menjadi 4930 ppm. Berapa nilai k apabila mengikuti orde reaksi 1?

a)

0,0009 menit-1

b)

4,667 menit-1

c)

70 menit-1

d)

0,014 menit-1

47.

Diketahui nilai konstanta laju reaksi suatu obat mengikuti kinetika orde 1 adalah k = 0,0183 bulan⁻¹. Hitung waktu paruh (t½) dari obat tersebut!

a)

37 Bulan

b)

37 menit

c)

0,026 menit

d)

0,026 Bulan

48.

  Dengan nilai k = 0,0176 bulan⁻¹, berapa waktu yang dibutuhkan agar kadar obat turun menjadi 90% (shelf life)?

a)

5,9 Bulan

b)

0,167 Bulan

c)

1,5 Bulan

d)

0,01 Bulan

49.

Manakah pernyataan berikut yang benar terkait pengaruh suhu terhadap laju degradasi obat?

a)

Semakin rendah suhu penyimpanan, laju degradasi obat meningkat

b)

Suhu tidak memengaruhi kestabilan senyawa kimia dalam sediaan obat

c)

Kenaikan suhu akan mempercepat laju degradasi obat

d)

Suhu hanya berpengaruh pada bentuk sediaan padat, tidak cair.

50.

tuliskan pesan dan kesanmu selamat praktikum fisika farmasi. apa yang harus menjadi evaluasi dalam kegiatan praktikum

(a)