wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS AUDITING I 2025.1

Total questions: 71

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

(a)   adalah tingkat salah saji yang dapat mempengaruhi pertimbangan pengguna laporan keuangan.

2.

Materialitas salah saji ditentukan pada dua tingkat, yaitu:

1.Tingkat (a)   secara keseluruhan.

  1. 2.Tingkat segmen audit (transaksi, saldo akun, dan  pengungkapan), dikenal dengan istilah performance materiality.

3.

Materialitas tingkat (a)   penting untuk ditetapkan, karena audit laporan keuangan pada dasarnya adalah audit untuk elemen-elemen laporan keuangan.

4.

Materialitas adalah asesmen yang bersifat (a)   , bukan bersifat absolut atau mutlak.

5.

Potensi salah saji, semakin kecil potensi salah saji, semakin (a)   alokasi materialitas, artinya semakin besar toleransi terhadap temuan salah saji, begitu pula sebaliknya.

6.

SPI lemah --> potensi salah saji besar --> materialitas (a)   (toleransi terhadap salah saji kecil) --> bukti audit relatif banyak.

7.

Salah saji (a)   adalah salah saji yang ditemukan oleh auditor.

8.

SPI Kuat --> Risiko pengendalian rendah --> Risiko bawaan rendah --> Potensi salah saji kecil --> Materialitas besar --> Risiko deteksi besar  --> Risiko Audit besar --> Bukti audit (a)  

9.

Tujuan (a)   adalah memastikan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik karena kesalahan yang tidak disengaja (error) maupun karena kesalahan yang disengaja (fraud).

10.

AICPA memberikan tiga pedoman untuk mencegah dan mendeteksi fraud:

1.Mengembangkan budaya kejujuran dan etika yang tinggi.

2.Manajemen bertanggungjawab dalam mengevaluasi risiko kecurangan.

3.Pemantauan oleh (a)  

11.

Sinyal fraud pada pendapatan diantaranya adalah dari prosedur analitis, adanya persentase laba kotor (gross margin) dan perputaran piutang yang menyimpang jauh dari data (a)  

12.

Tanggungjawab pada saat ditemukan dugaan pelaku fraud, kecuali...

a)

Melakukan wawancara kritis dan analitis

b)

Evaluasi hasil wawancara

c)

Memberdayakan software untuk analisis data.

d)

Mempersempit pengujian substantif.

e)

Melakukan observasi perilaku terduga pelaku fraud

13.

(a)   adalah bukti yang dikumpulkan dan diuji oleh auditor untuk menentukan apakah laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berlaku (sesuai dengan SAK/sesuai dengan framework pelaporan keuangan – financial reporting framework).

14.

Bukti audit laporan keuangan terdiri dari:
1. Bukti pembukuan
2. Bukti (a)  

15.

Kompetensi bukti dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali:

a)

Relevansi bukti

b)

Sumber bukti

c)

Kemutakhiran bukti

d)

Subjektivitas bukti

e)

Sirkulasi bukti

16.

(a)   adalah risiko salah saji yang disebabkan oleh karakteristik objek audit, bukan karena kelemahan sistem pengendalian, misalnya kesalahan karena faktor kerumitan standar akuntansi, faktor volume transaksi dst.

17.

(a)   adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh auditor untuk mengumpulkan dan menguji bukti audit.

18.

Prosedur pemahaman SPI dan pengujian SPI ditujukan untuk mengukur kecukupan dan efektifitas SPI dalam mencegah potensi (a)  

19.

Sifat audit berhubungan dengan kedalaman audit, saat audit berhubungan dengan waktu pelaksanaan audit, dan luas audit berhubungan dengan (a)   bukti audit.

20.

Pengujian (a)   adalah pengujian kewajaran saldo akun atau asersi manajemen.

21.

Prosedur audit akan menghasilkan (a)  

22.

(a)   audit adalah seluruh dokumen pelaksanaan audit yang dikumpulkan atau dibuat oleh auditor selama proses pelaksanaan audit, mulai dari perencanaan audit sampai dengan pelaporan hasil audit.

23.

Kertas kerja audit adalah milik (a)  

24.

Meningkatnya tuntutan terhadap KAP banyak disebabkan oleh ketidakfahaman masyarakat terhadap permasalahan-permasalahan berikut ini, kecuali...

a)

Kegagalan bisnis.

b)

Resesi ekonomi global.

c)

Kegagalan audit.

d)

Risiko audit.

25.

Tuntutan terhadap auditor pada dasarnya hanya bisa dilakukan pada saat yang terjadi adalah...

(a)  

26.

Situasi dan kondisi tertentu, yang membuat secara tidak sengaja auditor tidak menerapkan kehati-hatian profesional, dan kasus serupa bisa saja terjadi pada auditor profesional yang lain.

a)

Ordinary negligence

b)

Gross negligence

c)

Constructive fraud

d)

Breach of contract

27.

Jenis tanggung jawab legal auditor, kecuali...

a)

Tanggungjawab kepada klien

b)

Tanggungjawab kepada pihak ketiga

c)

Tanggungjawab kepada publik

d)

Menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai

28.

Asosiasi profesi dapat menempuh sejumlah langkah untuk melindungi anggota profesi dari potensi tuntutan hukum, antara lain, kecuali...

a)

Mengembangkan model perlindungan hukum dari potensi tuntutan legal yang tidak objektif (nonmeritorious litigation).

b)

Meningkatkan kualitas audit (standar audit) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna laporan audit.

c)

Mengedukasi pengguna laporan audit tentang keterbatasan praktik audit.

d)

Mempraktikkan skeptisme profesional secara sehat (healthy professional skepticism).

29.

Prinsip untuk hanya mempercayai kebenaran atau kewajaran suatu asersi (pernyataan) berdasarkan pengujian audit, disebut...

(a)  

30.

Yang tidak merupakan karakteristik skeptisme profesional, yaitu:

a)

Pola pikir mempertanyakan.

b)

Memperluas pemahaman.

c)

Pemahaman personal

d)

Otonomi

31.

Audit laporan keuangan dilakukan dengan pendekatan siklus transaksi keuangan. Siklus transaksi keuangan terjadi sesuai dengan urutan kegiatan dalam organisasi, yang terdiri dari, kecuali...

a)

Siklus pendanaan

b)

Siklus investasi aset tetap

c)

Siklus produksi/konversi

d)

Siklus hutang

32.

Klasifikasi siklus transaksi dalam buku Alvin A. Arens dan Haryono Jusup adalah, kecuali...

a)

Siklus penjualan dan penagihan (sales and collection cycle)

b)

Siklus persediaan dan penggudangan (inventory and warehousing cycle)

c)

Siklus perolehan modal dan pembayaran (capital acquisition and repayment cycle)

d)

tidak ada jawaban yang benar

33.

Pernyataan langsung dan tak langsung oleh manajemen tentang transaksi keuangan, akun, dan pengungkapan, yang disajikan dalam laporan keuangan, adalah definisi dari...

(a)  

34.

Klasifikasi asersi manajemen menurut PCAOB, kecuali...

a)

Eksistensi atau terjadinya

b)

Penyajian dan pengungkapan

c)

Kelengkapan

d)

Pisah batas transaksi

35.

Auditor harus memperoleh (a)   yang mencukup guna mendukung semua asersi manajemen dalam laporan keuangan.

36.

Analisislah situasi berikut, asersi mana yang harus diperhatikan:

PT. A melaporkan Aset Mesin senilai Rp200.000.000 yang dilaporkan pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2016. Ada 2 mesin senilai 30 juta (dari total 200 juta yang dilaporkan) yang ternyata adalah mesin yang disewa dari Supplier Z. Mesin ini hanya disewa selama 5 tahun dan tanggung jawab pengelolaan mesin ini masih pada Supplier Z.

a)

Rights and Obligations (hak dan kewajiban)

b)

Valuation and allocation (penilaian dan alokasi)

c)

Completeness (kelengkapan)

d)

Existence (eksistensi)

37.

Analisislah situasi berikut, asersi mana yang harus diperhatikan:

PT. A melaporkan Aset Mesin senilai Rp200.000.000 yang dilaporkan pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2016. 1 mesin senilai 18 juta (dari total 200 juta yang dilaporkan) ternyata sudah tidak digunakan oleh perusahaan karena teknologi mesin yang sudah tidak relevan.

a)

Rights and Obligations (hak dan kewajiban)

b)

Valuation and allocation (penilaian dan alokasi)

c)

Completeness (kelengkapan)

d)

Existence (eksistensi)

38.

Analisislah situasi berikut, asersi mana yang harus diperhatikan:

PT. A melaporkan Aset Mesin senilai Rp200.000.000 yang dilaporkan pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2016. Perusahaan mencatan depresiasi mesin dengan metode double-declining.

a)

Rights and Obligations (hak dan kewajiban)

b)

Valuation and allocation (penilaian dan alokasi)

c)

Completeness (kelengkapan)

d)

Existence (eksistensi)

39.

Analisislah situasi berikut, asersi mana yang harus diperhatikan:

PT. A melaporkan Aset Mesin senilai Rp200.000.000 yang dilaporkan pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2016. Perusahaan mencatat bahwa mereka memiliki mesin di Pabrik Sumatera senilai 35 juta (dari total 200 juta). Ternyata baru diketahui bahwa mesin tersebut hancur karena kebakaran hebat pada tanggal 10 Desember 2016.

a)

Rights and Obligations (hak dan kewajiban)

b)

Valuation and allocation (penilaian dan alokasi)

c)

Completeness (kelengkapan)

d)

Existence (eksistensi)

40.

(a)   adalah sistem yang dirancang untuk mengendalikan kegiatan internal organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

41.

(a)   bertanggungjawab penuh terhadap perancangan dan implementasi SPI, untuk menjamin keandalan proses bisnis dan pelaporan keuangan.

42.

Keyakinan memadai (reasonable assurance), dalam arti bahwa SPI dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai, bukan keyakinan (a)   , terhadap kewajaran laporan keuangan.

43.

Dalam audit laporan keuangan, (a)   bertanggungjawab untuk memahami dan menguji SPI.

44.

Aktifitas (a)   yaitu tindakan kongkrit untuk mengendalikan risiko kesalahan, kecurangan, dan inefisiensi.

45.

Prinsip pemisahan fungsi, diantaranya adalah pemisahan fungsi penyimpanan aset, fungsi pembukuan dan fungsi (a)  

46.

Prinsip dokumen transaksi mencakup, kecuali...

a)

Bernomor urut tercetak (prenumbered form)

b)

Dibuat tidak bersamaan dengan terjadinya transaksi

c)

Dirancang multi fungsi

d)

Mudah dibuat, kecil potensi salah isi dan potensi penyalahgunaan.

47.

(a)   adalah pemantauan atas kesesuaian SPI dengan lingkunganyang berubah secara berkelanjutan.

48.

(a)   adalah ketidakmampuan sistem pengendalian untuk mencegah atau mendeteksi salah saji dengan segera. Celah pengendalian terjadi pada saat pengendalian yang diperlukan tidak ada atau tidak dirancang dengan tepat.

49.

Temuan tentang celah pengendalian (significant deficiency) dan kelemahan material (material weakness) penting untuk dilaporkan secara tertulis kepada (a)   .

50.

Kelemahan-kelemahan SPI yang tidak signifikan dilaporan tersendiri melalui surat terpisah yang disebut dengan (a)   (bahasa inggris)

51.

Pengujian pengendalian (tests of controls) ditujukan untuk mengikur tingkat efektifitas SPI.

(a)  

52.

Pengujian (a)   adalah pengujian atas kewajaran angka-angka dalam laporan keuangan.

53.

(a)   (bahasa inggris) adalah pengujian audit yang dilakukan atas sampel dari populasi bukti audit.

54.

Alasan pengujian sampel, kecuali...

1.Karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, yang dimiliki oleh auditor.

2.Karena hasil pengujian atas sampel tidak akan berbeda dengan pengujian atas populasi.

3.Validitas pengujian berdasarkan sampel dapat diuji secara ilmiah dan bisa diterima secara umum

Praktik pengujian sampel telah berlaku umum, dipraktikkan pada sebagianbesarkeputusanekonomi, bisnis, sosial, danpolitik.

a)

Karena banyaknya waktu, tenaga, dan biaya, yang dimiliki oleh auditor.

b)

Karena hasil pengujian atas sampel tidak akan berbeda dengan pengujian atas populasi.

c)

Validitas pengujian berdasarkan sampel dapat diuji secara ilmiah dan bisa diterima secara umum

d)

Praktik pengujian sampel telah berlaku umum, dipraktikkan pada sebagianbesarkeputusanekonomi, bisnis, sosial, dan politik.

55.

Pengujian substantif (substantive test), yaitu pengujian atas kewajaran akun-akun dalam laporan keuangan, disebut dengan (a)   (bahasa inggris)

56.

1.Sampling Non-Statistika adalah sampling yang diterapkandengantanpasecaraeksplisitmenggunakan model-model statistika, melainkan hanya menggunakan kekuatan pertimbangan profesional (a)  

57.

Dasar Pemilihan Metode Sampling Non-Statistika, kecuali...

a)

Pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit)

b)

Volume dan karakteristik transaksi

c)

Tingkat kompetensi dalam menggunakan metoda sampling

d)

Penentuan sampel lebih efisien.

58.

The risk of assessing control risk too high, juga disebut dengan the risk of underreliance atau risiko terlampau tidak percaya terhadap SPI atau risiko membuat kesimpulan SPI tidak efektif padahal (a)  

59.

The risk of incorrect acceptance atau risiko (a)   --> saldo rekening mengandung salah saji material disimpulkan tidak mengandung salah saji material.

60.

Risiko (a)   adalah risiko dalam pengujian sampel yang tidak disebabkan oleh kesalahan dalam pengambilan sampel.

61.

Attribute sampling, adalah pengujian sampling untuk SPI. Pengujian hanya digunakan jika terdapat (a)   dalam pelaksanaan prosedur pengendalian, seperti: prosedur otorisasi, dokumen dan catatan, dan prosedur pemeriksaan independen.

62.

Random number sampling, adalah pengambilan sampel dengan menggunakan (a)  

63.

Laporan keuangan adalah output dari (a)   , yang di dalamnya ada unsur SPI (Sistem Pengendalian Internal), dan TI (Teknologi Informasi).

64.

Pengaruh penggunaan TI, kecuali...

a)

Proses bisnis semakin kompleks

b)

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengolahan data dalam jumlah yang besar.

c)

Meningkatkan kualitas informasi

d)

Mengganti pengendalian manual menjadi pengendalian elektronik

65.

Risiko penggunaan TI, kecuali...

a)

Meningkatkan ketergantungan terhadap kapabilitas hardware dan software

b)

Meningkatkan potensi kesalahan yang bersifat sistematis, pada sistem manual kesalahan bersifat random atau acak.

c)

Meningkatkan potensi akses dengan otorisasi.

d)

Meningkatkan potensi data hilang atau rusak.

e)

Membutuhkan pengalaman dan pemahaman yang baik tentang TI.

66.

TI harus dikendalikan dengan tepat, karena jika tidak terkendali, tingkat bahayanya akan lebih besar dari sistem (a)  

67.

Untuk keperluan audit, auditor harus menguji efektifitas implementasi pengendalian TI, yang terdiri dari pengendalian umum dan pengendalian (a)  

68.

Perolehan pemahaman terhadap pengendalian TI, baik pengendalian umum maupun pengendalian aplikasi dapat dilakukan dengan cara, kecuali...

a)

Wawancara dengan staf TI dan pengguna utama.

b)

Memeriksa sistem dokumentasi, seperti bagan alir, user manuals, permintaan perubahan program, dan hasil pengujian sistem.

c)

Review detail kuesioner yang telah diisi oleh staf pemasaran.

69.

Pengendalian TI yang efektif akan meningkatkan kemampuan auditor untuk menurunkan ukuran (a)   pada pengujian substantif.

70.

(a)   adalah proses audit yang dijalankan melalui komputer, atau melalui uji data elektronik. Proses audit semacam ini dijalankan pada perusahaan yang proses bisnisnya sepenuhnya menggunakan komputer.

71.

Audit pada lingkungan TI yang sederhana, kecuali...

a)

Mengandalkan pengendalian otomatis secara terbatas.

b)

Mempertimbangan potensi akses ke master file oleh oknum yang tidak memiliki hak akses.

c)

Mempertimbangkan risiko data terserang virus.

d)

Melakukan pengujian simulasi paralel