NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsJF PERENCANA 1
Total questions: 70
Worksheet time: 1hrs 10mins
Name
Class
Date
1.
Sebuah kota pesisir mengalami peningkatan jumlah penduduk sebesar 4% per tahun selama 10 tahun terakhir. Dampaknya, permukiman informal mulai menjamur di sepanjang garis pantai yang sebenarnya merupakan kawasan lindung mangrove. Pemerintah daerah sedang menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru untuk menertibkan penggunaan lahan.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan oleh perencana dalam menghadapi konflik ini?
a)
Menghapus kawasan lindung dari RTRW karena sudah ditempati
b)
Memindahkan penduduk tanpa sosialisasi
c)
Mengintegrasikan pendekatan konservasi dan penataan permukiman dengan perencanaan spasial partisipatif
d)
Meningkatkan investasi sektor industri di kawasan tersebut
e)
Memberikan legalitas penuh pada seluruh permukiman informal
2.
Dalam konteks perencanaan sosial, pendekatan "asset-based development" lebih menekankan pada:
a)
Identifikasi persoalan-persoalan utama masyarakat untuk dipecahkan oleh pemerintah
b)
Pengumpulan aset fisik oleh pemerintah untuk memperkuat intervensi sosial
c)
Penggunaan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki komunitas sebagai dasar perencanaan
d)
Penetapan target kuantitatif pembangunan oleh pemerintah pusat
e)
Optimalisasi investasi swasta dalam pembangunan sosial
3.
Faktor utama kegagalan program perencanaan sosial berbasis masyarakat seringkali disebabkan oleh:
a)
Kurangnya keterlibatan perusahaan multinasional
b)
Kelebihan dana hibah dari luar negeri
c)
Tidak adanya pendampingan dan fasilitasi yang memadai kepada komunitas lokal
d)
Terlalu banyaknya aktor asing dalam perencanaan
e)
Minimnya dukungan dari sektor militer dan kepolisian
4.
Salah satu tantangan dalam mengintegrasikan dimensi sosial ke dalam proses perencanaan pembangunan adalah:
a)
Terlalu banyak data kuantitatif yang tersedia
b)
Sulitnya menghubungkan indikator sosial dengan kerangka hukum daerah
c)
Data sosial bersifat statis dan tidak bisa diperbaharui
d)
Ketidakmampuan menyamakan persepsi antara aktor sosial dan aktor teknokratis
e)
Dominasi akademisi dalam proses pengambilan keputusan
5.
Salah satu prinsip dasar dalam perencanaan sosial yang bersifat inklusif adalah:
a)
Setiap usulan program harus berdasarkan pertimbangan ekonomi semata
b)
Hanya kelompok dominan yang berhak menentukan arah pembangunan
c)
Proses perencanaan harus mengakomodasi suara kelompok rentan dan marjinal
d)
Rencana pembangunan harus berbasis profitabilitas sektor swasta
e)
Seluruh kebijakan harus bersumber dari RPJMN tanpa adaptasi lokal
6.
Salah satu indikator keberhasilan perencanaan sosial dalam jangka menengah adalah:
a)
Meningkatnya investasi asing langsung (FDI)
b)
Menurunnya pengangguran dan meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan
c)
Terbentuknya komunitas eksklusif baru di perkotaan
d)
Tumbuhnya industri padat modal di wilayah pedesaan
e)
Terjadinya privatisasi terhadap layanan dasar sosial
7.
Mengapa evaluasi partisipatif penting dalam perencanaan sosial?
a)
Karena lebih cepat dibanding evaluasi administratif
b)
Agar masyarakat bisa mengambil alih seluruh proses penganggaran
c)
Karena memungkinkan pembelajaran bersama dan peningkatan akuntabilitas
d)
Agar evaluasi bisa digunakan sebagai alat politik oleh pemimpin lokal
e)
Karena tidak memerlukan data dan bisa berdasarkan opini semata
8.
Dalam konteks perencanaan spasial, pendekatan top-down dan bottom-up sering menjadi perdebatan. Salah satu keunggulan dari pendekatan bottom-up adalah kemampuannya dalam:
a)
Menyederhanakan proses administrasi perencanaan secara nasional
b)
Meningkatkan efisiensi alokasi anggaran sektoral pusat
c)
Menjamin keseragaman antarwilayah dalam perencanaan
d)
Memperkuat peran masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan
e)
Menghindari konflik antara kepentingan lokal dan nasional sepenuhnya
9.
Apa peran utama dari Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mendukung proses perencanaan spasial?
a)
Menyediakan platform komunikasi antar stakeholder proyek
b)
Mengolah data kuantitatif populasi untuk sensus
c)
Menganalisis dan memvisualisasikan data spasial untuk pengambilan keputusan tata ruang
d)
Mengatur distribusi anggaran pembangunan antar wilayah
e)
Mengendalikan pelaksanaan proyek fisik di lapangan
10.
Kesesuaian lahan dalam perencanaan spasial penting untuk diperhatikan agar...
a)
Lahan bisa dibeli dengan harga termurah
b)
Rencana pembangunan tidak mengganggu aktivitas politik
c)
Aktivitas manusia tidak melanggar prinsip keberlanjutan dan potensi bencana bisa diminimalkan
d)
Kawasan industri dapat dipindahkan ke daerah terpencil
e)
Semua lahan dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi
11.
Dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), salah satu prinsip yang harus diterapkan untuk mendukung keterbukaan informasi publik adalah:
a)
Menyusun rencana secara internal tanpa melibatkan publik
b)
Merahasiakan peta zonasi hingga ditetapkan oleh kepala daerah
c)
Menyediakan akses terhadap dokumen rencana melalui media daring dan forum publik
d)
Hanya melibatkan ahli teknis tanpa partisipasi masyarakat
e)
Menunda pelibatan stakeholder sampai tahap implementasi
12.
Salah satu tantangan terbesar dalam implementasi rencana tata ruang di daerah adalah:
a)
Terlalu banyak lahan kosong
b)
Tidak adanya peta wilayah
c)
Lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran tata ruang
d)
Semua masyarakat sudah memahami peraturan tata ruang
e)
Semua kepala daerah telah mengimplementasikan RTRW secara konsisten
13.
Jika suatu wilayah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana gempa bumi, maka dalam perencanaan tata ruang seharusnya dilakukan:
a)
Pembangunan infrastruktur tinggi di pusat kota
b)
Zonasi permukiman padat di dekat sesar aktif
c)
Pembatasan fungsi ruang dan penerapan zona mitigasi risiko
d)
Pemusatan aktivitas ekonomi di lereng bukit
e)
Penetapan kawasan pertanian intensif di zona merah
14.
Apa fungsi utama dari penetapan Kawasan Strategis Nasional (KSN) dalam konteks perencanaan spasial?
a)
Menyeragamkan seluruh tata ruang antarwilayah
b)
Memfasilitasi pengembangan wilayah secara spesifik karena kepentingan nasional
c)
Memberikan otonomi daerah sepenuhnya tanpa arahan pusat
d)
Menghapus seluruh kawasan konservasi untuk pembangunan
e)
Menggantikan peran RTRW daerah sepenuhnya
15.
Apa yang dimaksud dengan pendekatan multiskala dalam perencanaan spasial?
a)
Perencanaan yang hanya fokus pada level desa
b)
Perencanaan yang menyatukan lintas wilayah dalam satu kawasan budaya
c)
Integrasi perencanaan dari tingkat lokal, regional, hingga nasional secara terkoordinasi
d)
Perencanaan spasial hanya berdasarkan data makro
e)
Perencanaan yang menghindari keterlibatan lintas sektor
16.
Pemerintah daerah X merancang program pemberdayaan pemuda berbasis komunitas sebagai bagian dari RPJMD. Namun, saat implementasi, mayoritas pemuda tidak antusias dan tidak hadir dalam kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan terlalu birokratis dan tidak sesuai gaya komunikasi pemuda setempat. Berdasarkan analisis perencanaan sosial, kesalahan utama dalam perencanaan ini adalah:
a)
Tidak melibatkan tokoh agama dalam sosialisasi
b)
Mengabaikan dinamika sosial dan nilai budaya lokal dalam proses perencanaan
c)
Kurangnya promosi melalui media nasional
d)
Minimnya alokasi anggaran untuk transportasi peserta
e)
Tidak menyertakan indikator ekonomi mikro dalam rancangan kegiatan
17.
Sebuah kota metropolitan merancang proyek perumahan vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, setelah lima tahun, banyak unit kosong dan masyarakat enggan pindah dari permukiman informal mereka. Evaluasi menemukan bahwa hunian tidak terintegrasi dengan fasilitas ekonomi dan sosial. Kesalahan perencanaan sosial di sini terletak pada:
a)
Tidak adanya subsidi listrik
b)
Kurangnya pendekatan teknokratis
c)
Tidak memperhatikan aspek mobilitas sosial dan ekonomi penghuni
d)
Penggunaan teknologi konstruksi yang mahal
e)
Lokasi proyek terlalu dekat pusat perbelanjaan
18.
Dalam menyusun strategi penanggulangan kemiskinan, pemerintah kabupaten Y hanya fokus pada program bantuan sosial tunai. Setelah beberapa tahun, angka kemiskinan menurun secara statistik, namun kualitas hidup dan indeks kebahagiaan tetap stagnan. Kesalahan ini menunjukkan:
a)
Bantuan sosial lebih cocok dihapuskan
b)
Tidak melibatkan LSM asing dalam perencanaan
c)
Ketergantungan pada indikator makro tanpa pendekatan sosial partisipatif
d)
Alokasi anggaran terlalu besar untuk pelatihan vokasi
e)
Program gagal karena minimnya dukungan DPRD
19.
Kecamatan Z menyusun rencana penataan wilayah berbasis gender. Namun, implementasinya justru memperkuat stereotip peran gender tradisional. Misalnya, program pemberdayaan perempuan hanya berupa pelatihan memasak dan menjahit. Hal ini mengindikasikan bahwa perencanaan sosial:
a)
Mengikuti kebutuhan pasar tenaga kerja
b)
Tidak memahami esensi keadilan gender dalam pembangunan
c)
Sudah tepat tapi kurang disosialisasikan
d)
Terlalu menekankan aspek ekonomi daripada budaya
e)
Dihambat oleh regulasi pusat
20.
Dalam perencanaan sosial, istilah "empowerment" sering digunakan untuk menjelaskan strategi pembangunan. Makna utama dari pemberdayaan dalam konteks perencanaan sosial adalah:
a)
Memberikan bantuan keuangan langsung kepada kelompok miskin
b)
Menyediakan pelatihan teknis tanpa melibatkan partisipasi masyarakat
c)
Membangun kapasitas masyarakat untuk mengenali dan mengatasi masalah mereka sendiri
d)
Meningkatkan daya saing sektor industri melalui inovasi teknologi
e)
Mengganti peran pemerintah dengan pihak swasta dalam penyediaan layanan dasar
21.
Prinsip partisipatif dalam perencanaan sosial menekankan pentingnya:
a)
Efisiensi dalam pengambilan keputusan oleh teknokrat
b)
Keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses perencanaan
c)
Kecepatan implementasi program oleh pelaksana proyek
d)
Penguatan peran aktor elit dalam distribusi sumber daya
e)
Fokus pada hasil jangka pendek yang bisa diukur
22.
Perencanaan sosial berbeda dari perencanaan ekonomi karena:
a)
Perencanaan sosial tidak memerlukan data statistik
b)
Perencanaan sosial bersifat kultural, sedangkan ekonomi hanya administratif
c)
Fokus utama perencanaan sosial adalah transformasi sosial dan kesejahteraan manusia secara holistik
d)
Perencanaan sosial menggunakan pendekatan deskriptif, bukan preskriptif
e)
Perencanaan ekonomi hanya dilakukan oleh lembaga internasional
23.
Salah satu risiko utama dalam perencanaan sosial yang tidak berbasis data kualitatif adalah:
a)
Biaya pembangunan menjadi lebih murah
b)
Ketergantungan pada sistem elektronik
c)
Kebutuhan emosional masyarakat bisa lebih cepat diakomodasi
d)
Kebijakan menjadi tidak kontekstual dan tidak menjawab akar permasalahan sosial
e)
Pemerintah daerah lebih mudah mendapatkan legitimasi
24.
Dalam konteks perencanaan sosial, apa yang dimaksud dengan pendekatan “bottom-up”?
a)
Pendekatan yang hanya melibatkan aktor nasional dalam proses perencanaan
b)
Perencanaan dimulai dari birokrasi dan diimplementasikan secara massal
c)
Inisiatif perencanaan berasal dari masyarakat akar rumput dan difasilitasi oleh pemerintah
d)
Perencanaan dikembangkan melalui studi akademik di universitas
e)
Proses penyusunan anggaran diserahkan pada lembaga donor
25.
Mengapa indikator sosial seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) penting dalam perencanaan sosial?
a)
Karena indikator tersebut digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi daerah
b)
Karena IPM menggambarkan kemajuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat
c)
Karena IPM adalah satu-satunya indikator dalam RPJMN
d)
Karena IPM digunakan untuk membandingkan belanja infrastruktur antar daerah
e)
Karena IPM dapat menggantikan indikator ekonomi makro lainnya
26.
Seorang perencana di Direktorat Jenderal Perencanaan Pembangunan Nasional diminta menyusun rencana jangka menengah. Ia memiliki data tren ekonomi, demografi, dan perubahan iklim selama 10 tahun terakhir. Namun, ia mengalami kesulitan dalam menentukan skenario yang relevan untuk masa depan. Apa pendekatan terbaik yang harus digunakan dalam kondisi tersebut?
a)
Fokus pada skenario paling ekstrem untuk mendorong kesiapsiagaan
b)
Gunakan pendekatan historical planning berdasarkan tren yang telah terjadi
c)
Terapkan perencanaan berbasis skenario untuk menjelajahi kemungkinan masa depan
d)
Ambil skenario dari lembaga internasional tanpa menyesuaikan dengan konteks nasional
e)
Serahkan keputusan skenario pada pemangku kepentingan tanpa analisis tambahan
27.
Dalam rapat evaluasi tahunan, seorang perencana diminta menjelaskan mengapa sebagian indikator kinerja belum tercapai meskipun semua program telah dilaksanakan. Ia mendapati bahwa indikator yang dipilih tidak mencerminkan hasil utama yang diharapkan. Apa kesalahan utama yang terjadi dalam proses perencanaan?
a)
Perencanaan dilakukan terlalu cepat
b)
Pemilihan indikator tidak mengikuti prinsip SMART
c)
Tidak ada pelatihan kepada tim pelaksana
d)
Evaluasi dilakukan oleh pihak eksternal
e)
Target terlalu tinggi dan tidak realistis
28.
Dalam sebuah forum diskusi perencanaan pembangunan daerah, muncul perbedaan pendapat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota mengenai prioritas pembangunan infrastruktur. Sebagai seorang perencana, apa peran yang paling strategis dalam situasi tersebut?
a)
Memihak pada pemerintah provinsi sebagai otoritas lebih tinggi
b)
Menyarankan kompromi tanpa kajian data yang lengkap
c)
Menjadi fasilitator yang mendorong integrasi data dan kolaborasi antar level pemerintahan
d)
Menunda penyusunan rencana sampai konflik selesai
e)
Mendorong pemerintah pusat untuk membuat keputusan akhir
29.
Dalam kondisi krisis ekonomi, pemerintah perlu memutuskan antara mempertahankan subsidi energi atau mengalihkan dana ke program bantuan langsung tunai. Sebagai perencana ahli pertama, pendekatan apa yang paling rasional?
a)
Melakukan analisis cost-benefit terhadap kedua kebijakan
b)
Mengambil keputusan berdasarkan kebijakan tahun lalu
c)
Menyusun kebijakan berdasarkan opini publik
d)
Fokus pada pertimbangan politik jangka pendek
e)
Mengusulkan kedua program dijalankan bersamaan tanpa prioritas
30.
Ibu Hana, perencana di Kementerian Sosial, diminta merancang intervensi untuk daerah dengan indeks pembangunan manusia (IPM) rendah. Data menunjukkan bahwa daerah tersebut mengalami kekurangan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Apa pendekatan perencanaan yang tepat?
a)
Menyalurkan dana bantuan tanpa target spesifik
b)
Mengembangkan perencanaan partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal
c)
Fokus pada pembangunan infrastruktur besar terlebih dahulu
d)
Meningkatkan jumlah ASN di daerah tersebut
e)
Mengadopsi model dari daerah lain tanpa modifikasi
31.
Sebuah kementerian ingin menyusun perencanaan berbasis outcome untuk tahun anggaran mendatang. Namun, banyak unit kerja masih menggunakan pendekatan input-based. Apa langkah awal yang harus dilakukan seorang perencana untuk menginisiasi pergeseran pendekatan tersebut?
a)
Mengubah semua indikator secara sepihak
b)
Memberi pelatihan dan sosialisasi kepada unit kerja tentang perencanaan berbasis hasil
c)
Mengabaikan unit kerja yang tidak mampu mengikuti
d)
Menghapus rencana berbasis input tanpa evaluasi
e)
Fokus hanya pada unit kerja yang sudah siap
32.
Pak Dani, seorang perencana daerah, sedang menghadapi tekanan politik untuk memprioritaskan proyek yang tidak sesuai dengan hasil kajian teknis. Apa langkah etis yang seharusnya ia ambil?
a)
Menyesuaikan rencana sesuai tekanan politik demi kelancaran proyek
b)
Menyampaikan kajian teknis dan tetap mempertahankan objektivitas
c)
Mengundurkan diri dari proyek tersebut
d)
Melibatkan media untuk menolak tekanan
e)
Meminta pejabat politik menyusun rencana sendiri
33.
Dalam menyusun RPJMN, tim perencana dihadapkan pada keterbatasan waktu dan data sektoral yang tidak lengkap. Apa strategi terbaik yang bisa diambil untuk menjaga kualitas dokumen perencanaan?
a)
Menyusun dokumen berdasarkan asumsi pribadi
b)
Menggunakan data sekunder dari sumber terpercaya dan menyusun rencana adaptif
c)
Fokus pada sektor yang memiliki data lengkap saja
d)
Menunda penyusunan dokumen hingga data lengkap
e)
Mengandalkan pengalaman masa lalu untuk mengisi kekosongan data
34.
Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan, seorang perencana menghadapi tantangan karena indikator makro yang digunakan oleh Bappenas tidak selaras dengan asumsi ekonomi dari Kementerian Keuangan. Apa langkah koordinatif yang paling tepat?
a)
Menggunakan indikator dari satu instansi tanpa diskusi
b)
Mengembangkan indikator baru yang berbeda dari keduanya
c)
Melakukan sinkronisasi melalui forum koordinasi lintas kementerian
d)
Mengacu hanya pada data dari lembaga statistik resmi
e)
Menunda penyusunan RKP sampai indikator selaras
35.
Dalam evaluasi sebuah proyek pembangunan jangka panjang, ditemukan bahwa tidak ada baseline data yang memadai untuk mengukur dampak. Apa kelemahan utama dalam siklus perencanaan yang terjadi?
a)
Tidak adanya partisipasi masyarakat
b)
Perencanaan terlalu ambisius
c)
Tidak dilakukan kajian awal (baseline assessment)
d)
Tidak ada kerangka logis proyek
e)
Kegiatan monitoring dilakukan oleh pihak eksternal
36.
Sebuah proyek pembangunan kawasan perbatasan telah dirancang selama lima tahun namun belum menunjukkan hasil signifikan. Evaluasi menunjukkan bahwa tidak ada koordinasi antara instansi pusat dan daerah. Apa prinsip perencanaan yang diabaikan?
a)
Prinsip transparansi
b)
Prinsip efektivitas biaya
c)
Prinsip integrasi dan sinergi antar lembaga
d)
Prinsip efisiensi waktu
e)
Prinsip inovasi perencanaan
37.
Seorang perencana ingin mengusulkan reformasi kebijakan subsidi pertanian. Namun, ia perlu memastikan bahwa usulan tersebut dapat diterima oleh pemangku kepentingan utama. Strategi komunikasi apa yang paling tepat?
a)
Menyampaikan proposal teknokratis tanpa melibatkan pihak luar
b)
Mengadakan diskusi publik untuk membangun pemahaman dan dukungan
c)
Meminta dukungan media sosial sebelum proses formal
d)
Fokus hanya pada pengambil kebijakan pusat
e)
Menyebarkan informasi teknis melalui email ke pemangku kepentingan
38.
Sebuah lembaga ingin mengadopsi pendekatan evidence-based policy dalam proses perencanaannya. Namun, sumber data primer sangat terbatas. Apa solusi terbaik?
a)
Menunda proses perencanaan hingga data tersedia
b)
Menggunakan data sekunder dan triangulasi dengan narasumber ahli
c)
Menghapus semua komponen berbasis data
d)
Mengandalkan intuisi perencana senior
e)
Mengambil data dari media sosial sebagai data utama
39.
Dalam proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra), seorang perencana mengalami tekanan untuk memasukkan program tertentu yang bukan bagian dari prioritas nasional. Apa yang seharusnya dilakukan?
a)
Menolak semua masukan dari luar
b)
Memasukkan program tersebut untuk menjaga hubungan baik
c)
Mengevaluasi program berdasarkan kerangka RPJMN dan bukti empiris
d)
Mendelegasikan penilaian program ke tim anggaran
e)
Menyembunyikan program tersebut dalam lampiran
40.
Pak Reza adalah perencana di Bappeda provinsi yang bertugas menyelaraskan rencana kabupaten/kota dengan rencana provinsi. Apa pendekatan yang paling tepat untuk mencapai sinergi?
a)
Menginstruksikan kabupaten/kota untuk mengikuti RPJMD provinsi
b)
Mengintegrasikan dokumen melalui mekanisme Musrenbang dan forum koordinasi wilayah
c)
Menyusun rencana provinsi tanpa mempertimbangkan kabupaten/kota
d)
Menyalin program pusat ke dalam rencana provinsi
e)
Mengadakan pertemuan setelah dokumen selesai
41.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas perencanaan nasional, pemerintah ingin memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi (Monev). Namun, beberapa instansi masih menganggap Monev sebagai beban administratif semata. Apa pendekatan perubahan yang paling efektif untuk membangun budaya Monev yang kuat?
a)
Memberikan sanksi kepada instansi yang tidak melakukan Monev
b)
Menunjuk konsultan eksternal untuk menjalankan Monev
c)
Melibatkan pimpinan instansi dalam merumuskan manfaat strategis Monev
d)
Mengurangi indikator agar Monev lebih mudah dilakukan
e)
Membuat laporan Monev sekadar sebagai syarat administrasi
42.
Dalam penyusunan dokumen RKP, seorang perencana ingin memastikan bahwa rencana yang dibuat dapat menjawab tantangan jangka menengah dan panjang. Pendekatan apa yang paling sesuai?
a)
Menggunakan pendekatan jangka pendek untuk menjaga fleksibilitas
b)
Fokus pada isu yang sedang viral di media sosial
c)
Mengintegrasikan hasil kajian foresight dalam perencanaan
d)
Menyalin rencana tahun lalu dan menyesuaikan sedikit
e)
Menunggu kebijakan dari presiden terpilih berikutnya
43.
Tim perencana menemukan bahwa implementasi program pengentasan kemiskinan berjalan lambat akibat tidak adanya koordinasi dengan pemerintah desa. Apa penyebab utama dari kegagalan implementasi tersebut?
a)
Kekurangan dana operasional
b)
Tidak adanya indikator teknis
c)
Tidak melibatkan pemangku kepentingan lokal dalam proses perencanaan
d)
Kurangnya pelatihan kepada tenaga teknis pusat
e)
Kebijakan pusat terlalu fleksibel
44.
Dalam proses perencanaan di sebuah kementerian teknis, banyak program usulan yang tidak lolos karena dianggap tidak sesuai dengan prioritas nasional. Apa langkah yang seharusnya dilakukan oleh perencana kementerian tersebut untuk meningkatkan sinkronisasi?
a)
Menyesuaikan seluruh program kementerian dengan kebijakan internal
b)
Menghapus program yang memiliki urgensi sektoral tinggi
c)
Mengintegrasikan prioritas nasional ke dalam rencana strategis sektoral
d)
Menyampaikan keberatan dalam sidang kabinet
e)
Menyusun program tanpa memperhatikan prioritas nasional
45.
Seorang perencana diminta menyusun rencana pemulihan ekonomi pasca-bencana di daerah terdampak. Apa prinsip utama yang harus diterapkan dalam perencanaan tersebut?
a)
Menargetkan pemulihan ekonomi makro terlebih dahulu
b)
Fokus pada pembangunan infrastruktur besar
c)
Mengutamakan pendekatan inklusif dan berbasis kebutuhan lokal
d)
Memberi bantuan langsung tunai tanpa perencanaan lanjutan
e)
Menyalin rencana pemulihan dari daerah lain
46.
Suatu daerah memiliki sektor pertanian yang dominan, namun dalam 5 tahun terakhir terjadi penurunan kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB daerah. Dalam analisis shift-share, fenomena ini bisa mencerminkan...
a)
Efek pertumbuhan nasional
b)
Efek struktur industri yang dinamis
c)
Efek kompetitif negatif daerah
d)
Perkembangan teknologi nasional
e)
Konsumsi masyarakat yang stagnan
47.
Dalam suatu daerah, tingkat inflasi mencapai 7% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Jika IHK menunjukkan lonjakan pada kelompok bahan makanan dan transportasi, maka kemungkinan penyebab inflasi adalah...
a)
Kenaikan upah pekerja
b)
Inflasi dorongan biaya dan tekanan musiman
c)
Defisit perdagangan luar negeri
d)
Penurunan nilai tukar riil
e)
Pertumbuhan sektor sekunder yang cepat
48.
Sebuah kabupaten mengalami pertumbuhan PDRB yang tinggi, namun angka penganggurannya juga meningkat. Hal ini menunjukkan...
a)
Kualitas pendidikan di daerah menurun
b)
Pertumbuhan ekonomi tidak inklusif
c)
Struktur demografi cenderung tua
d)
Dominasi sektor jasa informal
e)
Peningkatan impor tenaga kerja
49.
Jika harga suatu barang turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 dan jumlah barang yang diminta meningkat dari 100 unit menjadi 120 unit, maka elastisitas harga permintaan (menggunakan rumus arc elasticity) adalah...
a)
0.5
b)
1
c)
1.2
d)
2
e)
3
50.
Dalam konteks permintaan regional, meningkatnya permintaan pariwisata di suatu daerah pesisir mendorong tumbuhnya sektor perhotelan dan kuliner. Hal ini menunjukkan konsep...
a)
Permintaan elastis sempurna
b)
Efek backward linkage
c)
Penawaran inelastis jangka pendek
d)
Interdependensi antarsektor ekonomi
e)
Efisiensi skala jangka panjang
51.
Salah satu tantangan dalam mengukur PDRB menurut pendekatan produksi di daerah terpencil adalah...
a)
Tidak adanya penduduk tetap
b)
Terlalu banyak sektor tersier
c)
Kurangnya data akurat dari sektor informal
d)
Adanya pajak berganda
e)
Sektor ekspor terlalu dominan
52.
Karakteristik ekonomi daerah cenderung berbeda dari nasional, salah satunya adalah...
a)
Kecenderungan memiliki neraca perdagangan surplus
b)
Ketergantungan pada kebijakan fiskal global
c)
Konsentrasi pada satu atau dua sektor unggulan
d)
Rata-rata inflasi daerah lebih rendah dari nasional
e)
Tingkat suku bunga ditentukan lokal
53.
Suatu provinsi memiliki cadangan nikel yang besar, namun belum mampu meningkatkan pendapatan per kapita secara signifikan. Ini menunjukkan...
a)
Terjadinya paradox of thrift
b)
Rendahnya multiplier effect sektor tambang
c)
Efisiensi pasar tenaga kerja tinggi
d)
Adanya efek crowding out
e)
Peran sektor tersier dominan
54.
Jika harga beras naik 10% dan konsumsi masyarakat hanya turun 2%, maka beras dikategorikan sebagai barang...
a)
Elastis
b)
Inferior
c)
Giffen
d)
Inelastis
e)
Luxurious
55.
Pendapatan nasional dapat dikaitkan langsung dengan pengangguran melalui...
a)
Hukum Say
b)
Teori input-output
c)
Kurva Okun
d)
Hukum Gresham
e)
Model IS-LM
56.
Seorang analis kebijakan mencatat bahwa dalam satu dekade terakhir, IPM meningkat tetapi koefisien Gini juga naik. Hal ini berarti...
a)
Kemiskinan menurun seiring ketimpangan
b)
Ketimpangan meningkat walau kesejahteraan umum membaik
c)
Inflasi terkendali di wilayah termiskin
d)
Peningkatan PDB hanya dinikmati oleh sektor informal
e)
Pendidikan membaik tapi sektor kesehatan stagnan
57.
Jika MPC = 0,6 dan pemerintah menambah belanja sebesar Rp100 miliar, berapa total kenaikan pendapatan nasional yang diperkirakan terjadi?
a)
Rp120 miliar
b)
Rp150 miliar
c)
Rp160 miliar
d)
Rp250 miliar
e)
Rp300 miliar
58.
Dalam pengelolaan sumber daya alam, pendekatan berkelanjutan harus mempertimbangkan...
a)
Kebutuhan industri semata
b)
Eksplorasi maksimum dalam jangka pendek
c)
Daya dukung lingkungan dan generasi mendatang
d)
Harga pasar saat ini
e)
Tingkat ekspor komoditas unggulan
59.
Pemerintah daerah ingin mengetahui apakah pembangunan di wilayahnya bersifat inklusif. Indikator yang paling tepat digunakan adalah...
a)
PDRB atas dasar harga berlaku
b)
Tingkat inflasi daerah
c)
Indeks Ketimpangan Wilayah
d)
Jumlah kendaraan bermotor
e)
Jumlah izin investasi asing
60.
Jika daerah memiliki sumber daya air melimpah, maka yang termasuk pemanfaatan berkelanjutan dari sumber daya tersebut adalah...
a)
Pembangunan bendungan untuk ekspor listrik tanpa analisis AMDAL
b)
Penambangan pasir di sepanjang sungai besar
c)
Konversi hutan menjadi sawah irigasi teknis
d)
Penerapan teknologi irigasi hemat air dan konservasi DAS
e)
Penggunaan sumber air untuk kawasan industri berat
61.
Ketika populasi usia produktif meningkat tajam namun pertumbuhan lapangan kerja rendah, maka potensi risiko yang timbul adalah...
a)
Deflasi jangka pendek
b)
Ledakan konsumsi nasional
c)
Bonus demografi yang gagal dimanfaatkan
d)
Ketergantungan terhadap barang impor
e)
Penurunan produktivitas lansia
62.
Tingkat kelahiran yang tinggi dalam jangka panjang dapat berdampak pada...
a)
Kenaikan produktivitas sektor tersier
b)
Penurunan angka ketergantungan
c)
Tekanan terhadap anggaran pendidikan dan kesehatan
d)
Pertumbuhan ekspor yang tinggi
e)
Kestabilan inflasi di daerah
63.
Dalam konteks indikator pendidikan, Angka Melek Huruf paling mencerminkan...
a)
Tingkat pengeluaran per siswa
b)
Kemampuan dasar membaca dan menulis penduduk
c)
Rasio guru dan murid
d)
Jumlah lulusan universitas
e)
Tingkat partisipasi anak usia dini
64.
Jika suatu daerah memiliki IHK kelompok perumahan dan transportasi tertinggi, maka kebijakan yang paling tepat adalah...
a)
Meningkatkan tarif pajak kendaraan
b)
Mengurangi pasokan BBM subsidi
c)
Mendorong pembangunan transportasi umum dan rumah murah
d)
Membatasi migrasi ke wilayah tersebut
e)
Menurunkan upah minimum daerah
65.
Dalam analisis keseimbangan pasar daerah, jika permintaan meningkat sementara penawaran tetap, maka kemungkinan yang terjadi adalah...
a)
Harga turun
b)
Terjadi inflasi harga barang
c)
Barang menjadi surplus
d)
Daya beli meningkat
e)
Pemerintah menurunkan suku bunga
66.
Upaya menjaga keseimbangan antara konsumsi masa kini dan masa depan dapat dilakukan melalui...
a)
Konsumsi total penghasilan
b)
Spekulasi pasar derivatif
c)
Tabungan dan investasi jangka panjang
d)
Konsumsi barang mewah
e)
Peningkatan utang konsumtif
67.
Dalam pengukuran pembangunan ekonomi, pendekatan kesejahteraan sosial lebih menekankan pada...
a)
Pertumbuhan PDB tahunan
b)
Nilai ekspor barang industri
c)
Kualitas hidup dan pemerataan
d)
Jumlah bank yang beroperasi
e)
Suku bunga pinjaman bank
68.
Salah satu sumber data utama tentang penduduk, pendidikan, dan kesehatan masyarakat di Indonesia adalah...
a)
Badan Pemeriksa Keuangan
b)
Kementerian Perindustrian
c)
Badan Pusat Statistik
d)
OJK
e)
Kementerian PAN-RB
69.
Ketika suatu daerah bergantung hanya pada satu komoditas ekspor dan mengalami fluktuasi harga dunia, maka daerah tersebut menghadapi risiko...
a)
Keuntungan jangka panjang
b)
Inflasi stabil
c)
Kerentanan struktural ekonomi
d)
Peningkatan diversifikasi sektor
e)
Stabilitas fiskal
70.
Dalam pendekatan ekonomi lingkungan, prinsip utama dalam penggunaan sumber daya alam adalah...
a)
Eksploitasi penuh untuk pertumbuhan ekonomi
b)
Menjaga ketersediaan dan kelestarian jangka panjang
c)
Peningkatan ekspor bahan mentah
d)
Penghapusan pajak lingkungan
e)
Privatisasi sektor lingkungan
Reset
