Font size
WorksheetsSISTEM PENCERNAAN MAKANAN
Total questions: 18
Worksheet time: 19mins
Perhatikan tabel hasil uji makanan berikut!
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bahan makanan yang memiliki kandungan amilum paling tinggi adalah ....
(1), (3), dan (6)
(1), (4), dan (7)
(2), (3), dan (5)
(5), (7), dan (8)
Seorang siswa mengonsumsi nasi (karbohidrat kompleks) dan ikan (protein). Setelah makanan masuk ke dalam tubuh, terjadi proses pencernaan kimiawi.
Pernyataan yang benar terkait proses pencernaan karbohidrat dan protein dalam tubuh adalah...
Amilase dalam air liur mulai memecah pati menjadi maltosa di mulut.
Pepsin di lambung bekerja optimal dalam suasana asam untuk memecah protein.
Tripsin dari pankreas bekerja di usus halus untuk melanjutkan pencernaan protein.
Maltase di usus besar berperan memecah maltosa menjadi glukosa.
Gerakan otot pada saluran pencernaan yang mendorong makanan
(a)
Organ yang menghasilkan asam klorida (HCl) dan enzim pepsin (a)
Enzim yang memulai pencernaan karbohidrat di mulut
(a)
Perhatika tabel di bawah ini!
Pernyataan yang sesuai tentang zat makanan dan sumbernya adalah….
1 dan D
2 dan B
3 dan C
4 dan A
Proses pencernaan kimiawi melibatkan berbagai reaksi dan senyawa, memastikan molekul kompleks dipecah menjadi bentuk yang dapat diserap.
Pernyataan yang benar terkait proses kimiawi dalam pencernaan makanan adalah...
Garam empedu membantu mengemulsikan lemak, mengubah lemak besar menjadi tetesan kecil agar mudah dicerna lipase.
Asam klorida (HCl) di lambung berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin dan membunuh mikroorganisme.
Pencernaan protein dimulai di usus halus dengan bantuan enzim tripsin.
Karbohidrat kompleks seperti amilum dipecah menjadi monosakarida di lambung.
(a) Ketika dilakukan uji makanan, putih telur yang diteteskan reagen lugol menjadi berwarna kecoklatan, jika diteteskan larutan benedict dan dipanaskan warnanya menjadi kehitaman, sedangkan jika ditambahkan reagen biuret warnanya berubah menjadi ungu. Makanan yang juga akan berubah warna menjadi ungu ketika ditambahkan reagen biuret adalah….
tuliskan nama organ dari setiap panah yang ada
Pasangkan pernyataan berikut dengan jawabannya
Asam yang dihasilkan lambung untuk membunuh kuman dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
asam klorida
Gerakan peristaltik terjadi di organ ini untuk mendorong makanan menuju lambung.
kerongkongan
Saluran terakhir tempat feses disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh.
anus
Organ pencernaan pertama tempat makanan masuk dan mengalami pencernaan mekanik serta kimiawi (oleh enzim amilase).
mulut
Enzim yang berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
lipase
Enzim yang berfungsi memecah amilum (karbohidrat) menjadi maltosa
(a)
Susunlah urutan organ pencernaan makanan pada manusia berikut ini
mulut
kerongkongan
lambung
usus halus
usus besar
Perhatikan gambar berikut!
Dengan menghubungkan gambar di atas, peristiwa tersedak dapat terjadi jika….
Epiglotis terbuka dan makanan masuk ke organ no 1
Epiglotis terbuka dan makanan masuk ke organ nomor 2
Epiglotis menutup dan makanan masuk ke organ nomor 1
Epiglotis menutup dan makanan masuk ke organ nomor 2
Enzim pencernaan memiliki peran spesifik dalam memecah makromolekul. Pasangan enzim dan substrat yang benar adalah ...
Amilase : Pati (amilum)
Tripsin : Lemak
Pepsin : Protein
Lipase : Asam nukleat
Maltase : Maltosa
Enzim yang berfungsi mengubah protein menjadi pepton adalah tripsin (a)
Proses pencernaan kimiawi hanya terjadi di dalam lambung dan usus halus. (a)
Perhatikan gambar organ pencernaan berikut!
Zat gizi utama dari kedelai tempe yang kita konsumsi akan dicerna secara kimiawi pada….
Organ nomor 2 oleh enzim renin
Organ nomor 4 oleh enzim tripsin
Organ nomor 1 oleh enzim lipase
Organ nomor 3 oleh enzim pepsin
Kasus Penyakit Sistem Pencernaan
Penyakit sistem pencernaan dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Salah satu penyakit yang umum adalah penyakit maag, yang disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan. Gejala umum dari penyakit ini termasuk nyeri perut, mual, dan muntah. Selain itu, penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang dipicu oleh konsumsi gluten, yang dapat merusak usus halus. Penderita penyakit ini harus menghindari makanan yang mengandung gluten untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Gejala yang sering muncul adalah diare, muntah, dan kram perut. Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada. Kondisi ini dapat diperburuk oleh makanan tertentu dan kebiasaan makan yang buruk. Sindrom usus iritabel adalah gangguan pencernaan kronis yang ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kebiasaan buang air besar.
Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis dan diobati sejak dini. Faktor risiko termasuk usia, riwayat keluarga, dan pola makan yang tidak sehat. Gejala awal mungkin termasuk perubahan kebiasaan buang air besar dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Penting untuk melakukan skrining secara rutin untuk mendeteksi kanker usus besar pada tahap awal. Dengan memahami berbagai penyakit sistem pencernaan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan kita.
Apa penyebab umum dari penyakit maag?
Konsumsi gluten
Produksi asam lambung yang berlebihan
Infeksi virus atau bakteri
Kebiasaan makan yang buruk
Apa yang harus dihindari oleh penderita penyakit celiac?
Makanan asam
Makanan pedas
Makanan berlemak
Makanan yang mengandung gluten
Apa gejala umum dari gastroenteritis?
Diare, muntah, dan kram perut
Nyeri perut dan mual
Sensasi terbakar di dada
Perubahan kebiasaan buang air besar
Apa yang dapat memperburuk refluks asam lambung?
Makanan tertentu dan kebiasaan makan yang buruk
Konsumsi gluten
Infeksi bakteri
Usia dan riwayat keluarga
Apa faktor risiko untuk kanker usus besar?
Usia, riwayat keluarga, dan pola makan yang tidak sehat
Produksi asam lambung yang berlebihan
Konsumsi gluten
Infeksi virus
