NEW
Font size
WorksheetsUjian MP IKGA 1
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Penyakit periodontal yang secara generalisata bisa meliputi 14 gigi
Periodontosis
Periodontitis
Neutropenia
Hypophosphatasia
Pemeriksaan kultur bakteri pada Infeksi akut bakteri
Streptococcus mutans
Streptococcus hemolyticus.
Streptococcus viridan
stapylococcus hemolyticus
Gingivitis pada anak
Hypophasphotasia
Agressive periodontitis
Complication of orthodontic treatment
herpetic gingivostomatitis
Papillon-Lefevre syndrome
Tambahan retensi pada preparasi gigi 61
Membuat dovetail atau lock di labial, dengan perluasan lock kurang dari 1/2 labial dan terletak horizontal pada 1/3 tengah
Membuat dovetail atau lock di lingual, dengan perluasan lock kurang dari 1/2 labial dan terletak horizontal pada 1/3 tengah
Membuat dovetail atau lock di palatinal, dengan perluasan lock kurang dari 1/2 labial dan terletak horizontal pada 1/3 tengah
Membuat dovetail atau lock di labial, dengan perluasan lock kurang dari 1/3 labial dan terletak horizontal pada 1/2 tengah
Membuat dovetail atau lock di palatinal dengan perluasan lock kurang dari 1/3 labial dan terletak horizontal pada 1/2 tengah
Gambaran klinis pasien di samping menunjukkan kategori gingivitis:
Drug induced gingival enlargement
Primary Herpetic gingivostomatitis
Acute Necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG)
Infeksi Akut Bakteri
Inflammatory gingival enlargement
Etiologi pertumbuhan gingiva seperti pada gambar
Phenytoin
Cyclosporin
Nifedipine
Nitrendipine
Verapamil
Skenario :
Seorang anak perempuan, 7 tahun datang bersama ibunya ke klinik gigiA dengan keluhan gigi belakang bawah kanannya berlubang. Terasa ngilu bila ia makan dan minum. Makanan sering masuk ke sela-sela gigi tersebut. Tidak ada riwayat sakit spontan dan tidak pernah bengkak. Anak tersebut ingin giginya ditambal. Berdasarkan anamnesis lanjut anak tersebut sering melakukan gerakan mengunyah/mengerot pada waktu tidur.
Pemeriksaan intra oral : Terdapat karies media pada oklusal mesial gigi 85, test vitalitas+, perkusi-, tekan-, dan tidak terdapat mobility
Bahan Restorasi yang digunakan pada pasien di Skenario adalah :
Amalgam
Komposit
Glass Ionomer
RMGI
Flowable komposit
Bentuk preparasi Klas III
dasar segitiga di aspek mesial
dasar segitiga di aspek distal
dasar segitiga di aspek gingival
dasar segitiga di aspek insisal
dasar segitiga di aspek lingual
Gambaran klinis daerah gigi 22 pasien di samping menunjukkan kategori gingivitis:
Eruption Gingivitis
Inflammatory gingival enlargement
Acute Necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG)
Primary Herpetic gingivostomatitis
Drug induced gingival enlargement
Struktur gingiva pada anak
perlekatan gingiva lebih tinggi
keratinnya lebih tebal
kedalaman sulkus gingiva lebih besar
vaskularisasi cukup
stippling terlihat sejak usia 3 tahun
Seorang anak perempuan usia 7 tahun 11 bulan datang ke drg A diantar oleh ayahnya. Keluhannya, gigi nomor tiga dari belakang bawah kanan berlubang kecil pada bagian kunyahnya. Sering nyelip makanan. bahan restorasi yang di gunakan
Glass Ionomer tipe I pada gigi 85
Glass Ionomer tipe IX pada gigi 84
Glass ionomer tipe IX pada gigi 74
Glass ionomer tipe IX pada gigi 75
Glass Ionomer tipe IV pada gigi 85
Manifestasi klinis seperti yang di tunjukkan di samping merupakan
Gingivitis akut
Primary Herpetic Gingivostomatitis
Acute Necrotizing ulcerative gingivitis
Kandidiasis akut
Infeksi bakteri akut
Karakteristik Kandidiasis akut (oral thrush)
berupa bercak putih seperti krem tidak menonjol dan mudah diangkat, meninggalkan dasar warna merah dan kasar
berupa bercak putih seperti krem agak menonjol dan mudah diangkat meninggalkan dasar warna merah dan kasar
berupa bercak putih seperti krem agak menonjol dan tidak mudah diangkat, meninggalkan dasar warna merah dan kasar
berupa bercak putih seperti krem agak menonjol dan mudah diangkat meninggalkan dasar warna merah dan kasar
berupa bercak putih seperti krem agak menonjol dan mudah diangkat meninggalkan dasar warna merah dan halus
Membentuk kavitas sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk bekerja dengan alat – alat, baik dalam hal preparasi maupun memasukkan bahan restorasi ke dalam kavitas:
removal of caries
Resistance form
Retention form
Convenience form.
Outline fom
Pencetus manifestasi klinis pada gambar
bernafas melalui mulut
penyikatan gigi
minum susu botol pada waktu tidur
mengemut makanan
menghisap jempol
Etiologi primary herpetic gingivostomatitis
Iritasi lokal
Bakteri anaerob
Terapi antibiotik steroid jangka panjang
Streptococcus hemolyticus.
Herpesvirus hominis.
Restorasi yang dilakukan pada gigi 61 adalah
Restorasi Klas III
Restorasi Klas II
Restorasi Klas IV
Restorasi Klas I
Restorasi Klas V
Kedalaman preparasi karies di gambar
2 mm
1 mm
1,5 mm
0,5 mm
2,5 mm
Aplikasi dentin conditioner
dengan mikrobrush selama 20-30 detik.
dengan cotton pellet selama 10-20 detik.
dengan mikrobrush selama 10-20 detik.
dengan cotton pellet selama 20-30 detik.
dengan mikrobrush selama 5-10 detik.
dentin konditioner merupakan
10 % asam salisilat
10 % asam karbonat
10% asam poliakrilat
10% asam mefenamat
10% asam sitrat
Bahan restorasi baru pengembangan komposit dan GI:
Kompomer
Amalgam
SSC
Strip crown
Resin Komposit
Perawatan Acute Necrotizing ulcerative gingivitis:
Bed rest dan diet lunak
Pemberian Antibiotik Metronidazole
Scaling
Antibiotik berspektrum luas
Suspensi nistatin
Gambaran klinis pasien di samping menunjukkan kategori periodontitis:
Juvenile Periodontitis
neutropenia
Hypophosphatasia
Infeksi Akut Bakteri
Acute Necrotizing Ulcerative periodontitis
Kegunaan denrin kondisioner
Pelindung Restorasi
menutup tubulus dentin
menhliangkan smear plug
meningkatkan tekanan permukaan gigi
mengurangi masuknya cairan mulut ke permukaan restorasi
Seorang anak perempuan usia 7 tahun 11 bulan datang ke drg A diantar oleh ayahnya. Keluhannya, gigi nomor tiga dari belakang bawah kanan berlubang kecil pada bagian kunyahnya. Sering nyelip makanan. Gigi yang dikeluhkan:
85
84
83
75
74
Terapi untuk manifestasi klinis seperti yang di tunjukkan pada gambar
pemberian Antibiotik spektrum sempit
profilaksis
bed rest dan diet lunak
scaling
pemberian antibiotik spektrum luas
Preparasi pada gambar:
Membuat bevel pendek dengan sebesar 0,5 mm dengan kemiringan 45 derajat menggunakan taperred diamond bur yang halus dan cavosurface line angle di bulatkan (bahan komposit)
Membuat bevel pendek dengan sebesar 1,5 mm dengan kemiringan 45 derajat menggunakan taperred diamond bur yang halus dan cavosurface line angle di bulatkan (bahan komposit)
Membuat bevel pendek dengan sebesar 0,5 mm dengan kemiringan 55 derajat menggunakan taperred diamond bur yang halus dan cavosurface line angle di bulatkan (bahan komposit)
Membuat bevel pendek dengan sebesar 0,5 mm dengan kemiringan 30 derajat menggunakan taperred diamond bur yang halus dan cavosurface line angle di bulatkan (bahan komposit)
Karakteristik Primary Herpetic Gingivostomatitis:
Terdapat vesikel pada gingival, lidah, bibir, mukosa bukal dan mukosa palatal
Vesikel berwarna merah
Dapat menyebabkan ulser dengan tepi berwarna abu-abu
Secara klinis tampak selama 12 hari
Lesi menghilang dengan meninggalkan jaringan parut
Kegunaan Varnish:
menyisakan hidroksiapatit
menyisakan smear plug
pelindung terhadap GIC
menghilangkan smear layer
membuka tubulus dentin
Cyclosporine
agen anti bakteri
agen imunosupresif
Calsium channel blocker
antikonvulsan
Obat antijamur
terapi untuk manifestasi klinis seperti yag di tunjukkan pada gambar
1 ml suspensi nistatin dapat diteteskan ke dalam mulut 3x sehari.
1 ml suspensi nistatin dapat diteteskan ke dalam mulut 4x sehari.
2 ml suspensi nistatin dapat diteteskan ke dalam mulut 4x sehari.
2 ml suspensi nistatin dapat diteteskan ke dalam mulut 3x sehari.
0,5 ml suspensi nistatin dapat diteteskan ke dalam mulut 3x sehari.
Kedalaman probing pada gingiva anak
Bagian bukal lebih tinggi di bandingkan bagian lingual
bagian bukal lebih sama dengan bagian proksimal
bagian bukal lebih dangkal di bandingkan bagian proksimal
bagian proksimal lebih dangkal di bandingkan bagian lingual
bagian proksimal lebih dangkal di bandingkan bagian lingual
Gambaran klinis di daerah gigi 22 pasien di samping menunjukkan kategori periodontitis:
Juvenile Periodontitis
neutropenia
Hypophosphatasia
Infeksi Akut Bakteri
Acute Necrotizing Ulcerative periodontitis
Terjadi pada individu sehat, dengan lokasi kerusakan disekeliling molar pertama permanen dan insisif, dan tidak lebih dari dua gigi.
Acute Necrotizing ulcerative gingivitis
Juvenile Periodontitis
Infeksi bakteri akut
Neutropenia
Hypophosphatasia
Gambaran klinis di samping merupakan:
Infeksi Akut bakteri
Gingivitis marginalis kronis
Acute Necrotizing ulcerative gingivitis
Primary Herpetic Gingivostomatitis
Gingival enlargement
Skenario : Seorang anak Laki-laki, 7 tahun 7 bulan datang bersama ibunya ke klinik gigi B dengan keluhan gigi depan atas kanan berlubang. Terasa ngilu bila ia makan dan minum. Tidak ada riwayat sakit spontan dan tidak pernah bengkak. Anak tersebut ingin giginya ditambal. Menurut ibunya anak tersebut suka makan permen, menggosok gigi hanya 1x sehari. Pemeriksaan intra oral : Terdapat karies media pada 1/3 gingival gigi 52, test vitalitas+, perkusi-, tekan-, dan tidak terdapat mobility. Restorasi yang dilakukan pada anak pada Skenario ialah :
Restorasi Klas I
Restorasi Klas II
Restorasi Klas III
Restorasi Klas IV
Restorasi Klas V
Restorasi yang dilakukan pada gigi 52 :
Restorasi Klas I
Restorasi Klas II
Restorasi Klas III
Restorasi Klas IV
Restorasi Klas V
Tehnik restorasi Klas V gigi sulung
Membentuk kavitas sejajar dengan garis servikal, dasar kavitas atau dinding pulpa konveks sesuai kontur gigi, sudut kavitas membulat.
Membentuk kavitas sejajar dengan garis insisal, dasar kavitas atau dinding pulpa konveks sesuai kontur gigi, sudut kavitas membulat.
Membentuk kavitas sejajar dengan garis mesial, dasar kavitas atau dinding pulpa konveks sesuai kontur gigi, sudut kavitas membulat.
Membentuk kavitas sejajar dengan garis distal, dasar kavitas atau dinding pulpa konveks sesuai kontur gigi, sudut kavitas membulat.
Membentuk kavitas sejajar dengan garis servikal, dasar kavitas atau dinding pulpa konkaf sesuai kontur gigi, sudut kavitas membulat.
Tulang alveolar pada anak
Ruang sumsum lebih kecil
trabekula lebih banyak
Kalsifikasi lebih sedikit
vaskularisasi cukup
cenderung terjadinya hiperplasia pada bagian apikal
Skenario : Seorang anak perempuan, 6 tahun datang bersama ibunya ke klinik gigi A dengan keluhan gigi belakang bawah kanannya berlubang. Terasa ngilu bila ia makan dan minum. Makanan sering masuk ke sela-sela gigi tersebut. Tidak ada riwayat sakit spontan dan tidak pernah bengkak. Anak tersebut ingin giginya ditambal. Berdasarkan anamnesis lanjut anak tersebut minum susu botol pada waktu tidur. Pemeriksaan intra oral : Terdapat karies media pada oklusal mesial gigi 85, test vitalitas+, perkusi-, tekan-, dan tidak terdapat mobility. Setelah di preparasi dengan bor maka restorasi yang dilakukan pada anak di skenario :
Restorasi Klas II dengan bahan Glass Ionomer tipe V
Restorasi Klas II dengan bahan Glass Ionomer tipe IX
Restorasi Klas II dengan bahan Glass Ionomer tipe I
Restorasi Klas II dengan bahan Glass Ionomer tipe IV
Restorasi Klas II dengan bahan Glass Ionomer tipe III
