wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK PGSD 2025

Total questions: 82

Worksheet time: 2hrs 3mins

Name
Class
Date
1.

Pak Rendi mengajar di kelas 2 SD dan mendapati seorang siswa bernama Andi yang sangat aktif. Andi sering berdiri dan berjalan di tengah pelajaran, bukan karena membangkang, tetapi karena ia cepat bosan dan perlu aktivitas fisik. Kondisi ini sering membuat teman-temannya terganggu, namun Andi juga memiliki semangat belajar tinggi bila diberikan tugas yang melibatkan gerak. Jika Anda adalah Pak Rendi, strategi mana yang paling mencerminkan penerapan pendekatan pendidikan yang berpihak pada anak serta memperhatikan teori perkembangan dan teori belajar?

a)

A. Meminta Andi berdiri di luar kelas saat ia mulai mengganggu

b)

B. Memberi Andi tugas rutin sebagai pembagi buku untuk menyalurkan energinya

c)

C. Mengabaikan perilaku Andi dengan harapan ia akan belajar dari teman

d)

D. Menasihati Andi setiap kali ia berdiri agar menyadari kesalahannya

e)

E. Memindahkan Andi ke barisan belakang agar tidak terlihat teman-temannya

2.

Dini adalah siswi kelas 3 SD yang selalu diam saat pembelajaran berlangsung, bahkan ketika gurunya bertanya langsung kepadanya. Saat konferensi orang tua, diketahui bahwa Dini pernah mengalami ejekan ketika membaca di depan kelas, dan sejak saat itu ia mengalami ketakutan tampil. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung pemulihan psikologis Dini secara bertahap?

a)

A. Menugaskan Dini tampil secara paksa untuk melatih keberaniannya

b)

B. Menghindari Dini dari semua aktivitas kelas yang melibatkan komunikasi

c)

C. Memberikan Dini peran non-verbal seperti menempel poster atau menyiapkan alat tulis

d)

D. Meminta teman-teman Dini membantu menjawab jika ia tidak bisa

e)

E. Menanyakan kepada Dini setiap hari mengapa ia tidak menjawab saat ditanya

3.

Bu Tika mengajar di kelas 4 SD yang terdiri dari siswa dengan latar belakang ekonomi dan budaya yang beragam. Beberapa siswa sering terlibat dalam konflik ringan, sulit bekerja sama, dan menunjukkan sikap menantang guru. Bu Tika menyadari bahwa pendekatan otoriter tidak efektif, namun ia juga kesulitan menciptakan kedisiplinan tanpa membuat siswa merasa ditekan. Manakah pendekatan berikut yang paling tepat digunakan Bu Tika untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung keterlibatan seluruh peserta didik?

a)

A. Membuat peraturan kelas dan meminta siswa menandatanganinya setelah dijelaskan

b)

B. Mengundang wali murid bermasalah untuk mengawasi perilaku anaknya

c)

C. Menyusun aturan kelas bersama peserta didik dan menyepakatinya bersama

d)

D. Menentukan siapa yang duduk dengan siapa berdasarkan catatan perilaku siswa

e)

E. Mengelompokkan siswa berperilaku baik dalam satu kelompok khusus

4.

Pak Ilham mengajar kelas 5 SD dan memperhatikan bahwa Adnan, salah satu siswanya, jarang aktif saat kerja kelompok dan sering merasa takut salah. Dari hasil observasi, Adnan cenderung menarik diri dan kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Pak Ilham sangat ingin untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikososial untuk mendorong keterlibatan Adnan. Tindakan berikut manakah yang paling mencerminkan pendekatan yang berpihak pada anak dan sesuai dengan teori perkembangan psikososial Erikson?

a)

A. Menunjuk Adnan sebagai pemimpin kelompok untuk melatih kepercayaan dirinya secara langsung

b)

B. Memberikan tugas individu kepada Adnan agar tidak merasa tertekan dalam kelompok

c)

C. Menempatkan Adnan dalam kelompok kecil yang suportif dan memberi peran sederhana namun berarti

d)

D. Memberikan hukuman jika Adnan terus diam dalam diskusi kelompok

e)

E. Menghindari memberikan tugas kepada Adnan untuk mencegah tekanan psikologis

5.

Bu Lina mengajar kelas 1 SD. Ia menghadapi tantangan ketika Bima, salah satu muridnya, sering meluapkan amarah dengan cara memukul teman atau menangis keras. Bu Lina ingin mengajarkan Bima cara mengekspresikan emosi secara tepat tanpa menyakiti orang lain. Strategi manakah yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran sosial-emosional dan teori belajar Vygotsky?

a)

A. Memberikan hukuman ringan agar Bima belajar dari kesalahan

b)

B. Mengisolasi Bima dari teman-temannya setiap kali marah

c)

C. Menggunakan bercerita atau bermain peran untuk membantu Bima mengenali dan mengelola emosinya

d)

D. Membiarkan teman-teman menyelesaikan masalah sendiri agar Bima belajar dari lingkungan

e)

E. Memindahkan Bima ke kelas lain yang lebih “tenang”

6.

Ibu Reni mengajar kelas 3 SD dan menyadari bahwa siswa-siswanya lebih mudah memahami materi ketika diberi kesempatan untuk bergerak dan bekerja sama. Selama ini, susunan tempat duduk selalu dibuat berjajar. Ia ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan mendorong partisipasi aktif. Strategi berikut ini manakah yang paling tepat digunakan Ibu Reni untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Menyusun tempat duduk berbaris agar siswa lebih fokus memperhatikan guru

b)

B. Membagi siswa ke dalam kelompok belajar kecil dan menyusun tempat duduk melingkar

c)

C. Mengurangi aktivitas kelompok agar kelas lebih tenang

d)

D. Memberikan ceramah sebanyak mungkin agar seluruh materi tersampaikan

e)

E. Menempatkan siswa berprestasi di depan agar menjadi contoh bagi siswa lain

7.

Pak Dani mengamati bahwa di kelasnya, ada siswa yang senang belajar melalui gambar, ada yang lebih mudah menghafal jika mendengar penjelasan, dan ada pula yang suka praktik langsung. Ia ingin mengatur kelas agar semua gaya belajar tersebut terfasilitasi. Apa strategi terbaik yang dapat dilakukan Pak Dani untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Menyeragamkan cara belajar siswa agar pembelajaran menjadi lebih efisien

b)

B. Mengulang penjelasan dengan metode ceramah agar semua siswa memahami

c)

C. Menggunakan berbagai media dan metode seperti audio, visual, dan kinestetik

d)

D. Memberikan tugas tertulis setiap hari agar siswa terbiasa belajar mandiri

e)

E. Memusatkan perhatian hanya pada siswa yang cepat menangkap pelajaran

8.

Dalam kelas 2 SD, Bu Irma menemukan bahwa ada kelompok siswa yang cenderung mendominasi diskusi, sementara siswa lainnya pasif karena merasa minder. Ia ingin mengelola kelas agar semua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk belajar. Apa strategi pengelolaan kelas yang paling sesuai untuk situasi ini?

a)

A. Membiarkan siswa dominan karena mereka membantu mempercepat proses belajar

b)

B. Membatasi waktu bicara siswa aktif dan mendorong siswa pasif melalui pertanyaan terbuka

c)

C. Mengganti siswa pasif dengan siswa yang lebih aktif dalam kelompok

d)

D. Mengatur tempat duduk berdasarkan prestasi siswa

e)

E. Memberikan nilai rendah kepada siswa yang tidak aktif berbicara

9.

Bu Rina adalah guru kelas 1 SD yang ingin menerapkan teori pembelajaran Jerome Bruner dalam mengajarkan konsep penjumlahan dua bilangan dengan hasil maksimal 20. Ia menyusun rencana pembelajaran berdasarkan tahapan enactive, iconic, dan symbolic. Setelah memperagakan penjumlahan dengan benda konkret dan meminta siswa menggambar prosesnya, Bu Rina mendapati beberapa siswa tetap belum memahami hubungan antara gambar dan simbol penjumlahan. Langkah reflektif yang paling tepat dilakukan Bu Rina untuk membantu siswa memahami transisi dari tahap iconic ke symbolic adalah ...

a)

A. Menambah jumlah soal latihan simbol penjumlahan agar siswa lebih terbiasa

b)

B. Meminta siswa menghafalkan hasil penjumlahan hingga 20 tanpa memperagakan lagi

c)

C. Menghubungkan gambar yang telah dibuat siswa dengan simbol matematis secara bertahap dan mendiskusikannya bersama

d)

D. Memberikan soal pilihan ganda untuk mengevaluasi sejauh mana siswa memahami simbol penjumlahan

e)

E. Menjelaskan kembali konsep penjumlahan dari awal secara klasikal

10.

Pak Iwan sedang mengajarkan topik “Peta dan Pemodelan Wilayah” dalam pelajaran IPS di kelas 4 SD. Ia menggunakan berbagai media pembelajaran seperti peta datar, globe, dan model 3D sederhana. Namun, setelah kegiatan berlangsung, ia menyadari bahwa sebagian siswa belum memahami hubungan antara simbol di peta dan kondisi nyata di lapangan. Beberapa siswa bingung membedakan arah mata angin dan skala peta. Melihat situasi tersebut, Pak Iwan ingin menyesuaikan strategi agar pembelajaran tetap efektif dan semua siswa dapat memahami materi secara menyeluruh. Langkah paling tepat yang dapat dilakukan Pak Iwan agar siswa memahami konsep peta dan model wilayah secara optimal adalah ...

a)

A. Menyediakan latihan yang melibatkan penggunaan peta dan model secara langsung dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa.

b)

B. Mengajarkan penggunaan peta dan model hanya melalui buku paket dan penjelasan teoritis tanpa praktik.

c)

C. Menggunakan demonstrasi langsung serta simulasi interaktif tentang cara membaca dan memahami peta serta model wilayah.

d)

D. Mengabaikan kesulitan siswa dan melanjutkan dengan materi selanjutnya karena keterbatasan waktu.

e)

E. Mengadakan sesi diskusi kelompok kecil untuk mengeksplorasi kembali makna simbol dan skala pada peta bersama teman sebaya.

11.

Bu Nita, guru kelas 3 SD, menyadari bahwa banyak siswanya kebingungan ketika mempelajari materi "Perubahan Wujud Benda". Ia meninjau kembali rencana pembelajarannya dan menemukan bahwa langkah-langkah kegiatan tidak disusun berdasarkan tingkat kesulitan dan belum disesuaikan dengan karakteristik siswa. Apa langkah awal yang paling tepat dilakukan Bu Nita untuk merancang pembelajaran yang lebih terstruktur dan berurutan?

a)

A. Menentukan metode pembelajaran sebelum merumuskan tujuan

b)

B. Menyusun penilaian terlebih dahulu agar proses belajar lebih fokus

c)

C. Menentukan capaian pembelajaran, lalu merancang kegiatan sesuai urutan berpikir siswa

d)

D. Menyediakan LKS yang menantang tanpa mempertimbangkan kesiapan siswa

e)

E. Menggabungkan semua materi menjadi satu kegiatan agar hemat waktu

12.

Pak Bima mengajar tema “Peduli Terhadap Makhluk Hidup” di kelas 5. Ia telah menentukan tujuan pembelajaran dan memilih model pembelajaran discovery learning. Namun saat pelaksanaan, banyak siswa terlihat pasif dan hasil asesmen tidak sesuai harapan. Apa yang seharusnya dilakukan Pak Bima untuk memastikan desain pembelajarannya mendukung ketercapaian tujuan belajar?

a)

A. Mengganti model discovery learning dengan ceramah agar materi cepat selesai

b)

B. Menganalisis karakteristik siswa dan menyelaraskan pendekatan, kegiatan, dan asesmen

c)

C. Menambahkan tugas rumah lebih banyak untuk meningkatkan nilai

d)

D. Memberikan kuis di awal agar siswa lebih fokus saat pelajaran

e)

E. Mengurangi aktivitas kelompok agar siswa tidak terlalu ramai

13.

Desain pembelajaran efektif harus mempertimbangkan karakteristik siswa, dan menyelaraskan pendekatan, strategi, dan asesmen agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Setelah menyelesaikan satu siklus pembelajaran tematik tentang “Sumber Energi” di kelas 4 SD, Ibu Siska mengoreksi hasil penilaian dan mendapati bahwa lebih dari separuh siswa tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam refleksi pembelajaran, ia menemukan bahwa sebagian besar kegiatan belajar terlalu berfokus pada ceramah dan tugas hafalan. Ibu Siska menyadari bahwa aktivitas pembelajaran yang dirancang belum membangun pemahaman konseptual secara mendalam, serta tidak cukup melibatkan siswa secara aktif. Sebagai guru reflektif dan pembelajar sepanjang hayat, Ibu Siska ingin memperbaiki pembelajaran agar lebih bermakna dan berpihak pada cara belajar peserta didik. Apa langkah paling tepat yang dapat dilakukan Ibu Siska untuk meningkatkan efektivitas desain pembelajarannya berdasarkan hasil refleksi?

a)

A. Mengganti materi ajar dengan topik yang lebih mudah agar siswa lebih cepat paham.

b)

B. Memberi nilai tambahan agar seluruh siswa mencapai KKM dan tidak tertinggal.

c)

C. Merevisi urutan kegiatan belajar serta mengevaluasi kecocokan pendekatan dan metode yang digunakan.

d)

D. Menambah frekuensi ulangan harian agar siswa terbiasa dengan soal-soal evaluasi.

e)

E. Mengurangi waktu pembelajaran untuk mencegah kejenuhan siswa.

14.

Pak Arman, guru kelas 6 SD, ingin menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran tema “Globalisasi”. Ia merancang kegiatan di mana siswa diminta mencari tahu dampak globalisasi terhadap kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar. Namun, dalam pelaksanaan, sebagian siswa masih kesulitan memahami arah pembelajaran dan menjadi pasif. Apa yang seharusnya dilakukan Pak Arman agar penerapan model PBL dalam desain pembelajaran lebih efektif dan tetap berpusat pada peserta didik?

a)

A. Memberikan ceramah lebih dahulu agar siswa tidak bingung

b)

B. Menyusun skenario masalah yang kontekstual dan sesuai tingkat berpikir siswa

c)

C. Mengganti model PBL dengan diskusi kelompok biasa agar lebih mudah

d)

D. Memberikan rangkuman materi sebelum siswa mencari tahu

e)

E. Meminta siswa membuat laporan secara individu untuk menilai tanggung jawab

15.

Bu Rina mengajar IPA di kelas 5 SD dengan topik "Perubahan Wujud Benda". Ia ingin mendorong siswa menemukan konsep tersebut sendiri melalui eksperimen sederhana. Ia menyiapkan bahan-bahan seperti es batu, lilin, dan air panas. Namun, selama proses, beberapa siswa hanya mencatat hasil tanpa menunjukkan pemahaman terhadap proses terjadinya perubahan wujud. Apa langkah yang sebaiknya dilakukan Bu Rina agar pendekatan inquiry yang diterapkan benar-benar menumbuhkan pemahaman mendalam dan keterampilan proses sains pada siswa?

a)

A. Memberikan kunci jawaban dan meminta siswa menyalinnya

b)

B. Menyuruh siswa mengikuti prosedur eksperimen tanpa bertanya

c)

C. Mendorong siswa mengajukan pertanyaan, mengamati, dan menarik kesimpulan dari hasil pengamatan

d)

D. Menggantikan eksperimen dengan menonton video perubahan wujud benda

e)

E. Menugaskan siswa membuat laporan saja tanpa perlu diskusi

16.

Pak Andi adalah guru kelas 6 SD yang sedang mengajarkan tema “Keseimbangan Ekosistem”. Untuk mendorong siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21, ia memutuskan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL). Dalam perencanaan, Pak Andi menugaskan tiap kelompok untuk membuat kampanye pelestarian lingkungan di lingkungan sekolah. Namun, ketika proyek dimulai, sebagian besar kelompok tampak bingung menentukan fokus kampanye dan belum memahami tujuan kegiatan mereka. Beberapa siswa hanya menunggu instruksi dan belum menunjukkan inisiatif. Agar pelaksanaan model PjBL benar-benar mendorong keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa, apa yang sebaiknya dilakukan oleh Pak Andi dalam situasi tersebut?

a)

A. Memberikan proyek jadi sebagai contoh dan meminta siswa menirunya untuk mempercepat hasil.

b)

B. Mengarahkan siswa untuk segera menyelesaikan proyek dan langsung mengumpulkan hasilnya.

c)

C. Menentukan sendiri isi kampanye dan bentuk proyek tanpa diskusi bersama siswa.

d)

D. Membimbing siswa dalam merumuskan masalah, menetapkan tujuan proyek, dan menyusun rencana kerja kelompok.

e)

E. Menilai proyek hanya dari visualisasi akhir tanpa mempertimbangkan proses berpikir siswa.

17.

Bu Rina, guru kelas 5 SD, sedang merancang pembelajaran tematik dengan topik “Perubahan Lingkungan”. Ia menggunakan pendekatan UbD untuk memastikan bahwa tujuan akhir pembelajaran mendorong pemahaman mendalam. Di sisi lain, ia juga mempertimbangkan kerangka kerja TPACK untuk mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara seimbang. Ia ingin siswanya tidak hanya mengetahui dampak perubahan lingkungan, tetapi juga mampu menganalisis dan menyampaikan solusi melalui media digital. Namun, Bu Rina masih ragu bagaimana merancang kegiatan yang sejalan dengan prinsip UbD dan TPACK. Langkah perencanaan yang paling tepat dilakukan Bu Rina untuk memastikan integrasi UbD dan TPACK dalam desain pembelajarannya adalah...

a)

A. Menentukan aplikasi digital terlebih dahulu, lalu menyesuaikan tujuan pembelajaran di akhir

b)

B. Memulai perencanaan dari kegiatan menarik yang pernah dilakukan sebelumnya

c)

C. Menentukan pemahaman yang ingin dicapai terlebih dahulu, lalu merancang asesmen dan kegiatan belajar berbasis teknologi

d)

D. Menyusun daftar konten yang akan diajarkan tanpa mempertimbangkan tujuan jangka panjang

e)

E. Menyusun rencana pelajaran berdasarkan LKS cetak dari penerbit sebagai acuan utama

18.

Pak Budi adalah guru kelas 2 SD yang sedang mengajarkan topik “Sifat-Sifat Benda.” Dalam proses pembelajaran, ia tidak langsung memberikan penjelasan lanjutan, melainkan meminta siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mengamati dan mengklasifikasi benda-benda yang ada di sekitar kelas berdasarkan sifatnya. Setelah itu, tiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Pak Budi mengamati aktivitas siswa, mendengarkan presentasi, dan mencatat pemahaman konsep yang ditunjukkan oleh siswa. Tindakan Pak Budi pada kegiatan pembelajaran tersebut paling tepat dikategorikan sebagai bentuk asesmen apa, dan mengapa strategi ini penting dalam konteks pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Asesmen sumatif karena dilakukan di akhir pembelajaran untuk menentukan nilai siswa

b)

B. Penilaian sikap karena siswa menunjukkan kerja sama dalam kelompok

c)

C. Asesmen formatif karena dilakukan untuk memantau pemahaman siswa dan memperbaiki proses belajar

d)

D. Diagnostik awal karena bertujuan mengetahui kesiapan siswa sebelum pembelajaran

e)

E. Pengamatan tidak terstruktur yang tidak relevan dengan materi pelajaran

19.

Setelah menyelesaikan satu unit pembelajaran tematik “Peristiwa Alam” di kelas 4 SD, Bu Santi menyadari pentingnya menilai penguasaan siswa terhadap berbagai konsep bencana alam secara komprehensif. Ia merancang tugas akhir berupa laporan tertulis individual. Dalam laporan tersebut, siswa diminta menjelaskan jenis-jenis bencana alam di Indonesia, penyebab terjadinya, serta langkah-langkah mitigasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Selama presentasi laporan, Bu Santi mencermati isi, struktur argumen, serta data yang digunakan siswa. Ia mencatat pemahaman siswa untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran dalam satu unit. Berdasarkan pendekatan asesmen yang dilakukan Bu Santi, aktivitas tersebut paling tepat dikategorikan sebagai bentuk asesmen apa, dan apa tujuan utama penggunaannya dalam konteks pembelajaran tematik?

a)

A. Asesmen diagnostik karena dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman awal siswa sebelum pembelajaran

b)

B. Asesmen sumatif karena bertujuan mengevaluasi hasil belajar siswa setelah pembelajaran selesai

c)

C. Asesmen formatif karena dilakukan untuk memantau proses belajar di tengah-tengah pembelajaran

d)

D. Penilaian afektif karena menilai empati siswa terhadap korban bencana

e)

E. Refleksi guru terhadap efektivitas metode pembelajaran yang digunakan

20.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, Bu Lestari merancang kegiatan menulis cerita pendek bertema “Berteman dengan Alam”. Setelah tahap penulisan selesai, ia mengajak siswa bertukar karya dengan temannya dan memberikan umpan balik berdasarkan rubrik sederhana yang telah disusun bersama di awal pembelajaran. Selama proses ini, siswa merevisi tulisan mereka berdasarkan masukan yang diterima. Beberapa siswa bahkan menyampaikan bahwa mereka lebih percaya diri dan paham bagaimana memperbaiki tulisan. Bu Lestari menegaskan bahwa mereka sedang belajar menilai dan memperbaiki pembelajaran mereka sendiri. Dari praktik yang dilakukan Bu Lestari, bagaimana pendekatan assessment as learning tercermin dalam pembelajaran tersebut, dan mengapa strategi ini penting bagi pengembangan peserta didik SD?

a)

A. Siswa diberi kesempatan untuk menjadi subjek aktif dalam penilaian dan pengembangan diri.

b)

B. Penilaian digunakan guru untuk mengukur hasil akhir dan mengisi laporan belajar.

c)

C. Kegiatan revisi karya siswa menandakan berakhirnya pembelajaran.

d)

D. Guru bertindak sebagai satu-satunya evaluator yang menilai dan memutuskan nilai.

e)

D. Proses penilaian dilakukan hanya untuk menentukan ranking kelas.

21.

Pak Doni mengajar tema “Makhluk Hidup dan Lingkungannya” di kelas 3 SD. Di pertengahan proses pembelajaran, ia memberi tugas observasi sederhana: siswa diminta mencatat makhluk hidup yang mereka temui di halaman sekolah. Setelah memeriksa hasil catatan siswa, Pak Doni menemukan bahwa banyak siswa belum mampu membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. Menanggapi hal ini, ia mengulang penjelasan dengan contoh konkret dan melibatkan siswa dalam permainan klasifikasi secara berkelompok, untuk memperkuat pemahaman mereka sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Dari praktik pembelajaran yang dilakukan Pak Doni, apa yang menunjukkan bahwa ia telah menerapkan assessment for learning secara efektif, dan bagaimana hal tersebut mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Ia melakukan observasi siswa sebelum ujian akhir semester sebagai syarat administrasi.

b)

B. Ia mengumpulkan hasil tugas siswa hanya untuk keperluan pemberian nilai akhir.

c)

C. Ia menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan informasi dari hasil observasi siswa.

d)

D. Ia membiarkan siswa memperbaiki pemahamannya sendiri tanpa bantuan guru.

e)

E. Ia menunda pembelajaran sampai siswa dapat menjawab soal dengan benar.

22.

Bu Santi baru saja menyelesaikan unit pembelajaran “Keragaman Sosial Budaya di Indonesia” di kelas 5 SD. Untuk menilai penguasaan siswa terhadap materi, ia merancang penilaian proyek berupa poster tentang keragaman budaya daerah asal siswa. Rubrik penilaian telah dibagikan dan dijelaskan sebelumnya. Setelah proyek selesai, hasilnya dinilai, direkap, dan dijadikan dasar pengisian nilai rapor serta dilaporkan kepada orang tua sebagai bagian dari pencapaian akhir siswa dalam tema tersebut. Berdasarkan studi kasus di atas, mengapa praktik penilaian yang dilakukan Bu Santi dikategorikan sebagai assessment of learning?

a)

A. Karena penilaian digunakan untuk refleksi diri siswa terhadap proses belajarnya.

b)

B. Karena hasil penilaian berfungsi sebagai dasar untuk penyesuaian pembelajaran berikutnya.

c)

C. Karena hasil penilaian menjadi dasar penentuan kelulusan atau laporan nilai akhir.

d)

D. Karena penilaian dilakukan sebelum siswa mempelajari materi baru.

e)

E. Karena siswa diberi umpan balik secara terus menerus selama proses berlangsung.

23.

Bu Ayu, guru kelas 5 SD, ingin merancang pembelajaran IPS tentang “Perjuangan Pahlawan Nasional” menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD). Ia memulai dengan menetapkan tujuan besar (big ideas) dan pertanyaan esensial (essential questions) seperti: “Mengapa kita perlu mengenang jasa para pahlawan?” dan “Apa yang membuat seseorang layak disebut pahlawan?” Setelah itu, ia menyusun penilaian autentik berupa proyek pembuatan buku digital profil pahlawan. Baru setelah itu, ia merancang kegiatan belajar, termasuk menonton video dokumenter dan diskusi kelompok. Berdasarkan pendekatan UbD, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan tahapan yang dilakukan Bu Ayu?

a)

A. Bu Ayu memulai perencanaan dengan menyusun daftar kegiatan belajar siswa secara rinci.

b)

B. Bu Ayu menggunakan pertanyaan esensial sebagai penilaian formatif harian.

c)

C. Bu Ayu merancang pembelajaran dengan mendahulukan penilaian, lalu tujuan umum.

d)

D. Bu Ayu memulai dengan menetapkan hasil belajar yang diinginkan, lalu menyusun penilaian, dan baru merancang kegiatan belajar.

e)

E. Bu Ayu menerapkan pembelajaran berbasis proyek tanpa memperhatikan keterkaitan tujuan pembelajaran.

24.

Pak Joko adalah guru kelas 3 SD yang sedang melaksanakan asesmen formatif dan sosial-emosional (SEL). Ia menyadari bahwa beberapa muridnya memiliki karakteristik unik, seperti lebih lambat dalam membaca, mudah menangis saat ditegur, atau tidak suka berbicara di depan umum. Dalam menjalankan tugasnya, Pak Joko berkomitmen membangun lingkungan belajar yang aman, menghargai keragaman karakter siswa, dan memperlakukan semua anak dengan adil dan manusiawi. Langkah-langkah berikut mana saja yang paling mencerminkan penghargaan (respek) terhadap hak peserta didik dalam konteks pembelajaran yang berpihak pada anak dan mendukung asesmen sosial-emosional (SEL)?

a)

A. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk memilih cara mereka menyampaikan pemahaman, baik secara lisan, tertulis, atau melalui gambar.

b)

B. Memberikan hukuman yang sama kepada semua siswa agar tercipta keadilan di kelas.

c)

C. Melibatkan siswa dalam membuat aturan kelas sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

d)

D. Memberikan waktu tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan tugas tanpa mempermalukan mereka di depan kelas.

e)

E. Menghindari komunikasi dengan orang tua siswa agar pembelajaran tetap netral dan tidak terlalu dipengaruhi faktor luar.

25.

Bu Rini adalah guru kelas 2 SD yang menerapkan pembelajaran berbasis Teaching at the Right Level. Ia menyadari bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya bergantung pada capaian kognitif siswa, tetapi juga pada kondisi sosial dan emosional mereka. Dalam proses belajar, ia melihat beberapa siswa merasa malu untuk bertanya, ada yang mudah menyerah, dan ada pula yang menunjukkan perilaku agresif karena kesulitan belajar. Bu Rini ingin menciptakan suasana kelas yang hangat dan responsif serta melakukan asesmen Social Emotional Learning (SEL) untuk memahami kondisi siswa secara holistik. Strategi apa saja yang paling tepat dilakukan Bu Rini agar dapat menerapkan interaksi yang aktif dan empatik serta melakukan asesmen SEL secara bermakna dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Mengajak siswa melakukan refleksi emosional secara rutin melalui jurnal perasaan atau lingkaran berbagi di pagi hari.

b)

B. Memberikan label negatif terhadap siswa yang sering membuat keributan sebagai bentuk peringatan bagi siswa lain.

c)

C. Mengamati ekspresi, bahasa tubuh, dan interaksi siswa secara sistematis untuk mencatat aspek sosial-emosional mereka.

d)

D. Menggunakan pertanyaan terbuka saat berdiskusi untuk mendorong siswa mengekspresikan pendapat dan perasaannya.

e)

E. Menghindari topik-topik yang menyentuh emosi siswa agar suasana kelas tetap tenang dan tidak terganggu.

26.

Ibu Santi mengajar kelas 5 SD dengan keberagaman karakteristik siswa. Beberapa siswa menunjukkan perilaku hiperaktif, ada yang pendiam dan sulit fokus, serta ada yang sangat kritis terhadap materi. Dalam proses pembelajaran, Ibu Santi ingin memastikan bahwa interaksinya dengan siswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memperhatikan aspek emosional dan sosial mereka. Apa saja contoh praktik guru yang menunjukkan respek terhadap hak peserta didik serta mendorong interaksi empatik dan aktif yang sesuai dengan prinsip pendidikan berpihak pada anak?

a)

A. Memberi ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan atau pendapat tanpa takut diejek atau dihukum.

b)

B. Menentukan satu metode belajar untuk seluruh siswa agar proses belajar menjadi efisien dan cepat selesai.

c)

C. Membangun komunikasi dua arah yang hangat, termasuk mendengarkan dengan saksama keluhan siswa saat kesulitan belajar.

d)

D. Menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan dan keunikan karakter belajar siswa.

e)

E. Mewajibkan semua siswa berbicara di depan kelas meskipun ada beberapa yang mengalami kecemasan tinggi.

27.

Ibu Dina adalah guru kelas 5 SD yang menemukan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika menurun dalam tiga bulan terakhir. Setelah berdiskusi dengan beberapa siswa, ia mengetahui bahwa banyak anak kesulitan memahami materi karena tidak ada pendampingan belajar di rumah. Ibu Dina ingin melibatkan semua pihak di sekolah, termasuk guru lain, kepala sekolah, dan orang tua untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apa saja langkah yang dapat dilakukan Ibu Dina sebagai bentuk komunikasi yang efektif dan kepemimpinan kolaboratif untuk meningkatkan hasil belajar siswa?

a)

A. Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membicarakan peran mereka dalam mendampingi anak belajar di rumah.

b)

B. Menyusun laporan pribadi dan menyimpannya sebagai arsip pribadi tanpa membagikan kepada pihak lain.

c)

C. Berkolaborasi dengan guru mapel lain untuk menyusun program bimbingan belajar tambahan di luar jam pelajaran.

d)

D. Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk menyediakan pelatihan tentang strategi belajar efektif bagi wali murid.

e)

E. Memberi catatan tugas rumah kepada siswa tanpa menjelaskan tujuan dan manfaatnya kepada orang tua.

28.

Pak Riko mengajar di sebuah SD yang mayoritas orang tuanya bekerja sebagai buruh harian dengan waktu terbatas untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Sering kali, siswa datang ke sekolah tanpa perlengkapan yang memadai dan menunjukkan penurunan motivasi belajar. Pak Riko merasa hal ini perlu diatasi dengan melibatkan komunitas sekolah agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal. Langkah mana saja yang mencerminkan komunikasi yang efektif dengan warga sekolah dan komunitas untuk mengidentifikasi persoalan serta membangun solusi pendidikan secara kolaboratif?

a)

A. Menyampaikan hasil pengamatan kondisi siswa kepada kepala sekolah dan mengusulkan rapat komunitas sekolah.

b)

B. Menyebarkan keluhan orang tua di grup media sosial sekolah tanpa izin agar semua tahu situasi yang terjadi.

c)

C. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah untuk mengadakan program donasi perlengkapan sekolah bagi siswa yang membutuhkan.

d)

D. Melakukan survei kecil kepada orang tua siswa untuk memahami kendala mereka dalam mendampingi anak belajar.

e)

E. Menyusun laporan untuk dinas pendidikan tanpa berkomunikasi lebih dahulu dengan pihak sekolah.

29.

Ibu Reni, guru kelas 4 SD, melihat bahwa peserta didiknya kurang antusias saat belajar tentang ekonomi lokal. Ia kemudian mengajak orang tua siswa dan warga sekitar yang memiliki usaha kecil seperti tukang jahit, petani, dan pedagang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan belajar. Ia merancang pembelajaran berbasis proyek agar siswa dapat belajar langsung dari pengalaman nyata masyarakat. Apa saja pendekatan yang mencerminkan implementasi pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat?

a)

A. Mengundang pelaku usaha lokal sebagai narasumber agar siswa memahami konteks nyata dari pelajaran.

b)

B. Memberi tugas siswa untuk mewawancarai orang tuanya tentang pengalaman ekonomi keluarga.

c)

C. Menjadikan narasumber masyarakat sebagai penilai utama hasil proyek siswa tanpa keterlibatan guru.

d)

D. Merancang proyek pembelajaran berdasarkan permasalahan nyata di lingkungan sekitar sekolah.

e)

E. Memberikan soal-soal pilihan ganda dari buku teks sebagai metode utama pembelajaran

30.

Pak Andi melihat bahwa beberapa siswa di kelasnya kurang mampu bekerja sama saat diskusi kelompok. Ia menyadari bahwa sebagian dari mereka berasal dari latar belakang keluarga yang sibuk bekerja dan jarang berinteraksi intens di rumah. Pak Andi ingin membangun suasana kelas yang empatik dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa melalui kerja sama dengan orang tua. Langkah apa saja yang tepat dilakukan Pak Andi dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional dengan melibatkan orang tua/wali?

a)

A. Mengundang orang tua dalam forum kelas untuk berbagi pola komunikasi yang digunakan di rumah.

b)

B. Menyusun jadwal rutin refleksi kelompok agar siswa terbiasa mengungkapkan perasaan dan pengalaman belajar.

c)

C. Memberikan teguran keras kepada siswa yang tidak kooperatif saat diskusi berlangsung.

d)

D. Melibatkan wali murid untuk membantu fasilitasi kegiatan luar kelas yang menumbuhkan empati.

e)

E. Menggunakan asesmen diri dan teman sejawat sebagai bagian dari evaluasi sosial-emosional.

31.

Dalam semangat filosofi Ki Hadjar Dewantara, Bu Lilis ingin menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan serta kebutuhan murid. Ia mulai menyusun pembelajaran berbasis masalah lokal dengan menggandeng masyarakat sekitar dan memperhatikan suara peserta didik dalam perencanaan pembelajaran. Apa saja yang dapat dilakukan Bu Lilis agar filosofi “pendidikan yang menuntun segala kekuatan kodrat anak” dapat terwujud dalam praktik nyata?

a)

A. Mendorong siswa menyampaikan pendapatnya dalam perencanaan kegiatan belajar.

b)

B. Menentukan semua kegiatan belajar hanya berdasarkan silabus tanpa konsultasi dengan siswa.

c)

C. Mengajak tokoh masyarakat berbagi pengalaman hidup sebagai bagian dari pembelajaran.

d)

D. Merancang kegiatan belajar di luar kelas seperti kunjungan ke tempat usaha warga.

e)

E. Memberi penghargaan pada siswa yang menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab.

32.

Pak Reza, guru kelas 3 SD, mengamati bahwa sebagian siswa menunjukkan kecemasan saat bekerja dalam kelompok. Setelah menggali lebih jauh melalui asesmen non-akademik dan berbicara dengan orang tua, diketahui bahwa beberapa siswa memiliki pengalaman negatif dalam berinteraksi sosial. Pak Reza ingin menumbuhkan keterampilan sosial-emosional siswa melalui kerja sama dengan orang tua dan komunitas. Langkah mana yang sejalan dengan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan lima kompetensi sosial-emosional dan melibatkan peran orang tua/wali?

a)

A. Mengadakan sesi parenting untuk melatih orang tua menciptakan komunikasi empatik dengan anak.

b)

B. Memberikan pelatihan fasilitasi kegiatan bermain kolaboratif kepada relawan orang tua.

c)

C. Menghindari diskusi terbuka di kelas agar siswa tidak merasa tertekan.

d)

D. Menyusun kegiatan reflektif harian yang dibimbing guru dan disampaikan kepada orang tua.

e)

E. Melibatkan komunitas dalam proyek kelas tentang keberagaman emosi dan empati.

33.

Di kelas 2 SD, Bu Arini memiliki seorang siswa bernama Tegar yang teridentifikasi memiliki disabilitas intelektual ringan. Tegar menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih lambat dibanding teman-temannya dan kesulitan memahami instruksi abstrak. Namun, ia sangat antusias belajar jika disertai dengan benda konkret dan permainan sederhana. Bu Arini ingin tetap mengikutsertakan Tegar dalam kegiatan pembelajaran kelas secara inklusif. Strategi pembelajaran apa yang tepat dan relevan diterapkan Bu Arini untuk mendukung pembelajaran Tegar sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristiknya?

a)

A. Menggunakan alat peraga konkret dan permainan edukatif yang sesuai tema pelajaran.

b)

B. Menyusun tugas kelompok dengan pembagian peran agar Tegar bisa terlibat secara aktif sesuai kemampuannya.

c)

C. Memberikan lembar kerja abstrak yang sama dengan peserta didik lainnya agar Tegar cepat beradaptasi.

d)

D. Menggunakan pendekatan scaffolding dengan petunjuk bertahap dan penguatan positif.

e)

E. Mengharuskan Tegar belajar secara mandiri agar terbiasa dengan tuntutan akademik.

34.

Pak Ginanjar adalah guru kelas 4 SD yang memiliki siswa bernama Livia, seorang anak tunarungu ringan. Livia duduk bersama teman-temannya di barisan depan. Pak Ginanjar menyadari bahwa Livia sering terlambat merespon instruksi dan kurang aktif dalam diskusi kelompok. Ia ingin menerapkan strategi pembelajaran yang memungkinkan Livia belajar dengan optimal bersama teman-temannya. Strategi manakah yang paling sesuai untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung kebutuhan belajar Livia?

a)

A. Memberikan visualisasi materi dalam bentuk gambar, video berteks, dan mind map.

b)

B. Menyediakan pasangan belajar atau buddy system yang dapat membantu Livia memahami penjelasan guru.

c)

C. Memastikan bahwa posisi duduk Livia memungkinkan ia membaca gerak bibir guru dengan jelas.

d)

D. Menghindari pembelajaran kelompok agar Livia tidak kesulitan dalam berkomunikasi.

e)

E. Menggunakan gestur atau bahasa tubuh saat memberi instruksi agar lebih mudah dipahami.

35.

Bu Niken adalah guru kelas 3 SD yang memiliki siswa bernama Arga yang mengalami disleksia. Arga kesulitan membaca cepat, menulis kalimat panjang, dan sering merasa cemas saat diminta membaca keras di depan kelas. Meski begitu, ia sangat suka mendengarkan cerita dan mampu menjelaskan kembali isi cerita dengan baik secara lisan. Bu Niken ingin memastikan Arga dapat mencapai tujuan pembelajaran literasi tanpa membuatnya merasa tertekan. Strategi pembelajaran mana yang paling tepat dan mendukung kebutuhan belajar Arga secara psikososial, emosional, dan kognitif?

a)

A. Menyediakan teks bacaan berformat audio agar Arga bisa mendengar dan memahami isi cerita.

b)

B. Menghindari semua aktivitas membaca untuk melindungi Arga dari tekanan emosional.

c)

C. Memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas membaca dan menulis.

d)

D. Memberikan pilihan penilaian alternatif seperti menjawab secara lisan.

e)

E. Meminta teman sekelas membaca untuk Arga dalam semua kegiatan membaca.

36.

Di kelas 3 SD, Bu Rina mengamati bahwa tidak semua peserta didik mampu mengikuti pembelajaran dengan kecepatan yang sama. Sebagian siswa tampak cepat memahami konsep perkalian, sementara sebagian lainnya masih kesulitan memahami makna dasar dari pengulangan penjumlahan. Bu Rina ingin meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan strategi yang berpusat pada peserta didik, berdasarkan teori perkembangan dan pembelajaran. Strategi berikut mana saja yang paling sesuai untuk mendukung pembelajaran berpusat pada peserta didik berdasarkan kondisi tersebut?

a)

A. Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat penguasaan materi, dan memberi kegiatan pembelajaran yang berbeda.

b)

B. Menggunakan metode drill yang sama untuk seluruh siswa agar semua bisa menyamai pemahaman teman yang cepat.

c)

C. Menggunakan alat peraga konkret dan manipulatif untuk siswa yang masih kesulitan memahami konsep abstrak.

d)

D. Memberi ruang bagi siswa yang lebih cepat untuk mengeksplorasi soal cerita perkalian atau membuat permainan sendiri.

e)

E. Memberi hukuman pada siswa yang lambat agar lebih termotivasi belajar.

37.

Pak Riko sedang mengajar tema “Mengenal Lingkungan Sekitar” di kelas 4. Ia ingin agar siswanya tidak hanya memahami konsep lingkungan, tetapi juga aktif, terlibat, dan termotivasi dalam proses pembelajaran. Ia menyadari bahwa pendekatan yang selama ini digunakan (ceramah dan latihan soal) belum mendorong antusiasme belajar siswa secara merata. Langkah-langkah pembelajaran berikut mana saja yang dapat digunakan Pak Riko untuk meningkatkan motivasi belajar dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Melibatkan siswa dalam merancang proyek kecil seperti peta lingkungan sekitar sekolah.

b)

B. Menyediakan pilihan topik atau cara presentasi hasil pembelajaran sesuai minat siswa.

c)

C. Mengarahkan siswa untuk menghafalkan istilah lingkungan dan menyajikan di depan kelas.

d)

D. Mengintegrasikan kegiatan bermain peran atau simulasi seperti menjadi penjaga lingkungan.

e)

E. Mendorong siswa untuk menetapkan tujuan belajarnya sendiri terkait tema lingkungan.

38.

Bu Wati mengajar kelas 2 SD dan mendapati bahwa kemampuan membaca pemahaman peserta didiknya sangat bervariasi. Beberapa siswa sudah mampu membaca dan memahami isi teks sederhana, sedangkan lainnya masih mengeja kata demi kata. Ia ingin meningkatkan capaian literasi seluruh siswa tanpa mengabaikan perbedaan tingkat kemampuan tersebut. Strategi pembelajaran berikut mana saja yang paling tepat digunakan Bu Wati untuk mencapai tujuan pembelajaran literasi yang efektif dan berpusat pada peserta didik?

a)

A. Membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan tingkat kemampuan membaca dan memberikan bacaan sesuai levelnya.

b)

B. Memberikan bacaan yang sama kepada semua siswa agar tidak terjadi kecemburuan akademik.

c)

C. Menggunakan pendekatan bercerita dan membaca bergilir untuk membangun rasa percaya diri siswa.

d)

D. Mengintegrasikan gambar dan aktivitas reflektif setelah membaca agar siswa memahami isi teks dengan baik.

e)

E. Memberi penilaian formatif untuk memetakan perkembangan membaca tiap siswa secara berkala.

39.

Pak Joko mengajar tema “Berbelanja di Pasar” di kelas 3 SD dan ingin menekankan aspek numerasi dalam konteks kehidupan nyata. Ia ingin anak-anak memahami konsep penjumlahan dan pengurangan uang serta membuat perbandingan harga. Namun, beberapa siswa takut salah menghitung dan menjadi enggan mencoba. Apa saja strategi pembelajaran yang paling tepat diterapkan Pak Joko untuk meningkatkan capaian numerasi dan mengatasi hambatan emosional siswa?

a)

A. Membuat simulasi pasar mini di kelas untuk kegiatan jual beli menggunakan uang mainan.

b)

B. Menugaskan siswa menghafalkan rumus penjumlahan dan pengurangan sebelum simulasi.

c)

C. Memberi ruang bagi siswa untuk bekerja berpasangan dan berdiskusi dalam menyelesaikan masalah harga.

d)

D. Mendorong siswa untuk berbagi strategi berhitung yang mereka gunakan dan membandingkan hasilnya.

e)

E. Memberikan umpan balik yang mendukung dan menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

40.

Dalam rangka pembelajaran tematik “Energi dan Perubahannya” di kelas 4 SD, Ibu Ana ingin menyisipkan capaian literasi dan numerasi sekaligus. Ia ingin menanamkan kemampuan membaca informasi dari teks nonfiksi dan mengolah data dari tabel yang ada di dalamnya. Tantangannya adalah banyak siswa yang hanya fokus pada membaca tanpa memahami isi angka, atau sebaliknya. Langkah-langkah pembelajaran berikut mana saja yang dapat membantu Bu Ana mencapai integrasi literasi dan numerasi secara efektif?

a)

A. Meminta siswa membaca teks informasi tentang penggunaan listrik dan menjawab pertanyaan literal dan inferensial.

b)

B. Menyediakan grafik atau tabel konsumsi listrik dari rumah tangga dan meminta siswa menganalisis data tersebut.

c)

C. Menyuruh siswa menyalin teks dan tabel untuk mengasah kemampuan menulis.

d)

D. Mendorong diskusi kelompok kecil untuk membandingkan data dan mengaitkannya dengan isi bacaan.

e)

E. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari teks dan data menggunakan kalimat mereka sendiri.

41.

Bu yayan adalah guru kelas IV yang baru akan mengajar kelas tersebut. Ia adalah guru baru yang lulus PPPK tahun ini. Bu yayan belum mengenal karakteristik peserta didiknya maka ia memberikan pretest pada mata pelajaran Matematika materinya operasi hitung sebagai assessment diagnostic sebelum memulai pembelajaran. Dari hasil asesmen yang dilakukan ia mendapatkan hasil bahwa separuh lebih anak didiknya melakukan kesalahan proses perhitungan operasi pembagian. Padahal materi ini adalah prasyarat untuk memahami konsep materi kelipatan pada factor bilangan yang akan diajarkannya.sebagai guru tindakan mana yang seharusnya dilakukan Bu Yayan?

a)

A. Memberikan materi pengayaan untuk siswa yang sudah menguasai materi dan memberikan remedial untuk siswa yang belum paham konsep pembagian

b)

B. Melanjutkan pembelajaran sesuai rencana yang telah dirancang karena terbatas waktu walaupun kondisinya masih banyak siswa yang belum paham pembagian

c)

C. Memberikan peringatan kepada siswa yang tidak belajar dengan serius saat libur semester

d)

D. Mengulang materi sejak awal tahun ajaran baru agar semua siswa berada dititik awal yang sama

e)

E. Meningkatkan kesulitan soal agar lebih menantang dan bisa cepat memahamami materi

42.

Bu Rian mengajar mata pelajaran IPS kelas V ia melihat bahwa Nampak anak didiknya Nampak fasif ketika bu Rian menggunakan metode diskusi kelas. Hasil temuannya saat setelah ia melakukan wawancara dan pengamatan selama 1 minggu. Bu Rian akhirnya mendapatkan hasil bahwa sebagian peserta didiknya memiliki gaya belajar kinestetik yang lebih aktif belajar jika melibatkan gerakan fisik dan simulasi. Ia akan mengajarkan materi keberagaman social dan budaya. Apa langkah terbaik yang sebaiknyadilakukan oleh bu Rian?

a)

A. Menambahkan sesi ceramah agar penjelasan lebih lengkap

b)

B. Mengadakan praktik lapangan atau simulasi yang melibatkan aktivitas fisik

c)

C. Memberikan banyak tugas rumah untuk meningkatkan pemahaman

d)

D. Mengubah topic pelajarran menjadi lebih ringan agar siswa tertarik

e)

E. Meminta siswa membaca buku sebagai bahan diskusi

43.

Bu Tiwi sudah menjadi guru kelas 5 hampir 3 bulan di sekolahnya. Bu Tiwi menemukan bahwa salah satu siswanya bernama Willi sering kali terlambat datang ke sekolah dan tampak sekali tidak fokus pada pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Tiwi di kelas. Setelah di telusuri bahwa tempat tinggal willi cukup berisik dan keluarganya hanya memiliki 1 HP yang digunakan bergantian dan ia tidak memiliki cukup ruang untuk belajar dengan layak dirumah. Bu Tiwi ingin sekali menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan empatik sehingga langkah apa yang sebaiknya dilakukan oleh Bu Tiwi untuk membantu Willi belajar?

a)

A. Memberikan nilai rendah karena Willi tidak aktif selama belajar dengan Bu Tiwi

b)

B. Meminta willi pindah rumah ketempat lingkungan yang lebih tenang

c)

C. Memberikan materi pembelajaran yang bisa diakses fleksibel dimanapun sesuai waktu yang dimiliki oleh Willi

d)

D. Meminta orangtua willi untuk nasihati willi agar mampu mengatur waktunya dengan baik

e)

E. Mengurangi bobot penugasan untuk willi agar tidak memberatkan anak tersebut

44.

Bu Wanda meminta siswa kelas VI menulis cerpen dengan tema “orangtua”. Setelah dikumpulkan, ia membaca hasil tulisan siswa dan menemukan bahwa sebagian besar karya cerpen yang siswa tulis belum memiliki struktur cerita yang jelas: ada yang tidak memiliki bagian pembuka yang kuat, konflik tidak dibangun dengan baik, bahkan banyak kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat. Bu Wanda menyadari bahwa ada kesenjangan dalam keterampilan menulis narasi, dan ingin mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki kemampuan menulis siswa. Apa analisis dan langkah terbaik yang sebaiknya dilakukan Bu Wanda?

a)

A. Bu Wanda Menyimpulkan bahwa siswa yang diajarnya tidak suka menulis dan memberikan tugas proyek lain yang lebih praktis

b)

B. Menganggap hal ini terjadi karena siswa tidak memperhatikan saat penjelasan, sehingga hasilnya kurang baik

c)

C. Memberikan bimbingan tambahan tentang struktur narasi dan penulisan kata dengan pendekatan bertahap

d)

D. Memarahi anak didiknya agar lebih serius dalam mengerjakan tugas

e)

E. Menilai bahwa siswa memang tidak memiliki bakat menulis dan fokus ke pelajaran lain

45.

Pak Ilman saat mengajar materi pidato kelas VI menyadari bahwa beberapa siswa di kelas menunjukkan kecemasan saat harus membacakan teks pidatonya di depan kelas. Akhirnya pak Ilman menyimpulkan bahwa siswanya menunjukkan mereka takut untuk berbicara di depan umum. Pak ilman ingin meningkatkan motivasi kepercayaan diri anak berbicara didepan kelas. Apa strategi pembelajaran yang dapat mendukung karakteristik siswa ini?

a)

A. Memanggil siswa tetap maju kedepan membacakan teks pidatonya

b)

B. Menyediakan aktivitas kolaboratif yang membangun kepercayaan diri berbicara didepan umum

c)

C. Memberi nilai rendah agar menjadi motivasi

d)

D. Meminta orang tua untuk melatih berbicara di rumah

e)

E. Tidak memberi kesempatan mereka berbicara di depan umum

46.

Seorang guru memberikan studi kasus kepada peserta didik tentang konflik 2 pemuda suatu kelompok masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya tawuran antar 2 desa. Strategi yang paling tepat untuk digunakan membangun persatuan dan kesatuan dalam pembelajaran PPKn adalah?

a)

A. Meminta siswa membuat makalah tentang kebinekaan

b)

B. Memberikan tes pilihan ganda tentang nilai-nilai Pancasila

c)

C. Mengajak siswa berdiskusi dan mencari solusi atas konflik tersebut

d)

D. Menugaskan siswa menghafal sila-sila Pancasila

e)

E. Memutar video tentang sejarah kemerdekaan Indonesia

47.

Dalam pelajaran PPKn, guru ingin mengajarkan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan digital, khususnya terkait etika berinternet. Ia mengamati bahwa siswa sering menyebarkan informasi di media sosial tanpa mengecek kebenaran, dan beberapa bahkan memposting komentar yang menyinggung SARA. Guru ingin menerapkan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) untuk membangun pemahaman kritis siswa terhadap sikap sesuai sila Pancasila dalam dunia digital. Agar pembelajaran bermakna dan sesuai dengan sintaks awal model PBL, langkah awal paling tepat yang dapat dilakukan guru adalah …

a)

A. Memberikan ceramah tentang konsep literasi digital

b)

B. Menyuruh siswa membaca buku paket mengenai materi etika literasi digital

c)

C. Mengarahkan siswa menghafal peraturan etika literasi digital

d)

D. Memberikan masalah nyata terkait pelanggaran etika literasi digital

e)

E. Memberikan kuis terkait jenis-jenis hak-hak pengguna internet

48.

Bu dina merupakan guru PPKn yang akan mengajar di kelas VI. Selesai mengajar ia melakukan refleksi pembelajaran dan menyadari bahwa siswa yang diajarnya tidak aktif selama proses pembelajaran dan terlihat pasif. Maka anda sebagai Bu Dina apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran adalah?

a)

A. Konstruktivisme

b)

B. Kontekstual

c)

C. Saintifiktif

d)

D. Deduktif

e)

E. Induktif

49.

Bu Dwi adalah guru kelas 3D yang menyadari bahwa siswa yang diajarnya memiliki cara belajar yang berbeda beda dimana ada 10 orang yang suka menggambar, 3 orang siswa aktif sekali bertanya dan juga lebih senang mengamati dalam diam-diamdan mendengarkannya. Ia ingin merancang pembelajaran yang bisa mengakomodasi keberagaman tersebut supaya berhasil pembelajarannya. Apa pendekatan yang baiknya dilakukan oleh Bu Dwi dalam menghadapi situasi ini?

a)

A. Memberikan ceramah yang sistematis agar semua siswa mendapat penjelasan yang sama

b)

B. Membagi siswa berdasarkan tipe belajarnya dan memberikan tugas yang berbeda untuk masing-masing kelompok

c)

C. Fokus pada siswa yang aktif bertanya karena terlihat jelas tampak tertarik belajar

d)

D. Menggunakan pendekatan pembelajaran yang bervariasi seperti gambar untuk visual, vidio untuk audiotori, dan bermain peran untuk kinestetis

e)

E. Memberi tugas tertulis saja agar mudah dinilai secara seragam.

50.

Pak adi memiliki siswa yang introvert. Mekka namanya. Mekka tidak ingin berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya, cenderung suka menyendiri dengan duduk di pojok depan kelas. Pak Adi khawatir Mekka tidak bisa berkembang kemampuan sosialnya dengan siswa lainnya. Pak Adi ingin membantunya. Strategi apa yang baik dilakukan oleh pak Adi

a)

A. Memberikan hukuman jika mekka tidak ingin bersosialisasi dengan siswa lain.

b)

B. Menugaskan salah satu teman sekelasnya untuk mengajak mekka berinteraksi

c)

C. Membiarkan saja karena mungkin itu adalah kepribadianya

d)

D. Mengajak siswa untuk mengikuti permainan kolaboratif yang menyenangkan

e)

D. Memberikan tugas kelompok

51.

Bu desi mengajak siswa kelas 6 untuk berdiskusi tentang apakah membolos sekolah demi bermain game bisa dibenarkan. Siswa kelas6 menunjukkan ketertarikan dan banyak yang menyampaikan pendapat berbeda. Hal ini bisa bermanfaat karena?

a)

A. Mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir etis dan moral melalui pengalaman langsung.

b)

B. Menyebabkan siswa bingung karena tidak ada jawaban yang pasti.

c)

C. Mengalihkan perhatian siswa dari materi inti yang harus dikuasai.

d)

D. Mengajarkan siswa untuk meniru pendapat guru agar tidak salah.

e)

E. Meningkatkan keberanian berdebat meskipun belum memahami materi.

52.

Pak Jerry mengajar kelas 1 SD, ia memiliki 1 siswa bernama cerry. Cerry seringkali menangis ketika diminta Pak Jerry menulis. Cerri merasa tidak mampu menulis dan akan menolak untuk mencoba. Pak Jerry ingin sekali membangun rasa percaya diri dan motivasi belajar cerry maka tindakan yang tepat dilakukan oleh Pak Jerry ?

a)

A. Mengubah tugas yang diberikan kepada Cerry menjadi lebih mudah agar ia tidak menangis

b)

B. Mengajak cerry duduk bersama dan membimbing pelan-pelan agar ia merasa mampu

c)

C. Memberikan tugas tambahan agar membiasakan anda menghadapi tantangan

d)

D. Meminta orangtua cerry untuk melatihnya dirumah agar tidak merepotkan guru

e)

E. Menyuruh cerry duduk sampai tugas selesai meski menangis.

53.

SD Anomali Brainrot melarang anak-anaknya menggunakan HP mulai minggu depan tanpa penjelasan yang jelas. Bu Sinta mengajar kelas 5 yang ia ajar mempertanyakan aturan sekolah tersebut. Mereka bertanya kenapa aturan itu mulai diterapkan. Dan terlihat anak-anak kelas 5 ingin dilibatkan dalam keputusan ini. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan oleh bu Sinta dalam situasi ini adalah ...

a)

A. Aturan sekolah tidak boleh dipertanyakan karena ketetapan sekolah

b)

B. Menyuruh siswa yang banyak bertanya untuk diam agar tidak mempengaruhi temannya yang lain

c)

C. Memberikan hukuman agar siswa lebih taat pada aturan sekolah

d)

D. Mengajak siswa berdiskusi tentang aturan sekolah dan alasannya serta mendengar pendapat mereka

e)

E. Menunda menjawab dan mengalihkan perhatian siswa ke materi pelajaran

54.

Pak Juan memiliki siswa yang sering kali mengambil barang temannya izin terlebih dahulu kepada temannya dan akan berbohong setelahnya. Pak Juan dilema karena ia tidak ingin mempermalukan siswa tersebut namun disisi lain ia ingin menanamkan nilai kejujuran. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Pak Juan

a)

A. Mengumumkan di depan kelas bahwa mencuri dan berbohong adalah perbuatan tercela.

b)

B. Menegur siswa tersebut di depan kelas agar menjadi pelajaran bagi siswa lain.

c)

C. Mengajak siswa tersebut bicara empat mata dan membimbingnya memahami dampak perbuatannya.

d)

D. Memanggil orang tua dan menyerahkan semuanya kepada keluarga.

e)

D. Memberi hukuman agar siswa tersebut jera dan takut mengulangi perbuatannya.

55.

Andi, murid kelas 6, sedang mengalami perubahan fisik dan emosional karena mulai memasuki masa pubertas. Ia menjadi mudah tersinggung, sering murung, dan mulai menjauh dari teman-temannya. Beberapa guru mulai menganggap Andi "sulit diatur".

a)

A. Membiarkan saja karena itu adalah fase normal dan akan berlalu.

b)

B. Memberikan tugas tambahan agar Andi tetap sibuk dan tidak sempat bermasalah.

c)

C. Mendekati Andi secara personal untuk mendengarkan dan memahami kondisinya.

d)

D. Memanggil orang tua dan menyerahkan semua penanganan pada mereka.

e)

E. Menegur Andi dengan keras agar tidak merusak suasana kelas.

56.

Bu Ambar mengajar di kelas 5 SD dan terkenal sebagai guru yang disiplin dan tegas terhadap anak yang melanggar aturan. Ia menekankan akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab pada anak. Ketika mengajar Bu Ambar seringkali meminta siswa untuk diskusi dan akan menampilkan hasilnya kedepan. Suatu hari Bu Ambar meminta Bima untuk membacakan hasil diskusi kelompoknya. Ia mengatakan pelan, “Saya takut salah, Bu.” Beberapa siswa lain pun mengangguk, menunjukkan rasa setuju. Bu Ambar akhirnya tersadar bahwa ternyata banyak siswa merasa tidak nyaman untuk menyampaikan pendapat karena takut dikritik atau dianggap salah. Sebagai guru yang memahami pentingnya pendidikan yang berpihak pada anak, langkah apa yang paling tepat dilakukan oleh Bu ambar untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelasnya?

a)

A. Melatih siswa berbicara di depan kelas dengan memberikan mereka naskah yang sudah disiapkan agar percaya diri.

b)

B. Mengurangi frekuensi diskusi kelompok dan lebih banyak menggunakan metode ceramah agar pembelajaran lebih efisien.

c)

C. Menegaskan bahwa tidak masalah jika siswa salah, tetapi mereka tetap wajib tampil saat diminta.

d)

D. Membangun suasana kelas yang aman secara emosional dan memberi ruang refleksi serta ekspresi diri tanpa rasa takut.

e)

E. Memberikan reward kepada siswa yang aktif bicara agar memotivasi yang lain.

57.

Pak Candra memiliki banyak keberagaman latar belakang dan kondisi siswa di kelas 4SD. Salah satunya adalah Dinda yang merupakan anak yang memiliki kebutuhan khusus ringan. Dinda adalah anak yang memiliki gangguna dalam pemrosesan informasi yang diterimanya sehingga ketika menerima informasi baru membutuhkan waktu lebih lama untuk ia paham akan maksudnya dari pada teman sekelasnya. Perilaku Dinda pun tidak aktif dan agresif mengikuti proses pembelajaran. Seringkali dinda ditolak oleh teman-temannya ketika akan berdiskusi kelompok karena merasa Dinda adalah beban berat bagi mereka. Pak Canddra ingin mengajar dengan pendekatan yang berpihak dan inklusif Di antara langkah-langkah berikut, manakah yang paling mencerminkan sikap berpihak pada anak dan sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif?

a)

A. Menempatkan Dinda dalam kelompok terpisah agar tidak menghambat yang lain.

b)

B. Menyusun kelompok heterogen dan memberi pemahaman pada siswa tentang keberagaman dan empati.

c)

C. Memberikan Dinda tugas individu agar ia bisa bekerja sesuai kemampuannya.

d)

D. Mengurangi tanggung jawab Dinda dalam kelompok agar tidak membuat kelompoknya kalah.

e)

E. Mengajak orang tua Dinda untuk memberikan les tambahan agar bisa mengejar ketertinggalan.

58.

Bu Ela sedang mengajar tema “Peran Warga dalam Kehidupan Sehari-hari” di kelas 6. Saat berdiskusi tentang peran salah satu profesi , seorang murid bernama Farid mengangkat tangan dan berkata, “Bu, kenapa mama saya kemarin mengeluarkan uang didompetnya ketika mengurus berkas X? Bukankah itu tidak adil?” Suasana kelas langsung hening. Beberapa anak menoleh, dan ada yang tertawa pelan. Bu Ela merasa ragu: di satu sisi, ia ingin mendidik anak untuk berpikir kritis, tapi di sisi lain, ia khawatir pertanyaan Farid bisa dianggap tidak sopan jika dilaporkan orang tua atau kepala sekolah. Jika Bu Ela ingin tetap berpihak pada anak dan mendidik karakter sekaligus berpikir kritis, apa respon paling tepat?

a)

A. Meneger farid karena pertanyaannya tidak bagus dan mengingatkan agar lebih sopan bertanya

b)

B. Menjawab pertanyaan dengan diplomatis lalu cepat pindah topic lain agar tidak menimbulkan masalah baru

c)

C. Mengajak seluruh siswa menganalisis pernyataan Farid sebagai bentuk refleksi kritis dan dialog etis

d)

D. Mengklarifikasi bahwa tidak semua pekerja disana seperti itu dan melarang Farid membicarakan hal negatif ini keorang lain

e)

E. Menghentikan diskusi dan mengatakan topic itu terlalu sensitive dan bukan urusan anak-anak

59.
Pak Gilang diminta kepala sekolahnya untuk memilih salah satu siswa kelas 5 untuk mengikuti OSN mata pelajaran IPA Tingkat Kabupaten sebagai perwakilan sekolah. Pak Gilang sedang memilih-milih siapa yang akan ia daftarkan. Ia melihat bahwa ada beberapa siswa yang sangat menonjol jika di lihat dari nilai akademiknya. Namun akhir akhir ini Helia menunjukkan semangat dirinya yang antusiasi dalam pembelajaran IPA mulai dari perilaku helia yang selalu datang pagi ke sekolah, membantu saya menyiapkan bahan pembelajaran, dan menunjukkan minat besarnya belajar, namun nilai Helia kalah nilai dibanding beberapa temannya. Jika Pak Gilang ingin bersikap berpihak pada anak dan membangun semangat belajar jangka panjang untuk Helia. Keputusan apa yang bisa ai ambil?
a)

A. Pak Gilang sudah seharusnya memilih siswa yang memiliki nilai akademik yang baik karena perlombaan butuh perwakilan terbaik supaya menang

b)

B. Pak Gilang sudah seharusnya memilih Helia karena semangat dan potensinya serta menjadikan ini sebagai kesempatan belajar untuk Helia

c)

C. Pak Gilang tidak memilih Helia namun tetap memberikan pujian agar Helia tetap semangat

d)

D. Mengadakan seleksi tambahan untuk memastikan siapa yang layak untuk ikut lomba OSN

e)

E. Meminta Helia untuk menjadi tim pendukung bukan peserta utama yang ikut lomba

60.

Pak Rino adalah guru kelas 4 SD yang dikenal sabar dan peduli dengan murid-muridnya. Namun, akhir-akhir ini ia menghadapi tantangan dari salah satu siswanya, Vino, yang sering mengganggu teman saat belajar. Vino suka melempar kertas, mengganggu temannya saat presentasi, dan sesekali membuat suara-suara aneh. Beberapa guru sebelumnya menyarankan memberi hukuman fisik ringan agar jera, namun Pak Rino ingin menerapkan pendekatan yang lebih berpihak pada anak dan membangun lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Apa tindakan terbaik yang dapat dilakukan Pak Rino untuk mengatasi perilaku Vino, dengan tetap menjaga prinsip pendidikan yang berpihak pada anak dan mempertimbangkan karakteristik psikologis anak usia SD?

a)

A. Memberi Vino kursi khusus di pojok agar ia terpisah dari teman-temannya dan tidak mengganggu suasana belajar.

b)

B. Mengajak seluruh kelas menegur Vino bersama-sama agar ia merasa malu dan tidak mengulangi perbuatannya.

c)

C. Mengajak Vino berbicara secara pribadi untuk memahami latar belakang perilakunya, lalu mencari solusi bersama.

d)

D. Melaporkan Vino ke wali kelas dan meminta agar orang tuanya dipanggil untuk ditegur langsung di sekolah.

e)

E. Memberikan tugas tambahan pada Vino sebagai bentuk hukuman atas perilakunya yang mengganggu kelas.

61.

Pak Fitra mengajar kelas IV SD yang mana anakanak belajar diruang kelas yang sempit, pencahayaan kelas kurang dan kursi meja yang digunakan juga sudah mulai using, sirkulasi udarapun sedikit panas. Akibatnya peserta didik menjadi kurang focus, mudah gelisah dan seringkali berpindah-pindah posisi tempat duduk karena kepanasan. Hal ini membuat sebagian siswa merasa cemas karena harus menjawab pertanyaan karena takut diejek temannya. Sebagai guru Bu Dian sangat ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan mendukung perkembangan optimal siswa tindakan yang paling efektif adalah? (Pilihlah jawaban benar lebih dari satu)

a)

A. Menyusun ulang posisi tempat duduk agar siswa bisa berinteraksi lebih baik dan tidak saling mengganggu.

b)

B. Mengganti pendekatan pembelajaran menjadi lebih kompetitif agar siswa lebih termotivasi.

c)

C. Memberi penguatan positif dan menciptakan budaya saling menghargai antar siswa.

d)

D. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruangan yang lebih baik.

e)

E. Membuat aturan kelas bersama untuk menumbuhkan rasa aman dalam berpendapat.

62.

Pak Fattah Fernandes mengajar di kelas 3 SD Tirta Persada yang memiliki siswa dengan latar belakang dan kemampuan belajar yang sangat beragam. Ada siswa yang sangat cepat memahami materi, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, serta ada yang lebih nyaman belajar lewat gambar dan praktik dibanding teks. Dalam upaya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, Pak Fattah ingin memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan tantangan belajar yang sesuai dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar mereka, bukan sekadar memberi tambahan tugas kepada siswa tertentu. Dari tindakan berikut, manakah yang paling tidak sejalan dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi yang dirancang secara proaktif dan inklusif?

a)

A. Memberikan beberapa pilihan tugas akhir yang bisa dipilih siswa sesuai minatnya

b)

B. Menggunakan berbagai media seperti video, gambar, dan benda nyata untuk mendukung gaya belajar siswa

c)

C. Menyesuaikan pertanyaan yang diberikan berdasarkan tingkat pemahaman siswa

d)

D. Merancang aktivitas yang bisa dilakukan secara mandiri atau kolaboratif sesuai preferensi siswa

e)

E. Memberikan soal tambahan hanya kepada siswa yang lebih cepat menyelesaikan tugas utama

63.

SD Negeri Swasta akan mengadakan penampilan seni budaya program P5 yang diberi nama panggung Ekspresi. Di panggung ini anak akan menampilkan apapun yang bisa mereka tampilkan bisa baca puisi, berpidato, mendongeng stori telling dll. Bu Linda menginginkan anak-anak kelas 5 tampil semua dalam kegiatan itu. Namun ada salah satu murid bu Linda yang memiliki sifat pemalu dan belum siiap tampil di depan kelas. Tapi kondisi ini membuat bu Linda tidak bisa memaksa, tapi ia percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang Dari tindakan-tindakan berikut, manakah yang mencerminkan prinsip pendidikan yang berpihak pada anak dan sekaligus mendukung perkembangan emosional Putri? (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)
A. Mengajak Putri tampil bersama teman dekatnya dengan aktivitas sederhana yang disukainya.
b)
B. Menawarkan peran non-panggung kepada Putri, seperti mengatur alat atau memandu sesi.
c)
C. Menyusun waktu tampil khusus bagi Putri saat suasana kelas lebih tenang dan tidak terlalu ramai.
d)
D. Meminta orang tua Putri menyiapkan penampilan di rumah dan mengirimkan videonya ke sekolah.
e)
E. Menyampaikan kepada seluruh kelas bahwa tidak semua anak harus tampil, untuk menjaga kenyamanan Putri.
64.

Pak Damar mengajar kelas 2 SD dan sedang mengevaluasi suasana kelasnya. Ia menyadari bahwa selama ini suasana kelas cukup tegang, banyak anak yang enggan bertanya dan cenderung diam. Setelah mengikuti pelatihan guru penggerak, Pak Damar bertekad mengubah suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan aman secara emosional. Ia ingin semua siswa merasa nyaman untuk belajar, berpendapat, dan bereksplorasi tanpa takut disalahkan atau diejek. Langkah berikut manakah yang paling tepat mencerminkan penciptaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, sesuai dengan karakteristik peserta didik usia SD dan prinsip pendidikan yang berpihak pada anak?

a)

A. Memberi penjelasan ulang materi kepada anak-anak yang belum paham di luar jam pelajaran agar tidak mengganggu proses belajar utama.

b)

B. Menyusun daftar siswa “terbaik” dan menampilkannya di papan kelas untuk mendorong persaingan yang sehat.

c)

C. Menyediakan waktu khusus refleksi di akhir pelajaran di mana siswa boleh menyampaikan perasaan dan pengalaman belajarnya hari itu.

d)

D. Menerapkan hukuman ringan seperti berdiri atau menulis ulang tugas bagi siswa yang tidak fokus agar mereka jera.

e)

E. Memberi pujian hanya pada siswa yang aktif bertanya dan menjawab agar memotivasi siswa lain untuk meniru.

65.

Bu Nia mengajar kelas 3 SD. Salah satu siswanya, Raka, cenderung mudah menangis bila ditegur di depan teman-temannya. Suatu hari, ketika Raka lupa membawa tugas, Bu Nia hampir saja menegurnya di depan kelas, tetapi ia teringat bahwa pendekatan yang tepat akan berdampak besar bagi rasa aman emosional anak. Ia pun menahan diri dan berpikir ulang tentang cara menyampaikan teguran. Dari tindakan berikut, manakah yang paling mencerminkan pendidikan yang berpihak pada anak dan memperhatikan karakteristik perkembangan emosional peserta didik SD?

a)

A. Memberikan peringatan keras di depan kelas agar anak lain tidak meniru sikap lupa membawa tugas.

b)

B. Mengajak Raka berbicara secara pribadi setelah pelajaran, sambil bertanya penyebab ia lupa membawa tugas.

c)

C. Membiarkan Raka duduk diam tanpa tugas sebagai bentuk konsekuensi yang alami dari kelalaiannya.

d)

D. Menulis nama Raka di papan sebagai pengingat agar tidak mengulangi kesalahan di kemudian hari.

e)

E. Mengumumkan bahwa siapa pun yang lupa membawa tugas akan mendapat nilai kosong agar disiplin.

66.

Bu Dinda memberikan tugas menggambar kepada siswa kelas 3 SD dengan tema: “Kota Awan Masa Depan.” Ia tidak menunjukkan contoh gambar, tetapi meminta siswa membayangkan seperti apa bentuk kota di langit yang mungkin ada di masa depan. Salah satu siswa menggambar mobil terbang, rumah-rumah dari es, dan taman bermain yang bisa melayang. Semua gambar dibuat dari ide dan khayalan mereka sendiri. Mengapa karya gambar yang dibuat siswa dalam kegiatan tersebut termasuk jenis gambar imajinatif?

a)

A. Karena siswa meniru gambar dari buku komik bertema masa depan

b)

B. Karena siswa menggambar benda-benda nyata yang dilihat langsung

c)

C. Karena siswa menciptakan gambar dari khayalan dan ide pribadi tanpa contoh nyata

d)

D. Karena siswa menggambar berdasarkan perintah guru tanpa mengubah ide

e)

E. Karena siswa menyalin gambar dari internet agar terlihat lebih bagus

67.

Yumna sedang mempersiapkan kegiatan lomba lari kecil antar kelas di sekolah. Ia menggunakan denah sekolah berskala 1:200 untuk mengukur jarak dari gerbang sekolah ke ruang kelas, dan menemukan bahwa jaraknya 4 cm pada denah. Namun karena area lapangan sedang direnovasi dan ditutup pagar sementara, siswa harus mengambil rute berputar yang membuat perjalanan menjadi dua kali lebih jauh dari jarak sebenarnya menurut denah. Berapakah jarak sebenarnya yang harus ditempuh Yumna untuk sampai ke ruang kelas melalui rute memutar tersebut?

a)
A. 8 meter
b)

B. 16 meter

c)
C. 1.600 meter
d)
D. 400 meter
e)
E. 80 meter
68.

Bu Sari adalah guru Bahasa Indonesia kelas V SD. Ia sedang menyusun Modul Ajar dengan merujuk pada Capaian Pembelajaran Fase C, yang menyatakan bahwa:

"Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi melalui berbagai bentuk teks lisan dan tulis dengan struktur dan kosakata yang sesuai."

Untuk itu, Bu Sari ingin merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan CP, relevan dengan profil pelajar Pancasila, serta mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi. Manakah rumusan tujuan pembelajaran yang paling tepat ditulis Bu Sari dalam modul ajarnya?

a)

A. Siswa dapat menghafal isi teks pidato yang ditulis oleh guru.

b)

B. Siswa mampu menyalin teks pidato ke buku tulis tanpa kesalahan.

c)

C. Siswa dapat menulis teks pidato secara mandiri dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas dengan percaya diri.

d)

D. Siswa membaca teks pidato lalu menjawab lima pertanyaan pemahaman.

e)

E. Siswa dapat menuliskan kembali pidato yang dibacakan guru dengan runtut.

69.

Bu Yanti mengamati bahwa peserta didiknya di kelas IV masih cenderung menyalin isi teks tanpa memahami maknanya. Dalam Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B, dijelaskan bahwa:

“Peserta didik mampu memahami teks dan menggunakannya untuk menyampaikan kembali informasi dengan bahasa sendiri.” Bu Yanti ingin menyusun tujuan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pemahaman literal, tetapi juga kreativitas dan ekspresi siswa. Manakah tujuan pembelajaran yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) berdasarkan CP tersebut?

a)

A. Siswa membaca teks informasi dan menjawab soal pilihan ganda.

b)

B. Siswa menjiplak ulang isi bacaan dan membacakannya dengan lancar.

c)

C. Siswa menyalin ringkasan teks dan menghafalkannya untuk presentasi.

d)

D. Siswa menyusun ulang isi teks informasi ke dalam bentuk poster atau video pendek dengan kata-kata sendiri.

e)

E. Siswa diminta menuliskan kembali teks yang telah dibaca sesuai format aslinya.

70.

Ibu Rahmi mengajar IPS tentang keberagaman sosial budaya di Indonesia. CP menyatakan bahwa:

“Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman masyarakat Indonesia dari segi sosial dan budaya.”

Ia ingin menyusun tujuan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pengetahuan, tetapi mengembangkan sikap dan keterampilan sosial melalui kegiatan kolaboratif.

Tujuan pembelajaran manakah yang paling mencerminkan pendekatan berpikir kritis dan berbasis projek sesuai CP?

a)

A. Siswa menyebutkan nama-nama suku di Indonesia.

b)

B. Siswa menyalin materi dari buku IPS ke dalam buku tugas.

c)

C. Siswa menyusun peta konsep keberagaman budaya Indonesia dan menjelaskannya di depan kelas.

d)

D. Siswa membaca buku teks dan membuat 5 pertanyaan tentang materi.

e)

E. Siswa menghafal lagu daerah dari berbagai suku bangsa.

71.

Bu Maria akan mengajar tema cita-citaku maka siswa diminte untuk memilih gambar yang sudah Bu Maria siapkan, namun ada 2 orang siswa yang menunjuk tangan kalau cita-cita mereka tidak ada digambar yang hendak diplih yaitu konten kreator dan pembuat game. Bu Maria menyadari bahwa mereka sangat mencita-citakan profesi tersebut dimasa depan. Tindakan-tindakan berikut ini dapat dilakukan Bu Maria untuk mencerminkan prinsip pendidikan yang berpihak pada anak. Manakah yang merupakan pilihan paling tepat?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)
A. Mengizinkan siswa mengekspresikan cita-cita mereka meski belum dijelaskan dalam pelajaran.
b)
B. Membuka sesi diskusi kelas tentang profesi masa depan agar siswa saling belajar dari pilihan masing-masing.
c)
C. Menunda keinginan siswa dan menjanjikan waktu khusus minggu depan untuk profesi alternatif.
d)
D. Menjadikan profesi yang dipilih siswa sebagai bahan eksplorasi lanjutan dalam proyek pembelajaran.
e)
E. Menyarankan siswa mengganti pilihannya agar sesuai dengan isi buku dan lembar kerja.
72.

Bu Cantika adalah guru kelas 1 SD di sekolah yang baru menerapkan konsep pembelajaran tematik dan pendekatan student-centered. Ia ingin menciptakan ruang kelas yang ramah anak dan mampu mendorong rasa ingin tahu serta interaksi sosial yang positif. Namun, ia menyadari bahwa karakter peserta didik sangat beragam: Ada yang sangat aktif dan suka bergerak, Ada yang lebih pendiam dan butuh waktu memahami instruksi, Ada pula yang mudah menangis jika ditegur keras.Bu Cantika bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta selaras dengan karakteristik peserta didik usia dini. Dari tindakan-tindakan berikut ini, manakah yang paling tepat untuk mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung dan berpihak pada anak?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)
A. Menata ruang kelas dengan area fleksibel: area duduk lesehan, sudut baca, dan area eksplorasi.
b)
B. Membuat aturan kelas bersama anak, kemudian menempelkannya di dinding dengan gambar dan warna cerah.
c)
C. Menegur anak yang ribut dengan suara keras agar tidak mengganggu teman lainnya.
d)
D. Memberi kesempatan anak memilih aktivitas yang mereka sukai dalam satu waktu, seperti menggambar, membaca, atau bermain peran.
e)
E. Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan akademik agar pembelajaran lebih efisien.
73.

Bu Intan adalah guru kelas III di SD yang menerapkan pembelajaran inklusif. Di kelasnya terdapat Raka, seorang siswa tunarungu ringan yang mampu mengikuti pembelajaran dengan baik jika mendapat bantuan visual dan instruksi yang jelas. Saat mengajar tema "Lingkungan Bersih", Bu Intan menyadari Raka kesulitan mengikuti diskusi lisan kelompok karena banyak suara yang tumpang tindih. Untuk itu, Bu Intan ingin merancang tujuan pembelajaran dan strategi yang berpihak pada seluruh siswa, termasuk Raka. Apa tindakan paling tepat yang bisa dilakukan Bu Intan agar tujuan pembelajaran tetap tercapai dan pembelajaran berpihak pada semua siswa, termasuk ABK seperti Raka?

a)

A. Menyuruh Raka duduk di belakang agar tidak terganggu suara diskusi

b)

B. Memberikan lembar kerja tambahan hanya untuk Raka agar tidak tertinggal

c)

C. Menyusun ulang strategi diskusi kelompok menjadi diskusi visual atau tertulis yang melibatkan semua siswa

d)

D. Menghindari aktivitas diskusi kelompok dan memilih ceramah agar lebih terkendali

e)

E. Mengikutsertakan Raka dalam kegiatan khusus di luar kelas agar tidak mengganggu teman lain

74.

Pak Mohan mengajar di kelas V SD Tirta Persada dan menyadari bahwa siswa didalam kelasnya memiliki minat, kesiapan belajar dan gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena ingin memenuhi kebutuhan itu Pak Mohan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan Diferensiasi agar setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Tindakan ini mencerminkan penerapan diferensiasi pembelajaran yang TEPAT untuk dilaksanakan adalah?

(Pilihlah semua jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan beberapa pilihan tugas akhir sesuai minat siswa, seperti membuat poster atau presentasi.

b)

B. Memberi soal tambahan hanya kepada siswa yang cepat mengerjakan tugas utama.

c)

C. Menggunakan berbagai media pembelajaran seperti video, gambar, dan permainan.

d)

D. Menyesuaikan pertanyaan atau tantangan berdasarkan tingkat kesiapan siswa.

e)

E. Merancang tugas yang memungkinkan siswa bekerja mandiri atau berkelompok sesuai kenyamanan mereka.

75.

Bu Sari adalah guru kelas IV SD yang sedang mengajarkan topik "Perkalian Pecahan." Dalam satu kelas, ia menyadari bahwa sebagian siswa cepat memahami konsep abstrak, sementara sebagian lain masih kesulitan dan lebih terbantu jika menggunakan benda konkret seperti kertas lipat atau gambar visual. Bu Sari ingin menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak usia SD. Strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai diterapkan Bu Sari untuk meningkatkan pemahaman semua siswa berdasarkan karakteristik dan tahap perkembangan kognitif mereka?

a)

A. Memberikan ceramah umum tentang konsep pecahan untuk efisiensi waktu

b)

B. Menyuruh siswa menghafal langkah-langkah perkalian pecahan tanpa praktik

c)

C. Menggunakan pendekatan diferensiasi dengan kombinasi benda konkret dan soal abstrak

d)

D. Memberikan soal yang sama dan menilai berdasarkan kecepatan menyelesaikannya

e)

E. Menghindari diskusi kelompok karena perbedaan kemampuan siswa

76.

Pak Rio mengajar kelas V SD dan mendapati sebagian siswa kurang semangat saat pelajaran menulis deskriptif. Setelah ditanya, banyak dari mereka merasa takut salah dan tidak percaya diri karena sering dibandingkan dengan teman yang lebih unggul. Pak Rio ingin membangun suasana kelas yang mendorong partisipasi aktif dan aman bagi perkembangan psikososial siswa. Apa strategi pembelajaran yang paling tepat digunakan Pak Rio agar motivasi dan keterlibatan belajar siswa meningkat, sesuai dengan teori perkembangan dan prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik?

a)

A. Membacakan tulisan siswa terbaik sebagai acuan untuk semua siswa

b)

B. Menyuruh siswa menulis dan langsung mengoreksi dengan penilaian angka

c)

C. Memberikan rubrik sederhana dan kesempatan untuk merevisi tulisan secara bertahap

d)

D. Memberikan tugas menulis hanya kepada siswa yang menunjukkan minat tinggi

e)

E. Memberikan hukuman jika siswa tidak menyelesaikan tugas menulis

77.

Bu Aqilah Calista hari ini akan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dikelasnya. Ia akan membahas materi Fabel. Dalam kegiatan pembelajarannya ia meminta siswa membaca fabel berjudul "Kelinci dan Kura-kura". Setelah membaca, ia meminta siswa menganalisis isi dan pesan moral teks tersebut. Manakah pernyataan berikut yang merupakan unsur isi dan pesan moral dari teks fabel tersebut?

(Pilihlah semua jawaban yang benar)

a)

A. Cerita ini berlatar di kota besar dan tokohnya manusia.

b)

B. Fabel mengajarkan nilai kesabaran dan tidak sombong.

c)

C. Kelinci dan kura-kura beradu cepat dalam lomba lari.

d)

D. Dialog antar tokoh disampaikan dalam bentuk puisi.

e)

E. Pesan dalam cerita adalah jangan pernah mengikuti lomba.

78.

Bu Flavio akan mengajar matematik materi bangun ruang. Oleh sebab itu ia membawa beberapa balok mainan ke kelas untuk menjelaskan konsep volume. Ia ingin siswa dapat membedakan dan menghitung volume dengan memahami panjang, lebar, dan tinggi. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar mengenai volume balok dan kubus?

(Pilihlah semua jawaban yang benar)

a)

A. Rumus volume balok adalah panjang + lebar + tinggi.

b)

B. Volume kubus bisa dicari dengan rumus sisi × sisi × sisi.

c)

C. Volume balok lebih besar dari kubus karena bentuknya lebih tinggi.

d)

D. Jika sisi kubus 4 cm, maka volumenya adalah 64 cm³.

e)

E. Volume balok hanya bisa dihitung jika panjangnya sama dengan lebarnya.

79.

Bu Raisa akan mengajarkan materi demokrasi dengan teman berikan suara mu. Lalu Bu raisa akan membimbing siswa dalam memilih ketua kelas secara musyawarah. Siswa mengajukan usulan, mendengarkan pendapat teman, dan akhirnya menyetujui hasil secara mufakat. Pernyataan yang mencerminkan sikap dalam musyawarah adalah ....?

(Pilihlah semua jawaban yang benar)

a)

A. Memaksakan pendapat sendiri karena merasa paling benar.

b)

B. Menerima keputusan walau usulan sendiri tidak dipilih.

c)

C. Menyela teman saat menyampaikan pendapat.

d)

D. Mendengarkan pendapat orang lain dengan sikap sopan.

e)

E. Mencatat hasil musyawarah sebagai keputusan bersama.

80.

Bu Anisa mengajar kelas V SD dan ingin meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Ia memberikan teks naratif tentang kehidupan anak-anak di daerah pesisir, lalu mengajak siswa berdiskusi mengenai isi cerita, mengekspresikan pendapat, dan mengaitkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa siswa diajak membuat peta konsep dan menyusun pertanyaan terbuka dari isi bacaan. Strategi pembelajaran yang digunakan Bu Anisa menunjukkan pendekatan literasi yang efektif karena ...

a)

A. Membiarkan siswa membaca diam-diam agar memahami isi teks secara individu

b)

B. Mengarahkan siswa untuk menjawab soal pilihan ganda sesuai isi teks

c)

C. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan koneksi kontekstual terhadap isi bacaan

d)

D. Mengukur kemampuan menghafal siswa terhadap isi cerita

e)

E. Mendorong siswa berlomba menjawab pertanyaan secepat mungkin untuk meraih poin

81.

Refleksi pembelajaran pada pembelajaran di Sekolah Dasar bertujuan?

4 lines
82.

Apa tujuan dari evaluasi pembelajaran pada Pendidikan Sekolah Dasar?

4 lines