wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK PJOK 2025

Total questions: 82

Worksheet time: 2hrs 3mins

Name
Class
Date
1.

Saat pelajaran PJOK kelas IV berlangsung di lapangan, siswa D sering mengganggu temannya saat melakukan latihan lempar tangkap bola. Ia menarik bola milik temannya, menyela giliran, dan terkadang melontarkan ejekan. Akibatnya, beberapa siswa enggan berlatih bersamanya. Langkah guru yang paling tepat untuk menanggulangi perilaku D berdasarkan teori belajar sosial dan pendekatan pembelajaran yang berpihak pada anak adalah...

a)

A. Meminta D duduk dan menonton sampai pelajaran selesai

b)

B. Memberikan peringatan keras di depan seluruh kelas

c)

C. Menunjuk D sebagai model gerakan yang benar agar merasa dihargai

d)

D. Membimbing D secara personal dan mengajaknya bermain peran tentang sikap sportif

e)

E. Memberikan tugas tertulis tentang aturan bermain bola

2.

Di kelas III, guru PJOK mengajak siswa bermain lompat tali secara kelompok. Salah satu siswa, A, terus menolak bermain dan menyendiri. Ia tampak cemas, dan ketika ditanya, ia mengatakan takut diejek teman karena tidak bisa melompat dengan benar. Berdasarkan analisis karakteristik siswa SD dan teori perkembangan kognitif serta emosional, pendekatan guru yang paling tepat adalah...

a)

A. Memaksa A untuk melompat agar terbiasa dan tidak malu

b)

B. Memberi A tugas sebagai penjaga tali agar tetap terlibat

c)

C. Menugaskan A duduk sambil menonton teman bermain

d)

D. Mengalihkan kegiatan menjadi permainan lain agar A tidak cemas

e)

E. Memberikan poin tambahan bagi A agar bersedia melompat

3.

Dalam pembelajaran PJOK kelas IX, guru menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam kegiatan atletik. Siswa ditugaskan membuat strategi latihan kebugaran jasmani. Namun, siswa C tidak mengerjakan, dan justru mengganggu temannya dengan berkata bahwa tugas tersebut “tidak penting dan tidak akan dipakai dalam hidup nyata.” Langkah guru yang paling tepat berdasarkan teori kognitif dan motivasional adalah ...

a)

A. Memarahi siswa C di depan kelas karena melemahkan semangat kelompok

b)

B. Memberikan nilai nol agar C belajar bertanggung jawab

c)

C. Mengajak C refleksi tentang manfaat aktivitas fisik untuk kehidupan nyata

d)

D. Memindahkan C ke kelompok lain agar tidak memengaruhi teman

 

e)

E. Mengubah strategi tugas menjadi ceramah agar tidak menimbulkan kebosanan

4.

Saat pembelajaran permainan bola besar di kelas VIII, siswa B menunjukkan perilaku suka menyela instruksi guru, sering bercanda berlebihan, dan tidak memperhatikan keselamatan saat bermain. Hal ini menyebabkan beberapa siswa lain merasa tidak nyaman. Langkah guru yang paling tepat berdasarkan teori behavioristik dan pendekatan pembelajaran yang aman adalah...

a)

A. Memberikan hukuman fisik ringan agar memberi efek jera

b)

B. Mengeluarkan B dari kelas agar tidak mengganggu proses

c)

C. Menegur B keras di depan teman-temannya

d)

D. Memberikan penguatan positif saat B menunjukkan perilaku kooperatif

e)

E. Mengabaikan perilaku B selama tidak terjadi kecelakaan

5.

Dalam pembelajaran PJOK kelas XII, guru menggunakan pendekatan kooperatif dalam latihan bola voli. Salah satu siswa, F, menolak bekerja sama dalam tim dan sering menyalahkan anggota lain jika kalah. F merasa paling mampu dan enggan menerima kritik. Apa langkah pembelajaran yang paling tepat berdasarkan pendekatan konstruktivistik dan teori perkembangan psikososial Erikson?

a)

A. Menugaskan F sebagai pengamat permainan agar belajar dari luar

b)

B. Mengeluarkan F dari kelompok agar tidak mengganggu proses

c)

C. Memberi peran sebagai kapten tim agar belajar tanggung jawab dan empati

d)

D. Memberikan nilai rendah pada aspek kerja sama tim

e)

E. Memberikan ceramah tentang pentingnya kerja sama dalam olahraga

6.

Dalam sesi pembelajaran PJOK di kelas VIII SMP, guru mengadakan praktik permainan softball di lapangan sekolah. Saat permainan berlangsung, salah satu pemain lapangan dalam kondisi membungkuk saat mengejar bola yang memantul rendah. Pemain tersebut harus segera melakukan lemparan ke base satu untuk mencegah pelari mencapai base. Guru ingin mengajarkan teknik lemparan yang paling efektif dilakukan dalam situasi darurat tersebut. Teknik lemparan manakah yang paling tepat digunakan dalam keadaan darurat seperti ini dan bagaimana guru dapat melatih teknik tersebut secara efektif di kelas?

a)

A. Lemparan bawah

b)

B. Lemparan atas

c)

C. Lemparan memutar

d)

D. Lemparan samping

e)

E. Lemparan jongkok

7.

Dalam pembelajaran PJOK kelas IX di lapangan sekolah, guru sedang melatih siswa untuk mengikuti lomba lari estafet antar-kelas. Selama latihan, guru mendapati bahwa beberapa siswa menggunakan tongkat estafet dengan panjang yang berbeda. Hal ini menyebabkan beberapa kali kegagalan dalam pergantian tongkat karena jarak dan timing tidak konsisten. Guru kemudian mempertimbangkan langkah yang tepat agar proses latihan berjalan lebih efektif dan seragam. Bagaimana pengetahuan tentang panjang standar tongkat estafet dapat memengaruhi desain pelatihan dan perlengkapan, dan langkah apa yang dapat diambil oleh guru untuk memastikan keseragaman dalam penggunaan tongkat estafet?

a)

A. Menyediakan variasi ukuran tongkat untuk menguji preferensi pelari

b)

B. Mengatur jarak pelari dalam latihan sesuai dengan panjang tongkat

c)

C. Mengganti ukuran tongkat dengan yang lebih panjang untuk meningkatkan efisiensi

d)

D. Memastikan setiap pelari menggunakan tongkat yang sama panjangnya

e)

E. Mengubah teknik lari berdasarkan panjang tongkat yang berbeda

8.

Dalam pembelajaran PJOK kelas VII, guru sedang mengajarkan gerakan kombinasi guling depan dan guling lenting di ruang aula olahraga sekolah. Untuk memastikan seluruh siswa memahami dan mampu melakukan gerakan dengan benar, guru menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan bervariasi, memberi contoh dari beberapa arah, memperhatikan gerakan siswa sambil berkeliling, menyebut nama siswa saat memberi umpan balik, dan menjaga kontak mata saat berbicara langsung dengan siswa. Siswa terlihat antusias dan fokus sepanjang sesi latihan. Dalam konteks proses pembelajaran ini, variasi yang diterapkan oleh guru tersebut dapat dikategorikan sebagai variasi dalam ...

a)

A. Penggunaan media

b)

B. Gaya mengajar

c)

C. Pola interaksi

d)

D. Kegiatan siswa

e)

E. Metode mengajar

9.

Pak Dwi, guru PJOK kelas X, ingin mengajarkan materi atletik nomor lari jarak menengah. Ia menyusun capaian pembelajaran agar siswa mampu menunjukkan teknik dasar lari yang benar dan mengaplikasikannya dalam mini-lomba. Ia juga ingin memastikan pembelajaran berlangsung dalam tahapan yang sistematis. Langkah awal yang paling tepat bagi Pak Dwi dalam menyusun desain pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran secara sistematis adalah ...

a)

A. Menyiapkan instrumen penilaian keterampilan

b)

B. Menentukan model pembelajaran yang aktif

c)

C. Merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran

d)

D. Mengembangkan rubrik penilaian performa

e)

E. Merancang Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)

10.

Di kelas XI, Bu Rina ingin mengajarkan senam lantai (guling depan dan belakang). Ia menyadari bahwa banyak siswa kesulitan saat mempraktikkan teknik dasar. Untuk mengatasinya, ia mengajak siswa menyaksikan video demonstrasi, berdiskusi dalam kelompok kecil tentang kesalahan gerakan, lalu mempraktikkannya secara bergiliran di atas matras. Model pembelajaran manakah yang paling sesuai dengan strategi Bu Rina untuk membangun pemahaman dan keterampilan secara bertahap?

a)

A. Discovery Learning

b)

B. Direct Instruction

c)

C. Problem Based Learning

d)

D. Cooperative Learning

e)

E. Project Based Learning

11.

Pak Irfan mengajar mata pelajaran PJOK di kelas IX SMP. Dalam pembelajaran permainan bola voli di lapangan sekolah, Pak Irfan tidak hanya mencatat skor pertandingan antarkelompok. Ia juga memperhatikan bagaimana para siswa berkomunikasi dalam tim, menunjukkan semangat kerja sama, serta menerapkan teknik dasar seperti passing, servis, dan posisi bermain. Setelah latihan, Pak Irfan ingin menyusun penilaian yang tidak hanya fokus pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga mencerminkan proses pembelajaran yang terjadi selama latihan. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi asesmen manakah yang paling tepat digunakan Pak Irfan untuk menilai pembelajaran bola voli secara menyeluruh?

a)

A. Memberikan ujian tulis yang menguji pemahaman sejarah dan peraturan bola voli.

b)

B. Menilai teknik keterampilan hanya saat pertandingan final berlangsung.

c)

C. Melakukan observasi terhadap sikap dan keterampilan motorik siswa selama proses latihan.

d)

D. Menentukan nilai berdasarkan jumlah kehadiran siswa di sesi latihan.

e)

E. Menguji kebugaran jasmani siswa dengan tes push up dan sit up.

12.

Setelah melaksanakan pembelajaran senam irama di kelas XII SMA, Bu Lisa meminta setiap siswa menuliskan pengalaman mereka selama latihan. Dalam tulisan itu, siswa diminta mengidentifikasi tantangan yang mereka alami, menganalisis kesalahan yang terjadi, dan menyusun strategi pribadi untuk memperbaiki penampilan mereka di sesi berikutnya. Hasil refleksi ini kemudian dijadikan bagian dari penilaian pembelajaran. Berdasarkan kondisi tersebut, jenis evaluasi manakah yang paling tepat mencerminkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada peserta didik?

a)

A. Tes objektif pilihan ganda tentang teori senam irama

b)

B. Tes keterampilan praktik senam secara serentak

c)

C. Tes pengetahuan dasar tentang pola gerak

d)

D. Refleksi tertulis dan penilaian proses pembelajaran

e)

E. Tes tertulis esai dengan pertanyaan terstruktur

13.

Pak Rizal sedang mengajar materi atletik kepada siswa kelas X. Dalam kelasnya, terdapat beberapa siswa yang baru pulih dari cedera lutut dan pergelangan kaki. Agar semua siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara aktif dan aman, Pak Rizal membagi aktivitas menjadi dua bagian. Siswa dengan kondisi fisik prima mengikuti latihan lari interval reguler, sedangkan siswa yang sedang pemulihan diberikan latihan alternatif seperti jalan cepat dan penguatan otot ringan. Semua siswa tetap mendapatkan penilaian yang disesuaikan dengan target belajarnya masing-masing. Berdasarkan kondisi tersebut, pendekatan perencanaan pembelajaran yang paling tepat digunakan oleh Pak Rizal agar pembelajaran tetap inklusif dan adaptif adalah …

a)

A. Diferensiasi proses dan produk pembelajaran

b)

B. Pemisahan siswa dengan kondisi fisik khusus ke dalam kelompok terpisah

c)

C. Penugasan kerja rumah tambahan untuk siswa yang tidak ikut latihan

d)

D. Penilaian satu jenis untuk semua siswa agar adil

e)

E. Rotasi latihan yang sama untuk semua siswa di setiap sesi

14.

Pak Anton telah melaksanakan pembelajaran lompat jauh selama dua minggu kepada siswa kelas X. Ia telah menggunakan metode demonstrasi dan latihan berulang di lapangan. Namun, setelah melakukan asesmen keterampilan, hanya sekitar 30% siswa yang mampu menunjukkan teknik tolakan dan pendaratan dengan benar. Beberapa siswa tampak kesulitan memahami urutan gerakan meskipun sudah berlatih. Pak Anton mulai mempertanyakan efektivitas strategi pembelajaran yang ia gunakan. Langkah evaluatif pertama yang paling tepat dilakukan Pak Anton untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran adalah ...

a)

A. Mengganti materi pembelajaran berikutnya agar lebih mudah

b)

B. Memberikan remedial secara massal kepada semua siswa

c)

C. Menganalisis kembali desain pembelajarannya secara menyeluruh

d)

D. Mengubah pendekatan menjadi metode ceramah agar lebih cepat

e)

E. Menyusun ulang rubrik penilaian agar nilai siswa meningkat

15.

Menjelang ujian praktik bela diri di kelas XII, Pak Dedi, guru PJOK, menyusun pembelajaran dengan tahapan berjenjang. Minggu pertama difokuskan pada pengenalan teknik dasar seperti kuda-kuda dan pukulan lurus. Minggu berikutnya, siswa mulai melakukan latihan individu dengan koreksi teknik, lalu dilanjutkan dengan sparring ringan dan refleksi performa. Uji performa dilaksanakan pada minggu akhir sesuai rencana semester. Apa prinsip utama desain pembelajaran yang digunakan Pak Dedi untuk menyusun urutan kegiatan tersebut?

a)

A. Penilaian autentik

b)

B. Konstruktivisme sosial

c)

C. Spiralisasi konten

d)

D. Pembelajaran terbalik (flipped learning)

e)

E. Desain pembelajaran sekuensial

16.

Bu Erna mengajar kebugaran jasmani di kelas XI. Ia menyadari bahwa tidak semua siswa memiliki akses ke peralatan kebugaran profesional di rumah. Untuk itu, ia meminta siswa merancang program latihan kebugaran yang bisa dilakukan dengan alat sederhana yang tersedia di lingkungan rumah, seperti galon air, kursi, dan tangga. Program latihan tersebut kemudian dipresentasikan dan dianalisis bersama di kelas, termasuk aspek keamanan, efektivitas, dan kesesuaian dengan prinsip latihan. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat menggambarkan strategi Bu Erna adalah ...

a)

A. Pendekatan kompetitif

b)

B. Pendekatan behavioristik

c)

C. Pendekatan saintifik

d)

D. Pendekatan kontekstual

e)

E. Pendekatan eksperimental

17.

Bu Erna mengajar kebugaran jasmani di kelas XI. Ia menyadari bahwa tidak semua siswa memiliki akses ke peralatan kebugaran profesional di rumah. Untuk itu, ia meminta siswa merancang program latihan kebugaran yang bisa dilakukan dengan alat sederhana yang tersedia di lingkungan rumah, seperti galon air, kursi, dan tangga. Program latihan tersebut kemudian dipresentasikan dan dianalisis bersama di kelas, termasuk aspek keamanan, efektivitas, dan kesesuaian dengan prinsip latihan. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat menggambarkan strategi Bu Erna adalah ...

a)

A. Pendekatan kompetitif

b)

B. Pendekatan behavioristik

c)

C. Pendekatan saintifik

d)

D. Pendekatan kontekstual

e)

E. Pendekatan eksperimental

18.

Lapangan sekolah sedang dalam proses renovasi, namun Pak Dani tetap ingin memastikan pembelajaran teknik dasar sepak bola tetap berlangsung. Ia memutuskan untuk memanfaatkan selasar sekolah sebagai area latihan. Dengan menggunakan bola plastik dan pita perekat untuk menandai batas lapangan, Pak Dani membagi siswa menjadi kelompok kecil dan memandu mereka melakukan variasi passing. Selain itu, siswa diminta mengevaluasi teknik passing yang mereka lakukan bersama rekan satu tim. Tindakan Pak Dani dalam skenario tersebut menunjukkan kemampuan guru dalam ...

a)

A. Menyesuaikan tujuan pembelajaran

b)

B. Menciptakan kondisi bermain kompetitif

c)

C. Menggunakan media berbasis teknologi

d)

D. Mengembangkan media pembelajaran alternatif

e)

E. Mendorong siswa untuk bersaing

19.

Bu Citra mengajar kelas XII dan ingin mengembangkan keterampilan abad 21 siswa melalui pendekatan yang kontekstual dan kolaboratif. Ia meminta setiap kelompok siswa untuk merancang sirkuit latihan kebugaran yang dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan alat sederhana seperti kursi, botol air, atau tangga. Pada pertemuan berikutnya, siswa memaparkan rencana latihan mereka di kelas dan mempraktikkannya secara langsung di lapangan. Bu Citra memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk memberikan masukan dan evaluasi terhadap program yang dibuat. Langkah Bu Citra tersebut menunjukkan pendekatan guru dalam ...

a)

A. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek

b)

B. Evaluasi hasil belajar berbasis keterampilan

c)

C. Analisis karakteristik peserta didik

d)

D. Perencanaan pembelajaran partisipatif

e)

E. Penilaian aspek kognitif

20.

Bu Ayu mengajar PJOK di kelas XI dan memperhatikan bahwa sebagian besar siswanya aktif membuat konten video pendek di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Untuk meningkatkan keterlibatan belajar, Bu Ayu menugaskan siswa membuat video edukatif berisi demonstrasi gerakan pemanasan dan pendinginan yang benar, disertai penjelasan singkat mengenai teknik dan keselamatan. Video tersebut dipresentasikan di kelas dan mendapat masukan dari teman sebaya. Strategi pembelajaran yang diterapkan Bu Ayu menunjukkan pemanfaatan pendekatan yang berfokus pada …

a)

A. Disiplin kelas yang ketat

b)

B. Evaluasi diri berbasis refleksi

c)

C. Potensi dan minat peserta didik

d)

D. Media cetak tradisional

e)

E. Pembelajaran berbasis kompetisi

21.

Pak Yoga mengajar permainan bola kecil di kelas X, namun sekolah tidak memiliki lapangan olahraga khusus. Untuk menyiasati keterbatasan, Pak Yoga meminta siswa membawa bola plastik dan tongkat kayu dari rumah. Ia juga melibatkan siswa dalam memodifikasi aturan permainan dan memanfaatkan lapangan parkir sekolah sebagai tempat pembelajaran. Siswa dibagi dalam kelompok dan berkompetisi dengan peraturan yang telah disesuaikan. Berdasarkan studi kasus tersebut, model pembelajaran dan pendekatan yang paling menggambarkan tindakan Pak Yoga adalah…

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Model Discovery Learning

b)

B. Model Problem Based Learning

c)

C. Model Contextual Teaching and Learning

d)

D. Model Demonstrasi Langsung

e)

E. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Sekitar

22.

Bu Rani sedang mengajar materi kebugaran jasmani di kelas XI. Karena keterbatasan fasilitas alat olahraga di sekolah, ia mengajak peserta didik menggunakan tangga sekolah, lapangan parkir, dan halaman taman sebagai media latihan. Ia mengelompokkan siswa, memberikan modul latihan mandiri berbasis lingkungan, dan mendokumentasikan kegiatan siswa untuk umpan balik pembelajaran. Berdasarkan studi kasus di atas, sumber belajar dan pendekatan yang relevan dengan tujuan pembelajaran kebugaran jasmani adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan fasilitas di sekitar sekolah sebagai alat bantu latihan kebugaran

b)

B. Menyediakan video latihan kebugaran dari internet sebagai referensi utama

c)

C. Mengembangkan modul berbasis aktivitas fisik lingkungan sekolah

d)

D. Menggunakan tes kebugaran jasmani standar nasional tanpa modifikasi

e)

E. Mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan lingkungan nyata

23.

Pak Deni sedang mengajarkan materi strategi permainan bola voli di kelas XII. Ia merasa bahwa metode ceramah tidak cukup efektif. Oleh karena itu, ia mengembangkan media interaktif berupa simulasi taktik bola voli menggunakan aplikasi digital, serta memberikan lembar kerja untuk menganalisis strategi permainan berdasarkan tayangan video pertandingan. Apa saja bentuk sumber belajar yang tepat digunakan oleh Pak Deni agar sesuai dengan pendekatan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Video pertandingan bola voli yang ditayangkan melalui proyektor

b)

B. Aplikasi simulasi taktik permainan bola voli

c)

C. Modul teks panjang tentang sejarah bola voli

d)

D. Lembar kerja analisis strategi permainan berdasarkan tayangan video

e)

E. Buku pegangan guru yang menjelaskan RPP dan tujuan pembelajaran

24.

Dalam mengajarkan materi renang, Pak Hendra menyadari bahwa banyak siswa SMA belum memiliki akses ke kolam renang. Ia membuat video tutorial teknik renang menggunakan animasi digital dan mengemas bahan ajar dalam bentuk e-book interaktif yang bisa diakses dari rumah. Ia juga memberikan kuis daring berbasis studi kasus untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Manakah kombinasi sumber belajar dan produk pembelajaran yang paling sesuai dengan pendekatan pembelajaran modern dan kebutuhan siswa?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. E-book interaktif yang memuat simulasi teknik dasar renang

b)

B. Modul cetak renang yang hanya memuat teori gerakan

c)

C. Video animasi teknik renang yang mudah diakses dari gawai siswa

d)

D. Kuis daring berbasis studi kasus teknik renang

e)

E. LKS berbentuk cetak dengan soal pilihan ganda tanpa penilaian praktik

25.

Dalam pembelajaran PJOK kelas XI mengenai materi permainan sepak bola, Bu Lina ingin peserta didiknya memahami taktik dan strategi permainan secara mendalam. Ia merancang kegiatan pembelajaran dengan menugaskan siswa membuat video analisis pertandingan sepak bola lokal di sekitar mereka. Selain itu, ia menyediakan buku panduan taktik, artikel daring, dan membimbing diskusi kelas berdasarkan hasil observasi lapangan siswa. Strategi dan sumber belajar yang digunakan Bu Lina yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pendekatan kontekstual adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A.Video analisis pertandingan sepak bola lokal yang dibuat oleh siswa

b)

B. Buku pegangan berisi aturan resmi FIFA tanpa penyesuaian lokal

c)

C. Artikel daring tentang taktik permainan yang relevan

d)

D. Diskusi kelompok berdasarkan pengamatan langsung di lapangan

e)

E. Ujian teori tertulis tentang sejarah sepak bola dunia

26.

Pak Damar sedang mengajarkan materi permainan bola besar di kelas VIII. Ia menyadari sebagian peserta didik kurang termotivasi untuk terlibat aktif. Untuk membangun minat dan nalar kritis siswa, Pak Damar meminta mereka mengamati pertandingan futsal antar kelas, mencatat strategi tim, lalu mempresentasikan hasil analisis mereka. Ia juga memberi kebebasan memilih peran: pemain, wasit, pencatat skor, atau analis pertandingan. Strategi pembelajaran dan komunikasi yang digunakan Pak Damar dapat dikaitkan dengan?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Pemberian otonomi dalam memilih peran untuk meningkatkan motivasi intrinsik

b)

B. Pembelajaran berbasis observasi untuk mengembangkan keterampilan analitis

c)

C. Penerapan strategi pembelajaran berbasis hafalan untuk penguasaan taktik

d)

D. Integrasi teori perkembangan kognitif dan sosial dalam membangun kerja tim

e)

E. Strategi drill untuk melatih kemampuan teknis dalam waktu terbatas

27.

Bu Wina, guru PJOK kelas XI, merasa bahwa sebagian siswanya kurang memahami makna pentingnya kebugaran jasmani dalam kehidupan nyata. Untuk itu, ia memulai pelajaran dengan menayangkan video kisah atlet disabilitas yang tetap berprestasi di tengah keterbatasan fisik. Setelah itu, ia mengajak siswa berdiskusi reflektif mengenai makna kebugaran dalam konteks hidup mereka. Siswa kemudian diminta menulis jurnal pribadi dan merancang program kebugaran mingguan yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan minat masing-masing. Desain pembelajaran Bu Wina mendukung pengembangan minat dan nalar kritis peserta didik melalui …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Kegiatan reflektif yang memfasilitasi kesadaran emosional dan sosial

b)

B. Strategi ceramah satu arah untuk penyampaian materi secara sistematis

c)

C. Penugasan personal berbasis pengalaman untuk menumbuhkan motivasi intrinsik

d)

D. Pemberian proyek individual untuk membentuk tanggung jawab pribadi

e)

E. Penggunaan kisah nyata untuk membangun koneksi emosional dengan peserta didik

28.

Dalam pelajaran atletik di kelas X, Pak Jaka menyadari bahwa kemampuan fisik siswanya sangat bervariasi. Untuk itu, ia membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan minat dan kondisi fisik. Ia menyampaikan instruksi dengan pendekatan personal, mengajak siswa berdiskusi tentang target latihan masing-masing, dan memantau perkembangan mereka secara berkala. Ia juga menyisipkan sesi diskusi kelompok kecil untuk menilai efektivitas strategi latihan mereka. Strategi dan komunikasi pembelajaran yang dilakukan Pak Jaka mencerminkan …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Pemanfaatan teori perkembangan kognitif dan emosional dalam pendekatan personal

b)

B. Penerapan strategi pembelajaran diferensiasi berdasarkan karakteristik siswa

c)

C. Model komunikasi dua arah untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif

d)

D. Pendekatan seragam untuk mendorong persaingan dalam satu level kemampuan

e)

E. Pembelajaran berbasis refleksi untuk mengembangkan evaluasi diri peserta didik

29.

Dalam pembelajaran teknik lompat jauh, Pak Irfan meminta siswa merekam gerakan mereka menggunakan ponsel, lalu menganalisis video tersebut untuk melihat kesalahan dalam fase tolakan dan pendaratan. Siswa diminta mengunggah video mereka ke platform pembelajaran daring dan memberi komentar secara reflektif pada video teman. Strategi pembelajaran Pak Irfan menunjukkan pemanfaatan TIK secara adaptif melalui …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Penerapan video analisis sebagai alat evaluasi dan refleksi teknik gerak

b)

B. Penggunaan media sosial sebagai sarana utama komunikasi antara siswa dan guru

c)

C. Pemanfaatan platform digital untuk kolaborasi dan pembelajaran peer review

d)

D. Integrasi teknologi sebagai alat utama pengganti observasi guru secara langsung

e)

E. Penggunaan aplikasi rekaman sebagai media pelatihan mandiri yang berorientasi pada umpan balik

30.

Bu Lisa, guru PJOK kelas VIII, ingin menumbuhkan pemahaman siswa tentang pentingnya kebugaran jasmani dengan pendekatan yang relevan dengan dunia digital. Ia meminta siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk membuat infografis digital tentang manfaat latihan fisik menggunakan aplikasi desain grafis berbasis web. Siswa mencari data dari berbagai sumber daring, menyusun visual informatif, lalu mengunggah hasil karya ke kelas digital untuk kemudian dipresentasikan di depan kelas menggunakan proyektor. Strategi pembelajaran yang dilakukan Bu Lisa mencerminkan integrasi TIK dalam pembelajaran melalui …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Penggunaan alat digital berbasis proyek untuk membangun kolaborasi dan kreativitas

b)

B. Penerapan teknologi sebagai alat visualisasi konsep kebugaran secara lebih menarik

c)

C. Pemanfaatan internet untuk mencari dan membandingkan sumber belajar yang relevan

d)

D. Integrasi aplikasi TIK hanya sebagai pengganti buku paket

e)

E. Pengembangan produk digital sebagai bentuk asesmen alternatif yang otentik

31.

Pak Wawan memberikan tugas pembelajaran mandiri kepada siswa kelas XI untuk mencatat aktivitas fisik harian mereka selama dua minggu menggunakan aplikasi pelacak kebugaran (fitness tracker) yang tersedia di ponsel. Siswa diminta mengamati durasi aktivitas, langkah harian, kalori terbakar, dan intensitas latihan. Setelah data terkumpul, mereka menganalisis dan menghubungkan data tersebut dengan teori kebugaran jasmani dalam bentuk laporan digital, lalu mempresentasikannya kepada teman-teman sekelas. Praktik pembelajaran yang dilakukan Pak Wawan mencerminkan …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Penguatan literasi digital dalam konteks kesehatan dan kebugaran jasmani

b)

B. Integrasi teknologi sebagai alat monitoring perkembangan aktivitas siswa

c)

C. Penggunaan media berbasis cetak untuk membandingkan data secara manual

d)

D. Penerapan TIK sebagai bagian dari penilaian autentik berbasis proyek

e)

E. Penerapan metode saintifik dalam pembelajaran PJOK berbasis teknologi

32.

Bu Nia sedang melaksanakan pembelajaran senam lantai di kelas XI. Ia meminta setiap siswa untuk merekam aktivitas latihan mereka secara mandiri, kemudian menuliskan refleksi tertulis mengenai bagian teknik yang masih perlu diperbaiki. Dalam pertemuan selanjutnya, siswa saling memberi umpan balik terhadap video teman secara konstruktif. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik performa teknik dan indikator sikap kerja sama. Pendekatan asesmen yang dilakukan Bu Nia menunjukkan strategi asesmen yang berpusat pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mendorong siswa mengevaluasi kemajuan dirinya melalui refleksi mandiri

b)

B. Memberikan ruang partisipasi siswa dalam menilai temannya secara objektif

c)

C. Menempatkan guru sebagai satu-satunya pemberi nilai untuk menjaga objektivitas

d)

D. Mengembangkan sikap tanggung jawab siswa terhadap proses belajar mereka sendiri

e)

E. Mengukur hanya hasil akhir tanpa memperhatikan proses latihan yang dilakukan siswa

33.

Pak Arif, guru PJOK di kelas XI, memberi tugas proyek kebugaran jasmani kepada siswanya. Siswa diminta merancang dan menjalankan program latihan pribadi selama 4 minggu. Mereka mendokumentasikan kegiatan harian, menyusun jurnal kemajuan, serta membuat refleksi tertulis tentang dampak latihan terhadap kesehatan fisik dan mental. Selama proyek berlangsung, Pak Arif memberikan umpan balik formatif secara berkala. Asesmen yang diterapkan Pak Arif mencerminkan prinsip pendidikan yang berpihak pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberi keleluasaan siswa untuk menentukan bentuk dan isi tugas proyek

b)

B. Menekankan proses belajar sebagai bagian dari penilaian, bukan hanya hasil akhir

c)

C. Mengabaikan standar kurikulum demi memberikan kebebasan penuh pada siswa

d)

D. Mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses asesmen

e)

E. Menempatkan pengalaman belajar siswa sebagai fokus utama evaluasi pembelajaran

34.

Pak Dani sedang menyelesaikan unit pembelajaran kebugaran jasmani di kelas X. Setelah melakukan evaluasi formatif selama beberapa minggu, ia menyadari bahwa gaya belajar siswanya beragam. Ada yang lebih unggul dalam menyusun laporan tertulis, ada pula yang lebih ekspresif melalui presentasi visual dan media digital. Untuk asesmen akhir, Pak Dani memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bentuk produk akhir sesuai preferensi dan kekuatan mereka, selama isi materi dan indikator capaian tetap terpenuhi. Pendekatan asesmen yang dilakukan Pak Dani mencerminkan prinsip asesmen yang berpihak pada karakteristik peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memungkinkan siswa menunjukkan kompetensi dengan cara yang sesuai dengan kekuatan mereka

b)

B. Mengadopsi pendekatan diferensiasi yang memperhatikan perbedaan individu

c)

C. Mendorong keseragaman dalam hasil tugas agar mudah dinilai

d)

D. Mengarahkan semua siswa untuk membuat produk yang sama agar adil

e)

E. Memfasilitasi tercapainya tujuan pembelajaran melalui jalur asesmen yang bervariasi

35.

Dalam pelajaran senam lantai kelas X, Bu Rani meminta peserta didik untuk merekam diri saat melakukan rangkaian gerakan guling depan dan belakang. Setelah sesi latihan, siswa diminta untuk menonton ulang video mereka sendiri, lalu menuliskan refleksi tertulis tentang bagian-bagian gerakan yang sudah sesuai dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Selain itu, siswa juga diminta menyampaikan rencana perbaikan teknik untuk sesi berikutnya. Strategi asesmen yang dilakukan Bu Rani mencerminkan pendekatan asesmen yang berpusat pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memfasilitasi siswa untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri

b)

B. Memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang kinerja temannya

c)

C. Menekankan partisipasi aktif siswa dalam proses penilaian

d)

D. Menilai siswa hanya dari hasil akhir performa fisiknya

e)

E. Mengembangkan keterampilan refleksi dan kesadaran diri siswa

36.

Dalam pembelajaran kebugaran jasmani kelas XI, Pak Junaidi meminta siswa untuk merancang program latihan pribadi selama dua minggu, disesuaikan dengan minat dan kebutuhan fisik masing-masing. Setiap hari siswa mencatat progres latihan dalam jurnal reflektif, dan setiap akhir minggu mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk berbagi pengalaman dan tantangan selama latihan. Praktik asesmen yang dilakukan Pak Junaidi mencerminkan prinsip asesmen yang berpihak pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberi siswa tanggung jawab dalam merancang dan mengevaluasi program latihannya

b)

B. Mendorong siswa mengenali kekuatan dan kelemahannya dalam aktivitas fisik

c)

C. Mengabaikan standar penilaian guru demi pengalaman belajar yang menyenangkan

d)

D. Menggunakan jurnal dan diskusi sebagai bagian dari evaluasi proses belajar siswa

e)

E. Menilai kemampuan siswa hanya dari performa fisik terbaik

37.

Dalam pembelajaran teknik passing bola voli di kelas X, Pak Aldi membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Ia memberikan setiap kelompok panduan observasi sederhana untuk mengevaluasi teknik passing teman sekelompoknya. Setelah semua siswa mencoba dan mengamati, mereka melakukan diskusi reflektif kelompok untuk membahas kesalahan teknik dan strategi perbaikan. Penilaian akhir tidak hanya berasal dari guru, tetapi juga mempertimbangkan hasil observasi dan refleksi siswa. Pendekatan asesmen yang diterapkan Pak Aldi mencerminkan prinsip asesmen yang berpihak pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengajak siswa berpartisipasi aktif dalam proses penilaian teman sebaya

b)

B. Meningkatkan kemampuan metakognitif melalui diskusi dan observasi

c)

C. Menilai siswa hanya berdasarkan catatan guru tentang teknik passing

d)

D. Membangun tanggung jawab dan rasa empati dalam kelompok belajar

e)

E. Memberikan pembelajaran yang berorientasi pada produk, bukan proses

38.

Dalam unit pembelajaran renang di kelas XI, Ibu Endah meminta setiap siswa membuat portofolio digital yang berisi jurnal latihan mingguan, foto aktivitas renang, refleksi pribadi mengenai kesulitan dan pencapaian, serta umpan balik dari teman. Di awal pembelajaran, ia mengajak siswa menyusun rubrik penilaian bersama, agar semua memahami apa yang dinilai. Di akhir unit, siswa juga diminta merefleksikan progres belajar mereka berdasarkan portofolio tersebut. Praktik asesmen Ibu Endah mencerminkan prinsip asesmen yang berpihak pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan portofolio sebagai alat dokumentasi dan refleksi kemajuan belajar

b)

B. Mengajak siswa terlibat dalam penyusunan kriteria penilaian

c)

C. Menjadikan proses belajar sebagai bagian penting dari evaluasi

d)

D. Menilai semua siswa dengan metode dan kriteria yang sama tanpa diferensiasi

e)

E. Memberikan kesempatan siswa memahami progres belajar mereka secara menyeluruh

39.

Dalam unit kebugaran jasmani, Pak Wahyu menugaskan siswa melakukan latihan kebugaran mandiri selama 7 hari. Setiap siswa mencatat aktivitasnya dalam jurnal latihan dan merekam video latihan hariannya. Setelah meninjau video dan jurnal, Pak Wahyu tidak hanya memberikan nilai, tetapi juga menyampaikan komentar tertulis yang memuat analisis kekuatan, area yang perlu ditingkatkan, dan saran latihan lanjutan untuk minggu berikutnya. Praktik umpan balik Pak Wahyu mencerminkan prinsip umpan balik yang efektif karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengarahkan siswa pada langkah konkret untuk perbaikan di masa depan

b)

B. Hanya berfokus pada nilai akhir dari video yang dikumpulkan

c)

C. Mendorong siswa merefleksikan pencapaian dan kekurangan mereka

d)

D. Disampaikan secara spesifik dan terkait langsung dengan aktivitas siswa

e)

E. Memberikan penilaian tanpa keterlibatan siswa dalam diskusi hasil belajar

40.

Dalam sesi pembelajaran permainan bola basket, Bu Intan merekam sebagian proses permainan di kelas. Pada pertemuan berikutnya, ia menayangkan cuplikan video dan mengajak siswa menganalisis teknik passing yang dilakukan, termasuk kekuatan dan kelemahannya. Setelah itu, siswa diminta menetapkan target perbaikan individu untuk sesi latihan selanjutnya. Pendekatan umpan balik yang diterapkan Bu Intan mencerminkan strategi pembelajaran berorientasi pada perkembangan peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan media rekaman sebagai alat refleksi dan pembelajaran

b)

B. Menghindari penilaian guru secara langsung untuk menjaga kenyamanan siswa

c)

C. Mendorong keterlibatan siswa dalam mengevaluasi performa mereka

d)

D. Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menetapkan tujuan belajar sendiri

e)

E. Mengandalkan hasil skor permainan sebagai dasar satu-satunya dalam penilaian

41.

Setelah latihan senam irama berpasangan, Ibu Rika meminta setiap pasangan memberikan umpan balik satu sama lain menggunakan format panduan yang telah disiapkan guru. Panduan tersebut mencakup aspek ritme, kekompakan, dan ekspresi. Setelah memberikan umpan balik, siswa berdiskusi bersama untuk menyusun strategi perbaikan teknik masing-masing. Strategi Ibu Rika dalam memberikan ruang umpan balik mencerminkan prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik karena …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Membangun keterampilan metakognisi dan komunikasi antar siswa

b)

B. Memberikan pengalaman belajar berbasis kolaboratif dan reflektif

c)

C. Mengandalkan penilaian teman sebaya tanpa adanya bimbingan guru

d)

D. Menyediakan alat bantu umpan balik agar proses terarah dan adil

e)

E. Mendorong siswa memahami kriteria penilaian dan kualitas performa

42.

Bu Lilis mengajar kebugaran jasmani di kelas VIII. Setelah melakukan serangkaian tes kebugaran (lari 12 menit, sit up, push up, dan shuttle run), ia juga mengobservasi sikap dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Bu Lilis ingin menyusun laporan capaian belajar yang tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga deskripsi perkembangan menyeluruh dari setiap siswa. Dalam menyusun laporan capaian belajar peserta didik secara utuh dan bermakna, langkah terbaik yang dapat dilakukan Bu Lilis adalah …

a)

A. Menuliskan skor hasil tes kebugaran ke dalam rapor sebagai bentuk capaian utama

b)

B. Menggabungkan hasil tes kebugaran, sikap, dan observasi ke dalam deskripsi capaian belajar

c)

C. Menyusun deskripsi capaian berdasarkan kesan umum terhadap siswa

d)

D. Menilai hanya siswa yang aktif dan menunjukkan peningkatan signifikan

e)

E. Memberikan komentar umum tanpa menyebutkan indikator pembelajaran

43.

Pak Ardi mengajar bola voli di kelas XI. Setelah menyelesaikan 4 pertemuan pembelajaran, ia melakukan penilaian performa (servis, passing, dan komunikasi tim), serta mencatat keaktifan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa selama latihan. Ia harus menyusun laporan hasil belajar yang membantu orang tua memahami perkembangan anak secara utuh. Agar laporan capaian belajar yang disusun Pak Ardi benar-benar mencerminkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, maka ia sebaiknya …

a)

A. Memberi nilai akhir berdasarkan nilai rata-rata praktik bola voli

b)

B. Menyampaikan laporan yang berfokus pada kelemahan siswa agar bisa diperbaiki

c)

C. Menyusun laporan yang menggambarkan kekuatan siswa, perkembangan, dan saran tindak lanjut

d)

D. Menyusun laporan yang menekankan pencapaian siswa terbaik di kelas sebagai acuan

e)

E. Menggunakan format laporan naratif tanpa mengacu pada indikator pembelajaran

44.

Bu Rina mengajar sepak bola di kelas XI. Ia telah menilai siswa dari teknik dasar, kerja sama, dan kedisiplinan. Saat kegiatan pembagian rapor, Bu Rina ingin menyampaikan capaian belajar siswa secara adil, transparan, dan membangun. Langkah yang paling sesuai untuk Bu Rina agar laporan capaian belajar yang disampaikannya berdampak positif bagi peserta didik adalah …

a)

A. Menyampaikan laporan hanya jika ada permintaan dari orang tua

b)

B. Memberikan umpan balik lisan secara umum kepada seluruh kelas

c)

C. Mengadakan konferensi siswa dan orang tua untuk membahas hasil belajar dan strategi perbaikan

d)

D. Mengirim hasil penilaian ke orang tua melalui media sosial sekolah

e)

E. Menyusun laporan standar tanpa penyesuaian dengan karakteristik siswa

45.

Di SMP dan SMA tempat Bu Rina mengajar PJOK, laporan hasil belajar peserta didik selama ini disampaikan hanya dalam bentuk angka tanpa keterangan naratif. Akibatnya, banyak orang tua dan siswa yang kurang memahami makna capaian belajar yang sesungguhnya, terutama dalam aspek sikap dan proses selama kegiatan pembelajaran. Melihat hal itu, Bu Rina yang sedang mengajar sepak bola di kelas XI mencoba pendekatan berbeda. Ia telah melakukan penilaian dari aspek teknik dasar bermain sepak bola, kerja sama tim, dan kedisiplinan selama 4 pertemuan. Ia ingin memastikan bahwa laporan capaian belajar yang disampaikan saat pembagian rapor mampu mendorong perkembangan siswa dan dapat dipahami oleh orang tua secara utuh. Jika Anda berada dalam posisi Bu Rina dan ingin mengomunikasikan capaian belajar siswa secara adil, transparan, dan bermakna, tindakan manakah yang paling tepat dilakukan agar laporan tersebut berdampak positif dan membangun semangat belajar siswa?

a)

A. Menyampaikan laporan hanya jika ada permintaan dari orang tua

b)

B. Mengadakan konferensi siswa dan orang tua untuk membahas hasil belajar dan strategi perbaikan

c)

C. Memberikan umpan balik lisan secara umum kepada seluruh kelas

d)

D. Mengirim hasil penilaian ke orang tua melalui media sosial sekolah

e)

E. Menyusun laporan standar tanpa penyesuaian dengan karakteristik siswa

46.

Pak Darto, guru PJOK SMP, selalu memulai pembelajaran dengan mengajak siswa untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa syukur. Suatu hari, ia menghadapi dilema ketika seorang siswa yang berprestasi di bidang olahraga diketahui berbohong soal surat izin latihan agar bisa mengikuti kejuaraan luar sekolah. Meski berpotensi merugikan sekolah, Pak Darto tetap memilih untuk tidak menyembunyikan pelanggaran tersebut dan memberi teguran tegas, sambil tetap membina siswa tersebut agar lebih jujur dan berintegritas. Ia percaya bahwa menjadi manusia yang utuh dan berakhlak jauh lebih penting daripada sekadar prestasi fisik. Apa makna tindakan Pak Darto jika ditinjau dari filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila?

a)

A. Menempatkan nilai moral di atas prestasi, mencerminkan prinsip merdeka belajar secara teknis dan fleksibel.

b)

B. Menunjukkan bahwa guru adalah penilai utama, sehingga boleh bertindak di luar prosedur demi mendidik.

c)

C. Mendorong kompetisi dan integritas secara bersamaan, meskipun tidak ada dasar moral yang dilibatkan. 

d)

D. Memisahkan antara pembinaan karakter dan tanggung jawab sosial siswa, sesuai pendekatan akademis.

e)

E. Mengutamakan keteladanan dan pembentukan karakter, mencerminkan iman, akhlak mulia, serta prinsip pendidikan sebagai tuntunan hidup.

47.

Bu Lina adalah guru PJOK di sebuah SMA berbasis keagamaan. Ia mendesain pembelajaran lari estafet bukan hanya untuk melatih fisik dan teknik, tapi juga untuk menguatkan kerja sama, empati, dan pengendalian diri. Ketika ada siswa yang mengejek temannya karena lambat dalam berlari, Bu Lina tidak hanya memberi sanksi, tapi mengajak seluruh kelas untuk merefleksikan makna sportivitas dan saling menghargai. Ia menekankan bahwa olahraga bukan hanya kompetisi, tetapi media untuk mendekatkan diri pada Tuhan dengan mengembangkan sikap sabar dan menghargai sesama makhluk-Nya. Jika dikaji dari prinsip moral, keyakinan kepada Tuhan, dan filsafat pendidikan nasional, tindakan Bu Lina menunjukkan bahwa...

a)

A. Olahraga seharusnya tidak dikaitkan dengan nilai spiritual karena sifatnya fisik dan kompetitif.

b)

B. Pembelajaran PJOK harus fokus pada capaian fisik dan teknik agar siswa siap berkompetisi.

c)

C. Guru berhak mengendalikan emosi siswa selama pembelajaran tanpa perlu refleksi spiritual.

d)

D. Pendidikan harus mencakup pembentukan nilai spiritual dan moral sebagai bagian dari iman kepada Tuhan.

e)

E. Sportivitas cukup ditanamkan lewat peraturan dan hukuman, bukan pendekatan keagamaan.

48.

Dalam pembelajaran PJOK di kelas XII, Pak Hadi sedang mengajar materi permainan bola voli. Saat sesi praktik, beberapa siswa justru asyik bermain-main, tidak serius mengikuti arahan, bahkan ada yang melempar bola ke arah temannya sambil tertawa. Salah satu bola mengenai wajah seorang siswa perempuan hingga ia menangis. Suasana kelas menjadi gaduh. Beberapa guru yang lewat juga menegur Pak Hadi karena dianggap tidak mampu mengelola kelas dengan baik. Merasa dipermalukan dan kecewa, Pak Hadi hampir saja memarahi seluruh kelas dengan nada tinggi. Namun, ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, lalu mengajak siswa berdiskusi tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan keselamatan bersama dalam olahraga. Ia juga meminta maaf kepada siswa yang terluka, sambil menekankan pentingnya empati dan disiplin dalam kegiatan fisik. Apa strategi pengelolaan emosi yang paling tepat dijelaskan dari sikap Pak Hadi, bila ditinjau dari lima kompetensi sosial-emosional dalam peran pendidik?

a)

A. Pak Hadi menunjukkan pengendalian situasi dengan memberlakukan sanksi keras sebagai bentuk disiplin yang tegas.

b)

B. Pak Hadi menekan emosinya demi menjaga wibawa, tanpa perlu melibatkan refleksi bersama siswa.

c)

C. Pak Hadi menerapkan kesadaran sosial dan manajemen emosi dengan tetap tenang, empatik, dan solutif di tengah tekanan.

d)

D. Pak Hadi memprioritaskan aspek keselamatan dengan cara menegur guru lain yang tidak memahami kompleksitas situasi kelas.

e)

E. Pak Hadi menyalurkan emosinya secara terbuka agar siswa paham bahwa guru juga berhak marah dalam kondisi tertentu.

49.

Bu Rani adalah guru PJOK di SMA yang sedang melaksanakan penilaian praktik kebugaran jasmani. Dalam proses pelaksanaan tes, seorang siswa, Farel, mengaku mengalami kecemasan karena tekanan dari teman-teman yang mengejek kekurangannya dalam berlari. Beberapa siswa lain terlihat merekam dan menertawakan Farel secara diam-diam. Di sisi lain, pimpinan sekolah menginginkan seluruh data hasil tes segera dikumpulkan untuk kebutuhan akreditasi. Bu Rani merasa terjepit antara memenuhi target administratif dan menjaga martabat serta hak psikologis siswa. Setelah berdialog dengan Farel secara pribadi dan merefleksikan pembelajaran dari mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia dan Pembelajaran Sosial Emosional, Bu Rani memutuskan untuk menunda pelaporan data dan mengadakan forum kelas untuk membahas etika dalam sportivitas dan pentingnya ruang aman dalam pembelajaran PJOK. Ia juga menghapus video yang direkam siswa lain dan memberikan edukasi terkait perlindungan dan privasi. Tindakan Bu Rani paling mencerminkan penerapan kode etik guru berdasarkan refleksi pembelajaran PPG karena...

a)

A. Ia menolak perintah atasan sebagai bentuk kemandirian profesional guru yang bertanggung jawab pada moral pribadi.

b)

B. Ia mengabaikan hasil penilaian demi menjaga hubungan baik dengan siswa yang bermasalah.

c)

C. Ia memprioritaskan pendekatan emosional dan spiritual ketimbang menyelesaikan tugas administrasi.

d)

D. Ia menyeimbangkan antara profesionalisme, perlindungan peserta didik, dan etika pembelajaran sesuai prinsip mata kuliah inti PPG.

e)

E. Ia menindak siswa sesuai peraturan tanpa mempertimbangkan konteks psikologis yang memengaruhi performa.

50.

Pak Irwan mengajar PJOK di kelas VII. Setelah melakukan asesmen awal kebugaran jasmani, ia mendapati bahwa kemampuan fisik siswa sangat bervariasi. Sebagian siswa sangat aktif dan mampu mengikuti latihan interval dengan baik, namun sebagian lainnya terlihat cepat lelah bahkan saat melakukan pemanasan. Saat rapat guru, Pak Irwan menyadari bahwa dirinya belum pernah mengikuti pelatihan tentang pendekatan diferensiasi dalam aktivitas jasmani. Ia pun memutuskan untuk mengevaluasi rencana pembelajarannya dan mencari pelatihan yang relevan agar bisa merancang aktivitas yang sesuai dengan tingkat kesiapan fisik tiap siswa. Tindakan Pak Irwan mencerminkan prinsip pengembangan diri berbasis peserta didik karena...

a)

A. Ia menyederhanakan pembelajaran agar semua siswa dapat mengikuti tanpa perlu evaluasi kemampuan.

b)

B. Ia menerapkan pendekatan kompetisi agar siswa tertantang meningkatkan kebugarannya.

c)

C. Ia menyusun jadwal latihan yang sama untuk semua siswa berdasarkan standar kurikulum nasional.

tingkat kesiapan mereka.

d)

D. Ia melakukan refleksi terhadap kebutuhan siswa dan mencari pelatihan yang mendukung strategi pembelajaran yang sesuai dengan

e)

E. Ia fokus pada siswa yang aktif saja agar hasil asesmen sekolah tetap tinggi.

51.

Bu Ratna, guru PJOK kelas XI, merasa bahwa pendekatan latihannya selama ini terlalu berfokus pada hasil akhir seperti nilai kebugaran dan keterampilan bermain. Saat melakukan refleksi berdasarkan umpan balik dari siswa, ia mendapati banyak siswa merasa tertekan karena tidak semua memiliki ketertarikan pada olahraga kompetitif. Dalam lokakarya komunitas guru, ia kemudian mempresentasikan idenya untuk merancang ulang pembelajaran PJOK berbasis minat, kesehatan mental, dan tujuan individu. Ia pun merancang rencana pengembangan diri melalui studi kasus Teaching at the Right Level serta membaca jurnal terbaru tentang pendekatan humanistik dalam PJOK. Apa yang paling tepat menggambarkan sikap profesional Bu Ratna dalam konteks pengembangan diri?

a)

A. Ia mengutamakan hasil penilaian kognitif untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran.

b)

B. Ia menyesuaikan diri dengan minat siswa dan memperluas pemahaman pedagogisnya melalui refleksi dan studi lanjutan.

c)

C. Ia menghindari pendekatan tradisional agar tampak lebih inovatif di hadapan rekan sejawat.

d)

D. Ia mengganti model pengajaran setiap semester agar siswa tidak bosan.

e)

E. Ia menekankan kedisiplinan ketat untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.

52.

Pak Yoga adalah guru PJOK SMP kelas VIII. Setelah tiga minggu mengajar topik senam lantai, ia menyadari sebagian besar siswa perempuan tampak enggan berpartisipasi aktif. Ketika diminta mengerjakan gerakan guling depan dan belakang, banyak yang menolak atau tampak malu. Dalam sesi refleksi pribadi, Pak Yoga menyadari bahwa pendekatannya terlalu instruktif dan kurang peka terhadap rasa percaya diri siswa. Ia lalu mengikuti pelatihan daring tentang strategi pembelajaran inklusif dan teknik membangun motivasi siswa dalam aktivitas fisik berbasis kepercayaan diri. Selanjutnya, ia merancang ulang pendekatan pengajaran dengan menambahkan sesi pembentukan kepercayaan diri sebelum praktik teknis. Tindakan Pak Yoga menunjukkan cara adaptif dalam pengembangan diri karena...

a)

A. Ia menyesuaikan penilaian agar semua siswa mendapat nilai tinggi demi menjaga motivasi.

b)

B. Ia mempertahankan pendekatan awal untuk menjaga konsistensi dan otoritas guru.

c)

C. Ia merefleksikan pengalamannya dan mengembangkan pendekatan baru yang berpusat pada kebutuhan emosional siswa.

d)

D. Ia meminta guru lain untuk menggantikan sesi senam karena siswa tidak responsif.

e)

E. Ia menyampaikan materi secara teoritis saja agar siswa tidak merasa tertekan saat praktik.

53.

Bu Erna mengajar PJOK di SMA dan merasa metode latihannya kurang efektif setelah melihat rendahnya antusiasme siswa dalam proyek kebugaran mandiri. Saat menganalisis jurnal reflektif siswa, ia menyadari bahwa pendekatannya terlalu normatif dan tidak memberi ruang pada preferensi individu. Berdasarkan refleksi ini, Bu Erna merancang pengembangan diri berupa kolaborasi dengan guru BK untuk memahami profil belajar siswa. Ia juga membaca ulang modul mata kuliah Prinsip Asesmen dan Filosofi Pendidikan Indonesia untuk menyesuaikan gaya mengajarnya dengan kebutuhan aktual siswa. Tindakan Bu Erna mencerminkan cara adaptif dalam mengembangkan pembelajaran berpusat peserta didik karena...

a)

A. Ia menyusun tugas kebugaran yang menyesuaikan nilai akademik agar hasil rata-rata naik.

b)

B. Ia memodifikasi asesmen berdasarkan pengalaman guru lain tanpa melibatkan siswa.

c)

C. Ia merefleksikan proses, melibatkan kolaborasi lintas bidang, dan merujuk kembali pada landasan filosofis pembelajaran.

d)

D. Ia tetap menggunakan pendekatan lama sambil memberi bonus nilai agar siswa lebih termotivasi.

e)

E. Ia mengganti tugas kebugaran menjadi ujian tulis untuk mengurangi beban praktik siswa.

54.

Bu Nia adalah guru PJOK di kelas XI. Setelah mengikuti coaching clinic tentang assessment as learning dan membaca ulang materi Prinsip Asesmen II serta Filosofi Pendidikan Indonesia, ia menyadari bahwa selama ini siswa terlalu tergantung pada arahan guru dan kurang melakukan refleksi diri dalam pembelajaran. Ia pun mengubah format evaluasinya dengan menambahkan jurnal reflektif mingguan, asesmen peer-to-peer, dan target kebugaran individu yang disusun sendiri oleh siswa berdasarkan tujuan pribadi mereka. Ia juga mengadakan diskusi kecil setiap akhir sesi untuk mengevaluasi proses bukan hanya hasil. Tindakan Bu Nia menunjukkan penerapan hasil pengembangan diri karena...

a)

A. Ia menyesuaikan sistem penilaian agar hasil siswa lebih baik untuk laporan sekolah.

b)

B. Ia menerapkan model evaluasi mandiri yang memberdayakan siswa dalam proses belajar.

c)

C. Ia menghindari asesmen praktik karena dianggap menyulitkan siswa dan guru.

d)

D. Ia fokus pada pengajaran teori agar pembelajaran lebih terstruktur dan mudah dinilai.

e)

E. Ia menyerahkan seluruh tanggung jawab pembelajaran kepada siswa agar mereka mandiri.

55.

Setelah mengikuti pelatihan tentang Universal Design for Learning (UDL) dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, Pak Rudi guru PJOK kelas VII merenungkan kembali praktik mengajarnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia cenderung mengutamakan siswa dengan kemampuan motorik tinggi dan kurang memberi ruang bagi siswa dengan hambatan ringan. Ia pun menerapkan hasil pelatihannya dengan merancang aktivitas senam yang memiliki beberapa tingkat kesulitan, sehingga setiap siswa dapat memilih tantangan sesuai kemampuan. Ia juga menyediakan video tutorial dan rubrik mandiri agar siswa lebih percaya diri. Apa yang paling tepat menggambarkan penerapan hasil pengembangan diri oleh Pak Rudi?

a)

A. Ia menyamaratakan kegiatan fisik untuk menjaga kesetaraan nilai antar siswa.

b)

B. Ia memprioritaskan siswa yang lemah motorik untuk menunjukkan keberpihakan.

c)

C. Ia menggunakan hasil pelatihannya untuk merancang pembelajaran yang inklusif dan adaptif.

d)

D. Ia menghindari pelibatan siswa yang kurang aktif demi menjaga suasana kelas tetap kondusif.

e)

E. Ia mengganti semua bentuk aktivitas praktik dengan ujian tulis agar siswa tidak stres.

56.

Pak Arman adalah guru PJOK kelas XI yang sedang membimbing siswa dalam proyek kebugaran jasmani mandiri. Ia menyadari beberapa siswa menunjukkan gejala stres, kurang motivasi, dan enggan berpartisipasi aktif. Saat asesmen formatif dilakukan, terlihat jelas bahwa sebagian siswa menghadapi tekanan baik dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Alih-alih langsung menegur siswa karena kurang aktif, Pak Arman mengadakan sesi refleksi kelompok kecil. Ia memfasilitasi diskusi terbuka, menanyakan perasaan siswa tentang aktivitas fisik yang diberikan, dan memberi ruang bagi siswa untuk mengusulkan aktivitas yang lebih sesuai minat mereka. Ia juga menyisipkan latihan pernapasan ringan di awal kelas dan membuat jurnal harian sederhana tentang suasana hati siswa. Tindakan Pak Arman mencerminkan interaksi aktif dan empatik dalam pembelajaran karena...

a)

A. Ia memfokuskan pembelajaran pada ketercapaian nilai fisik semata untuk menjaga standar mutu sekolah.

b)

B. Ia meminta siswa yang stres untuk beristirahat di luar kelas agar tidak memengaruhi kelompok.

c)

C. Ia menyesuaikan pendekatan pengajaran dengan memberi ruang pada ekspresi emosi dan pengalaman belajar siswa.

d)

D. Ia mengurangi beban tugas seluruh kelas agar tidak terlalu banyak komplain dari siswa.

e)

E. Ia mengganti pembelajaran praktik menjadi teori sepenuhnya agar siswa lebih santai.

57.

Bu Indri adalah guru PJOK kelas IX yang sedang melaksanakan unit pembelajaran permainan bola voli. Dalam satu sesi praktik, seorang siswa bernama Elang terlihat enggan ikut bermain. Setelah didekati secara pribadi, Elang mengungkapkan bahwa ia sedang mengalami gangguan pendengaran sementara akibat infeksi telinga dan merasa tidak nyaman berpartisipasi di lapangan karena sulit menangkap instruksi verbal dari peluit atau suara teman. Beberapa guru di sekolah menilai bahwa Elang sebaiknya tetap dipaksa untuk aktif agar tidak "malas", tetapi Bu Indri berpikir berbeda. Ia memilih untuk?

-  Memberi Elang peran sebagai pengamat taktik dengan tugas mencatat strategi tim

-  Menyediakan instruksi tertulis dalam bentuk diagram permainan

-  Menjadwalkan sesi khusus dengan Elang di luar jam pelajaran saat kondisinya membaik, Tindakan Bu Indri menunjukkan respek terhadap hak peserta didik karena...

a)

A. Ia memaksa Elang tetap bermain demi nilai keadilan antar siswa.

b)

B. Ia menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan fisik Elang.

c)

C. Ia menunda seluruh pembelajaran bola voli sampai Elang kembali pulih.

d)

D. Ia meminta Elang membuat makalah sebagai pengganti praktik agar tidak tertinggal.

e)

E. Ia mengganti seluruh pembelajaran menjadi diskusi teori agar semua siswa bisa ikut.

58.

Pak Yoga adalah guru PJOK kelas VIII yang sedang melaksanakan pembelajaran atletik berupa lari estafet di lapangan sekolah. Di tengah aktivitas, terjadi insiden kecil: salah satu siswa, Fadil, tergelincir saat pergantian tongkat dan lututnya terkilir. Teman-teman yang lain tampak cemas dan sebagian mulai berspekulasi bahwa lapangan terlalu licin karena habis disiram sebelum jam pelajaran. Setelah kejadian, Pak Yoga menghentikan sementara kegiatan dan segera memberi pertolongan pertama pada Fadil serta membawanya ke UKS. Namun, tindakannya tidak berhenti di sana. Ia:

- Mengajak siswa berdiskusi terbuka tentang rasa aman dan risiko saat pembelajaran PJOK.

  • - Menyusun ulang zona aktivitas di lapangan dan mengatur jadwal penyiraman agar tidak berdekatan dengan jam pelajaran olahraga.

- Membuat form pengawasan mandiri keselamatan yang diisi siswa sebelum praktik dimulai.

Tindakan Pak Yoga menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan peserta didik karena...

a)

A. Ia menunda semua kegiatan praktik olahraga dan menggantinya dengan teori di kelas.

b)

B. Ia mengalihkan tanggung jawab keselamatan kepada petugas kebersihan sekolah.

c)

C. Ia menunjukkan respons tanggap dan proaktif untuk memastikan pembelajaran tetap aman dan bermakna.

d)

D. Ia memperingatkan siswa agar lebih berhati-hati agar tidak menyalahkan kondisi lapangan.

e)

E. Ia membatasi kegiatan praktik hanya untuk siswa yang memiliki kebugaran tinggi.

59.

Bu Rina adalah guru PJOK kelas X yang menghadapi masalah rendahnya partisipasi siswa putri dalam aktivitas olahraga. Dalam observasinya, ia menemukan beberapa penyebab: kurangnya privasi ruang ganti, kurangnya variasi aktivitas yang sesuai minat siswa putri, dan adanya anggapan dari sebagian guru lain bahwa siswa putri memang “wajar kurang aktif” dalam olahraga. Dari pada menyelesaikannya sendiri, Bu Rina mengambil inisiatif untuk:

  • Mengadakan forum diskusi bersama guru BK, wali kelas, dan OSIS untuk mengidentifikasi akar masalah.

- Menyampaikan data hasil observasi dan saran kepada kepala sekolah secara terstruktur dan solutif.

- Mengajak guru lain berdiskusi untuk mendesain ulang pendekatan pembelajaran PJOK yang inklusif.

-  Melibatkan siswa dalam survei minat dan harapan terhadap kegiatan PJOK.

Tindakan Bu Rina mencerminkan komunikasi efektif dalam komunitas sekolah karena...

a)

A. Ia menghindari konflik dengan memilih tidak membahas perbedaan perlakuan terhadap siswa putri.

b)

B. Ia menyampaikan data dan membangun kolaborasi untuk menyelesaikan masalah secara sistemik.

c)

C. Ia meminta kepala sekolah mengubah kurikulum agar siswa putri tidak perlu ikut praktik fisik.

d)

D. Ia membatasi aktivitas PJOK agar semua siswa mendapat nilai sama tanpa banyak aktivitas.

e)

E. Ia menyerahkan penyelesaian persoalan sepenuhnya pada guru BK dan OSIS.

60.

Tim guru PJOK di sebuah SMA sedang merancang program "PJOK untuk Semua", sebuah inisiatif untuk memastikan pembelajaran PJOK inklusif, adaptif terhadap kebutuhan siswa, serta meningkatkan partisipasi aktif seluruh peserta didik, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus. Dalam rapat tim, Pak Damar sebagai koordinator mengusulkan pembagian tugas sebagai berikut:

- Pak Damar: menyusun kurikulum adaptif dan skema evaluasi yang mempertimbangkan diferensiasi siswa.

- Bu Riska: bertanggung jawab membuat perangkat ajar berbasis aktivitas pilihan (pilihan olahraga individu atau tim).

- Pak Tono: mengoordinasi kerja sama dengan wali kelas dan guru BK untuk asesmen minat dan kemampuan fisik awal siswa.

- Bu Maya: menyiapkan sarana-prasarana dan menjadwalkan sesi refleksi siswa mingguan.

- Seluruh tim: merancang asesmen kinerja kelompok dan umpan balik formatif antarpeserta.

Tindakan tim guru PJOK tersebut mencerminkan pengorganisasian tugas yang efektif karena...

a)

A. Pembagian kerja dilakukan berdasarkan inisiatif kepala sekolah untuk mempercepat program.

b)

B. Semua guru difokuskan pada satu tugas utama agar hasilnya seragam.

c)

C. Setiap guru diberi tugas sesuai kompetensi dan tanggung jawabnya untuk mendukung pembelajaran berpusat pada peserta didik.

d)

D. Program diserahkan pada guru PJOK yang paling senior agar lebih efisien.

e)

E. Tugas didelegasikan hanya kepada guru yang memiliki sertifikasi PJOK secara formal.

61.

Pak Jalu, guru PJOK kelas IX, menyadari bahwa banyak siswa tidak menyelesaikan tugas praktik kebugaran jasmani di rumah. Setelah menelusuri lebih lanjut, ia menemukan bahwa sebagian besar orang tua/wali siswa tidak memahami tujuan pembelajaran PJOK dan menganggap tugas tersebut sebagai beban tambahan, bukan bagian dari proses pendidikan karakter dan kesehatan anak. Beberapa siswa bahkan menyatakan bahwa orang tua mereka melarang berolahraga di luar rumah karena khawatir cedera, sementara sebagian lain tidak mendapat dukungan dalam mengatur waktu latihan. Menanggapi hal itu, Pak Jalu: Mengadakan sesi daring bulanan bersama orang tua untuk menjelaskan tujuan pembelajaran PJOK yang holistik dan berkarakter; Memberikan panduan aktivitas fisik ringan di rumah yang melibatkan anggota keluarga; Melibatkan siswa dan orang tua dalam menyusun jadwal latihan harian berbasis minat dan kemampuan anak; Menyisipkan nilai-nilai ngerti, ngrasa, nglakoni dalam komunikasi dengan keluarga siswa agar orang tua memahami proses tumbuh kembang anak bukan hanya secara fisik, tapi juga sosial-emosional. Tindakan Pak Jalu menunjukkan praktik pendampingan orang tua yang tepat karena...

a)

A. Ia menyerahkan sepenuhnya kegiatan fisik siswa kepada keluarga agar tanggung jawab berpindah.

b)

B. Ia memfokuskan kegiatan hanya pada pembentukan kebiasaan jasmani rutin tanpa keterlibatan keluarga.

c)

C. Ia mendorong partisipasi orang tua secara aktif melalui komunikasi, edukasi, dan pembelajaran kontekstual yang berpihak pada anak.

d)

D. Ia membatasi kegiatan PJOK agar hanya dilakukan di sekolah demi keamanan siswa.

e)

E. Ia mengganti seluruh tugas praktik dengan penugasan tertulis agar tidak membebani keluarga.

62.

Di SMP Nusantara, Bu Lestari ingin menguatkan pembelajaran PJOK dengan konteks kehidupan nyata siswa. Ia menyadari banyak siswa berasal dari keluarga petani, nelayan, dan pekerja informal yang kaya akan keterampilan fisik, tetapi kurang terakomodasi dalam pembelajaran formal. Untuk itu, ia mengembangkan program “Gerak Budaya Kita” yang mengintegrasikan unsur lokal ke dalam pembelajaran PJOK. Ia mengundang: Orang tua yang ahli dalam pencak silat tradisional untuk mengajarkan teknik dasar sebagai bagian dari topik bela diri. Seorang pelatih dayung tradisional dari komunitas lokal untuk mengajarkan koordinasi gerak dan kekuatan otot, Diskusi reflektif dengan siswa dan orang tua tentang makna nilai kerja sama dan disiplin dalam budaya local, Kegiatan penilaian yang melibatkan siswa dalam membuat vlog reflektif tentang pengalaman mereka belajar dari narasumber masyarakat. Tindakan Bu Lestari mencerminkan implementasi pembelajaran berbasis masyarakat yang berpihak pada peserta didik melalui...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengundang orang tua dan masyarakat sebagai narasumber sesuai konteks budaya siswa.

b)

B. Menghindari aktivitas yang melibatkan budaya lokal agar pembelajaran tetap netral.

c)

C. Menyisipkan nilai sosial-emosional melalui diskusi reflektif antar generasi.

d)

D. Menerapkan pendekatan partisipatif dengan mengaitkan kearifan lokal ke tujuan pembelajaran.

e)

E. Mengalihkan seluruh tanggung jawab pembelajaran bela diri kepada komunitas agar guru tidak perlu mengajar langsung.

63.

Ibu Wati, guru PJOK SMP, menyadari bahwa sebagian besar siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran praktik karena kurangnya fasilitas dan rendahnya motivasi. Ia mengangkat masalah ini dalam forum KKG PJOK tingkat kecamatan. Dalam diskusi itu, beberapa guru mengusulkan kerja sama dengan komunitas olahraga setempat, serta penyusunan modul gerak kreatif berbasis lingkungan rumah. Ibu Wati kemudian berkolaborasi dengan: Guru lain untuk merancang modul pembelajaran adaptif, Komunitas futsal lokal untuk menyumbangkan waktu sebagai relawan, Dinas pendidikan dalam advokasi pengadaan sarana olahraga sederhana, Orang tua untuk ikut terlibat dalam kegiatan akhir pekan berbasis gerak bersama keluarga. Strategi yang dilakukan Ibu Wati mencerminkan partisipasi aktif dalam jejaring profesi dan komunitas melalui...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun modul pembelajaran adaptif bersama guru dalam forum KKG.

b)

B. Mencari solusi sendiri tanpa melibatkan pihak luar demi menjaga otonomi kelas.

c)

C. Menginisiasi kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai bagian dari solusi fasilitas.

d)

D. Mengajukan usulan kebijakan berbasis kebutuhan lapangan ke dinas terkait.

e)

E. Melibatkan orang tua sebagai rekan dalam implementasi solusi pembelajaran.

64.

Pak Rama, guru PJOK SMA, mengalami tantangan ketika sebagian besar siswa enggan mengikuti pembelajaran praktik kebugaran karena citra negatif terhadap bentuk tubuh. Ia lalu mengangkat isu ini dalam MGMP PJOK tingkat kabupaten dan juga di forum daring komunitas guru nasional. Setelah menyerap berbagai masukan, Pak Rama: Berkolaborasi dengan guru BK untuk mengidentifikasi akar masalah sosial-emosional, Mengusulkan pendekatan inklusif dengan model reflektif dalam penilaian kebugaran, Mengundang narasumber dari organisasi kesehatan remaja untuk membangun citra tubuh yang sehat, Menyampaikan hasil evaluasi program dalam diskusi guru PJOK nasional sebagai studi kasus inspiratif. Tindakan Pak Rama mencerminkan peran aktif dalam organisasi profesi dan jejaring luas karena ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun solusi lintas disiplin melalui kerja sama dengan guru BK.

b)

B. Melibatkan organisasi luar sekolah untuk menambah perspektif edukatif.

c)

C. Menyimpan temuan pembelajaran untuk konsumsi pribadi tanpa diseminasi.

d)

D. Menggunakan refleksi praktik sebagai bahan kontribusi di forum nasional.

e)

E. Menyesuaikan pendekatan pengajaran berdasarkan masukan dari komunitas guru.

65.

Di SMP Harapan Bangsa, Bu Nia menghadapi persoalan bahwa mayoritas siswa kelas VII memiliki kemampuan motorik dasar yang belum merata. Dalam proses pembelajaran PJOK, ia menyadari bahwa pendekatan klasikal tidak efektif. Ia kemudian menerapkan strategi Teaching at the Right Level (TaRL) dengan: Membagi siswa berdasarkan tingkat kemampuan motorik (bukan berdasarkan kelas), Menggunakan permainan bertingkat untuk mengasah kelincahan dan koordinasi,, Melibatkan siswa dalam refleksi dan penilaian diri sederhana. Setelah 3 bulan, Bu Nia melihat peningkatan signifikan dan membagikan praktik ini dalam forum MGMP serta webinar guru nasional. Ia juga membuka sesi tanya jawab untuk membantu guru lain mengadaptasi model serupa. Tindakan Bu Nia mencerminkan praktik baik dalam jejaring profesional karena...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Ia mengidentifikasi persoalan pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan lapangan.

b)

B. Ia menyesuaikan strategi pengajaran dengan level kemampuan aktual peserta didik.

c)

C. Ia menutup akses kepada guru lain untuk menjaga keunikan pendekatannya.

d)

D. Ia membagikan praktik pembelajarannya dalam forum MGMP dan skala nasional.

e)

E. Ia melibatkan peserta didik secara aktif dalam evaluasi dan penyesuaian proses belajar.

66.

Pak Anton, guru PJOK SMA, mengembangkan proyek “Gerak untuk Jiwa dan Sosial”, yaitu program pembelajaran berbasis proyek di mana siswa menyelenggarakan kelas senam lansia di lingkungan RW sekitar sekolah. Ia menyusun program ini berdasarkan hasil survei lokal bahwa warga lansia kurang aktivitas fisik. Setelah kegiatan berlangsung, Pak Anton: Mengajak siswa melakukan refleksi tertulis dan presentasi dampak kegiatan terhadap lansia dan diri mereka sendiri, Mengundang guru-guru dari sekolah lain dalam sebuah mini seminar untuk mempresentasikan hasil proyek, Menyusun modul kegiatan dan membagikannya di platform digital komunitas guru PJOK, Memberi ruang kepada siswa untuk menilai proses dan hasil keterlibatan mereka dalam proyek. Tindakan Pak Anton mencerminkan strategi peningkatan pembelajaran dalam jejaring luas karena ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Ia merancang pembelajaran berdasarkan masalah nyata dalam komunitas.

b)

B. Ia mempublikasikan hasil praktiknya sebagai inspirasi bagi guru lain.

c)

C. Ia mengevaluasi proses pembelajaran tanpa melibatkan peserta didik.

d)

D. Ia membagikan modul sebagai karya terbuka untuk replikasi di sekolah lain.

e)

E. Ia memfasilitasi refleksi peserta didik terhadap dampak sosial kegiatan.

67.

Pak Hadi mengajar PJOK kelas VIII. Ia menyadari bahwa siswa kurang memahami keterkaitan antara teori dasar gerak dan keterampilan permainan bola besar. Dalam merancang pembelajaran voli, ia mulai menyusun urutan materi dari konsep gerak dasar (passing, footwork) ke taktik dasar, lalu dilanjutkan ke permainan mini. Ia juga menyiapkan asesmen formatif berbasis observasi keterampilan dan refleksi siswa. Saat pelaksanaan, ia menggunakan model pembelajaran Discovery Learning untuk memberi ruang eksplorasi teknik dan strategi dalam permainan. Apa saja yang menunjukkan bahwa Pak Hadi telah mengimplementasikan struktur dan alur pengetahuan secara tepat dalam pembelajaran PJOK? (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun urutan pembelajaran dari dasar ke aplikasi taktis permainan.

b)

B. Menggunakan asesmen sumatif tanpa mempertimbangkan proses.

c)

C. Menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan eksplorasi.

d)

D. Menghubungkan teori gerak dasar dengan aplikasi dalam permainan.

e)

E. Meloncat langsung ke pertandingan penuh tanpa tahapan teknik.

68.

Bu Rina mengajar PJOK kelas XI dan ingin mengembangkan pemahaman siswa tentang keseimbangan energi dan aktivitas fisik. Ia merancang satuan pembelajaran dengan langkah-langkah:

- Memulai dengan konsep dasar energi, kalori, dan metabolisme.

- Melibatkan siswa dalam eksperimen menghitung kalori kegiatan harian menggunakan aplikasi digital.

- Menganalisis data hasil kegiatan untuk membuat program kebugaran pribadi.

- Menyusun asesmen proyek portofolio dengan rubrik keterpaduan teori dan praktik.

Bu Rina memfokuskan pada model Project-Based Learning dan menggunakan asesmen autentik untuk menilai capaian pembelajaran. Langkah-langkah Bu Rina mencerminkan penerapan struktur dan alur pengetahuan keilmuan karena ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan konsep teoritis dengan praktik kehidupan sehari-hari.

b)

B. Mengabaikan capaian pembelajaran dan langsung mengerjakan proyek.

c)

C. Menerapkan asesmen autentik berbasis proyek sesuai dengan tujuan pembelajaran.

d)

D. Mengembangkan pembelajaran dengan alur konseptual yang sistematis.

e)

E. Mengutamakan hafalan rumus metabolisme daripada pengalaman belajar.

69.

Ibu Dina adalah guru PJOK kelas VII yang sedang menyusun RPP untuk topik kebugaran jasmani. Ia ingin peserta didiknya tidak hanya bisa melakukan gerakan dengan benar, tetapi juga memahami kaitan antara kebugaran jasmani dan kesehatan jangka panjang. Dalam proses perencanaan, Ibu Dina mempelajari berbagai referensi ilmiah tentang manfaat latihan daya tahan dan fleksibilitas pada masa remaja. Ia juga merumuskan tujuan pembelajaran yang mendorong siswa merefleksikan hasil latihan serta mengaitkannya dengan kebutuhan kebugaran personal. Manakah tindakan Ibu Dina yang menunjukkan penerapan pengetahuan konten yang relevan untuk menentukan tujuan pembelajaran secara tepat?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengaitkan latihan kebugaran jasmani dengan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

b)

B. Menggunakan referensi ilmiah untuk menyusun tujuan yang berbasis kebutuhan peserta didik.

c)

C. Merancang tujuan yang hanya fokus pada kecepatan dan kekuatan tanpa penalaran.

d)

D. Menyusun tujuan pembelajaran yang mencakup dimensi afektif, kognitif, dan psikomotorik.

e)

E. Menentukan tujuan pembelajaran hanya berdasarkan silabus tanpa melihat karakteristik siswa.

70.

Pak Ardi mengajar PJOK kelas XI dengan tema permainan dan olahraga atletik. Ia menyadari bahwa siswa memiliki latar belakang kemampuan yang sangat beragam. Untuk itu, ia merancang pembelajaran lari jarak pendek dengan menggabungkan analisis biomekanik dasar, penerapan strategi start yang sesuai, dan evaluasi performa menggunakan video gerak lambat. Dalam penentuan tujuan pembelajaran, Pak Ardi ingin memastikan siswa bisa memahami prinsip ilmiah dan menggunakannya untuk meningkatkan performa secara personal. Apa saja yang mencerminkan penggunaan pengetahuan konten yang relevan oleh Pak Ardi dalam menentukan tujuan pembelajaran?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan prinsip biomekanik dalam praktik lari jarak pendek.

b)

B. Menyusun tujuan pembelajaran yang fokus pada hafalan peraturan lari.

c)

C. Menggunakan teknologi video sebagai alat refleksi dan umpan balik kinerja.

d)

D. Merumuskan tujuan pembelajaran yang mendorong pemahaman dan penerapan prinsip fisik olahraga.

e)

E. Mengandalkan satu model pembelajaran tanpa menyesuaikan dengan konteks kelas.

71.

Pak Rahman, guru PJOK kelas VIII, sedang menyusun perangkat pembelajaran untuk topik “Aktivitas Kebugaran Jasmani.” Ia ingin merancang alur tujuan pembelajaran yang berjenjang dari pemahaman konsep dasar hingga kemampuan menerapkan latihan sesuai kebutuhan kebugaran individu. Dalam prosesnya, Pak Rahman mengkaji ulang konten kebugaran jasmani, menghubungkannya dengan literatur kesehatan remaja, serta memilih media digital interaktif dan rubrik penilaian performa untuk mendukung diferensiasi pembelajaran. Tindakan Pak Rahman yang mencerminkan pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun alur pembelajaran dari pengetahuan konsep kebugaran hingga perencanaan latihan mandiri.

b)

B. Menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan karakteristik perkembangan fisik remaja.

c)

C. Mengandalkan LKS cetak tanpa mengintegrasikan media pembelajaran digital.

d)

D. Mengembangkan rubrik penilaian performa berdasarkan standar kebugaran usia remaja.

e)

E. Menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan topik yang populer di media sosial.

72.

Ibu Sari mengajar materi Permainan dan Olahraga (fokus: bola voli) di kelas XI. Ia menyadari pentingnya pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga keterampilan taktik dan kerja sama tim. Untuk itu, Ibu Sari menyusun alur tujuan pembelajaran yang dimulai dari pemahaman posisi pemain, lalu praktik teknik dasar, hingga analisis strategi pertandingan. Ia juga mengembangkan modul digital, video instruksional, serta asesmen kinerja menggunakan skenario simulasi pertandingan. Apa saja tindakan Ibu Sari yang menunjukkan kemampuan mengorganisasikan pengetahuan konten yang relevan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun alur dari pengenalan posisi pemain menuju pemahaman strategi tim.

b)

B. Mengembangkan modul pembelajaran yang mencakup konten kognitif, psikomotorik, dan afektif.

c)

C. Menggunakan media video dan simulasi pertandingan untuk mendukung pembelajaran taktik.

d)

D. Menyusun tujuan pembelajaran secara acak tanpa memperhatikan urutan logis.

e)

E. Fokus hanya pada evaluasi keterampilan individu tanpa mengaitkan pada konteks permainan tim.

73.

Bu Wati mengajar PJOK di sekolah pinggiran kota yang siswanya memiliki latar belakang ekonomi yang beragam, sebagian besar dari keluarga pekerja harian. Dalam merancang pembelajaran “Aktivitas Kebugaran Jasmani”, ia melihat beberapa siswa enggan membawa alat karena keterbatasan biaya dan merasa malu dibanding teman yang lebih mampu. Bu Wati ingin menetapkan strategi pembelajaran yang tidak menciptakan kesenjangan, namun tetap efektif. Strategi pembelajaran berikut yang paling sesuai dengan konteks latar belakang ekonomi peserta didik dan dapat menetapkan kebutuhan belajar mereka adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan alat kebugaran dari bahan bekas atau alat yang dapat dibuat bersama.

b)

B. Membagi siswa dalam kelompok heterogen untuk mengurangi tekanan ekonomi.

c)

C. Mewajibkan setiap siswa membawa perlengkapan kebugaran standar.

d)

D. Menyediakan opsi tugas rumah bagi siswa yang tidak dapat hadir karena pekerjaan keluarga.

e)

E. Mengadakan lomba alat kebugaran kreatif berbasis bahan lokal.

74.

Pak Dika mengajar di SMA multikultural di mana siswa berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Dalam pembelajaran “Permainan Bola Basket”, ia menghadapi dinamika seperti beberapa siswa perempuan yang tidak bisa memakai celana pendek karena alasan keagamaan dan siswa minoritas yang kurang aktif karena merasa tersisih. Strategi pembelajaran yang tepat diterapkan oleh Pak Dika agar relevan dengan latar belakang sosial dan keagamaan siswa adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyediakan pilihan seragam olahraga yang sesuai dengan keyakinan agama.

b)

B. Membentuk kelompok berdasarkan kesamaan etnis agar siswa merasa aman.

c)

C. Mengadakan diskusi kelas untuk membangun saling pengertian tentang keberagaman.

d)

D. Menyesuaikan aktivitas fisik agar tetap inklusif, tanpa menyinggung kepercayaan tertentu.

e)

E. Menghindari pembicaraan tentang identitas budaya agar tidak menimbulkan konflik.

75.

Pak Anwar akan memulai topik “Gerak Berirama” di kelas VII. Mayoritas siswanya berasal dari komunitas adat lokal yang menjunjung tinggi nilai budaya daerah. Namun, sebagian lainnya berasal dari keluarga urban dengan budaya populer yang berbeda. Pak Anwar ingin mengaitkan pembelajaran dengan latar belakang budaya agar siswa merasa terlibat secara emosional dan sosial. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan Pak Anwar untuk mengakomodasi keragaman budaya siswa dan menetapkan kebutuhan belajar mereka adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan unsur tari tradisional lokal dalam pembelajaran gerak berirama.

b)

B. Memberi tugas membuat koreografi berdasarkan budaya masing-masing siswa.

c)

C. Memusatkan kegiatan hanya pada tarian kontemporer agar terlihat modern.

d)

D. Mendorong siswa berdiskusi tentang nilai budaya di balik setiap gerakan.

e)

E. Menghindari unsur budaya lokal agar tidak membedakan siswa.

76.

Pak Rian mengajar PJOK di kelas VIII yang sangat heterogen. Ada siswa yang sangat aktif dan senang bergerak, tetapi ada juga yang pemalu, cenderung kinestetik pasif, dan lebih tertarik pada kegiatan seni atau reflektif. Dalam pembelajaran materi “Aktivitas Kebugaran”, ia ingin menerapkan strategi yang tidak hanya efektif tetapi juga memotivasi siswa sesuai potensi dan cara belajar masing-masing. Strategi pembelajaran berikut ini yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan potensi, minat, dan cara belajar mereka adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan pilihan aktivitas kebugaran, seperti senam kreasi atau latihan interval, sesuai minat siswa.

b)

B. Membagi kelompok berdasarkan tingkat kebugaran agar pembelajaran lebih kompetitif.

c)

C. Mengintegrasikan refleksi jurnal gerak untuk siswa yang lebih intrapersonal.

d)

D. Mewajibkan semua siswa mengikuti pola latihan yang sama tanpa modifikasi.

e)

E. Menggunakan video demonstrasi dan diskusi kelompok sebagai variasi gaya belajar.

77.

Bu Endah mengampu pelajaran PJOK dengan materi “Permainan dan Olahraga Bola Besar” di SMA dengan siswa dari latar belakang dan minat sangat beragam. Sebagian siswa ingin serius menekuni olahraga bola voli, sebagian lagi lebih tertarik pada aspek manajerial olahraga, dan beberapa menunjukkan minat pada analisis taktik permainan. Bu Endah ingin menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan memberdayakan potensi siswa secara individual. Langkah-langkah pembelajaran berikut yang dapat Bu Endah gunakan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan potensi, minat, dan cara belajar peserta didik adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan pilihan peran dalam permainan: pemain, pengamat, analis taktik, atau pencatat skor.

b)

B. Membentuk satu tim inti yang berisi siswa terbaik dan membiarkan yang lain sebagai penonton.

c)

C. Menyediakan proyek akhir berupa presentasi strategi permainan berdasarkan minat kelompok.

d)

D. Mewajibkan semua siswa melakukan permainan dengan peran yang sama secara bergantian.

e)

E. Menyusun asesmen alternatif untuk siswa yang memiliki keterbatasan fisik tetapi minat tinggi pada olahraga.

78.

Pak Aditya adalah guru PJOK di kelas X yang mengajar di sekolah inklusif. Dalam satu kelas, terdapat tiga siswa penyandang disabilitas, yaitu: satu siswa dengan hambatan penglihatan ringan, satu siswa dengan hambatan motorik pada kaki, dan satu siswa dengan hambatan pemrosesan kognitif ringan. Saat mengajarkan materi tentang permainan bola kecil (rounders), Pak Aditya menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran tetap inklusif, adil, dan bermakna bagi semua siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus. Ia ingin menggunakan strategi yang berpijak pada teori perkembangan dan analisis karakteristik peserta didik agar setiap siswa dapat mencapai perkembangan sesuai tahapannya. Strategi pembelajaran berikut yang paling tepat untuk mendukung pembelajaran peserta didik penyandang disabilitas dalam studi kasus di atas adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan modifikasi alat permainan (misalnya bola berbunyi atau bola berwarna cerah) untuk siswa dengan hambatan visual.

b)

B. Menyediakan pilihan peran dalam permainan (misalnya scorer, pengamat taktik) bagi siswa yang memiliki keterbatasan motorik.

c)

C. Mengurangi ekspektasi pembelajaran secara keseluruhan terhadap siswa penyandang disabilitas agar tidak membebani.

d)

D. Menggunakan instruksi sederhana, berulang, dan bimbingan visual untuk siswa dengan hambatan kognitif ringan.

e)

E. Melibatkan siswa non-disabilitas dalam sistem tutor sebaya (peer teaching) untuk mendampingi siswa disabilitas saat latihan.

79.

Bu Ratih, guru PJOK kelas VIII, merasa hasil literasi dan numerasi siswa saat praktik permainan bola voli masih rendah. Siswa kesulitan membaca dan memahami instruksi permainan tertulis dan sering salah dalam menghitung skor pertandingan. Ia ingin merancang strategi pembelajaran PJOK yang tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik, tetapi juga meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara kontekstual. Strategi pembelajaran berikut yang paling efektif untuk meningkatkan capaian literasi dan numerasi siswa dalam konteks pembelajaran PJOK di atas adalah … (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyisipkan aktivitas mencatat dan menjelaskan aturan permainan voli secara tertulis melalui kerja kelompok.

b)

B. Melibatkan siswa dalam perhitungan skor secara real-time dengan sistem rotasi peran sebagai pencatat nilai.

c)

C. Menghindari bentuk teks instruksi dan mengganti semuanya dengan penjelasan lisan agar siswa tidak terbebani.

d)

D. Memberikan soal cerita berbasis situasi pertandingan voli untuk dihitung jawabannya secara matematis.

e)

E. Mendorong siswa membuat diagram atau grafik hasil pertandingan sebagai bentuk refleksi numerik.

80.

Pak Arman, guru PJOK SMA, sedang menyusun pembelajaran berbasis proyek untuk materi kebugaran jasmani. Ia ingin menekankan pentingnya pemahaman konsep denyut nadi, frekuensi latihan, dan pencatatan hasil perkembangan kebugaran siswa. Ia berharap kegiatan ini juga dapat memperkuat capaian literasi dan numerasi yang relevan dengan konteks PJOK. Manakah strategi berikut yang paling efektif untuk membantu siswa mencapai capaian belajar literasi dan numerasi melalui pembelajaran kebugaran jasmani?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Meminta siswa menyusun laporan tertulis mingguan tentang progres latihan dan hasil pengukuran kebugaran.

b)

B. Menyediakan grafik kosong dan meminta siswa mengisi grafik denyut nadi dan waktu latihan setiap pekan.

c)

C. Menghindari data numerik agar siswa tidak fokus pada angka dan lebih menekankan pada praktik fisik.

d)

D. Mendorong siswa membandingkan hasil latihan mereka dengan data standar kebugaran nasional.

e)

E. Mengajak siswa membaca artikel ilmiah populer tentang manfaat latihan kebugaran secara berkelompok.

81.
  1. Apa tujuan refleksi pembelajaran pada pembelajaran PJOK?

4 lines
82.

Apa tujuan dari evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran PJOK? 

4 lines