Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Parent Things : Now and Then

Total questions: 5

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Silahkan Pilih Mana Aspek dan Pola Pikir yang tepat Dari Cerita di Bawah Ini

Cerita 1:
Bu Diah sedang mencari sekolah untuk anaknya. Saat ditanya harapannya, ia menjawab, “Yang penting nilainya bagus dan bisa masuk sekolah favorit nanti.” Ia tidak terlalu mempermasalahkan metode belajar selama anaknya ranking 1.

a)

Aspek Tujuan Pendidikan

b)

Pola Pikir Saat Ini

c)

Aspek Perhatian terhadap Kurikulum

d)

Pola Pikir Ideal

2.

Silahkan kelompokkan contoh perilaku ke Kategori yang Tepat

Categorize the following

Menyerahkan sepenuhnya ke sekolah, hanya fokus hasil

Semakin mahal, semakin bagus

Nilai tinggi, masuk sekolah favorit, status sosial

Sekolah hanya untuk akademik, kerja urusan nanti

Skeptis, dianggap “tidak jelas” atau “main-main”

Terbuka terhadap pendekatan inovatif dengan hasil nyata

Sekolah berkualitas tidak harus mahal, yang penting dampaknya nyata

Anak punya pendapat, punya potensi unik, dan berani eksplorasi

Fokus pada esensi: memahami, berpikir kritis, dan penerapan nyata

Terlibat aktif sebagai mitra sekolah dan pendamping belajar

Pola Pikir Saat Ini
Pola Pikir Ideal
3.

Bu Nita senang karena anaknya diberi tugas membuat pameran mini dan mempresentasikannya. Ia bilang, “Saya senang anak saya jadi berani ngomong di depan umum dan punya pendapat sendiri.”

Apakah cerita ini menggambarkan pemikiran Orang Tua yang Ideal?

a)

Benar

b)

Salah

4.

Silahkan Pilih Mana Aspek dan Pola Pikir yang tepat Dari Cerita di Bawah Ini
Pak Hadi aktif ikut kegiatan komunitas orang tua. Ia percaya bahwa peran orang tua bukan hanya membayar sekolah, tapi juga mendampingi anak belajar dan berkembang.

a)

Aspek Peran Orang Tua dalam Pendidikan

b)

Pemikiran saat ini

c)

Aspek Harapan Pada Anak

d)

Pemikiran Ideal

5.

Silahkan tuliskan pola pikir mana yang tepat menggambarkan cerita ini:

Bu Mira bertanya, “Saya lihat sekolah ini nggak besar ya? Kok bisa tetap bagus?” Setelah dijelaskan tentang kurikulum dan pendekatannya, ia berkata, “Oh, jadi yang penting bukan bangunannya ya, tapi proses belajarnya.”

(a)