wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Keperawatan Komunitas

Total questions: 70

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan ke RT 3 RW 5 Kelurahan Margo Rukun. Ditemukan 300 orang menderita diabetes melitus, 70% di antaranya tidak rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Perawat menyimpulkan bahwa masalah utama komunitas ini adalah?

a)

Pola makan tinggi gula

b)

Ketidakefektifan manajemen kesehatan

c)

Kurangnya akses ke fasilitas kesehatan

d)

Risiko infeksi sekunder

e)

Ketidakmampuan ekonomi masyarakat

2.

Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa 45% penderita diabetes hanya tamat SD. Perawat komunitas perlu memprioritaskan intervensi?

a)

Pengadaan obat DM gratis

b)

Edukasi dengan metode audiovisual

c)

Pemberian rujukan ke rumah sakit

d)

Pemeriksaan laboratorium massal

e)

Intervensi farmakologis berbasis komunitas

3.

Seorang penderita DM mengalami gangren akibat kebiasaan tidak menggunakan alas kaki saat keluar rumah. Pendekatan keperawatan komunitas yang sesuai adalah?

a)

Memberikan antibiotik secara langsung

b)

Melakukan homecare luka setiap hari

c)

Memberikan penyuluhan kesehatan terkait perawatan kaki

d)

Merujuk langsung ke RS tanpa intervensi komunitas

e)

Melakukan amputasi minor oleh perawat

4.

Pada penatalaksanaan penyakit kronik, program PROLANIS berperan penting. Tujuan utama dari program ini adalah?

a)

Memberikan layanan homecare gratis

b)

Menurunkan angka kematian penderita kronik

c)

Mencegah timbulnya komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien

d)

Mengurangi beban kerja puskesmas

e)

Menyediakan obat generik secara teratur

5.

Perawat mendapati bahwa masyarakat RT 3 RW 5 memiliki kebiasaan konsumsi makanan manis tinggi. Upaya preventif primer yang paling tepat adalah?

a)

Pemeriksaan HbA1C massal

b)

Edukasi pola makan sehat dan penyuluhan PHBS

c)

Pengobatan rutin oleh dokter puskesmas

d)

Pembuatan jadwal homecare

e)

Vaksinasi diabetes

6.

Seorang perawat ingin menerapkan pendekatan promotif untuk penderita diabetes di komunitas. Kegiatan yang paling sesuai adalah?

a)

Memberikan insulin secara berkala

b)

Penyuluhan kelompok tentang pola hidup sehat

c)

Pemeriksaan darah door-to-door

d)

Rujukan ke spesialis gizi

e)

Kunjungan ke rumah sakit

7.

Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa banyak penderita diabetes mengalami luka gangren. Hal ini menunjukkan permasalahan?

a)

Ketidakefektifan sistem transportasi

b)

Ketidakcukupan fasilitas pendidikan

c)

Defisiensi kesehatan komunitas

d)

Ketidakpatuhan pada pengobatan oral

e)

Pola tidur tidak teratur

8.

Seorang pasien DM tidak memeriksakan gula darah secara rutin karena faktor ekonomi. Pendekatan asuhan keperawatan komunitas yang tepat adalah?

a)

Rujuk ke RS rujukan

b)

Edukasi pentingnya pemeriksaan berkala

c)

Pemeriksaan rutin gratis oleh kader

d)

Pemantauan ketat dengan sanksi sosial

e)

Pembagian insulin gratis

9.

Populasi dengan penyakit kronik terbagi dalam 3 level. Individu dengan penyakit kompleks yang tidak berisiko tinggi dirawat inap termasuk?

a)

Level 0

b)

Level 1

c)

Level 2

d)

Level 3

e)

Level 4

10.

Seorang perawat komunitas merancang program edukasi untuk mencegah komplikasi penyakit kronik. Sasaran paling utama dari program preventif tersier adalah?

a)

Masyarakat sehat

b)

Individu dengan risiko tinggi

c)

Pasien tanpa gejala

d)

Pasien dengan penyakit kronik dan komplikasi

e)

Anak-anak dan ibu hamil

11.

Tn. R (45 tahun) mengalami obesitas dan hipertensi. Tn. R bekerja sebagai karyawan kantor dengan aktivitas fisik minimal dan kebiasaan makan makanan cepat saji. Berdasarkan data tersebut, faktor risiko utama penyakit yang diderita Tn. R adalah?

a)

Faktor genetik

b)

Faktor usia

c)

Faktor metabolik

d)

Faktor perilaku yang dapat dimodifikasi

e)

Faktor lingkungan

12.

Seorang wanita, 60 tahun mengalami peningkatan kadar glukosa darah dan hiperlipidemia. Pasien juga menderita hipertensi dan obesitas. Berdasarkan data ini, pasien mengalami faktor risiko?

a)

Faktor usia

b)

Faktor metabolik

c)

Faktor perilaku

d)

Faktor pekerjaan

e)

Faktor genetik

13.

Tn.K, 30 tahun didiagnosis diabetes melitus tipe 2. Tn. K memiliki kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan tidak pernah berolahraga. Jenis penyakit yang dialami Tn.K termasuk dalam kategori?

a)

Penyakit autoimun

b)

Penyakit infeksi akut

c)

Lifestyle disease (PTM)

d)

Gangguan sistem imun

e)

Penyakit genetik

14.

Tn. L mengalami stroke ringan dan diketahui memiliki kebiasaan hidup tidak sehat. Tn. L bekerja terlalu lama di depan komputer, kurang istirahat, dan mengalami stres berat. Jenis penyakit yang dialami Tn. L berkaitan dengan?

a)

Infeksi virus

b)

Penyakit keturunan

c)

Gangguan muskuloskeletal

d)

Penyakit kardiovaskular

e)

Penyakit pernapasan

15.

Ny. T (35 tahun) sering mengalami kelelahan, jarang olahraga, dan mengonsumsi makanan tinggi lemak. Ia khawatir akan terkena penyakit jantung. Salah satu pencegahan primer yang tepat untuk Ny. T adalah?

a)

Operasi bypass jantung

b)

Pemberian insulin

c)

Konseling perubahan gaya hidup

d)

Terapi steroid

e)

Rawat inap preventif

16.

Tn. A memiliki kebiasaan merokok sejak usia muda. Kini Tn. A mengalami sesak napas kronik. Salah satu terapi komplementer yang disarankan untuk mendukung pengendalian gaya hidup adalah?

a)

Konsumsi antibiotik

b)

Vaksinasi tahunan

c)

Meditasi dan relaksasi

d)

Operasi paru-paru

e)

Terapi kemoterapi

17.

Seorang pasien didiagnosis kanker usus besar. Dalam riwayat hidupnya, pasien memiliki pola makan tinggi daging olahan, kurang sayur, dan jarang berolahraga. Faktor risiko terbesar dari penyakit pasien ini adalah?

a)

Genetika

b)

Konsumsi gula

c)

Gaya hidup tidak sehat

d)

Infeksi kronik

e)

Kebersihan makanan

18.

Ibu L (50 tahun) bertanya tentang cara sederhana mencegah penyakit tidak menular di rumah. Salah satu rekomendasi paling dasar adalah?

a)

Rutin melakukan cek darah di rumah sakit

b)

Menghindari hewan peliharaan

c)

Sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan

d)

Menggunakan masker setiap hari

e)

Menghindari berbicara dengan orang yang sakit

19.

Seorang remaja mengalami kelebihan berat badan karena kebiasaan begadang dan bermain gadget hingga larut malam, serta mengonsumsi makanan cepat saji. Faktor risiko utama dalam kasus ini adalah?

a)

Genetika

b)

Metabolik

c)

Pola tidur dan perilaku gaya hidup

d)

Riwayat keluarga

e)

Usia dan jenis kelamin

20.

Pasien dengan DM tipe 2 dirujuk untuk mengikuti program Therapeutic Lifestyle Changes. Tujuan utama dari program ini adalah ?

a)

Menghindari insulin seumur hidup

b)

Menurunkan berat badan melalui perubahan perilaku

c)

Menghentikan semua jenis obat

d)

Menghindari vaksinasi tahunan

e)

Menjalani kemoterapi

21.

Ny. P, 35 tahun dirawat dengan keluhan nyeri kronis punggung bawah. Ny. P memilih mengikuti sesi mindfulness meditation setiap pagi di rumah sakit. Setelah beberapa hari, Ny. P melaporkan merasa lebih tenang dan nyerinya berkurang. Teknik ini termasuk dalam?

a)

Terapi farmakologis

b)

Guided imagery

c)

Teknik relaksasi otot progresif

d)

Mind-body technique

e)

Terapi akupresur

22.

Seorang pasien preoperatif mengalami kecemasan tinggi. Perawat membimbing pasien untuk membayangkan tempat yang damai dan menenangkan sambil memejamkan mata. Teknik ini disebut?

a)

Hipnoterapi

b)

Progressive muscle relaxation

c)

Guided imagery

d)

Aromaterapi

e)

Behavioral therapy

23.

Pasien PTSD mengalami mimpi buruk berulang dan sulit tidur. Pasien diberikan terapi kombinasi relaksasi napas dalam dan visualisasi penyembuhan luka. Berdasarkan kasus tersebut, pendekatan ini efektif untuk?

a)

Meningkatkan nafsu makan pasien

b)

Mengurangi gejala PTSD

c)

Memperkuat sistem imun

d)

Menyembuhkan trauma fisik

e)

Menghilangkan ketergantungan obat

24.

Seorang pasien mengalami kecemasan berat sebelum operasi. Perawat mengajarkan teknik napas dalam perlahan, dilakukan dengan duduk santai dan menarik napas dari hidung secara perlahan. Efek fisiologis yang diharapkan adalah?

a)

Peningkatan frekuensi jantung

b)

Peningkatan aktivitas saraf simpatis

c)

Penurunan tekanan darah dan kecemasan

d)

Hiperventilasi dan euforia

e)

Vasokonstriksi perifer

25.

Pasien kanker menjalani sesi guided imagery. Pasien diminta membayangkan sel kanker hancur dan digantikan sel sehat. Tahapan yang dilakukan ini termasuk?

a)

Teknik hipnosis

b)

Proses penciptaan citraan positif

c)

Proses pelepasan trauma

d)

Tahap pelemasan otot

e)

Aktivasi energi spiritual

26.

Seorang pasien merasa tegang menjelang operasi. Pasien diajarkan untuk menegangkan dan melepaskan otot dari ujung kaki ke kepala secara bertahap. Teknik ini dinamakan?

a)

Napas dalam

b)

Meditasi mindfulness

c)

Imagery terarah

d)

Progressive muscle relaxation (PMR)

e)

Relaksasi autogenik

27.

Pasien melaporkan berkurangnya konsumsi obat penghilang nyeri setelah rutin melakukan meditasi. Berdasarkan studi Zeidan et al. (2018), teknik relaksasi dapat?

a)

Mengurangi persepsi nyeri hingga 27%

b)

Meningkatkan berat badan pasien

c)

Mengganti pengobatan utama sepenuhnya

d)

Memicu efek adiktif

e)

Mengganggu irama tidur

28.

Pasien stroke merasa frustrasi dan putus asa. Pasien diberikan intervensi berupa relaksasi dengan suara alam dan dibimbing untuk fokus pada napas. Tujuan dari intervensi ini adalah?

a)

Menurunkan kadar oksigen

b)

Meningkatkan ketegangan otot

c)

Menurunkan kecemasan dan menenangkan pikiran

d)

Menstimulasi aktivitas otak kanan

e)

Mempercepat metabolisme

29.

Pada komunitas lansia, perawat memperkenalkan teknik relaksasi pernapasan dalam sebagai bagian dari promosi kesehatan. Intervensi ini mendukung prinsip terapi komplementer karena?

a)

Bersifat invasif dan menggunakan teknologi

b)

Hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis spesialis

c)

Berbasis spiritual keagamaan

d)

Non-invasif, individual, dan bersifat holistik

e)

Menggantikan seluruh terapi medis

30.

Pada pendekatan mind-body technique, hubungan antara pikiran dan tubuh dimaknai sebagai?

a)

Pikiran tidak berpengaruh terhadap fisik

b)

Kesehatan mental dan emosional tidak memengaruhi sistem imun

c)

Kondisi mental dan emosi memengaruhi kesehatan fisik, dan sebaliknya

d)

Pengobatan harus selalu terpisah antara fisik dan psikologis

e)

Hanya kondisi mental ber

31.

Seorang pasien kanker merasa sangat cemas saat menjalani terapi kemoterapi. Perawat menyarankan teknik meditasi untuk membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan sistem imun. Peran perawat dalam kasus ini adalah sebagai?

a)

Kolaborator

b)

Caregiver

c)

Educator

d)

Konselor

e)

Konsultan

32.

Di sebuah panti jompo, diterapkan program yoga mingguan. Setelah 3 bulan, ditemukan penurunan penggunaan obat penenang sebanyak 25%. Intervensi ini menunjukkan manfaat terapi komplementer dalam hal?

a)

Meningkatkan kekuatan otot

b)

Mengurangi ketergantungan obat penenang

c)

Mengatasi nyeri sendi secara permanen

d)

Meningkatkan ketahanan fisik

e)

Menyembuhkan gangguan metabolik

33.

Ny. L, seorang perawat komunitas, diminta menjelaskan tentang penggunaan aromaterapi bagi pasien pra operasi yang mengalami kecemasan. Dalam hal ini, keterampilan penting yang harus dimiliki perawat adalah?

a)

Pengambilan keputusan klinis

b)

Keterampilan komunikasi

c)

Keterampilan injeksi

d)

Manajemen logistik

e)

Penelitian statistik

34.

Ny. M mengikuti kelas meditasi komunitas. Setelah beberapa minggu, Ny. M melaporkan tidur lebih nyenyak dan merasa lebih bahagia. Terapi ini secara langsung memberi dampak pada?

a)

Sistem endokrin

b)

Pola makan

c)

Kesejahteraan emosional

d)

Keseimbangan elektrolit

e)

Tekanan darah

35.

Seorang perawat komunitas mengenalkan terapi pijat kepada pasien lansia dengan keluhan nyeri otot kronis. Efek positif terapi ini menurut literatur adalah?

a)

Mengganti terapi farmakologi

b)

Meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan ketegangan otot

c)

Menyembuhkan osteoartritis

d)

Mengurangi alergi kulit

e)

Mengatasi insomnia sepenuhnya

36.

Pada praktik keperawatan, perawat memperkenalkan penggunaan akupunktur untuk pasien yang mengalami nyeri dan stres. Terapi ini tergolong sebagai?

a)

Terapi holistik modern

b)

Terapi farmakologis

c)

Terapi komplementer

d)

Terapi radikal

e)

Terapi pencegahan

37.

Menurut UU No. 38 Tahun 2014 Pasal 30 ayat (2) huruf m, perawat berwenang dalam?

a)

Memberikan obat herbal secara mandiri

b)

Melakukan operasi minor

c)

Menyusun kebijakan kesehatan nasional

d)

Melakukan penatalaksanaan keperawatan komplementer

e)

Mengganti resep dokter

38.

Di sebuah desa, perawat menyadari bahwa akses terhadap terapi komplementer masih rendah karena biaya tinggi. Solusi yang dapat diterapkan adalah?

a)

Menghindari terapi komplementer

b)

Mewajibkan penggunaan terapi komplementer

c)

Menyediakan pelatihan perawat dan subsidi layanan

d)

Melakukan pengobatan massal tanpa terapi tambahan

e)

Melarang promosi terapi komplementer

39.

Seorang perawat di rumah sakit diminta untuk menjadi penghubung antara pasien dan ahli akupunktur. Peran yang dimainkan perawat dalam situasi ini adalah?

a)

Konselor

b)

Koordinator

c)

Advokat

d)

Peneliti

e)

Pendamping spiritual

40.

Pada kelas edukasi komunitas, perawat memberikan penjelasan tentang teknik relaksasi dan stres manajemen. Ini merupakan bentuk?

a)

Fungsi keperawatan ketergantungan

b)

Fungsi keperawatan kolaboratif

c)

Fungsi keperawatan mandiri

d)

Fungsi keperawatan rehabilitatif

e)

Fungsi keperawatan promotif

41.

Seorang lansia mengalami kekakuan sendi dan kelemahan otot. Perawat menyarankan latihan ROM aktif dan senam ringan setiap pagi. Setelah 2 minggu, pasien menunjukkan peningkatan fleksibilitas dan kemandirian. Terapi yang diterapkan bertujuan untuk?

a)

Menurunkan tekanan darah

b)

Meningkatkan fleksibilitas dan fungsi fisik

c)

Mengurangi lemak tubuh

d)

Meningkatkan nafsu makan

e)

Meningkatkan kadar hemoglobin

42.

Tn. B baru menjalani operasi usus buntu. Perawat melakukan mobilisasi dini dalam 24 jam pertama pasca operasi. Tindakan ini bertujuan untuk?

a)

Mengurangi stres psikologis

b)

Mencegah konstipasi dan dehidrasi

c)

Mengurangi risiko pneumonia dan DVT

d)

Meningkatkan kualitas tidur

e)

Mempercepat proses penyembuhan luka

43.

Seorang pasien stroke dirawat di rumah sakit. Perawat melakukan latihan ROM pasif setiap hari. Hal ini dilakukan karena pasien?

a)

Memiliki kelemahan penglihatan

b)

Tidak mampu menggerakkan anggota tubuh sendiri

c)

Menolak melakukan senam

d)

Memiliki mobilitas penuh

e)

Ingin berolahraga ringan

44.

Ny. T mengikuti kelas senam lansia setiap pagi. Setelah 4 minggu, Ny. T merasa lebih bugar dan tidak mudah lelah. Manfaat utama senam lansia dalam konteks terapi body movement adalah?

a)

Mengurangi kolesterol tinggi

b)

Meningkatkan fleksibilitas dan kesejahteraan emosional

c)

Menyembuhkan penyakit sendi secara total

d)

Menstimulasi hormon pertumbuhan

e)

Menambah massa otot secara drastis

45.

Pasien pasca operasi menunjukkan keengganan untuk melakukan mobilisasi. Perawat sebaiknya?

a)

Membiarkan pasien istirahat penuh

b)

Memaksa pasien melakukan gerakan

c)

Memberi edukasi dan motivasi secara bertahap

d)

Menunda semua intervensi gerakan

e)

Memberikan obat penghilang nyeri sebelum gerakan

46.

Tn.H mengalami hemiparase, sehingga akan dilakukan tindakan latihan ROM. Latihan ROM bertujuan untuk?

a)

Meningkatkan kualitas tidur pasien

b)

Menurunkan tekanan darah secara cepat

c)

Meningkatkan fleksibilitas sendi dan mencegah kekakuan

d)

Meningkatkan denyut nadi pasien

e)

Menambah berat badan pasien

47.

Seorang pasien dilakukan tindakan Mobilisasi. Manakah pasien dibawah ini yang sesuai dilakukan tindakan mobilisasi?

a)

Gangguan psikiatri

b)

Gangguan kognitif ringan

c)

Pemulihan dari cedera atau pasca operasi

d)

Gizi buruk berat

e)

Gangguan pencernaan

48.

Seorang pasien mengalami nyeri saat melakukan latihan ROM. Perawat perlu?

a)

Menghentikan terapi sepenuhnya

b)

Meningkatkan durasi latihan

c)

Melanjutkan latihan dengan memperhatikan toleransi nyeri pasien

d)

Mengabaikan keluhan pasien

e)

Memberikan latihan berat sebagai pengganti

49.

Seorang perawat memantau efektivitas terapi gerakan tubuh. Evaluasi apa yang dilakukan oleh perawat tersebut?

a)

Warna kulit dan hasil laboratorium

b)

Tekanan darah dan kadar gula darah

c)

Denyut nadi, respirasi, dan kemampuan aktivitas sehari-hari

d)

Nafsu makan dan berat badan pasien

e)

Fungsi paru dan suara pernapasan

50.

Tantangan yang sering dihadapi dalam penerapan terapi gerakan adalah?

a)

Kelebihan waktu perawat

b)

Pasien sangat antusias

c)

Resistensi pasien, keterbatasan waktu, dan sumber daya

d)

Pasien tidak mengeluhkan nyeri

e)

Perawat tidak berperan aktif

51.

Ny. L, 57 tahun, mengalami hipertensi kronis dan mengeluh sakit kepala serta leher kaku. Perawat memberikan terapi refleksi pijat kaki selama 3 kunjungan. Setelah terapi, tekanan darah menurun dan pasien merasa lebih nyaman. Berdasarkan kasus ini, terapi refleksi pijat kaki bertujuan untuk?

a)

Mengganti pengobatan antihipertensi

b)

Menghambat pelepasan hormon stres

c)

Meningkatkan hormon dopamin

d)

Menstimulasi saraf simpatik

e)

Meningkatkan sistem saraf pusat

52.

Pada praktik Energetic-Touch Therapy, perawat menggunakan tangannya tanpa menyentuh kulit untuk menyeimbangkan medan energi pasien. Teknik ini dikenal sebagai?

a)

Pijat refleksi

b)

Terapi polaritas

c)

Therapeutic Touch

d)

Swedish Massage

e)

Terapi kraniosakral

53.

Pasien di ruang ICU mengalami kecemasan tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa pijat Swedia selama 20-30 menit dapat menurunkan kecemasan dan menstabilkan hemodinamik. Efek utama dari pijat ini disebabkan oleh?

a)

Rangsangan saraf parasimpatis

b)

Penurunan glukosa darah

c)

Aktivasi sistem limbik

d)

Penguatan otot perifer

e)

Vasodilatasi aktif

54.

Terapis melakukan effleurage, yaitu gerakan mengusap dengan tekanan sedang pada pasien dengan nyeri otot. Teknik ini termasuk dalam?

a)

Shiatsu massage

b)

Pijat Thai

c)

Teknik Swedish massage

d)

Pijat batu panas

e)

Akupresur

55.

Seorang atlet mengalami nyeri otot tibialis setelah pertandingan. Pasien diberikan terapi massage sebagai bagian dari pemulihan cedera. Terapi ini termasuk intervensi dalam?

a)

Terapi okupasi

b)

Rehabilitasi olahraga

c)

Terapi farmakologis

d)

Psikoterapi klinis

e)

Hipnoterapi

56.

Seorang pasien dengan nyeri otot memilih hot stone massage karena merasa tegang. Teknik ini bertujuan untuk?

a)

Merangsang titik akupuntur

b)

Meningkatkan fleksibilitas tulang

c)

Menghangatkan otot dan meningkatkan relaksasi

d)

Menstimulasi sistem imun

e)

Mempercepat metabolisme

57.

Pasien dengan riwayat penyakit jantung ingin terapi pijat. Sebagai perawat, Anda harus mempertimbangkan kontraindikasi. Langkah pertama yang tepat adalah?

a)

Melakukan terapi langsung dengan pengawasan

b)

Memberikan edukasi tentang manfaat terapi

c)

Mengarahkan pasien ke terapis tidak bersertifikat

d)

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu

e)

Memberi aromaterapi sebagai alternatif

58.

Pada konsep perawatan agregat komunitas, terapi pijat dapat digunakan secara kolektif terutama pada kelompok?

a)

Balita yang rentan gizi buruk

b)

Ibu hamil trimester pertama

c)

Lansia dengan gangguan mental

d)

Atlet yang membutuhkan pemulihan fisik

e)

Pasien gangguan jiwa berat

59.

Seorang perawat memberikan terapi refleksi untuk menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Manfaat yang mungkin diperoleh dari refleksologi adalah?

a)

Mengurangi insulin

b)

Meningkatkan kolesterol HDL

c)

Meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi stres

d)

Mengganti pengobatan kimia

e)

Memperkuat fungsi ginjal

60.

Pasien mengeluh insomnia dan sering merasa tegang. Perawat merekomendasikan pijat aromaterapi dengan minyak lavender. Efek dari intervensi ini adalah?

a)

Stimulasi energi tubuh

b)

Peningkatan aktivitas motorik

c)

Relaksasi dan peningkatan kualitas tidur

d)

Peningkatan konsentrasi

e)

Penurunan suhu tubuh

61.

Di Posyandu Seruni, ditemukan 3 balita dengan gizi buruk, 6 balita diare karena susu formula, dan 5 balita dengan berat badan di bawah standar. Analisis menunjukkan adanya kurangnya informasi tentang nutrisi pada orang tua. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah?

a)

Ketidakefektifan manajemen kesehatan pribadi

b)

Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh

c)

Defisit pengetahuan tentang pemberian nutrisi yang tepat

d)

Risiko kerusakan integritas kulit

e)

Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

62.

Pada studi kasus, ditemukan bahwa lingkungan masyarakat kotor, selokan tersumbat, dan sistem drainase tidak lancar. Masalah keperawatan yang paling sesuai adalah?

a)

Risiko infeksi komunitas

b)

Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan lingkungan

c)

Risiko penurunan ketahanan keluarga

d)

Gangguan integritas kulit komunitas

e)

Ketidakseimbangan volume cairan

63.

Ny. S mengalami stres karena anaknya didiagnosis gizi buruk. Perawat komunitas menyarankan terapi spiritual melalui dzikir dan meditasi. Efek utama dari terapi spiritual adalah?

a)

Menurunkan kadar kolesterol

b)

Mengurangi kecemasan dan meningkatkan motivasi

c)

Meningkatkan aktivitas motorik

d)

Meningkatkan nafsu makan anak

e)

Mengurangi kebutuhan obat

64.

Tn. B yang sedang menghadapi diagnosis diabetes merasa cemas dan kehilangan harapan. Tn.B mulai melakukan shalat lebih teratur dan membaca doa setiap hari. Intervensi ini merupakan contoh dari?

a)

Psikoterapi perilaku

b)

Terapi farmakologis

c)

Spiritual therapy

d)

Terapi fisik

e)

Hipnoterapi

65.

Balita di Posyandu Seruni mengalami diare akibat susu formula. Salah satu tindakan keperawatan yang tepat dalam konteks terapi nutrisi adalah?

a)

Memberikan susu formula lain tanpa edukasi

b)

Memberikan antibiotik segera

c)

Memberikan edukasi gizi seimbang pada orang tua

d)

Melakukan terapi spiritual

e)

Menyuntikkan vitamin K

66.

Salah satu tujuan terapi spiritual dalam asuhan keperawatan komunitas adalah?

a)

Menurunkan hemoglobin secara signifikan

b)

Menghindari kebutuhan gizi tambahan

c)

Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri pasien

d)

Menurunkan tekanan darah pasien secara langsung

e)

Menggantikan terapi medis

67.

Di sebuah komunitas, perawat melaksanakan terapi doa bersama untuk pasien lansia dengan gangguan kecemasan. Jenis pendekatan yang dilakukan perawat termasuk dalam?

a)

Intervensi berbasis kognitif

b)

Intervensi farmakologis

c)

Intervensi psikospiritual komplementer

d)

Intervensi nutrisi medis

e)

Intervensi okupasi

68.

Perawat mendampingi ibu-ibu di komunitas untuk belajar tentang gizi seimbang melalui program edukasi. Program ini termasuk dalam?

a)

Spiritual therapy

b)

Nutritional/medical therapy

c)

Psikoterapi kelompok

d)

Hipnoterapi

e)

Terapi bedah komunitas

69.

Balita di sebuah wilayah mengalami berat badan di garis kuning grafik KMS. Pendekatan terapi komplementer dan medis yang tepat adalah?

a)

Memberikan vitamin tanpa intervensi

b)

Mengajak bermain untuk mengurangi stres

c)

Konseling gizi dan edukasi pola makan sehat

d)

Menyuruh untuk tidur lebih awal

e)

Menghindari semua jenis makanan instan

70.

Terapi komplementer yang menggabungkan spiritual dan nutrisi dapat meningkatkan?

a)

Kadar leukosit dalam darah

b)

Rasa lapar sesaat

c)

Kesehatan fisik, mental, dan emosional

d)

Kemampuan atletik ekstrem

e)

Ketergantungan terhadap obat