wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Urban Afterhours 5

Total questions: 17

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan “tempat ketiga” dalam konteks perencanaan kota?

a)

Tempat tinggal alternatif untuk masyarakat urban

b)

Ruang selain rumah (tempat pertama) dan kantor (tempat kedua) yang digunakan untuk bersosialisasi dan membangun komunitas

c)

Kantor cabang dari pusat pemerintahan daerah

d)

Kawasan komersial berorientasi kendaraan pribadi

2.

Mengapa keberadaan tempat ketiga penting bagi kualitas hidup masyarakat perkotaan?

a)

Mengurangi beban transportasi publik

b)

Menyediakan ruang untuk ekspansi properti swasta

c)

Mendorong interaksi sosial, inklusivitas, dan rasa memiliki terhadap kota

d)

Menjadi pusat kegiatan ekonomi formal

3.

Contoh dari “tempat ketiga” di lingkungan perkotaan adalah:

a)

Apartemen pribadi

b)

Coworking space dengan akses terbatas

c)

Taman kota, kafe komunitas, dan ruang publik yang inklusif

d)

Gedung pemerintahan dan kantor dinas

4.

Apa tantangan utama dalam pengembangan tempat ketiga di kota-kota Indonesia?

a)

Kelebihan ruang publik

b)

Minimnya investasi swasta di sektor properti

c)

Kurangnya peraturan tentang pembangunan vertikal

d)

Komersialisasi ruang dan eksklusi sosial dalam pengelolaan ruang publik

5.

Siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah “third place” dalam literatur urban?

a)

Richard Florida

b)

Ray Oldenburg

c)

Jane Jacobs

d)

Jan Gehl

6.

Peran tempat ketiga dalam mendukung resilience city adalah:

a)

Menyediakan layanan kesehatan darurat

b)

Menjadi pusat evakuasi bencana

c)

Memfasilitasi jaringan sosial dan solidaritas warga dalam menghadapi krisis

d)

Mengurangi laju urbanisasi

7.

Dalam diskusi Urban Afterhours 5, tempat ketiga dibahas sebagai solusi atas:

a)

Kemacetan lalu lintas di pusat kota

b)

Dualitas hidup rumah-kantor yang memisahkan manusia dari ruang sosial kota

c)

Kekurangan hunian vertikal

d)

Kebutuhan akan pusat perbelanjaan baru

8.

Dalam bukunya The Great Good Place, Ray Oldenburg menyebutkan beberapa karakteristik tempat ketiga. Manakah dari berikut ini bukan ciri tempat ketiga menurut Oldenburg?

a)

Netralitas dalam status sosial

b)

Kehadiran makanan dan minuman sebagai pemikat utama

c)

Aksesibilitas dan keterbukaan bagi umum

d)

Percakapan sebagai aktivitas utama

9.

Dalam studi urbanisme kritis, “temporariness” atau sifat sementara dalam ruang kota seringkali diasosiasikan dengan:

a)

Kepastian hukum dalam penggunaan ruang publik

b)

Praktik ruang oleh komunitas marjinal atau tak terinstitusionalisasi

c)

Stabilitas ekonomi kawasan

d)

Rencana tata ruang jangka panjang

10.

Dalam tradisi pemikiran Henri Lefebvre, tempat ketiga bisa dipahami sebagai bagian dari “ruang representasi”. Apa makna istilah tersebut?

a)

Ruang yang dikonstruksi oleh negara melalui kebijakan spasial

b)

Ruang yang direpresentasikan secara teknokratik dalam peta

c)

Ruang yang dialami dan dijalani secara simbolik dan emosional oleh masyarakat

d)

Ruang yang tunduk pada kapital dan pasar bebas

11.

Dalam konteks neoliberalisme urban, tempat ketiga sering mengalami proses “privatisasi ruang publik”. Konsep ini sejalan dengan kritik dari:

a)

Saskia Sassen tentang kota global

b)

Rem Koolhaas tentang Junkspace

c)

Michel Foucault tentang disiplin ruang

d)

David Harvey tentang akumulasi melalui perampasan

12.

“Ruang liminal” sering disinggung dalam kajian antropologi urban sebagai:

a)

Ruang transisi di mana norma dan struktur formal dikendurkan

b)

Ruang eksklusif yang hanya bisa diakses oleh kelas menengah ke atas

c)

Ruang dengan fungsi administratif yang jelas

d)

Ruang yang dirancang arsitek secara fungsional dan preskriptif

13.

Dalam konteks Global South, seperti kota-kota di Indonesia, tempat ketiga sering berkembang secara informal. Ini sejalan dengan konsep “insurgent urbanism” yang dikenalkan oleh:

a)

James Holston

b)

Jane Jacobs

c)

Mike Davis

d)

Ananya Roy

14.

Dalam buku Kota Rumah Kita, Marco Kusumawijaya menyatakan bahwa kota seharusnya dipahami sebagai:

a)

Ruang produksi dan konsumsi massal

b)

Instrumen pertumbuhan ekonomi nasional

c)

Entitas administratif yang dikontrol oleh pemerintah daerah

d)

Rumah bersama yang dikelola secara partisipatif

15.

Dalam banyak tulisannya, Marco mengkritik ruang kota yang terlalu didikte oleh logika kapitalisme. Bagaimana ia menggambarkan akibatnya terhadap ruang ketiga?

a)

Ruang ketiga dikomodifikasi menjadi ruang konsumsi seperti kafe eksklusif dan mall

b)

Ruang ketiga menjadi lebih banyak dan terbuka

c)

Ruang ketiga diambil alih oleh pemerintah untuk pengawasan

d)

Ruang ketiga hilang sepenuhnya dan diganti dengan ruang kerja

16.

Kenapa banyak ruang ketiga di Indonesia hadir secara informal?

a)

Karena rencana tata ruang sering lupa soal ruang nongkrong

b)

Karena warga kreatif dan “gak kehabisan akal”

c)

Karena ruang formal sering jadi eksklusif atau bayar

d)

Karena kombinasi semua hal di atas

17.

Kalau ruang ketiga di Indonesia hilang karena pembangunan gedung baru, yang biasanya terjadi adalah…

a)

Warga cari tempat lain, kadang lebih seru

b)

Nongkrong pindah ke parkiran

c)

Protes sambil ngopi bareng

d)

Semua benar, karena ruang ketiga gak bisa dimatikan — hanya berpindah