WorksheetsQuiz Basis Data dan DBMS
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Sebuah perusahaan menyimpan data pelanggan dan transaksi menggunakan spreadsheet. Namun, sering terjadi data ganda dan hilangnya informasi penting saat file rusak. Apa solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut?
Menambahkan password pada spreadsheet
Menghapus data lama secara berkala
Beralih ke sistem basis data yang dikelola DBMS
Menggunakan cloud drive saja
Menyimpan data di format PDF
Sistem basis data memiliki pendekatan yang berbeda dibanding sistem file tradisional. Salah satu keunggulannya adalah integrasi antar data dan akses serentak oleh banyak pengguna. Pernyataan tersebut menggambarkan karakteristik:
Backup otomatis
Isolasi data
Independensi data
Manajemen data terpusat
Pendekatan basis data
Dalam sistem basis data modern, hubungan antar data direpresentasikan dalam bentuk tabel yang saling terhubung menggunakan primary key dan foreign key.
Model data yang digunakan adalah:
Hirarki
Jaringan
Relasional
Dokumen
Objek
Tabel mahasiswa memiliki kolom nim, nama, dan jurusan. Sementara tabel jurusan menyimpan kode_jurusan dan nama_jurusan.
Jika jurusan di mahasiswa menunjuk ke kode_jurusan di tabel jurusan, maka atribut tersebut disebut:
Unique key
Super key
Foreign key
Primary key
Komposit key
Seorang mahasiswa mencatat data dosen, mata kuliah, dan ruang kelas dalam satu tabel. Hal ini menyebabkan pengulangan data dosen dan ruangan berkali-kali.
Solusi yang tepat untuk masalah ini adalah:
Menambahkan indeks pada kolom
Menghapus data duplikat secara manual
Membagi data ke dalam beberapa tabel menggunakan normalisasi
Mengurangi jumlah kolom
Langkah normalisasi database bertujuan untuk:
Menambahkan data dummy
Menggabungkan tabel menjadi satu
Menyimpan semua data dalam satu kolom
Mengurangi redundansi dan meningkatkan integritas data
Memperbesar ukuran file
Dosen ingin membuat tabel mata_kuliah di database MySQL, dengan atribut kode_mk, nama_mk, dan sks.
Jenis SQL yang digunakan untuk membuat tabel tersebut adalah bagian dari:
DCL
TCL
DML
DDL
HTML
Seorang pengguna ingin menambahkan data mahasiswa baru ke dalam tabel mahasiswa. Perintah SQL yang digunakan termasuk ke dalam jenis:
DDL
DCL
DML
URL
API
Andi ingin mengetahui semua nama mahasiswa dari kota "Semarang" dalam tabel mahasiswa.
Jenis SQL yang digunakan untuk mengambil data ini termasuk:
CREATE
UPDATE
DELETE
SELECT
GRANT
Dalam sebuah database kampus, setiap mahasiswa hanya memiliki satu nim, yang tidak boleh sama dengan mahasiswa lain.
Atribut nim sebaiknya diberi batasan:
Foreign key
Primary key
Check constraint
Not null
Composite key
Komponen Database Engine berfungsi untuk:
Mendesain tampilan GUI
Menyimpan file dokumen
Mengeksekusi perintah dan mengelola data
Menyusun laporan visual
Menerjemahkan skrip Java
Query Processor dalam DBMS bertanggung jawab untuk:
Menyimpan data cadangan
Menyediakan antarmuka pengguna
Memproses dan mengoptimasi query
Menyimpan file log
Menambahkan user
Fungsi utama Storage Manager adalah:
Menyimpan file dalam format XML
Mengatur penyimpanan fisik data
Menampilkan data ke user
Menentukan struktur logika data
Membuat tabel secara otomatis
Salah satu kelebihan menggunakan DBMS adalah:
Lebih kompleks dan tidak terstruktur
Tidak perlu admin database
Redundansi data berkurang
Penyimpanan hanya pada satu drive
Tidak mendukung multi-user
Komponen DBMS yang menangani pengaturan transaksi adalah:
SQL Handler
Storage Engine
Transaction Manager
Log File Manager
Scheduler
Komponen Catalog Manager dalam DBMS bertugas untuk:
Menampilkan grafik database
Mencatat struktur dan metadata database
Menghapus file data
Mengelola backup data
Menambahkan gambar ke database
DBMS menyimpan data dalam bentuk:
HTML
Teks biasa
Struktur tabel terorganisir
Spreadsheet
Query Processor melakukan tugas:
Menyimpan file
Memformat dokumen
Menyusun rencana eksekusi query
Memvalidasi input user
Menyimpan gambar
Transaction Manager bertugas:
Menambahkan tampilan baru
Menangani data analitik
Menjamin konsistensi dan atomicity transaksi
Menyusun laporan visual
Membuat koneksi internet
Logging dan recovery diatur oleh:
Backup Tool
Catalog Manager
Recovery Manager
Interface Manager
Data Cleaner
Arsitektur Two-Tier terdiri dari:
Database - File System - Client
Application - Internet - Client
Client dan Server
Server - Middleware - Client
Desktop - Mobile - Web
Three-Tier Architecture mencakup:
Data, Middleware, dan Visual Studio
Client, Application Server, dan Database Server
HTML, CSS, dan SQL
GUI, CLI, dan DB
Physical, Logical, dan Conceptual
Keunggulan Three-Tier Architecture:
Data disimpan di client
Lebih rentan terhadap serangan
Memisahkan logika aplikasi dari data
Lebih sulit dikelola
Tidak mendukung pengguna banyak
Server dalam arsitektur Client-Server berfungsi sebagai:
UI Designer
Penyimpan dan pemroses data
Pengatur sesi web
Alat backup manual
Editor SQL
Peran client dalam Client-Server Architecture:
Mengelola disk fisik
Menyimpan seluruh database
Menyediakan antarmuka pengguna dan permintaan query
Menyusun struktur metadata
Menangani backup
Komponen arsitektur DBMS yang bertanggung jawab menangani komunikasi antara aplikasi dan database adalah:
User Manager
Middleware
File System
Catalog
Web Hosting
Kelemahan dari Two-Tier Architecture:
Skalabilitas rendah
Mudah digunakan
Aman dan cepat
Hemat sumber daya
Tidak memerlukan jaringan
Pada arsitektur Client-Server, query diproses di:
Client
Server
Middleware
HTML
Gateway
Dalam Three-Tier Architecture, lapisan aplikasi disebut juga:
Frontend
Database Engine
Middle Tier
Catalog
Data View
Manakah berikut ini yang termasuk arsitektur fisik dari DBMS?
Entity-Relationship Diagram
SQL Script
Struktur penyimpanan data dan media
Logika relasi tabel
Antarmuka pengguna
Tujuan autentikasi dalam DBMS:
Menyimpan backup
Mempercepat query
Memverifikasi identitas pengguna
Menyimpan hasil query
Menerjemahkan data
Teknik untuk melindungi data dalam transmisi adalah:
Normalisasi
Enkripsi
Backup
Dekomposisi
Join
Integritas data berarti:
Duplikasi data diperbolehkan
Akses dibatasi
Data tetap akurat dan konsisten
Data hanya disimpan di server
Data hanya berupa angka
Salah satu bentuk integritas entitas adalah:
Tabel tidak boleh kosong
Setiap baris memiliki primary key unik
Setiap kolom harus numeric
Data tidak boleh dikosongkan
Relasi hanya satu arah
Control access digunakan untuk:
Menganalisis data
Menghapus data tidak valid
Membatasi siapa yang boleh melakukan operasi tertentu
Mengoptimasi struktur tabel
Menyimpan password
Contoh ancaman terhadap keamanan data:
Normalisasi tabel
SQL Injection
Relasi antar tabel
Backup mingguan
Query builder
Role-based access control (RBAC) berarti:
Semua user memiliki hak sama
Hak akses berdasarkan nama
Hak akses berdasarkan peran atau fungsi pengguna
Tidak ada pembatasan akses
Hanya admin yang boleh mengakses data
Tujuan backup data dalam DBMS adalah:
Menyimpan lebih banyak data
Melindungi data dari kerusakan atau kehilangan
Mempercepat proses query
Menghapus data usang
Mengindeks data
Teknik untuk menjamin transaksi berjalan tanpa konflik adalah:
JOIN antar tabel
Penjadwalan ulang query
Locking mekanisme
Trigger
Clustering
Jika sebuah sistem memerlukan pengguna login dengan autentikasi dua faktor, maka itu bertujuan untuk:
Menambah kompleksitas
Mempercepat login
Meningkatkan keamanan
Mengatur format data
Membuat backup otomatis
Apa arti dari istilah NoSQL dalam konteks basis data?
Tidak menggunakan query
Tidak bisa disimpan di cloud
Tidak menggunakan database
Not Only SQL
Network of SQL
Jenis NoSQL database yang menyimpan data dalam format pasangan kunci-nilai adalah:
Document Store
Column Store
Graph Database
Relational Database
Key-Value Store
Contoh database NoSQL bertipe Document-Oriented adalah:
MySQL
Redis
PostgreSQL
MongoDB
Cassandra
NoSQL Graph Database sangat cocok digunakan untuk:
Perhitungan matematika
Data tidak terstruktur
Relasi kompleks seperti media sosial
Penyimpanan file besar
Data historis
NoSQL lebih cocok digunakan dibandingkan RDBMS pada kondisi:
Data kecil dan sederhana
Sistem keuangan bank
Transaksi dengan konsistensi tinggi
Aplikasi real-time dengan data besar dan cepat berubah
Pengelolaan file Excel
CAP Theorem dalam sistem NoSQL mencakup:
Consistency, Availability, Partition Tolerance
Column, API, Performance
Compression, Analysis, Process
Connection, Access, Privacy
CPU, Access, Power
NoSQL database Redis termasuk dalam kategori:
Document Store
Column Store
Key-Value Store
Graph Database
Relational Database
Apa yang dimaksud dengan Cloud Database?
Database yang diakses secara lokal tanpa jaringan
Database yang digunakan di Excel
Database yang diinstal di komputer pribadi
Database yang disimpan dan diakses melalui internet
Database yang hanya berisi gambar
Contoh layanan cloud database yang disediakan oleh Amazon adalah:
Firestore
MongoDB
Redis
Amazon RDS
Neo4j
Google Firebase adalah layanan cloud database berbasis:
Graph
SQL
Key-Value
Document-Oriented
Time-Series
Keuntungan utama menggunakan cloud database adalah:
Harus selalu offline
Akses terbatas
Skalabilitas tinggi dan fleksibilitas akses
Tidak bisa digunakan real-time
Tidak bisa dihubungkan ke internet
Apa risiko utama dalam menggunakan cloud database?
Harga terlalu murah
Kurangnya dokumentasi
Masalah keamanan dan privasi data
Tidak ada dukungan API
Tidak bisa menangani big data
DBaaS (Database as a Service) adalah:
Layanan file lokal
Layanan mengelola database secara otomatis di cloud
Fitur dalam Excel
Sistem backup lokal
Database untuk penggunaan pribadi
Cloud database modern umumnya menyediakan fitur:
Indexing manual
Replikasi otomatis dan backup
Tanpa otentikasi pengguna
Format data tetap
Tidak mendukung scaling
Jenis database NoSQL yang cocok untuk data sensus dalam bentuk tabel besar adalah:
Document Store
Graph Database
Key-Value
Column Store
Object-Oriented
Apa itu basis data terdistribusi?
Database yang disimpan di satu komputer
Database berbasis spreadsheet
Database yang datanya tersebar di beberapa lokasi fisik
Database tanpa koneksi jaringan
Database dengan format PDF
Tujuan utama basis data terdistribusi adalah:
Mempercepat pencetakan dokumen
Mengurangi penggunaan internet
Meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan ketersediaan data
Menyimpan semua data di satu lokasi
Mengubah SQL menjadi HTML
Komponen utama dalam sistem basis data terdistribusi adalah:
Client dan printer
Node, koneksi jaringan, dan DBMS lokal
Monitor dan CPU
Aplikasi mobile dan OS
Proxy dan firewall
Sistem terdistribusi memerlukan sinkronisasi data untuk:
Menghapus data lama
Memastikan semua node memiliki data yang konsisten
Mengoptimasi ukuran file
Mengubah semua file menjadi PDF
Mencetak laporan
Keuntungan utama dari basis data terdistribusi adalah:
Mudah diakses tanpa internet
Tidak membutuhkan keamanan
Redundansi, fault-tolerance, dan skalabilitas
Tidak dapat digunakan secara paralel
Semua data berada dalam satu server
Contoh arsitektur database terdistribusi adalah:
Centralized DBMS
Flat File System
Peer-to-peer database system
One-way replication
SQL Local
Apa itu data fragmentation dalam sistem terdistribusi?
Penghapusan data besar
Pemisahan data menjadi bagian kecil di berbagai lokasi
Replikasi seluruh database
Pengarsipan manual
Kompresi data
Fragmentasi horizontal membagi data berdasarkan:
Kolom
Seluruh database
Baris
Tabel
File
Fragmentasi vertikal membagi data berdasarkan:
Baris
Lokasi geografis
Kolom
File
Network
Tantangan dalam sistem basis data terdistribusi adalah:
Keamanan lebih rendah
Waktu akses lebih lambat
Kompleksitas manajemen dan konsistensi data
Data lebih sedikit
Tidak bisa backup
Sistem basis data terdistribusi homogen memiliki:
Jenis DBMS yang berbeda
Tabel yang tidak kompatibel
Satu jenis DBMS dan struktur data yang seragam
Replikasi manual
Bahasa pemrograman berbeda
Contoh sistem basis data terdistribusi heterogen:
Semua node menggunakan SQL Server
Semua node hanya menyimpan log
Node menggunakan DBMS berbeda, misalnya MySQL dan Oracle
Tidak ada komunikasi antar node
Replikasi dilakukan offline
Sistem terdistribusi memungkinkan eksekusi query:
Hanya secara lokal
Di server pusat saja
Di semua node yang relevan
Melalui Excel
Dalam bentuk file CSV
Penggunaan distributed DBMS membantu perusahaan:
Mengurangi ketersediaan sistem
Menyimpan data hanya di pusat
Meningkatkan kinerja, skalabilitas, dan toleransi kesalahan
Meminimalkan replikasi
Menghapus data dengan cepat
Distributed query processing bertujuan untuk:
Mengubah query menjadi file
Mengoptimalkan eksekusi query di sistem multi-node
Menyimpan semua data secara offline
Menambahkan fitur keamanan
Membuat replikasi statis
Apa itu replikasi data dalam basis data?
Menghapus file lama
Penggabungan dua server
Menyalin data dari satu lokasi ke lokasi lain
Mengedit query
Menyimpan data dalam Excel
Tujuan utama dari replikasi data adalah:
Mengurangi redundansi
Mempercepat waktu penghapusan data
Meningkatkan ketersediaan dan ketahanan terhadap kegagalan
Menurunkan performa sistem
Membuat file lebih kecil
Master-slave replication berarti:
Semua node bersifat pasif
Data hanya ditulis di node slave
Satu node utama (master) menulis data, lalu direplikasi ke node lain
Semua node melakukan update secara bersamaan
Tidak ada pembaruan otomatis
Multi-master replication cocok untuk sistem yang:
Hanya membaca data
Tidak perlu konsistensi
Memungkinkan banyak node untuk menulis data
Tidak boleh diakses secara paralel
Hanya satu node aktif
Kekurangan dari multi-master replication adalah:
Tidak bisa membaca data
Terlalu sederhana
Konflik saat penulisan data bersamaan
Tidak bisa digunakan offline
Membutuhkan banyak firewall
Apa itu asynchronous replication?
Replikasi yang hanya terjadi sekali
Penulisan dan replikasi dilakukan secara bersamaan
Penulisan data dilakukan terlebih dahulu, replikasi menyusul
Semua node menunggu update bersama
Data tidak pernah disalin
Kelebihan synchronous replication adalah:
Data tidak konsisten
Performa lebih tinggi
Konsistensi data terjamin saat replikasi
Lebih lambat namun tidak akurat
Hanya bisa diakses oleh satu user
Dalam replikasi berbasis log shipping, data dikirim melalui:
Print log
File .docx
Log transaksi yang dikirim ke server lain
Hasil dari query manual
Screenshots
Replikasi digunakan untuk meningkatkan:
Redundansi file
Penyimpanan lokal
Skalabilitas, ketersediaan, dan toleransi kesalahan
Format visualisasi data
Kecepatan pencetakan
Dalam konteks replikasi, istilah latency mengacu pada:
Jumlah node
Kecepatan proses backup
Waktu jeda antara penulisan data dan penyebaran ke node lain
Kapasitas penyimpanan database
Jumlah pengguna
Langkah pertama dalam membangun proyek database adalah:
Menulis kode SQL
Mendesain laporan
Menganalisis kebutuhan sistem
Membangun dashboard
Menginstal server
Tools yang umum digunakan untuk perancangan ERD (Entity Relationship Diagram) adalah:
MS Word
Paint
dbdiagram.io, MySQL Workbench
Excel
Google Slides
Primary key digunakan untuk:
Menyimpan file gambar
Menghubungkan database ke internet
Mengidentifikasi baris secara unik
Menduplikasi data
Menyimpan data sementara
Manakah dari berikut ini termasuk bahasa untuk membuat struktur database?
HTML
CSS
DDL (Data Definition Language)
PHP
JSON
Contoh perintah SQL untuk membuat tabel adalah:
SELECT TABLE
FORM TABLE
CREATE TABLE
TABLE IN
SET TABLE
Dalam proyek skala kecil-menengah, jenis DBMS yang umum digunakan adalah:
Oracle Exadata
PostgreSQL, MySQL, SQLite
Hadoop
SAP HANA
Mongo Chart
Normalisasi digunakan untuk:
Membuat data terlihat besar
Menghindari duplikasi dan menjaga integritas data
Menambah ukuran database
Mempermudah query
Menyalin data antar server
Apa itu foreign key?
Kunci asing yang digunakan untuk mengenkripsi data
Kunci utama dari tabel lain yang menjadi referensi
Nama kolom yang disembunyikan
Index otomatis
File log tambahan
Tujuan membuat relasi antar tabel dalam database adalah:
Membuat tampilan lebih menarik
Menyederhanakan coding
Menjaga keterkaitan antar data
Mengurangi penggunaan RAM
Menyimpan data gambar
File .sql biasanya digunakan untuk:
Menyimpan dokumen
Desain gambar
Menyimpan skrip query dan struktur database
Membuat halaman web
Membuat grafik
Tahapan pengujian proyek database bertujuan untuk:
Membuat laporan presentasi
Menentukan warna tampilan
Menjamin fungsionalitas dan validasi sistem
Mengatur ukuran huruf
Mengatur kapasitas penyimpanan
Uji validasi dalam proyek database dilakukan untuk:
Melihat tampilan GUI
Menguji koneksi internet
Memastikan input sesuai format dan batasan
Menambahkan log sistem
Memformat tanggal
Contoh pengujian fungsi login dalam sistem database:
Memasukkan data kosong dan melihat apakah ditolak
Menambahkan kolom baru
Menghapus primary key
Mengganti nama tabel
Membuat akun baru
Pengujian stress testing dilakukan untuk:
Mengukur kemampuan sistem menangani beban tinggi
Mengatur posisi tombol
Menghapus data lama
Mengetes warna latar
Menyembunyikan kolom
Jika input "nama" harus berupa huruf, maka validasi terbaik adalah:
Membatasi panjang karakter
Membatasi simbol yang bisa dimasukkan
Membatasi hanya huruf alfabet
Membatasi hanya angka
Membatasi huruf kapital
Apa langkah penting setelah pengujian berhasil?
Menghapus database
Mendesain ulang ERD
Melakukan backup dan dokumentasi
Menutup sistem
Mengosongkan tabel
Presentasi proyek database biasanya mencakup:
Gambar desain rumah
Penjelasan ERD, struktur tabel, query utama, dan hasil pengujian
Desain grafis
File ZIP
Rencana anggaran biaya
Tools yang biasa digunakan untuk presentasi proyek database adalah:
Zoom dan Teams
PowerPoint, Canva, atau Google Slides
Notepad
Excel
Dokumentasi proyek berfungsi untuk:
Mengganti nama user
Mengatur ulang koneksi jaringan
Menyimpan catatan teknis, keputusan desain, dan proses implementasi
Menghapus query
Memformat tabel
Dalam dokumentasi proyek, bagian use-case berisi:
Daftar warna tabel
Langkah menginstal DBMS
Interaksi antara pengguna dan sistem dalam skenario tertentu
Daftar nama penguji
Screenshot GUI
