WorksheetsTKMKB DAN HASIL AUDIT MEDIS TAHUN 2025
Total questions: 16
Worksheet time: 3mins
16 TEMA REKOMENDASI TKMKB TAHUN 2025, KECUALI
STROKE
BAYI IKTERUS
DBD
PNEUMONIA PADA ANAK
Bagaimana kriteria penjaminan klaim untuk kasus gastroenteritis yang dirawat inap, kecuali?
Kriteria dehidrasi ringan
Kriteria dehidrasi sedang
Kriteria dehidrasi berat
Kriteria dehidrasi 4-10%
Bayi berisiko hipoglikemia pada kondisi sebagai berikut, kecuali
Bayi besar masa kehamilan
Bayi kecil masa kehamilan
Bayi lahir dari ibu persalinan normal
Bayi dengan polisitemia
Bagaimana penjaminan yang benar untuk kasus sepsis, kecuali?
Tata laksana sepsis mengacu pada Kepmenkes No. HK.01.07/Menkes/342/2017
Tata laksana sepsis pada anak mengacu pada Kepmenkes No. HK.01.07/Menkes/4722/2021
Pemeriksaan penunjang dalam SOFA score untuk pasien dewasa ditulis termasuk nilai skornya
Pemeriksaan penunjang dalam PELOD-2 score untuk pasien dewasa ditulis termasuk nilai skornya
Berikut ini adalah penjaminan yang benar untuk penegakan diagnosis dan perawatan demam berdarah dengue, kecuali
Nilai hematokrit naik >20% dari nilai normal
Adanya kebocoran plasma
Tidak adanya kebocoran plasma
Pemeriksaan laboratorium darah lengkap atau darah rutin terutama hematokrit dan trombosit dilak‐ ukan secara serial
. Berapa nilai visus untuk dilakukannya penjaminan pelayanan operasi katarak?
< 6/18
> 6/18
10/18
>10/18
Pada penjaminan ventilator, salah satu indikasi pemasangan ventilator yaitu karena terjadinya inadekuat oksigenasi yang ditandai dengan kondisi berikut, kecuali:
Hipoksemia
SpO2 <90%
pO2 <60 mmHg
pO2 <70 mmHg
Yang manakah kondisi penjaminan kegawatdaruratan yang tepat untuk kasus asma bronkial, kecuali?
Asma akut (Asma persisten ringan sampai berat) pada dewasa yang memerlukan tindakan segera se‐ suai Perpres No. 82 Tahun 2018 dan Permenkes No. 47 Tahun 2018
Asma akut (Asma persisten sedang dan berat) pada dewasa yang memerlukan tindakan segera sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018 dan Permenkes No. 47 Tahun 2018
Asma episode sering dan persisten pada anak yang memerlukan tindakan segera sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018 dan Permenkes No. 47 Tahun 2018
Tindakan segera dibuktikan dengan adanya pemberian bronkodilator dan kortikosteroid sistemik
Studi kasus: klaim Ny. Y diagnosis utamanya pneumonia dan dilakukan rawat inap di RS selama 2 hari. Pada dokumen penagihan terdapat hasil anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan laboratorium gram sputum, thorax foto, serta skor CURB-65 bernilai 1. Bagaimana klaim penjaminan rawat inap Ny. Y?
Bisa dijamin rawat inap karena semua kelengkapan penjaminan sudah memenuhi
Bisa dijamin rawat inap karena telah dilakukan pemeriksaan gram sputum
Dijamin rawat jalan karena LOS hanya 2 hari
Dijamin rawat jalan karena skor CURB-65 bernilai 1
Apabila ditemukan GERD, pemeriksaan apa yang seharusnya dilakukan untuk menegakkan diagnosis GERD?
Gastroskopi
Endoskopi
Laparaskopi
Bronkoskopi
Kriteria penegakan diagnosis asfiksia, Kecuali
Apgar score < 5 pada menit ke 5 dan menit ke 10
Nilai SpO2 95% pada menit ke 5 dan menit ke 10
Nilai SpO2 98% pada menit ke 5 dan menit ke 10
Upaya ventilasi tekanan positif (VTP) hingga 10 menit
REKOMENDASI MEDIS VENTILATOR, KECUALI:
Gagal napas (Peringkat bukti Ic, derajat rekomendasi A)
Hipoventilasi sentral/ frequent apnea
Pemeriksaan AGD sebaiknya dilakukan sebelum intubasi/ pemasangan ventilator dan harus dievaluasi setelah intubasi/ pemasangan ventilator
Penurunan kesadaran/ GCS ≤ 5
Indikasi Intervensi Koroner Perkutan (IKP) atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) bila memenuhi salah satu kriteria di bawah ini, Kecuali:
Pasien lesi kompleks yang risiko tinggi dilakukan CABG seperti: Society of Thoracic Surgery (STS) score >4, usia >85 tahun, gangguan paru/ginjal/ hati tahap lanjut
Stenosis ≥70% pada tiga arteri koroner (3VD) pada pasien dengan skor SYNTAX rendah (0-22)
1Stenosis ≥50% disertai penurunan fungsi jantung (LVEF ≤35%), dengan tanda viabilitas miokardium berdasarkan pencitraan kardiak (ekokardiografi/MRI/CT/nuklir)
Stenosis ≥70% disertai penurunan fungsi jantung (LVEF ≤55%), dengan tanda viabilitas miokardium berdasarkan pencitraan kardiak (ekokardiografi/MRI/CT/nuklir).
REKOMENDASI MEDIS PADA PASIEN ESWL, KECUALI:
Tata laksana dari ESWL disesuaikan dengan PNPK Tata Laksana Batu Saluran Kemih HK.01.07/MENKES/1560/2022
Laporan tindakan ESWL harus mencantumkan ukuran batu serta letak atau posisi batu
Didasarkan pada hasil USG dan NCCT (Non- contrast CT Scan) yang memenuhi persyaratan dilaksanakannya ESWL
Didasarkan pada hasil USG dan EKG yang memenuhi persyaratan dilaksanakannya ESWL
REKOMENDASI MEDIS PADA PASIEN REHABILITASI MEDIK
Perlu dilakukan evaluasi (re-asesmen) oleh Dokter Sp.KFR dengan mempertimbangkan goal therapy
Kasus low back pain dilakukan di FKTP sesuai SKDI
Prosedur heat therapy dapat dilakukan sebelum atau sesudah exercise
Saat tindakan fisioterapi tidak perlu perlu pendampingan Dokter Sp.KFR
Kriteria sepsis menurut TKMKB 2025:
Frekuensi pernafasan >20x/menit atau PaCO2<32 mmHg (pemeriksaan AGD)
Frekuensi pernafasan >22x/menit atau PaCO2<32 mmHg (pemeriksaan AGD)
Frekuensi pernafasan >20x/menit atau PaCO2<30 mmHg (pemeriksaan AGD)
Frekuensi pernafasan >20x/menit atau PaCO2<20 mmHg (pemeriksaan AGD)
