NEW
Font size
WorksheetsUTS Keperawatan Jiwa
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang perempuan, umur 25 tahun, dibawa ke IGD RSJ. Menurut keluarga, sudah dua minggu pasien jarang mandi, tidak mau makan maupun minum tanpa alasan, sering melamun dan kadang menangis sendiri. Saat berinteraksi dengan perawat, pasien tidak mau bicara, sering menghindari kontak mata, dan sering menunduk.
Sebagai perawat, apakah tindakan pertama yang tepat dilakukan pada pasien tersebut?
Mengajak klien bercakap-cakap
Memenuhi kebutuhan dasar klien
Membina hubungan saling percaya
Melakukan orientasi dengan lingkungan
Mengidentifikasi halusinasi yang dialami oleh klien
Seorang perempuan, umur 23 tahun, dirawat di RSJ. Saat dikaji, pasien tampak menyendiri, terpisah dari pasien lainnya. Ketika perwat menanyakan penyebab tidak mau berinteraksi, pasien hanya diam dengan tatapan mata kosong dan menunduk. Penampilan tidak rapi dan tercium bau badan.
Apakah masalah keperawatan yang sesuai pada kasus tersebut?
Isolasi Sosial
Keputusasaan
Harga Diri Rendah
Ketidakberdayaan
Defisit Perawatan Diri
Seorang laki-laki, umur 42 tahun, dibawa keluarga ke IGD RSJ, pada saat dikaji pasien tampak menyendiri di pojok ruangan, pasien tidak mau bicara dengan perawat dan pasien lainnya.
Apakah intervensi keperawatan untuk pasien pada kasus tersebut?
Ajarkan cara mengontrol halusinasi
Ajarkan cara bercakap-cakap dengn orang lain
Identifikasi tanda-tanda yang menunjukkan perilaku kekerasan
Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien
Pasien mampu mengungkapkan penyebab, keuntungan, kerugian dan cara berkenalan dengan orang lain
Seorang laki-laki, umur 30 tahun, dirawat di RSJ. Pada saat dikaji pasien tampak melamun dan tertawa sendiri, selalu menyendiri, berdiam diri di tempat tidur dan selalu memisahkan diri dari orang lain. Pasien mengatakan bahwa ia merasa tidak mau bergaul dengan orang lain. Perawat sudah memberikan cara berkenalan dengan satu orang.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
Melatih bercakap-cakap
Ajarkan cara bersosialisasi
Membuat aktivitas terjadwal
Membina hubungan saling percaya
Mempraktikkan cara berkenalan dengan satu orang atau lebih
Seorang laki-laki, umur 33 tahun dibawa ke RSJ dengan keluhan melukai tetangganya dengan besi yang sering dibawanya. Hasil pengkajian perawat, pasien mengatakan kesal dengan tetangganya, wajahnya memerah, pandangan mata tajam, mengancam dan mengumpat dengan kata-kata kotor, bicara kasar.
Apakah masalah keperawatan utama yang dialami pasien pada kasus tersebut?
Menarik diri
Isolasi sosial
Perilaku kekerasan
Halusinasi pendengaran
Gangguan komunikasi verbal
Seorang laki-laki, umur 29 tahun, dirawat di RSJ dengan perilaku merusak barang dan memukul pasien lain. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengancam dan marah kepada perawat dengan mata melotot dan pandangan tajam.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Mengajarkan latihan fisik untuk mengontrol marah
Mengevaluasi jadwal kegiatan yang telah dilakukan pasien
Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat
Mengidentifikasi akibat perilaku yang telah dilakukan oleh pasien
Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
Seorang laki-laki, umur 25 tahun, sudah dua minggu dirawat di RSJ, hasil pengkajian didapatkan data pasien mengatakan di rumah suka marah-marah apabila keinginannya tidak dikabulkan. Saat marah pasien suka membanting piring dan memecahkan kaca. Perawat sudah melatih cara fisik dan minum obat.
Apakah intervensi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Melatih nafas dalam
Melatih secara spiritual
Melatih memukul bantal
Melatih bicara/verbal dengan baik
Melatih penyelesaian masalah
Seorang perawat laki-laki sedang melakukan intervensi pada pasien dengan perilaku kekerasan. Saat ini sedang melatih pasien mengekspresikan marah secara verbal dengan meminta dan menolak dengan baik. Hasil evaluasi pasien belum mampu mengungkapkan permintaan dan menolak dengan baik.
Apakah yang harus dilakukan perawat pada intervensi selanjutnya?
Melanjutkan untuk melatih minum obat
Mengulang dari awal semua intervensi yang direncanakan
Mengulang latihan cara meminta dan menolak dengan baik
Mengulang latihan mengendalikan marah dengan minum obat
Libatkan pasien terapi dalam aktivitas kelompok untuk mendukung pencapaian SP yang gagal
Seorang laki-laki, umur 25 tahun, dirawat di RSJ dengan alasan mengamuk, pasien telah diajarkan teknik mengontrol marah, saat ini pasien mengatakan ingin memukul temannya karena kesal, perawat mengingatkan pasien untuk relaksasi napas dalam dan pasien melakukannya.
Apakah tindakan keperawatan prioritas selanjutnya?
Minum obat
Spiritual dengan berdoa
Menyampaikan rasa kesal
Penyaluran energi dengan memukul bantal
Distraksi dengan melakukan kegiatan lain di ruangan
Perawat saat ini menjelaskan tentang obat kepada pasien dengan perilaku kekerasan. Apakah evaluasi yang diharapakan setelah melakukan tindakan keperawatan memberikan obat pada pasien tersebut?
Pasien mampu mengontrol marah
Pasien mengatakan ingin memukul orang lain
Pasien mampu menjelaskan 8 benar minum obat
Keluarga membuatkan jadwal kegiatan seharu-hari
Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang di rumah
