wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TES 5

Total questions: 31

Worksheet time: 16mins

Name
Class
Date
1.

Perempuan (25 tahun) datang ke TPMB dengan keluhan tidak haid kurang lebih 1 bulan dan mual muntah di pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 20 x/menit, P 80 x/menit, S 36,50C PPTest (+).

Apa penyebab pada kasus tersebut?

a)

Penurunan Hormone Esterogen

b)

Penurunan Hormone Progesterone

c)

Peningkatan Hormon Plasenta Lactogen

d)

Peningkatan Melanocyte Stimulating Hormon (MSH)

e)

Peningkatan Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG)

2.

Perempuan (32 tahun, G1P0A0, hamil 29 minggu) datang ke TPMB dengan keluhan mengeluarkan darah banyak dari jalan lahir, merah segar, tidak di sertai nyeri perut. Hasil pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, S 36,70C, TFU 23 cm, letak lintang, DJJ 156 x/menit.

Apa diagnosis yang mungkin untuk kasus tersebut?

a)

Solusio plasenta

b)

Plasenta Previa

c)

Rupture uteri

d)

Abortus imminens

e)

Abortus in complete

3.

Perempuan (26 tahun, G2P1A0, hamil 35 minggu) datang ke Puskesmas dengan keluhan cepat lelah. Hasil anamnesis: sering pusing. Hasil pemeriksaan: TD 100/80 mmHg, N 81 x/menit, P 23 x/menit, S 36,5°C, TFU 32 cm, punggung kanan, letak kepala 2/5, DJJ 133 x/menit, Hb 10 g/dl.

Apa pendidikan kesehatan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Nutrisi

b)

Tanda bahaya ibu hamil

c)

ASI eksklusif

d)

Perawatan payudara

e)

Mobilisasi

4.

Perempuan (22 tahun, G1P0A0, hamil 20 minggu) datang ke TPMB dengan keluhan terjadi peningkatan berat badan. Hasil pemeriksaan: TD 100/75 mmHg, N 82 x/menit, P 24 x/menit, S 36,6°C, TFU 3 jari dibawah pusat, DJJ 135 x/menit, TB 160 cm, BB sebelum hamil 53 kg, BB sekarang 62 kg.

Apa status indeks massa tubuh pada kasus tersebut?

a)

Berat badan kurang

b)

Normal

c)

Obesitas

d)

Berat badan lebih

e)

Kurus

5.

Perempuan (34 tahun, G4P2A1, hamil 32 minggu) datang ke TPMB dengan keluhan gerakan janin kurang aktif. Hasil anamnesis: keluar darah dari jalan lahir disertai nyeri sejak terjatuh di kamar mandi sehari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 84 x/menit, P 24 x/menit, S 37°C, TFU 30 cm, DJJ 100 x/menit.

Apa masalah potensial yang bisa terjadi terhadap janin pada kasus tersebut?

a)

Premature

b)

Imatur

c)

BBLR

d)

IUFD

e)

IUGR

6.

Perempuan (36 tahun, G4P3A0, hamil 34 minggu) datang ke TPMB dengan perdarahan pervaginam. Hasil pemeriksaan: TD 110/80, N 82 x/menit, P 20 x/menit, S 36,7°C, TFU 3 jari atas pusat, DJJ 180 x/menit. Bidan kemudian melakukan rujukan.

Apa peran bidan pada kasus tersebut ?

a)

Pelaksana

b)

Pengelola

c)

Pendidik

d)

Peneliti

e)

Pemimpin

7.

Perempuan (27 tahun, G1P0A0) datang ke Puskesmas dengan keluhan sering pusing dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan: pucat, TD 100/80 mmHg, N 80 x/menit, P 18 x/menit, S 36,7 °C, GDS 120 mg/dL, Hb 9 g/dL, HBsAg (-). Bidan memberikan tablet Fe dan menganjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Apa langkah penanganan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Rehabilitation

b)

Health Promotion

c)

Specific Protection

d)

Dissability Limitation

e)

Early Diagnosis and Prompt Treatment

8.

Perempuan (37 tahun, G4P2A1, hamil 37 minggu) datang ke RS dengan keluhan pengeluaran bercak darah, tidak nyeri, namun masih merasakan gerakan janin. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, P 22 x/menit, N 80 x/menit, S 360C. inspekulo: tampak sisa darah segar di dinding vagina.

Apa diagnosis yang mungkin pada kasus tersebut?

a)

Molahidatidosa

b)

Plasenta previa

c)

Solusio plasenta

d)

Kehamilan ektopik

e)

Abortus inkomplit

9.

Perempuan (32 tahun, hamil 8 minggu) datang ke TPMB dengan keluhan mual dan muntah yang hebat. Hasil anamnesis: sulit makan, BB turun 2 kg dalam 1 minggu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, P 22x/menit, S 37 °C, nilai kadar SGOT dan SGPT sudah lebih dari normal.

Apa penyebab pada kasus tersebut?

a)

Anemia

b)

Hepatitis

c)

Sirosis hepatitis

d)

Preeklamsia ringan

e)

Hiperemesis gravidarum

10.

Perempuan (38 tahun, G2P1A0, hamil 32 minggu) datang ke Puskesmas, dengan keluhan bengkak pada kaki dan tangan. Hasil anamnesis: bengkak muncul secara bertahap selama beberapa minggu terakhir, sesak napas saat beraktivitas ringan seperti berjalan. Hasil pemeriksaan: TD 130/90 mmHg, N 84 x/menit, P 24 x/menit S 37 °C, protein urin (++).

Apa penanganan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemeriksaan urin

b)

Pemasangan infus

c)

Perbanyak karbohidrat

d)

Istirahat dan elevasi kaki

e)

Banyak konsumsi air putih

11.

Perempuan (24 tahun, G1P0A0, hamil 16 minggu) diantar suaminya ke klinik dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir. Hasil anamnesis: perut terasa kram, keluar bercak darah. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 370C, TFU pertengahan sympisis dan pusat, serviks masih tertutup.

Apa penatalaksanaan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pasien harus dirawat di RS

b)

Kuret untuk mengosongkan dan membersihkan hasil konsepsi

c)

USG untuk memastikan tidak ada hasil konsepsi yang tertinggal

d)

Memasang infus RL dengan oksitosin 20 unit dengan 40 tetes per menit

e)

Penderita diminta untuk melakukan tirah baring sampai perdarahan berhenti

12.

Perempuan (35 tahun, G6P5A0, hamil 28 minggu) diantar suaminya ke PONED dengan keluhan keluar darah banyak. Hasil anamnesis: darah keluar saat bangun tidur, tidak ada nyeri perut. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 90 x/menit, P 24 x/menit, S 36.70C, TFU 27 cm, punggung kanan, DJJ 150 x/menit, presentasi kepala, tidak ada kontraksi uterus, keluar darah berwarna merah segar dari jalan lahir.

Apa diagnosis yang mungkin pada kasus tersebut?

a)

Blighted Ovum

b)

Plasenta Previa

c)

Solusio plasenta

d)

Mola Hidatidosa

e)

Kehamilan Ektopik Terganggu

13.

Perempuan (21 Tahun, G1P0A0, hamil 8 minggu) datang ke Puskesmas dengan keluhan mual muntah di pagi hari. Hasil Anamnesis: pusing ketika bangun tidur di pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 100/80 mmHg, N 88 x/menit, P 21 x/menit, S 36,70C. Apa penanganan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan tablet B6

b)

Melakukan hypnotherapy

c)

Mengukur kesejahteraan janin

d)

Mengatur posisi nyaman saat ibu bangun tidur

e)

Melakukan edukasi terkait pola makan ibu hamil

14.

Perempuan (29 tahun, G1P0A0, hamil 12 minggu) datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut bagian bawah. Hasil anamnesis: keluar darah segar, bercampur sedikit gumpalan dari kemaluan sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD110/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 36,70C, ada kontraksi uterus dan nyeri tekan abdomen bagian bawah. Hasil inspekulo tampak serviks membuka dan terdapat jaringan pada serviks. Apa diagnosis yang mungkin pada kasus tersebut?

a)

Abortus Komplit

b)

Missed Abortion

c)

Abortus Insipiens

d)

Abortus Inkomplit

e)

Abortus Imminens

15.

Perempuan (28 tahun, G1P0A0, hamil 35 minggu) datang ke Puskesmas dengan keluhan pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: tidak ada nyeri ulu hati, tidak ada riwayat tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan: TD 160/110 mmHg, N 84x/menit, P 20 x/menit, TFU 32 cm, DJJ 148 x/menit, protein urin (+++). Apa tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Rujuk ke RS

b)

Kolaborasi dokter untuk terapi

c)

Berikan terapi Nifedipin

d)

Berikan terapi Catopril

e)

KIE kondisi ibu

16.

Perempuan (29 tahun, G1P0A0, hamil 35 minggu) diantar suami ke klinik dengan keluhan merasa mules tetapi akan hilang saat istirahat atau mengurangi aktivitasnya. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 24 x/menit, S 36,50C, TFU 2 jari dibawah PX, presentasi kepala, DJJ 135 x/menit.

Apa tanda yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Hegar

b)

Inpartu

c)

Goodel

d)

Chadwick

e)

Braxton hicks

17.

Perempuan, 23 tahun, G1P0A0, Inpartu kala I fase aktif, sedang berada di TPMB dengan keluhan nyeri persalinan yang dirasakan dari bagian bawah perut sampai ke pinggang, saat kontraksi reaksi wajah ibu meringis tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Bidan melakukan pengendalian nyeri dengan melakukan kompres hangat dibagian lumbal dan sacrum ibu.

Apa metode pengendalian nyeri yang dilakukan bidan?

a)

Farmakologis

b)

Non farmakologis

c)

Terapi quasi manual

d)

Modulasi psikologi nyeri

e)

Intervensi bukan manual

18.

Perempuan (24 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu) kala II di TPMB, dengan keluhan ingin meneran. Hasil anamnesis: ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 90x/menit, P 20x/menit, S 36,5°C, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, kontraksi 4x/10’/45’’, pembukaan lengkap, ketuban (+), UUK kiri depan.

Apa tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Pimpin meneran

b)

Segera Episiotomi

c)

Lakukan amniotomi

d)

Ajarkan teknik relaksasi

e)

Posisikan ibu senyaman mungkin

19.

Perempuan (25 tahun, G1P0A0, aterm) kala I di Puskesmas. Hasil anamnesis: 1 minggu yang lalu periksa kehamilan, tercatat lengkap di buku KIA. Hasil pemeriksaan: TD 110/80mmHg, N 90x/menit, P 22x/menit, S 36,70C, TFU 34 cm, DJJ 125 x/menit, penurunan kepala 3/5, kontraksi, 3x/10’/40”, pembukaan 5 cm, ketuban positif.

Apa dokumen catatan yang harus dilengkapi pada kasus tersebut?

a)

Partograf

b)

Biodata pasien

c)

Surat untuk rujukan

d)

Pilihan tindakan persalinan

e)

Persetujuan tindakan (Informed consent)

20.

Perempuan (23 tahun, G1P0A0, hamil 39 minggu) datang ke RS dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dan disertai sakit pinggang menjalar ke perut. Bidan melakukan pemeriksaan pada pukul 13.00 WIB, dengan hasil: TTV dalam batas normal, Kontraksi 2x10”35”. DJJ: 142 x/menit. Pemeriksaan dalam: pembukaan 3 cm, selaput ketuban utuh, presentasi kepala dengan posisi UUK kiri depan, penurunan kepala H II, STLD (+).

Pukul Berapa bidan melakukan pemeriksaan dalam kembali?

a)

15.00 WIB

b)

15.30 WIB

c)

16.00 WIB

d)

16.30 WIB

e)

17.00 WIB

21.

Perempuan (24 tahun, G1P0A0, hamil 39 minggu) dalam kondisi inpartu dan sedang di observasi di TPMB. Hasil pemeriksaan bidan: KU baik, TD 120/80 mmHg, DJJ: 138x/menit, HIS 3 x10 menit, 34 detik, Kandung kemih kosong, VT: portio tebal lunak, Ǿ 6 cm, ket: (+), presentasi kepala, penurunan HII. Klien terlihat meringis setiap kali mengalami kontraksi memilih untuk berbaring karena tidak kuat akan kontraksinya. Apa implementasi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengosongkan kandung kemih

b)

Memenuhi kebutuhan hidrasi dan nutrisi

c)

Melakukan tindakan pencegahan infeksi

d)

Melakukan pemantauan kesejahteran ibu dan janin serta pemantauan kemajuan persalinan

e)

Menganjurkan ibu bersalin untuk melakukan tehnik relaksasi serta merubah posisi miring kanan atau kiri

22.

Perempuan (26 tahun, G2P1A0, hamil 38 minggu) Inpartu di TPMB. Hasil pemeriksaan: KU baik, TTV normal, TFU 32 cm, HIS 4x10’/45’’, DJJ 132x/menit. Bidan melakukan VT, portio tidak teraba, Ǿ10 cm, ketuban (+), persentasi kepala, denominator UUK depan, penurunan HIII+.

Apa rencana asuhan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Memimpin persalinan

b)

Melakukan amniotomie

c)

Mengajarkan pasien untuk meneran.

d)

Meminta keluarga untuk menyiapkan posisi meneran

e)

Mendekontaminasi sarung tangan dan mencuci tangan

23.

Bidan di TPMB membantu persalinan. Bayi telah dilakukan penilaian segera setelah lahir, kondisi bayi baik, saat ini bayinya telah ditempatkan di atas perut ibu dan akan dilakukan penjepitan tali pusat, ibu juga akan diberikan suntikan Oksitosin oleh bidan. Apa rencana asuhan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan suntikan Vitamin K

b)

Lakukan inisiasi menyusui dini

c)

Ajarkan ibu melakukan metode kangguru

d)

Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya

e)

Keringkan bayi dengan seksama dan membungkus bayi

24.

Bidan membantu persalinan di Puskemas yang melahirkan anak ke 3, dan tidak pernah keguguran sebelumnya. Bayi lahir sehat dengan BB 3400 gram, klien sudah dilakukan MAK III dan Plasenta lahir spontan dan lengkap, Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, S 36.50C, kontraksi baik, TFU 2 jari dibawah pusat, kandung kemih penuh, perdarahan

±100cc, Vagina dan Perineum tidak ada Laserasi, plasenta telah lahir. Apa diagnosis yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

P3A0, partus kala III

b)

P3A0, partus kala IV

c)

P3A0, partus kala III dengan retensio plasenta

d)

P3A0, partus kala IV dengan laserasi jalan lahir

e)

P3A0, partus kala IV dengan laserasi grade II

25.

Perempuan, melahirkan bayi pertamanya di Puskesmas, Plasenta telah lahir 15 menit yang lalu, spontan dan lengkap. Hasil pemeriksaan: TD 110/60mmHg, N 80x/menit, S 36.3°C, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik, kandung kemih kosong, perdarahan

±200cc, terdapat Laserasi di Mukosa dan otot Vagina dan Perineum. Apa implementasi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Melakukan evaluasi perdarahan

b)

Melakukan penjahitan Laserasi Perineum

c)

Melakukan pengosongan kandung kemih

d)

Mengajarkan keluarga cara melakukan Masase Uterus

e)

Melakukan observasi TTV, keadaan kandung kemih serta perdarahan ibu selama 2 jam pasca persalinan

26.

Bidan baru saja membantu persalinan di RB, P4A0, 15 menit yang lalu. Bidan telah memberikan suntikan Oksitosin secara IM setelah bayinya lahir dan melakukan peregangan tali pusat. Hasil pemeriksaan: TD 100/60mmHg, N 90x/menit, S 36.10C. TFU 2 jari di atas pusat, kontraksi lembek, kandung kemih kosong, terlihat tali pusat didepan Vulva perdarahan aktif ±200cc, tidak terdapat laserasi di Vagina dan Perineum.

Apa implementasi yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Melakukan rujukan

b)

Melakukan manual pLasenta

c)

Melakukan masase pada uterus

d)

Melakukan pengecekan kelengkapan plasenta

e)

Memberikan uterotonika (oksitosin) yang kedua

27.

Bidan membantu persalinan di RB, P4A0, 30 menit yang lalu. Bidan telah memberikan suntikan Oksitosin secara IM setelah bayinya lahir tetapi belum terlihat tanda-tanda pelepasan Plasenta. Hasil pemeriksaan: TD 90/60mmHg, N 90x/menit, S 36.10C, TFU 2 jari di atas pusat, kontraksi lembek, kandung kemih kosong, terlihat tali pusat didepan Vulva, perdarahan aktif ±300cc, tidak terdapat Laserasi di Vagina dan Perineum.

Apa implementasi yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Melakukan rujukan

b)

Melakukan manual plasenta

c)

Melakukan masase pada uterus

d)

Melakukan pengecekan kelengkapan plasenta

e)

Memberikan uterotonika (oksitosin) yang kedua

28.

Perempuan, P2A1, 30 menit yang lalu melahirkan bayi secara spontan di Puskesmas dengan keluhan badan terasa gemetaran dan sangat lelah. Hasil pemeriksaan: Plasenta lahir spontan dan lengkap, KU baik, TD 100/60mmHg, N 80/menit, S 370C, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik, kandung kemih kosong, perdarahan 50cc, tidak terdapat laserasi.

Apa rencana asuhan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Lakukan evaluasi perdarahan

b)

Kosongkan kandung kemih

c)

Ajarkan keluarga cara melakukan masase uterus

d)

Lakukan penjahitan laserasi pada vagina dan perineum

e)

Lakukan observasi kala IV untuk memastikan kondisi yang dialami ibu masih fisiologis serta cukupi kebutuhan nutrisi dan hidrasi

29.

Perempuanm, P1A0, baru saja melahirkan ditolong oleh bidan di Puskesmas. Bayi lahir secara spontan, plasenta lahir lengkap, perdarahan ±200cc, KU dan TTV normal, terdapat laserasi di Mukosa, dan otot Vagina dan Perineum.

Apa diagnosis yang mungkin untuk kasus tersebut?

a)

P1A0, partus kala IV

b)

P1A0, partus kala IV dengan laserasi grade I

c)

P1A0, partus kala IV dengan laserasi grade II

d)

P1A0, partus kala IV dengan laserasi grade III

e)

P1A0, partus kala IV dengan laserasi grade IV

30.

Perempuan, P1A0, baru saja melahirkan ditolong oleh bidan di Puskesmas. Bayi lahir secara spontan, plasenta lahir lengkap, perdarahan ±200cc, KU dan TTV normal, terdapat laserasi di mukosa, dan otot vagina dan perineum.

Apa implementasi yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Melakukan evaluasi perdarahan

b)

Melakukan penjahitan laserasi perineum

c)

Melakukan pengosongan kandung kemih

d)

Mengajarkan keluarga cara melakukan masase uterus

e)

Melakukan observasi TTV, keadaan kandung kemih serta perdarahan ibu selama 2 jam pasca persalinan

31.

Studi di kota makassar tentu bisa menjadi sebuah pengalaman tersendiri yang cukup menarik untuk diceritakan di masa tua. pertemuan dan perpisahan akan menjadi nyata. Ada suatu masa dimana setiap dari kita sudah tak saling menyapa ketika di jalan, bukan karena sombong tapi, dikarenakan pernah terjadi perselisihan dan saling enggan untuk memaafkan. Sadarkah anda kalau misalnya anda tidak bisa lulus UKOM pada tahun ini, apa yang akan anda rencanakan setelah itu??

a)

Menikah dengan kekasih

b)

Kembali ke kampung halaman dan tetap menjadi beban

c)

belajar yang giat agar bisa lulus untuk ujian berikutnya, kalau saat ini usahamu 1 maka kali ini dikali 3

d)

memulai bisnis baru sesuai dengan apa yang diminati

e)

pergi healing supaya stress hilang