wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UASAMR03072025002OPERASI

Total questions: 89

Worksheet time: 1hrs 25mins

Name
Class
Date
1.
Apa tanda-tanda Tahap 1 partus pada ruminansia kecil?
a)
Kontraksi perut yang kuat dan pecahnya selaput korioallantois.
b)
Menyendiri, gelisah, urinasi berlebih, dan relaksasi serviks.
c)
Keluarnya fetal membrane kurang dari 4 jam setelah partus.
d)
Fetus keluar sepenuhnya dari jalan lahir.
2.
Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan penyebab umum distosia pada ruminansia kecil?
a)
Feto-pelvic disproportion.
b)
Kegagalan dilatasi serviks.
c)
Pemberian kolostrum yang cukup setelah lahir.
d)
Torsio uteri.
3.
Anestesi epidural lumbosakral untuk C-section pada domba 25 kg menggunakan berapa mL lidokain 2% (dosis 6mg/ml) sebagai dosis aman maksimum secara total (termasuk L-line block)?
a)
2,5 mL
b)
5 mL
c)
7,5 mL
d)
10 mL
4.
Mengapa xylazine umumnya tidak direkomendasikan sebagai pilihan pertama untuk sedasi selama C-section pada ruminansia kecil, terutama sebelum janin dikeluarkan?
a)
Karena xylazine dapat dibalik dengan flumazenil.
b)
Dosis xylazine terlalu tinggi untuk ruminansia kecil.
c)
Xylazine terkait dengan hipoksia janin, asidosis respiratorik, dan penurunan aliran darah uterus.
d)
Xylazine menyebabkan peningkatan kontraksi uterus dan peningkatan aliran darah uterus.
5.
Apa dua pendekatan bedah utama yang digunakan untuk C-section pada ruminansia kecil?
a)
Sayatan paravertebral dan sayatan kranioventral.
b)
Sayatan paralumbar kiri atau pendekatan garis tengah ventral.
c)
Sayatan interkostal dan sayatan sublumbar.
d)
Sayatan inguinal dan sayatan lateral kanan.
6.
Dalam pendekatan flank (fossa paralumbar kiri), bagaimana posisi pasien biasanya ditempatkan untuk pembedahan?
a)
Rekumbensi dorsal untuk eksposur uterus terbaik.
b)
Berdiri tegak sepenuhnya tanpa penyangga.
c)
Posisi miring kanan yang dimodifikasi, miring sekitar 30 derajat ke arah ahli bedah.
d)
Posisi sternal dengan keempat kaki terikat.
7.
Saat melakukan sayatan pada otot transversus abdominis dan peritoneum dalam C-section, apa yang harus diwaspadai untuk dihindari?
a)
Kerusakan pada limpa.
b)
Pemotongan kandung kemih yang berlebihan.
c)
Pemotongan rumen di dekatnya.
d)
Perdarahan dari pembuluh darah superfisial.
8.
Bagaimana uterus biasanya ditarik ke sayatan selama C-section pada ruminansia kecil setelah mengakses abdomen?
a)
Dengan memberikan tekanan pada dinding perut dari luar.
b)
Menggunakan forsep bedah untuk menarik serviks.
c)
Dengan memegang anggota tubuh fetus melalui dinding uterus.
d)
Menunggu kontraksi uterus alami untuk mendorongnya keluar.
9.
Di sepanjang bagian uterus mana insisi histerotomi harus dilakukan untuk meminimalkan perdarahan?
a)
Di sepanjang lengkung kecil uterus.
b)
Melintasi fundus uterus.
c)
Di sepanjang lengkung besar uterus.
d)
Secara acak di bagian mana pun dari dinding uterus.
10.
Apa tindakan pencegahan utama yang harus diambil untuk mencegah kontaminasi abdomen selama C-section, terutama setelah mengeluarkan fetus yang mati?
a)
Mencuci rongga abdomen dengan air keran secara berkala.
b)
Memberikan antibiotik spektrum luas secara intra-abdomen sebelum histerotomi.
c)
Mempertahankan lokasi histerotomi sepenuhnya dieksteriorisasi dan diisolasi dengan handuk atau spons steril.
d)
Melakukan prosedur di lingkungan yang bertekanan positif.
11.
Pola jahitan apa yang direkomendasikan untuk penutupan histerotomi untuk mendapatkan segel serosa-ke-serosa yang aman?
a)
Pola jahitan simple interrupted.
b)
Pola jahitan Utrecht, Cushing, atau Lembert.
c)
Pola jahitan cruciate.
d)
Pola jahitan horizontal mattress.
12.
Benang jahitan ukuran berapa yang direkomendasikan untuk penutupan uterus pada C-section, dan contoh bahannya?
a)
Ukuran 0 atau 1, seperti Poliglekapron 25 (Monocryl™), Polidioxanone (PDS™), atau Chromic Gut.
b)
Ukuran 2 atau 3, seperti silk.
c)
Ukuran 0 atau 1, seperti Ethilon™ atau Prolene™.
d)
Ukuran 4 atau 5, seperti Vicryl™.
13.
Apa rekomendasi terkait penggunaan bolus intrauterin atau antibiotik setelah penutupan histerotomi?
a)
Selalu disarankan untuk mencegah infeksi.
b)
Dianjurkan hanya jika ada tanda-tanda infeksi yang jelas.
c)
Penggunaannya kontroversial dan tidak dianjurkan karena risiko kerusakan endometrium yang mungkin terjadi.
d)
Harus digunakan dalam setiap kasus untuk memastikan penyembuhan yang optimal.
14.
Larutan apa yang dapat diberikan untuk mengurangi adhesi setelah C-section, dan berapa dosis yang disebutkan?
a)
Larutan povidone iodine 10%, dengan dosis 5 mL/kg.
b)
Larutan natrium karboksimetilselulosa 1%, dengan dosis antara 30 mL hingga 14 mL/kg.
c)
Larutan salin hipertonik 7%, dengan dosis 20 mL.
d)
Larutan glukosa 50%, dengan dosis 1 mL/kg.
15.
Berapa lapisan penutupan insisi abdomen melalui fossa paralumbar, dan lapisan apa saja itu?
a)
Dua lapisan: otot dan kulit.
b)
Tiga lapisan: peritoneum dan transversus abdominis; oblique abdominal internal dan eksternal dengan lemak subkutan; serta kulit.
c)
Empat lapisan: peritoneum, otot, fascia, dan kulit.
d)
Satu lapisan: jahitan massal melalui semua jaringan.
16.
Apa salah satu antibiotik umum yang disebutkan untuk perawatan pasca-C-section, dan bagaimana cara pemberiannya?
a)
Flunixin 10 mg/kg IV setiap 8 jam.
b)
Ceftiofur sodium 2-4 mg/kg IV/IM setiap 12-24 jam.
c)
Ivermectin 5 mg/kg SQ setiap 24 jam.
d)
Dexamethasone 22.000 IU/kg IM sekali.
17.
Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) apa yang dapat digunakan untuk manajemen nyeri pasca-C-section pada ruminansia kecil?
a)
Deksametason.
b)
Flunixin meglumine atau meloxicam.
c)
Morfin.
d)
Xylazine.
18.
Apa pentingnya pengeluaran selaput fetal nekrotik setelah operasi caesar, dan apa yang dapat diberikan untuk membantunya?
a)
Tidak penting, karena akan diserap kembali oleh tubuh; dapat diberikan cairan infus.
b)
Hanya penting jika selaput tertahan lebih dari 48 jam; dapat diberikan antibiotik oral.
c)
Penting untuk penyembuhan; oksitosin dapat diberikan setiap 3 jam.
d)
Dapat diabaikan, karena akan keluar sendiri; dapat diberikan NSAID.
19.
Apa komplikasi pasca bedah C-section darurat yang paling sering terjadi pada ruminansia kecil?
a)
Perdarahan internal yang parah.
b)
Retained fetal membran
c)
Infeksi saluran kemih.
d)
Prolaps rektum.
20.
Bagaimana kondisi fetus saat operasi memengaruhi tingkat kelangsungan hidup induk setelah C-section?
a)
Induk dengan fetus mati memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.
b)
Kondisi fetus tidak berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup induk.
c)
Induk dengan fetus hidup memiliki tingkat kelangsungan hidup 98%, sementara yang memiliki fetus autolisis hanya 57%.
d)
Induk dengan toksemia kebuntingan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.
21.
Faktor apa yang paling signifikan terkait dengan mortalitas janin pasca C-section?
a)
Penggunaan antibiotik pasca operasi pada induk.
b)
Durasi kelahiran lebih dari 12 jam.
c)
Ukuran induk yang terlalu besar.
d)
Jenis kelamin neonatus.
22.
Berapa banyak kolostrum yang dibutuhkan neonatus dalam dua jam pertama setelah kelahiran, dan total dalam 24 jam pertama?
a)
200 mL/kg dalam dua jam, total 50 mL/kg dalam 24 jam.
b)
Tidak ada jumlah spesifik, hanya pastikan neonatus menyusu segera.
c)
50 mL/kg dalam dua jam, total 200 mL/kg dalam 24 jam pertama.
d)
100 mL/kg dalam dua jam, total 100 mL/kg dalam 24 jam.
23.
Apa definisi eversi dan prolaps vagina, dan kapan paling sering terjadi pada hewan?
a)
Prolaps uterus yang terjadi pasca melahirkan; paling sering pada hewan muda.
b)
Eversi dan prolaps vagina, dengan atau tanpa serviks; paling umum pada sapi dan domba selama trimester terakhir kebuntingan.
c)
Prolaps rektum yang terjadi pra-partus; paling sering pada hewan jantan.
d)
Pergeseran kandung kemih ke luar; terjadi pada awal kebuntingan.
24.
Kapan prolaps uterus biasanya terjadi pada sapi, dan apa penyebab umumnya?
a)
Pra-partus; disebabkan oleh obesitas dan kurang olahraga.
b)
Dalam 12-24 jam setelah melahirkan; disebabkan oleh hipokalsemia, distosia, dan retensi plasenta.
c)
Selama trimester terakhir kebuntingan; disebabkan oleh tekanan intra-abdomen.
d)
Beberapa minggu setelah melahirkan; disebabkan oleh infeksi uterus.
25.
Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor predisposisi umum untuk prolaps vagina?
a)
Penurunan tekanan intra-abdomen.
b)
Olahraga teratur yang intens.
c)
Relaksasi hormonal struktur panggul.
d)
Pemberian pakan tinggi protein.
26.
Apa tanda klinis awal dari prolaps vagina yang baru muncul?
a)
Prolaps lengkap dengan serviks dan usus yang terlihat.
b)
Oklusi uretra dan ruptur kandung kemih.
c)
Nekrosis jaringan vagina.
d)
Lipatan vagina seperti intususepsi, ketidaknyamanan, dan mengejan.
27.
Apa karakteristik dari prolaps vagina Grade I?
a)
Prolaps terus-menerus dan akut dari jaringan vagina.
b)
Prolaps intermiten, terlihat saat berbaring.
c)
Prolaps vagina, kandung kemih, dan serviks.
d)
Prolaps kronis dengan trauma atau infeksi.
28.
Langkah pertama apa yang harus dilakukan dalam protokol pengobatan prolaps vagina setelah pengekangan dan evaluasi hewan?
a)
Membersihkan uterus.
b)
Menggunakan anestesi epidural.
c)
Melakukan penjahitan Buhner.
d)
Secara manual mereduksi prolaps.
29.
Apa contoh obat yang diberikan untuk perawatan pasca-operasi prolaps vagina?
a)
Morfin, Meloxicam, dan Oksitosin.
b)
DNS 5%, Kalsium borogluconate, dan Drotaverine hydrochloride.
c)
Lidokain, Xylazine, dan Flumazenil.
d)
Povidone iodine oral.
30.
Strategi jangka panjang apa yang direkomendasikan untuk pencegahan dan manajemen prolaps vagina?
a)
Pemberian pakan estrogenik dan mengurangi olahraga.
b)
Menghindari pemotongan ekor yang berlebihan, menyediakan olahraga, dan seleksi genetik.
c)
Hanya fokus pada pengobatan setelah prolaps terjadi.
d)
Meningkatkan tekanan intra-abdomen pada akhir kehamilan.
31.
Apa yang harus didiskusikan dengan pemilik kuda sebelum prosedur kastrasi dilakukan?
a)
Biaya prosedur yang pasti.
b)
Sejarah medis lengkap kuda.
c)
Potensi komplikasi, termasuk yang mengancam jiwa.
d)
Tingkat keberhasilan kastrasi pada breed tertentu.
32.
Mengapa fasilitas klinik atau rumah sakit lebih disukai untuk prosedur kastrasi jika tersedia?
a)
Untuk mengurangi biaya prosedur.
b)
Menyediakan lingkungan yang terkontrol dan lebih sesuai untuk prosedur bedah.
c)
Memungkinkan lebih banyak orang untuk mengamati prosedur.
d)
Memastikan pemulihan yang lebih cepat.
33.
Manakah dari pilihan berikut yang BUKAN merupakan teknik bedah kastrasi?
a)
Terbuka, di bawah sedasi berdiri.
b)
Terbuka, di bawah anestesi umum.
c)
Tertutup, tanpa anestesi.
d)
Tertutup, di bawah anestesi umum.
34.
Dalam kastrasi terbuka, apa yang terjadi pada lapisan setelah emasculation testis?
a)
Lapisan dijahit secara rutin.
b)
Lapisan tetap terbuka untuk drainase.
c)
Ligatur trans-fixing ditempatkan.
d)
Fascia dilucuti dari tunika vaginalis.
35.
Apa tujuan utama dari ligatur trans-fixing yang ditempatkan pada kastrasi tertutup?
a)
Untuk memfasilitasi drainase pasca-operasi.
b)
Untuk memastikan tunika vaginalis tetap terbuka.
c)
Untuk mengikat seluruh struktur di sekitar tunika vaginalis sebelum emasculation.
d)
Untuk menjahit kulit skrotum.
36.
Kapan kastrasi terbuka di bawah sedasi berdiri paling tidak cocok untuk dilakukan?
a)
Jika kuda jantan berukuran sesuai dan temperamennya baik.
b)
Di sudut lapangan yang kering pada hari yang cerah.
c)
Jika kuda jantan rewel dan tidak tenang di bawah sedasi berat.
d)
Jika kuda jantan muda dan belum pernah melayani kuda betina.
37.
Apa salah satu penyebab umum pendarahan persisten setelah kastrasi?
a)
Kuda tidak berolahraga cukup pasca-operasi.
b)
Emasculator yang tidak diterapkan dengan benar atau cacat.
c)
Infeksi pada lokasi bedah.
d)
Usia kuda jantan (kurang dari 3 tahun).
38.
Mengapa kastrasi tertutup meminimalkan risiko pendarahan pasca-operasi dibandingkan kastrasi terbuka?
a)
Karena melibatkan sayatan yang lebih kecil.
b)
Karena pembuluh darah diikat sebagai tambahan penggunaan emasculator.
c)
Karena selalu dilakukan di lingkungan yang steril.
d)
Karena hanya dilakukan pada kuda yang lebih tua.
39.
Jika eviserasi usus terjadi, apa tindakan segera yang harus dilakukan sebelum transportasi ke fasilitas bedah?
a)
Viscera harus dipotong secepat mungkin.
b)
Viscera harus dibiarkan tergantung bebas.
c)
Kontaminasi viscera yang terpapar harus dijaga seminimal mungkin, dicuci, dan didukung dalam sling.
d)
Kuda harus diberi NSAID dosis tinggi.
40.
Apa yang dapat menjadi nidus untuk infeksi jika lingkungan steril tidak digunakan dalam kastrasi tertutup?
a)
Sayatan kulit skrotum.
b)
Emasculator yang digunakan.
c)
Ligatur absorbable yang ditinggalkan di sekitar tunika vaginalis.
d)
Kantung skrotum itu sendiri.
41.
Kastrasi dianggap sebagai prosedur bedah rutin oleh pemilik dan dokter hewan.
a)
Benar
b)
Salah
42.
Lokasi di lapangan yang kering dan datar tidak cocok untuk melakukan kastrasi kuda.
a)
Benar
b)
Salah
43.
Kastrasi terbuka melibatkan penjahitan lapisan setelah emasculation testis.
a)
Benar
b)
Salah
44.
Kastrasi tertutup biasanya dilakukan pada kuda jantan yang lebih muda.
a)
Benar
b)
Salah
45.
Pendarahan yang terus-menerus setelah kastrasi adalah normal dan tidak memerlukan intervensi dokter hewan.
a)
Benar
b)
Salah
46.
Eviserasi omentum selalu dianggap sebagai keadaan darurat yang mengancam jiwa.
a)
Benar
b)
Salah
47.
Eviserasi usus (intestine) adalah komplikasi yang jarang terjadi namun mengancam jiwa.
a)
Benar
b)
Salah
48.
Oedema skrotum yang berlebihan dapat dihindari dengan memastikan drainase skrotum yang adekuat dan olahraga teratur pasca-operasi.
a)
Benar
b)
Salah
49.
Jika sayatan skrotum menutup secara prematur setelah kastrasi terbuka, cairan dapat terjebak, yang dapat menyebabkan infeksi.
a)
Benar
b)
Salah
50.
Risiko komplikasi bedah tidak dapat dihilangkan sama sekali, bahkan pada prosedur rutin sekalipun.
a)
Benar
b)
Salah
51.
Salah satu persiapan preoperasi yang penting untuk kuda adalah memandikannya (grooming/dimandikan).
a)
Benar
b)
Salah
52.
Puasa makan untuk kuda dewasa sebelum operasi adalah 1-2 jam.
a)
Benar
b)
Salah
53.
Selama operasi, memastikan bantalan aman pada meja operasi tidak terlalu penting jika kuda sudah teranestesi.
a)
Benar
b)
Salah
54.
Posisi kaki yang extending dalam waktu lama saat dorsal recumbency dapat menyebabkan myopathy atau neuropathy pada kuda.
a)
Benar
b)
Salah
55.
Salah satu komplikasi pascaoperasi yang mungkin terjadi pada kuda adalah diare.
a)
Benar
b)
Salah
56.
Manakah dari daftar berikut yang BUKAN merupakan bagian dari persiapan preoperasi pada kuda?
a)
Membersihkan kuku/melepas tapal.
b)
Clipping area bedah.
c)
Mengganti bandage pascaoperasi.
d)
Memeriksa status vaksinasi tetanus.
57.
Berapa lama waktu puasa makan yang direkomendasikan untuk foal (anak kuda) sebelum operasi (kecuali darurat)?
a)
4-6 jam
b)
1-2 jam
c)
8-10 jam
d)
Tidak perlu puasa.
58.
Apa risiko utama yang terkait dengan bobot kuda yang berat dan hipotensi selama operasi?
a)
Gangguan pencernaan.
b)
Perubahan metabolik otot yang dapat menyebabkan rasa sakit dan kegagalan untuk berdiri pascaoperasi.
c)
Peningkatan risiko infeksi pada lokasi bedah.
d)
Dehidrasi parah.
59.
Jika ada pigmen otot (myoglobin) dalam sirkulasi darah kuda setelah operasi, apa tanda yang terlihat pada urinnya?
a)
Urin berwarna jernih.
b)
Urin berwarna hijau.
c)
Urin berwarna seperti kopi.
d)
Urin berwarna kuning pucat.
60.
Manakah dari komplikasi berikut yang dapat terjadi pada vena jugular pascaoperasi?
a)
Pneumonia.
b)
Diare.
c)
Laminitis.
d)
Tromboplebitis vena jugular.
61.
Vena jugular adalah vena terbesar dan paling mudah diakses untuk penempatan kateter intravena pada kuda.
a)
Benar
b)
Salah
62.
Kateter "jangka panjang" terbuat dari FEP (fluorinated ethylene propylene) polimer.
a)
Benar
b)
Salah
63.
Untuk pemasangan kateter jugular pada kuda dewasa, ukuran kateter "over the needle" yang direkomendasikan adalah 16G.
a)
Benar
b)
Salah
64.
Selama kastrasi terbuka pada kuda, lapisan skrotum dijahit kembali setelah emasculation testis untuk mencegah kontaminasi.
a)
Benar
b)
Salah
65.
Kastrasi tertutup biasanya dilakukan pada kuda jantan dewasa (> 4 tahun) karena risiko eviserasi yang lebih tinggi pada mereka.
a)
Benar
b)
Salah
66.
Pendarahan yang terus-menerus setelah kastrasi pada kuda dapat disebabkan oleh emasculator yang diaplikasikan secara terbalik.
a)
Benar
b)
Salah
67.
Eviserasi omentum setelah kastrasi dianggap sebagai keadaan darurat yang mengancam jiwa.
a)
Benar
b)
Salah
68.
Pasien kuda yang menjalani operasi berdiri selalu membutuhkan puasa makan yang lama sebelum prosedur.
a)
Benar
b)
Salah
69.
Tujuan utama dari penggunaan head rest (penopang kepala) selama operasi berdiri pada kuda adalah untuk membantu keseimbangan dan mencegah akumulasi edema di sekitar kepala.
a)
Benar
b)
Salah
70.
Kuda jantan ras Thoroughbred umumnya memiliki risiko anestesi yang lebih tinggi dibandingkan kuda lain karena tingkat kebugaran mereka yang tinggi.
a)
Benar
b)
Salah
71.
Isoflurane memiliki kelarutan gas darah yang rendah, memungkinkan pemulihan cepat bahkan setelah anestesi yang berkepanjangan.
a)
Benar
b)
Salah
72.
Henti jantung intraoperatif adalah penyebab kematian paling sering pada semua kuda.
a)
Benar
b)
Salah
73.
Penggunaan acepromazine dan alpha2 agonis untuk premedikasi dapat meningkatkan risiko henti jantung pada kuda.
a)
Benar
b)
Salah
74.
Fraktur pasca-operasi adalah penyebab kematian yang paling sering terkait dengan recovery anestesi pada kuda.
a)
Benar
b)
Salah
75.
Ileus pasca-operasi adalah obstruksi fungsional dari transit aboral isi gastro-intestinal, terutama terkait dengan lesi usus kecil.
a)
Benar
b)
Salah
76.
Drainase apa pun dari sayatan seliotomi selalu menunjukkan adanya infeksi bakteri.
a)
Benar
b)
Salah
77.
Penggunaan belly band (perban perut) pasca-operasi dapat mengurangi insiden komplikasi sayatan pasca-operasi.
a)
Benar
b)
Salah
78.
Adhesi terbentuk di dalam abdomen dan merupakan respons normal tubuh terhadap trauma, seperti operasi kolik.
a)
Benar
b)
Salah
79.
Dalam manajemen luka pada kuda, disarankan untuk tidak memakai sarung tangan karena dapat mengurangi sensitivitas sentuhan.
a)
Benar
b)
Salah
80.
Robert Jones Bandage digunakan untuk mengimobilisasi fraktur dan seharusnya sekitar 3 kali lebar tungkai yang diperban.
a)
Benar
b)
Salah
81.

Apa yang harus diperhatikan saat melakukan anestesi umum pada hewan besar sebelum prosedur bedah?

a)

Semua di atas.

b)

Dosis anestesi yang tepat berdasarkan berat badan.

c)

Kondisi kesehatan umum hewan.

d)

Riwayat alergi terhadap anestesi.

82.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan setelah mendeteksi prolaps vagina pada ruminansia?

a)

Menghubungi dokter hewan.

b)

Melakukan penjahitan segera.

c)

Menstabilkan hewan dan melakukan evaluasi.

d)

Memberikan obat pereda nyeri.

83.

Apa yang menjadi penyebab umum dari komplikasi pasca bedah pada hewan besar?

a)

Kualitas anestesi yang buruk.

b)

Infeksi akibat lingkungan yang tidak steril.

c)

Kurangnya pemantauan pasca operasi.

d)

Semua di atas.

84.

Apa yang harus diperhatikan saat memilih teknik anestesi untuk kastrasi kuda?

a)

Kondisi kesehatan umum kuda.

b)

Biaya anestesi yang berbeda.

c)

Pengalaman dokter hewan dengan teknik tertentu.

d)

Durasi prosedur yang diinginkan.

85.

Apa saja tanda-tanda komplikasi pasca-operasi yang harus diwaspadai setelah kastrasi?

a)

Peningkatan nafsu makan dan aktivitas.

b)

Pembengkakan berlebihan dan keluarnya nanah dari luka.

c)

Perubahan warna bulu di sekitar area operasi.

d)

Kenaikan suhu tubuh yang normal.

86.

Mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan pra-operasi sebelum kastrasi?

a)

Untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi.

b)

Untuk memilih lokasi yang tepat untuk prosedur.

c)

Untuk menentukan biaya yang tepat untuk prosedur.

d)

Untuk memastikan kuda dalam kondisi baik untuk prosedur.

87.

Apa yang menjadi penyebab utama terjadinya prolaps uterus pada hewan betina setelah melahirkan?

a)

Kelebihan berat badan dan kurangnya aktivitas fisik.

b)

Kekurangan nutrisi selama kehamilan.

c)

Kondisi genetik yang diwariskan.

d)

Infeksi saluran reproduksi.

88.

Apa langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah terjadinya prolaps vagina pada sapi?

a)

Semua jawaban di atas benar.

b)

Melakukan pemeriksaan rutin oleh dokter hewan.

c)

Mengurangi stres dan meningkatkan manajemen kesehatan.

d)

Meningkatkan asupan serat dalam pakan.

89.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi perdarahan pasca-operasi setelah kastrasi?

a)

Menerapkan tekanan pada area yang berdarah.

b)

Semua jawaban di atas benar.

c)

Segera menghubungi dokter hewan untuk evaluasi.

d)

Memberikan obat penghilang rasa sakit.