wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTP Fisiologi ~ Syavika N.

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang atlet maraton berusia 24 tahun mengalami peningkatan frekuensi dan kedalaman napas saat berlari. Aktivasi otot-otot pernapasan tambahan, seperti otot interkostalis internal dan otot abdomen, terjadi. Aktivasi neuron manakah yang paling mungkin terlibat dalam proses ini?

a)

Neuron inspiratorik pada kelompok respiratorik dorsal (KRD)

b)

Neuron ekspiratorik pada kelompok respiratorik ventral (KRV)

c)

Neuron inspiratorik pada pusat apneustik

d)

Neuron ekspiratorik pada kompleks pra-Bötzinger

2.

Curah jantung (cardiac output) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi curah jantung adalah:

a)

Jumlah oksigen yang dihirup per menit

b)

Jari-jari dari pembuluh darah

c)

Aktivitas otot polos pada dinding pembuluh darah

d)

Tekanan darah arteri rerata

e)

Seberapa cepat jantung berdetak per menit

3.

Manakah dari berikut ini yang merupakan urutan eksitasi jantung yang tepat?

a)

SA node > AV node > atrial myocardium > bundle of His > Purkinje fibers > ventricular myocardium

b)

SA node > atrial myocardium > ventricular myocardium > AV node > bundle of His > Purkinje fibers

c)

SA node > atrial myocardium > AV node > bundle of His > ventricular myocardium > Purkinje fibers

d)

SA node > atrial myocardium > AV node > bundle of His > Purkinje fibers > ventricular myocardium

e)

SA node > atrial myocardium > ventricular myocardium > AV node > bundle of His > ventricular myocardium

4.

Bagaimana proses bronkodilatasi pada zona konduksi saluran respirasi?

a)

Neuron kolinergik mengaktifkan reseptor muskarinik, menyebabkan kontraksi otot polos

b)

Neuron kolinergik mengaktifkan reseptor beta2 pada otot polos, menyebabkan relaksasi

c)

Neuron adrenergik simpatis mengaktifkan reseptor beta2 pada otot polos, menyebabkan relaksasi

d)

Neuron adrenergik mengaktifkan reseptor muskarinik, menyebabkan relaksasi

5.

Seorang pasien mengalami cedera saraf frenikus yang mempersarafi diafragma. Saat dilakukan pengukuran tekanan intrapleura saat inspirasi, terlihat tidak terjadi penurunan tekanan signifikan. Apa akibat fisiologis dari temuan tersebut terhadap ventilasi paru?

a)

Udara tetap masuk karena kompensasi interkostal

b)

Ekspirasi aktif menjadi dominan untuk mempertahankan ventilasi

c)

Inspirasi tetap efektif karena tekanan alveolar menurun

d)

Inspirasi tidak efisien karena volume paru tidak bertambah cukup

6.

Probandus I menjalani EKG sebelum dan sesudah berlari selama 15 menit. Setelah aktivitas fisik, hasil EKG menunjukkan peningkatan frekuensi jantung. Mekanisme fisiologis utama yang menyebabkan peningkatan ini adalah:

a)

Aktivasi sistem parasimpatis yang menurunkan tonus jantung

b)

Peningkatan efluks K+ dari nodus SA

c)

Aktivasi sistem simpatis yang meningkatkan kecepatan depolarisasi spontan nodus SA

d)

Penurunan aktivitas kanal Ca2+ tipe L

e)

Aktivasi sistem renin-angiotensin

7.

Fahri di bawa oleh teman-temannya ke IGD setelah merasa nyeri dada seperti terbakar tetapi tidak menjalar sejam yang lalu setelah makan. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) terhadap Fahri dan ditemukan hasilnya normal. Pada gambaran EKG Fahri, ditemukan gelombang P, kompleks QRS, dan gelombang T yang normal. Gelombang P menandakan?:

a)

Depolarisasi atrium

b)

Depolarisasi ventrikel

c)

Repolarisasi atrium

d)

Repolarisasi ventrikel

e)

Depolarisasi atrium dan ventrikel

8.

Pasien dewasa dipasang ventilator mekanik dengan volume tidal besar (>800 mL). Aktivasi refleks Hering-Breuer pada kondisi ini akan menyebabkan?:

a)

Stimulasi pusat apneustik untuk mempercepat inspirasi

b)

Inhibisi pusat apneustik yang menyebabkan inspirasi memanjang

c)

Hambatan terhadap pusat inspirasi untuk memperpendek fase inspirasi

d)

Pengaktifan refleks batuk

e)

Peningkatan produksi surfaktan oleh sel alveolar Tipe II

9.

Jelila berpuasa selama 30 hari di bulan ramadhan. Selama berpuasa tekanan darah jelila cenderung sedikit lebih rendah dari biasanya. Di bawah ini merupakan refleks yang bekerja mendeteksi perubahan tekanan darah adalah …

a)

Refleks chemoreceptor

b)

Refleks baroreceptor

c)

Refleks termoreceptor

d)

Refleks nociceptive

e)

Refleks mekanosensor

10.

Sebutkan faktor resistensi terhadap aliran darah, kecuali:

a)

Berbanding lurus dengan viskositas darah

b)

Berbanding lurus dengan jari-jari pembuluh

c)

Berbanding lurus dengan panjang pembuluh

d)

Berbanding terbalik dengan jari-jari pembuluh

e)

Berbanding terbalik dengan panjang pembuluh

11.

Jika frekuensi napas 12 kali/menit dan volume tidal 500 mL, total ventilasi paru per menit adalah:

a)

6000 mL/menit

b)

5000 mL/menit

c)

4000 mL/menit

d)

3000 mL/menit

12.

Apa yang dimaksud dengan afterload dalam siklus jantung?

a)

Volume darah yang masuk ke ventrikel saat diastole

b)

Hambatan yang harus diatasi ventrikel untuk memompa darah keluar

c)

Kontraksi atrium yang membantu mengisi ventrikel

d)

Volume darah yang dipompa keluar dari jantung per menit

e)

Tekanan darah dalam vena cava sebelum masuk ke jantung

13.

Fahri di bawa oleh teman-temannya ke IGD setelah merasa nyeri dada seperti terbakar tetapi tidak menjalar sejam yang lalu setelah makan. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) terhadap Fahri dan ditemukan hasilnya normal. Pada gambaran EKG Fahri, ditemukan gelombang P, kompleks QRS, dan gelombang T yang normal. Gelombang T menandakan?

a)

Depolarisasi atrium

b)

Depolarisasi ventrikel

c)

Repolarisasi atrium

d)

Repolarisasi ventrikel

e)

Depolarisasi atrium dan ventrikel

14.

Faktor berikut menyebabkan tekanan negatif (subatmospheric) pada ruang intrapleural, kecuali:

a)

Elastisitas paru

b)

Tekanan intrapulmonal

c)

Daya kohesi dan adhesi cairan intrapleura

d)

Tarikan dinding thorax

15.

Vasokonstriksi arteriol disebabkan oleh faktor-faktor berikut, kecuali:

a)

Peningkatan aktivitas miogenik

b)

Penurunan kadar karbon dioksida (CO2)

c)

Penurunan kadar oksigen (O2)

d)

Rangsangan simpatis vasopresin

e)

Rangsangan suhu dingin

16.

Depolarisasi fase 4 pada nodus SA disebabkan oleh:

a)

Peningkatan konduktan K+

b)

Peningkatan konduktan Na+

c)

Penurunan konduktan CT

d)

Penurunan konduktan

e)

Peningkatan simultan konduktan K+ dan Cr

17.

Fase siklus jantung dengan tekanan aorta tertinggi:

a)

Sistole atrium

b)

Kontraksi isovolumetrik ventrikel

c)

Ejeksi ventrikel cepat

d)

Berkurangnya ejeksi ventrikel

e)

Relaksasi isovolumetrik ventrikel

18.

Kontraktilitas miokardium paling berkorelasi dengan konsentrasi intraselular:

a)

Na+

b)

K+

c)

Ca2+

d)

Cl−

e)

Mg2+

19.

Hantaran yang relatif lambat lewat nodus atrioventrikular (AV) memiliki fungsi fisiologis untuk memberikan cukup waktu bagi

a)

Pengaliran darah dari aorta ke arteria

b)

Venous return ke atrium

c)

Pengisian ventrikel

d)

Kontraksi ventrikel

e)

Repolarisasi ventrikel

20.

Parameter yang menurun saat exercise moderat:

a)

Perbedaan O2 arteriovenosa

b)

Frekuensi jantung

c)

Curah jantung

d)

Tekanan nadi

e)

Resistensi total perifer (TPR)

21.

Selama fase manakah dalam siklus jantung yang volume ventrikelnya paling rendah?

a)

Sistole atrium

b)

Kontraksi isovolumetrik ventrikel

c)

Ejeksi ventrikel yang cepat

d)

Berkurangnya ejeksi ventrikel

e)

Relaksasi isovolumetrik ventrikel

22.

Lintasan dengan resistensi rendah di antara sel-sel miokardium yang memungkinkan penyebaran potensial aksi adalah:

a)

Gap junctions

b)

Tubulus T

c)

Retikulum sarkoplasma (SR)

d)

Diskus interkalaris

e)

Mitokondria

23.

Dalam kurva disosiasi O2-hemoglobin yang diperlihatkan di atas, pergeseran dari kurva A ke kurva B dapat disebabkan oleh:

a)

Peningkatan pH

b)

Penurunan kadar 2,3-difosfogliserat (DPG)

c)

Exercise atau aktivitas fisik yang berat

d)

Hemoglobin fetus (HbF)

e)

Keracunan karbon monoksida (CO)

24.

Pergeseran dari kurva A ke kurva B berkaitan dengan:

a)

Peningkatan P50

b)

Peningkatan afinitas hemoglobin terhadap O2

c)

Gangguan kemampuan untuk melepaskan muatan O2 ke dalam jaringan

d)

Peningkatan kapasitas hemoglobin untuk membawa O2

e)

Penurunan kapasitas hemoglobin untuk membawa O2

25.

Dibandingkan dengan sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal memiliki:

a)

Aliran darah yang lebih tinggi

b)

Resistensi yang lebih rendah

c)

Tekanan arterial yang lebih tinggi

d)

Tekanan kapiler yang lebih tinggi

e)

Curah jantung yang lebih tinggi

26.

Seorang pria berusia 65 tahun yang tampak sehat dengan tidal volume (TV) 0,45 L memiliki frekuensi pernapasan 16 kali/menit. PCO2 arteriannya 41 mmHg, dan PCO2 dalam udara yang diekspirasi 35 mmHg, berapa besar ventilasi alveolarnya?

a)

0,066 L/menit

b)

0,38 L/menit

c)

5,0 L/menit

d)

6,14 L/menit

e)

8,25 L/menit

27.

Hipoksemia menimbulkan hipoventilasi melalui efek langsung pada:

a)

Nervus frenikus

b)

Reseptor J

c)

Reseptor regangan paru (lung stretch receptor)

d)

Kemoreseptor medularis

e)

Kemoreseptor dalam glomus karotikus dan badan aorta (aortic body)

28.

Keadaan manakah di antara sejumlah keadaan berikut yang akan terjadi dalam darah vena pada transportasi CO2 dari jaringan tubuh ke paru-paru?

a)

Konversi CO2 dan H2O menjadi H+ dan HCO3- dalam sel-sel darah merah

b)

Pendaparan H+ oleh oksihemoglobulin

c)

Pergeseran HCO3- ke dalam sel darah merah dari plasma untuk dipertukarkan dengan Cl-

d)

Peningkatan HCO3-, dengan hemoglobin

e)

Alkalinisasi sel darah merah

29.

Keadaan manakah di antara sejumlah penyebab hipoksia berikut ini yang ditandai oleh penurunan PO2 arterial dan peningkatan gradien A-a?

a)

Hipoventilasi

b)

Pintasan (shunt) jantung kanan-ke-kiri

c)

Anemia

d)

Keracunan karbon monoksida (CO)

e)

Mendaki ke tempat yang tinggi

30.

Seseorang dengan gangguan ventilasi/perfusi (V/Q) mengalami hipoksemia dan ditangani dengan terapi suplemen O2. Suplemen O2 paling bermanfaat jika gangguan V/Q yang dominan berupa:

a)

Ruang rugi (dead space)

b)

Pintasan atau shunt

c)

V/Q yang tinggi

d)

V/Q yang rendah

e)

V/Q = 0