NEW
Font size
WorksheetsSoal Depresiasi, Impairment dan deplesi
Total questions: 10
Worksheet time: 17mins
Sebuah perusahaan membeli sebuah mesin pemotong seharga $240.000. Mesin tersebut diperkirakan memiliki nilai residu sebesar $40.000 dan dapat digunakan selama 20.000 jam kerja sepanjang umur manfaatnya. Pada tahun pertama, mesin digunakan selama 3.500 jam. Berapakah beban depresiasi tahun pertama menggunakan metode unit-of-production (satuan jam)?
$28.000
$35.000
$42.000
$45.000
$52.000
Perusahaan Andalas Beton membeli sebuah mesin pencampur beton dengan harga $360.000. Mesin ini diperkirakan memiliki nilai sisa $60.000 dan total jam operasional selama 24.000 jam. Pada tahun pertama, mesin digunakan selama 6.000 jam. Berapakah beban depresiasi untuk tahun pertama menggunakan metode aktivitas?
$75.000
$90.000
$120.000
$150.000
$180.000
Perusahaan Mega Konstruksi membeli sebuah bulldozer seharga $420.000. Bulldozer tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat selama 6 tahun dan nilai sisa (residu) sebesar $60.000. Berapakah beban depresiasi tahunan bulldozer tersebut dengan menggunakan metode garis lurus?
$60.000
$65.000
$70.000
$75.000
$80.000
Perusahaan SkyHigh Aviation membeli sebuah pesawat baru pada 1 Januari 2023 dengan total harga $80.000.000. Pesawat ini tidak memiliki nilai sisa dan akan disusutkan menggunakan metode garis lurus. SkyHigh memisahkan aset menjadi tiga komponen utama:
Struktur pesawat $40.000.000 20 tahun
Mesin $30.000.000 10 tahun
Sistem interior $10.000.000 5 tahun.
Berapakah total beban depresiasi untuk tahun 2023?
$6.000.000
$7.000.000
$8.000.000
$9.000.000
$10.000.000
PT Semen Bososwa membeli mesin produksi senilai Rp800.000.000 pada tahun 2020, dengan estimasi umur manfaat 10 tahun dan nilai residu Rp50.000.000. Pada awal tahun 2024 (tahun ke-5), manajemen melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa mesin masih bisa digunakan hingga total 12 tahun, dan nilai residunya direvisi menjadi Rp30.000.000. Bagaimana seharusnya PT Semen Bosowa memperlakukan perubahan estimasi umur manfaat dan nilai residu tersebut?
Menghitung ulang seluruh depresiasi dari awal (retrospektif), kemudian menyesuaikan laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.
Menghapus semua akumulasi depresiasi sebelumnya dan mengakui depresiasi baru berdasarkan nilai tercatat dikurangi nilai residu yang baru.
Mengakui perubahan estimasi secara prospektif dan menghitung depresiasi baru mulai tahun 2024, tanpa melakukan penyesuaian terhadap periode sebelumnya.
Menghentikan depresiasi sampai ada kepastian teknis akhir masa manfaat mesin.
Mengakui perubahan sebagai kesalahan akuntansi dan menyajikan sebagai pos luar biasa di laporan laba rugi tahun 2024.
Perusahaan PrimeTech Solutions memiliki saldo laba (retained earnings) sebesar Rp5.200.000.000, share premium sebesar Rp8.000.000.000, dan akumulasi penyusutan pada aset tetap sebesar Rp700.000.000. Dewan direksi PrimeTech mengumumkan pembayaran dividen sebesar Rp7 per saham untuk 3.000.000 saham yang beredar. Total dividen yang diumumkan adalah Rp21.000.000.000. Perusahaan tidak memiliki cadangan dividen yang harus dibentuk dan memiliki laba bersih pada tahun berjalan sebesar Rp3.000.000.000. Bagaimana cara perusahaan mencatat pembayaran dividen tersebut, mengingat total dividen yang dibayarkan lebih besar dari saldo laba yang ada?
Mencatat pembayaran dividen tunai sebesar Rp21.000.000.000 sepenuhnya dari saldo laba, dan share premium tidak digunakan.
Membayar seluruh dividen dari saldo laba sebesar Rp5.200.000.000, dan mencatat dividen likuidasi sebesar Rp15.800.000.000 tanpa melibatkan premi saham.
Mencatat dividen tunai sebesar Rp5.200.000.000 dari saldo laba, dan dividen likuidasi sebesar Rp15.800.000.000 dari share premium, serta mencatat jurnal cadangan dividen sebesar Rp21.000.000.000.
Mencatat pembayaran dividen sebagai dividen tunai untuk Rp5.200.000.000 dari saldo laba, dan dividen tunai sisanya dari share premium Rp15.800.000.000 tanpa mencatat dividen likuidasi.
Mencatat pembayaran dividen sebesar Rp5.200.000.000 dari saldo laba dan Rp15.800.000.000 dari share premium, mencatat dividen tunai dan dividen likuidasi.
PT Maju Jaya memiliki sebuah mesin produksi yang dibeli pada 1 Januari 2018 dengan harga perolehan Rp1.200.000.000. Mesin ini disusutkan menggunakan metode garis lurus dengan umur ekonomis 8 tahun dan nilai residu Rp200.000.000. Pada 31 Desember 2021, perusahaan memutuskan untuk melakukan revaluasi mesin tersebut dan mendapatkan laporan dari penilai independen bahwa nilai wajar mesin adalah Rp1.050.000.000. Berdasarkan IAS 16 (Property, Plant, and Equipment), bagaimana jurnal revaluasi yang tepat pada 31 Desember 2021?
Debit: Mesin Rp350.000.000, Debit: Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp500.000.000, Kredit: Revaluation Surplus Rp850.000.000
Debit: Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp500.000.000, Kredit: Mesin Rp350.000.000, Kredit: Revaluation Surplus Rp150.000.000
Debit: Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp500.000.000, Debit: Mesin Rp350.000.000, Kredit: Revaluation Surplus Rp850.000.000
Debit: Mesin Rp350.000.000, Kredit: Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp200.000.000, Kredit: Revaluation Surplus Rp150.000.000
Debit: Akumulasi Penyusutan Rp500.000.000, Debit: Mesin Rp350.000.000, Kredit: Laba Revaluasi (P&L) Rp850.000.000
Titan Industries memiliki saldo laba sebesar Rp4.000.000.000, akumulasi depresiasi pada aset tetap sebesar Rp3.500.000.000, dan premi saham sebesar Rp8.000.000.000. Dewan direksi Titan Industries mengumumkan dividen sebesar Rp5 per saham atas 2.000.000 saham yang beredar. Perusahaan akan mencatat dividen tunai yang dibayarkan sebesar Rp10.000.000.000. Bagaimana jurnal yang harus dicatat oleh Titan Industries untuk mencatat pembayaran dividen likuidasi pada tanggal pengumuman?
Dr. Saldo Laba Rp4.000.000.000
Cr. Premi Saham Rp6.000.000.000
Cr. Kas Rp10.000.000.000
Dr. Saldo Laba Rp4.000.000.000
Cr. Kas Rp10.000.000.000
Cr. Premi Saham Rp6.000.000.000
Dr. Saldo Laba Rp4.000.000.000
Dr. Premi Saham Rp6.000.000.000
Cr. Dividen Liabilitas Rp10.000.000.000
Dr. Saldo Laba Rp4.000.000.000
Dr. Premi Saham Rp6.000.000.000
Cr. Kas Rp10.000.000.000
Dr. Saldo Laba Rp4.000.000.000
Dr. Akumulasi Depresiasi Rp3.500.000.000
Cr. Kas Rp10.000.000.000
Cr. Premi Saham Rp6.000.000.000
PT Mineral Jaya memperoleh hak menambang emas di Papua pada tanggal 1 Januari
2024. Biaya-biaya berikut terjadi:
Biaya sewa tambang: Rp150.000.000
Biaya eksplorasi: Rp200.000.000
Biaya pengembangan tambang: Rp1.150.000.000
Deposit emas diperkirakan sebanyak 200.000 gram.
Pada akhir tahun 2024, perusahaan mengekstraksi 40.000 gram emas, namun belum ada yang dijual hingga akhir tahun. Bagaimana jurnal yang paling tepat dicatat oleh PT Mineral Jaya pada akhir tahun 2024 untuk mencerminkan deplesi tersebut?
Dr. Beban Deplesi Rp300.000.000
Cr. Akumulasi Deplesi Rp300.000.00
Dr. Persediaan Emas Rp300.000.000
Cr. Akumulasi Deplesi Rp300.000.000
Dr. Akumulasi Deplesi Rp300.000.000
Cr. Persediaan Emas Rp300.000.000
Dr. Beban Pokok Penjualan Rp300.000.000
Cr. Akumulasi Deplesi Rp300.000.000
Dr. Beban Deplesi Rp1.500.000.000
Cr. Akumulasi Deplesi Rp1.500.000.000
PT Tambang Sejahtera memperoleh hak tambang nikel di Sulawesi dengan rincian biaya sebagai berikut selama tahap awal hingga produksi:
Biaya studi kelayakan awal: Rp300.000.000
Biaya survei geologi dan pengeboran eksplorasi: Rp800.000.000
Biaya pengembangan jalan akses dan fasilitas tambang: Rp1.200.000.000
Biaya pembelian peralatan berat: Rp900.000.000
Biaya pelatihan karyawan tambang: Rp250.000.000.
PT Tambang Sejahtera ingin menghitung basis deplesi untuk keperluan pencatatan akuntansi. Berapakah total basis deplesi yang benar dan mana saja komponen biaya yang termasuk dalam perhitungannya?
Rp2.300.000.000, mencakup biaya eksplorasi dan pengembangan.
Rp2.050.000.000, mencakup biaya pra-eksplorasi dan eksplorasi.
Rp2.300.000.000, mencakup biaya pra-eksplorasi, eksplorasi, dan pengembangan. Peralatan dan pelatihan tidak termasuk.
Rp3.450.000.000, semua biaya dimasukkan ke basis deplesi tanpa kecuali.
Rp1.000.000.000, hanya biaya eksplorasi geologi dan pengeboran yang masuk basis deplesi.
