Font size
WorksheetsUAS P. Kimia Fisik (Viscometer, Katalis, Diagram Terner)
Total questions: 9
Worksheet time: 5mins
Apa prinsip dasar yang digunakan dalam praktikum pengukuran viskositas cairan menggunakan viskometer kapiler (seperti Ostwald)?
Kecepatan aliran fluida berbanding lurus dengan massa jenis
Viskositas adalah hasil dari gaya gravitasi yang mempengaruhi volume cairan
Waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengalir di antara dua titik sebanding dengan viskositasnya
Viskositas hanya bergantung pada suhu dan tekanan lingkungan
Manakah urutan prosedur yang paling benar dalam pengukuran viskositas dengan metode Ostwald sesuai petunjuk praktikum?
1. Air disedot ke atas melalui pipa A
2. Bulb dilepas dari pipa B
3. Waktu dicatat saat air mengalir ke posisi semula
4. Viskometer dibersihkan dengan etanol
1. Viskometer dibersihkan dengan pelarut etanol
2. 40 mL air dimasukkan ke viskometer
3. Air disedot melalui pipa B sambil menutup pipa A
4. Bulb pada pipa B dilepas dan waktu alir dicatat
1. Air disedot melalui pipa A sambil menutup pipa B
2. Lepaskan bulb dari pipa A
3. Ukur volume air keluar
4. Catat waktu hingga air habis
1. Tuang 40 mL etanol ke viskometer
2. Hisap udara dari pipa B
3. Tutup pipa A dan ukur volume air yang mengalir
4. Ulangi pengukuran 2 kali
Diketahui data berikut:
Berat sampel di piknometer: 25,574 g
Waktu alir sampel: 3,00 detik
Berat air di piknometer: 24,897 g
Waktu alir air: 2,38 detik
Viskositas air pada 28°C: 0,890 cP
Hitung viskositas sampel tersebut!
(3 Angka belakang koma)
1,267 cP
1,034 cP
1,152 cP
1,182 cP
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai prinsip kerja katalis dalam suatu reaksi kimia?
Katalis meningkatkan laju reaksi dengan menaikkan energi aktivasi reaksi..
Katalis mempercepat reaksi tanpa ikut mengalami perubahan permanen setelah reaksi.
Katalis memperbesar jumlah produk yang dihasilkan dari reaksi.
Katalis hanya bekerja untuk reaksi endoterm dan tidak berlaku pada reaksi eksoterm
Manakah urutan langkah kerja yang paling tepat untuk perlakuan dengan katalis CuSO₄ pada praktikum pengaruh katalis terhadap laju reaksi?
1. Siapkan larutan KI 0,5 M dan Na₂S₂O₃ lalu masukkan ke dalam erlenmeyer 1
2. Siapkan larutan K₂S₂O₈ sesuai konsentrasi
3. Tambahkan CuSO₄ ke dalam larutan KI
4. Tambahkan indikator kanji ke dalam larutan K₂S₂O₈
5. Samakan suhu erlenmeyer 1 dan 2 dalam waterbath
6. Campurkan larutan dari kedua erlenmeyer, nyalakan stopwatch
1. Siapkan larutan K₂S₂O₈ dan CuSO₄ ke dalam satu erlenmeyer 1
2. Tambahkan Na₂S₂O₃ dan KI ke dalam erlenmeyer 2
3. Tambahkan indikator kanji ke salah satu larutan
4. Samakan suhu erlenmeyer 1 dan 2 dalam waterbath
5. Tuangkan larutan CuSO₄ ke dalam erlenmeyer KI
6. Nyalakan stopwatch dan amati warna
1. Siapkan larutan KI 0,5 M dan Na₂S₂O₃ lalu masukkan ke dalam erlenmeyer 1
2. Tambahkan larutan K₂S₂O₈ sesuai konsentrasi ke dalam erlenmeyer 2
3. Tambahkan 3 tetes indikator kanji ke erlenmeyer 2
4. Samakan suhu erlenmeyer 1 dan 2 dalam waterbath
5. Tambahkan larutan CuSO₄ ke erlenmeyer 2
6. Pindahkan larutan erlenmeyer 2 ke erlenmeyer 1, nyalakan stopwatch dan catat waktu perubahan warna
1. Siapkan semua larutan dalam 1 erlenmeyer
2. Tambahkan indikator kanji dan CuSO₄
3. Bagi larutan ke dua erlenmeyer
4. Samakan suhu erlenmeyer 1 dan 2 dalam waterbath
5. Campur kembali ke satu tabung
6. Nyalakan stopwatch saat warna mulai berubah
Jika suhu reaksi diasumsikan T=298 K dan tetapan gas R=8,314 J/mol.K, maka besar penurunan energi aktivasi (Ea) akibat penggunaan katalis adalah…
1,43 kJ/mol
3,28 kJ/mol
2,05 kJ/mol
0,98 kJ/mol
Sebuah campuran heterogen antara air dan kloroform menunjukkan dua fasa. Jika asam asetat ditambahkan ke dalam sistem tersebut secara bertahap, maka…
Sistem tetap dua fasa karena asam asetat hanya larut dalam air
Air berubah menjadi tidak larut dalam sistem
Kelarutan kloroform dalam air meningkat dan sistem menjadi homogen
Sistem menjadi tiga fasa karena terbentuk senyawa baru
Manakah urutan langkah yang paling tepat sesuai prosedur praktikum sistem terner (kloroform–asam asetat–air) seperti pada gambar?
1. Timbang 2 g kloroform
dan 18 g asam asetat glacial ke dalam erlenmeyer
2. Tambahkan air sekaligus hingga larut sempurna
3. Aduk hingga homogen dan diamkan campuran
4. Pisahkan dua lapisan
5. Ulangi prosedur dengan variasi konsentrasi kloroform 20%–70%
1. Siapkan 2 g kloroform dan 18 g asam asetat
2. Tambahkan air secara perlahan sambil diaduk
3. Hentikan penambahan saat tampak kekeruhan awal
4. Catat volume air yang digunakan
5. Ulangi prosedur dengan variasi konsentrasi kloroform 20%–80%
1. Timbang 20 g asam asetat
2. Tambahkan 2 mL air
3. Tambahkan kloroform secara perlahan
4. Hentikan penambahan saat tampak kekeruhan awal
5. Catat volume kloroform yang digunakan
6. Ulangi prosedur dengan variasi konsentrasi kloroform 30%–80%
1. Siapkan larutan NaOH dan indikator
2. Campurkan asam asetat dan air
3. Tambahkan kloroform
4. Homogenkan hingga terbentuk fasanya
5. Pisahkan dua lapisan jika ada
6. Ulangi prosedur dengan variasi konsentrasi kloroform 40%–90%
Jika total mol campuran adalah 2 mol, dan massa molar dari masing-masing komponen adalah:
Air (A): 18
Chloroform (B): 119,5
Asam asetat (C): 60
Maka, massa total campuran adalah … gram
(a)
