WorksheetsJuli M25 ANESTESI BEDAH SARAF
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Name
Class
Date
1.
1. Pada pasien cedera otak traumatik, hal yang harus kita hindari supaya tidak terjadi kerusakan otak sekunder adalah…
a)
A. Peningkatan volume darah serebral
b)
B. Penurunan kebutuhan oksigen otak
c)
C. Menjaga tekanan perfusi otak di 60-80 mmHg
d)
D. Penurunan aliran darah otak
e)
E. Penurunan resistensi pembuluh darah otak
2.
2. Obat anestesi intravena yang ideal untuk neuroanestesi adalah obat yang dapat menurunkan aliran darah serebral, supaya tidak meningkatkan tekanan intrakranial. Profil ini tidak didapatkan pada …
a)
A. Ketamin
b)
B. Etomidate
c)
C. Propofol
d)
D. Dexmedetomidine
e)
E. Thiopental
3.
3. Anda melakukan pembiusan pasien craniotomi evakuasi ICH dan SDH pada cedera otak traumatik berat dengan menggunakan rumatan Sevoflurane dan fentanyl. Pada saat intraoperatif sebelum terjadi brain oedema, meskipun sudah Anda masukkan Manitol 1 g/kg dan furosemid 20 mg, tindakan apa yang Anda ambil untuk mengatasi hal tersebut?
a)
A. Mengubah teknik rumatan anestesi dengan intravena
b)
B. Mendalamkan anestesi dengan meningkatkan Sevoflurane
c)
C. Posisi head down 20o
d)
D. Meningkatkan etCO2 di atas 45
e)
E. Meningkatkan PEEP pada settingan ventilator
4.
4. Faktor yang tidak mempengaruhi autoregulasi otak adalah…
a)
A. pH darah
b)
B. PaCO2
c)
C. PaO2
d)
D. Hipertensi kronis
e)
E. Hematokrit
5.
5. Apa tindakan kita yang dapat menyebabkan peningkatan cerebral blood volume?
a)
A. Fleksi leher
b)
B. Posisi head up
c)
C. Menurunkan MAP
d)
D. Hiperventilasi
e)
E. Menggunakan obat anestesi propofol
6.
6. Anda melakukan anestesi pada pasien dengan ICH ( volume 30 ml) dan GCS E2V2M3. Saat operator membuka cranium, duramater terlihat tegang. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi problem tersebut?
a)
A. Memberikan infus NaCl 3% 3-5 ml/kg BB
b)
B. Memberikan infus D51/2NS 3-5 ml/kg BB
c)
C. Meningkatkan fraksi oksigen
d)
D. Menambah konsentrasi anestesi inhalasi
e)
E. Menaikkan PEEP
7.
7. Salah satu contoh cedera otak sekunder akibat trauma adalah …
a)
A. Vasospasme
b)
B. ICH
c)
C. SAH
d)
D. Comotio cerebri
e)
E. SDH
8.
8. Hal berikut ini tidak dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan ekstubasi dini pada pasien post craniotomy akibat cedera otak traumatik …
a)
A. Posisi lateral
b)
B. GCS preop
c)
C. Lama operasi
d)
D. Jenis dan luas lesi
e)
E. Skor relaksasi otak
9.
9. Gambar di bawah ini merupakan lesi perdarahan akibat cedera otak traumatik yang disebut…
a)
A. SAH
b)
B. SDH
c)
C. ICH
d)
D. IVH
e)
E. EDH
10.
10. Jenis opioid yang paling ideal untuk neuroanestesi karena profil context-sensitive half time-nya yang rendah adalah …
a)
A. Remifentanyl
b)
B. Morfin
c)
C. Fentanyl
d)
D. Sufentanyl
e)
E. Meperidine
100 %
