Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asessment Bahasa Arab-1

Total questions: 55

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Ungkapan “kalam” dalam Bahasa Arab, dalam Bahasa Indonesia disebut dengan .....

a)

kalimat.

b)

kata.

c)

lafazh.

d)

pola kata.

e)

paragraf.

2.

Bahasa al Quran secara khusus atau Bahasa Arab secara umum, pada dasarnya mempunya tiga bentuk kata, yaitu .....

a)

kata benda (Isim).

b)

kata kerja (Fi’il).

c)

kata sandang (Harf).

d)

kata sambung (Isim Mausul).

e)

kata benda (Isim), kata kerja (Fi’il) dan kata sandang (Harf).

3.

Kata yang tidak terikat oleh waktu, menunjukkan kata benda, nama, sifat, tempat atau kata kerja yang dibendakan dalam Bahasa Arab disebut dengan .....

a)

kata benda (Isim).

b)

kata kerja (Fi’il).

c)

kata sandang (Harf).

d)

kata sambung (Isim Mausul).

e)

kata perintah (Fi’il Amr).

4.

Kalimat-kalimat di bawah ini yang tidak termasuk Isim adalah .....

a)

سُجَّدًا

b)

رُكَّعًا

c)

الْكُفَّارُ

d)

مُحَمَّدٌ

e)

أَرْسَلَ

5.

Kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau kata yang terikat oleh waktu, baik waktu lampau, sedang atau akan datang, termasuk juga perintah dan larangan disebut dengan .....

a)

kata benda (Isim).

b)

kata kerja (Fi’il).

c)

kata sandang (Harf).

d)

kata sambung (Isim Mausul).

e)

kata perintah (Fi’il Amr).

6.

Diantara kalimat-kalimat di bawah ini yang termasuk kalimat Fi’il adalah .....

a)

سُجَّدًا

b)

رُكَّعًا

c)

الْكُفَّارُ

d)

مُحَمَّدٌ

e)

أَرْسَلَ

7.

Diantaar kalimat-kalimat di bawah ini yang bukan termasuk kalimat Fi’il adalah .....

a)

صَدَقَ

b)

عَلِمَ

c)

عَلَى

d)

جَعَلَ

e)

سَمِعَ

8.

Kalimat “اَلْكُفَّارُ” dan kalimat “اَلسُّجُودُ”merupakan kalimat Isim dengan ciri .....

a)

diawali Alif lam (ال).

b)

huruf akhirnya berharokat tanwin (ٌ   ٍ  ً).

c)

kalimat yang didahului Harf Jar (اَلْحَرْفُ الجَّرِّ).

d)

kalimat yang bunyi akhirnya “i” (Majrur/Khafazh).

e)

termasuk kalimat majemuk atau Idhafat.

9.

Sedangkan kalimat “فَضْلاً” dan kalimat “مَغْفِرَةً” merupakan kalimat Isim karena memiliki ciri .....

a)

diawali Alif lam (ال).

b)

huruf akhirnya berharokat tanwin (ٌ   ٍ  ً).

c)

kalimat yang didahului Harf Jar (اَلْحَرْفُ الجَّرِّ).

d)

kalimat yang bunyi akhirnya “i” (Majrur/Khafazh).

e)

termasuk kalimat majemuk atau Idhafat.

10.

Dalam frase “مِنَ المَسْجِدِ” dan “إِلَى المَدْرَسَةِ” terdapat kalimat Isim karena bercirikan .....

a)

diawali Alif lam (ال).

b)

huruf akhirnya berharokat tanwin (ٌ   ٍ  ً).

c)

kalimat yang didahului Harf Jar (اَلْحَرْفُ الجَّرِّ).

d)

kalimat yang bunyi akhirnya “i” (Majrur/Khafazh).

e)

termasuk kalimat majemuk atau Idhafat.

11.

Dalam frase “مِنَ المَسْجِدِ” dan “إِلَى المَدْرَسَةِ” yang termasuk kalimat Isim adalah .....

a)

hanya kalimat “المَسْجِدِ”.

b)

hanya kalimat “المَدْرَسَةِ”.

c)

مِنَ dan المَدْرَسَةِ .

d)

المَسْجِدِ dan المَدْرَسَةِ .

e)

المَسْجِدِ dan إِلَى .

12.

Yang tidak termasuk kalimat Isim pada pilihan di bawah ini adalah .....

a)

رِضْوَانًا .

b)

اَلتَّوْرَاةُ .

c)

أَجْرًا .

d)

اَلْإِنْجِيلُ .

e)

إِلَى .

13.

Diantara kalimat-kalimat di bawah ini yang tidak termasuk kaliamt Huruf Jar (اَلْحَرْفُ الجَّرِّ) adalah .....

a)

اَلَّذِيْنَ .

b)

مِنْ .

c)

إِلَى .

d)

عَلَى .

e)

فِى .

14.

Dalalm kalimat “عَنِ النَّبِيِ” dan kalimat “عَلى المَكْتَبِ” yang termasuk huruf Jar adalah .....

a)

النَّبِيِ dan عَلى .

b)

عَنِ dan عَلى .

c)

النَّبِيِ dan المَكْتَبِ .

d)

hanya kalimat “عَلى”.

e)

hanya kalimat “النَّبِيِ”.

15.

Kalimat “رَسُولُ اللَّهِ” dan “الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ” adalah kalimat-kalimat Isim karena .....

a)

diawali Alif lam (ال).

b)

huruf akhirnya berharokat tanwin (ٌ   ٍ  ً).

c)

kalimat yang didahului Harf Jar (اَلْحَرْفُ الجَّرِّ).

d)

kalimat yang bunyi akhirnya “i” (Majrur/Khafazh).

e)

termasuk kalimat majemuk atau Idhafat.

16.

Kalimat Isim Mudzakar ditunjukkan pada pilihan .....

a)

اَلْمُسْلِمَةٌ .

b)

اَلْمُؤْمِنَةٌ .

c)

أُسْتَاذَةٌ .

d)

اَلْمُسْلِمُ .

e)

Semua jawaban betul.

17.

Sedangkan kalimat Isim Mu’annats ditunjukkan pada kalimat .....

a)

  اَلْمُسْلِمَةٌ .

b)

اَلْمُؤْمِنَةٌ .

c)

أُسْتَاذَةٌ .

d)

اَلْمُسْلِمُ .

e)

الْمَسْجِدَ

18.

Yang bukan merupakan tanda-tanda kalimat Isim Muannats adalah .....

a)

merupakan nama perempuan.

b)

kata-kata yang biasa diucapkan oleh perempuan.

c)

menunjukkan arti perempuan.

d)

pada ujungnya terdapat “Ta’ Marbuthah” ( ة   /  ﺔ),

e)

kata benda yang berpasang-pasangan.

19.

Kalimat-kalimat di bawah ini yang teramsuk ke dalam kalimat Isim Mufrod (kata benda tunggal) adalah .....

a)

مُسْلِمُوْنَ .

b)

مُسْلِمِيْنَ .

c)

مُسْلِمَانِ .

d)

مُسْلْمٌ .

e)

كَافِرُوْنَ .

20.

Kalimat-kalimat di bawah ini yang teramsuk ke dalam kalimat Isim Mutsanna adalah .....

a)

اَلصَّائِمُ .

b)

مُسْلِمَانِ .

c)

كَافِرَانِ .

d)

مُسْلْمٌ .

e)

كَافِرُوْنَ .

21.

Kalimat Isim Jamak bisa ditandai dengan .....

a)

diakhiri “Wau” dan “Nun” pada akhir kalimatnya.

b)

diakhiri “Alif” dan “Ta” pada akhir kalimatnya.

c)

diakhiri “Ya” dan “Nun” pada akhir kalimatnya.

d)

berakhiran dhammah

e)

memiliki jumlah yang banyak

22.

Yang termasuk ke dalam kalimat jamak mudzakar salim adalah .....

a)

مُسْلِمَاتٌ

b)

كُفَّارٌ

c)

مُسْلِمُوْنَ dan اَلصَّائِمُوْنَ .

d)

اَلأَنْبِيَاءُ

e)

اَلصَّائِمَاتُ

23.

Yang termasuk ke dalam kalimat jamak muannats salim adalah .....

a)

مُسْلِمَاتٌ dan اَلصَّائِمَاتُ .

b)

كُفَّارٌ

c)

اَلأَنْبِيَاءُ .

d)

مُسْلِمُوْنَ

e)

اَلصَّائِمُوْنَ

24.

Sedangkan yang termasuk ke dalam kalimat jamak taksir adalah .....

a)

مُسْلِمَاتٌ

b)

كُفَّارٌ dan اَلأَنْبِيَاءُ .

c)

اَلصَّائِمَاتُ

d)

مُسْلِمُوْنَ

e)

اَلصَّائِمُوْنَ

25.

Yang bukan merupakan ciri atan tanda Isim Makrifat adalah .....

a)

didahului Alif Lam (ال ),

b)

termasuk Isim Alam,

c)

salah satu dari Kata Ganti (Dlomir),

d)

teramsuk ke dalam Isim Maushul (Kata Penghubung).

e)

diakhiri dengan tanwin.

26.

kalimat-kalimat di bawah ini yang termasuk Isim Makrifat adalah .....

a)

اَلْمُسْلِمُ dan مُسْلِمٌ .

b)

اَلْمُؤْمِنُ dan مُسْلِْمٌ .

c)

اَلْكَافِرُ dan اَلنَّبِيُّ .

d)

مُحَمَّدٌ dan مُسْلِْمٌ .

e)

قَوِيُّوْنَ .

27.

Kalimat-kalimat “هُوَ”, “هُمَا”, “هُمْ”, “هِيَ”, “هُمَا” dan “هُنَّ” termasuk Isim Ma’riat karena .....

a)

ditandai dengan tanwin.

b)

termasuk Isim Dhamir (Kata Ganti).

c)

diawali dengan Alif Lam (ال).

d)

termasuk Isim Alam.

e)

termasuk Isim Maushul (Kata Penghubung).

28.

Perhatikan potongan ayat di bawah ini!

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Pernyataan yang tepat berkaitan dengan kalimat yang digarisbawahi adalah .....

a)

Kalimat “الدِّينِ” adalah Isim (Kata Benda) karena diawali oleh Harfu Jar, yaitu kalimat “عَلَى”.

b)

Kalimat “الدِّينِ” adalah Fi’il (Kata Kerja) karena diawali oleh Harfu Jar, yaitu kalimat “عَلَى”.

c)

Kalimat “الدِّينِ” adalah Harfu Jar (Kata Benda) karena diawali oleh Isim, yaitu kalimat “عَلَى”.

d)

Kalimat “الدِّينِ” adalah Harfu Jar (Kata Benda) karena diawali oleh Fi’il, yaitu kalimat “عَلَى”.

e)

Kalimat “عَلَى” adalah Isim (Kata Benda) karena diawali oleh Harfu Jar, yaitu kalimat “الدِّينِ”.

29.

Perhatikan potongan ayat di bawah ini!:

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dalam ayat tersebut di atas, yang bukan termasuk Kalimat Isim adalah .....

a)

النَّبِيُّ .

b)

جَاءَ .

c)

الْمُؤْمِنَاتُ .

d)

مَعْرُوفٍ .

e)

غَفُورٌ .

30.

Kalimat yang digarisbawahi pada potongan ayat “سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ” termasuk kalimat Fi’il ditandai dengan .....

a)

didahului kata depan قَدْ  (artinya: sungguh-sungguh).

b)

didahului kata depan “sin” ( سَ  ) atau “saufa” (  سَوْفَ  ), keduanya bermakna akan.

c)

didahului kata “  إِذَا  “ (apabila).

d)

diakhiri tambahan “Ta Sukun” (  تْ  ) yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah “perempuan” (mu’annats), atau “Ta Berharkat” (  تَ  ) yang menunjukkan kata ganti.

e)

diakhiri dengan tambahan “Nun Berharkat Fathah” ( نَ  ).

31.

Kalimat yang digarisbawahi dalam potongan ayat “أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ” termasuk kalimat Fi’il karena .....

a)

didahului kata depan قَدْ  (artinya: sungguh-sungguh).

b)

didahului kata depan “sin” ( سَ  ) atau “saufa” (  سَوْفَ  ), keduanya bermakna akan.

c)

didahului kata “  إِذَا  “ (apabila).

d)

diakhiri tambahan “Ta Sukun” (  تْ  ) yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah “perempuan” (mu’annats), atau “Ta Berharkat” (  تَ  ) yang menunjukkan kata ganti.

e)

diakhiri dengan tambahan “Nun Berharkat Fathah” ( نَ  ).

32.

Kalimat-kalimat yang digarisbawahi dalam potongan ayat “وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ” termasuk ke kalimat Fi’il karena .....

a)

didahului kata depan قَدْ  (artinya: sungguh-sungguh).

b)

didahului kata depan “sin” ( سَ  ) atau “saufa” (  سَوْفَ  ), keduanya bermakna akan.

c)

didahului kata “  إِذَا  “ (apabila).

d)

diakhiri tambahan “Ta Sukun” (  تْ  ) yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah “perempuan” (mu’annats), atau “Ta Berharkat” (  تَ  ) yang menunjukkan kata ganti.

e)

diakhiri dengan tambahan “Nun Berharkat Fathah” ( نَ  ).

33.

Kalimat Isim yang huruf akhirnya berupa huruf ilat, istilahnya berbeda-beda. Yang termasuk Isim Maqsur adalah kalimat .....

a)

فَتَى .

b)

وَادِى .

c)

قَاضِى .

d)

رَعِى .

e)

اَلْهَادِي .

34.

Kalimat “كَتَبَ”, “جَلَسَ” dan “نَصَرَ” termasuk ke dalam kalimat .....

a)

Fi’il Madhi Tsulatsi Mujarrod.

b)

Fi’il Madhi Tsulatsi Majid.

c)

Fi’il Mudhari’ Tsulatsi Mujarrod.

d)

Fi’il Mudhari’ Tsulatsi Majid.

e)

Fi’il Mudhari’ Ruba’i Mujarrod.

35.

Perubahan kalimat Fi’il dari “كَتَبَ” menjadi “كُتِبَ” adalah .....

a)

Fi’il Madhi Mabni Ma’lum menjadi Fi’il Mudhari Mabni Ma’lum.

b)

Fi’il Madhi Mabni Ma’lum menjadi Fi’il Mudhari Mabni Majhul.

c)

Fi’il Madhi Mabni Majhul menjadi Fi’il Mudhari Mabni Ma’lum.

d)

Fi’il Madhi Mabni Ma’lum menjadi Fi’il Madhi Mabni Majhul.

e)

Fi’il Madhi Mabni Majhul menjadi Fi’il Mudhari Mabni Ma’lum.

36.

Perubahan kalimat dari Mabni Ma’lum menjadi Mabni Majhul merubah arti dan maknanya. Kalimat “يُنْصَرُ” jika diterjemahkan yang tepat adalah .....

a)

sedang/akan menolong.

b)

sedang/akan ditolong.

c)

telah menolong.

d)

telah ditolong.

e)

memberi pertolongan.

37.

I’rab terdiri dari I’rab Kalimat Isim dan I’rab Kalimat Fi’il. Yang bukan bagian dari I’rab adalah .....

a)

Rofa’.

b)

Nashab.

c)

Khafadh/Jar.

d)

Jazm.

e)

Majhul.

38.

Yang bukan merupakan ciri I’rab Rafa’ adalah .....

a)

Fathah.

b)

Dhammah.

c)

Wau.

d)

Alif.

e)

Tetapnya Nun.

39.

Dhammah menjadi tanda I’rab Rafa’ selain buat kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Jama’ Muannats Salim.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Fi’il Mudhari Shahih Akhir.

40.

Kalimat “اَلْمُسْلِمَاتُ” dalam “جَاءَتْ اَلْمُسْلِمَاتُ” beri’rabkan Rafa’ dengan tanda dhammah, karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Isim Mutsanna.

c)

Isim Jama’ Muannats Salim.

d)

Isim Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Taktsir.

41.

Kalimat “قَائِمًا” dalam “كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا” beri’rabkan Nasab dengan tanda “Fatah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

42.

Kalimat “الْكُتُبَ” dalam “اِشْتَرَيْتُ الْكُتُبَ” beri’rabkan Nasab dengan tanda “Fatah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

43.

Kalimat “الْمُسْلِمَاتِ” dalam “اِنَّ الْمُسْلِمَاتِ يَجْلِسْنَ” beri’rabkan Nasab dengan tanda “Kasrah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

44.

Kalimat “السَّوْقِ” dalam “يَذْهَبُ عَلِيٌّ اِلَى السَّوْقِ” beri’rabkan Majrur dengan tanda “Kasrah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

45.

Kalimat “الْمَسَاجِدِ” dalam “ذَهَبْتُ اِلَى الْمَسَاجِدِ” beri’rabkan Majrur dengan tanda “Kasrah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

46.

Kalimat “بِالْمُسْلِمَاتِ” dalam “ذَهَبْتُ بِالْمُسْلِمَاتِ” beri’rabkan Majrur dengan tanda “Kasrah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

47.

Kalimat “بِالصَّالِحِيْنَ” dalam “مَرَرْتُ بِالصَّالِحِيْنَ” beri’rabkan Majrur dengan tanda “Ya” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Jama’ Mudzakar Salim.

e)

Jama’ Muannats Salim.

48.

Kalimat “بِفَاطِمَةَ” dalam “مَرَرْتُ بِفَاطِمَةَ” beri’rabkan Majrur dengan tanda “Fathah” karena merupakan kalimat .....

a)

Isim Mufrad.

b)

Jama’ Taktsir.

c)

Isim Mutsanna.

d)

Isim Ghair Munsharif.

e)

Isim Mu’tal Akhir.

49.

Kalimat Fi’il  “يَذْهَبُ” dalam “يَذْهَبُ مُحَمَّدٌ” beri’rabkan Marfu’ dengan tanda “Dhammah” karena merupakan kalimat .....

a)

Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir.

b)

Fi’il Mudhari’ Ghair Salim.

c)

Af’alul Khamsah.

d)

Fi’il Amr.

e)

Fi’il Madhi.

50.

Kalimat Fi’il “يَذِهَبُوْنَ” dalam “اَلْمُسْلِمُوْنَ يَذِهَبُوْنَ اِلَى الْمَسْجِدِ” beri’rabkan Marfu’ dengan tanda “Tetapnya Nun” karena merupakan kalimat .....

a)

Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir.

b)

Fi’il Mudhari’ Ghair Salim.

c)

Af’alul Khamsah.

d)

Fi’il Amr.

e)

Fi’il Madhi.

51.

Kalimat “اَلْمُسْلِمَاتُ” dalam “جَاءَتْ اَلْمُسْلِمَاتُ” adalah Rafa’ dengan tanda “dhammah” karena kedudukannya sebagai .....

a)

Mubtada.

b)

Khabar.

c)

Fa’il.

d)

Na’ibul Fa’il.

e)

Na’at.

52.

Kalimat “قَائِمًا” dalam “كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا” adalah Nasab dengan tanda “Fathah” karena kedudukannya sebagai .....

a)

Fa’il.

b)

Maf’ul Biih.

c)

Isim.

d)

Na’ibul Fa’il.

e)

Na’at.

53.

Perhatikan potongan ayat di bawah ini!

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ

Analisa ayat tersebut di atas yang tepat adalah .....

a)

Kalimat “اُمِرُوْٓا” adalah Fi’il Madi mabni Majhul.

b)

Kalimat “اُمِرُوْٓا” adalah Fi’il Mudhari’ mabni Majhul.

c)

Kalimat “اِلَّا” adalah istishna yang merupakan pengecualiaan dari penafian.

d)

Kalimat “لِيَعْبُدُوا” kalimat Fi’il Mudhari yang ber-i’rab Rafa’, karena kedudukannya sebagai mubtada.

e)

Kalimat “اللّٰهَ” adalah Maf’ul Biih (Objek) dari kalimat “يَعْبُدُوا”.

54.

Analisa bahasa kalimat “ضَرَبَ اللّٰهُ” yang tepat dalam al Quran Surat Ibrahiim ayat 24 adalah .....

a)

Kalimat “ضَرَبَ” adalah Fi’il Madhi dan kalimat “اللّٰهُ” sebagai Fi’il Mudhari.

b)

Kalimat “ضَرَبَ” adalah Fi’il Madhi dan kalimat “اللّٰهُ” sebagai Fa’il atau subjek (pelaku) sehingga i’rabnya adalah Rafa’.

c)

Kalimat “اللّٰهُ” adalah subjek atau Fa’il sedangkan kalimat “ضَرَبَ” adalah Fi’il Madhi.

d)

Kalimat “ضَرَبَ” adalah Fi’il Madhi mabni majhul dan kalimat “اللّٰهُ” sebagai Fa’il atau subjek (pelaku).

e)

Kalimat “ضَرَبَ” adalah Fi’il Madhi dan kalimat “اللّٰهُ” sebagai Fa’il atau subjek (pelaku) sehingga i’rabnya adalah Nasab.

55.

Analisa I’rab dan kedudukan kalimat yang tepat bagi potongan ayat “كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah .....

a)

Termasuk jumlah fi’liyah, dimana kalimat “النَّاسُ” adalah Fa’il atau subjek, i’rabnya Rafa’ dengan tanda dhammah, sedangkan kalimat “اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah khabar “كَانَ”, i’rabnya nasab dengan tanda fathah.

b)

Termasuk jumlah ismiyyah, dimana kalimat “النَّاسُ” adalah isim, kedudukannya Fa’il atau subjek, i’rabnya Rafa’ dengan tanda dhammah, sedangkan kalimat “اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah khabar “كَانَ”, i’rabnya nasab dengan tanda fathah.

c)

Termasuk jumlah fi’liyah, dimana kalimat “النَّاسُ” adalah isim jamak, kedudukannya sebagai Fa’il atau subjek, i’rabnya Rafa’ dengan tanda dhammah, sedangkan kalimat “اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah khabar “كَانَ”, i’rabnya nasab dengan tanda fathah.

d)

Termasuk jumlah fi’liyah, dimana kalimat “النَّاسُ” adalah Fa’il atau subjek, i’rabnya Nasab dengan tanda dhammah, sedangkan kalimat “اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah khabar “كَانَ”, i’rabnya nasab dengan tanda fathah.

e)

Termasuk jumlah Ismiyyah, dimana kalimat “النَّاسُ” adalah Maf’il atau objek, i’rabnya Nasabdengan tanda dhammah, sedangkan kalimat “اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ” adalah khabar “كَانَ”, i’rabnya Rafa’ dengan tanda fathah.