Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Hematologi Anak

Total questions: 33

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dibawa ke puskesmas oleh ibunya karena tampak lemas dan pucat sejak 2 bulan terakhir. Ibu anak tersebut mengatakan bahwa anaknya sering mengeluh pusing saat bermain dan nafsu makannya menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat dan terdapat takikardia. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 8 g/dL, MCV rendah, kadar feritin dan saturasi transferrin juga menurun. Tidak ditemukan ikterus atau hepatosplenomegali. Berdasarkan data di atas, diagnosis yang paling mungkin adalah:

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Anemia megaloblastik

c)

Anemia hemolitik

d)

Thalassemia

e)

Anemia penyakit kronik

2.

Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ke dokter oleh ibunya karena tampak pucat, mudah lelah, dan akhir-akhir ini sering memakan benda-benda yang tidak biasa, seperti tanah dan kapur. Ibu juga mengatakan anaknya tampak kurang nafsu makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat dan takikardia ringan. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 7,5 g/dL, MCV rendah, serta kadar feritin di bawah normal. Berdasarkan skenario di atas, manakah gejala yang termasuk gejala spesifik anemia defisiensi besi pada anak tersebut?

a)

Takikardia

b)

Pucat

c)

Nafsu makan menurun

d)

Pica

e)

Sesak napas

3.

Seorang bayi laki-laki usia 9 bulan dibawa ke posyandu karena tampak pucat, mudah rewel, dan tampak kurang aktif. Bayi lahir prematur pada usia kehamilan 33 minggu dengan berat lahir 1800 gram. Selama ini, bayi hanya mendapatkan ASI tanpa suplementasi zat besi tambahan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat dan pertumbuhan berat badan yang lambat. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 9 g/dL dan MCV rendah. Apa yang mendasari kondisi bayi tersebut dapat mengalami anemia defisiensi besi?

a)

Asupan vitamin C yang berlebihan

b)

Infeksi saluran napas berulang

c)

Cadangan zat besi yang rendah sejak lahir karena prematuritas

d)

Pemberian ASI eksklusif tanpa risiko

e)

Penurunan metabolisme zat besi akibat imobilitas

4.

Pemeriksaan penunjang apa yang paling dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi pada anak?

a)

Pemeriksaan darah rutin lengkap (CBC), feritin serum, saturasi transferrin

b)

LED (laju endap darah) dan kultur darah

c)

Retikulosit dan bilirubin indirek

d)

Haptoglobin dan Coombs test

e)

Kadar vitamin B12 dan asam folat

5.

Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ke puskesmas karena sering mengeluh lemas, tampak pucat, dan sesekali mengalami nyeri di lengan dan kaki. Orang tua menyebutkan bahwa anak sering mengalami pembengkakan di tangan dan kaki sejak kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ikterus ringan dan pembesaran limpa. Hasil pemeriksaan laboratorium: Hb = 7 g/dL. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan sel darah merah berbentuk sabit, adanya Howell-Jolly bodies, dan target cells. Berdasarkan temuan darah tepi tersebut, diagnosis yang paling mungkin adalah:

a)

Talasemia mayor

b)

Anemia aplastik

c)

Spherocytosis herediter

d)

Sickle Cell Disease

e)

Leukemia limfoblastik akut

6.

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri berulang pada lengan dan tungkai tanpa riwayat trauma. Ibunya mengatakan anak sering terlihat lemas, dan beberapa kali dirawat karena krisis nyeri yang mirip. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia normositik normokrom dan ditemukan eritrosit berbentuk sabit. Analisis molekuler menunjukkan adanya mutasi pada rantai beta hemoglobin, di mana asam amino valin menggantikan glutamat pada posisi keenam. Apa mekanisme molekuler yang mendasari kondisi pasien ini?

4 lines
7.

Apa mekanisme molekuler yang mendasari kondisi pasien ini?

a)

Mutasi jumlah gen globin yang menyebabkan gangguan produksi hemoglobin

b)

Mutasi struktur hemoglobin yang mengubah sifat fisik hemoglobin

c)

Defisiensi enzim metabolisme eritrosit

d)

Kerusakan sumsum tulang akibat infeksi virus

e)

Gangguan metabolisme zat besi dalam eritropoiesis

8.

Apa alasan paling tepat mengapa gejala baru muncul setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan?

a)

HbS baru mulai diproduksi setelah anak mengalami infeksi pertama

b)

Produksi HbS hanya terjadi jika anak kekurangan zat besi

c)

Hemoglobin janin (HbF) menurun dan digantikan oleh HbS setelah usia 6 bulan

d)

Fungsi limpa mulai menurun setelah bayi berusia 6 bulan

e)

Sel sabit baru terbentuk jika bayi sudah mengonsumsi makanan padat

9.

Berdasarkan temuan tersebut, diagnosis yang paling mungkin adalah:

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Talasemia minor

c)

Anemia aplastik

d)

Anemia hemolitik autoimun

e)

Anemia akibat perdarahan kronis

10.

Berdasarkan informasi di atas, bagaimana klasifikasi anemia hemolitik autoimun pada pasien ini?

a)

AIHA idiopatik

b)

AIHA sekunder

c)

AIHA karena defisiensi vitamin B12

d)

AIHA karena paparan dingin

e)

AIHA post-infeksi virus

11.

Apa terapi awal pada penderita AIHA ?

a)

Aspirin

b)

Kortikosteroid

c)

Kemoterapi

d)

Antiviral

e)

Antibiotik

12.

Apa mekanisme utama dari anemia yang dialami pasien ini?

a)

Mutasi struktur hemoglobin menyebabkan bentuk eritrosit abnormal

b)

Hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen secara efisien

c)

Ketidakseimbangan sintesis rantai alfa dan beta menyebabkan hemolisis intrameduler

d)

Antibodi menyerang eritrosit menyebabkan pemecahan dini

e)

Defisiensi zat besi menyebabkan penurunan sintesis hemoglobin

13.

Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ke rumah sakit karena sering mengalami mimisan, tampak pucat, mudah lelah, dan mengalami demam yang tidak kunjung sembuh. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran kelenjar getah bening dan pembesaran limpa. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan anemia, trombositopenia, dan leukositosis dengan dominasi sel-sel blast. Pemeriksaan darah tepi mengonfirmasi adanya sel-sel abnormal. Apa mekanisme utama yang menjelaskan kondisi pasien ini?

a)

Produksi berlebihan eritrosit menyebabkan hiperviskositas

b)

Gangguan diferensiasi dan proliferasi leukosit yang tidak terkontrol

c)

Penghancuran sel darah oleh autoantibodi

d)

Infeksi kronik yang menyebabkan hiperplasia limfosit

e)

Kekurangan vitamin B12 yang menyebabkan kegagalan sumsum tulang

14.

Seorang pria usia 52 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sering lelah, mimisan berulang, dan sariawan yang sulit sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pucat, perdarahan gusi, serta petechiae di ekstremitas bawah. Hasil laboratorium menunjukkan hemoglobin 6,5 g/dL, leukosit 2.000/μL, dan trombosit 18.000/μL. Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan dominasi sel blas dari garis mieloid. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menjelaskan gejala klinis pasien ini?

a)

Produksi berlebihan limfosit menyebabkan anemia

b)

Aktivasi sistem imun menyebabkan destruksi eritrosit

c)

Mutasi kromosom menyebabkan sintesis trombosit berlebihan

d)

Gagal maturasi sel mieloid menyebabkan penumpukan blas dan gangguan hematopoiesis

e)

Infeksi virus menyebabkan penurunan fungsi limpa

15.

Seorang pria usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher bagian kiri yang tidak nyeri, semakin membesar selama 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh demam ringan di malam hari, berkeringat saat tidur, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Hasil biopsi kelenjar getah bening menunjukkan sel besar multinukleus dengan tampilan seperti "mata burung hantu" di antara infiltrat limfosit, eosinofil, dan sel plasma. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan pasien positif terhadap infeksi Epstein-Barr Virus (EBV). Berdasarkan data di atas, diagnosis yang paling sesuai adalah:

a)

Limfoma non-Hodgkin

b)

Leukemia limfoblastik akut

c)

Limfoma Hodgkin

d)

Kanker nasofaring

e)

Limfadenitis tuberkulosa

16.

Seorang anak laki-laki usia 10 tahun datang ke IGD dengan keluhan perut membesar dan nyeri sejak 2 minggu terakhir. Disertai demam, penurunan nafsu makan, dan berat badan menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa abdomen yang padat dan tidak nyeri. CT-scan abdomen menunjukkan massa besar di ileum. Hasil biopsi menunjukkan proliferasi sel limfosit kecil dengan nukleus tidak berbelah. Pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan fenotipe B sel. Tidak ditemukan sel Reed-Sternberg pada preparat. Diagnosis yang paling mungkin berdasarkan hasil di atas adalah:

a)

Limfoma Hodgkin

b)

Limfadenitis TB

c)

Limfoma Non-Hodgkin (Burkitt)

d)

Leukemia limfoblastik akut

e)

Neuroblastoma

17.

Apa nama dari tahapan kedua dalam proses hemostasis?

a)

Vasodilatasi vaskuler

b)

Hemostasis primer

c)

Hemostasis sekunder

d)

Fibrinolisis

e)

Aktivasi protein C

18.

Setelah terjadi cedera pada pembuluh darah, tubuh memulai proses hemostasis untuk mencegah kehilangan darah. Setelah vasokonstriksi terjadi, trombosit mulai menempel di area cedera, berubah bentuk, dan melepaskan zat seperti ADP dan tromboksan A2. Tahapan hemostasis manakah yang sedang terjadi pada proses tersebut?

a)

Spasme vaskuler

b)

Hemostasis primer

c)

Hemos

19.

Tahapan hemostasis manakah yang sedang terjadi pada proses tersebut?

a)

Spasme vaskuler

b)

Hemostasis primer

c)

Hemostasis sekunder

d)

Fibrinolisis

e)

Proliferasi endotel

20.

Faktor pembekuan pertama yang diaktifkan dalam kaskade koagulasi adalah...

a)

Trombosit

b)

Faktor jaringan (TF)

c)

Faktor X

d)

Fibrinogen

e)

Faktor VIII

21.

Setelah aktivasi Faktor X (FXa) baik melalui jalur ekstrinsik maupun intrinsik, FXa akan bergabung dengan Faktor V, fosfolipid (PF-3), dan ion kalsium (Ca²⁺) untuk membentuk kompleks prothrombinase. Proses ini akan memulai tahap:

a)

Jalur ekstrinsik

b)

Jalur intrinsik

c)

Jalur awal

d)

Jalur akhir

e)

Jalur bersama (common pathway)

22.

Berdasarkan data tersebut, apakah mekanisme utama yang menyebabkan kondisi pasien?

a)

Kerusakan sumsum tulang akibat toksin lingkungan

b)

Aktivasi autoimun oleh sel T sitotoksik terhadap HSCs

c)

Mutasi genetik bawaan pada rantai globin

d)

Produksi autoantibodi terhadap eritrosit

e)

Infeksi virus yang menyerang sel eritrosit langsung

23.

Istilah medis yang paling sesuai untuk kondisi pasien ini adalah:

a)

Leukositosis

b)

Limfositosis

c)

Agranulositosis

d)

Trombositopenia

e)

Pancitopenia

24.

Temuan khas pada kuku tersebut disebut sebagai:

a)

Leukonychia

b)

Koilonychia

c)

Beau's lines

d)

Clubbing

e)

Onikolisis

25.

Mengapa vitamin C disarankan untuk dikonsumsi bersama zat besi?

a)

Meningkatkan produksi eritropoietin

b)

Mengubah zat besi menjadi bentuk yang lebih mudah disimpan

c)

Mengubah zat besi non-heme menjadi bentuk yang lebih mudah diserap

d)

Menstimulasi pembentukan sel darah putih

e)

Menghambat absorpsi kalsium yang bersaing dengan besi

26.

Jenis anemia apakah yang paling sesuai pada kasus tersebut?

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Anemia megaloblastik

c)

Anemia hemolitik

d)

Anemia normositik normokrom akibat penyakit kronik

e)

Anemia sideroblastik

27.

Ia memiliki riwayat konsumsi alkohol berat selama bertahun-tahun. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia ma

4 lines
28.

Seorang pria usia 55 tahun datang dengan keluhan lemas dan wajah pucat. Ia memiliki riwayat konsumsi alkohol berat selama bertahun-tahun. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia makrositik dengan MCV 106 fL. Kadar vitamin B12 dan folat normal. Pemeriksaan morfologi darah tepi menunjukkan stomatosis dan sel besar tanpa hipersegmentasi neutrofil. Kemungkinan penyebab anemia makrositik non-megaloblastik pada pasien ini adalah:

a)

Defisiensi vitamin B12

b)

Defisiensi folat

c)

Alkoholisme/penyakit hati

d)

Anemia penyakit kronik

e)

Anemia hemolitik autoimun

29.

Seorang wanita usia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas, pucat, dan kesemutan ringan. Ia mengaku menjalani diet ekstrem selama 5 bulan terakhir dan jarang mengonsumsi sayuran atau buah. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia makrositik dengan MCV 112 fL, serta hipersegmentasi neutrofil pada apusan darah tepi. Kadar vitamin B12 dalam batas normal, sedangkan kadar folat serum rendah. Berdasarkan kasus tersebut, kemungkinan diagnosis pasien adalah:

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Anemia hemolitik

c)

Anemia penyakit kronik

d)

Anemia megaloblastik akibat defisiensi folat

e)

Anemia aplastik

30.

Vitamin B12 dan asam folat berperan penting dalam sintesis DNA. Kekurangan salah satu dari keduanya dapat menyebabkan gangguan pada pembelahan sel, terutama sel darah merah, yang menghasilkan anemia megaloblastik. Mengapa defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan gangguan metabolisme folat?

a)

Karena vitamin B12 berperan langsung dalam pembentukan hemoglobin

b)

Karena vitamin B12 diperlukan untuk regenerasi folat aktif dari bentuk terperangkapnya

c)

Karena folat membantu penyerapan vitamin B12 di lambung

d)

Karena vitamin B12 meningkatkan penyerapan zat besi

e)

Karena vitamin B12 membentuk ikatan kovalen dengan folat di jejenum

31.

Seorang wanita hamil usia 10 minggu datang ke puskesmas untuk kontrol kehamilan pertamanya. Ia tidak pernah mengonsumsi suplemen vitamin sejak sebelum hamil. Dokter menjelaskan pentingnya asam folat dalam kehamilan, terutama pada trimester pertama. Apa risiko utama yang dapat terjadi pada janin jika ibu mengalami kekurangan asam folat selama kehamilan awal?

a)

Berat badan lahir rendah

b)

Hipoksia janin

c)

Kelainan tabung saraf (neural tube defect)

d)

Infeksi kongenital

e)

Preeklamsia

32.

Seorang pria usia 58 tahun datang ke klinik dengan keluhan lemas dan mudah lelah sejak beberapa bulan terakhir. Ia memiliki riwayat rheumatoid arthritis sejak 10 tahun lalu dan masih mengonsumsi obat antiinflamasi. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 10 g/dL, MCV dan MCH dalam batas normal, serum besi rendah, dan kadar feritin meningkat. Berdasarkan data di atas, kemungkinan penyebab anemia pasien ini adalah:

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Anemia megaloblastik

c)

Anemia aplastik

d)

Anemia hemolitik

e)

Anemia penyakit kronik

33.

Seorang wanita 32 tahun dirawat karena hipertiroidisme dan mendapat terapi metimazol selama 3 minggu. Ia kembali ke IGD dengan keluhan demam tinggi, sakit tenggorokan, dan sariawan. Pemeriksaan darah menunjukkan jumlah neutrofil sangat rendah (< 200 sel/μL), sementara hemoglobin dan trombosit dalam batas normal. Tidak ditemukan tanda infeksi bakteri lain secara klinis. Kemungkinan diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah:

a)

Neutropenia fisiologis

b)

Leukemia akut

c)

Agranulositosis akibat obat

d)

Anemia aplastik

e)

Infeksi virus akut