WorksheetsUNAS 2025
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Dalam proyek pembangunan sistem digital Perusahaan, tim IT harus bekerja lintas divisi. Namun terjadi masalah:
Divisi A enggan berbagi data karena takut disalahgunakan.
Divisi B bersikeras proyek harus cepat selesai agar tak terlambat launching.
Pegawai senior merasa tidak perlu pelatihan teknologi baru.
Pegawai junior kebingungan karena kurang bimbingan.
Nilai AKHLAK apa yang PALING UTAMA harus ditegakkan agar proyek berhasil?
Loyal, karena harus patuh mendukung kebijakan pimpinan meskipun ada masalah di lapangan, demi menjaga citra institusi.
Amanah, agar setiap pihak bekerja sesuai aturan, menjaga tanggung jawab, dan tidak menyalahgunakan data.
Adaptif, supaya pegawai segera belajar teknologi baru, menyesuaikan diri, dan tak menghambat proyek.
Kolaboratif, agar semua divisi mau berbagi data, saling percaya, dan menciptakan sinergi lintas unit.
Seorang pegawai di Perusahaan menemukan dokumen rahasia yang mengindikasikan bahwa salah satu vendor melakukan mark-up harga. Atasan meminta pegawai tersebut diam agar proyek tidak terganggu. Sikap sesuai nilai AKHLAK adalah:
Diam, demi loyalitas pada pimpinan yang dianggap lebih paham risiko politik dan citra institusi.
Menunda laporan, sambil mencari momen yang tepat agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Melaporkan mark-up, sesuai prosedur whistleblowing meskipun berisiko bagi posisi diri sendiri.
Memusnahkan dokumen, agar masalah tidak melebar ke ranah hukum dan mencoreng nama Perusahaan.
Di rapat evaluasi, pegawai Y selalu memotong pembicaraan, tidak mendengar pendapat lain, dan mengejek ide koleganya. Akibatnya rapat jadi tegang dan solusi tidak tercapai. Pelanggaran nilai AKHLAK terutama terjadi pada:
Loyal dan Adaptif, karena seharusnya mendukung tim dan mampu menyesuaikan diri di forum rapat.
Kolaboratif dan Amanah, karena rapat memerlukan kerja sama dan kejujuran berpendapat.
Harmonis dan Kolaboratif, karena suasana kerja jadi tidak kondusif, hilang saling percaya, dan sulit bekerja sama.
Kompeten dan Loyal, karena harus bekerja profesional dengan dedikasi tinggi.
Divisi Procurement Perusahaan sedang seleksi vendor. Vendor X menawarkan bonus pribadi agar dipilih. Salah satu staf mengatakan, “Yang penting proyek jalan, toh semua vendor sama saja.” Pernyataan staf tersebut bertentangan dengan nilai AKHLAK apa?
Kolaboratif, sebab seharusnya bersama-sama menjaga reputasi institusi, bukan demi kepentingan pribadi.
Adaptif, karena seharusnya bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan integritas zaman sekarang.
Kompeten, sebab integritas adalah bagian tak terpisah dari profesionalitas kerja.
Amanah, karena menyangkut kejujuran, menolak gratifikasi, dan menjalankan tugas dengan benar
Perusahaan mengalami perubahan besar ke digitalisasi. Banyak pegawai merasa terancam, takut tersisih. Namun seorang pegawai secara proaktif mengusulkan training, mentoring, dan solusi agar rekan-rekannya bisa ikut beradaptasi. Perilaku pegawai tersebut mencerminkan kombinasi nilai:
Adaptif dan Kompeten, karena ia belajar hal baru dan membantu orang lain berkembang.
Loyal dan Harmonis, karena ia mendukung kebijakan pimpinan sambil menjaga hubungan baik dengan tim.
Amanah dan Kolaboratif, karena ia jujur, terbuka, dan bekerja sama untuk hasil terbaik.
Kompeten dan Loyal, karena ia menunjukkan keahlian sambil setia kepada institusi.
Dalam rangka percepatan digitalisasi, sebuah Perusahaan mengembangkan aplikasi layanan publik. Proyek harus selesai dalam waktu 3 bulan. Saat rapat, terjadi masalah:
Tim IT mengatakan fitur-fitur baru perlu waktu minimal 5 bulan agar aman dari risiko kebocoran data.
Direksi bersikeras agar aplikasi tetap launching 3 bulan lagi, demi pencitraan publik.
Salah satu pegawai menawarkan untuk memotong pengujian keamanan agar cepat selesai.
Ada tekanan dari media yang sudah memberitakan tanggal launching.
Sikap sesuai nilai AKHLAK adalah…
Mendukung percepatan launching demi citra perusahaan, karena Loyalitas pada pimpinan itu juga wujud tanggung jawab.
Menyembunyikan masalah keamanan sementara, sambil mencari cara internal agar proyek tidak terganggu, demi menjaga Harmoni.
Menjelaskan risiko keamanan kepada Direksi secara terbuka, sambil mengusulkan solusi yang legal dan aman, sebagai wujud Amanah dan Kompetensi.
Mengundurkan diri agar tidak terlibat masalah internal, sebagai bentuk Loyalitas dan menjaga Integritas pribadi.
Seorang manajer di Perusahaan ditugaskan memimpin tim lintas unit untuk proyek nasional.
Pegawai dari unit lain menolak diajak rapat, karena merasa proyek bukan prioritas mereka.
Ada rumor bahwa proyek hanya untuk “mendongkrak nama” atasannya.
Deadline proyek semakin dekat, namun manajer tidak mendapat data penting dari unit lain.
Langkah awal paling sesuai nilai AKHLAK adalah…
Memaksa unit lain menyerahkan data, karena ini proyek nasional dan bentuk Loyalitas serta Tanggung Jawab.
Mengajukan protes resmi ke Direksi agar unit lain ditegur, sebagai wujud Amanah mempertahankan kepentingan proyek.
Mengajak dialog, membangun komunikasi harmonis, dan menjelaskan tujuan proyek untuk kepentingan bersama, sebagai wujud Harmonis dan Kolaboratif.
Membiarkan saja, karena bukan kesalahan dirinya sendiri, demi menghindari konflik yang bisa merusak Harmoni.
Di tengah proses audit internal, auditor Perusahaan menemukan bukti penyalahgunaan dana oleh salah satu divisi. Namun, atasannya meminta auditor untuk “menghapus temuan” agar tidak mengganggu citra perusahaan. Berdasarkan AKHLAK, apa tindakan paling benar?
Mengikuti perintah atasan demi loyalitas, karena stabilitas citra Perusahaan juga sangat penting.
Menyimpan temuan sementara, sambil mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melapor, demi menjaga Harmoni.
Melaporkan temuan sesuai prosedur meskipun berisiko konflik dengan atasan, karena Amanah menuntut kejujuran dan keberanian.
Menunggu saja hingga masalah reda, agar tidak memperburuk keadaan dan demi menciptakan situasi yang lebih Harmonis.
Salah satu Perusahaan mengalami penurunan laba. Pimpinan meminta pegawai melakukan inovasi besar, tetapi:
Banyak pegawai merasa tidak sanggup mempelajari teknologi baru.
Beberapa pegawai senior takut jika inovasi malah membuat posisi mereka tergeser.
Ada yang bilang, “Kita kerjakan saja yang rutin. Yang penting kerjaan jalan.”
Nilai AKHLAK apa yang PALING perlu ditegakkan dalam kasus ini?
Amanah, agar pegawai lebih disiplin waktu dan konsisten menuntaskan tugas sesuai janji.
Adaptif, agar pegawai mau berubah, belajar teknologi baru, dan tak takut tersingkir.
Loyal, agar pegawai tetap tunduk pada arahan pimpinan demi stabilitas organisasi.
Harmonis, agar pegawai saling menghargai pendapat, menghindari konflik, dan tetap kompak.
Di forum daring internal Perusahaan, seorang pegawai mengkritik kebijakan terbaru yang dianggap memberatkan pekerja lapangan. Kritik itu disampaikan dengan bahasa sopan, namun viral dan mengundang reaksi tajam dari atasan. Pegawai tersebut dipanggil dan diminta tak mengulangi. Sikap yang paling sesuai AKHLAK bagi pegawai…
Menerima teguran sebagai wujud Loyalitas dan menjaga Harmoni, sambil menyampaikan saran lewat jalur formal ke depannya.
Tetap menyuarakan aspirasi di forum daring karena kebijakan tersebut berdampak luas.
Menonaktifkan akun dan fokus pada pekerjaan, agar tidak dicap pembangkang.
Menyampaikan kritik lewat media luar jika internal tak memberi ruang dialog.
Pimpinan Perusahaan J memaksa membuat laporan positif meskipun data lapangan tidak sesuai.
Pegawai bingung antara Loyalitas dan Amanah.
Perusahaan sedang kampanye budaya 5 PRIMA.
Langkah paling tepat…
Membuat laporan seadanya lalu mohon maaf lewat Doa.
Membuka diskusi dengan Salam, Sapa, dan menjelaskan risiko data tidak sesuai, sebagai Amanah, Harmonis, dan 5 PRIMA.
Mengikuti instruksi demi Loyalitas.
Menghindar mengerjakan laporan agar tak terlibat.
Perusahaan F ingin putus kontrak vendor yang performanya buruk.
Vendor memohon lewat telepon agar diberi waktu tambahan.
Pegawai merasa kasihan, tapi tahu prosedur tidak boleh dilanggar.
Pegawai ingin tetap berpegang pada AKHLAK dan 5 PRIMA.
Langkah tepat:
Salam dan Doa agar vendor tabah, lalu bilang tak bisa bantu lebih jauh, sebagai Amanah dan Loyal.
Mendengarkan vendor dengan Senyum, Sapa, lalu janji bantu semampunya meski melanggar prosedur demi Harmoni.
Berterima Kasih atas komunikasi vendor, lalu menjelaskan bahwa proses harus sesuai aturan, sebagai Amanah, Kompeten, dan 5 PRIMA.
Menghindari bicara agar tidak terjebak konflik.
Pegawai call center Perusahaan E menghadapi pelanggan yang memaki kasar.
Pegawai tertekan, namun teringat AKHLAK dan 5 PRIMA.
Atasan bilang “cukup Senyum saja, hindari debat.”
Sikap paling tepat:
Tetap Senyum, lalu cepat menutup percakapan agar Loyal dan tidak makin panas.
Mengawali dengan Salam, mendengarkan keluhan sabar, mencatat detail masalah, lalu mengucapkan Terima Kasih, sebagai Amanah, Kompeten, dan 5 PRIMA.
Memberikan Doa dan Harapan agar pelanggan sabar, lalu tidak merespons lebih lanjut.
Menghentikan percakapan demi Loyal melindungi institusi dari reputasi buruk.
Dalam evaluasi karyawan Perusahaan A, didapati:
Dari 200 karyawan, 150 orang menjalankan nilai AKHLAK,
130 orang menjalankan 5 PRIMA,
Dan 120 orang menjalankan keduanya.
Dari data tersebut, manakah pernyataan berikut yang pasti benar secara logika himpunan dan sesuai konteks etika perusahaan?
Ada 60 orang yang hanya menjalankan AKHLAK dan tidak 5 PRIMA
Ada 20 orang yang tidak menjalankan baik AKHLAK maupun 5 PRIMA.
Semua pegawai yang menjalankan AKHLAK pasti juga menjalankan 5 PRIMA.
Minimal 30 orang hanya menjalankan 5 PRIMA tanpa AKHLAK.
Seorang pegawai senior di Perusahaan B terlibat pengadaan sistem keamanan digital nasional.
Vendor asing terpilih ternyata menaikkan harga 40% di atas standar.
Atasan bilang: “Semua proyek negara begitu. Yang penting sistem jalan.”
Jika vendor diganti, proyek molor 6 bulan, padahal sistem dipakai untuk pemilu.
Pimpinan Perusahaan B meminta menjaga Loyalitas, Harmoni, dan budaya 5 PRIMA.
Pegawai takut kehilangan karier jika melapor.
Sikap paling tepat:
Mengikuti instruksi atasan demi Loyalitas, sambil Senyum dan Sapa ke semua pihak, namun menyimpan dokumen rahasia sebagai perlindungan pribadi.
Melaporkan indikasi mark-up melalui jalur whistleblowing, sambil tetap Salam dan Doa agar semua pihak diberi kekuatan menghadapi konsekuensi, meski berisiko dijauhi rekan kerja.
Menyarankan negosiasi informal sambil menyampaikan Salam dan Sapa ke vendor, agar mereka mau menurunkan harga, demi Harmoni dan percepatan proyek.
Meminta cuti atau mutasi sambil mengucapkan Terima Kasih kepada atasan, agar tidak terlibat konflik, sebagai Loyal, Harmonis, dan penuh Doa.
