wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJI PEMAHAMAN

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Studi Kasus A (Untuk Soal Nomor 1-3)

PT. Baja Perkasa, sebuah perusahaan industri besar, diketahui membuang limbah cairnya ke sungai yang menjadi sumber air utama bagi warga Desa Sidoasri. Akibatnya, banyak ikan mati, hasil panen warga yang mengandalkan irigasi dari sungai tersebut menurun drastis, dan beberapa warga mulai mengeluhkan penyakit kulit. Perusahaan berdalih telah memiliki izin dan menyatakan bahwa kontribusi mereka dalam menyediakan lapangan kerja lebih penting. Ketika warga mencoba berdialog, pihak perusahaan menolak bertemu dan menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukum mereka, mengabaikan keluhan langsung dari masyarakat yang terdampak.

Soal No. 1

Tindakan PT. Baja Perkasa yang memprioritaskan keuntungan ekonomi dan mengabaikan dampak buruk terhadap kesehatan serta mata pencaharian warga Desa Sidoasri merupakan pelanggaran serius terhadap Pancasila. Implikasi sosial paling mendasar dari pelanggaran nilai Keadilan Sosial (Sila Kelima) dalam kasus ini adalah...

a)

Menurunnya kepercayaan investor asing terhadap iklim bisnis di Indonesia.

b)

Terciptanya kesenjangan dan konflik struktural antara korporasi sebagai pemilik modal dengan masyarakat lokal yang lemah.

c)

Terganggunya program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan nasional.

d)

Rusaknya citra pemerintah daerah karena dianggap tidak mampu menegakkan hukum lingkungan.

e)

Menurunnya kualitas sumber daya manusia di Desa Sidoasri akibat penyakit.

2.

Studi Kasus A (Untuk Soal Nomor 1-3)

PT. Baja Perkasa, sebuah perusahaan industri besar, diketahui membuang limbah cairnya ke sungai yang menjadi sumber air utama bagi warga Desa Sidoasri. Akibatnya, banyak ikan mati, hasil panen warga yang mengandalkan irigasi dari sungai tersebut menurun drastis, dan beberapa warga mulai mengeluhkan penyakit kulit. Perusahaan berdalih telah memiliki izin dan menyatakan bahwa kontribusi mereka dalam menyediakan lapangan kerja lebih penting. Ketika warga mencoba berdialog, pihak perusahaan menolak bertemu dan menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukum mereka, mengabaikan keluhan langsung dari masyarakat yang terdampak.

Soal No. 2

Pengabaian terhadap kondisi warga yang sakit dan kehilangan mata pencaharian menunjukkan bahwa perusahaan tidak memandang warga sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat. Dilihat dari pelanggaran nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila Kedua), implikasi jangka panjang terhadap tatanan sosial di lingkungan tersebut adalah...

a)

Munculnya tuntutan ganti rugi finansial dalam jumlah besar dari warga.

b)

Terbentuknya masyarakat yang apatis dan tidak peduli lagi terhadap lingkungan sekitarnya.

c)

Rusaknya modal sosial (social capital) seperti rasa saling percaya dan gotong royong, karena warga merasa terancam dan tidak berdaya.

d)

Peningkatan biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.

e)

Terjadinya urbanisasi besar-besaran karena warga meninggalkan desa.

3.

Studi Kasus A (Untuk Soal Nomor 1-3)

PT. Baja Perkasa, sebuah perusahaan industri besar, diketahui membuang limbah cairnya ke sungai yang menjadi sumber air utama bagi warga Desa Sidoasri. Akibatnya, banyak ikan mati, hasil panen warga yang mengandalkan irigasi dari sungai tersebut menurun drastis, dan beberapa warga mulai mengeluhkan penyakit kulit. Perusahaan berdalih telah memiliki izin dan menyatakan bahwa kontribusi mereka dalam menyediakan lapangan kerja lebih penting. Ketika warga mencoba berdialog, pihak perusahaan menolak bertemu dan menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukum mereka, mengabaikan keluhan langsung dari masyarakat yang terdampak.

Soal No. 3

Sikap perusahaan yang menolak dialog dan hanya mau berkomunikasi melalui kuasa hukum merupakan bentuk penyumbatan aspirasi dan tidak mencerminkan semangat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (Sila Keempat). Implikasi paling kritis dari pola penyelesaian masalah yang tidak musyawarah ini terhadap hubungan masyarakat dan pemangku kepentingan adalah...

a)

Proses hukum akan berjalan lebih lama dan memakan biaya yang sangat mahal.

b)

Mendorong munculnya aksi-aksi anarkis dari warga yang frustrasi karena jalur dialog damai tertutup.

c)

Menurunkan tingkat partisipasi warga dalam program-program perusahaan di masa depan.

d)

Membuat kasus ini menjadi sorotan media nasional dan internasional.

e)

Memicu perdebatan di kalangan anggota legislatif mengenai regulasi industri.

4.

Studi Kasus B (Untuk Soal Nomor 4-5)

Menyusul erupsi gunung berapi, ribuan warga dari berbagai desa terpaksa mengungsi. Secara spontan, komunitas-komunitas dari berbagai latar belakang suku, agama, dan status sosial di kota terdekat bergerak. Ada kelompok pemuda masjid yang mendirikan dapur umum, komunitas gereja yang menyediakan layanan trauma healing untuk anak-anak, wihara yang menjadi posko logistik, dan para pengusaha lokal Tionghoa yang menyumbangkan truk untuk distribusi bantuan. Mereka bekerja bahu-membahu di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tanpa memandang perbedaan identitas.

Soal No. 4

Gerakan sosial spontan yang ditunjukkan oleh berbagai komunitas dalam merespons bencana adalah wujud nyata dari pengamalan nilai Persatuan Indonesia (Sila Ketiga). Implikasi paling signifikan dari pengamalan nilai ini dalam konteks kebencanaan terhadap ketahanan sosial masyarakat adalah...

a)

Mengurangi beban anggaran pemerintah dalam penanggulangan bencana secara total.

b)

Mempercepat proses pemulihan fisik seperti pembangunan kembali rumah warga.

c)

Memperkuat jaring pengaman sosial dan solidaritas kolektif yang mampu menangkal isu perpecahan berbasis SARA.

d)

Menjadikan daerah tersebut sebagai model percontohan kerukunan bagi daerah lain.

e)

Meningkatkan efisiensi distribusi bantuan logistik ke para pengungsi.

5.

Studi Kasus B (Untuk Soal Nomor 4-5)

Menyusul erupsi gunung berapi, ribuan warga dari berbagai desa terpaksa mengungsi. Secara spontan, komunitas-komunitas dari berbagai latar belakang suku, agama, dan status sosial di kota terdekat bergerak. Ada kelompok pemuda masjid yang mendirikan dapur umum, komunitas gereja yang menyediakan layanan trauma healing untuk anak-anak, wihara yang menjadi posko logistik, dan para pengusaha lokal Tionghoa yang menyumbangkan truk untuk distribusi bantuan. Mereka bekerja bahu-membahu di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tanpa memandang perbedaan identitas.

Soal No. 5

Setiap kelompok dalam studi kasus di atas termotivasi oleh ajaran agamanya masing-masing untuk menolong sesama, yang merupakan esensi dari nilai Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila Pertama). Implikasi dari pengamalan nilai Ketuhanan yang transformatif (mengubah) seperti ini dalam kehidupan sosial masyarakat majemuk adalah...

a)

Meningkatnya kuantitas ritual keagamaan di ruang publik.

b)

Terjadinya kompetisi antar kelompok agama untuk menunjukkan siapa yang paling banyak berbuat baik.

c)

Agama tidak lagi menjadi sumber konflik, melainkan menjadi sumber inspirasi untuk aksi-aksi kemanusiaan yang inklusif.

d)

Membuat batas-batas antar agama menjadi kabur dan tidak relevan lagi.

e)

Menjadikan bantuan sosial hanya disalurkan kepada mereka yang seagama.

6.

Soal No. 6

Ketika sikap intoleransi atas nama agama dibiarkan meluas di masyarakat, hal ini tidak hanya merusak kerukunan tetapi juga mengikis modal sosial. Implikasi jangka panjang dari terkikisnya rasa saling percaya sebagai modal sosial adalah meningkatnya kerentanan bangsa terhadap...

(a)  

7.

Soal No. 7

Praktik perundungan siber (cyberbullying) yang marak terjadi tidak hanya melukai korban secara psikologis, tetapi juga menciptakan budaya kekerasan digital. Jika dibiarkan, implikasi paling merusak dari budaya ini terhadap tatanan sosial masyarakat adalah terkikisnya rasa ... dan penghargaan terhadap martabat individu.

(a)  

8.

Soal No. 8

Ketika etnosentrisme atau sikap membanggakan suku sendiri secara berlebihan menguat, sementara nasionalisme melemah, maka loyalitas masyarakat akan terpecah. Implikasi paling berbahaya dari pergeseran loyalitas ini bagi eksistensi negara-bangsa adalah ancaman terhadap...

(a)  

9.

Soal No. 9

Praktik politik uang dalam pemilihan umum secara langsung merusak nilai kerakyatan. Implikasi sistemik dari praktik ini adalah matinya demokrasi berkualitas karena pemimpin yang terpilih cenderung akan mengutamakan pengembalian modal politik daripada memperjuangkan...

(a)  

10.

Soal No. 10

Kesenjangan akses terhadap pendidikan yang berkualitas antara si kaya dan si miskin merupakan bentuk nyata ketidakadilan sosial. Implikasi jangka panjang dari ketidakadilan dalam bidang pendidikan ini adalah terhambatnya upaya untuk meningkatkan kualitas... secara merata.

(a)