WorksheetsMenemukan Gagasan Pokok Teks LHO
Total questions: 7
Worksheet time: 21mins
Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya
pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.
Cerita yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan
Mahabharata. Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak, seperti gagrak Kasunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainya. Selain wayang purwa, jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil, wayang ajen,
wayang sasak, wayang sadat, wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak, dan wayang beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan.
Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’)
adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankanl angsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.
Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang
golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang
golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga
sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda,
wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak
atau sering juga disebut wayang golek menak karena
cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut
kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang
yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik.
Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.
Perkembangan terbaru dunia pewayangan
menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut
wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat
dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit.
Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai igur
wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa:
suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat
permainan atau penyampaian cerita pewayangan
kepada anak-anak di desa-desa Jawa.
Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar
atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah
sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa
wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit memiliki
bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar
menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun (1993 – 2001). Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
Semua jenis wayang di atas merupakan wujud
ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan pendidikan karena dapat dijadikan
sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang baik
dengan cara yang menarik. Pemerintah juga sering
menggunakan wayang sebagai media informasi,
misalnya dengan menggelar wayang yang disisipi
informasi tentang program pembangunan seperti
keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan
sebagainya. Terakhir, meski semakin jarang, wayang
masih tetap menjadi media hiburan. Dengan kata lain,
wayang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan
antara lain sebagai media pendidikan, media informasi,
dan media hiburan.
