WorksheetsKuis Kesehatan Wanita
Total questions: 14
Worksheet time: 7mins
Sebuah klinik kesehatan menawarkan pemeriksaan kanker serviks gratis. Seorang wanita berusia 35 tahun menghadiri pemeriksaan dan ditemukan memiliki sel serviks yang abnormal selama Pap smear. Apakah tindakan pencegahan sekunder yang harus dilakukan selanjutnya?
Merujuk wanita tersebut untuk pemeriksaan diagnostik lebih lanjut
Memberikan informasi kepada wanita tentang perubahan gaya hidup
Menjadwalkan wanita tersebut untuk melakukan Pap smear secara rutin setiap enam bulan
Merujuk pasien ke dokter spesialis kandungan dan onkologi
Menasihati wanita tersebut untuk menerima vaksin HPV untuk mencegah infeksi di masa depan
Perempuan 37 tahun P3A0 datang ke puskesmas dengan keluhan keluar bercak darah dari kemaluan setelah berhubungan suami istri sejak 2 minggu lalu. Pada pemeriksaan spekulum tampak 1 buah massa berwarna merah keluar dari orifisium uteri eksternum, ukuran sekitar 1x1 cm, permukaan massa rata, permukaan serviks licin. Apakah diagnosis paling mungkin pada kasus ini?
Mioma Geburt
Karsinoma serviks
Polip Serviks
Kista Nabothi
Kista Gartner
Seorang perempuan hamil berusia 41 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar benjolan di anus sejak 5 hari terakhir. Benjolan dirasakan hilang timbul. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Inspeksi area anus tampak benjolan saat mengejan namun dapat masuk kembali secara spontan, benjolan ukuran biji kacang, mukosa licin, tidak nyeri. Apakah faktor resiko yang paling mungkin menyebabkan kasus di atas terjadi?
Usia
Wanita
Hamil
Obesitas
Perilaku Seksual
Seorang perempuan berusia 62 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan teraba benjolan keluar dari vagina, riwayat menopause 8 tahun yang lalu, disertai perasaan penuh di bagian perut bawah dan tidak puas jika buang air besar. Riwayat persalinan normal 6 kali, pada pemeriksaan fisis tanda vital tekanan darah 140/80 mmHg, denyut nadi 98x/menit, pernapasan 18x/ menit , suhu 36,8 0C. Pada pemeriksaaan ginekologi tampak penonjolan daerah vagina. Apakah diagnosis yang tepat?
Prolaps uteri
Sistokel
Rektokel
Kista bartholini
Uretritis
Seorang perempuan berusia 62 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan teraba benjolan keluar dari vagina, riwayat menopause 8 tahun yang lalu, disertai perasaan penuh di bagian perut bawah dan tidak puas jika buang air besar. Riwayat persalinan normal 6 kali, pada pemeriksaan fisis tanda vital tekanan darah 140/80 mmHg, denyut nadi 98x/menit, pernapasan 18x/ menit , suhu 36,8 0C pemeriksaaan ginekologi tampak penonjolan daerah vagina. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Marsupialisasi
Biopsi eksisi
Histerektomi transvaginal
Kolporafi anterior
Kolporafi posterior
Seorang Perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan hasil pemeriksaannya menunjukkan IMT 16,9 kg/m2, LLA 19 cm. Pada pemeriksaan tanda vital di dapatkan tekanan darah 110/70 mmhg , denyut nadi 85x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,3o C. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Bumil KEK
Hiperemesis
Marasmus
Kwarsiorkor
Gizi kurang
Seorang perempuan berusia 37 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan tidak dapat menahan kentut dan buang air besarnya setelah melahirkan. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisis didapatkan ada robekan di sekitar anus. Penyebab paling sering terjadinya kasus di atas adalah
Infeksi disekitar anus
Trauma akibat hubungan seksual
Hemoroid yang pecah
Feses yang keras
Trauma persalinan
Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat perut bagian bawah yg dirasakan dua minggu dan memberat 1 hari terkahir. Keluhan disertai mual dan muntah. Pasien mengatakan haid tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan massa pada dinding abdomen dan nyeri tekan dan nyeri lepas, pemeriksaan USG didapatkan edema ovarium dan lokasi tidak abnormal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Torsi ovarium
Ruptur ovarium
Kista ovarium
Kista endometrium
Apakah etiopatogenesis yang mendasari kelainan pada kasus ini?
Virus HPV 16 dan 18 menyebabkan terjadinya metaplasia pada sel skuamos pada zona transformasi serviks (squamo- columnar junction)
Sisa duktus mesonefridikus Wolfii yang tidak mengalami regresi secara sempurna pada dinding lateral-anterolateral vagina hingga vulva dekat urethra
Mutasi genetik menyebabkan produksi estrogen pada miometrium bertambah signifikan sehingga menyebabkan peningkatan proliferasi sel miometrium
Adanya pengaruh inflamasi kronik pada epitel endoserviks sehingga membentuk lesi polipoid
Akumulasi sekret mukosa yang dikeluarkan dari epitel kolumnar sehingga membentuk kista retensi pada kelenjar nabothi serviks
Apakah penyebab kondisi kehamilan risiko tinggi sesuai skenario tersebut?
Terlambat dirujuk
Hamil terlalu sering
Terlambat mengambil keputusan
Terlambat ditangani dan usia terlalu muda
Terlambat ditangani dan jarak kehamilan terlalu dekat
Apakah pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi kelainan pada saat kehamilan sesuai kasus ?
Pemeriksaan amniocentesis pada trimester ke-III
Pemeriksaan USG prenatal pada usia gestasi 18 minggu
Pemeriksaan USG prenatal sejak trimester pertama
Pemeriksaan babygram prenatal trimester ketiga
Pemeriksaan genetik pada usia gestasi 18 minggu
Apakah upaya pencegahan yang dilakukan oleh dokter puskesmas pada pasien tersebut ?
Health promotion
Specific protection
Early diagnosis and prompt treatment
Disability limitation
Rehabilitation
Apakah kemungkinan penyebab robekan di perineum pada kasus ?
Partus presipitatus
Kehamilan pertama
Post term
Bayi besar
Kelainan letak
Bagaimana patomekanisme terjadinya kelainan pasien tersebut?
Terjadinya hipertrofi dan hiperplasia lapisan otot sirkular dan longitudinal pada pilorus
Terjadinya kegagalan rekanalisasi usus saat embriologi
Terjadi akibat imaturitas dari sfingter esofagus inferior pada bayi
Terjadinya keadaan aganglionik pada intestinal, terutama bagian distal usus
Adanya defek dalam perkembangan foregut menjadi esofagus serta trakea secara sempurna pada usia kehamilan 4-5 minggu
