wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kegawatdaruratan Maternal

Total questions: 14

Worksheet time: 14mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan umur 24 tahun, GIP0A0, UK 10 minggu 3 hari, datang ke PONED dengan keluhan mual muntah. Anamnesis bidan:  perdarahan sejak 2 hari yang lalu, tadi pagi keluar gumpalan warna kecoklatan disertai gelembung, tidak nyeri. Hasil pemeriksaan ibu tampak anemis, T 90/60 mmHg, N 110x/menit, S 36,7̊C, P 24 x/menit, TFU pertengahan pusat dan simfisis. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Kehamilan Ektopik Terganggu

b)

  Mola Hidatidosa

c)

Missed abortion

d)

Abortus Habitualis

e)

Abortus Imminens

2.

Seorang perempuan umur 19 tahun, GIP0A0, usia kehamilan 8 minggu 2 hari, datang ke PMB dengan keluhan mual muntah sejak usia kehamilan 4 minggu. Hasil anamnesis: muntah semakin parah sehingga tidak ada makanan yang dapat dikonsumsi. Hasil pemeriksaan: KU lemah, T 90/70 mmHg, N 120 x/menit, S 36,5C, P 20 x/menit, foetor ex ore, TFU belum teraba. Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?

a)

Kehamilan Ektopik Terganggu

b)

Mola hidatidosa

c)

Nausea vomiting

d)

Abortus habitualis

e)

Hiperemesis gravidarum

3.

Seorang perempuan umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke PMB dengan keluhan mengeluarkan cairan encer dari vagina sejak semalam. Hasil anamnesis: tidak merasakan kontraksi dan tidak ada pengeluaran lain dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 84 x/mnt, S 38 °C, P 24x/mnt, tidak teraba his. PD: tampak cairan jernih pervaginam, tidak tampak lendir bercampur darah, pembukaan serviks 3 cm, penipisan 50 %, selaput ketuban negatif, belum teraba denominator, dan penurunan bagian terendah di H-II. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Inpartu kala II

b)

Ketuban Pecah Dini

c)

Inpartu Kala I fase aktif

d)

Ketuban Pecah Prematur

e)

Inpartu kala I fase aktif memanjang

4.

Seorang perempuan umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke PMB dengan keluhan mengeluarkan cairan encer dari vagina sejak semalam. Hasil anamnesis: tidak merasakan kontraksi dan tidak ada pengeluaran lain dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 84 x/mnt, S 38°C, P 24x/mnt, palpasi fundus teraba bagian lunak dan bulat, di bagian bawah teraba bagian bulat dan keras, his 2x/10’/20”, DJJ 126 x/menit, tidak teraba his. PD: tampak cairan jernih pervaginam, tidak tampak lendir bercampur darah, pembukaan serviks 3 cm, penipisan 50%, selaput ketuban negatif, belum teraba denominator, dan penurunan bagian terendah di H-II. Asuhan apakah yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan agar pembukaan cepat bertambah

b)

Mulai melakukan observasi dengan menggunakan partograf

c)

Pantau Ibu setiap 30 menit menggunakan lembar observasi

d)

Pasang infuse dan observasi keadaan umum ibu

e)

Melakukan rujukan

5.

Seorang perempuan umur 24 tahun, G2P0A1, usia kehamilan 37 minggu, datang ke PMB dengan keluhan perutnya terasa mulas-mulas. Hasil anamnesis: kontraksi masih jarang dan sudah keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,8°C, P 24 x/menit, palpasi fundus teraba bagian lunak dan bulat, di bagian bawah teraba bagian bulat dan keras, his 2x/10’/20”, DJJ 126 x/menit. PD: tampak darah bercampur lendir pervaginam, pembukaan serviks 1 cm, penipisan 25%, selaput ketuban (+), dan penurunan bagian terendah H-I. Asuhan apakah yang tepat untuk kasus dtersebut?

a)

Sarankan pulang dulu dan kembali lagi setelah rasa sakitnya bertambah

b)

Bantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman

c)

Lakukan pemantauan dengan menggunakan lembar observasi

d)

Anjurkan ibu tidur miring ke kiri

e)

Melakukan rujukan

6.

Seorang perempuan umur 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke PMB dengan keluhan perutnya terasa mulas-mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir, dan belum keluar air ketuban. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 76 x/menit, S 36,7°C, P 24 x/menit, palpasi fundus teraba bagian lunak dan bulat, di bagian bawah teraba bagian bulat dan keras, kontraksi 2x/10’/40”, DJJ 140 x/mnt. PD: pembukaan serviks 3 cm, penipisan 25%, selaput ketuban (+), tidak ada molase, penurunan bagian terendah H-II. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan bidan pada 30 menit kemudian?

a)

DJJ, Kontaksi uterus, tensi, nadi, suhu

b)

DJJ, nadi, kontraksi uterus

c)

DJJ, kontraksi uterus, TTV

d)

DJJ, kontraksi uterus, nadi, tensi, suhu, ketuban

e)

DJJ, kontraksi uterus, nadi, tensi, suhu, PD

7.

Seorang perempuan umur 32 tahun, P10001, datang ke PMB dengan keluhan nyeri jahitan pada perineum sehingga merasa terganggu saat beraktivitas. Hasil anamnesis: melahirkan secara spontan 7 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5ºC, P 24x/menit. Palpasi TFU 2 jari di atas simfisis, kontraksi uterus keras, ASI keluar lancar, lokia serosa, luka perineum bersih, tidak ada jahitan yang terbuka, tidak ada tanda infeksi. Konseling apakah yang tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

Gizi

b)

ASI

c)

Mobilisasi

d)

KB

e)

Perawatan genitalia

8.

Seorang perempuan umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke PMB dengan keluhan merasa mulas-mulas yang semakin lama semakin sering. Hasil anamnesis: sudah keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir dan belum pecah ketuban. Hasil pemeriksaan: T 120/80 mmhg, N 80 x/menit, S 36,70C, P 20 x/menit, TFU 33 cm, palpasi fundus teraba bagian lunak dan bulat, di bagian bawah teraba bagian bulat dan keras, kontraksi 2x/10’/25”, DJJ 140 x/menit. PD: Ø 4 cm, penipisan 50%, selaput ketuban utuh, denominator sutura sagitalis melintang, penurunan kepala H-II. Setelah diobservasi 4 jam kemudian, tidak terdapat kemajuan dalam pembukaan, kontraksi 3x/10’/25”. Bidan memutuskan untuk melakukan rujukan. Faktor apakah yang menyebabkan kemacetan pada kasus tersebut?

a)

Power

b)

Psikologis

c)

Passage

d)

Passenger

e)

Penolong

9.

Seorang perempuan umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke PMB dengan keluhan merasa mulas-mulas yang semakin lama semakin sering. Hasil anamnesis: sudah keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir dan ketuban belum pecah. Hasil pemeriksaan: KU baik, T 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,70C, P 20 x/menit. TFU 33 cm, palpasi fundus teraba bagian lunak dan bulat, di bagian bawah teraba bagian bulat dan keras, kontraksi 2x/10’/25”, DJJ 140 x/menit, PD: Ø 4 cm, penipisan 50%, selaput ketuban utuh, denominator sutura sagitalis melintang, penurunan bagian terendah H-II. Asuhan apakah yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Observasi inpartu

b)

Melakukan rujukan

c)

Memberikan uterotonika

d)

Melakukan pemasangan infus RL

e)

Menganjurkan ibu untuk bedrest

10.

Seorang perempuan umur 19 tahun, belum menikah, datang ke PMB dengan keluhan belum pernah menstruasi. Hasil anamnesis: setiap bulan merasakan nyeri di perut bagian bawah mulai awal menstruasi hingga selama menstruasi berlangsung. Hasil pemeriksaan: KU lemah, T 100/60 mmHg, N 92 x/menit, S 36oC, P 20 x/menit. Wajah dan konjungtiva tampak pucat, tidak terdapat pembesaran abnormal pada payudara, perut membesar dengan TFU 3 jari di bawah pusat serta teraba lunak dengan balotemen (-).  Hasil pemeriksaan rektal menunjukkan hymen menonjol dan berwarna hitam kebiruan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Amenore

b)

Hipermenore

c)

Hipomenore

d)

Dismenore

e)

Kriptomenore

11.

Seorang perempuan umur 19 tahun, belum menikah, datang ke PMB dengan keluhan belum pernah menstruasi. Hasil anamnesis: setiap bulan merasakan nyeri di perut bagian bawah mulai awal menstruasi hingga selama menstruasi berlangsung. Hasil pemeriksaan: KU lemah, T 100/60 mmHg, N 92 x/menit, S 36oC, P 20 x/menit. Wajah dan konjungtiva tampak pucat, tidak terdapat pembesaran abnormal pada payudara, perut membesar dengan TFU 3 jari di bawah pusat serta teraba lunak dengan balotemen (-).  Hasil pemeriksaan rektal menunjukkan hymen menonjol dan berwarna hitam kebiruan. Apakah penyebab pembesaran perut  pada kasus tersebut?

a)

Tumor jinak

b)

Cairan di rongga abdomen

c)

Kista ovarii

d)

Darah tertahan di kavum

e)

Gumpalan darah di kanalis vaginalis

12.

Seorang perempuan umur 19 tahun, belum menikah, datang ke PMB dengan keluhan belum pernah menstruasi. Hasil anamnesis: setiap bulan merasakan nyeri di perut bagian bawah mulai awal menstruasi hingga selama menstruasi berlangsung. Hasil pemeriksaan: KU lemah, T 100/60 mmHg, N 92 x/menit, S 36oC, P 20 x/menit. Wajah dan konjungtiva tampak pucat, tidak terdapat pembesaran abnormal pada payudara, perut membesar dengan TFU 3 jari di bawah pusat serta teraba lunak dengan balotemen (-).  Hasil pemeriksaan rektal menunjukkan hymen menonjol dan berwarna hitam kebiruan. Data obyektif apakah yang menjadi petunjuk diagnosis pada kasus tersebut?

a)

Hematoma

b)

Hematoma vulva

c)

Hematometra

d)

Hematokolpos

e)

Hematosalping

13.

Seorang perempuan umur 19 tahun, belum menikah, datang ke PMB dengan keluhan belum pernah menstruasi. Hasil anamnesis: setiap bulan  merasakan nyeri di perut bagian bawah mulai awal menstruasi hingga selama menstruasi berlangsung. Hasil pemeriksaan: KU lemah, T 100/60 mmHg, N 92 x/menit, S 36oC, P 20 x/menit. Wajah dan konjungtiva tampak pucat, tidak terdapat pembesaran abnormal pada payudara, perut membesar dengan TFU 3 jari di bawah pusat serta teraba lunak dengan balotemen (-).  Hasil pemeriksaan rektal menunjukkan hymen menonjol dan berwarna hitam kebiruan. Tindakan kolaboratif apakah yang sesuai dengan kasus tersebut?

a)

Kauterisasi

b)

Insisi himen

c)

Hymenektomi

d)

Radiasi hymen

e)

Ekstirpasi hymen

14.

Seorang perempuan umur 20 tahun, belum menikah, datang ke PMB dengan keluhan merasakan adanya benjolan di payudara kiri. Hasil anamnesis: klien mengatakan benjolan dirasakan sejak 4 bulan yang lalu dan tanpa disertai nyeri. Hasil pemeriksaan: benjolan memiliki batas yang jelas, mudah digerakkan, licin, sama sekali bebas dari jaringan payudara sekitarnya. Papilla mamae tidak memperlihatkan ada perubahan dan sama sekali tidak nyeri spontan atau nyeri tekan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Piget disease

b)

Abses mammae

c)

Kanker payudara

d)

Kista sarcoma filodes

e)

Fibroadenoma mammae