NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsPembekalan UKOM KMB 2025
Total questions: 53
Worksheet time: 40mins
Name
Class
Date
1.
Seorang perempuan, umur 45 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan kepala merasa pusing, jantung berdebar- debar dan semalam tidak bisa tidur. Klien mengatakan satu minggu ini sibuk mempersiapkan anaknya yang akan menikah. Perawat akan mengajarkan relaksasi nafas dalam untuk mengatasi gejala fisik klien. Apakah tindakan yang dilakukan sesuai kasus tersebut?
a)
Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
b)
Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut
c)
Ciptakan lingkungan yang tenang dan usahakan tetap rileks
d)
Klien bernafas melalui hidung dan hembuskan melalui mulut
e)
Manarik nafas dengan hudung dan mengisi paru-paru dengan udara
2.
Seorang perempuan, umur 39 tahun di rawat di RS karena nyeri dada selama 9 menit setelah melakukan olah raga senam aerobik. Hasil pengkajian menunjukkan TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, suhu 36,5 °C, frekuensi napas 29 x/menit. Apakah rencana keperawatan pada kasus tersebut?
a)
Berikan oksigen
b)
Pasang EKG
c)
Anjurkan untuk tirah baring
d)
D. Anjurkan untuk napas dalam
e)
Kolaborasi pemberian analgetik
3.
Seorang perempuan, umur 20 tahun, dirawat di RS dengan diare 8 kali sehari. Pasien mengeluh haus, badannya terasa lemas, mengantuk dan pasien takut. Hasil pemeriksaan didapatkan keadaan umum lemah, TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 66 x/menit, suhu 38,6° C, frekuensi napas 20 x/menit, mata cekung dan turgor kulit menurun. Pasien mendapatkan infus NaCL. Apakah evaluasi dari tindakan yang dilakukan pada kasus tersebut?
a)
Tanda-tanda vital dalam batas normal
b)
Intake dan output cairan seimbang
c)
Konsistensi feses padat
d)
Diare berkurang
e)
Cemas menurun
4.
Seorang Perempuan, umur 40 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis DM tipe II. Pasien mengatakan sudah menderita DM selama 5 tahun, kontrol gula darah dan minum obat anti diabetik (OAD) yang diberikan tidak teratur. Pasien kadang minum obat herbal. Hasil pemeriksaan menunjukkan GDS 320 mg/dL, tampak gelisah. Apakah intervensi yang paling tepat pada kasus di atas?
a)
Memberikan edukasi 5 Pilar DM.
b)
Memberikan edukasi pentingnya OAD.
c)
Memberikan edukasi deteksi dini komplikasi DM.
d)
Menganjurkan melakukan diit ketat.
e)
Menganjurkan melakukan olah raga teratur.
5.
Seorang laki laki, umur 35 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis DHF. Pasien mengeluh lemas, demam sudah 3 hari, mual, muntah 3 x/perhari, makan hanya 3 sendok, badan terasa pegal pegal, rasa haus. TD 100/70 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 90x/menit, suhu 38°C, bibir pecah pecah, turgor kulit tidak elastis. HB 17 g/dl, trombosist 100/ul, hematrokrit 57%. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
a)
Keletihan
b)
Defisit nutrisi
c)
Hipertermi
d)
Risiko hipovolemia
e)
Hipovolemia
6.
Seorang laki-laki, umur 50 tahun,dirawat di RS dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 bulan. Hasil pengkajian, buang air kecil seperti air teh, nyeri abdomen kanan atas, tampak ikterik. Perawat melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan adanya pembesaran hepar atau tidak. Bagaimanakah metode pemeriksaan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
perkusi
b)
Palpasi
c)
Inspeksi
d)
Observasi
e)
Auskultasi
7.
Seorang laki-laki, umur 37 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis ototis media. Pasien mengeluh vertigo, kepala pusing dan merasakan benda-benda disekitarnya bergerak memutar atau naik turun, mual, muntah dan telinga berdenging. Hasil pengkajian menunjukkan nafsu makan menurun, nadi lemah, dan penglihatan kabur. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Risiko jatuh
b)
Nyeri akut
c)
Nyeri kronis
d)
Nausea
e)
Gangguan rasa nyaman
8.
Seorang laki-laki, umur 20 tahun, datang ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran. Keluarga mengatakan pasien demam sejak 3 hari yang lalu dan ada kejang, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 84x/menit, frekuensi napas 26x/menit, suhu 39,5°. Perawat sedang melakukan pemasangan infus, intravena kateter sudah terpasang dan akan disambungkan dengan selang infus, tiba-tiba pasien kejang. Apakah yang harus dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
a)
Meneruskan pemasangan infus
b)
Memasang pengaman tempat tidur
c)
Memposisikan tidur miring
d)
Meminta keluarga memegangi pasien
e)
Melaporkan pada perawat penanggung jawab
9.
Seorang laki-laki, umur 39 tahun datang ke Poliklinik mata dengan diagnosis glukoma. Pasien mengeluh pengelihatan menurun, mata terasa sakit dan perih, tidak nafsu makan, mual, lemah. Hasil pengkajian ekspresi murung, lapang pandang menyempit, fotofobia, TD 130/100 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
a)
Berikan manajemen nyeri
b)
Anjurkan mengurangi aktifitas fisik
c)
Motivasi memenuhi kebutuhan nutrisi
d)
Bantu kebutuhan aktifitas sehari-hari pasien
e)
Anjurkan pasien mengurangi mengangkat benda berat
10.
Seorang perempuan, umur 42 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Menahun. Pasien mengeluh sakit kepala, nafsu makan menurun, lemah, batuk, dahak sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan ronkhi (+), frekuensi napas 30 x/menit, TD 130/80 mmHg. Saat ini, perawat telah selesai memberikan terapi inhalasi. Apakah evaluasi kepearwatan pada kasus tersebut?
a)
Suara napas
b)
Respirasi Rate
c)
Adanya rasa mual
d)
Adanya rasa nyeri kepala
e)
Adanya keluhan sesak napas
11.
Seorang perempuan umur 52 tahun, dirawat di RS dengan TB Paru. Hasil pemeriksaan sputum menunjukkan hasil BTA positif sehingga pasien diharuskan pindah ke ruangan lain, bergabung bersama pasien penyakit TB paru. Pasien menolak dipindah dengan alasan sudah nyaman dengan ruangan yang sekarang. Bagaimana sikap perawat menghadapi pasien pada kasus tersebut?
a)
Menuruti kemauan pasien
b)
Mengajak keluarga agar membujuk pasien
c)
Menjelaskan bahwa ruangan yang baru lebih nyaman
d)
Menjelaskan bahwa dengan pemindahan tersebut akan segera sembuh
e)
Menjelaskan pentingnya pemindahan tersebut pada pasien
12.
Seorang perempuan, umur 56 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis stroke hemoragic. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien masih lemah, hemiparese pada ekstremitas, saat perawat melakukan palpasi terdapat kontraksi otot namun tidak ada gerakan. Berapakah nilai kekuatan otot pada kasus tersebut?
a)
2
b)
3
c)
4
d)
5
e)
1
13.
Hemoragic. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien kesulitan menelan. Pasien mendapatkan program pemasang NGT. Perawat baru saja memasukkan selang NGT sampai tanda batas yang diukur. Apakah langkah selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Memastikan kepatenan posisi NGT di lambung
b)
Melakukan fiksasi selang NGT
c)
air putih ke dalam selang NGT
d)
Memberikan makanan diit cair melalui NGT
e)
Menyiapkan makanan cair sesuai dit
14.
Seorang perempuan, umur 50 tahun, di rawat di RS dengan gagal ginjal kronik. Pasien mengeluh pusing, lemas, mual, ingin muntah serta mengatakan kaki bengkak sudah 1 minggu. Hasil laboraturiun: ureum 80 mg/dl (7-18 mg/dl) dan kreatinin 7 mg/dl (normal: 0,6-1,2 m/dl). Pasien sudah 20 kali menjalani hemodialisa. Saat ini, pasien menangis dan mengatakan masih merasa takut saat akan diakses AV shunt. Apakah respon perawat yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Apa yang Ibu rasakan saat ini?
b)
Ibu, mari kita mulai akses supaya HD bisa lancar.
c)
Ibu sudah bukan pertama kali HD apa yang ibu cemaskan?
d)
Baik Ibu, saya akan menunggu Ibu tenang terlebih dahulu
e)
Ibu, mari kita nafas panjang supaya relaks sebelum akses dilakukan
15.
Seorang perempuan 30 tahun mengaku hamil 38 minggu, datang memeriksakan kehamilan Poli Kandungan, dengan keluhan adanya peningkatan frekuensi berkemih baik pada siang hari maupun malam hari, sehingga tidurnya terganggu karena sering terbangun untuk buang air kecil. Perawat melakukan edukasi pada ibu . Apakah informasi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
ganti underware setiap selesai buang air kecil
b)
anjurkan minum suplemen vitamin
c)
atur kegiatan dengan jeda istirahat
d)
batasi minum saat akan tidur
e)
batasi aktivitas rutin
16.
Seorang laki-laki, umur 38 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis HIV/AIDS. Pasien mengeluh nyeri menelan, mulut nampak kotor dan putih-putih, tidak nafsu makan dan badan terasa lemah. Perawat sedang melakukan prosedur tindakan memasang selang nasogastric. Perawat telah mengolesi jeli pada ujung selang NGT. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Memastikan patensi lubang hidung
b)
Memposisikan pasien setengah duduk dengan kepala sedikit di tekuk ke depan
c)
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
d)
Memasukkan NGT melalui hidung secara perlahan sampai batas yang telah ditentukan
e)
Melakukan fiksasi NGT pada hidung dengan menggunakan plester
17.
Seorang laki-laki, umur 20 tahun, diagnosis medis encefphalitis, dirawat di RS dengan penurunan kesadaran sejak 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: GCS E2V2M4, demam, kejang, tampak adanya gerakan infolunter. Saat ini pasien ditempatkan diruang isolasi. Apakah tujuan dari penempatan pasiaen di ruang tersebut?
a)
Mengurangi stimulus
b)
Menjaga keamanan pasien
c)
Mencegah penyebaran infeksi
d)
Mengurangi tekanan intra kranial
e)
Memaksimalkan terapi dan perawatan
18.
Seorang laki-laki, umur 35 tahun, dirawat di RS sejak dua hari yang lalu dengan diagnosis trauma ginjal. Pasien mengeluh pinggang terasa sakit. Hasil pemeriksaan didapatkan TD 110/70mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 20x/menit dan suhu 36,5°C. Pasien telah dilakukan pemasangan kateter. Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?
a)
Berikan analgetik.
b)
Monitor area trauma.
c)
Batasi jumlah minum pasien.
d)
Monitor jumlah dan warna urin
e)
Monitor keluhan saat berkemih.
19.
Seorang perempuan umur 30 tahun, di rawat di RS dengan diagnosis medis tumor ginjal. Pasien mengeluh badannya lemas, terdapat edema pada area kaki dan tangan. Pasien tampak menyendiri dan tidak mau dikunjungi selama perawatan oleh siapapun.Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Membujuk pasien agar mau dikunjungi tamu
b)
Memberikan dukungan doa didekat pasien
c)
Memarahi pasien karena terlalu bawa perasaan
d)
Meminta keluarga untuk mendampingi
e)
Memberikan kesempatan untuk pasien menenangkan diri
20.
Seorang laki-laki, umur 30 tahun, dirawat di RS dengan trauma kepala sejak dua hari yang lalu. Hasil pemeriksaan, TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 16x/menit. Pasien terlihat mengantuk tetapi masih dapat dibangunkan dengan perintah.Apakah tingkat kesadaran pasien pada kasus tersebut ?
a)
Apatis
b)
Derilium
c)
Somnolen
d)
Stupor
e)
Koma
21.
Seorang laki-laki, umur 34 tahun, dirawat di RS dengan gastroenteristis akut. Pasien mengeluh buang air besar lebih dari 5 kali sehari dengan konsistensi cair, mual dan muntah lebih dari 3 kali sehari. TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit, frekuensi napas 24x/mnt, suhu 37.2°C. Perawat akan melaksanakan pemasangan infus, perawat sudah berada didekat pasien dan sudah melakukan informed consent.. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
a)
Mencuci tangan
b)
Memasang torniquet
c)
Melakukan penusukan vena
d)
Menentukan lokasi penusukan
e)
Mendesinfeksi area penusukan
22.
Seorang laki-laki, umur 64 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Stroke. Pasien mengeluh kaki dan tangan kanan terasa berat dan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien bedrest total, mengeluh pusing, tampak lesi dan kulit kemerahan di sekitar area bokong, kedalaman lesi mencapai lapisan dermis, tidak ada pus pada area lesi, TD 180/100mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,9°C. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Merubah posisi miring kiri dan kanan tiap 2 jam
b)
Memasang buli-buli panas di area bokong
c)
Memberikan kompres air hangat di axila
d)
Mengobservasi tanda-tanda vital
e)
Melatih Range of Motion
23.
Seorang laki-laki, umur 20 tahun, diagnosis medis encefphalitis, dirawat di RS dengan penurunan kesadaran sejak 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: GCS E2V2M4, demam, kejang, tampak adanya gerakan infolunter. Saat ini pasien ditempatkan diruang isolasi. Apakah tujuan dari penempatan pasien di ruang tersebut?
a)
Mengurangi stimulus
b)
Menjaga keamanan pasien
c)
Mencegah penyebaran infeksi
d)
Mengurangi tekanan intra kranial
e)
Memaksimalkan terapi dan perawatan
24.
Seorang perempuan, umur 59 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Ca Colon post operatif pembuatan stoma. Pasien mengeluh adanya bau feses di area stoma dan belum tahu bagaimana mengganti kantong stoma. Hasil pemeriksaan terdapat rembesan feses dengan konsistensi semi cair. Perawat melakukan penggantian kantong stoma. Saat ini, perawat sudah membuka kantong stoma secara hati-hati. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Meletakkan bengkok di samping pasien.
b)
Membersihkan stoma dan area sekitar stoma.
c)
Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma.
d)
Membuang kantong stoma kotor dalam bengkok (plastik sampah).
e)
Menggunting base plate kantong sesuai dengan ukuran stoma.
25.
Seorang perempuan, umur 21 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis fraktur femur sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengeluh nyeri dan cemas karena rencana operasi yang akan dilakukan. Hasil pemeriksaan didapatkan tampak gelisah, murung, TD 110/80mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 37,2°C Apakah tindakan keperawatan tepat pada kasus tersebut?
a)
Membatasi pengunjung
b)
Menganjurkan keluarga untuk mendampingi pasien
c)
Mengatur posisi yang nyaman
d)
Memberikan motivasi untuk menyetujui operasi
e)
Melatih relaksasi napas dalam
26.
Seorang laki-laki, umur 64 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Stroke. Pasien mengeluh kaki dan tangan kanan terasa berat dan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien bedrest total, mengeluh pusing, tampak lesi dan kulit kemerahan di sekitar area bokong, kedalaman lesi mencapai lapisan dermis, tidak ada pus pada area lesi, TD 180/100mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,9°C. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Merubah posisi miring kiri dan kanan tiap 2 jam
b)
Memasang buli-buli panas di area bokong
c)
Memberikan kompres air hangat di axila
d)
Mengobservasi tanda-tanda vital
e)
Melatih Range of Motion
27.
Seorang perempuan, umur 59 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Ca Colon post operatif pembuatan stoma. Pasien mengeluh adanya bau feses di area stoma dan belum tahu bagaimana mengganti kantong stoma. Hasil pemeriksaan terdapat rembesan feses dengan konsistensi semi cair. Perawat melakukan penggantian kantong stoma. Saat ini, perawat sudah membuka kantong stoma secara hati-hati. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Meletakkan bengkok di samping pasien.
b)
Membersihkan stoma dan area sekitar stoma.
c)
Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma.
d)
Membuang kantong stoma kotor dalam bengkok (plastik sampah).
e)
Menggunting base plate kantong sesuai dengan ukuran stoma.
28.
Seorang laki-laki usia 65 Tahun mengalami close fraktur tibea destra. Sebelumnya klien riwayat osteoporosis Hasil pemeriksaan di dapatkan TD 180/90 mmhg, frekuensi nadi 92x/menit, frekuensi napas 22x/menit dan area fraktur sudah terpasang fiksasi eksternal. Klien mengeluh nyeri pada daerah fraktur. Pasien diprogramkan untuk dilakukan pemasangan pen setelah mendengar hal itu pasien menangis dan gelisah. Apakah prioritas masalah keperawatan pada pasien di atas?
a)
Gangguan perfusi jaringan ferifer
b)
Gangguan mobilitas fisik
c)
Resiko tinggi infeksi
d)
Nyeri akut
e)
Cemas
29.
Seseorang perempuan usia 62 tahun di rawat di RS dengan diagnosis osteomyelitis, pasien mengeluh bahwa luka dipahanya mengeluarkan nanah yang berbau sejak satu bulan yang lalu hasil pengkajian di dapatkan TD 110/70 mmhg frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 26x/menit dan suhu 39 °C luka dirawat dua kali sehari. Apakah evaluasi prioritas yang harus dilakukan pada kasus diatas?
a)
Kemampuan berambulasi
b)
Kemampuan beraktivitas
c)
Tanda penyebaran infeksi
d)
Nutrisi yang diberikan
e)
Kondisi Nanah
30.
Seorang perempuan, usia 55 tahun di rawat dengan diagnose medis Osteomelitis, klien mengeluh nyeri saat bergerak, keluhan sulit menggerakkan ekstremitas, kekuatan otot menurun, merasa cemas saat bergerak, enggan melakukan pergerakan, sendi kaku, klien gelisah dan sering menanyakan ke perawat apakah penyakitnya bisa disembuhkan, Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a)
Cemas
b)
Nyeri
c)
Gangguan mobilitas fisik
d)
Kurang pengetahuan
e)
Intoleransi aktifitas
31.
Seorang anak perempuan, umur 10 tahun, dibawah orangtuanya ke puskesmas dengan keluhan sudah seminggu tidak mau makan, sulit tidur, menggurung diri dikamar, wajah tampak murung. Hasil pengkajian kepada anak dan ibu menunjukkan bahwa seminggu sebelumnya anak mendapatkan kekerasan dan ayah tirinya. Apakah tindakan keperawatan utama kepada anak tersebut
a)
Ajak anak untuk berbicara
b)
Berikan semangat pada anak
c)
Ajarkan ibu agar dapat membantu anaknya
d)
Bantu anak agar dapat mengekspresikan perasannya
e)
Jelaskan pada ibu untuk menjauhkan anak dan ayah tirinya
32.
Seorang perempuan, umur 52 tahun, dirawat di RS dengan diagnose medis retensio urine. Kateter urine telah dipasang selama 2 ahri. Pasien meminta untuk dicabut saja, karena selama terpasang merasa tidak bisa menjalankan ibadah spiritualnya. Apakah langkah awal yang tepat dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
a)
Mengkonsulkan kepada petugas rohani
b)
Mengobservasi kemampuan berkemih
c)
Menjelaskan tujuan pemasangan
d)
Menghubugi dokter
e)
Melepaskan alat
33.
Seorang perempuan, umur 52 tahun, dirawat di RS dengan diagnose medis retensio urine. Kateter urine telah dipasang selama 2 ahri. Pasien meminta untuk dicabut saja, karena selama terpasang merasa tidak bisa menjalankan ibadah spiritualnya.Apakah langkah awal yang tepat dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
a)
Mengkonsulkan kepada petugas rohani
b)
Mengobservasi kemampuan berkemih
c)
Menjelaskan tujuan pemasangan
d)
Menghubugi dokter
e)
Melepaskan alat
34.
Seorang laki-laki, umur 45 tahun, pasien pascamputasi kiri, dirawat di bangsal orthopedic. Pasien mengatakan “ini bukan diriku lagi dan hidupku akan berakhir”. Apakah komponen konsep diri yang terganggu pada kasus tersebut?
a)
Peran
b)
Identitas
c)
Ideal diri
d)
Harga diri
e)
Citra tubuh
35.
Seorang perempuan, umur 40 tahun, dirawat di RS hari ke-2 pascaapendiktomy. Pasien mengeluh sulit tidur malam akibat penunggu pasien sebelah yang berisik. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien terlihat lemas, kelopak mata terlihat kehitaman, tempat tidur berantakan. Pasien lebih banyak tidur pada siang hari. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Membatasi pengunjung
b)
Merapikan tempat tidur
c)
Mengatur jam tidur pasien
d)
Mengurangi jam tidur siang
e)
Mengajarkan tehnik relaksasi
36.
Seorang laki-laki, umur 40 tahun, di rawat di RS pascalaparatomi 1 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum pasien baik, eksresi wajah meringis, skala nyeri 8 (1-10), TD 130/70 mmHg dan frekuensi nadi 180x/menit. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Kaji skala nyeri
b)
Ukur tanda vital
c)
Berikan analgetik
d)
Ajarkan tehnik relaksasi
e)
Ajarkan tehnik mobilisasi dini
37.
Seorang laki-laki, umur 74 tahun, dirawat di RS Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil sejak 4 hari yang lalu, buang air kecil 5-6 kali pada malam hari, tidur malam 2 jam dan bangun dalam kondisi pusing, nafsu makan menurun dan merasa mual. Hasil pemeriksaan didapatkan nyeri tekan pada supra dengan intensitas nyeri skala 8 hilang timbul, TD 150/90mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 36,5’C. Apakah prioritas masalah keperawatan pada kasus tersebut?
a)
Nyeri akut
b)
Gangguan pola tidur
c)
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
d)
Resiko kekurangan volume cairan
e)
Gangguan pola eliminasi inkontinensia
38.
Seorang laki-laki, umur 59 tahun, pasien gagal ginjal kronik, dilakukan hemodialysis yang ke 58 kali. Hasil pengkajian didaptkan TD 130/90mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,5’C,BB 60 kg, urine 600ml/24 jam. Perawat akan menghitung balance cairan. Saat ini, perawat sudah menghitung input cairan. Apakah langkah tindakan selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?
a)
Menghitung jumlah total output
b)
Mengobservasi warna urine
c)
Menghitung pernapasan
d)
Mengukur suhu
e)
Mengukur nadi
39.
Seorang perempuan, umur 50 tahun, dirawat di RS dengan diagnose stroke hemoragik sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pengkajian pasien tirah baring, sacrum tampak kamerahan dan terasa oanas. Pemeriksaan tanda vital menunjukan TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Ganti alat tenun
b)
Ubah posisi tiap 2 jam
c)
Lakukan massage tiap 2 jam
d)
Rawat daerah yang tertekan
e)
Gunakan kasur anti decubitus
40.
Seorang laki-laki, umur 30 tahun, dirawat di RS dengan keluahan pusing dan lemas karena perdarahan. Pasien memerlukan transfuse darah tetapi perawat tidak mendapatkan persetujuan dengan pasien walaupun perawat menjelaskan tujuan tindakan tersebut. Apakah prinsip legal etik pada kasus tersebut?
a)
Verify
b)
Justice
c)
Autonomi
d)
Benefic lence
e)
Nonmaleficience
41.
Seorang bayi perempuan, umur 1 bulan, dirawat di RS dengan atresia ani. Bayi telah dilakukan operasi pembuatan stoma. Hasil pengkajian didapatkan terdapat luka stoma vital pada abdomen dan tampak produksi fases pada stomabag. Perawat akan melakukan perawatan stoma dan sudah membuka stomabag yang sudah terisi faces. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Menempelkan stomabag baru
b)
Membersihkan luka dengan air hangat
c)
Membersihkan luka stoma dengan caira Nacl
d)
Membersihkan daerah sekitar stoma dengan kasa kering
e)
Menggunting lubang stomabag baru sesuai dengan ukuran stoma
42.
Seorang laki-laki, umur 60 tahun, dirawat di RS dengan keluhan sesak napas. Saat sedang tertidur pada malam hari, pasien tiba-tiba terbangun dan mengalami kesulitan bernapas. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung coroner sejak usia 50 tahun. Apakah jenis pernapasan pada kasus tersebut?
a)
Apnea
b)
Orthopnea
c)
Tachypnea
d)
Exertional dyspnea
e)
Paraxismal nocturnal dy spnea
43.
Seorang perempuan, umur 60 tahun, dirawat di RS dengan diare. Pasien mengeluh tidak napsu makan, makan minum hanya sedikit disetai mual muntah, dan terlihat gelisah, pada pengkajian TD 100/80mmHg, frekuensi mnadi 80x/menit, suhu 38’C, pasien mengatkan terapi infus RL 30 tetes/menit. Apakah prioritas tindakan pada kasus tersebut?
a)
Monitor perubahan suhu
b)
Observasi tanda-tanda vital
c)
Observasi masukan nutrisi
d)
Monitor perubahan kesadaran
e)
Ukur keseimbangan cairan per 24 jam
44.
Seorang laki-laki, umur 57 tahun, pasien stroke hemoragik, dirawat di RS di hari ke-14. Selama dirawat dipasang NGT saat ini kesdaran pasien menunjukan compos mentis perawat akan melakukan evaluasi kesiapan pasien untuk melepas selang NGT. Apakah evaluasi utama yang perlu diperhatikan pada kasus tersebut?
a)
Nyeri telan
b)
Bising usus
c)
Tekanan darah
d)
Kemampuan menelan
e)
Kemampuan mobilisasi di tempat tidur
45.
Seorang laki-laki, umur 60 tahun, dirawat di RS dengan diagnose medis stroke. Saat ini, pasien mengeluh sakit kepala, lemas pada tangan dan kaki kanan serta sulit menelan. Hasil pemeriksaan fisik. TD 160/100 mmHg, suhu 36,5’C, frekuensi nadi 98 x/menit, frekuensi napas 22x/menit, kekuatan otot ekstremitas kanan 3. Hasil pemeriksaan CT Scan didapatakan iskemik cerebri. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Intoleransi aktifitas
b)
Tidak efektif pola nafas
c)
Gangguan rasa nyaman nyeri
d)
Gangguan perfusi jaringan serebral
e)
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
46.
Seorang perempuan, umur 66 tahun, dirawat di RS dengan keluhan pendengarannya berkurang sehingga kimunikasi dengan orang lain tidak lancer. Hasil pemeriksaan fisik telinga kiri tersumbat serumen dan perawat bermaksud untuk melakukan tindakan membersihkan serumen, dengan terlebih dahulu memberikan informed concent kepada pasien. Apakah tindakan yang dilakukan pertama kali pada kasus tersebut?
a)
Meminta persetujuan pasien terhadap prosedur ekstraksi serumen
b)
Menjelaskan biaya untuk pelaksanaan prosedur ekstraksi serumen
c)
Menjelaskan tindakan rencana tindakan dan tujuan ekstraksi serumen
d)
Menjelaskan bahaya jika tidak dilakukan tindakan pengangkatan serumen
e)
Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan saat melakukan ekstraksi serumen
47.
Seorang perempuan, umur 53 tahun dirawat di RS hari ketujuh karena stroke. Pasien mengeluh pusing. Tangan dan kaki kanannya lemas dan masih sulit digerakkan , bicara pelo. Hasil pemeriksaan menunjukan TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 0x/menit, suhu 36’C, frekuensi napas 16x/menit. Pasien tampak sering marah karena merasa tidak dimegerti apa yang dikatakan dan diinginkan. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a)
Aktifitas intoleran
b)
Resiko tinggi cedera
c)
Gangguan mobilitas fisik
d)
Gangguan komunikasi verbal
e)
Gangguan perfusi jaringan serebral
48.
Seorang anak laki-laki, umur 16 tahun, dibawah ke RS karena BAB cair lebih dari 10 kali. Keluhan disertai dengan muntah tiga kali dan tidak mau makan. Hasil pemeriksaan didapatkan kondisi anak lemas, mata cekung, bibir kering, turgor kembali lambat, terjadi penurunan BB 1,5 kg, berat badan sebelum 13 kg, frekuensi nadi 110x/menit, suhu 38,8’C, frekuensi napas 40x/menit. Apakah intervensi keperawatan kolaboratif utama pada kasus tersebut?
a)
Pasang NGT
b)
Periksa elektrolit
c)
Berikan antibiotic
d)
Cairan parenteral
e)
Pemberian antipiretik
49.
Seorang perempuan, umur 60 tahun, tinggal di panti werda. Hasil pengkajian menunjukan TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 24x/menit. Suhu 37.0’C. klien tampak bingung. Tidak mengetahui hari tanggal bulan dan tahun. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Tempatkan jam yang berbunyi didekat tempat tidur
b)
Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi masa (korban, TV , radio)
c)
Gunakan papan nama yang dapat dibaca dengan )jelas pada setiap petugas
d)
Beri nama/petunjuk/tanda yang jelas pada ruangan/kamar
e)
Orientasikan klien pada barang milik pribadi
50.
Seorang laki-laki, umur 45 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis kanker nasopharing stadium 3. Pasien diprogramkan untuk dilakukan kemoterapi tapi merokok Bagaimanakah respons perawat yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Lapor pada kepala ruangan
b)
Menuruti keinginan pasien
c)
Melaporkan pada dokter penangung jawaban pasien
d)
Meminta kepada keluarga memberitahu pasien
e)
Menjelaskan pada pasien manfaat dan dampak pada kemoterapi
51.
Seorang perempuan, umur 45 tahun, didiagnosa menderita Ca serviks stadium IIIB. Hasil pengkajian, pasien sering mengatakan, “Andai ini tidak terjadi padaku, akau pasti lebih sayang pada suami dan anak-anakku” Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Mendiamkan pasien sendiri
b)
Mendengarkan keluhan pasien
c)
Meminta keluarga menemani pasien
d)
Memberikan lingkungan yang tenang dan sepi pada pasien
e)
Mengawasi pasien dari ruang perawat dan pintu kamar
52.
Seorang perempuan, umur 35 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis Ca serviks stadium III sejak 2 bulan yang lalu. Saat ini pasien mengatakan “Saya sangat sendiri karena takut mati karna anak-anak saya masih kecil-kecil”. Bagaimanakah komunikasi yang tepat untuk memberikan dukungan pada kasus tersebut?
a)
“ibu tidak perlu bersedih banyak kok bu yang mengalami penyakit seperti ibu”
b)
“saya bisa memahami keadaan ibu tapi saya percaya ibu adalah orang yang sangat kuat”
c)
“ibu jangan bersedih dengan terapi dari medis yang baik, ibu akan pulih seperti semula”
d)
“ibu harus bisa menerima keadaan ibu dan ibu tidak sendirian dengan kondisi seperti ini”
e)
“ibu jangan bersedih saya yakin ibu pasti sembuh jika mengikuti petunjuk pengobatan di RS”
53.
Seorang laki-laki, umur 59 tahun, pasien gagal ginjal kronik, dilakukan hemodialysis yang ke 58 kali. Hasil pengkajian didaptkan TD 130/90mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,5’C,BB 60 kg, urine 600ml/24 jam. Perawat akan menghitung balance cairan. Saat ini, perawat sudah menghitung input cairan.Apakah langkah tindakan selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?
a)
Menghitung jumlah total output
b)
Mengobservasi warna urine
c)
Menghitung pernapasan
d)
Mengukur suhu
e)
Mengukur nadi
Reset
