NEW
Font size
WorksheetsBAB 3 (IJTIHAD)
Total questions: 25
Worksheet time: 8mins
Secara bahasa, ijtihad berarti
Berperang di jalan Allah
Mencurahkan segenap tenaga secara sungguh-sungguh
Membaca Al-Qur’an dengan tartil
Menghafal hadis Nabi
Menurut Abdul Wahab Khalaf, ijtihad adalah
Mengikuti pendapat ulama tanpa kritik
Mencurahkan kemampuan untuk memperoleh hukum syar’i dari dalil terperinci
Menghukum berdasarkan tradisi lokal
Menolak semua bentuk penalaran
Ijtihad dan jihad berasal dari akar kata yang sama, yaitu
Jahada
Fahima
Daraba
Kataba
Contoh ijtihad dalam sejarah Islam adalah keputusan yang diambil oleh
Mu’az bin Jabal saat diutus ke Yaman
Abu Bakar dalam Perang Badar
Nabi Musa menerima wahyu
Firaun membangun piramida
Fungsi ijtihad sebagai interpreter adalah
Menghapus hukum Al-Qur’an
Memberi tafsir terhadap dalil-dalil zanni
Mengganti sunnah Nabi
Menciptakan agama baru
Landasan hukum ijtihad terdapat dalam
Al-Qur’an dan hadis
Kitab filsafat Yunani
Undang-undang negara
Tradisi lokal
Ijtihad berkedudukan sebagai sumber hukum Islam yang
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Hukum ijtihad bisa menjadi fardu ‘ain ketika
Masalah sudah ada ijma’ ulama
Seseorang harus memutuskan hukum segera
Tidak ada mujtahid lain
Hanya untuk masalah ibadah mahdhah
Jika hasil ijtihad salah, mujtahid tetap mendapat
Dosa
Satu pahala
Dua pahala
Tidak ada imbalan
Objek ijtihad adalah masalah yang
Sudah ada nas qat’i
Tidak ada nas atau nas-nya zanni
Hanya terkait politik
Sudah disepakati semu
Metode ijtihad yang menggunakan analogi disebut
Istihsan
Qiyas
Maslahah mursalah
‘Urf
Contoh masalah zanniyud dilalah adalah
Hukum shalat lima waktu
Makna “quruin” dalam ayat iddah
Larangan membunuh
Kewajiban zakat
Ijtihad tidak boleh dilakukan dalam masalah
Hukum waris yang sudah qat’i
Fenomena teknologi modern
Perselisihan bisnis
Hubungan internasional
Syarat utama seorang mujtahid adalah
Menguasai bahasa Arab dan ilmu ushul fikih
Kaya harta
Berasal dari keturunan Nabi
Memiliki jabatan politik
Ijtihad disebut sebagai rahmat karena
Memudahkan umat menghadapi masalah baru
Menghapus semua hukum lama
Hanya untuk ulama tertentu
Mengabaikan dalil syar’i
Hadis tentang ijtihad yang populer diriwayatkan oleh
Mu’az bin Jabal
Aisyah binti Abu Bakar
Abu Hurairah
Umar bin Khattab
Ijtihad hukumnya sunnah ketika
Masalah belum terjadi
Ada ancaman keamanan
Sudah ada ijma’
Berkaitan dengan ibadah mahdhah
Berikut yang bukan metode ijtihad adalah
Qiyas
Istishab
Menebak tanpa dalil
Maslahah mursalah
Ijtihad menjadi penting karena
Al-Qur’an dan hadis terbatas jumlahnya
Kehidupan manusia terus berkembang
Ulama tidak perlu berpikir
Hukum Islam bersifat statis
Hasil ijtihad yang benar mendapat pahala
Satu
Dua
Tiga
Tidak ada
Jika seorang mujtahid hidup di era modern dan menghadapi kasus transaksi cryptocurrency yang tidak ada dalam nas Al-Qur’an atau hadis, langkah paling tepat yang harus ia lakukan adalah
Menolak mentah-mentah karena tidak ada contoh dari Nabi
Menganalogikan (qiyas) dengan hukum emas/perak karena sama-sama alat tukar
Menunggu sampai ada ijma’ ulama internasional
Mengikuti pendapat ulama abad pertengahan tanpa adaptasi
Bagaimana menyikapi perbedaan hasil ijtihad antara ulama tentang hukum vaksinasi yang menggunakan bahan haram dalam proses produksinya?
Menganggap salah satu pendapat pasti salah dan sesat
Menerima perbedaan selama berdasarkan metodologi yang sahih dan menghargai ikhtilaf
Menolak semua pendapat ulama karena tidak konsisten
Memaksa semua umat mengikuti satu pendapat
Ketika suatu masalah sudah ada nas-nya tetapi bersifat zanniyud dilalah (penunjukan hukumnya tidak pasti), apa yang harus dilakukan mujtahid?
Menetapkan hukum secara sepihak tanpa kajian mendalam
Mengkaji konteks bahasa, sosio-historis, dan tujuan syariat (maqashid) untuk menentukan makna terkuat
Mengabaikan nas tersebut dan membuat hukum baru
Hanya mengikuti pendapat ulama terdahulu
Mengapa ijtihad tidak boleh dilakukan untuk menetapkan hukum shalat 5 waktu?
Karena shalat adalah ibadah mahdhah yang sudah qat’i (pasti) dalilnya
Karena tidak ada ulama yang kompeten
Karena shalat hanya untuk orang Arab
Karena shalat bisa diganti dengan amal lain
Jika dua mujtahid sama-sama menggunakan qiyas tetapi menghasilkan kesimpulan berbeda tentang hukum rokok, faktor apa yang paling mungkin memengaruhi perbedaan tersebut?
Perbedaan pemahaman tentang illat (alasan hukum) dalam qiyas
Keduanya tidak menguasai bahasa Arab
Salah satu mujtahid tidak shalat
Tidak ada dalil tentang rokok sama sekali
