Font size
WorksheetsQuiz Manajemen Sumber Daya Manusia
Total questions: 100
Worksheet time: 33mins
Sebuah perusahaan rokok sedang menghadapi disrupsi distribusi akibat aturan cukai digital dan pelacakan barang berbasis AI. Jika Anda diminta merancang ulang proses bisnis, langkah pertama yang paling logis adalah:
Meningkatkan pelatihan tenaga pemasaran tentang regulasi baru
Mempercepat rekrutmen tenaga logistik tambahan
Memetakan ulang seluruh proses bisnis dan aliran kerja distribusi
Menyusun ulang struktur organisasi bagian pemasaran
Perusahaan Anda mengalami inflasi biaya tenaga kerja akibat ketidakseimbangan antara beban kerja dan level jabatan. Tindakan paling tepat sebagai bagian dari penyusunan job grading adalah:
Menaikkan gaji seluruh posisi agar tidak ada ketimpangan
Menyusun kembali struktur gaji berdasar masa kerja karyawan
Menilai bobot jabatan dengan pendekatan evaluasi jabatan kuantitatif
Menyusun jobdesc baru tanpa mengubah struktur grading
Di era otomatisasi produksi, banyak tugas karyawan bagian QC menjadi tidak relevan. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan oleh Manajer SDM terkait job description?
Menghapus jabatan QC dari struktur organisasi
Mengintegrasikan peran QC ke dalam tim maintenance
Menganalisis ulang kebutuhan dan tanggung jawab jabatan QC
Menurunkan gaji jabatan QC karena tugasnya berkurang
Seorang supervisor produksi merasa beban kerjanya tidak seimbang karena harus memantau 4 lini produksi sekaligus. Apa metode yang paling tepat digunakan untuk mengukur beban kerja ini?
Survei persepsi beban kerja
Time motion study dan perhitungan output ideal
Observasi kinerja selama satu minggu
Wawancara dengan HR dan manajer produksi
Divisi produksi akan membuka 2 lini baru untuk menyesuaikan permintaan ekspor. Langkah yang paling strategis dalam menyusun kebutuhan SDM adalah:
Segera merekrut pekerja outsourcing agar cepat beroperasi
Mengandalkan pekerja yang ada dengan sistem lembur
Melakukan analisis beban kerja dan proyeksi kebutuhan SDM jangka pendek-menengah
Membagi beban kerja ke tim pemasaran sebagai dukungan tambahan
Salah satu pabrik rokok mengalami stagnasi di lini produksi karena banyaknya proses manual yang belum terdigitalisasi. Sebagai manajer SDM, langkah strategis apa yang paling tepat dalam merumuskan ulang proses bisnis?
Menambahkan lebih banyak tenaga kerja untuk mempercepat proses manual
Mengalihkan semua proses ke vendor eksternal tanpa kajian
Mengkaji proses existing dan menyelaraskan ulang proses bisnis dengan peluang otomasi dan AI
Meningkatkan pelatihan kerja manual agar efisien
Perusahaan rokok Anda mengalami pemborosan karena tumpang tindih fungsi antara divisi distribusi dan penjualan. Apa pendekatan terbaik yang dapat Anda lakukan?
Mengurangi jumlah karyawan dari salah satu divisi
Menyusun ulang SOP tanpa menyentuh struktur organisasi
Melakukan pemetaan ulang proses bisnis dan klarifikasi fungsi antar unit
Meningkatkan pengawasan manajerial saja
Dalam proses penyusunan sistem grading jabatan, ditemukan bahwa beberapa jabatan di bagian produksi memiliki beban kerja dan risiko yang lebih tinggi, namun memiliki level grade yang sama dengan posisi administrasi. Apa yang perlu Anda evaluasi?
Gaji yang diterima setiap individu
Faktor jabatan dan bobot evaluasi dalam sistem grading
Jumlah tenaga kerja dalam setiap jabatan
Tugas harian setiap pekerja
Perusahaan Anda akan menerapkan sistem grading berbasis kompetensi dan kontribusi. Apa indikator paling krusial yang harus dianalisis terlebih dahulu?
Lama masa kerja karyawan
Tingkat pendidikan formal
Kompleksitas pekerjaan dan tanggung jawab
Usia dan loyalitas
Sebuah jabatan "Supervisor Produksi" di perusahaan rokok tidak memiliki uraian jabatan yang jelas, sehingga sering terjadi konflik kewenangan. Apa risiko utama jika ini terus dibiarkan?
Karyawan akan lebih mandiri dalam mengambil Keputusan
Produktivitas meningkat karena fleksibilitas peran
Kebingungan operasional dan rendahnya akuntabilitas
Terbentuknya jabatan-jabatan baru secara alami
Dalam penyusunan job description untuk jabatan baru "AI Supervisor", apa elemen utama yang harus dituliskan agar mendukung kebutuhan industri rokok masa kini?
Riwayat hidup pemegang jabatan
Daftar keahlian dan tanggung jawab terkait pemanfaatan AI dalam operasional
Latar belakang budaya perusahaan
Catatan presensi dari pemilik jabatan sebelumnya
Tim produksi bekerja lembur hampir setiap hari selama 2 bulan terakhir. Apa yang harus segera dilakukan oleh manajer SDM?
Menawarkan cuti tambahan
Meningkatkan gaji lembur agar semangat
Melakukan analisis beban kerja dan redistribusi tugas
Meminta laporan dari supervisor tanpa tindakan lanjut
Jika hasil analisis beban kerja menunjukkan ketidakseimbangan antar shift di bagian pengemasan, apa tindak lanjut terbaik?
Menghapus sistem shift
Mendisiplinkan shift yang lebih lambat
Menyusun jadwal ulang dengan redistribusi beban kerja
Menyalahkan karyawan shift tertentu
Perusahaan Anda akan membuka divisi baru khusus "R&D Produk Tembakau Inovatif". Apa langkah awal untuk menyusun kebutuhan SDM?
Merekrut sebanyak mungkin tenaga ahli secara acak
Menyusun struktur divisi, kompetensi yang dibutuhkan, dan proyeksi volume kerja
Meniru struktur divisi dari perusahaan lain
Menunggu sampai divisi berjalan baru dihitung kebutuhannya
Setelah menganalisis kebutuhan SDM, ternyata jumlah ideal karyawan di lini pengemasan lebih sedikit dari jumlah aktual. Apa strategi yang paling bijak?
Melakukan PHK massal segera
Membiarkan saja demi jaga-jaga
Menyesuaikan jumlah karyawan secara bertahap melalui natural attrition dan pergeseran internal
Memberikan tambahan tugas agar mereka sibuk
Sebuah perusahaan rokok mengalami turnover tinggi pada bagian distribusi. Manajer SDM mencurigai beban kerja yang tidak seimbang sebagai penyebabnya. Apa langkah awal paling tepat yang harus dilakukan manajer SDM?
Mengubah target distribusi bulanan
Menurunkan beban kerja secara merata ke semua tim
Melakukan analisis beban kerja berbasis volume dan waktu kerja
Mengalihkan sebagian tugas ke tim lain
Perusahaan Anda akan membuka pabrik baru di luar pulau. Direksi meminta perhitungan kebutuhan SDM per fungsi kerja. Apa pendekatan yang paling tepat untuk menyusun kebutuhan SDM tersebut?
Menyalin struktur SDM dari pabrik lama
Menyesuaikan kebutuhan dengan luas pabrik
Menghitung kebutuhan berdasarkan proses bisnis dan kapasitas produksi
Menyesuaikan jumlah SDM dengan ketersediaan dana
Manajer SDM diminta memperbarui seluruh uraian jabatan di tengah perubahan teknologi dan AI. Apa langkah kritis yang harus dilakukan dalam proses ini?
Menyalin deskripsi dari perusahaan sejenis
Melibatkan atasan langsung dan melakukan job analysis aktual
Mengisi format uraian jabatan secara mandiri
Meminta vendor menyusun seluruh uraian jabatan
Industri rokok Anda terancam karena peralihan konsumen ke vape dan produk nikotin alternatif. Apa strategi SDM paling kritis yang harus dipersiapkan?
Pemutusan hubungan kerja massal
Rotasi karyawan ke bagian marketing
Upskilling SDM untuk diversifikasi produk
Menurunkan target produksi
Sebuah perusahaan rokok mengalami delay dalam peluncuran produk baru akibat tumpang tindih tugas antarbagian. Apa akar permasalahan yang paling mungkin terjadi?
Kurangnya koordinasi antar SDM
Struktur organisasi terlalu datar
Proses bisnis tidak didefinisikan dan tidak ada SOP antarbagian
Masalah teknis di bagian produksi
Perusahaan Anda ingin melakukan harmonisasi gaji yang adil dan kompetitif. Namun, belum ada sistem grading jabatan. Apa manfaat utama dari sistem grading jabatan dalam hal ini?
Menentukan siapa yang paling senior
Mempermudah proses rekrutmen
Menyusun skala gaji dan tunjangan berbasis nilai jabatan
Meningkatkan loyalitas
utama dari sistem grading jabatan dalam hal ini?
Menentukan siapa yang paling senior
Mempermudah proses rekrutmen
Menyusun skala gaji dan tunjangan berbasis nilai jabatan
Meningkatkan loyalitas karyawan secara langsung
Langkah apa yang paling tepat diambil manajer SDM sebelum merekrut besar-besaran?
Melihat data absensi
Melakukan evaluasi beban kerja dan proyeksi produksi
Melatih supervisor tambahan
Meningkatkan shift kerja
Prinsip apa yang paling penting dalam merancang ulang struktur ini?
Struktur hierarki yang lebih banyak levelnya
Organisasi berbasis fungsi saja
Struktur yang mendukung kolaborasi lintas fungsi dan cepat mengambil keputusan
Struktur lama dengan sedikit penyesuaian
Jika tenaga kerja manual mulai tergantikan oleh mesin otomatis, maka strategi pengelolaan SDM yang tepat adalah:
Membiarkan kondisi berjalan alami
Memberhentikan seluruh tenaga kerja manual
Merancang program reskilling untuk pekerjaan berbasis teknologi
Meningkatkan lembur agar SDM tetap sibuk
Fitur apa yang paling penting?
Fitur cetak PDF
Kolom job title
Kolom tugas pokok, tanggung jawab, dan indikator kinerja
Fitur foto profil karyawan
Apa pendekatan yang bisa Anda usulkan?
Mengganti kepala bagian pengadaan
Mengurangi jumlah vendor
Menerapkan digital approval dan mendefinisikan alur proses yang jelas
Menurunkan anggaran belanja
Jika beban kerja terlalu tinggi, risiko yang bisa muncul adalah:
Produktivitas meningkat
Turnover rendah
Burnout dan kesalahan kerja meningkat
Gaji karyawan naik
Dalam sistem grading jabatan, faktor utama yang dinilai adalah:
Banyaknya pekerjaan
Masa kerja karyawan
Nilai kontribusi jabatan terhadap tujuan organisasi
Jumlah bawahan
Apa pendekatan yang bisa dilakukan?
Hanya fokus pada pelatihan wajib
Menyusun roadmap pengembangan SDM berbasis kompetensi dan proyeksi kebutuhan organisasi
Menunggu permintaan pelatihan dari divisi lain
Menghapus semua pelatihan non-teknis
Apa risiko dari struktur organisasi yang terlalu banyak layer (tingkatan)?
Komunikasi lebih efisien
Keputusan lebih cepat
Biaya operasional meningkat dan birokrasi makin panjang
Semua fungsi bisa dikendalikan oleh direktur
Ketika manajer hanya mengandalkan intuisi dalam menghitung kebutuhan SDM, risikonya adalah:
Efisiensi meningkat
Kelebihan atau kekurangan tenaga kerja yang tidak terukur
SDM makin loyal
Beban kerja seimbang
Jika perusahaan Anda sedang bersaing dalam pasar tenaga kerja yang ketat, maka strategi SDM yang tepat adalah:
Menurunkan gaji agar efisien
Menawarkan kompensasi menarik dan jalur karir jelas
Memperbanyak kerja lembur
Tidak membuka lowongan baru
Apa indikator utama yang bisa digunakan untuk mengukur beban kerja?
Kehadiran karyawan
Waktu penyelesaian tugas, jumlah output, dan waktu standar
Pengeluaran bulanan
Gaji pokok
Mengapa proses job evaluation penting dalam grading jabatan?
Untuk menambah jumlah jabatan
Untuk promosi otomatis
Untuk menentukan nilai relatif suatu jabatan dalam organisasi
Untuk menghitung lembur
Jika perusahaan ingin bertransformasi menjadi organisasi pembelajar, maka langkah awal yang tepat adalah:
Menyediakan ruang baca
Meminta semua karyawan ikut pelatihan
Menanamkan budaya belajar dan membuat rencana pelatihan berbasis kebutuhan
Membuat tim pelatihan permanen
PT Kretek Hebat menghadapi penurunan produktivitas di lini pengemasan. Anda diminta merumuskan indikator kinerja individu (IKI) untuk Supervisor Pengemasan. Apa langkah awal yang paling tepat?
Menetapkan target output harian berdasarkan perkiraan kasar
Menyalin indikator dari divisi produksi lain
Menganalisis proses kerja aktual dan peran kritis jabatan tersebut
Mengukur tingkat kedisiplinan karyawan secara umum
Perusahaan rokok Anda ingin menyelaraskan indikator kinerja individu dengan strategi bisnis yang fokus pada efisiensi biaya. Indikator berikut yang paling sesuai adalah:
Jumlah kehadiran rapat bulanan
Jumlah ide yang diajukan karyawan
Rasio output vs. downtime mesin
Tingkat kepuasan pelanggan toko retail
Seorang manajer SDM membuat IKI untuk jabatan "Koordinator Penjaminan Mutu", tetapi semua indikatornya bersifat umum dan kualitatif. Apa kelemahan utamanya?
Menurunkan semangat kerja tim
Tidak bisa digunakan untuk penilaian berbasis data
Menyulitkan rotasi jabatan
Menimbulkan konflik antardivisi
Dalam audit kinerja SDM, ditemukan bahwa 60% indikator kinerja individu tidak punya baseline data. Apa risiko paling besar dari kondisi ini?
Evaluasi menjadi subjektif dan bias
Karyawan tidak bisa mengakses KPI
Sistem payroll otomatis jadi terganggu
Strategi bisnis jadi lebih lambat
Divisi HR diminta menyusun program suksesi untuk jabatan Kepala Pabrik. Apa langkah awal yang paling kritis?
Menentukan kandidat dari jajaran supervisor senior
Menyusun standar kompetensi dan profil jabatan
Menilai loyalitas kandidat
Melatih semua karyawan dengan pelatihan manajerial
Dalam suksesi jabatan, seorang manajer hanya memilih kandidat yang paling mirip dengan gaya kepemimpinannya. Apa risiko dari pendekatan ini?
Tidak efisien secara biaya
Menimbulkan persaingan sehat
Menyebabkan stagnasi inovasi
Meningkatkan rotasi karyawan
Program suksesi yang baik seharusnya bertujuan untuk:
Memastikan loyalitas penuh pada direksi
Mengurangi jumlah pelatihan manajemen
Menjaga kesinambungan organisasi dan kinerja strategis
Meningkatkan citra perusahaan
Seorang manajer mengusulkan indikator kinerja "jumlah laporan disusun". Apa kelemahan utama indikator ini?
Terlalu berorientasi tim
Tidak menggambarkan kualitas atau dampak kerja
Terlalu menekankan pada efektivitas biaya
Tidak bisa diukur dengan jelas
Dalam konteks industri rokok, indikator kinerja untuk Supervisor R&D sebaiknya mencakup:
Lama waktu kerja di laboratorium
Tingkat retensi karyawan
Jumlah inovasi produk atau perbaikan formula yang lolos uji
Frekuensi hadir dalam rapat direksi
Saat membuat indikator kinerja bagi tim Sales, manajer hanya menetapkan "peningkatan omset". Mengapa ini tidak cukup?
Tidak memotivasi tim penjualan
Tidak mempertimbangkan faktor eksternal dan proses
Terlalu mudah dicapai
Tidak bisa diukur harian
Apa prinsip utama dalam mengembangkan indikator kinerja individu yang kuat?
Fokus pada perintah pimpinan
Fokus pada hasil akhir saja
Menggunakan pendekatan SMART dan berbasis jabatan
Mengandalkan input dari psikotes
Dalam program suksesi, seorang kandidat unggulan ternyata tidak memiliki pengalaman lintas fungsi. Apa langkah terbaik yang bisa diambil?
Promosikan segera karena ia loyal
Abaikan karena suksesi tidak wajib
Beri rotasi jabatan strategis sebagai persiapan
Gantikan dengan kandidat lain yang lebih muda
Kapan waktu yang paling tepat untuk memulai program suksesi dalam organisasi manufaktur seperti pabrik rokok?
Saat terjadi kekosongan jabatan
Setelah karyawan pensiun
Saat rencana strategis lima tahun disusun
Ketika penilaian tahunan selesai
perti pabrik rokok?
Saat terjadi kekosongan jabatan
Setelah karyawan pensiun
Saat rencana strategis lima tahun disusun
Ketika penilaian tahunan selesai
Apa indikator keberhasilan utama program suksesi?
Jumlah kandidat yang ikut pelatihan
Ketersediaan kandidat siap pakai saat terjadi kekosongan
Nilai rata-rata assessment kompetensi
Kecepatan proses promosi
Manajer HR menyusun indikator kinerja untuk jabatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu?
Konsultasi dengan vendor eksternal
Membuat simulasi proses kerja jabatan tersebut
Mengacu pada benchmarking dari industri lain
Membuat KPI berdasarkan job description awal
Sebuah pabrik rokok mengalami penurunan produktivitas di bagian pengemasan karena adanya mesin baru berbasis AI yang belum dikuasai karyawan. Sebagai Manajer SDM, tindakan pertama Anda untuk menyusun kebutuhan pelatihan yang tepat adalah:
Mengundang vendor mesin untuk pelatihan teknis
Melakukan analisis gap kompetensi antara skill saat ini dan yang dibutuhkan
Menyusun modul pelatihan sesuai spesifikasi mesin
Menugaskan supervisor untuk memberi pelatihan informal
Jika tujuan pelatihan adalah menyiapkan operator mesin agar mampu bekerja bersama sistem AI tanpa menghambat alur produksi, indikator keberhasilan program pelatihan yang tepat adalah:
Tingkat kepuasan peserta pelatihan
Jumlah jam pelatihan yang diikuti
Peningkatan output produksi dan minimnya downtime mesin
Sertifikat kehadiran peserta
Di tengah efisiensi biaya, Anda diminta menyusun program pengembangan SDM untuk meningkatkan kepemimpinan lini pertama. Langkah yang paling strategis adalah:
Mengirim semua supervisor mengikuti pelatihan eksternal
Membangun program coaching internal berbasis kompetensi
Mengurangi pelatihan dan menggantinya dengan e-learning mandiri
Menunda pelatihan hingga tahun anggaran berikutnya
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta tidak menerapkan hasil pelatihan di lapangan. Apa kemungkinan akar masalahnya?
Materi pelatihan terlalu sulit
Kurangnya dukungan atasan langsung dan tidak adanya follow-up
Peserta pelatihan tidak relevan dengan topik
Sertifikat tidak menarik
Program L&D yang efektif dalam menghadapi tantangan AI di industri rokok harus memuat:
Pelatihan teknis semata
Pelatihan pemrograman komputer
Kombinasi antara keterampilan teknis, literasi digital, dan soft skill adaptif
Workshop motivasi
Seorang manajer ingin merancang pelatihan berbasis hasil asesmen kompetensi karyawan. Data apa yang paling dibutuhkan?
Biodata karyawan dan masa kerja
Jadwal kerja dan absensi
Profil kompetensi jabatan dan hasil gap assessment
Gaji dan tunjangan karyawan
Jika 40% tenaga kerja usia >45 tahun kesulitan adaptasi digital, maka pendekatan pengembangan SDM yang tepat adalah:
Pemaksaan penggunaan sistem baru
Rotasi ke divisi non-digital
Mentoring lintas generasi dan pelatihan literasi digital bertahap
PHK bertahap dan rekrutmen generasi muda
Salah satu kunci keberhasilan Learning & Development adalah:
Modul pelatihan selalu di-upgrade tiap tahun
Adanya rencana pengembangan individu yang dikaitkan dengan tujuan organisasi
Peserta menyelesaikan seluruh materi
Biaya pelatihan ditekan seminimal mungkin
Apa bentuk pelatihan yang paling sesuai jika tujuan Anda adalah meningkatkan kemampuan problem solving karyawan di lini produksi?
Ceramah kelas
Roleplay dan simulasi kasus nyata
Pembacaan manual kerja
Pengisian kuesioner
Jika manajemen meminta Anda merancang pelatihan berbasis kebutuhan strategis perusahaan, langkah pertama adalah:
Menyusun kurikulum standar
Menyebarkan survei kebutuhan ke semua karyawan
Memetakan strategi bisnis dan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapainya
Meminta vendor pelatihan menyusun program
Dalam merancang program pengembangan kepemimpinan untuk manajer madya, pendekatan yang paling sesuai adalah:
Pelatihan teknis tentang tugas harian
Seminar motivasi
Blended learning dengan sesi refleksi, simulasi, dan coaching
Ceramah dari pimpinan puncak
Karyawan frontliner sering mengeluh stres menghadapi pelanggan yang marah. Untuk meningkatkan ketahanan psikologis dan kemampuan pelayanan, jenis pelatihan yang tepat adalah:
Pelatihan teknis layanan
Pelatihan bahasa asing
Pelatihan emotional resilience dan komunikasi empatik
Pelatihan membaca SOP
Evaluasi pelatihan sebaiknya tidak hanya berfokus pada reaksi peserta, tetapi juga pada:
Jumlah materi yang disampaikan
Sikap pelatih
Perubahan perilaku kerja dan hasil kinerja setelah pelatihan
Lama durasi pelatihan
Jika Anda ingin mengintegrasikan AI dalam proses Learning & Development, bentuk inovasi yang paling tepat adalah:
Mengganti pelatihan tatap muka sepenuhnya dengan chatbot
Menyediakan platform adaptive learning berbasis AI yang menyesuaikan level peserta
Menghapus pelatihan rutin dan fokus pada mentoring
Membuat e-book pelatihan dan disebar via email
Program pengembangan SDM yang benar-benar berkelanjutan (sustainable) akan memiliki ciri:
Berbasis kebutuhan manajemen puncak
Hanya dilakukan saat ada masalah
Terintegrasi dalam budaya organisasi dan siklus manajemen kinerja
Dilaksanakan oleh vendor yang sama secara terus-menerus
Manajemen perusahaan rokok Anda ingin menerapkan sistem remunerasi berbasis kontribusi, namun mayoritas pekerja produksi masih berorientasi pada sistem upah tetap. Apa langkah awal yang paling tepat dilakukan?
Langsung menerapkan skema remunerasi baru
Menurunkan gaji tetap dan menaikkan insentif kinerja
Melakukan analisis beban kerja dan produktivitas
Melibatkan serikat pekerja untuk menyusun draft PKB
Dalam rapat manajemen, Anda diminta menilai apakah tunjangan transportasi masih relevan pasca kebijakan WFH hybrid untuk staf back office. Apa pendekatan evaluasi paling tepat?
Menghitung persentase kehadiran fisik karyawan
Membandingkan kebijakan perusahaan competitor
Melakukan survei persepsi karyawan dan kajian cost-benefit
Menyesuaikan langsung berdasarkan insting bisnis
Perusahaan rokok Anda mengalami peningkatan keluhan pekerja terkait ketimpangan tunjangan antara divisi produksi dan pemasaran. Apa langkah strategis yang bisa diambil?
Menyamakan semua tunjangan lintas divisi
Menyusun struktur remunerasi berbasis nilai jabatan dan kontribusi
Menghapus semua tunjangan dan diganti bonus tahunan
Membuat kebijakan insentif tanpa melibatkan serikat pekerja
Divisi produksi mengalami turnover tinggi akibat anggapan bahwa sistem pengupahan tidak adil. Apa langkah jangka pendek yang bisa Anda rekomendasikan?
Menaikkan upah secara umum
Melakukan exit interview dan quick survey persepsi gaji
Menurunkan target produksi
Membentuk tim audit SDM eksternal
Ketika menyusun perjanjian kerja bersama (PKB), manajemen dan serikat pekerja berbeda pandangan tentang cuti tahunan dan upah lembur. Apa prinsip negosiasi yang paling penting diterapkan?
Bertahan pada kebijakan perusahaan
Menawarkan kompromi hanya jika ada tekanan
Menyusun alternatif win-win berbasis data industri dan produktivitas
Menyerahkan semuanya pada mediator pemerintah
Salah satu pabrik Anda berada di wilayah dengan UMR lebih rendah daripada pabrik lain. Namun beban kerja dan risiko kerjanya justru lebih tinggi. Bagaimana Anda sebaiknya menyusun kebijakan upahnya?
Mengikuti UMR tanpa pengecualian
Memberikan insentif berbasis risiko kerja
Menyamakan upah dengan wilayah UMR tertinggi
Memberikan fasilitas non-upah saja
Apa langkah penting dalam penyusunan sistem remunerasi pasca transformasi ini?
Menyesuaikan upah berdasarkan peran baru
Menurunkan gaji posisi yang terdampak AI
Membekukan tunjangan posisi lama
Menghapus jabatan yang terdampak
Mana komponen berikut yang paling krusial untuk direview ulang?
Struktur organisasi
Ketentuan jam kerja, cuti, dan disiplin
Visi dan misi perusahaan
Jenis produk rokok
Apa langkah awal yang paling tepat?
Mengganti sistem bonus dengan sistem penalty
Menyusun formula bonus berbasis kinerja terukur
Memberi bonus merata agar tidak ada kecemburuan
Menghentikan pemberian bonus untuk sementara
Apa indikator yang perlu dipastikan tersedia sebelum kebijakan ini dijalankan?
Data jam kerja
Target output dan hasil aktual per individu
Tingkat kepuasan pelanggan
Biaya penyusutan mesin
Langkah evaluasi yang tepat adalah:
Membuat grading jabatan berdasarkan evaluasi jabatan terbaru
Menyamakan gaji secara langsung
Membekukan semua kenaikan gaji
Minta masukan dari bagian keuangan
Pendekatan yang efektif untuk merancang skema tersebut adalah:
Berdasarkan volume penjualan per individu dan wilayah
Berdasarkan lamanya jam kerja
Berdasarkan kriteria loyalitas
Berdasarkan umur karyawan
Apa pendekatan manajemen SDM yang paling tepat?
Menolak perubahan insentif
Menciptakan indikator baru berbasis kreativitas dan analisis pasar
Memberikan insentif simbolik saja
Menambah jam kerja sebagai kompensasi
Langkah strategis yang dapat dilakukan HR adalah:
Mengabaikan aspirasi yang tidak logis
Menyediakan data dan simulasi dampak finansial
Mengandalkan tekanan manajemen
Menunda perundingan
Apa strategi terbaik untuk menyempurnakan program ini?
Menghapus program karena tidak efisien
Mengalihkan dana ke tunjangan transportasi
Menyusun kriteria penerima berbasis kinerja dan kebutuhan
Menjadikan program wajib bagi seluruh karyawan
Ketika melakukan benchmarking sistem remunerasi dengan perusahaan lain, apa yang harus menjadi perhatian utama?
Skema bonus akhir tahun
Nilai jabatan dan struktur internal perusahaan
Nama perusahaan pembanding
Gaji direksi saja
Apa peran HR dalam konteks ini?
Mengabaikan dan langsung jalankan sistem baru
Memberi pelatihan dan menyusun komunikasi perubahan
Memberikan surat teguran
Menurunkan jabatannya
Apa tantangan utama ketika menyusun struktur remunerasi untuk posisi yang baru muncul karena AI dan digitalisasi?
Tidak tersedia benchmark gaji yang tepat
Tidak tersedia kandidat
Tidak bisa dibandingkan dengan posisi lain
Sulit diawasi oleh manajer
Apa yang harus dipastikan terlebih dahulu?
Biaya penerapan AI
Legalitas dan acuan regulasi yang relevan
Pandangan serikat pekerja
Nama vendor AI
Perusahaan Anda ingin menaikkan produktivitas dengan menerapkan bonus berbasis tim, tetapi beberapa anggota tim merasa itu tidak adil. Apa pendekatan solusi yang tepat?
Menyusun kembali KPI tim yang transparan
Menghapus bonus tim
Mengganti bonus dengan denda
Menyerahkan ke atasan langsung
Di sebuah perusahaan rokok besar, muncul keluhan dari karyawan bagian produksi bahwa mereka tidak memahami alasan di balik kebijakan perubahan jadwal kerja. Apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan oleh manajer SDM untuk meredam keresahan tersebut?
Mendisiplinkan karyawan yang mengeluh
Mengumumkan kebijakan secara tertulis tanpa penjelasan
Menyelenggarakan sesi komunikasi dua arah untuk memberikan penjelasan dan mendengar umpan balik
Menunda implementasi kebijakan tanpa penjelasan
Sebuah perusahaan merilis kebijakan kerja hybrid. Namun, karena tidak adanya komunikasi lintas departemen yang jelas, terjadi konflik penjadwalan antar divisi. Apa yang seharusnya diperkuat oleh manajemen?
Sistem absensi digital
Proses rekrutmen
Komunikasi koordinatif antar unit kerja
Sanksi bagi pelanggar kebijakan
Manajer produksi ingin meningkatkan efisiensi kerja melalui kebijakan baru. Namun, saat disosialisasikan, mayoritas staf tidak antusias. Apa kesalahan utama dalam strategi komunikasi kebijakan tersebut?
Kebijakan terlalu kompleks
Tidak melibatkan karyawan dalam proses penyusunan
Waktu sosialisasi terlalu lama
Biaya implementasi tinggi
Salah satu indikator lemahnya budaya komunikasi adalah:
Rapat selalu berjalan tepat waktu
Ide-ide karyawan jarang ditanggapi pimpinan
Seluruh divisi memiliki grup komunikasi
Target tercapai tiap bulan
Saat menerapkan budaya kerja baru yang lebih kolaboratif, komunikasi organisasi harus difokuskan pada:
Peningkatan kontrol dari atasan
Penekanan pada tugas individu
Penguatan nilai, misi, dan partisipasi kolektif
Penambahan jam kerja
Manajer SDM ingin membangun budaya kerja yang terbuka dan saling mendukung. Apa bentuk komunikasi yang paling relevan untuk tujuan tersebut?
One-way top-down communication
Email blast setiap minggu
Forum komunikasi dua arah dan townhall
Surat edaran resmi
Jika karyawan merasa takut menyampaikan masalah ke atasan, maka komunikasi organisasi dapat dikatakan:
Efektif
Terbuka
Vertikal
Tidak sehat
Komunikasi efektif dalam organisasi harus mencakup elemen berikut, kecuali:
Transparansi
Umpan balik
Kepatuhan buta
Kejelasan pesan
Dalam menyampaikan kebijakan baru perusahaan, manajer harus mempertimbangkan:
Waktu cuti karyawan
Gaya komunikasi yang sesuai dengan audiens
Lokasi fisik perusahaan
Preferensi manajer atasannya
Budaya organisasi yang sehat sangat ditentukan oleh:
Tingginya profit perusahaan
Struktur gaji yang kompetitif
Pola komunikasi terbuka dan saling percaya
Kepemimpinan yang otoriter
Jika karyawan merasa informasi penting sering tertunda atau tidak disampaikan, maka masalah yang terjadi adalah:
Kepemimpinan yang karismatik
Hambatan dalam komunikasi internal
Budaya kerja yang adaptif
Ketidakjelasan struktur organisasi
Salah satu metode komunikasi efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya organisasi ke generasi muda di tempat kerja adalah:
Surat kabar internal
Buku manual kerja
Video storytelling dari pimpinan
Poster di dinding pabrik
Dalam konteks perusahaan rokok, muncul perbedaan persepsi antara bagian marketing dan bagian produksi. Langkah komunikasi yang bijak dilakukan oleh manajer SDM adalah:
Menyampaikan perintah langsung untuk mengabaikan konflik
Mengundang keduanya dalam diskusi terbuka untuk menyamakan persepsi
Menunda evaluasi kerja
Mengeluarkan kebijakan baru tanpa konsultasi
