NEW
Font size
WorksheetsWS EKG HUT IDI 2025
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Pada EKG normal, gelombang T menggambarkan:
Depolarisasi ventrikel
Repolarisasi ventrikel
Depolarisasi atrium
Aktivitas nodus AV
Jika PR interval lebih dari 0,20 detik, maka menunjukkan:
Blok AV derajat pertama
Takikardia ventrikel
Blok cabang berkas kanan
Sindrom WPW
Aktivitas listrik dinding inferior jantung terutama dilihat di:
Lead I dan aVL
Lead II, III, dan aVF
Lead V1 dan V2
Lead V4–V6
EKG menunjukkan irama tidak teratur, tanpa gelombang P yang jelas, dan QRS sempit. Diagnosis paling mungkin:
Flutter atrium
Fibrilasi atrium
Takikardia ventrikel
Irama junctional
Lead prekordial yang menggambarkan dinding lateral kiri jantung adalah:
V1 dan V2
V3 dan V4
V5 dan V6
V2 dan V3
Kompleks QRS dengan durasi > 0,12 detik menunjukkan:
Blok AV
Blok cabang berkas (BBB)
Hipokalemia
Bradikardia sinus
Tanda klasik perikarditis akut pada EKG adalah:
ST elevasi konkaf difus
ST depresi terbatas
Gelombang P bifasik
QRS lebar
Pada takikardia supraventrikular, ciri utama pada EKG adalah:
Gelombang P dominan
QRS lebar
QRS sempit dan reguler
Irama tidak teratur
Gelombang delta pada awal kompleks QRS biasanya ditemukan pada:
Sindrom Brugada
Sindrom WPW
Infark posterior
Fibrilasi atrium
EKG pasien menunjukkan gelombang T tinggi dan simetris, kemungkinan kondisi elektrolit yang mendasari adalah:
Hipokalemia
Hiperkalemia
Hipokalsemia
Hipernatremia
