WorksheetsPOSTEST KEPANITERAAN PKL MAHASISWA GIZI
Total questions: 135
Worksheet time: 2hrs 15mins
Name
Class
Date
1.
Ny. A berusia 55 tahun dengan BB 58 kg TB 158 cm datang ke poli gizi dengan rujukan Spesialis Penyakit Dalam. Pasien datang dengan gejala sering cepat lapar dan banyak buang air kecil. Pasien berasal dari jawa tengah cenderung suka makanan manis, selalu minum teh manis 2-3 kali/hari, sering makan biskuit, dan jarang berolahraga. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP 145 gr/dl, GDS 250 gr/dl, Kolestrol 200 gr/dl, Hb 14 gr/dl.. Apa dignosa gizi utama untuk pasien tersebut?
a)
Pola makan yang salah berkaitan dengan berat badan yang berlebih ditandai dengan IMT>23 kg/m2
b)
Pola makan yang salah berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang pangan dan gizi ditandai dengan sering konsumsi makanan tinggi gula
c)
Penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan hasil laboratorium ditandai dengan nilai kolesterol 200g/dl
d)
Penurunan kebutuhan karbohidrat berkaitan dengan kondisi fisiologis ditandai gejala sering cepat lapar dan banyak buang air kecil serta GDP 145 gr/dl, GDS 250 gr/dl
e)
Ketidaksiapan perubahan diet disebabkan oleh kurangnya motivasi pasien ditandai dengan ketidakpatuhan pasien terhadap diet diabetes mellitus
2.
Ny. A usia 45 tahun, BB 58 kg, TB 158 cm datang ke instalasi Gizi dengan keluhan kepala pusing dan pemeriksaan gula darah puasa 210 mg/dl, Hasil anamnesa riwayat gizi menunjukkan pasien suka minum teh manis dan minuman kemasan rutin setiap hari, biasa mengkonsumsi makanan camilan berupa biscuit sehabis makan utama dengan porsi berlebihan. Apakah masalah gizi yang paling tepat berkaitan dengan intake?
a)
Berat Badan Berlebih
b)
Asupan karbohidrat tidak tepat
c)
Asupan energi berlebih
d)
Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
e)
Asupan oral inadekuat
3.
Tn. Z usia 50 tahun, BB 78 kg, TB 160 cm datang ke instalasi Gizi dengan keluhan cepat lelah dan pemeriksaan kolesterol 335 mg/dl, Hasil anamnesa riwayat gizi menunjukkan pasien suka konsumsi nasi berlebihan, gorengan dan jerohan. Apakah masalah gizi yang paling tepat berkaitan dengan intake?
a)
Malnutrisi
b)
Asupan mikronutrien tidak tepat
c)
Kelebihan asupan energi
d)
Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
e)
Asupan oral inadekuat
4.
Data asupan energi seseorang diperoleh 150% dari kebutuhan. Pola makan yang dijalani yaitu frekuensi makan utama 3 kali dan makanan selingan lebih dari lima kali. Konsumsi sayur dan buah tidak setiap hari. Konsumsi makanan kasus tersebut termasuk dalam kelompok data apa?
a)
Dietary history
b)
Antropometri
c)
Biokimia Data
d)
Personal history
e)
Clinical data
5.
Penganturan diet yang tepat untuk penyakit jantung adalah
a)
Meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat
b)
Membatasi penggunaan garam/natrium bila ada tekanan darah tinggi (hipertensi)
c)
Membatasi asupan protein
d)
Mengkonsumsi sayuran yang mengandung gas
e)
Mengajurkan makanan frozen food agar lebih praktis
6.
Prinsip intervensi gizi yang paling tepat pada penderita dislipidemia/hiperlipidemia dengan overweight adalah
a)
Defisit kalori
b)
Menghindari karbohidrat kompleks
c)
Menghindari makanan berserat tinggi
d)
Menghindari makanan frozen food
e)
Menghindari makanan tinggi karbohidrat sederhana
7.
Pilihan protein hewani apa yang paling baik diberikan pada Pasien PJK?
a)
Daging sapi
b)
Daging domba
c)
Cumi-cumi
d)
Udang
e)
Ikan
8.
Tn. B berusia 49 tahun, BB 85kg, TB 170 cm dengan wajah tampak bulat dan dagu berlipat. Akhir-akhir ini mengeluh tungkai kaki lemas, cepat lelah disertai sesak nafas. Sudah berobat ke dokter namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit infeksi atau penyakit lain. Apakah data yang dapat mengidentifikasi pengkajian gizi pada kasus tersebut?
a)
Biokimia dan riwayat gizi
b)
Biokimia gizi dan fisik
c)
Antropometri dan klinis
d)
Riwayat gizi dan fisik
e)
Riwayat personal dan antropometri
9.
Diagnosa gizi mengenai kebiasaan/prilaku (N.B) apa yang tepat pada Pasien PJK yang belum pernah melakukan konseling gizi?
a)
Overweight berkaitan dengan kelebihan asupan energi
b)
Kelebihan asupan zat gizi berkaitan dengan kebiasaan makan dalam porsi besar
c)
kekurangan asupan serat berkaitan dengan seringnya mengkonsumsi makanan gorengan
d)
Gangguan pola makan berkaitan dengan pengetahuan yang kurang
e)
ketidaksiapan melakukan diet atau perubahan pola makan berkaitan dengan kurangnya motivasi
10.
Tn. A dirawat akibat luka bakar di RSUD X dengan keadaan umum lemah, luka bakar 30% di bagian tangan, pusing dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan lab diketahui Albumin 3 g/dL, Hb 11,0 g/dL, Ht 40%. Hasil pengukuran IMT 23,0 kg/m2 sedangkan hasil recall 24 jam diketahui asupan pasien Energi 60%, protein 70% dan lemak 50% dan karbohidrat 50% dari kebutuhan.
Apakah tujuan diet utama yang diberikan kepada pasien tersebut?
a)
Meningkatkan kebutuhan dan asupan protein
b)
Membatasi asupan energi untuk menurunkan BB pasien
c)
Mengurangi asupan garam dan lemak
d)
Meningkatkan asupan tinggi karbohidrat
e)
Membatasi asupan protein hewani
11.
Tuan A dirawat di Rumah Sakit dengan diagnosis kanker lidah dan direncanakan untuk operasi. Berdasarkan hasil anamnesa diketahui ia sadar penuh menderita gejala-gejala susah menelan dan terdapat sariawan sudah 5 bulan yang lalu. Untuk mempertahankan asupan nutrisi, bentuk makanan yang baik diberikan kepada Tuan A adalah
a)
Enteral nutrition
b)
Lunak
c)
Cincang
d)
Saring
e)
Parenteral nutrition
12.
Sebagai AGRS bagaimana cara mengetasi gigi karies pada pasien kanker?
a)
Memberikan permen rendah kalori
b)
Menyarankan menghindari makanan yang manis
c)
Makanan dalam bentuk halus
d)
Tidak diberikan makanan berminyak
e)
Meningkatkan intake cairan
13.
Seorang ibu mengeluh persendian kaku dan nyeri setelah mengkonsumsi sea food dan bayam. Berkaitan dengan kandungan atau senyawa yang terdapat dalam sea food dan bayam. Senyawa apa yang dapat menimbulkan keluhan tersebut?
a)
Protein
b)
Purin
c)
Pirimidin
d)
Sitokin
e)
Amonia
14.
Apabila AGRS melakukan intervensi membatasi asupan protein pada pasien GGK, diagnosis gizi apa yang tepat diambil oleh AGRS tersebut?
a)
Asupan energi inadekuat (NI-1.2).
b)
Asupan oral inadekuat (NI-2.1).
c)
Asupan cairan berlebihan (NI-3.2).
d)
Asupan protein berlebihan (NI-5.7.2).
e)
Kepatuhan yang rendah terhadap rekomendasi gizi (NB-1.6).
15.
Dari beberapa bahan makanan berikut ini, yang merupakan golangan makanan kelompok makanan dengan kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/100 g bahan makanan) adalah?
a)
Bebek, daging sapi, kangkong, Remis, Kerang
b)
Bebek, Asparagus, Makarel, Udang, Ayam
c)
Bebek, ikan sarden, Makarel, ayam, singkong
d)
Bebek, tahu, tempe, Remis, Kerang
e)
Bebek, ikan sarden, Makarel, Remis, Kerang
16.
Tn. C. memiliki TB=168 cm BB=69 merupakan pasien ginjal dengan Hemodialisa. Berapa gram protein per hari yang diberikan oleh AGRS untuk Tn C?
a)
138 g/kg/BB/hari
b)
82,8 g/kg BB/hari
c)
41,4 g/kg BB/hari
d)
55,2 g/kg BB/hari
e)
89,7 g/kg BB/hari
17.
Pasien GGK stadium empat rawat inap di RS saudara berkerja. Bagaimanakah pembeian diet yang tepat kepada pasien tersebut?
a)
Memberikan makanan tinggi protein
b)
Protein rendah dengan pemilihan sumber protein dari nabati lebih banyak
c)
Dianjurkan banyak minum air putih
d)
Memberikan diet rendah protein 0,6 g/kg BB
e)
Diberikan sumber protein dengan nilai bioavailabilitas rendah agar tidak memperberat kerja ginjal
18.
Jika anda sebagai AGRS menegakkan diagnosis gizi Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (spesifik) (NC-2.2) pada pasien rawat inap dengan Gout Arthritis. Monitoring dan evaluasi yang paling tepat anda lakukan pada pasien tersebut adalah?
a)
Asupan makan pasien selama di RS
b)
Perubahan berat badan selama di rawat
c)
Pengetahuan diet rendah purin ketika pulang dari RS
d)
Keluhan selama di RS
e)
Pemantauan kadar asam urat (dalam darah dan urin)
19.
Berikut ini yang merupakan bukan dampak stroke yang berhubungan dengan gizi adalah
a)
Disfagia
b)
Gangguan elektrolit
c)
malnutrisi
d)
gangguan mobilisasi
e)
transient ischemic attack
20.
Pada pasien dengan sirosis hati tidak dianjurkan pembatasan KH untuk mencegah terjadinya hipoglikemia akibat gangguan sintesis glikogen. Pernyataan tersebut Benar/Salah?
a)
Benar
b)
Salah
21.
Wanita berusia 35 tahun datang ke ahli gizi, dengan berat badan 50 kg, tinggi badan 155 cm, post op sectio caesaria 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan diperoleh: TD 120/90 mmHg, nyeri pada beka luka operasi, luka belum juga kering. Pasien mengaku menghindari anjuran dokter untuk konsumsi lauk hewani dan kacang-kacangan karena khawatir malah memperburuk lukanya. Berdasarkan kasus tersebut, bagaimana diagnosa gizi yang paling tepat?
a)
Ketidaksesuaian intake jenis karbohidrat
b)
Kurangnya pengetahuan mengenai pangan dan gizi
c)
Kelebihan intake karbohidrat
d)
Kelebihan intake natrium
e)
Kepercayaan yang salah mengenai pangan dan gizi
22.
Tn.X, usia 60 tahun, didiagnosa nefrotik syndrome dengan dislipidemia. Dari hasil pemeriksaan didapatkan IMT 19. Hasil pemeriksaan laboratorium : Blood Urea Nitrogen (BUN) 92 mg/dl (N= 8-20 mg/100 ml), Creatinin 6 mg/dl (N=1,0-1,7 mg/dl), Uric acid 7 mg/dl (N=3-7,5 mg/dl), Cholesterol 300 mg/dl (N=150- 280 mg/dl), Trigliseride 275 mg/dl (N=200 mg/dl), Total protein darah 4 mg/dl (N=6-7, mg/dl), Proteinuri +++ (positif). KU lemas, tekanan darah 120/100 mmHg. Hasil recall 24 jam menunjukkan pasien hampir selalu menghabiskan makanan yang diberikan, dahulu pasien suka mengkonsumsi soft drink. Mengapa pada pasien dengan sindroma nefrotik harus diberikan diet tinggi protein?
a)
Karena pasien mengalami hipoalbuminemia akibat protein loss ++
b)
Karena pasien cenderung mengalami penurunan status gizi
c)
Karena pasien mengalami keseimbangan nitrogen positif
d)
Karena pasien mengalami penurunan nafsu makan akibat uremia
e)
Karena pasien mengalami odema dan peningkatan berat badan
23.
Tn. M usia 60 tahun dengan IMT 26, mengaku nyeri perut, lemas, mual. Hasil pemeriksaan menunjukkan muntah +, melena +, ascites +, TD 150/100 mmHg. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 28 September 2015 didapatkan data : SGOT 75 µ/ l (↑), Hb 9 g/dl (↓), Albumin ↓. Dari hasil recall menunjukkan bahwa asupan energi 95% kebutuhan, asupan KH 85% kebutuhan, asupan lemak 115% kebutuhan, asupan protein 90% kebutuhan, memiliki pola makan 3x sehari, menyukai makanan yang dimasak dengan santan, tidak suka makan buah dan sayur. Data apa saja yang harus dimonitoring dan dievaluasi oleh ahli gizi dalam menjalankan proses asuhan gizi yang terstandart ?
a)
Berat badan dan riwayat makan dahulu
b)
Tekanan darah dan data laboratorium
c)
Data laboratorium dan riwayat makan dahulu
d)
Riwayat makan sekarang dan dahulu
e)
Berat badan dan riwayat makan sekarang
24.
Pasien berusia 52 tahun datang berobat dengan keluhan sudah satu minggu tidak buang air besar dan perut terasa begah . Pasien sehari-hari banyak mengkonsumsi mie instan, daging, unggas, telur dan sedikit sayur dan buah. Pasien memiliki tinggi badan 172 cm dan berat badan 70 kg. Apa status gizi pada kasus tersebut berdasarkan WHO 2000?
a)
Underweight
b)
Normal
c)
Overweight
d)
Obesitas I
e)
Obesitas II
25.
Seorang pasien post op usia 55 tahun dengan gejala pusing dan merasa letih. Hasil tes GDP 120 g/dl, Kolesterol 175 g/dl, Hb 14 g/dl, TD 120/90 mmHg. Nafsu makan menurun, pasien hampir selalu menyisakan setengah dari makanannya. Pola makan 3 x sehari dengan 2 x selingan berupa makanan ringan. BB 63 kg, TB 171 cm. Data apakah yang menentukan bahwa pasien diatas berisiko malnutrisi pada screening gizi?
a)
Status gizi
b)
Data biokimia
c)
Data klinis
d)
Riwayat makan
e)
Data keluarga
26.
Apa definisi dari manajemen organisasi katering?
a)
Proses pencatatan transaksi keuangan dalam bisnis katering.
b)
Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis katering secara efektif dan efisien.
c)
Kegiatan sehari-hari dalam menyiapkan dan menyajikan makanan.
d)
Strategi pemasaran untuk menarik pelanggan baru.
27.
Departemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan karyawan dalam struktur organisasi katering adalah?
a)
Departemen Dapur/Produksi
b)
Departemen Keuangan
c)
Departemen Penjualan dan Pemasaran
d)
Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)
28.
Salah satu aspek penting dalam manajemen organisasi katering adalah SDM yang handal. Apa yang ditekankan terkait dengan SDM yang handal ini?
a)
Kemampuan mereka dalam bernegosiasi harga dengan pemasok.
b)
Karyawan yang berkualitas dan terlatih, mampu bekerja sama dalam tim, memahami standar kebersihan dan keamanan pangan, serta memberikan pelayanan terbaik.
c)
Jumlah karyawan yang sebanyak-banyaknya.
d)
Penguasaan teknologi informasi terkini.
29.
Tujuan utama dari sistem penyelenggaraan makanan katering adalah?
a)
Mengurangi biaya operasional seminimal mungkin.
b)
Menghasilkan makanan berkualitas baik, aman, efisien, dan sesuai dengan keinginan pelanggan.
c)
Memperluas jangkauan pasar hingga ke luar kota.
d)
Meningkatkan keuntungan perusahaan sebesar mungkin.
30.
Apa yang perlu dipertimbangkan dalam tahap perencanaan menu dalam sistem penyelenggaraan makanan katering?
a)
Jumlah pemasok bahan makanan yang tersedia.
b)
Preferensi pelanggan, tema acara, kebutuhan diet khusus, tren kuliner terkini, dan perencanaan porsi standar.
c)
Lokasi penyimpanan bahan baku.
d)
Metode pembayaran yang akan digunakan oleh pelanggan.
31.
Sistem penyimpanan bahan makanan yang menekankan penggunaan bahan yang pertama masuk atau pertama kedaluwarsa disebut?
a)
Just In Time (JIT)
b)
Last In, First Out (LIFO)
c)
First In, First Out (FIFO) atau First Expired, First Out (FEFO)
d)
Zero Inventory (ZI)
32.
Apa yang menjadi fokus utama dalam tahap persiapan dan pengolahan makanan dalam sistem penyelenggaraan makanan katering
a)
Pemilihan jenis kemasan yang paling menarik.
b)
Menentukan harga jual per porsi.
c)
Pencucian, pemotongan, penimbangan bahan, memasak sesuai resep dan standar kualitas, serta mengutamakan kebersihan dan sanitasi.
d)
Melakukan survei kepuasan pelanggan.
33.
Bagaimana definisi dari pengembangan bisnis katering?
a)
Upaya untuk mengurangi jumlah karyawan.
b)
Upaya strategis untuk meningkatkan pertumbuhan, profitabilitas, dan jangkauan pasar, melibatkan identifikasi peluang baru, inovasi, dan peningkatan efisiensi operasional.
c)
Proses harian dalam menerima pesanan dan mengirimkan makanan.
d)
Perencanaan menu untuk acara khusus.
34.
Strategi pengembangan bisnis katering yang melibatkan pemanfaatan media sosial, website, dan Google Business Profile termasuk dalam kategori?
a)
Riset Pasar dan Penentuan Target Pasar
b)
Inovasi Menu dan Produk
c)
Pemasaran dan Promosi Efektif
d)
Peningkatan Pelayanan Pelanggan
35.
Apa yang dimaksud dengan Business Model Canvas (BMC)?
a)
Sebuah dokumen hukum yang merinci semua kontrak bisnis.
b)
Sebuah kerangka kerja strategis yang digunakan untuk menggambarkan, merancang, dan menganalisis model bisnis dalam bentuk visual.
c)
Laporan keuangan tahunan suatu perusahaan.
d)
Panduan langkah demi langkah untuk memulai bisnis baru.
36.
Elemen BMC yang menjawab pertanyaan 'Siapa target pelanggan Anda?' dan 'Bagaimana karakteristik demografi, psikografi, dan perilaku mereka?' adalah?
a)
Proposisi Nilai (Value Propositions)
b)
Arus Pendapatan (Revenue Streams)
c)
Segmen Pelanggan (Customer Segments)
d)
Saluran (Channels)
37.
Dalam BMC, elemen 'Arus Pendapatan (Revenue Streams)' berkaitan dengan hal berikut, kecuali:
a)
Bagaimana bisnis Anda akan menghasilkan uang.
b)
Bagaimana pelanggan akan membayar produk/layanan Anda.
c)
Aset apa yang paling penting yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis Anda.
d)
Sumber pendapatan apa yang paling signifikan.
38.
Apa manfaat utama dari penggunaan Business Model Canvas (BMC)?
a)
Meningkatkan modal awal untuk startup.
b)
Memudahkan siapa saja untuk memahami model bisnis secara keseluruhan karena sifatnya yang visual dan terstruktur.
c)
Mengurangi kebutuhan akan staf pemasaran.
d)
Menjamin profitabilitas bisnis dalam waktu singkat.
39.
Dalam 'Kemitraan Utama (Key Partnerships)' BMC, siapa saja yang bisa menjadi mitra kunci?
a)
A. Pesaing utama di pasar.
b)
B. Hanya investor dan bank.
c)
C. Pemasok, distributor, aliansi strategis, atau perusahaan lain yang menyediakan sumber daya atau aktivitas penting.
d)
D. Hanya pelanggan setia.
40.
Elemen BMC yang mencakup biaya-biaya seperti gaji karyawan, sewa tempat, dan biaya pemasaran disebut?
a)
A. Sumber Daya Utama (Key Resources)
b)
B. Arus Pendapatan (Revenue Streams)
c)
C. Struktur Biaya (Cost Structure)
d)
D. Aktivitas Utama (Key Activities)
41.
Dalam konteks manajemen inventaris katering, mengapa penting untuk melakukan pemisahan bahan mentah dan matang?
a)
A. Untuk memudahkan penghitungan stok.
b)
B. Untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga keamanan pangan.
c)
C. Untuk mempercepat proses distribusi.
d)
D. Untuk membedakan produk premium dari produk standar.
42.
Tahap 'Pendistribusian dan Penyajian' dalam sistem penyelenggaraan makanan katering mencakup apa saja?
a)
A. Perencanaan menu dan penentuan harga.
b)
B. Pengiriman makanan ke lokasi acara tepat waktu dengan menjaga suhu dan kualitas, penataan dan penyajian di lokasi, serta pelayanan oleh staf penyaji yang ramah.
c)
C. Pengadaan bahan makanan dan penyimpanan inventaris.
d)
D. Pembuatan laporan keuangan dan audit.
43.
Mengapa analisis kompetitor penting dalam 'Riset Pasar dan Penentuan Target Pasar' untuk pengembangan bisnis katering?
a)
A. Untuk mengetahui jumlah staf yang dipekerjakan oleh pesaing.
b)
B. Untuk menemukan keunggulan kompetitif dan peluang pasar yang belum tergarap.
c)
C. Untuk meniru semua strategi pemasaran yang digunakan oleh pesaing.
d)
D. Untuk mengurangi jumlah pesaing di pasar.
44.
Contoh 'Sumber Daya Utama (Key Resources)' untuk sebuah bisnis katering adalah?
a)
A. Testimoni pelanggan dan ulasan positif.
b)
B. Barista terampil, mesin kopi berkualitas, biji kopi premium, lokasi kedai.
c)
C. Diskon dan paket khusus untuk pelanggan.
d)
D. Platform pemesanan online pihak ketiga.
45.
Salah satu ciri utama 'Hubungan Pelanggan (Customer Relationships)' dalam BMC adalah tujuannya untuk:
a)
A. Mengurangi biaya operasional.
b)
B. Meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan.
c)
C. Mendefinisikan segmen pasar yang baru.
d)
D. Menemukan pemasok bahan baku terbaik.
46.
Secara garis besar, jenis menu dibedakan menjadi dua yaitu
a)
Menu tradisional dan menu modern
b)
B. Menu harian dan menu khusus
c)
C. Menu pilihan (ala carte) dan menu non-pilihan (table dhote)
d)
D. Menu tetap dan menu berubah
e)
E. Menu utama dan menu pendamping
47.
Menu pada rumah sakit di kelas perawatan 1, 2, dan 3 termasuk dalam kategori menu
a)
A. Menu harian
b)
B. Menu prasmanan
c)
C. Menu non-pilihan atau paket (table dhote)
d)
D. Menu khusus
e)
E. Menu pilihan (ala carte)
48.
Definisi evaluasi menu yang paling tepat berdasarkan materi adalah
a)
A. Proses sistematis untuk menilai kualitas menu yang disajikan, baik dari segi rasa, penampilan, maupun aspek lainnya, guna memastikan kepuasan pelanggan dan meningkatkan kualitas hidangan secara keseluruhan.
b)
B. Proses penilaian harga menu berdasarkan biaya bahan baku.
c)
C. Pengembangan resep baru untuk meningkatkan variasi hidangan.
d)
D. Metode untuk mengelola persediaan bahan baku secara efisien.
e)
E. Sistem untuk mempromosikan menu yang paling populer.
49.
Salah satu tujuan utama dilakukannya evaluasi menu adalah Mengoptimalkan Biaya Operasional. Hal ini dapat dicapai dengan
a)
A. Fokus hanya pada peningkatan mutu hidangan tanpa memperhatikan aspek keuangan.
b)
B. Menambah porsi hidangan untuk menarik lebih banyak pelanggan.
c)
C. Mengidentifikasi menu yang kurang laku atau terlalu mahal untuk diproduksi, sehingga dapat dioptimalkan atau dihilangkan.
d)
D. Meningkatkan kualitas bahan baku tanpa mempertimbangkan harga.
e)
E. Menurunkan harga jual semua menu untuk meningkatkan volume penjualan.
50.
Manfaat evaluasi menu yang berkaitan dengan 'Peningkatan Keuntungan' adalah
a)
A. Meningkatnya jumlah survei pelanggan yang dilakukan.
b)
B. Dengan menu yang lebih baik dan operasional yang lebih efisien, keuntungan bisnis dapat meningkat.
c)
C. Terciptanya lebih banyak variasi menu baru.
d)
D. Peningkatan kapasitas produksi dapur.
e)
E. Pengurangan waktu yang diperlukan untuk persiapan makanan.
51.
Salah satu faktor yang mempengaruhi evaluasi menu adalah Kebutuhan Gizi Individu. Manakah di antara berikut yang *bukan* merupakan aspek dari Kebutuhan Gizi Individu?
a)
A. Ukuran Tubuh
b)
B. Usia
c)
C. Jenis Kelamin
d)
D. Ketersediaan bahan makanan segar
e)
E. Aktivitas Fisik
52.
Di antara berikut, manakah yang merupakan salah satu 'Faktor Lainnya' yang mempengaruhi evaluasi menu?
a)
A. Kondisi kesehatan
b)
B. Biaya
c)
C. Faktor budaya
d)
D. Peralatan masak
e)
E. Preferensi makanan
53.
Evaluasi menu di Rumah Sakit dilakukan dengan cara
a)
A. Menganalisis data penjualan menu secara harian.
b)
B. Wawancara dan kuesioner terhadap pasien secara berkala (tiap bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekali).
c)
C. Survei kepuasan staf medis.
d)
D. Penilaian internal oleh ahli gizi tanpa melibatkan pasien.
e)
E. Mengamati langsung pelanggan di kantin setiap hari.
54.
Modifikasi resep didefinisikan sebagai
a)
A. Pembuatan resep dari nol tanpa referensi sebelumnya.
b)
B. Penyesuaian resep berdasarkan ketersediaan bahan musiman.
c)
C. Duplikasi resep yang sudah terbukti sukses di pasaran.
d)
D. Mengubah resep dasar menjadi resep baru.
e)
E. Proses penilaian kualitas resep yang sudah ada.
55.
Salah satu tujuan modifikasi resep adalah meningkatkan daya terima konsumen terhadap masakan. Hal ini bisa dicapai dengan
a)
A. Menyajikan masakan dengan porsi yang lebih besar.
b)
B. Menjaga resep tetap original tanpa perubahan.
c)
C. Mengubah nilai kandungan gizi agar lebih tinggi.
d)
D. Mengubah bahan makanan dan/atau bumbu yang digunakan untuk menyesuaikan selera.
e)
E. Hanya fokus pada pengurangan biaya produksi.
56.
Hal yang perlu diperhatikan saat memodifikasi resep agar sesuai dengan perencanaan menu adalah
a)
A. Hanya mengubah bentuk penyajian tanpa menyentuh bahan atau teknik olah.
b)
B. Mengubah jenis hidangan menjadi yang sama (misalnya lauk hewani menjadi lauk hewani juga) dan nilai kandungan gizi sesuai perencanaan menu.
c)
C. Memastikan semua bahan baku berasal dari pemasok yang berbeda.
d)
D. Meningkatkan biaya produksi secara signifikan.
e)
E. Menambah jenis bumbu sebanyak mungkin untuk memperkaya rasa.
57.
Analisis biaya bahan makanan dan harga jual bermula dari perhitungan
a)
A. Daya terima menu oleh pelanggan.
b)
B. Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
c)
C. Total keuntungan yang ditargetkan.
d)
D. Standar porsi yang ditentukan pada saat perencanaan menu.
e)
E. Biaya overhead tahunan.
58.
Manakah dari berikut ini yang *tidak* termasuk dalam biaya penjualan yang mempengaruhi harga jual menurut materi?
a)
A. Biaya overhead (biaya tak terduga)
b)
B. Biaya riset pasar untuk pengembangan menu baru
c)
C. Biaya produksi (biaya bahan, jenis hidangan, teknik pengolahan)
d)
D. Biaya kemasan termasuk label pada kemasan
e)
E. Biaya lain (gas, listrik, SDM)
59.
Berapakah perkiraan persentase keuntungan atau laba dari penjualan produk pada bisnis usaha kuliner?
a)
A. Antara 5-10%
b)
B. Lebih dari 50%
c)
C. Kurang dari 10%
d)
D. Berkisar 20-25% dari harga total biaya yang dikeluarkan.
e)
E. Tidak disebutkan dalam materi.
60.
Dalam konteks rumah sakit, mengapa laba atau keuntungan tidak menjadi fokus utama dalam perencanaan menu?
a)
A. Karena biaya produksi makanan di RS sangat rendah.
b)
B. Karena harga kelas perawatan hanya menunjukkan perbedaan fasilitas.
c)
C. Karena pasien tidak membayar untuk menu makanan.
d)
D. Karena rumah sakit tidak memiliki biaya operasional.
e)
E. Karena perencanaan menu di RS fokus pada kebutuhan energi dan zat gizi pasien.
61.
Metode evaluasi menu eksternal yang disebutkan dalam materi dapat dilakukan melalui
a)
A. Diskusi dengan pemasok bahan makanan.
b)
B. Analisis biaya bahan baku.
c)
C. Survei atau pengamatan langsung pada pelanggan.
d)
D. Inspeksi kebersihan dapur secara rutin.
e)
E. Penilaian internal oleh tim dapur.
62.
Meningkatkan kepuasan pelanggan merupakan salah satu tujuan evaluasi menu. Dampak positif dari peningkatan kepuasan pelanggan adalah
a)
A. Terbatasnya pilihan menu yang tersedia.
b)
B. Menurunnya biaya bahan baku.
c)
C. Meningkatnya loyalitas pelanggan dan reputasi bisnis.
d)
D. Berkurangnya variasi menu yang disajikan.
e)
E. Penurunan jumlah tenaga kerja.
63.
Faktor 'Kebiasaan Makan' yang mempengaruhi evaluasi menu meliputi
a)
A. Preferensi makanan, faktor budaya, dan faktor sosial.
b)
B. Biaya, waktu, dan standar mutu gizi.
c)
C. Usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.
d)
D. Ketersediaan bahan makanan dan peralatan.
e)
E. Tinggi badan, berat badan, dan aktivitas fisik.
64.
Salah satu tujuan modifikasi resep adalah 'meningkatkan nilai gizi pada masakan'. Ini berarti modifikasi resep dapat membantu
a)
A. Membuat masakan lebih menarik secara visual.
b)
B. Mengganti bahan makanan dengan yang lebih murah.
c)
C. Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memasak.
d)
D. Menambahkan kandungan vitamin, mineral, atau zat gizi penting lainnya.
e)
E. Mengubah rasa masakan agar lebih pedas.
65.
Perencanaan menu, baik di RS maupun catering, dibuat berdasarkan
a)
A. Harga jual bahan makanan di pasaran.
b)
B. Ketersediaan tenaga kerja di dapur.
c)
C. Preferensi warna dan tekstur makanan.
d)
D. Kebutuhan energi pasien/konsumen secara individu di RS maupun secara umum AKG pada konsumen catering.
e)
E. Jumlah keuntungan yang diinginkan oleh pemilik usaha.
66.
Salah satu pengkajian data dalam asuhan gizi masyarakat adalah antropometri. Berikut ini merupakan indicator yang paling tepat menilai fluktuatif status gizi pada balita adalah…
a)
a. BB/U
b)
b. TB/U
c)
c. BB/TB
d)
d. Lingkar Perut
67.
Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia semakin meningkat. Salah satu faktor risiko PTM adalah persentase lemak tubuh yang tinggi. Rumus perhitungan % lemak membutuhkan pengukuran berikut ini, kecuali…
a)
a. Usia
b)
b. Jenis kelamin
c)
c. Tinggi badan
d)
d. Berat badan
68.
Berikut ini merupakan instrument yang digunakan dalam menilai rata-rata asupan zat gizi pada populasi adalah..
a)
a. Food recall 1x24 H
b)
b. DQI
c)
c. FFQ
d)
d. SQ-FFQ
69.
Nia, seorang ahli gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten X, sedang melakukan diagnosis gizi dari masalah gizi kurang di wilayah kerjanya. Nia menggunakan HEI selama pengumpulan data. Tujuan dari Healthy Eating Index adalah…
a)
a. Menilai konsumsi pangan individu
b)
b. Menilai kesesuaian konsumsi pangan keluarga berdasarkan pedoman gizi seimbang
c)
c. Menilai kesesuaian konsumsi pangan seseorang berdasarkan pedoman gizi seimbang
d)
d. Menilai kesesuaian konsumsi pangan individu untuk pencegahan PTM
70.
Berikut ini yang tidak termasuk dalam domain risiko pada penyakit tidak menular adalah…
a)
a. Physical activity
b)
b. Merokok
c)
c. Rendah konsumsi sayur dan buah
d)
d. Kebiasaan asupan gula yang tinggi
71.
Pengukuran rutin lingkar kepala dapat digunakan untuk menentukan jenis intervensi gizi pada balita. Proses ini termasuk ke dalam system pendukung pengkajian gizi pada tahap…
a)
a. Manajemen data
b)
b. Manajemen hasil
c)
c. Skrining
d)
d. Rujukan
72.
Berikut ini merupakan faktor biologi yang dapat mempengaruhi pemilihan makanan, kecuali…
a)
a. Rasa (taste)
b)
b. Mekanisme Kelaparan
c)
c. Sensori kekenyangan
d)
d. Perasaan
73.
Bagi mediator masyarakat atau komunitas, tujuan pendidikan gizi terutama untuk …
a)
a. Membangun pusat perbelanjaan baru
b)
b. Melakukan uji klinis obat baru
c)
c. Menetapkan tarif pajak makanan
d)
d. Perubahan perilaku makan kolektif
74.
Seseorang dapat mengalami neofobia makanan, yaitu merasakan cemas dan khawatir saat mencoba makanan baru. Hal ini termasuk ke dalam faktor …
a)
a. Kepercayaan dan Norma
b)
b. Faktor sensori
c)
c. Lingkungan informasi
d)
d. Lingkungan sosial
75.
Seorang ahli gizi puskemas akan melakukan penyuluhan gizi kepada ibu balita di Posyandu dengan topik praktek pemberian MP-ASI. Apa langkah awal yang harus dipersiapkan?
a)
a. Menyusun rencana
b)
b. Menyiapkan Evaluasi
c)
c. Menentukan metodologi
d)
d. Menyiapkan contoh MP-ASI
76.
Praktek ASI Eksklusif di Kota A masih kurang dari 11%. Sebanyak 85% dari bayi yang baru di lahirkan di wilayah Kota A langsung diberi susu formula setelah bayi dilahirkan. 65% di antaranya karena pemberian susu formula merupakan bagian dari standar pelayanan di fasilitas kesehatan tempat bayi tersebut dilahirkan, 15% karena penolong persalinan merasa pemberian susu formula yang paling praktis agar bayi tercukupi kebutuhan gizinya, 10% karena ibu menolak memberikan ASI karena melahirkan dengan operasi atau masih terlalu capek setelah melahirkan. Apakah penyebab paling dominan kegagalan ASI Eksklusif pada kasus di atas?
a)
a. Persepsi ibu yang salah tentang ASI
b)
b. Kurangnya motivasi penolong persalinan untuk menerapkan inisiasi menyusu dini
c)
c. Kurangnya kesadaran penolong persalinan tentang pentingnya ASI eksklusif
d)
d. Standar pelayanan rumah sakit yang belum menerapkan konsep baby friendly hospital
77.
Praktek ASI Eksklusif di wilayah kota A masih kurang dari 11%. Sebanyak 85% dari bayi yang baru di lahirkan di wilayah Kota A langsung diberi susu formula setelah bayi dilahirkan. 65% di antaranya karena pemberian susu formula merupakan bagian dari standar pelayanan di fasilitas kesehatan tempat bayi tersebut dilahirkan, 15% karena penolong persalinan merasa pemberian susu formula yang paling praktis agar bayi tercukupi kebutuhan gizinya, 10% karena ibu menolak memberikan ASI karena melahirkan dengan operasi atau masih terlalu capek setelah melahirkan. Intervensi apa yang paling sesuai untuk mengatasi masalah tersebut?
a)
a. Memberikan edukasi kepada petugas kesehatan tentang pentingnya ASI eksklusif
b)
b. Memberikan edukasi kepada calon ibu untuk segera memberikan ASI setelah bayi dilahirkan
c)
c. Advokasi kepada fasilitas kesehatan untuk memperbaiki standart pelayanan
d)
d. Memberikan motivasi kepada petugas kesehatan untuk menerapkan IMD
78.
Hasil pemeriksaan terhadap 60 orang anak SD di suatu desa mendapatkan bahwa kadar iodium dalam urine rendah. Sebagian besar pendidikan penduduk di daerah tersebut SD. Intervensi yang akan dilakukan petugas gizi adalah penyuluhan dengan tema penggunaan garam beriodium. Apakah media yang paling cocok digunakan untuk kelompok sasaran pada kegiatan tersebut?
a)
a. Leaflet
b)
b. Buku gambar
c)
c. Flipchart
d)
d. Boneka tangan
79.
Prevalensi kurus pada remaja putri di wilayah Kota C sebanyak 36%. Penyebabnya diantaranya remaja putri tidak mengetahui porsi makan yang baik untuk remaja putri 10%, remaja putri melewatkan waktu makan karena tidak sempat atau aktivitas yang terlalu banyak 15%, remaja putri sengaja mengurangi porsi atau melewatkan waktu makan karena ingin terlihat langsing 45%. Apakah intervensi yang paling tepat untuk mengatasi masalah di atas?
a)
a. Edukasi tentang porsi makan yang baik untuk remaja putri
b)
b. Memberikan motivasi kepada remaja putri untuk menepati jadwal makan
c)
c. Memberikan edukasi tentang body image yang baik untuk remaja putri
d)
d. Memberikan motivasi kepada remaja putri untuk meningkatkan berat badannya
80.
Panti rehabilitasi merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang bertanggung jawab memberikan pelayanan pengganti dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak asuh (klien), sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat, dan memadahi bagi perkembangan sesuai dengan yang diharapkan. Setiap peserta panti akan mendapatkan anak asuh, sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi ketika menyantap hidangan yang disajikan di Panti. Apakah pendidikan gizi yang tepat untuk diberikan kepada anak asuhnya tersebut?
a)
a. Penyuluhan cuci tangan
b)
b. Penyuluhan cuci peralatan dapur
c)
c. Penyuluhan cuci bahan makanan
d)
d. Penyuluhan cuci peralatan makan
81.
Prevalensi anemia defisiensi besi pada ibu hamil trimester 2 di wilayah Puskesmas T adalah 41%. Sebanyak 45% Ibu mengaku tidak meminum suplemen Fe lagi karena selalu mual/muntah setelah minum suplemen Fe pada pagi/siang hari, 35% tidak meminum karena lupa dan 5% tidak meminum karena takut tidak bisa BAB atau BAB menjadi hitam. Rencana intervensi apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah di atas?
a)
a. Motivasi untuk meningkatkan keteraturan meminum tablet Fe
b)
b. Membuat kalender ceklist jadwal meminum tablet Fe
c)
c. Edukasi tentang cara dan waktu yang baik untuk minum tablet Fe
d)
d. Edukasi tentang efek samping tablet Fe
82.
Mita merupakan seorang ahli gizi di Kabupaten A. Berdasarkan hasil penelitian terakhir di Kabupaten tersebut menunjukkan bahwa terdapat masalah kesehatan pada balita, yaitu prevalensi balita dengan serum retinol < 20mcg/dL sebesar 0,01%, prevalensi balita stunting sebesar 20,5%, dan prevalensi balita underweight sebesar 4,0%. Menurut anda, masalah yang harus ditangani terlebih dahulu adalah …
a)
a. KVA
b)
b. Stunting
c)
c. Underweight
d)
d. Semua jawaban salah
83.
Berikut ini yang termasuk strategi dalam pendidikan gizi, kecuali…
a)
a. Melakukan pendampingan terhadap sasaran
b)
b. Mengupayakan keterlibatan lingkungan
c)
c. Memaksa masyarakat untuk melakukan kehendak penyuluh
d)
d. Mendesain perubahan perilaku secara sukarela dan berdaya
84.
Dasar teori motivasi yang menggunakan 3 komponen (inputs, outputs, outcomes) adalah …
a)
a. SDT
b)
b. Logic model
c)
c. PAPM
d)
d. Health belief model
85.
Kondisi burn-out adalah salah satu keadaan yang menggambarkan seseorang dalam kondisi...
a)
a. Motivasi terlalu tinggi dengan behavioural efficiency yang rendah
b)
b. Motivasi sedang dengan behavioural efficiency yang sedang
c)
c. Motivasi terlalu rendah dengan behavioural efficiency terlalu tinggi
d)
d. Semua jawaban salah
86.
Apa tujuan utama dari sistem HACCP?
a)
A. Meningkatkan kualitas produk
b)
B. Mengurangi biaya produksi
c)
C. Mengidentifikasi dan mengontrol bahaya pada produksi pangan
d)
D. Menghemat energi produksi
87.
Langkah pertama dalam proses HACCP adalah:
a)
A. Menetapkan tindakan korektif
b)
B. Mengidentifikasi bahaya
c)
C. Mengembangkan prosedur pemantauan
d)
D. Menentukan titik kendali kritis (CCP)
88.
Titik Kendali Kritis (CCP) dalam HACCP adalah:
a)
A. Proses yang memiliki pengaruh terbesar terhadap produktivitas
b)
B. Titik dalam proses di mana bahaya bisa dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima
c)
C. Langkah terakhir dalam pengemasan produk
d)
D. Prosedur untuk menyimpan bahan baku
89.
Dokumen HACCP harus:
a)
A. Diperbarui setiap 10 tahun
b)
B. Diarsipkan hanya setelah ada masalah
c)
C. Diperiksa secara berkala dan diperbarui jika diperlukan
d)
D. Disimpan oleh pemerintah
90.
Mengapa monitoring CCP penting dalam HACCP?
a)
A. Untuk menghindari kegagalan produksi
b)
B. Untuk memastikan keamanan pangan dengan mengendalikan bahaya
c)
C. Untuk menambah rasa pada produk
d)
D. Untuk mengurangi biaya produksi
91.
Salah satu contoh CCP dalam proses pembuatan daging adalah:
a)
A. Pengemasan produk akhir
b)
B. Pemanasan untuk membunuh patogen
c)
C. Penyimpanan daging di gudang
d)
D. Distribusi produk
92.
HACCP diterapkan terutama untuk:
a)
A. Meningkatkan profitabilitas bisnis
b)
B. Menjamin kualitas estetika produk
c)
C. Mengendalikan bahaya biologis, kimia, dan fisik
d)
D. Menambah nilai gizi produk
93.
Prinsip ketiga HACCP adalah:
a)
A. Menetapkan batas kritis
b)
B. Melakukan analisis bahaya
c)
C. Menetapkan prosedur pemantauan
d)
D. Melakukan verifikasi
94.
Instalasi gizi Rumah sakit D di kota Malang akan menerapkan management keamanan pangan dengan menerapkan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sebagai seorang ahli gizi tentunya anda harus tahu apa saja yang harus anda penuhi sebelum menerapkan HACCP. Oleh karena itu, apa yang harus anda pastikan agar instalasi gizi anda bisa menerapkan HACCP?
a)
a. Instalasi gizi telah mempunyai sertifikat uji kelaikan fisik hygiene sanitasi makanan untuk jasa boga
b)
b. Instalasi gizi mempunyai dan menerapkan SOP dan SSOP pada semua rantai kegiatan produksi makanan
c)
c. Instalasi gizi telah menerapkan good manufacturing practices (GMP) dan mempunyai SOP dan SSOP pada semua rantai kegiatan produksi makanan
d)
d. Instalasi gizi mempunyai tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi sebagai anggota tim HACCP
e)
e. Instalasi gizi mempunyai system pendokumentasian untuk memdokumentasikan semua langkah dalam HACCP
95.
Ahli gizi rumah sakit menemukan bahwa saat penerimaan bahan makanan tidak dilakukan penimbangan ulang oleh petugas dikarenakan petugas mengaku sudah biasa memperkirakan berat bahan makanan, selain itu, petugas tidak memeriksa kesesuaian bahan makanan yang telah diterima dengan spesifikasi bahan makanan. Padahal SOP tentang penerimaan sudah tersedia. Apa yang harus dilakukan ahli gizi untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali?
a)
a. Melakukan perubahan SOP penerimaan
b)
b. Melakukan sosialisasi ulang tentang prosedur penerimaan
c)
c. Menegur petugas penerimaan tersebut
d)
d. Mengedukasi petugas tentang pentingnya menimbang bahan makanan
e)
e. Mengevaluasi ketersediaan alat penimbangan
96.
Pada langkah 1 adalah konseling, membangun dasar-dasar konseling, yang harus dilakukan oleh konselor adalah ....
a)
A. Menanyakan keadaan ekonomi keluarga
b)
B. Menanyakan keadaan ekonomi keluarga
c)
C. Memberi salam sapa dan mempersilakan duduk
d)
D. Menimbang berat badan
97.
Langkah 2 menggali masalah dan pengkajian gizi meliputi ....
a)
A. Pengukuran antropometri dan pengkajian Gizi
b)
B. Melakukan diagnosis gizi
c)
C. Memilih Rencana Diet
d)
D. Memperoleh komitmen
98.
Langkah 3 menegakkan diagnosis adalah dimana konselor ....
a)
A. Menanyakan tentang riwayat penyakit
b)
B. Menentukan riwayat makan
c)
C. Menentukan masalah, penyebab dan gejala atau tanda dari penyakit klien
d)
D. Menentukan status gizi klien
99.
Langkah ke 4 Memilih rencana intervensi dimana yang harus dilakukan konselor adalah ....
a)
A. Pengukuran antropometri dan pengkajian Gizi
b)
B. Melakukan diagnosis gizi
c)
C. Memilih Rencana Intervensi Diet
d)
D. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium
100.
Langkah ke 5 adalah memperoleh komitmen, yaitu kesepakan antara klien dan konselor perihal ....
a)
A. Perubahan diet dan perilaku yang akan dilakukan
b)
B. Kunjungan berikutnya
c)
C. Tarif atau pembayaran konseling
d)
D. Hasil pemeriksaan laboratorium
101.
Langkah ke 6 adalah monitoring dan evaluasi meliputi evaluasi proses dan dampak. Evaluasi dampak dapat dilakukan dengan ....
a)
A. Menilai jalannya konseling
b)
B. Perubahan pola makan dan perilaku yang dicapai
c)
C. Ketaatan Kehadiran klien dalam konsultasi
d)
D. Waktu yang dibutuhkan untuk konselin
102.
Ada 6 langkah konseling yang diterapkan di Indonesia, yaitu ……………
a)
A. Membangun dasar-dasar konseling, menggali permasalahan, memilih solusi melalui diagnosis, memilih rencana intervensi, komitmen dan monitoring dan evaluasi
b)
B. Membangun hubungan, identifikasi dan penilaian masalah, memfasilitasi perubahan terapeutis, menggali permasalahan, komitmen, evaluasi serta terminasi
c)
C. Membangun hubungan dan kerjasama, identifikasi dan penilaian masalah, memfasilitasi perubahan terapeutis, membangun intervensi, komitmen dan evaluasi serta terminasi
d)
D. Membangun dasar-dasar konseling, menggali permasalahan, memilih solusi melalui diagnosis, memeilih rencana intervensi, kerjasama yang baik, dan monitoring dan evaluasi
103.
1. Keterampilan komunikasi konselor
2. Ciptakan suasana nyaman
3. Beri waktu yang cukup bercerita identitas dan masalah
4. Lakukan identifikasi untuk pemecahan masalah
Berdasarkan pernyataan di atas yang merupakan membangun dasar-dasar koseling, kecuali
a)
A. 1 dan 3
b)
B. 1 dan 2
c)
C. 2 dan 3
d)
D. 2 dan 4
104.
Area dan data riwayat personal klien salah satunya adalah riwayat penyakit. Apa saja jenis data yang berada pada area ini, kecuali..........
a)
A. Keluhan utama yang terkait dengan gizi, riwayat penyakit dahulu dan sekarang, serta riwayat pembedahan
b)
B. Penyakit kronik dan risiko komplikasi, riwayat penyakit keluarga serta status kesehatan mental dan emosi
c)
C. Riwayat penyakit keluarga, status kesehatan mental dan emosi serta kemampuan kognitif
d)
D. Status sosial ekonomi, budaya, kepercayaan dan agama, situasi rumah serta dukungan pelayanan kesehatan dan sosial
105.
Domain perilaku dalam konseling gizi adalah
a)
A. Pengetahuan dan keyakinan
b)
B. Aktivitas fisik dan fungsi
c)
C. Akses dan keamanan pangan
d)
D. Semua benar
106.
Seorang laki-laki datang berkunjung ke poli gizi dengan keluhan, nafsu makan meningkat, sering buang air kecil, sering berkeringat, sering aus, berat badan semakin menurun, sering kesemutan. Klien membawa serta hasil pemeriksaan laboratorium. Pada langkah pertama apa yang saudara lakukan?
a)
A. Langsung menanyakan berat badan
b)
B. Memberikan salam dan menyapa klien dengan ramah
c)
C. Menanyakan kebiasaan olah raga
d)
D. Menanyak pola makan klien
107.
Masih kasus seperti pada No. satu, selanjutnya apa yang saudara adalah identifikasi/menggali masalah. Setelah saudara melakukan pengukuran antropometri apa yang saudara lakukan?
a)
A. Menanyakan hasil laboratorium
b)
B. Menanyak kebiasaan makan
c)
C. Menanyakan riwayat minum obat
d)
D. Menanyakan kebiasaan olah raga
108.
Dalam menegakkan diagnosis seorang menderita Diabetes mellitus, selain berat badan semakin menurun hasil pemeriksaan laboratorium yang sangat penting adalah
a)
A. Tekanan darah melebihi 130 mg
b)
B. Kadar glukosa darah di atas 80-120 mg/dL
c)
C. Kadar hemoglobin di bawah: Pria: 14,0-17,5 mg/dl, Wanita: 13,0-15,5 mg/dL
d)
D. Kadar Fe dalam Serum di bawah: 50-180 mg/dL
109.
Dalam menegakkan diagnosis seorang menderita Anemia gizi, gejala pusat, letih, lesu, lemah dan lelah hasil pemeriksaan laboratorium yang sangat penting adalah
a)
A. Tekanan Darah melebihi 130 mg
b)
B. Kadar glukosa darah di atas 80-120 mg/dL
c)
C. Kadar hemoglobin di bawah: Pria:14,0-17,5 mg/dL, Wanita:13,0-15,5 mg
d)
D. Kadar Fe dalam Serum di bawah: 50-180 mg/dL
110.
Pada kasus anemia dalam merencanakan intervensi diet klien, yang penting diperhatikan dan disampaikan kepada klien adalah
a)
A. Tujuan diet adalah meningkatkan hemoglobin dalam darah
b)
B. Tujuan diet adalah meningkatkan berat badan klien sampai optimal
c)
C. Kesiapan klien dalam melaksanakan diet
d)
D. Memperoleh komitmen diet dijalankan
111.
Berikut adalah contoh media yang dapat digunakan untuk media pendidikan gizi, kecuali
a)
A. Leaflet
b)
B. Poster
c)
C. Video
d)
D. Buku resep makanan
112.
Tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan didalam pelaksanaan penyuluhan kesehatan dan gizi antara lain, kecuali
a)
A. Media dapat mempermudah penyampaian informasi
b)
B. Media dapat menghindari kesalahan persepsi
c)
C. Media dapat memperjelas informasi
d)
D. Media dapat mengubah perilaku seseorang
113.
Sebuah leaflet harus dapat terlihat dengan jelas saat memberikan edukasi gizi, salah satunya dengan menentukan pilihan warna yang harus memenuhi syarat sebagai berikut, kecuali
a)
A. Gunakan warna secukupnya dan rancang dengan cermat
b)
B. Gunakan maksimal satu hingga tiga warna, dan gunakan secara konsisten.
c)
C. Latar belakang gelap biasanya akan mengakibatkan pesan tersampaikan dengan baik kepada audiens
d)
D. Pilih huruf atau cetakan berwarna gelap pada latar belakang terang
114.
1. Clear and simple supporting visual
2. Visual pendukung yang cukup besar untuk dilihat audiens
3. Pilihan warna
4. Font yang sesuai
Pernyataan di atas yang benar terakit prinsip pemilihan media visual dalam edukasi gizi adalah
a)
A. 1 dan 2
b)
B. 2 dan 3
c)
C. 1 dan 3
d)
D. Semua benar
115.
Syarat media yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut, kecuali
a)
A. Mengembangkan efektifitas dan interaksi kepada audiens
b)
B. Sederhana, mudah dimengerti dan dikenal, mengemukakan ide baru
c)
C. Menarik perhatian, mengesankan ketelitian
d)
D. Menggunakan Bbahasa yang mudah dimengerti sasaran, dan mengajak sasaran untuk memperhatikan, mencoba dan menerima ide-ide yang dikemukakan
116.
Seorang bayi laki-laki usia 8 bulan akan diukur panjang badannya. Petugas menidurkan bayi di atas alat pengukur kayu dengan dua pengukur membantu menahan kepala dan kaki. Petugas yang membaca hasil ukur sebaiknya merupakan..
a)
Petugas yang memegang kaki
b)
Petugas yang memegang kepala
c)
Petugas yang memegang dada
d)
Petugas yang berdiri di dekat bayi
e)
Petugas khusus pembaca
117.
Seorang bayi laki-laki usia 8 bulan akan diukur panjang badannya. Petugas menidurkan bayi di atas alat pengukur kayu dengan dua pengukur membantu menahan kepala dan kaki. Alat ukur yang digunakan adalah
a)
Stadiometer
b)
Mictrotoice
c)
Infantometer
d)
Meteran kain
e)
Baby scale
118.
Anak usia 3 tahun datang ke posyandu. Petugas ingin menilai status gizi kronisnya. Indikator antropometri yang digunakan adalah:
a)
BB/U
b)
TB/U
c)
BB/TB
d)
IMT/U
e)
LILA/U
119.
Anak usia 12 bulan memiliki z-score TB/U = -3,1 SD.
Apa klasifikasi status tingginya?
a)
Normal
b)
Pendek
c)
Sangat pendek
d)
Gizi kurang
e)
Gizi Buruk
120.
Balita perempuan usia 2 tahun memiliki z-score BB/TB = -3,7 SD.
Bagaimana status gizinya menurut WHO?
a)
Gizi baik
b)
Gizi kurang
c)
Gizi buruk
d)
Gizi lebih
e)
Obesitas
121.
Petugas mengukur panjang badan anak usia 2 tahun 3 bulan menggunakan infantometer. Apa kesalahan dalam prosedur ini?
a)
Tidak perlu mengukur panjang badan
b)
Anak seharusnya berdiri karena sudah lebih dari 2 tahun
c)
Anak seharusnya tengkurap
d)
Infantometer tidak digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas
e)
Anak sebaiknya menggunakan sepatu
122.
Anak usia 6 bulan memiliki z-score BB/U sebesar -0,9 SD.
Apa klasifikasi status gizinya?
a)
Gizi baik
b)
Gizi kurang
c)
Gizi buruk
d)
Stunting
e)
Overweight
123.
Bayi usia 7 bulan ditimbang menggunakan dacin, hasilnya tidak sesuai dengan penilaian sebelumnya. Setelah diperiksa, dacin tidak dikalibrasi. Apa dampaknya?
a)
Hasil akurat jika bayi diam
b)
Timbangan tetap dapat digunakan
c)
Hasil berat badan tidak valid
d)
Panjang badan terpengaruh
e)
Tidak berdampak selama petugas terlatih
124.
Seorang anak usia 4 tahun diukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise.
Apa yang harus dipastikan saat melakukan pengukuran ini?
a)
Anak duduk tegak
b)
Anak berbaring
c)
Kepala menyentuh bagian atas alat
d)
Anak tanpa alas kaki dan berdiri tegak
e)
Anak memakai baju tebal
125.
Anak usia 1 tahun datang ke posyandu, namun orang tua tidak tahu umur pastinya.
Apa dampak terhadap penilaian status gizi?
a)
Bisa tetap pakai TB/U
b)
BB/TB tetap dapat digunakan
c)
Tidak bisa menilai status gizi sama sekali
d)
Gunakan umur perkiraan saja
e)
Bisa gunakan IMT/U
126.
Seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan memiliki berat badan 7,5 kg. Berdasarkan Tabel Standar Antropometri Kemenkes, median BB/U untuk laki-laki usia 10 bulan adalah 9,0 kg, dan standar deviasi -1SD adalah 8,4 kg dan +1SD adalah 10,2 kg.
Berapakah nilai Z-score BB/U bayi tersebut?
a)
-2.5
b)
-0.5
c)
0.5
d)
2.5
e)
1.5
127.
Seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan memiliki berat badan 7,5 kg. Berdasarkan Tabel Standar Antropometri Kemenkes, median BB/U untuk laki-laki usia 10 bulan adalah 9,0 kg, dan standar deviasi -1SD adalah 8,4 kg dan +1SD adalah 10,2 kg. Tentukan status gizi bayi tersebut!
a)
Underweight
b)
Normal
c)
Obese
d)
Severely underweight
e)
Stunting
128.
Alat yang digunakan untuk mengukur tebal lipatan bawah kulit pada titik triceps, subscapula, atau suprailiaka adalah:
a)
Mikrometer
b)
Jangka sorong
c)
Dacin
d)
Infantometer
e)
Skinfold caliper
129.
Seorang ibu hamil datang ke Posyandu. Petugas mengukur LILA ibu dan hasil ukur menunjukkan LILA 19.3 cm. Tentukan status gizi ibu!
a)
Anemia
b)
Obes
c)
KEK
d)
KEP
e)
GAKY
130.
Seorang balita datang ke Posyandu dan ditemukan adanya pembekakan di kedua kaki. Petugas menekan pembengkakan tersebut dan bekas tekan tidak kembali dalam 5 detik. Tentukan status gizi balita!
a)
Severely acute malnutrition
b)
Perlu ditimbang dahulu
c)
Tidak bisa menentukan status gizi balita
d)
Balita tampak sehat hanya ada masalah di kaki
e)
Perlu peninjauan lebih lanjut
131.
Terdapat lima bayi yang lahir di Puskesmas pada tanggal 31 Juli 2025. Bayi A memiliki berat 2000 g, bayi B 2300 g, bayi C 3000 g, bayi D 4000 g, dan bayi E 2750 g. Bayi mana yang BBLR?
a)
A dan B
b)
A
c)
A, B, dan E
d)
E
e)
B
132.
Seorang anak usia 8 tahun. Anda ditugaskan untuk menilai status gizi anak tersebut. Indikator apa yang akan anda gunakan?
a)
IMT
b)
IMT/U
c)
TB/U
d)
BB/U
e)
BB/TB
133.
Terdapat 3 pasien yang baru saja masuk rumah sakit. Berdasarkan hasil skrining, pasien A berisiko berat malnutrisi, pasien B dan C berisiko ringan malnutrisi. Sebagai ahli gizi, pasien yang harus mendapatkan asuhan gizi khusus adalah…
a)
Pasien A
b)
Pasien A dan B
c)
Pasien A dan C
d)
Semua pasien
e)
Tidak dapat ditentukan
134.
Seorang pasien wanita berusia 63 tahun dirawat karena pneumonia. Ia tampak kurus dan menyebutkan berat badannya turun 5 kg dalam 1 bulan terakhir tanpa disengaja. Ia juga mengeluh kurang nafsu makan sejak beberapa minggu terakhir. Perawat menggunakan alat skrining gizi Malnutrition Screening Tool (MST) untuk menilai status gizinya. Apa langkah selanjutnya setelah hasil MST menunjukkan skor ≥2?
a)
Berikan suplementasi energi tinggi langsung
b)
Lakukan pemeriksaan darah
c)
Rujuk ke ahli gizi untuk penilaian gizi lanjut
d)
Anjurkan pasien makan lebih banyak
e)
Mulai diet tinggi protein
135.
Anda mendapatkan pasien lansia. Anda ditugaskan untuk melakukan skrining. Tools yang paling tepat untuk digunakan adalah
a)
MNA
b)
MST
c)
SGA
d)
Stringkids
e)
MSU
100 %
