wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

GEJALA ALAM

Total questions: 50

Worksheet time: 4hrs 6mins

Name
Class
Date
1.

Suatu wilayah dataran tinggi di Indonesia memiliki curah hujan tahunan > 3000 mm, kemiringan lereng > 30%, dan struktur tanah lempung pasiran. Permukiman di wilayah ini menyebar memanjang mengikuti jalan dan lahan pertanian hortikultura.
Pola permukiman tersebut paling dipengaruhi oleh ....

a)

Faktor iklim dan struktur tanah yang mendukung kegiatan pertanian

b)

Risiko longsor yang memaksa masyarakat memilih lokasi aman di sepanjang jalan

c)

Ketersediaan akses transportasi dan bentuk lahan yang terbatas

d)

Faktor historis dan kultural masyarakat yang mempertahankan pola lama

2.

Sebuah peta tematik menunjukkan wilayah A dengan curah hujan rata-rata 1000–1500 mm/tahun, topografi datar, dan dominasi tanah alluvial. Namun, hasil pertanian di wilayah ini cenderung rendah dibanding wilayah B yang memiliki curah hujan 2500–3000 mm dan berada di dataran tinggi.
Kemungkinan penyebab utama rendahnya produktivitas wilayah A adalah ....

a)

Curah hujan yang tidak cukup untuk mendukung sistem pertanian intensif

b)

Jenis tanah alluvial yang cenderung padat dan miskin unsur hara

c)

Ketinggian tempat yang menghambat proses fotosintesis tanaman

d)

Tingkat erosi tanah yang tinggi di wilayah datar

3.

Wilayah pesisir barat Sumatra memiliki bentang alam berupa pantai sempit, langsung berbatasan dengan pegunungan. Akibat kondisi ini, aktivitas ekonomi masyarakat setempat cenderung terbatas pada .....

a)

Pertanian padi sawah karena tanah subur dan datar

b)

Perikanan tangkap dan perdagangan karena akses laut terbuka

c)

Peternakan karena banyak padang rumput alami

d)

Industri pariwisata karena kondisi alam yang datar dan mudah diakses

4.

Wilayah C berada di zona subduksi aktif, memiliki kemiringan lereng curam, vegetasi berkurang karena alih fungsi lahan, dan berada di jalur patahan lokal. Bencana yang paling mungkin terjadi secara simultan dan berantai di wilayah ini adalah ....

a)

Gempa bumi – tanah longsor – letusan gunung api

b)

Letusan gunung api – tsunami – tanah longsor

c)

Gempa bumi – tanah longsor – banjir bandang

d)

Kekeringan – kebakaran hutan – tanah ambles

5.

Sebuah daerah dataran rendah mengalami banjir musiman yang parah akibat penurunan muka tanah dan intrusi air laut. Masyarakat mulai berpindah ke daerah perbukitan terdekat, meskipun akses transportasi terbatas. Fenomena ini menunjukkan ......

a)

Adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim global

b)

Transisi ekonomi dari pertanian ke industri di daerah perbukitan

c)

Mobilitas sosial vertikal akibat urbanisasi alami

d)

Migrasi ekologis akibat degradasi lingkungan dan tekanan spasial

6.

Perhatikan deskripsi wilayah berikut:

  • Curah hujan: > 3000 mm/tahun (sangat tinggi)

  • Kemiringan lereng: 25–40% (curam)

  • Penggunaan lahan: Pertanian hortikultura, permukiman di lereng, dan kawasan hutan yang mulai berkurang

Jika tren ini terus berlangsung, profesi dominan masyarakat kemungkinan besar adalah ...... , dan gejala alam yang paling berpotensi terjadi adalah .......

a)

Petani padi sawah – banjir genangan

b)

Petani hortikultura – tanah longsor

c)

Peternak sapi perah – kekeringan

d)

Buruh pabrik – badai siklon tropis

7.

Berdasarkan peta curah hujan dan jenis tanah, wilayah dengan curah hujan tinggi dan dominasi tanah andosol paling cocok digunakan untuk ....

a)

Perkebunan kelapa sawit skala industri

b)

Pertanian hortikultura intensif di lahan dataran tinggi

c)

Peternakan sapi padang rumput terbuka

d)

Pengembangan kawasan permukiman padat

8.

Suatu wilayah menunjukkan kemiringan lereng curam dengan alih fungsi hutan menjadi ladang dan permukiman. Dalam jangka panjang, kombinasi ini paling mungkin menyebabkan

a)

Perubahan iklim mikro dan penurunan kesuburan tanah

b)

Tanah longsor yang merusak infrastruktur dan pertanian

c)

Kekeringan ekstrem akibat hilangnya daerah resapan

d)

Endapan lumpur di wilayah pesisir akibat sedimentasi laut

9.

Wilayah pada peta menunjukkan dominasi lahan pertanian dan sedikit kawasan hutan, dengan jalan utama yang menghubungkan pasar desa. Profesi dominan penduduk yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah ...

a)

Pengrajin dan buruh pabrik

b)

Pedagang dan pekerja logistik

c)

Petani tanaman pangan dan peladang berpindah

d)

Peternak dan pembuat alat pertanian tradisional

10.

Perhatikan peta curah hujan berikut !


Berdasarkan kombinasi peta elevasi dan curah hujan, wilayah yang paling rentan mengalami flash flood adalah ....

a)

Kawasan pesisir dengan topografi datar dan angin muson

b)

Daerah pegunungan batuan kapur dengan curah hujan rendah

c)

Dataran rendah yang landai dengan hujan musiman ringan

d)

Lembah curam dengan aliran sungai dan curah hujan ekstrem

11.

Peta zonasi rawan longsor berikut !

Wilayah dengan risiko longsor tinggi berdasarkan peta juga merupakan daerah padat aktivitas pertanian lereng. Kebijakan yang paling logis untuk menurunkan risiko tanpa mengorbankan ekonomi adalah ....

a)

Menerapkan sistem agroforestri dan zonasi lahan konservasi

b)

Mewajibkan sistem pertanian vertikal modern

c)

Relokasi seluruh penduduk ke daerah datar

d)

Melarang semua kegiatan ekonomi di lereng curam

12.

Petani di lereng Gunung Slamet mulai menerapkan sistem terasering dan menanam tanaman keras seperti kopi dan alpukat, bukan sayuran musiman seperti sawi atau kol. Tujuan utama adaptasi ini adalah untuk .....

a)
B. Mencegah longsor akibat lereng curam dan hujan tinggi
b)
D. Meningkatkan jumlah varietas tanaman musiman
c)
C. Menggunakan pupuk organik untuk semua tanaman
d)
A. Meningkatkan hasil panen sayuran musiman
13.

Masyarakat nelayan di pesisir selatan Jawa mulai mengembangkan budidaya rumput laut dan keramba jaring apung ketika musim angin barat datang. Adaptasi ini dilakukan karena .....

a)

B. Rumput laut lebih mudah ditangkap dibanding ikan

b)
C. Keramba jaring apung lebih menguntungkan daripada budidaya ikan
c)
D. Teknologi penangkapan ikan semakin maju dan efisien
d)

A. Musim angin barat membatasi aktivitas penangkapan di laut lepas

14.

Di daerah langganan banjir seperti dataran rendah Kalimantan, petani beralih menanam padi rawa dan menggunakan sistem pertanian apung. Strategi ini mencerminkan ........

a)
A. Ketergantungan terhadap bantuan luar negeri
b)
B. Adaptasi ekologis terhadap lingkungan ekstrem
c)
C. Pengaruh teknologi pertanian asing
d)
D. Penerapan metode pertanian konvensional
15.

Penduduk lereng Gunung Agung yang berada di zona rawan erupsi memilih tetap tinggal dan memanfaatkan lahan untuk menanam palawija, serta membangun rumah dari bahan ringan dan mudah dibongkar. Hal ini menggambarkan bentuk adaptasi .....

a)
A. Ketidakpedulian terhadap perubahan iklim
b)
B. Adaptasi ekonomi dengan mengandalkan bantuan luar
c)
D. Adaptasi struktural dan sosial terhadap ancaman alam
d)
C. Penolakan terhadap saran mitigasi bencana
16.

Warga di daerah karst Gunung Kidul yang rawan kekeringan telah membangun sumur resapan dan embung buatan untuk menampung air hujan selama musim penghujan. Dampak utama dari strategi ini terhadap profesi masyarakat adalah .....

a)
Meningkatkan jumlah peternak karena air melimpah
b)
Menurunnya kualitas air akibat pencemaran
c)
A. Meningkatkan hasil pertanian karena air tersedia lebih lama
d)
Meningkatkan risiko banjir di daerah pertanian
17.

Pembukaan tambang emas rakyat secara ilegal di daerah pegunungan Papua menyebabkan perubahan bentang alam berupa penggundulan hutan dan sedimentasi sungai. Akibat langsung dari perubahan ini terhadap masyarakat adalah ....

a)
C. Bertambahnya populasi ikan di sungai akibat penggundulan hutan
b)
D. Meningkatnya kualitas udara di sekitar tambang
c)
A. Meningkatnya jumlah wisatawan yang tertarik ke daerah tambang
d)
B. Rusaknya infrastruktur transportasi akibat erosi dan banjir lumpur
18.

Transformasi hutan rawa di Sumatra menjadi perkebunan sawit skala besar mengubah ekosistem alami dan menyebabkan penurunan air tanah secara drastis. Dampak perubahan ini terhadap profesi masyarakat lokal adalah ....

a)

Tergesernya masyarakat dari petani subsisten menjadi buruh kebun

b)
Peningkatan pendapatan dari perkebunan sawit.
c)
Perbaikan kualitas tanah dan air di daerah tersebut.
d)
Meningkatnya jumlah pekerjaan di sektor pariwisata.
19.

Proyek reklamasi pantai di kota pesisir menyebabkan hilangnya daerah pasang surut dan mangrove. Profesi masyarakat yang paling terdampak negatif akibat perubahan ini adalah ....

a)

Pedagang makanan laut di perkotaan

b)

Petani hortikultura dataran tinggi

c)

Pembudidaya ikan bandeng dan udang tradisional

d)

Buruh pelabuhan dan konstruksi

20.

Pembangunan kawasan industri baru di daerah aliran sungai menyebabkan penurunan kualitas air dan meningkatnya limbah cair. Profesi masyarakat yang paling terdampak secara langsung adalah .....

a)

Guru dan tenaga kesehatan desa

b)

Nelayan air tawar dan petani tambak

c)

Pengrajin batik skala rumahan

d)

Peternak sapi dan kerbau padang rumput

21.

Perluasan kawasan permukiman dan jalan di lereng Pegunungan Serayu menyebabkan rusaknya sistem terasering yang dibangun turun-temurun. Akibat dari perubahan ini adalah .....

a)

Kenaikan harga tanah dan hasil panen petani

b)

Perubahan iklim lokal menjadi lebih dingin

c)

Longsor dan hilangnya fungsi lahan pertanian

d)

Perpindahan profesi dari petani menjadi pemilik toko

22.

Wilayah dataran tinggi Dieng memiliki tanah andosol, suhu sejuk, dan curah hujan tinggi. Berdasarkan potensi spasial ini, kombinasi aktivitas ekonomi paling tepat untuk dikembangkan adalah ....

a)

Hortikultura dan wisata alam berbasis agroedukasi

b)

Perkebunan kelapa sawit dan industri minyak goreng

c)

Pertanian padi sawah dan pengolahan ikan air tawar

d)

Tambang pasir besi dan industri berat

23.

Wilayah pesisir selatan Jawa memiliki ombak besar, angin kuat, dan pantai curam. Aktivitas ekonomi yang paling sesuai berdasarkan karakter spasial tersebut adalah .....

a)

Perikanan tangkap laut dalam dan energi angin

b)

Budidaya udang vaname dan peternakan bebek

c)

Pertanian padi rawa dan wisata kuliner pesisir

d)

Tambak garam dan pertanian lahan kering

24.

Wilayah delta Mahakam di Kalimantan memiliki rawa pasang surut, sedimen halus, dan sungai bercabang. Profesi yang paling berkembang dan sesuai dengan kondisi wilayah ini adalah ....

a)

Peternakan sapi dan perdagangan antarprovinsi

b)

Perikanan tambak dan transportasi sungai

c)

Budidaya apel dan wisata pegunungan

d)

Pertambangan logam berat dan perkebunan teh

25.

Daerah lereng barat Pegunungan Bukit Barisan memiliki topografi bergelombang, tanah subur, dan kelembapan tinggi. Kombinasi potensi alam ini paling cocok dimanfaatkan untuk .....

a)

Pertambangan batu bara dan eksplorasi gas bumi

b)

Budidaya kopi dan pengembangan ekowisata

c)

Industri logistik dan pergudangan nasional

d)

Tambak garam dan budidaya perikanan laut

26.

Wilayah kering di Nusa Tenggara Timur memiliki topografi berbukit, curah hujan rendah, dan tanah berkapur. Profesi yang paling mungkin berkembang secara berkelanjutan di wilayah tersebut adalah .....

a)

Penambang emas dan pengolah hasil laut

b)

Petani padi sawah dan tambak air tawar

c)

Nelayan dan budidaya mangrove

d)

Peternak dan pengrajin tenun tradisional

27.

Masyarakat di Kampung Naga, Jawa Barat, tidak membangun rumah dengan pondasi beton dan tidak menggunakan atap seng. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kearifan lokal untuk .....

a)

Menunjukkan penolakan terhadap modernisasi

b)

Menyesuaikan bangunan dengan nilai spiritual nenek moyang

c)

Menghindari bahaya longsor dan menjaga suhu dalam rumah

d)

Mematuhi peraturan pemerintah daerah

28.

Tradisi masyarakat Baduy Dalam yang menolak penggunaan kendaraan dan teknologi modern membantu mereka dalam .....

a)

Melestarikan budaya sebagai daya tarik wisata

b)

Menghindari kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya

c)

Menyesuaikan diri dengan aturan pemerintah kolonial

d)

Menjadi lebih kompetitif dalam perdagangan hasil hutan

29.

Masyarakat Bali menerapkan sistem Subak, yaitu sistem irigasi berbasis komunal dan spiritual yang sudah ada sejak ratusan tahun. Sistem ini memungkinkan ......

a)

Pemerintah memonopoli distribusi air irigasi

b)

Tanpa perlu pupuk dan pestisida dalam bertani

c)

Keadilan distribusi air dan keseimbangan lingkungan

d)

Penggunaan air hanya untuk upacara adat

30.

Masyarakat di Pulau Simeulue, Aceh, mengenal istilah "smong" yang diwariskan secara turun-temurun. Istilah ini membantu masyarakat ......

a)

Memprediksi cuaca untuk penangkapan ikan

b)

Menghindari bahaya gempa dan tsunami sejak dini

c)

Menentukan waktu tanam dan panen secara adat

d)

Mengetahui tempat menyimpan harta karun

31.

Tradisi membangun rumah panggung di Kalimantan dan Sulawesi dilakukan untuk mengantisipasi .............

a)

Banjir musiman dan serangan binatang buas

b)

Guncangan gempa bumi yang sering terjadi

c)

Angin muson barat yang sangat kencang

d)

Hilangnya kesuburan tanah akibat reklamasi

32.

Perhatikan gambar wilayah curah hujan rendah dan tanah kering dengan dominasi padang rumput berikut.


Profesi masyarakat yang paling sesuai dan berkelanjutan untuk kondisi wilayah ini adalah .....

a)

Petani padi sawah dan jagung hibrida

b)

Buruh tambak dan nelayan sungai

c)

Pekerja sektor formal dan industri garmen

d)

Peternak sapi dan kambing padang terbuka

33.

Gambar di samping merupakan gambar dataran aluvial subur dekat sungai utama.
Profesi utama yang kemungkinan besar mendominasi wilayah seperti ini adalah ......

a)

Petani padi dan hortikultura intensif

b)

Penambang emas dan logam berat

c)

Nelayan dan pengrajin perahu

d)

Pegawai pabrik dan buruh bangunan

34.

area hutan hujan, sawah, permukiman, industri, dan semak belukar.
Jika sebuah wilayah didominasi oleh semak belukar bekas hutan dan sudah dekat dengan akses jalan, potensi profesi masyarakat yang paling berkembang adalah .....

a)

Nelayan dan buruh tambak

b)

Petani sawah dan pegawai irigasi

c)

Peternak kambing dan pengolah hasil ternak

d)

Penambang pasir dan pengrajin emas

35.

Perhatikan peta berikut. Dalam peta tersebut terdapat wilayah dengan kemiringan lereng 15–25% dan curah hujan >2500 mm/tahun.
Masyarakat di wilayah ini paling tepat mengembangkan aktivitas .....

a)

Permukiman padat penduduk

b)

Perkebunan teh dan konservasi tanah

c)

Tambak garam dan peternakan ayam

d)

Industri manufaktur padat karya

36.

Di suatu daerah pesisir dengan angin kencang dan laut dalam, potensi profesi masyarakat yang paling mungkin berkembang adalah .....

a)

Nelayan tangkap dan pengrajin perahu

b)

Petani tambak dan petani jagung

c)

Pegawai pabrik dan pengrajin rotan

d)

Penambang nikel dan emas

37.

Gambar berikut merupakan daerah dengan curah hujan <1000 mm/tahun dan dominasi tanah kapur.
Strategi adaptasi profesi yang tepat pada wilayah tersebut adalah .....

a)

Padi sawah dan irigasi teknis

b)

Peternakan kambing dan kerajinan batu kapur

c)

Budidaya udang vaname dan tanaman tropis

d)

Pembangunan bendungan besar dan industri baja

38.

Kearifan lokal masyarakat Mentawai yang masih menggunakan perahu tradisional dan tidak menebang hutan secara masif menunjukkan .....

a)

Ketidakmampuan bersaing di sektor modern

b)

Ketertinggalan teknologi dibanding daerah lain

c)

Bentuk adaptasi terhadap lingkungan hutan dan laut

d)

Bentuk dominasi budaya luar atas budaya lokal

39.

Peta di samping merupakan peta lahan pertanian dengan sungai besar di sekitarnya.
Potensi ancaman gejala alam terbesar dan bentuk adaptasi yang harus dilakukan adalah ......

a)

Kekeringan → pembuatan embung

b)

Longsor → pembangunan talud

c)

Banjir → pembuatan tanggul dan pola tanam bergilir

d)

Tsunami → pembangunan pelabuhan

40.

Tradisi masyarakat adat di Sumba untuk menyimpan cadangan pakan ternak saat musim hujan disebut ....

a)

Smong

b)

Sasi

c)

Uma

d)

Haga

41.

Gambar di samping merupakan wilayah berbukit, hutan hujan lebat, dan sumber mata air melimpah.
Pengembangan profesi dan ekonomi yang sesuai dengan kondisi tersebut ....

a)

Pertambangan terbuka dan industri semen

b)

Konservasi air dan ekowisata

c)

Peternakan unggas dan budidaya laut

d)

Industri otomotif dan pertanian kering

42.

Gambar berikut merupakan gambar wilayah dengan kemiringan >40% dan curah hujan tinggi.
Profesi berikut yang paling tidak cocok dikembangkan adalah ....

a)

Pertanian sayuran terasering

b)

Perkebunan kopi dan konservasi

c)

Pembangunan gedung bertingkat dan industri berat

d)

Wisata alam terbatas dan penelitian geologi

43.

Sistem "Sasi" di Maluku yang membatasi pengambilan hasil laut secara bergilir merupakan contoh ........

a)

Larangan total terhadap eksploitasi

b)

Adat yang menghambat ekonomi

c)

Budaya eksklusif dari zaman Belanda

d)

Sistem adaptasi ekologis menjaga kelestarian

44.

Gambar di samping merupakan gambar hutan sekunder.

Strategi pengembangan profesi yang berkelanjutan di wilayah ini adalah ....

a)

Pengolahan hasil hutan non kayu dan pemantauan kebakaran

b)

Pertanian intensif dengan pestisida tinggi

c)

Pembukaan lahan sawit dengan pembakaran terkendali

d)

Industri kayu dan ekspansi pabrik

45.

Masyarakat di daerah kering menggali sumur dalam dan membuat tandon air besar. Hal ini menunjukkan bahwa ....

a)

Ketergantungan terhadap bantuan pemerintah

b)

Adaptasi geospasial terhadap kelangkaan air

c)

Pengabaian terhadap adat istiadat lokal

d)

Budaya konsumtif masyarakat modern

46.

Gambar di samping merupakan daerah dataran rendah dengan jenis tanah aluvial yang digunakan untuk sawah.
Ancaman gejala alam paling mungkin ialah .....

a)

Tsunami

b)

Banjir musiman

c)

Kebakaran hutan

d)

Letusan gunung api

47.

Peta vegetasi menunjukkan kawasan dengan pohon cemara, pinus, dan lumut dominan. Hal ini menunjukkan .........

a)

Daerah rawa pasang surut

b)

Dataran rendah tropis

c)

Dataran tinggi dengan suhu rendah

d)

Delta aluvial dengan curah hujan tinggi

48.

Gambar tersebut merupakan sebuah Desa di lereng gunung berapi aktif dengan lahan subur.
Profesi yang paling umum, meskipun berisiko, adalah .............

a)

Buruh pabrik tekstil

b)

Penambang emas ilegal

c)

Guru dan dosen di kota kecil

d)

Petani sayur dan buah dataran tinggi

49.

Gambar di samping merupakan contoh drainase buruk pada wilayah industri.
Risiko utama yang dapat memengaruhi kelangsungan profesi di wilayah ini ialah . . . .

a)

Gempa bumi dan tanah retak

b)

Banjir dan kerusakan infrastruktur

c)

Kekeringan dan gagal panen

d)

Letusan gunung api dan hujan abu

50.

Sebuah wilayah di Provinsi X memiliki karakteristik berikut berdasarkan peta tematik:

  • Curah hujan tahunan mencapai >3500 mm, dengan musim hujan berlangsung hampir 9 bulan.

  • Topografi wilayah didominasi oleh lereng curam (25–40%) di bagian utara, dan dataran aluvial yang sempit di bagian selatan, dekat muara sungai.

  • Jenis tanah di lereng sebagian besar adalah andosol (berasal dari abu vulkanik), sangat subur namun mudah tererosi.

  • Vegetasi alami berupa hutan hujan tropis yang mulai terfragmentasi akibat pembukaan lahan.

  • Peta penggunaan lahan menunjukkan konversi hutan lereng menjadi kebun kopi rakyat, serta berkembangnya permukiman padat dan fasilitas wisata alam air terjun.

  • Profesi dominan masyarakat adalah petani kopi, pengelola wisata air terjun, dan buruh pengangkut hasil pertanian ke dataran rendah.

Pertimbangkan kondisi berikut ini:

  1. Wilayah ini pernah mengalami longsor besar pada tahun 2017, menewaskan 12 orang dan menutup akses jalan utama selama 9 hari.

  2. Pemerintah daerah berencana membangun jalur wisata baru dan memperluas lahan kebun kopi untuk ekspor, tanpa memperhatikan rekomendasi zonasi rawan bencana.

Pertanyaan:

Berdasarkan informasi spasial di atas, analisis mana yang paling tepat mengenai hubungan antara bentang alam, gejala alam, dan profesi masyarakat, serta implikasinya terhadap keberlanjutan wilayah tersebut?

a)

Perluasan lahan kopi akan meningkatkan ekonomi petani dan menjadi solusi ideal, karena tanah andosol sangat subur dan cocok untuk kopi, terlepas dari ancaman longsor yang sudah bisa diatasi secara teknologi.

b)

Pembangunan wisata dan perluasan kebun kopi di lereng curam akan mendorong pertumbuhan ekonomi, namun tanpa mitigasi bencana, justru berpotensi memperburuk risiko longsor dan kerusakan ekosistem jangka panjang.

c)

Fragmentasi hutan dan urbanisasi merupakan adaptasi alami terhadap pertumbuhan penduduk dan perlu dibiarkan, karena masyarakat sudah terbiasa hidup di daerah rawan.

d)

Solusi terbaik adalah merelokasi semua petani kopi ke dataran rendah agar terhindar dari longsor dan mengubah daerah atas menjadi kawasan industri dan jasa.