wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

IX. PAB keragaman Budaya

Total questions: 56

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Siapakah nama asli Buddha Gotama sebelum mencapai pencerahan?

a)

Raja Suddhodana

b)

Pangeran Siddharta

c)

Bhikkhu Mahakassapa

d)

Raja Ajatasattu

2.

Pada usia berapa Buddha Gotama mencapai pencerahan?

a)

30 tahun

b)

35 tahun

c)

40 tahun

d)

45 tahun

3.

Apa tujuan utama Sidang Sangha Pertama?

a)

Menyatukan semua mazhab Buddha

b)

Menghimpun ajaran Buddha yang dibabarkan di tempat berbeda

c)

Menentukan kitab suci baru

d)

Memilih pemimpin baru sangha

4.

Siapa yang membacakan ulang Vinaya dalam Sidang Sangha Pertama?

a)

Bhikkhu Ananda

b)

Bhikkhu Upali

c)

Bhikkhu Mahakassapa

d)

Bhikkhu Subhada

5.

Apa yang dikatakan Bhikkhu Subhada setelah Buddha parinibbana?

a)

"Kita harus tetap berduka."

b)

"Kita dapat berbuat sesuka hati."

c)

"Ajaran Buddha harus diubah."

d)

"Sangha harus dibubarkan."

6.

Kelompok mana yang menolak perubahan aturan dalam Sidang Sangha Kedua?

a)

Mahasangika

b)

Therawada

c)

Vajji

d)

Mahayana

7.

Sidang Sangha Kedua dipicu oleh perbedaan pendapat tentang apa?

a)

Kitab suci Tripitaka

b)

Sepuluh peraturan kecil

c)

Kepemimpinan sangha

d)

Ajaran baru

8.

Sidang Sangha Ketiga dilaksanakan di mana?

a)

Rajagaha

b)

Vesali

c)

Pattaliputta

d)

Kapilavasthu

9.

Apa hasil utama Sidang Sangha Ketiga?

a)

membersihkan bhikkhu gadungan

b)

Pembentukan mazhab baru

c)

Pengangkatan Raja Asoka sebagai pemimpin

d)

Penyatuan semua mazhab

10.

Apa arti "parinibbana" dalam agama Buddha?

a)

Kelahiran kembali

b)

Pencapaian pencerahan

c)

Kewafatan Buddha

d)

Sidang sangha

11.

Jika Bhikkhu Subhada tidak mengucapkan pernyataan kontroversial setelah Buddha parinibbana, apa kemungkinan dampaknya terhadap Sidang Sangha Pertama?

a)

Sidang tetap diadakan untuk menghormati Buddha, tetapi tanpa urgensi

b)

Vinaya dan Sutta tidak akan pernah dibukukan

c)

Perselisihan antar mazhab akan muncul lebih awal

d)

Ajaran Buddha akan tetap utuh tanpa perlu konsili

12.

Berdasarkan sikap Bhikkhu Purana, apa yang dapat disimpulkan tentang otoritas ajaran Buddha pasca parinibbana?

a)

Ajaran hanya valid jika disetujui oleh mayoritas sangha

b)

Pengalaman langsung dengan Buddha lebih diutamakan daripada hasil sidang

c)

Vinaya harus selalu diubah sesuai zaman

d)

Sidang sangha adalah satu-satunya sumber kebenaran

13.

Mengapa Sidang Sangha Kedua gagal mencapai kesepakatan, padahal dihadiri oleh 700 bhikkhu?

a)

Kurangnya dukungan politik dari Raja Kalasoka

b)

Perbedaan filosofis tentang fleksibilitas aturan vinaya

c)

Ketidakhadiran bhikkhu arahat

d)

Tidak ada pemimpin yang kompeten

14.

Berdasarkan teks, apa nilai utama yang mendasari semua sidang sangha?

a)

Mempertahankan kemurnian ajaran Buddha

b)

Meningkatkan jumlah pengikut

c)

Menyesuaikan ajaran dengan politik keraj

15.

Siapakah yang pertama kali memimpin Sidang Sangha Pertama setelah Buddha parinibbana?

a)

Bhikkhu Ananda

b)

Bhikkhu Upali

c)

Bhikkhu Mahakassapa

d)

Bhikkhu Subhada

16.

Siapa yang membacakan ulang Vinaya dalam Sidang Sangha Pertama?

a)

Bhikkhu Ananda

b)

Bhikkhu Upali

c)

Bhikkhu Mahakassapa

d)

Bhikkhu Subhada

17.

Kelompok mana yang menolak perubahan aturan dalam Sidang Sangha Kedua?

a)

Mahasangika

b)

Therawada

c)

Vajji

d)

Mahayana

18.

Sidang Sangha Kedua dipicu oleh perbedaan pendapat tentang apa?

a)

Kitab suci Tripitaka

b)

Sepuluh peraturan kecil

c)

Kepemimpinan sangha

d)

Ajaran baru

19.

Sidang Sangha Ketiga dilaksanakan di mana?

a)

Rajagaha

b)

Vesali

c)

Pattaliputta

d)

Kapilavasthu

20.

Mengapa Bhikkhu Purana tidak sepenuhnya menerima hasil Sidang Sangha Pertama?

a)

Karena ia lebih mengingat ajaran yang diterima langsung dari Buddha

b)

Karena ia tidak hadir dalam sidang

c)

Karena ia tidak setuju dengan Bhikkhu Mahakassapa

d)

Karena ia ingin membuat aturan baru

21.

Apa yang menjadi dasar penyebaran agama Buddha ke luar India tanpa kekerasan?

a)

Perintah Raja Asoka

b)

Petunjuk Buddha kepada 60 arahat

c)

Hasil Sidang Sangha Ketiga

d)

Keinginan para bhikkhu

22.

Apa prinsip utama Buddha dalam menyiarkan Dharma?

a)

Menggunakan kekerasan jika diperlukan

b)

Menekankan keyakinan buta

c)

Menjelaskan penderitaan dan jalan mengakhirinya

d)

Mengharuskan semua orang memeluk agama Buddha

23.

Mengapa warna jubah bhikkhu berbeda-beda di berbagai negara?

a)

Karena perbedaan hasil sidang sangha

b)

Karena adaptasi dengan budaya lokal

c)

Karena perintah Raja Asoka

d)

Karena perbedaan ajaran mazhab

24.

Apa yang tetap dipertahankan dalam model jubah bhikkhu meskipun warnanya berbeda?

a)

Warna kuning cerah

b)

Sambungan tujuh dan sembilan jahitan kain

c)

Lengan panjang

d)

Bahan sutra

25.

Apa yang dimaksud dengan "Dharma sejati" menurut teks?

a)

Bentuk luar dan ritual

b)

Ajaran yang diselami oleh pikiran

c)

Keyakinan buta

d)

Aturan vinaya yang ketat

26.

Mengapa Buddha mengizinkan adaptasi budaya dalam praktik Dharma?

a)

Karena Dharma sejati terletak pada penampilan luar

b)

Karena Buddha ingin agama Buddha cepat menyebar

c)

Karena Dharma sejati harus disesuaikan dengan pikiran, bukan bentuk luar

d)

Karena Raja Asoka memerintahkannya

27.

Apa yang dimaksud dengan "setuju dalam perbedaan" menurut teks?

a)

Menolak semua tradisi lain

b)

Menerima dan menghormati perbedaan

c)

Memaksakan keyakinan sendiri

d)

Mengabaikan semua tradisi

28.

Apa yang sebaiknya dilakukan terhadap hal yang belum dipahami dalam tradisi lain?

a)

Langsung menolaknya

b)

Mempelajarinya lebih lanjut

c)

Mengabaikannya sementara

d)

Mengkritik secara terbuka

29.

Mengapa tidak disarankan mencampuradukkan teknik meditasi dari tradisi berbeda?

a)

Karena akan membuat bingung

b)

Karena bertentangan dengan ajaran Buddha

c)

Karena dilarang oleh sangha

d)

Karena tidak efektif

30.

Apa yang menjadi dasar kerukunan dalam kehidupan beragama menurut teks?

a)

Keseragaman tradisi

b)

Tenggang rasa dan saling memahami

c)

Ketaatan pada aturan ketat

d)

Kepatuhan pada pemimpin

31.

Apa yang termasuk dalam "saraniya Dharma"?

a)

Fanatisme keagamaan

b)

Cinta kasih dalam perbuatan, tutur kata, dan pikiran

c)

Memaksakan keyakinan

d)

Menghindari dialog

32.

Apa yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam kehidupan beragama?

a)

Dialog yang santun

b)

Fanatisme dan monopoli kebenaran

c)

Saling menghormati

d)

Pemahaman yang mendalam

33.

Apa tujuan dialog dalam mengembangkan toleransi?

a)

Memenangkan argumen

b)

Mengembangkan pemahaman dan komunikasi

c)

Menunjukkan superioritas

d)

Menghindari perbedaan

34.

Apa yang sebaiknya dihindari dalam dialog menurut Buddha?

a)

Pembicaraan santun

b)

Pembicaraan provokatif

c)

Mendengarkan aktif

d)

Bertukar pengalaman

35.

Apa akibat dari perdebatan yang tidak terkendali menurut teks?

a)

Meningkatkan konsentrasi

b)

Menimbulkan ketegangan dan emosi

c)

Memperdalam pemahaman

d)

Menciptakan kerukunan

36.

Apa yang dimaksud dengan "ajaran Buddha seperti air laut"?

a)

Berasal dari satu sumber

b)

Memiliki banyak rasa

c)

Berasal dari berbagai sumber tetapi satu rasa kebenaran

d)

Tidak bisa disatukan

37.

Apa yang harus dikembangkan untuk hidup rukun dalam perbedaan?

a)

Fanatisme

b)

Sikap saling memahami

c)

Penolakan terhadap tradisi lain

d)

Monopoli kebenaran

38.

Apa yang menjadi ciri utama dari "pandangan benar" dalam saraniya Dharma?

a)

Konsisten baik sendiri maupun bersama orang lain

b)

Berubah-ubah sesuai situasi

c)

Hanya berlaku saat sendiri

d)

Tidak perlu diikuti

39.

Apa yang dianjurkan Buddha dalam menyikapi perbedaan tradisi?

a)

Menghindari semua tradisi

b)

Mempelajari dan menghormati

c)

Memaksakan tradisi sendiri

d)

Mengkritik tradisi lain

40.

Apa yang menjadi hasil dari sikap saling memahami?

a)

Pertengkaran

b)

Kerukunan

c)

Kekacauan

d)

Keterasingan

41.

Apa yang dimaksud dengan "satu rasa kebenaran" dalam ajaran Buddha?

a)

Pembebasan sejati (nibbana)

b)

Kepatuhan pada aturan

c)

Keseragaman tradisi

d)

Penolakan terhadap perbedaan

42.

Mengapa Buddha menekankan pentingnya menghindari pembicaraan provokatif?

a)

Karena dapat menimbulkan perdebatan dan ketegangan

b)

Karena tidak sesuai dengan tradisi

c)

Karena mengurangi jumlah pengikut

d)

Karena sulit dipahami

43.

Apa yang dapat disimpulkan tentang hubungan antara keragaman tradisi dan kebenaran dalam ajaran Buddha?

a)

Keragaman tradisi mengurangi kebenaran

b)

Kebenaran hanya ada dalam satu tradisi

c)

Keragaman tradisi memiliki satu tujuan kebenaran

d)

Kebenaran tidak ada dalam tradisi

44.

Bagaimana sikap "setuju dalam perbedaan" dapat mendorong kerukunan?

a)

Dengan menolak semua perbedaan

b)

Dengan menerima dan menghormati perbedaan

c)

Dengan memaksakan keseragaman

d)

Dengan mengabaikan tradisi lain

45.

Apa yang menjadi tantangan utama dalam menerapkan "saraniya Dharma"?

a)

Kurangnya aturan

b)

Kesulitan dalam konsistensi pandangan benar

c)

Terlalu banyak tradisi

d)

Tidak adanya pemimpin

46.

Mengapa Buddha mengibaratkan ajaran-Nya seperti air laut?

a)

Untuk menunjukkan bahwa semua tradisi memiliki tujuan yang sama

b)

Untuk menekankan pentingnya satu sumber kebenaran

c)

Untuk mengkritik keragaman tradisi

d)

Untuk menunjukkan bahwa kebenaran tidak ada

47.

Jelaskan mengapa Sidang Sangha Pertama diadakan!

a)
Sidang Sangha Pertama diadakan untuk memilih pemimpin baru komunitas monastik.
b)
Sidang Sangha Pertama diadakan untuk menyatukan ajaran Buddha dan menetapkan dasar-dasar ajaran serta praktik dalam komunitas monastik.
c)
Sidang Sangha Pertama diadakan untuk merayakan kelahiran Buddha.
d)
Sidang Sangha Pertama diadakan untuk menyebarkan ajaran Buddha ke luar negeri.
48.

Siapa saja tokoh utama dalam Sidang Sangha Pertama ?

a)
Sang Buddha dan Ananda
b)
Mahakasyapa dan Sariputta
c)
Sang Buddha dan Upali
d)

Ananda dan Upali

49.

Apa perbedaan pendapat yang menyebabkan perpecahan dalam Sidang Sangha Kedua?

a)
Perbedaan pendapat tentang siapa yang harus menjadi pemimpin Sangha.
b)
Perbedaan pendapat mengenai lokasi tempat pertemuan.
c)
Perbedaan pendapat tentang jumlah sutra yang harus diikuti.
d)
Perbedaan pendapat mengenai interpretasi Vinaya dan arah pengajaran Buddha.
50.

Mengapa Bhikkhu Purana tidak sepenuhnya menerima hasil Sidang Sangha Pertama?

a)
Bhikkhu Purana menganggap hasil Sidang Sangha Pertama tidak relevan.
b)
Bhikkhu Purana setuju dengan semua hasil Sidang Sangha Pertama.
c)
Bhikkhu Purana tidak sepenuhnya menerima hasil Sidang Sangha Pertama karena perbedaan pandangan.
d)
Bhikkhu Purana tidak hadir dalam Sidang Sangha Pertama.
51.

Mengapa fanatisme dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam kehidupan beragama?

a)
Fanatisme tidak berpengaruh pada hubungan antar agama.
b)
Fanatisme meningkatkan toleransi dalam beragama.
c)
Fanatisme menyebabkan ketidakharmonisan karena menimbulkan intoleransi dan konflik antar pemeluk agama.
d)
Fanatisme memperkuat persatuan antar pemeluk agama.
52.

Bagaimana dialog dapat membantu mengembangkan toleransi?

a)
Dialog hanya berguna untuk menyelesaikan masalah teknis.
b)
Dialog tidak memiliki dampak pada pemahaman antar budaya.
c)
Dialog dapat membantu mengembangkan toleransi dengan meningkatkan pemahaman dan empati antar individu.
d)
Dialog hanya meningkatkan konflik antar individu.
53.

Kitab Suci Tipitaka untuk pertama kali ditulis dalam bahasa ....

a)

Pali

b)

Sansekerta

c)

Pali dan Sansekerta

54.

Pasamuan Agung ke III diprakarsai oleh ....

a)

Raja Mindon

b)

Raja Vattagamani

c)

Maharaja Asoka Wardana

55.

Berikut pernyataan yang sesuai dengan sidang agung sangha pertama adalah...

a)

Sidang agung Sangha dipimpin oleh Y.A Maha Kassapa Thera dengan pesertanya yaitu 500 orang bikhhu.

b)

Sidang agung Sangha dipimpin oleh Y.A Ananda dengan peserta 5000 bhikkhu arahat.

c)

Sidang agung Sangha dipimpin dipimpin oleh Y.A Maha Kassapa Thera dengan pesertanya yaitu 500 bhikkhu arahat.

d)

ung Sangha dipimpin dipimpin oleh Y.A Maha Kassapa Thera dengan pesertanya yaitu 2500 bhikkhu arahat.

56.

Hasil dari sidang agung sangha yang ketiga adalah…

a)

Menuliskan Tripitaka diatas daun lontar.

b)

Menghafal kembali ajaran Buddha

c)

Menghimpun Tripitaka menjadi tiga bagian yaitu Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka

d)

Memurnikan ajaran Buddha.