wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

11 BAB 1 B. Kebanggaanku Akan Keragaman Agama dan Kepercayaan

Total questions: 10

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Nina mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah setiap minggu. Ia rajin melakukan puja bakti, membaca paritta, dan mengikuti retret meditasi. Namun suatu hari, ia merasa kecewa karena ada temannya yang tidak ikut kegiatan tapi justru lebih tenang dan berperilaku baik. Guru agama pun menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha, agama bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk membentuk manusia yang lebih sadar, damai, dan bahagia. Yang paling penting bukanlah ritualnya, tapi perubahan dalam sikap dan cara hidup.

Di bawah ini kesimpulan yang tepat dari cerita di atas adalah ….

a)

Kegiatan keagamaan tidak penting jika seseorang sudah merasa baik.

b)

Agama hanyalah kumpulan aturan dan ritual yang harus dijalankan.

c)

Agama adalah membantu manusia mencapai kedamaian dan kesadaran.

d)

Semua orang wajib menjalankan agama dengan cara yang sama.

2.

Pada pelajaran agama Buddha, Pak Guru menceritakan sebuah perumpamaan: seseorang menggunakan rakit untuk menyeberang sungai menuju pulau seberang. Setelah sampai, ia tidak perlu membawa rakit itu ke mana-mana, karena tujuan sudah tercapai. Siswa pun bertanya, "Apakah itu berarti ajaran agama bisa ditinggalkan begitu saja?" Pak Guru menjelaskan bahwa maksudnya adalah ajaran agama harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencapai pencerahan, bukan dijadikan beban atau dipegang tanpa pemahaman.

Makna simbolis dari perumpamaan rakit tersebut dalam ajaran Buddha adalah ....

a)

Ajaran Buddha bersifat mutlak dan tidak boleh ditinggalkan kapan pun.

b)

Dharma adalah alat bantu untuk mencapai kebebasan dan kebahagian.

c)

Ajaran Buddha hanya berlaku di masa lalu dan tidak cocok di zaman modern.

d)

Rakit menggambarkan aturan agama yang wajib ditaati secara harfiah.

3.

Perbedaan ciri-ciri antara tradisi Theravāda, Mahāyāna, dan Vajrayāna seperti bentuk bangunan vihara, warna jubah rohaniwan, serta bahasa doa yang digunakan, merupakan hasil dari proses...

a)

modernisasi ajaran Buddha secara global.

b)

akulturasi antara ajaran Buddha dengan budaya lokal

c)

penyeragaman praktik keagamaan di seluruh dunia.

d)

penolakan terhadap ajaran Buddha asli dari India.

4.

Keragaman tradisi agama Buddha di Nusantara dipengaruhi oleh budaya setempat dan negara asalnya. Walaupun berbeda aliran, semua tetap menjalankan ajaran Buddha Gotama. Sikap yang paling tepat dalam menyikapi perbedaan tersebut adalah ….

a)

Menghindari berhubungan dengan umat dari aliran berbeda agar tidak terjadi perdebatan.

b)

Menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati karena semua tradisi bersumber dari ajaran Buddha

c)

Menyampaikan bahwa tradisi dan aliran agama kita lebih benar agar tidak tertukar pemahaman.

d)

Memilih satu tradisi sebagai yang paling unggul dan menyebarkannya ke semua daerah.

5.

Jika kalian mengikuti tradisi Mahāyāna dan teman kalian menjalankan tradisi Theravāda, sikap yang sebaiknya kalian kembangkan dalam perbedaan itu sesuai ajaran Buddha adalah ….

a)

Membandingkan ajaran yang dipraktikkan dan memilih yang paling benar.

b)

Menyampaikan bahwa tradisi Mahāyāna lebih modern dan lebih baik.

c)

Menghormati perbedaan karena semua tradisi bukan inti ajaran, tapi bentuk budaya.

d)

Mengajak teman untuk berganti tradisi agar seragam dalam berlatih.

6.

Penyataan di bawah ini yang tepat mengenai fakta bahwa pada zaman Buddha tidak dikenal istilah Theravāda, Mahāyāna, atau Vajrayāna adalah ….

a)

Buddha tidak berhasil membentuk sistem keagamaan yang kuat pada masanya.

b)

Tradisi dalam agama Buddha berkembang sebagai bentuk budaya, bukan ajaran pokok Buddha.

c)

Semua aliran tersebut hanya muncul karena pengaruh politik kerajaan-kerajaan besar yang ada pada masa itu.

d)

Hanya satu tradisi yang benar-benar mengikuti ajaran Buddha secara murni.

7.

Di sekolahmu terdapat siswa yang memeluk agama Buddha dari berbagai tradisi (Theravāda, Mahāyāna, dan Vajrayāna). Dalam kegiatan keagamaan bersama, sikap yang paling sesuai dengan ajaran Buddha adalah ….

a)

Mengelompokkan diri sesuai aliran agar tidak terjadi percampuran praktik.

b)

Menolak ajakan dari tradisi lain karena cara ritualnya berbeda.

c)

Bersikap terbuka dan saling menghargai walaupun cara beribadahnya berbeda.

d)

Menganjurkan semua untuk mengikuti satu aliran agar seragam dan mudah berdoanya.

8.

Ajaran Buddha lebih menekankan pentingnya cinta kasih universal, antikekerasan, dan tidak membeda-bedakan golongan karena ….

a)

Ajarannya untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam masyarakat.

b)

ingin menjadikan agama Buddha sebagai agama mayoritas dan paling unggul.

c)

Buddha melarang umatnya untuk berinteraksi dengan agama lain.

d)

Ajaran Buddha tidak memiliki sistem aturan yang dapat membuat manusia lebih bahagia

9.

Seorang siswa mengatakan bahwa ajaran Buddha lebih unggul dari agama lain karena tidak mengenal kekerasan dan menjunjung cinta kasih. Sikap kita yang tepat sebagai orang yang mengenal ajaran Buddha adalah ….

a)

Menolak karena setiap agama memiliki cara masing-masing untuk mengajarkan kebaikan.

b)

Menyetujui karena ajaran Buddha memang paling damai dibandingkan agama lain.

c)

Mendukung agar orang lain tertarik memeluk agama Buddha.

d)

Mengabaikan karena hal tersebut tidak penting untuk dibahas.

10.

Dewi adalah teman-temannya SMA yang aktif dalam kegiatan keagamaan di sekolah. Dalam sebuah kegiatan lintas agama, ia duduk berdampingan dengan siswa dari agama lain dan berbincang hangat. Salah satu temannya bertanya, "Kamu nggak takut imannya goyah karena terlalu akrab dengan mereka?" Dewi menjawab, "Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan cinta kasih tanpa memandang perbedaan, dan menghormati keyakinan orang lain. Justru dari sana, kita bisa belajar hidup rukun."

Nilai utama dari ajaran Buddha yang tercermin dalam sikap Dewi pada cerita tersebut adalah ….

a)

Menumbuhkan sikap toleransi dan cinta kasih universal

b)

Menyebarkan agama Buddha kepada pemeluk agama lain.

c)

Menunjukkan bahwa agama Buddha adalah yang paling benar.

d)

Mendorong umat Buddha untuk lebih tertutup terhadap agama lain.