wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UKPPPG 2025

Total questions: 132

Worksheet time: 1hrs 6mins

Name
Class
Date
1.
Dalam rangka mewujudkan prinsip keadilan sosial dalam lingkungan kelas, seorang guru mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan individu peserta didik. Praktik tersebut dapat dikatakan mengamalkan nilai Pancasila, KECUALI...
a)
- Sila kedua: Menjunjung nilai kemanusiaan dalam hak belajar
b)
- Sila kelima: Menjamin akses pembelajaran yang adil dan merata
c)
- Sila ketiga: Membangun harmoni melalui kolaborasi
d)
- Sila keempat: Mengedepankan musyawarah dalam pembentukan metode belajar
e)
- Sila pertama: Mendorong peserta didik beriman melalui pendekatan spiritual
2.
Guru yang membentuk komunitas belajar berbasis empati, tanpa kompetisi akademik yang ekstrem, berusaha menciptakan rasa aman melalui pendekatan...
a)
- Sila kedua dan kelima
b)
- Sila ketiga dan keempat
c)
- Sila pertama dan kelima
d)
- Sila keempat dan kedua
e)
- Sila ketiga dan pertama
3.
Ketika guru menegur peserta didik dengan pendekatan yang menghargai martabatnya dan tanpa mempermalukan di depan publik, ia sedang mengamalkan strategi yang sesuai dengan...
a)
- Sila kedua dan strategi restoratif
b)
- Sila kelima dan pendekatan disiplin otoriter
c)
- Sila keempat dan prinsip ketaatan sistemik
d)
- Sila pertama dan penanaman nilai religius
e)
- Sila ketiga dan penegakan norma kolektif
4.
Dalam pembelajaran Pancasila, guru menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengungkapkan rasa cemas, takut, atau emosi negatif tanpa rasa malu. Strategi ini paling tepat menunjukkan penerapan...
a)
- Sila kedua: Mengakui keberagaman emosi sebagai aspek kemanusiaan
b)
- Sila keempat: Memberikan suara kepada peserta didik dalam musyawarah kelas
c)
- Sila kelima: Memberi perlakuan berbeda sesuai kebutuhan psikologis siswa
d)
- Sila ketiga: Mendorong kesatuan dalam perasaan dan pikiran
e)
- Sila pertama: Meningkatkan kesadaran spiritual melalui kejujuran diri
5.
Saat guru merancang lingkungan belajar yang mendukung ekspresi diri, kebebasan berpendapat, dan pengakuan atas identitas unik peserta didik, ia paling kuat mengamalkan prinsip...
a)
- Demokrasi pancasila berbasis sila keempat
b)
- Keadilan sosial berbasis sila kelima
c)
- Persatuan Indonesia melalui sila ketiga
d)
- Ketuhanan dalam pengakuan spiritual pribadi
e)
- Kemanusiaan adil dan beradab dari sila kedua
6.
Seorang guru merancang proyek kolaboratif di mana peserta didik memilih subtema, merancang langkah kerja, dan mempresentasikan hasil tanpa campur tangan langsung guru. Strategi ini paling tepat menguatkan aspek autonomy siswa dalam kerangka Pancasila, KECUALI…
a)
- Problem Based Learning dengan peran guru sebagai fasilitator belaka
b)
- Discovery Learning yang memaksa siswa meniru langkah guru secara kaku
c)
- Project Based Learning berbasis minat peserta didik
d)
- Inquiry Learning dengan pertanyaan terbuka dan eksplorasi mandiri
e)
- Cooperative Learning dengan refleksi kelompok pasca-proyek
7.
Untuk membangun keterlibatan aktif dan rasa saling menghargai (sila kedua Pancasila), guru melakukan teknik “think–pair–share”. Maneuver mana di bawah ini justru kontra-produktif terhadap prinsip tersebut?
a)
- Memberi waktu tunggu (wait time) sebelum diskusi pasangan dimulai
b)
- Menentukan pasangan tanpa melibatkan pilihan peserta didik
c)
- Menyertakan refleksi tertulis sebelum berbagi ide secara lisan
d)
- Menugaskan setiap pasangan mempresentasikan hasil diskusi mereka
e)
- Mendorong umpan balik konstruktif antar-pasangan
8.
Dalam penilaian formatif berpusat pada peserta didik, guru mengajak siswa menyusun kriteria keberhasilan (rubrik) secara kolaboratif. Manakah opsi berikut yang PALING menjebak karena tampak relevan, tapi sesungguhnya menurunkan keterlibatan siswa?
a)
- Guru menetapkan indikator kinerja tanpa diskusi kelas
b)
- Guru memfasilitasi brainstorming kriteria penilaian
c)
- Siswa merevisi rubrik berdasarkan umpan balik teman
d)
- Kelas melakukan uji coba rubrik pada contoh tugas nyata
e)
- Siswa menilai diri sendiri menggunakan rubrik tersebut
9.
Dalam konteks demokrasi Pancasila (sila keempat), guru menempatkan meja menjadi bulatan agar semua peserta didik sejajar. Tindakan manakah yang justru meneguhkan hierarki dan melemahkan efektivitas pembelajaran berpusat pada siswa?
a)
- Meja susun melingkar tanpa papan tulis interaktif
b)
- Meja sejajar menghadap papan dan guru duduk di depan
c)
- Papan tulis putar yang bisa dipakai bergantian oleh siswa
d)
- Area diskusi di pojok kelas dengan bendera Pancasila
e)
- Zona refleksi individu di sekitar sudut ruangan
10.
Guru menanamkan nilai keadilan sosial (sila kelima) dengan memberikan pilihan metode presentasi: video, drama, literasi, atau peta concept. Strategi manakah yang justru mengabaikan prinsip student choice sehingga melemahkan efektivitas pembelajaran?
a)
- Memaksa seluruh kelompok menggunakan satu format yang sama
b)
- Menyediakan panduan teknis semua opsi presentasi
c)
- Mengundang peserta didik memilih format di awal proyek
d)
- Menyebarkan contoh hasil dari tiap format untuk inspirasi
e)
- Melibatkan siswa dalam penentuan bobot penilaian tiap format
11.
Seorang guru melibatkan siswa untuk menyusun indikator penilaian dalam rubrik proyek Pancasila. Namun guru tetap menolak memperbaiki indikator setelah diskusi kelas selesai. Praktik ini bertentangan dengan prinsip asesmen berpusat pada peserta didik, kecuali…
a)
- Guru menampilkan contoh karya siswa sebagai acuan kalibrasi
b)
- Guru menolak menyesuaikan indikator setelah masukan siswa
c)
- Siswa melakukan penilaian diri dengan rubrik hasil diskusi
d)
- Guru mengadakan konferensi umpan balik satu-satu berbasiskan rubrik
e)
- Siswa merevisi draf berdasarkan umpan balik teman sebaya
12.
Dalam memberikan umpan balik pada debat tentang penerapan nilai Pancasila, guru melakukan beberapa langkah berikut, kecuali…
a)
- Mengajukan pertanyaan pemandu untuk memacu pemikiran peserta didik
b)
- Memberikan skor sumatif tanpa petunjuk perbaikan
c)
- Mendorong siswa menetapkan tujuan perbaikan pribadi
d)
- Menawarkan pilihan format (tertulis atau lisan) bagi umpan balik
e)
- Menyertakan contoh konkret mengapa argumen perlu penguatan
13.
Saat membuat laporan hasil belajar Pancasila, guru berusaha memprioritaskan narasi pertumbuhan. Berikut ini yang masih menunjukkan pelaporan normatif dan tidak berpusat pada siswa adalah…
a)
- Menyertakan refleksi siswa tentang capaian dan hambatan
b)
- Menampilkan profil perkembangan per dimensi nilai Pancasila
c)
- Hanya mencantumkan peringkat kelas dan nilai rata-rata
d)
- Mengundang siswa mempresentasikan laporan ke orang tua
e)
- Merancang konferensi siswa-orang tua-guru berdasarkan portofolio
14.
Guru menyelenggarakan penilaian teman sebaya (peer assessment) atas diskusi etika Pancasila. Desain manakah yang mangkrak nilai-nilai Pancasila dalam asesmen berpusat pada siswa?
a)
- Peers menilai dengan kriteria co-created tentang rasa hormat dan keadilan
b)
- Peers memberi skor anonim 1–5 tanpa penjelasan atas pilihan skor
c)
- Peers menuliskan alasan skor sesuai sila kedua
d)
- Guru melatih siswa cara memberikan umpan balik konstruktif
e)
- Peers melakukan dialog terstruktur sebelum memberi nilai
15.
Dalam e-portofolio Pancasila, siswa memilih artefak dan menulis refleksi. Fitur manakah yang membatasi efektivitas asesmen berpusat pada peserta didik?
a)
- Ruang pilihan artefak sesuai minat siswa
b)
- Kolom refleksi diri dan penetapan tujuan pengembangan
c)
- Hanya menampilkan skor ujian sumatif tanpa konteks kualitatif
d)
- Panel umpan balik yang melibatkan orang tua dan teman
e)
- Sesi presentasi portofolio di depan guru dan peer reviewer
16.
Seorang guru SMP diundang ke acara keluarga wali murid yang juga menyampaikan niat memberikan hadiah mahal sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingannya. Sikap guru yang paling mencerminkan kematangan moral, emosi, dan spiritual sesuai kode etik adalah…
a)
- Menolak hadiah dengan sopan sembari menjelaskan bahwa penerimaan apa pun bisa memengaruhi objektivitas penilaian peserta didik
b)
- Menerima hadiah lalu menyumbangkannya secara anonim ke pihak sekolah tanpa memberi tahu wali murid
c)
- Menerima hadiah dan menggunakannya untuk keperluan kelas tanpa izin pihak sekolah
d)
- Menolak mentah-mentah tanpa memberikan alasan apa pun agar tidak terjadi salah paham
e)
- Menerima dengan syarat wali murid rela agar guru tidak lagi memberi nilai rendah pada anaknya
17.
Guru X kerap berinteraksi dengan muridnya lewat media sosial. Suatu hari, seorang siswa mem-posting curahan hati tentang tekanan akademis dan mengharapkan komentar guru. Rangkul pilihan guru yang paling sesuai kode etik dan menampilkan kematangan emosi serta spiritual:
a)
- Mengomentari dengan kalimat penyemangat dan mengajak bertemu tatap muka di sekolah untuk diskusi lanjutan
b)
- Mengirimkan emoji dan like saja agar siswa tidak merasa terlalu diawasi
c)
- Mengkritik publik gaya hidup siswa di media sosial agar siswa jera dan lebih serius belajar
d)
- Membiarkan posting tetap tanpa tanggapan untuk menjaga batas profesional
e)
- Mencabut pertemanan online agar siswa paham ada batas interaksi guru–murid
18.
Dalam menangani konflik antara dua siswa yang terlibat perundungan verbal, guru Y memilih memanggil kedua siswa ke depan kelas dan menegur keras untuk memberi efek jera. Langkah ini justru mempermalukan di depan teman sekelas. Pendekatan yang lebih mencerminkan kematangan moral dan emosional guru menurut kode etik adalah…
a)
- Memanggil secara terpisah, mendengarkan perspektif masing-masing, lalu memfasilitasi mediasi tertutup
b)
- Menghukum keduanya dengan tugas tambahan tanpa memberi ruang penjelasan
c)
- Membahas kasus tersebut di depan seluruh kelas sebagai bahan pembelajaran sekaligus sanksi
d)
- Menyelesaikan konflik di luar jam sekolah agar tidak mengganggu pelajaran
e)
- Mengabaikan kejadian agar keduanya belajar mandiri menyelesaikan persoalan
19.
Seorang guru merasa kurang suka dengan kepribadian peserta didik A, sehingga cenderung memberi umpan balik minim padahal kinerja A cukup memuaskan. Manakah tindakan guru yang paling sesuai dengan kode etik dan menunjukkan kematangan spiritual dan moral?
a)
- Menyusun catatan tertulis terperinci mengenai kekuatan dan area perkembangan A, lalu menjadwalkan konferensi feedback
b)
- Meminta guru lain menilai A agar guru tersebut tidak perlu berinteraksi langsung
c)
- Mengurangi penilaian formatif untuk A sebagai bentuk protes emosional
d)
- Memberikan komentar umum tanpa data konkret agar kesan tetap netral
e)
- Mengajak A berdiskusi hanya jika A yang memulai terlebih dahulu
20.
Guru Z merasakan kelelahan emosional dan spiritual akibat beban kerja berlebihan. Ia dihadapkan pada pilihan: menunda persiapan materi demi istirahat sejenak atau terus bekerja keras dengan risiko penurunan mutu pengajaran. Sikap guru yang terbaik menurut kode etik—menggabungkan kematangan spiritual dan profesionalisme—adalah…
a)
- Mengatur waktu istirahat dan refleksi singkat, lalu melanjutkan persiapan dengan fokus penuh
b)
- Meneruskan kerja tanpa henti untuk memenuhi tenggat demi menjaga reputasi profesional
c)
- Menyerahkan semua tugas pada kolega tanpa diskusi agar beban langsung hilang
d)
- Mengurangi kualitas persiapan materi demi memperoleh waktu panjang untuk istirahat
e)
- Mengundurkan diri sementara dari tugas mengajar hingga beban kerja benar-benar berlalu
21.
Dalam kerangka siklus refleksi Gibbs—yang mencakup deskripsi, perasaan, evaluasi, analisis, kesimpulan, dan rencana tindakan—elemen manakah yang paling berperan mengubah kesadaran siswa menjadi aksi konkret demi pengembangan diri?
a)
- Deskripsi situasi yang dialami
b)
- Ekspresi perasaan selama pengalaman
c)
- Evaluasi terhadap apa yang berjalan baik dan kurang baik
d)
- Analisis penyebab hasil yang diperoleh
e)
- Pernyataan rencana tindakan perbaikan
22.
Seorang guru menerapkan kegiatan “Refleksi Pasca-Aksi” di mana siswa menuliskan apa yang telah dipelajari, tantangan yang dialami, dan rasa syukur. Meski terlihat komprehensif, metode ini memiliki kelemahan dalam membangun perbaikan berkelanjutan apabila…
a)
- Siswa hanya menulis rasa syukur tanpa mendefinisikan rencana perbaikan
b)
- Tantangan yang dihadapi diungkapkan secara jujur
c)
- Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nilai Pancasila
d)
- Guru memberikan umpan balik tertulis atas refleksi
e)
- Sesi refleksi dilakukan secara berkelompok
23.
Untuk menumbuhkan kematangan moral dan spiritual, prompt refleksi terbaik yang dapat digunakan adalah…
a)
- “Tuliskan poin-poin nilai Pancasila yang paling sering kamu kutip dalam pelajaran hari ini.”
b)
- “Bagaimana kegiatan hari ini menggugah rasa tanggung jawabmu sesuai sila kedua?”
c)
- “Beri peringkat kesulitan materi dan berikan skor 1–5.”
d)
- “Apa pendapatmu soal kebijakan sekolah terbaru?”
e)
- “Jumlahkan total kata yang kamu tulis dalam refleksi minggu ini.”
24.
Dalam membiasakan refleksi harian, guru hendaknya menghindari praktik ....
a)
- Memberi timer agar refleksi selesai tepat waktu
b)
- Menggunakan template terbuka yang mencakup kolom emosi, analisis, dan rencana
c)
- Memaksa siswa menyalin refleksi guru yang dicontohkan
d)
- Mendorong diskusi refleksi secara sukarela setelah menulis
e)
- Memfasilitasi paired-sharing refleksi di akhir minggu
25.
Guru hendaknya merancang jadwal refleksi yang menyeimbangkan ritme pembelajaran dan mendukung pengembangan diri. Frekuensi refleksi yang paling direkomendasikan untuk mencegah kelelahan namun tetap konsisten adalah…
a)
- Setiap sesi pelajaran
b)
- Setiap hari sebelum pulang sekolah
c)
- Sekali dalam sepekan
d)
- Sekali dalam sebulan
e)
- Hanya saat menjelang ujian
26.
Dalam upaya menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran sesuai semangat sila keempat Pancasila (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan), seorang guru mengadopsi model inquiry-based learning di mana siswa merancang sendiri pertanyaan penelitian. Namun guru tetap menilai hasilnya dengan rubrik kaku yang ditentukan sepenuhnya oleh guru. Aspek manakah yang paling terkikis dari prinsip student-centered learning?
a)
- Kebebasan siswa memilih topik penelitian
b)
- Kolaborasi antar-siswa dalam merumuskan solusi
c)
- Partisipasi demokratis siswa dalam merancang proses pembelajaran
d)
- Keterkaitan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa
e)
- Kepemilikan siswa atas kriteria penilaian
27.
Seorang guru menerapkan diskusi kelompok heterogen untuk mengaktualisasikan sila kedua Pancasila (kemanusiaan yang adil dan beradab). Kelompok dibentuk secara acak tetapi kemudian guru menugaskan peran (ketua, penulis, presenter) tanpa konsultasi dengan siswa. Praktik ini menyalahi prinsip pentingnya menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran karena…
a)
- Siswa tidak memiliki kesempatan menyusun pertanyaan diskusi
b)
- Peran kerja siswa tidak berdasarkan aspirasi dan kekuatan masing-masing
c)
- Diskusi tetap mengandung nilai keadilan dalam pembagian tugas
d)
- Guru tetap memfasilitasi jalannya diskusi meski memberi tugas
e)
- Gaya belajar siswa tetap diperhatikan dalam pembentukan kelompok
28.
Untuk menstimulasi refleksi kritis dan membumikan nilai Pancasila dalam diri peserta didik, guru menyiapkan prompt refleksi berikut. Manakah yang paling efektif menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dan mendorong tanggung jawab sosial?
a)
- “Uraikan kembali isi sila ketiga Pancasila secara ringkas.”
b)
- “Bagaimana diskusi hari ini menguji komitmenmu terhadap nilai musyawarah?”
c)
- “Nilai pembelajaran ini dari 1–5, lalu jelaskan alasan skor tersebut.”
d)
- “Apa hambatanmu memahami materi sila pertama?”
e)
- “Bagaimana hasil pembelajaran hari ini memengaruhi kontribusimu dalam komunitas?”
29.
Desain asesmen manakah yang paling sepenuhnya mencerminkan prinsip student-centered learning berdasarkan nilai Pancasila, yaitu mewujudkan partisipasi aktif dan kemandirian siswa?
a)
- Siswa memilih topik proyek, tapi guru menentukan semua kriteria penilaian.
b)
- Guru dan siswa bersama-sama menyusun rubrik penilaian dan standar evaluasi.
c)
- Siswa melakukan penilaian teman sebaya menggunakan rubrik yang disiapkan guru.
d)
- Siswa menilai diri sendiri memakai format refleksi umum dari guru.
e)
- Guru menilai presentasi kelompok dengan memberi umpan balik terbuka.
30.
Berikut ini lima skenario praktik pembelajaran yang mengklaim memusatkan siswa—manakah yang sebenarnya paling menjebak karena hanya bersifat formalitas dan justru mengabaikan esensi student-centered learning?
a)
- Siswa bebas memilih topik proyek, namun guru menetapkan format laporan baku sebanyak lima halaman.
b)
- Guru membiarkan siswa mengatur sendiri jadwal dan mekanisme diskusi tanpa satupun panduan.
c)
- Guru memfasilitasi sesi brainstorming untuk merumuskan tujuan pembelajaran secara kolaboratif.
d)
- Guru dan siswa bersama menyusun kompetensi dasar dan indikator penilaian di awal semester.
e)
- Guru menyediakan modul interaktif dengan beberapa jalur pembelajaran yang bisa dipilih siswa.
31.
Dalam kegiatan proyek berbasis gotong royong, guru membiarkan siswa menentukan peran masing-masing. Namun penilaian hanya didasarkan pada hasil akhir produk tanpa mengukur dinamika kerja sama tim. Prinsip kolaborasi manakah yang paling terkikis dari praktik ini?
a)
- Kesetaraan partisipasi
b)
- Evaluasi tanggung jawab bersama
c)
- Komunikasi terbuka
d)
- Tanggung jawab individual
e)
- Keputusan demokratis
32.
Guru melaksanakan musyawarah untuk menentukan topik pembelajaran, tetapi pada tahap akhir guru memilih topik yang berbeda dari hasil musyawarah tanpa penjelasan. Aspek kritis dari kolaborasi yang hilang adalah…
a)
- Transparansi proses
b)
- Keadilan materi
c)
- Kepemimpinan kolektif
d)
- Partisipasi aktif
e)
- Kesepakatan bersama
33.
Seorang guru ingin mengoptimalkan kerja sama antarpeserta didik sesuai dengan nilai Pancasila. Ia menerapkan peer teaching, tetapi hanya mengizinkan siswa berpasangan dengan teman terdekat secara sukarela. Dampak negatif tersembunyi dari metode ini adalah…
a)
- Peningkatan empati
b)
- Pola inklusi terpusat
c)
- Ketergantungan pada keterampilan
d)
- Diversitas perspektif terhambat
e)
- Pengembangan kompetensi ganda
34.
Sebagai bagian dari praktik kolaboratif, guru memfasilitasi sesi refleksi kelompok after-action review. Sesi ini menekankan pertanyaan “Apa yang salah?” tanpa mengakui aspek yang sukses. Kelemahan utama model ini terhadap semangat gotong royong adalah…
a)
- Fokus berlebihan pada kesalahan individu
b)
- Minimnya apresiasi hasil
c)
- Kurang memfasilitasi musyawarah
d)
- Merusak rasa percaya diri
e)
- Menimbulkan kompetisi
35.
Dalam proyek lintas mata pelajaran, guru melibatkan guru lain dan peserta didik merancang rubrik penilaian. Namun rubrik tersebut hanya memuat penilaian kuantitatif tanpa ruang untuk umpan balik naratif. Elemen penting dalam kolaborasi yang terlewat adalah…
a)
- Penggunaan indikator jelas
b)
- Pelibatan wali kelas
c)
- Umpan balik reflektif
d)
- Kesepakatan jadwal
e)
- Penilaian berkelompok
36.
Sekolah mengadakan forum orangtua di mana orangtua diminta menyetujui kegiatan ekstrakurikuler melalui voting terbuka, tetapi kepala sekolah mengumumkan keputusan sebelum voting selesai. Nilai Pancasila manakah yang paling dilanggar?
a)
- Semangat gotong royong
b)
- Demokrasi deliberatif
c)
- Keadilan sosial
d)
- Persatuan
e)
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
37.
Untuk mengaktualisasikan sila kedua Pancasila (kemanusiaan yang adil dan beradab), guru hanya mengundang orangtua dengan latar belakang pendidikan tinggi dalam komite pengembangan kurikulum. Aspek keterlibatan orangtua yang paling terabaikan adalah…
a)
- Inklusivitas
b)
- Partisipasi aktif
c)
- Transparansi
d)
- Tanggung jawab sosial
e)
- Kesetaraan derajat
38.
Guru menyelenggarakan program “Belajar Desa” di mana masyarakat lokal menjadi narasumber, namun jadwal kegiatan kerap bertabrakan dengan agenda keagamaan warga. Kegagalan penerapan nilai Pancasila terletak pada kurangnya…
a)
- Toleransi
b)
- Musyawarah
c)
- Keadilan sosial
d)
- Inovasi pedagogis
e)
- Kesetaraan
39.
Untuk mendanai kegiatan literasi, sekolah menetapkan sumbangan wajib orangtua tanpa proses diskusi musyawarah. Praktik ini bertentangan dengan prinsip…
a)
- Semangat gotong royong
b)
- Otonomi keluarga
c)
- Inklusivitas
d)
- Musyawarah/perwakilan
e)
- Keadilan sosial
40.
Sekolah mengklaim telah menerapkan kemitraan dengan masyarakat lewat program survei daring, tetapi hasil survei tidak pernah dibahas atau diimplementasikan. Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan praktik ini adalah…
a)
- Partisipasi autentik
b)
- Kemitraan substantif
c)
- Tokenisme partisipasi
d)
- Konsultasi inklusif
e)
- Kolaborasi strategis
41.
Seorang guru resmi tercatat sebagai anggota organisasi profesi guru nasional, tetapi selama dua tahun ia tidak pernah menghadiri seminar, diskusi ilmiah, atau aktif di forum daring. Dari sudut nilai Pancasila, praktik ini paling mereduksi esensi…
a)
- Musyawarah untuk mencapai mufakat (sila keempat)
b)
- Keadilan sosial bagi seluruh anggota masyarakat (sila kelima)
c)
- Persatuan Indonesia melalui kolaborasi (sila ketiga)
d)
- Kemanusiaan yang adil dan beradab lewat hubungan profesional (sila kedua)
e)
- Ketuhanan yang Maha Esa dalam integritas profesional (sila pertama)
42.
Dalam upaya memperluas jejaring, guru hanya memilih forum internasional bergengsi tanpa membangun jejaring dengan rekan sejawat di wilayahnya. Dampak paling subtansial yang terabaikan berkaitan dengan semangat…
a)
- Gotong royong lokal dan penghormatan konteks budaya setempat
b)
- Demokrasi deliberatif dalam skala global
c)
- Kemanusiaan yang adil melalui berbagi teknologi maju
d)
- Persatuan Indonesia lewat representasi nasional
e)
- Tanggung jawab ekologis dalam jejaring internasional
43.
Seorang guru berinisiatif mendirikan kelompok belajar daring dan luring lintas sekolah, tetapi setiap kali sesi diskusi usai, tidak ada tindak lanjut berupa rencana kolaborasi keseluruhan. Konsekuensi langsung dari kelalaian ini adalah…
a)
- Hilangnya kesempatan membangun kompetensi kolektif
b)
- Penguatan otonomi guru secara individual
c)
- Penekanan pada kompetisi antar-sekolah
d)
- Pemusatan pengarahan oleh kepala sekolah
e)
- Penurunan tanggung jawab murid dalam proyek bersama
44.
Guru A rutin menjadi narasumber di seminar profesi PGRI, namun ia menolak mengirim laporan praktik terbaik ke jurnal bidang pendidikan. Sikap ini bertentangan paling kuat dengan prinsip…
a)
- Musyawarah mufakat antaranggota profesi
b)
- Keadilan sosial dalam akses ilmu pengetahuan
c)
- Kemanusiaan yang adil lewat berbagi pengalaman
d)
- Persatuan Indonesia melalui penyebaran ide
e)
- Ketuhanan yang Maha Esa dalam etika profesi
45.
Untuk memaksimalkan kolaborasi lintas disiplin, guru menyusun proposal penelitian bersama dengan dosen pendidikan, tetapi hanya mendaftar sebagai co-author tanpa kontribusi substansial. Aspek utama yang gagal diwujudkan dari nilai Pancasila adalah…
a)
- Keadilan sosial bagi para kontributor (sila kelima)
b)
- Persatuan Indonesia dalam pengembangan ilmu (sila ketiga)
c)
- Musyawarah dan partisipasi aktif (sila keempat)
d)
- Kemanusiaan yang beradab dalam honorarium (sila kedua)
e)
- Ketuhanan yang Maha Esa dalam itikad baik (sila pertama)
46.
Seorang guru matematika menyiapkan materi persentase dengan contoh soal belanja di supermarket setiap pertemuan. Meski mengulang format yang sama, sebagian besar siswa tetap kesulitan menerapkan konsep pada situasi berbeda. Kelemahan utama dalam pemanfaatan konten pembelajaran ini adalah…
a)
- Kurangnya kesinambungan tugas (task sequencing)
b)
- Minimnya representasi variasi kontekstual
c)
- Penggunaan bahasa matematis yang terlalu teknis
d)
- Dominasi scaffolding guru tanpa otonomi siswa
e)
- Fokus berlebihan pada aspek procedural fluency
47.
Untuk mengurangi beban kognitif saat mengajarkan seluk-beluk ekosistem, guru menambahkan narasi cerita panjang tentang aktivitas makhluk hidup. Setelah beberapa kali, siswa justru keliru membedakan fakta ilmiah dan storyline fiktif. Prinsip desain multimedia mana yang dilanggar sehingga menimbulkan beban kognitif eksteran?
a)
- Signaling (penandaan elemen penting)
b)
- Modality (kombinasi audio-grafik)
c)
- Coherence (penghilangan konten tidak perlu)
d)
- Redundancy (hindari penyajian teks berlebih)
e)
- Segmenting (pembagian konten menjadi unit kecil)
48.
Dalam upaya mentransfer keterampilan menulis esai, guru menerapkan model worked-example–problem–pair. Dia memberikan dua esai contoh, lalu meminta siswa menulis esai serupa tanpa panduan langkah demi langkah. Metode ini paling rawan gagal karena…
a)
- Siswa mengalami split-attention effect
b)
- Intrinsic cognitive load tidak terkelola
c)
- Lacking germane load untuk skema penulisan
d)
- Absennya fading pada scaffolding awal
e)
- Tipologi media teaching yang kurang beragam
49.
Guru IPS mengajak siswa membuat concept map mengenai pergeseran geopolitik dunia. Namun guru menetapkan struktur node dan relasi yang harus diikuti siswa persis sama seperti contoh. Implikasi negatif paling mendasar dari intervensi ini adalah…
a)
- Menghalangi konstruksi pengetahuan individual
b)
- Meningkatkan extraneous load akibat detail kompleks
c)
- Menurunkan internalization karena repetisi
d)
- Mengaburkan keterkaitan horizontal antar konsep
e)
- Membebani working memory dengan aturan baku
50.
Dalam rancangan pembelajaran moral Pancasila, guru menyusun tugas proyek lapangan “Wawancara Pemuka Masyarakat” tanpa menyertakan rubrik penilaian orisinal. Alih-alih, guru memakai rubrik baku dari pelajaran lain. Kekeliruan terpenting dalam penggunaan konten dan cara mengajarnya terletak pada…
a)
- Kehilangan konteks autentik asesmen
b)
- Ketidakjelasan tujuan pembelajaran afektif
c)
- Minimnya student agency dalam desain tugas
d)
- Pengabaian domain kognitif Bloom
e)
- Ketidaksesuaian level kognisi soal
51.
Pada aktivitas pembelajaran di kelas, guru memberikan soal pada peserta didiknya sebagai berikut: jika suatu persegi panjang memiliki panjang sisi 15 cm dan lebar 10 cm, tentukan keliling persegi panjang tersebut. Jawaban siswa adalah 150cm2, dengan alasan keliling persegi panjang adalah panjang dikalikan lebar. Penanganan yang tepat untuk mengatasi kesulitan peserta didik tersebut adalah memberikan ....
a)
penjelasan ulang bahwa rumus keliling persegi panjang adalah panjang dikalikan lebar
b)
pertanyaan pancingan terkait dengan rumus luas persegi panjang
c)
scaffolding kepada Peserta didik, cara menentukan keliling bangun persegi panjang
d)
soal lebih sulit tentang menentukan keliling bangun persegi panjang
e)
hukuman pada peserta didik yang mengalami kesalahan dalam menjawab
52.
Seorang guru melakukan pembelajaran di kelas untuk membuat peserta didiknya kompeten tentang rumus luas segitiga. Untuk mencapai harapannya tersebut, guru melakukan pengelolaan kelas yang berpusat pada peserta didik. Pernyataan di bawah merupakan pengelolaan kelas yang berpusat pada peserta didik. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda centang (V)! Jawaban benar lebih dari satu.
a)
Guru membagi peserta didik menjadi lima kelompok, tiap kelompok diberi soal menentukan luas segitiga. Setiap peserta diminta untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Setelah pekerjaan selesai, semua peserta didik diminta untuk mengumpulkan jawabannya.
b)
Guru membagi peserta didik menjadi lima kelompok, tiap kelompok diberi soal menentukan luas segitiga. Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi menyelesaikan soal yang diberikan. Setelah diskusi selesai, salah satu kelompok diminta untuk presentasi dan kelompok lain untuk menanggapi. Terakhir, guru memberikan penguatan materi.
c)
Guru menjelaskan rumus luas segitiga. Semua peserta didik diberi latihan untuk menghitung luas segitiga. Semua peserta didik diminta untuk mengumpulkan hasil pekerjaannya.
d)
Guru membagi peserta didik menjadi lima kelompok, tiap kelompok diberi lembar kerja menentukan luas segitiga. Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi lembar kerja yang diberikan. Setelah diskusi selesai, salah satu kelompok diminta untuk presentasi dan kelompok lain untuk menanggapi. Terakhir, guru memberikan penguatan materi.
e)
Guru meminta peserta didik bekerja secara berpasangan untuk menentukan luas segitiga. Setelah selesai kerja berpasangan, salah seorang peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil kerja pasangannya, siswa lain diminta untuk memberikan tanggapan. Setelah presentasi selesai, guru memberikan penegasan
53.
Ibu Wati guru SD akan membelajarkan materi tentang penerapan luas lingkaran dalam kehidupan sehari-hari. Ibu Wati merencanakan kegiatan pembelajaran secara kolaboratif bersama peserta didik. Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta didik memiliki tanggung jawab, kemandirian, mampu bekerjasama dengan anggota kelompoknya dengan baik tanpa ada bullying, tidak ada pemaksaan kehendak. Dalam perencanaan itu dibicarakan tentang aturan yang harus dilaksanakan oleh peserta didik dalam kegiatan, aktivitas pendukung, alat dan bahan yang dapat di akses, cara dan langkah kerja untuk menyelesaikan rencana kegiatan secara kolaboratif. Model pembelajaran yang dipraktekkan oleh Ibu Wati mencerminkan pemberian kesempatan peserta didik....
a)
A. merasa aman dan nyaman dalam pembelajaran
b)
B. patuh melaksanakan ajaran agama dan rukun dengan pemeluk agama lain
c)
C. menjadi pribadi yang jujur dan bersikap tidak menyontek
d)
D. serius dan sungguh-sungguh dalam belajar baik di kelas maupun di rumah
e)
E. menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi
54.
Dalam menghadapi materi peluang yang kurang menarik bagi peserta didik, skenario pembelajaran berbasis bimbingan konseling yang efektif adalah ...
a)
a. konselor hadir untuk mendukung peserta didik saat mereka membutuhkan bantuan. b. memberikan tugas individu yang mendorong peerta didik untuk mengembangkan kemandirian belajar.
b)
c. menggunakan buku teks sebagai sumber utama dalam pembelajaran.
c)
d. mengulang materi peluang dengan metode yang konsisten dan terstruktur.
d)
e. mengadakan sesi diskusi kelompok yang dipandu konselor untuk mengaitkan konsep peluang dengan pengalaman hidup peserta didik
55.
Materi statistika yang disajikan masih menggunakan contoh pengumpulan data manual. Agar pembelajaran berbasis TPACK tercapai, guru sebaiknya?
a)
a. Memberikan tugas mengisi tabel data buatan guru tanpa membiarkan siswa melakukan eksplorasi data sendiri.
b)
b. Menyuruh siswa membawa buku statistik lalu membaca bersama dikelas
c)
c. Memberikan contoh soal data populasi buatan dan membahas langsung jawaban di papan tulis
d)
d. Meminta siswa menghafal rumus rata-rata, median, dan modus tanpa menggunakan data aktual
e)
e. Menggunakan google form untuk mengumpulkan data dari siswa secara realtime lalu. mengilah data bersama di spredsheet daring
56.
Ibu rizqi sedang mengajarkan tentang jenis pada tanaman di Madrasah Ibtidaiyah. Ibu Dian memberikan tugas di rumah secara berkelompok untuk melakukan pengamatan jenis biji pada tanaman di sekitar rumah masing-masing. Siswa menemukan beragam jenis biji pada tanaman. Pada saat pembelajaran di kelas, ibu rizqi meminta setiap kelompok menjelaskan fungsi biji pada tanaman yang telah diamati. Berdasarkan kegiatan pembelajaran di atas maka rumusan tujuan pembelajaran yang tepat adalah ...
a)
a. Siswa dapat melakukan eksperimen tentang pertumbuhan biji tanaman
b)
b. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian biji tanaman
c)
c. Siswa dapat menjelaskan peran tanaman pada pertumbuhan biji
d)
d. Siswa dapat deskripsikan berbagai jenis biji tanaman
e)
e. Siswa dapat menganalisis struktur dan peran biji tanaman dalam perkembangbiakan
57.
Saat siswa belajar mengklasifikasikan bangun ruang berdasarkan sifat-sifatnya, instrumen asesmen proses belajar yang tepat dilakukan guru adalah ....
a)
a. Tes pilihan ganda tentang rumus volume bangun ruang
b)
b. Catatan tentang keterlibatan mahasiswa dalam diskusi klasifikasi bangun ruang
c)
c. Lembar kerja yang dikumpulkan dan dinilai stelah aktivitas klasifikasi d. Tugas proyek membuat model tiga dimensi bangun ruang
d)
e. Angket refleksi tentang kesulitan memahami sifat bangun ruang
58.
Dalam pembelajaran materi perbandingan, guru menghadapi peserta didik dengan gaya kognitif reflektif yang cenderung menganalisis sebelum bertindak. Guru ingin merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang menurut kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Manakah indikator berikut yang paling tepat?
a)
a. Pesrta didik dapat menghafal rumus perbandingan dengan benar
b)
b. Peserta didik dapat menyalin contoh soal perbandingan dari buku
c)
c. Peserta didik dapat membuat model perbandingan baru berdasarkan situasi sehari-hari yang berbeda
d)
d. Peserta didik dapat mengulang kembali definisi perbandingan secara lisan
e)
e. Peserta didik dapat mengidentifikasi perbandingan yang diberikan tanpa modifikasi
59.
Sebuah madrasah ingin mengembangkan keterampilanberpikir kreatif pada pesrta didiknya. Beberapa kegiatan telah dipersiapkan oleh guru di Madrasah tersebut. Kegiatan yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif pada peserta didik adalah ...
a)
a. Mengajak siswa diskusi dan berbagi pengetahuan
b)
b. Memberikan tugas pengamatan tentang masalah lingkungan
c)
c. Meminta siswa observasi dan kolaborasi dengan ahli lingkungan
d)
d. Meminta siswa untuk observasi lingkungan solusi berdasarkan teori dan orisinal
e)
e. Meminta siswa untuk observasi menentukan fokus masalah
60.
Di sebuah desa pegunungan yang masih kuat mempertahankan adat istiadat, generasi muda mulai memperkenalkan kegiatan festival inovasi tradisional. Dalam kegiatan ini, anak-anak muda bekerjasama dengan tokoh adat dan orangtua untuk memodifikasi hasil kerajinan lokal dengan desain modern, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur. Kegiatan ini mengundang antusiasme warga dan mempererat hubungan antar generasi yang sebelumnya renggang akibat perbedaan pandangan terhadap perubahan. Rumusan tujuan pembelajaran yang paling tepat untuk membentuk sikap toleransi dan gotongroyong berdasarkan kasus tersebut adalah ....
a)
a. Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat merancang proyek sosial budaya kolaboratif yang menunjukkan sikap gotongroyong dan saling menghargai antar generasi dalam menghadapi perubahan budaya.
b)
b. Setelah pembelajaran, pesrta didik mampu menganalisis pengaruh globalisasi terhadap budaya lokal
c)
c. Setelah kegiatan pembelajaran, pesrta didik mampu menampilkan hasil budaya lokal dalam bentuk proyek inovatif
d)
d. Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu menyusun refleksi individu tentang pentingnya menjaga warisan budaya
e)
e. Setelah mengikuti pembelajaran, pesrta didik dapat membandingkan bentuk kerajinan tradisional dan modern di Indonesia
61.
Ibu rizqki meminta siswa untuk melakukan observasi tentang penggunaan blender dirumah masing -masing. Salah satu siswa mencatat hasil pengamatan bahwa blender yang dimiliki ibunya dapat dinyalakan dengan menggunakan batterai dapat menghaluskan bumbu masakan. Perubahan bentuk energi yang terjadi pada blender tersebut adalah?
a)
a. Energi mekanik berubah menjadi energi panas dan energi cahaya
b)
b. Enegri listrik berubah menjadi energi suara dan enrgi mekanik
c)
c. Energi kimia berubah menjadi energi mekanik dan kemudian menjadi energi listrik
d)
d. Energi listrik berubah menjdi energi mekanik, lalu emnjadi energi kimia
e)
e. Energi kimia berubah menjadi energi listrik kemudian menjadi energi mekanik
62.
Kepedulian lingkungan merupakan aspek penting. Kepedulian lingkungan seharusnya mulai ditumbuhkan sejak usia pendidikan dasar. Ibu amelia selaku guru kelas yang mengajarkan tema Bersih dan Sehat memiliki keinginan untuk menumbuhkan sikap peduli anak didiknya pada lingkungan sekolah. Ibu amelia membuat rencana pembelajaran berbasis proyek untuk melatih sikap rkitis pada lingkungan sekitarnya. Berdasarkan rancangan yang dibuat oleh ibu amelia, maka indikator pembelajaran yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran tersebut adalah..
a)
c. Mengembangkan rencana aksi untuk melatih sikap kritis untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan
b)
a. Merancang lingkungan bersih di madrasah dan meningkatkan sara dan prasarana untuk mewujudkan kebersihan lingkungan
c)
b. Mampu memahami jenis sampah sesuai dengan tempat sampah masing-masing sehingga mudah pemanfaatanya
d)
d. Mampu memahami pemahaman lingkungan sehat dan bersih untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik
e)
e. Mampu menjaga kebersihan melalui piket berkala setiap harisehingga siswa kritis terhadap
63.
Dalam rangka meningkatkan keterampilan menulis dan membaca nyaring pada materi cerita sederhana, guru menerapkan model Project Based Learning (PBL) Tujuan Utama adalah agar peserta didik mampu menciptakan karya tulis orisinil sekaligus memperlihatkan kemampuan presentasi lisan yang baik. Manakah langkah-langkah yang paling sesuai ?
a)
a. Memberikan contoh tulisan lengkap kepada seluruh kelas lalu meminta mereka membuat salinan tulisan itu sambil mendengarkan rekaman bacaan dari guru sebagai latihan pengucapan saja.
b)
b. Menyediakan daftar kata-kata sulit untuk dihafalkan oleh siswa sebelum mereka menulis cerita, kemudian menguji hafalan kata melalui kuis tertulis setelah sesi membaca nyaring selesai dilakukan.
c)
c. Meminta setiap siswa membuat cerita sendiri-sendiri berdasarkan imajinasi pribadi tanpa kolaborasi maupun bimbingan selama proses pembuatan naskah maupun latihan baca nyaringnya
d)
d. Melaksanakan evaluasi akhir berupa tes tertulis mengenai unsur-unsur teks naratif setelah semua kegiatan penulisan dan pembacaan selesai dilakukan oleh peserta didik secara mandiri di rumah masing-masing.
e)
e. Mengajak siswa memilih tema proyek bersama-sama, melakukan riset singkat tentang tema tersebut, menyusun naskah cerita dalam kelompok kecil, melatih baca ekspresif bersama-sama sebelum presentasi di depan kelas sebagai produk akhir proyek.
64.
Seorang guru IPS kelas 7 mengerjakan materi keanekaragaman budaya indonesia dengan menggunakan berbagai sumber digital, seperti video, dan gambar tentang berbagai upacara adat dan tradisional yang ada di indonesia. Guru ingin memastikan bahwa pembelajaran ini tidak hanya fokus pada pemberian informasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi topik ini secara mandiri dan kolaboratif. Dengan pendekatan student centerd, guru akan menggunakan platform pembelajaran digital yang memungkinkan pesrta didik untuk berbagi temuan mereka dalam bentuk video atau presentasi digital. Agar pesrta didik lebih aktif terlibat, langkah-langkah yang tepat adalah
a)
a. Meminta peserta didik untuk memilih satu tradisi upacara adat yang mereka minati menggunakanya sebagai topik penelitian, dan mempresentasikan hasilnya melalui platform digital yang memungkinkan kolaborasi antar kelompok
b)
b. Menyediakan informasi lengkap tentang setiap budaya tanpa melibatkan peserta didik dalam pencarian informasi lebih lanjut atau diskusi kelompok
c)
c. Menggunakan platform digital hanya untuk menampilkan video dan gambar tanpa memberikan peluang bagi pesrta didik untuk berinteraksi dengan materi
d)
d. Membiarkan pesrta didik menonton video secara individu tanpa memberi tugas atau
e)
kesempatan berdiskusi
65.
Guru menggunakan PBL untuk mengajarkan membaca teks deskriptif tentang hewan langka kepada siswa kelas I madrasah Ibtidaiyah (MI). guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi tambahana dari gambar dan video terkait hewan tersebut sebelum berdiskusi kelompok. Manakah teknik asesmen yang paling tepat digunakan guru untuk menilai pencapaian tujuan keterampilan membaca
a)
a. Tes pilihan ganda mengenai fakta-fakta hewan langka setelah diskusi selesai
b)
b. Penilaian tertulis berupa ringkasan singkat hasil bacaan masing-masing siswa secara individu saja
c)
c. Memberikan tugas membuat poster tentang hewan langka tanpa presentasi di kelas
d)
d. Observasi proses diskusi kelompok saat siswa membandingkan informasi dari berbagai sumber
e)
e. Ulangan harian berbasis soal isian singkat tentang ciri-ciri hewan langka tersebut
66.
Dalam satu kelas, anda menghadapi dua kelompok siswa, satu kelompok sangat aktif, sering mendominasi diskusi dan kegiatan kelompok, kelompok lain pasif, cenderung diam karena merasa kurang percaya diri. Bebrapa siswa pasif mulai merasa tidak dihargai dan nilai kolaborasi kelas menurun. Kepala sekolah menilai iklim kelas anda kurang kondusif bagaimana anda memperbaiki situasi ini?
a)
a. Membiarkan siswa memilih teman sendiri agar lebih nyaman
b)
b. Membentuk kelompok belajar heterogen dan menetapkan peran aktif untuk semua anggota
c)
c. Memberi lebih banyak waktu bicara hanya untuk siswa aktif
d)
d. Menilai seluruh kelompok sama rata agar tidak ada siswa yang tersinggung
e)
e. menilai rendah kelompok yang kurang baik
67.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pengukuran, guru menggunakan video tutorial interaktif, tetapi interaksi peserta didik rendah. Refleksi pedagogi yang paling tepat adalah?
a)
a. Menggunakan video sebagai sumber belajar utama dalam pembelajaran
b)
b. Meningkatkan aktifitas diskusi dan tanya jawab untuk melibatkan peserta didik secara aktif
c)
c. Memperpendek durasi pembelajaran agar lebih singkat dan padat
d)
d. Mengganti video dengan ceramah panjang yang berfokus pada penyamaian materi
e)
e. Mendorong peserta didik menonton video secara mandiri diluar jam pelajaran
68.
Rini kesulitan memahami materi IPA yang disampaikan lewat ceramah dan bacaan teks. Ia justru menguasai konsep dengan cepat jika diajarkan menggunakan diagram, model 3-D, atau praktik laboratorium. Namun saat diberi tugas refleksi tertulis, Rini sering gagal merumuskan ide secara runtut.
a)
- Gaya belajar visual
b)
- Kecerdasan spasial
c)
- Gaya belajar kinestetik
d)
- Kecerdasan linguistik
e)
- Kapasitas memori kerja verbal
69.
Budi termasuk cepat menangkap konsep teori dari teks buku dan ceramah. Namun setiap kali harus mempresentasikan di depan kelas, ia mengalami kegugupan yang luar biasa: suaranya bergetar dan gagap, meski sebenarnya ia menguasai materi.
a)
- Rendahnya efikasi diri dalam komunikasi lisan
b)
- Kecerdasan interpersonal rendah
c)
- Kecemasan performatif
d)
- Kecerdasan verbal-linguistik
e)
- Gaya belajar auditori
70.
Citra mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian soal secara rinci saat berdiskusi, namun saat menghadapi ujian tulis, ia kesulitan mengatur strategi dan sering melewatkan langkah krusial hingga gagal menyelesaikan soal.
a)
- Regulasi metakognitif
b)
- Kecerdasan logis-matematis
c)
- Gaya belajar reflektif
d)
- Motivasi intrinsik rendah
e)
- Kecerdasan intrapersonal
71.
Dian berasal dari latar budaya kolektif: ia belajar paling optimal dalam diskusi kelompok, saling membantu, dan merasa kehilangan makna ketika harus mengerjakan proyek secara mandiri.
a)
- Preferensi belajar visual
b)
- Orientasi individualistik
c)
- Orientasi kolektivistik
d)
- Kecerdasan interpersonal tinggi
e)
- Gaya belajar divergen
72.
Eko sangat mahir mengaitkan materi pelajaran dengan konteks nyata di sekitarnya, sehingga mudah memahami “gambaran besar.” Namun dalam menjawab soal detail konseptual, ia sering melewatkan poin-poin penting karena terlalu fokus pada keseluruhan.
a)
- Gaya kognitif analitik
b)
- Gaya kognitif intuitif
c)
- Gaya kognitif deskriptif
d)
- Gaya kognitif holistik
e)
- Gaya kognitif sekuensial
73.
Farhan selama ini kesulitan memahami konsep gerak lurus karena guru hanya mengacu pada buku teks dan ceramah. Saat diberi lab simulasi, ia tampak antusias dan lebih cepat memadukan teori dengan praktik. Namun, guru tidak memasukkan sumber daya digital dan alat peraga interaktif dalam rencana pembelajaran. Komponen kurikulum manakah yang perlu direvisi agar Farhan dapat belajar dengan pengalaman konkret?
a)
- Materi Pembelajaran
b)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
c)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
d)
- Sumber Belajar
e)
- Alokasi Waktu Pembelajaran
74.
Ika tampak menguasai peta konsep sejarah secara umum, tetapi saat diminta menyusun proyek multimedia tentang peristiwa kemerdekaan, ia tidak mengetahui kriteria presentasi yang diharapkan. Rencana pembelajaran hanya mencantumkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tanpa indikator terukur. Komponen kurikulum manakah yang paling kritis ditambahkan untuk memperjelas harapan hasil belajar?
a)
- Tujuan Pembelajaran
b)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
c)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Materi Pembelajaran
75.
Joko diminta mempelajari materi trigonometri lanjutan sebelum menguasai identitas dasar. Guru mengikuti struktur silabus sebelumnya tanpa meninjau prasyarat keterampilan siswa, sehingga Joko sering tertinggal. Komponen kurikulum manakah yang perlu diperbaiki agar urutan topik lebih sesuai dengan prasyarat?
a)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
b)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
c)
- Struktur dan Urutan Materi
d)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
e)
- Sumber Belajar
76.
Lia tidak termotivasi dalam pelajaran bahasa Inggris karena outcome yang ingin dicapai hanya difokuskan pada aspek kognitif (tes tertulis). Padahal ia lebih terdorong jika tujuan pembelajaran mencakup kompetensi komunikasi antarbudaya. Komponen kurikulum manakah yang harus diredefinisi agar tujuan pembelajaran lebih bermakna?
a)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
b)
- Tujuan Pembelajaran
c)
- Materi Pembelajaran
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
77.
Rafi mahir berpikir kritis dan selalu aktif berdiskusi dalam kelompok, tetapi gagal mendapatkan nilai tinggi karena penilaian hanya berdasarkan tes tertulis. Rencana pembelajaran tidak mengakomodasi penilaian keterampilan kolaborasi. Komponen kurikulum manakah yang paling perlu diubah agar Rafi dapat dinilai secara holistik?
a)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
b)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
c)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Alokasi Waktu Pembelajaran
78.
Farhan selama ini kesulitan memahami konsep gerak lurus karena guru hanya mengacu pada buku teks dan ceramah. Saat diberi lab simulasi, ia tampak antusias dan lebih cepat memadukan teori dengan praktik. Namun, guru tidak memasukkan sumber daya digital dan alat peraga interaktif dalam rencana pembelajaran. Komponen kurikulum manakah yang perlu direvisi agar Farhan dapat belajar dengan pengalaman konkret?
a)
- Materi Pembelajaran
b)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
c)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
d)
- Sumber Belajar
e)
- Alokasi Waktu Pembelajaran
79.
Ika tampak menguasai peta konsep sejarah secara umum, tetapi saat diminta menyusun proyek multimedia tentang peristiwa kemerdekaan, ia tidak mengetahui kriteria presentasi yang diharapkan. Rencana pembelajaran hanya mencantumkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tanpa indikator terukur. Komponen kurikulum manakah yang paling kritis ditambahkan untuk memperjelas harapan hasil belajar?
a)
- Tujuan Pembelajaran
b)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
c)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Materi Pembelajaran
80.
Joko diminta mempelajari materi trigonometri lanjutan sebelum menguasai identitas dasar. Guru mengikuti struktur silabus sebelumnya tanpa meninjau prasyarat keterampilan siswa, sehingga Joko sering tertinggal. Komponen kurikulum manakah yang perlu diperbaiki agar urutan topik lebih sesuai dengan prasyarat?
a)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
b)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
c)
- Struktur dan Urutan Materi
d)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
e)
- Sumber Belajar
81.
Lia tidak termotivasi dalam pelajaran bahasa Inggris karena outcome yang ingin dicapai hanya difokuskan pada aspek kognitif (tes tertulis). Padahal ia lebih terdorong jika tujuan pembelajaran mencakup kompetensi komunikasi antarbudaya. Komponen kurikulum manakah yang harus diredefinisi agar tujuan pembelajaran lebih bermakna?
a)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
b)
- Tujuan Pembelajaran
c)
- Materi Pembelajaran
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
82.
Rafi mahir berpikir kritis dan selalu aktif berdiskusi dalam kelompok, tetapi gagal mendapatkan nilai tinggi karena penilaian hanya berdasarkan tes tertulis. Rencana pembelajaran tidak mengakomodasi penilaian keterampilan kolaborasi. Komponen kurikulum manakah yang paling perlu diubah agar Rafi dapat dinilai secara holistik?
a)
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
b)
- Indikator Pencapaian Kompetensi
c)
- Strategi dan Metode Pembelajaran
d)
- Penilaian Hasil Belajar
e)
- Alokasi Waktu Pembelajaran
83.
Seorang konselor SMA Delta mengadministrasikan tes formatif dan sumatif untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi siswa A. Hasilnya menunjukkan skor formatif sangat tinggi, tetapi skor sumatif sangat rendah. Untuk memastikan instrumen memberi gambaran yang andal, langkah administrasi asesmen manakah yang harus dilakukan terlebih dahulu?
a)
- Menghitung validitas isi menggunakan Content Validity Index
b)
- Menghitung reliabilitas internal (α Cronbach)
c)
- Menghitung reliabilitas test-retest
d)
- Menghitung reliabilitas inter-rater
e)
- Mengevaluasi validitas konstruk
84.
Siswa Y mengalami kebingungan dalam memilih jalur karier dan konselor memutuskan menggunakan Strong Interest Inventory (SII) untuk mengidentifikasi minat. Prosedur administrasi asesmen yang paling tepat agar data tetap valid dan etis adalah:
a)
- Menyelenggarakan tes massal di kelas, soal dikumpulkan secara anonim
b)
- Melakukan administrasi individu tatap muka dengan penjelasan tujuan dan jaminan kerahasiaan
c)
- Mengizinkan siswa mengisi online tanpa supervisi langsung
d)
- Self-administered dalam kelompok kecil tanpa penjelasan mendetail
e)
- Memberikan instruksi lisan tertutup sebelum setiap sesi pengisian
85.
Dalam administrasi tes inteligensi kelompok, terdapat satu siswa berkebutuhan khusus dengan gangguan pendengaran. Untuk menjaga standarisasi dan validitas hasil, akomodasi manakah yang paling tepat dilakukan?
a)
- Menyediakan interpreter bahasa isyarat selama pemberian instruksi
b)
- Membacakan seluruh item soal secara lisan lebih keras
c)
- Mengganti instrumen dengan tes nonverbal (misalnya Raven’s Progressive Matrices)
d)
- Memberikan waktu tambahan dua kali lipat
e)
- Mengubah format tes menjadi esai tertulis
86.
Setelah administrasi pre-test dan post-test formatif, konselor menemukan adanya ceiling effect pada sebagian besar butir. Tindakan administrasi asesmen manakah yang seharusnya dilakukan untuk memperbaiki instrumen sebelum digunakan lagi?
a)
- Memperpanjang durasi pelaksanaan tes
b)
- Menyesuaikan skoring dengan membatasi skor tertinggi
c)
- Melakukan analisis butir soal (indeks kesukaran dan diskriminasi)
d)
- Mengganti metode asesmen dengan portofolio siswa
e)
- Menambah item baru dengan tingkat kesukaran sangat tinggi
87.
Konselor telah menyusun laporan hasil asesmen keterampilan sosial siswa kelompok. Agar intervensi yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan target pencapaian, model pelaporan manakah yang paling tepat digunakan?
a)
- Menyajikan skor dalam bentuk persentil kepada guru
b)
- Menggunakan skala stanine untuk perbandingan antar siswa
c)
- Melakukan perbandingan normatif dengan kelompok acuan
d)
- Menyajikan skor berdasarkan kriteria keterampilan (criterion-referenced)
e)
- Menyusun profil ipsatif yang membandingkan performa siswa dalam berbagai
88.
Di sekolah SMA Harapan Bangsa, guru BK akan melaksanakan sesi bimbingan klasikal untuk menurunkan tingkat bullying verbal antar siswa. Dalam tahap perencanaan, ia harus menyusun rencana layanan yang terintegrasi dengan karakteristik kelas. Permasalahan yang muncul: beberapa siswa dominan terus mendominasi diskusi sehingga sesi kurang efektif. Langkah manajemen layanan klasikal paling tepat untuk mengantisipasi dominasi tersebut adalah…
a)
- Memberi reward khusus pada siswa pendiam agar ikut berpartisipasi
b)
- Membagi siswa dalam kelompok kecil heterogen sebelum diskusi pleno
c)
- Menyusun daftar pertanyaan terbuka dan meminta siswa bergiliran menjawab
d)
- Membebaskan siswa memilih topik diskusi agar lebih leluasa
e)
- Menggantikan diskusi dengan ceramah singkat yang terstruktur
89.
Seorang guru BK berencana seri bimbingan klasikal tentang pengelolaan stres menjelang Ujian Nasional. Siswa melaporkan kecemasan tinggi dengan keluhan insomnia. Agar program berjalan lancar, guru harus menetapkan durasi dan frekuensi yang optimal. Permasalahan: jadwal pelajaran sangat padat sehingga hanya tersedia satu sesi 30 menit per dua minggu. Untuk memenuhi tujuan program, strategi manajemen layanan klasikal yang paling tepat adalah…
a)
- Memadukan materi stres ke pelajaran lain (pendekatan integratif) tanpa merubah alokasi 30 menit
b)
- Mengubah sesi menjadi intensifikasi 15 menit setiap minggu
c)
- Mengalihkan materi stres ke konseling individual bilamana jadwal penuh
d)
- Memprioritaskan siswa dengan kecemasan tertinggi untuk sesi 30 menit tersebut
e)
- Menambah sesi di luar jam sekolah dan menjadikannya ekstrakurikuler wajib
90.
Dalam layanan bimbingan klasikal tentang keterampilan komunikasi, guru BK menggunakan pendekatan presentasi, diskusi, dan simulasi peran. Setelah dua kali pertemuan, evaluasi formatif menunjukkan sebagian siswa pasif dan tidak serius. Permasalahan: variasi metode dirasa sudah optimal. Agar tercapai partisipasi maksimal, langkah manajemen berikut yang paling tepat adalah…
a)
- Mengganti diskusi grup menjadi lomba debat antar siswa
b)
- Menggunakan teknik think–pair–share dengan tugas pra-pertemuan
c)
- Menurunkan level kesulitan tugas simulasi agar lebih mudah
d)
- Menetapkan kehadiran dan partisipasi sebagai komponen penilaian akhir
e)
- Mengundang siswa perwakilan ke pusat kota untuk studi banding komunikasi
91.
Guru BK hendak menilai efektivitas layanan klasikal tentang perencanaan karier. Ia menyiapkan pre-test dan post-test berbasis kriteria kompetensi. Hasil awal menunjukkan rata-rata peningkatan skor minimal, tetapi sejumlah siswa malah menurun. Permasalahan: sulit membedakan antara siswa tidak memahami materi atau tidak serius mengerjakan. Untuk memperbaiki manajemen evaluasi, guru BK sebaiknya…
a)
- Mengganti pre-test dengan refleksi jurnal individu sebelum materi
b)
- Menambahkan observasi perilaku selama sesi sebagai penilaian tambahan
c)
- Menggunakan tes objektif saja untuk mengurangi bias jawaban subjektif
d)
- Mengelompokkan siswa berdasarkan hasil pre-test untuk diferensiasi materi
e)
- Menetapkan nilai kelulusan post-test berdasarkan rata-rata kelas
92.
Di sebuah SMP, guru BK merancang layanan klasikal untuk meningkatkan motivasi belajar matematika. Siswa mengeluhkan materi terlalu abstrak. Dalam fase penyusunan bahan ajar, guru harus memilih media yang tepat. Permasalahan: laboratorium komputer terbatas dan tidak semua siswa paham teknologi. Media layanan klasikal yang paling sesuai agar semua siswa terlibat aktif adalah…
a)
- Video animasi konsep matematika yang diproyeksikan di kelas
b)
- Modul cetak lengkap dengan lembar kerja dan ilustrasi real-life
c)
- Aplikasi interaktif di ponsel pribadi siswa
d)
- Poster dinding berisi ringkasan rumus dan langkah penyelesaian
e)
- Papan tulis digital sentuh untuk demonstrasi guru
93.
Siswa A tiba-tiba mengirim pesan di grup chat kelas bahwa ia tidak ingin hidup lagi. Sebagai guru BK yang menerapkan layanan responsif, langkah pertama yang paling tepat adalah…
a)
- Menyusun safety contract tertulis di ruang konseling
b)
- Menunda penanganan dan memantau perkembangan selama seminggu
c)
- Mengajak siswa berdiskusi kelompok kecil untuk menurunkan tekanan
d)
- Menghubungi Unit Gawat Darurat kejiwaan atau layanan krisis resmi
e)
- Menginstruksikan siswa menulis jurnal harian sebagai pelampiasan emosi
94.
Siswa B sering bolos dan menunjukkan tanda-tanda stres berat setelah orang tua bercerai. Ia mengaku takut pulang ke rumah. Layanan responsif yang paling tepat sebelum merancang intervensi jangka panjang adalah…
a)
- Melakukan konseling kelompok tentang manajemen emosi
b)
- Memberi tugas refleksi nilai diri untuk setiap hari
c)
- Melakukan konseling individual krisis dan case management
d)
- Mengundang wali murid untuk rapat bersama guru kelas
e)
- Menjadwalkan kegiatan ekstrakurikuler wajib setiap sore
95.
Dalam sesi kelas, Siswa C memprotes temannya dengan cara intimidasi verbal. Korban menunjukkan gejala kecemasan dan ketakutan. Layanan responsif terfokus yang paling tepat dilakukan guru BK adalah…
a)
- Mengadakan bimbingan klasikal tentang anti-bullying
b)
- Membentuk kelompok dukungan sebaya untuk korban
c)
- Fasilitasi mediasi terstruktur antara pelaku dan korban
d)
- Merujuk korban ke psikolog sekolah untuk tes diagnostik
e)
- Menetapkan sanksi disiplin langsung tanpa diskusi
96.
Siswa D masuk ke ruang BK sambil menangis karena nilai ujian praktik sangat buruk. Ia mengaku hilang motivasi dan takut dikeluarkan dari ekstrakurikuler. Sesuai layanan responsif, intervensi paling tepat pada pertemuan pertama adalah…
a)
- Memberikan ceramah motivasi di depan seluruh geng teman dekat
b)
- Menyelenggarakan konseling individu suportif untuk stabilisasi emosi
c)
- Menyusun kontrak akademik bersama wali kelas dan orang tua
d)
- Membagikan modul remedial langsung di kelas agar nilainya naik
e)
- Menjadwalkan diskusi kelompok kecil tentang strategi belajar
97.
Siswa E baru saja mengungkapkan kebingungan identitas seksual dan sering mengalami depresi. Sebelum memutuskan rencana follow-up, langkah layanan responsif yang wajib dilakukan guru BK adalah…
a)
- Melakukan asesmen risiko bunuh diri menggunakan skala baku
b)
- Menyajikan pelatihan klasikal tentang keberagaman orientasi
c)
- Mengajak siswa membuat portofolio bakat dan minat
d)
- Merujuk siswa ke layanan kesehatan mental profesional
e)
- Mengundang orang tua untuk sesi mediasi keluarga
98.
Seorang siswa kelas VIII mengalami kesulitan mendeteksi bunyi vokal dan konsonan dalam membaca. Guru hendak merancang tujuan pembelajaran individual (SMART goal). Manakah rumusan tujuan yang paling tepat?
a)
- Siswa mampu membaca lancar sesuai tingkat kelas dalam satu semester.
b)
- Siswa dapat membedakan huruf vokal dan konsonan dalam kata sederhana dengan akurasi 80% setelah 8 kali pertemuan.
c)
- Siswa memahami fonem vokal dan konsonan dengan bimbingan guru.
d)
- Siswa menunjukkan peningkatan minat baca setiap pertemuan.
e)
- Siswa mampu mengeja seluruh kosakata tema IPA.
99.
Seorang siswi SD berpotensi sangat tinggi di bidang matematika namun sering bosan di kelas reguler. Guru ingin menyusun perencanaan individual untuk memperkaya materi. Strategi manakah yang paling sesuai?
a)
- Menyusun lembar kerja tambahan dengan soal-soal olimpiade matematika setiap hari.
b)
- Memberikan percepatan materi (compact curriculum) pada topik geometri dalam satu bulan.
c)
- Mengizinkan siswi mengikuti ekstrakurikuler matematika di luar sekolah.
d)
- Menetapkan tugas proyek mandiri memecahkan kasus nyata sesuai minat.
e)
- Mengundang pakar matematika mengajar sekali sebulan.
100.
Seorang siswa SMA dengan gangguan perhatian (ADHD) lambat menyelesaikan tugas tertulis. Untuk menyusun perencanaan individual, guru memilih intervensi khusus. Pilihan manakah yang paling tepat?
a)
- Mengurangi jumlah soal pada setiap lembar tugas.
b)
- Memberikan waktu ujian tambahan 30 menit tanpa modifikasi soal.
c)
- Menyediakan jadwal tugas harian terurai dalam blok 10 menit, dilengkapi istirahat singkat.
d)
- Menyajikan materi dalam bentuk video agar siswa lebih fokus.
e)
- Menggunakan sistem poin dan hadiah setiap selesai satu soal.
101.
Seorang siswa kelas VII pendatang baru (ELL) kesulitan memahami istilah sains dalam bahasa Indonesia. Guru akan membuat perencanaan individual untuk membantunya. Pilihan tindakan manakah yang paling mendukung ketercapaiannya?
a)
- Menerjemahkan seluruh kosakata sains ke dalam bahasa ibu siswa sebelum pelajaran.
b)
- Memberi daftar istilah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk dihafal.
c)
- Menggunakan glosarium gambar kontekstual dan mengajak siswa praktik demonstrasi sederhana.
d)
- Meminta siswa membaca teks sains berbahasa Indonesia secara mandiri.
e)
- Menyusun kelompok diskusi bilingual dengan teman sebangku.
102.
Seorang siswi SMA memiliki kecemasan sosial tinggi sehingga enggan presentasi di depan kelas. Guru hendak mengembangkan perencanaan individual untuk menurunkan kecemasannya. Langkah manakah yang paling tepat?
a)
- Meminta siswi mengamati video presentasi guru sebelum praktik.
b)
- Menetapkan penilaian presentasi secara tertutup (tanpa teman).
c)
- Menyusun rangkaian latihan presentasi dimulai dari rekaman mandiri, peer review kecil, lalu presentasi kelas.
d)
- Memberikan nilai tambahan bagi setiap keberanian tampil di depan teman.
e)
- Mengizinkan siswi menyerahkan makalah tulisan daripada presentasi lisan.
103.
Seorang siswa kelas X SMA mengalami penurunan nilai IPA karena kurangnya monitoring perkembangan belajar dan minim komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Anda diminta menyusun rancangan kegiatan dukungan sistem yang komprehensif. Manakah rancangan berikut yang paling memenuhi unsur sistem pendukung?
a)
- Mengirim laporan perkembangan secara bulanan ke orang tua melalui grup WhatsApp.
b)
- Menetapkan jadwal remedial setiap Jumat tanpa melibatkan orang tua.
c)
- Membentuk tim pendukung (guru, konselor, orang tua), merancang pertemuan dua mingguan, membuat indikator keberhasilan, dan mekanisme feedback tertulis.
d)
- Mengadakan kelas tambahan setiap Rabu dengan materi ringkasan.
e)
- Menyediakan modul belajar mandiri online tanpa evaluasi berkala.
104.
Seorang siswa dengan gangguan spektrum autisme (ASD) kesulitan mengikuti transisi antar-kegiatan di kelas reguler sehingga sering terganggu perilakunya. Guru hendak membuat rancangan kegiatan dukungan sistem. Pilihan rancangan manakah yang paling tepat?
a)
- Menempatkan siswa di samping teman yang mudah diatur dan mengurangi jumlah tugas.
b)
- Menyusun jadwal visual harian, mengkoordinasikan dengan asisten guru, rutin berkoordinasi dengan psikolog, dan mengevaluasi adaptasi setiap dua minggu.
c)
- Menerapkan pelajaran secara individual setiap hari.
d)
- Memberikan reward saat siswa menyelesaikan satu kegiatan.
e)
- Mengizinkan siswa memilih urutan kegiatan sendiri setiap pagi.
105.
Sekelompok siswa berprestasi rendah mengeluhkan kurangnya sumber belajar dan motivasi. Sebagai koordinator, Anda perlu merancang sistem dukungan terpadu. Komponen rancangan manakah yang paling esensial?
a)
- Memberikan voucher buku tambahan untuk setiap siswa berprestasi rendah.
b)
- Menyelenggarakan program tutor sebaya, menyusun modul pembelajaran, menetapkan jadwal pertemuan mingguan, dan melakukan penilaian reflektif.
c)
- Menambah jam belajar di sekolah pada akhir pekan.
d)
- Mengirim video pelajaran via email setiap minggu.
e)
- Mengumpulkan data nilai bulanan saja.
106.
Seorang siswa SMA sering absen karena kondisi kesehatan kronis dan tertinggal materi. Guru ingin merancang dukungan sistem agar siswa tetap dapat belajar dan dievaluasi secara adil. Pilihan rancangan yang paling sesuai adalah:
a)
- Mengizinkan siswa menonton rekaman video pelajaran dan mengumpulkan tugas lewat email.
b)
- Membuat platform e-learning terintegrasi, menetapkan tutor pendamping, mengatur sesi pemantauan mingguan, serta melibatkan wali kelas dalam laporan progres.
c)
- Memberi perpanjangan waktu pengumpulan tugas tanpa modifikasi aktivitas.
d)
- Mewajibkan siswa mengerjakan semua tugas sebelum absen.
e)
- Memberikan tugas tambahan saat siswa kembali sekolah.
107.
Seorang siswa SMP menunjukkan perilaku mengganggu akibat stres karena konflik keluarga. Untuk mengurangi dampak tersebut, guru hendak menyusun rancangan dukungan sistem. Rancangan manakah yang paling komprehensif?
a)
- Mengajak siswa konseling kelompok setiap Jumat sore.
b)
- Menugaskan tugas seni sebagai pelampiasan emosi.
c)
- Membentuk tim pendukung (guru BK, guru kelas, orang tua), menyusun jadwal konseling individual dan kelompok, mengadakan sesi keterampilan koping, dan menetapkan indikator keberhasilan dengan dokumentasi harian.
d)
- Memberikan izin istirahat kapan pun siswa butuh.
e)
- Menasehati siswa setiap pagi sebelum pelajaran dimulai.
108.
Seorang guru SMA menemukan bahwa banyak siswa di kelasnya hanya mengejar nilai tinggi demi masuk perguruan tinggi bergengsi. Mereka cenderung mengabaikan budaya kerja sama, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bagian tujuan pendidikan mana yang paling runtut dijadikan pijakan untuk memperbaiki sikap siswa tersebut?
a)
- Mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia
b)
- Mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang memiliki kepribadian mandiri
c)
- Mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang demokratis
d)
- Mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani
e)
- Mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang kreatif dan cakap
109.
Di sebuah SMP, guru IPS merancang proyek pembelajaran untuk menanamkan nilai kebhinekaan. Namun, siswa hanya mengerjakan tugas secara individu dan tidak saling berdiskusi. Jika merujuk pada falsafah pendidikan Pancasila, prinsip mana yang paling dilanggar dan perlu ditegakkan ulang?
a)
- Ketuhanan Yang Maha Esa
b)
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
c)
- Persatuan Indonesia
d)
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
e)
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
110.
Seorang kepala sekolah hendak mengevaluasi kurikulum sekolah yang terlalu berfokus pada kompetensi kognitif dan mengecilkan kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik. Tindakan ini bertentangan paling langsung dengan prinsip tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam:
a)
- Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4
b)
- Pasal 31 ayat (1) UUD 1945
c)
- PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
d)
- UU SISDIKNAS Pasal 3
e)
- Keputusan Mendikbud tentang KI-KD Kurikulum 2013
111.
Seorang guru di SD merancang pembelajaran literasi digital, tetapi ia menerapkan satu model yang sama untuk semua siswa tanpa mempertimbangkan latar belakang pengalaman teknologi mereka. Aspek tujuan pendidikan nasional manakah yang sebenarnya mengamanatkan perlunya diferensiasi untuk menghargai potensi dan karakteristik unik setiap peserta didik?
a)
- Pengembangan potensi peserta didik agar memiliki ketrampilan hidup
b)
- Pengembangan potensi peserta didik agar memiliki akhlak mulia
c)
- Pengembangan potensi peserta didik agar memiliki kecerdasan emosional
d)
- Pengembangan potensi peserta didik agar memiliki rasa cinta tanah air
e)
- Pengembangan potensi peserta didik agar mandiri dan bertanggung jawab
112.
Dalam konteks merumuskan visi misi sekolah menengah atas, manakah pernyataan berikut yang paling sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara mengenai tujuan pendidikan Indonesia, yaitu “Tut Wuri Handayani”?
a)
- Guru bertindak sebagai pusat pengetahuan dan otoritas utama dalam pembelajaran
b)
- Pendidikan harus memberi ruang bagi kemandirian dan kreatifitas peserta didik
c)
- Kurikulum wajib menekankan disiplin tinggi melalui hukuman tegas
d)
- Penilaian terutama dilaksanakan secara kuantitatif untuk mengukur prestasi
e)
- Hubungan guru dan murid harus didasarkan pada jarak formal dan hierarki yang jelas
113.
Seorang guru SMA menerima permintaan dari orang tua murid untuk menaikkan nilai ulangan anaknya yang sebenarnya kurang memuaskan, dengan alasan “agar anak saya tercatat pintar”. Menurut Kode Etik Guru, tindakan profesional yang paling tepat dilakukan guru adalah:
a)
- Menolak permintaan secara tegas tanpa penjelasan lebih lanjut
b)
- Menaikkan nilai sesuai permintaan agar hubungan dengan orang tua tetap baik
c)
- Menjelaskan prosedur penilaian secara transparan dan berdasar bukti, serta menolak permintaan jika tidak sesuai kriteria
d)
- Mengajukan kasus ini ke dinas pendidikan setempat untuk diselidiki
e)
- Membicarakan masalah ini hanya dengan rekan guru di luar jam kerja
114.
Seorang guru menemukan data kesehatan seorang siswa yang dikirim lewat surel pribadi. Data itu bersifat sangat rahasia. Sesuai Kode Etik Guru tentang kerahasiaan, langkah profesional guru yang benar adalah:
a)
- Membagikan data tersebut kepada orang tua siswa lainnya untuk saling perhatian
b)
- Menghapus data tanpa memberitahu siapa pun agar tidak tersimpan di perangkat
c)
- Menyimpan data dengan aman dan hanya menyampaikannya kepada pihak berwenang di sekolah serta orang tua siswa yang bersangkutan
d)
- Mencetak data dan menempelkannya di papan pengumuman untuk kewaspadaan semua guru
e)
- Menggunakan data itu untuk merancang program bimbingan tanpa sepengetahuan orang tua
115.
Seorang guru TK memposting foto kegiatannya bersama anak didik di akun media sosial pribadinya tanpa izin orang tua. Ini menyalahi Kode Etik Guru. Tindakan profesional yang semestinya dilakukan guru adalah:
a)
- Menghapus semua unggahan, meminta maaf, dan selanjutnya selalu meminta izin tertulis sebelum memposting
b)
- Mengabaikan komentar orang tua karena foto itu sudah diambil di tempat umum
c)
- Menandai akun orang tua murid pada posting untuk memberi tahu bahwa foto sudah dipublikasikan
d)
- Mengganti privasi akun menjadi publik untuk menunjukkan transparansi
e)
- Mengalihkan perhatian orang tua dengan membagikan tugas tambahan sebagai kompromi
116.
Seorang guru di SMA sering menyampaikan pandangan politik pribadinya saat mengajar, lalu mendorong siswa untuk memilih sikap yang sama. Ini bertentangan dengan prinsip netralitas dalam Kode Etik Guru. Sikap profesional yang sesuai adalah:
a)
- Menghadirkan berbagai sudut pandang dan mendorong diskusi kritis tanpa mengarahkan siswa
b)
- Menghentikan semua diskusi politik agar tidak ada perdebatan
c)
- Mensyaratkan siswa mengikuti pandangan guru sebagai bagian dari tugas
d)
- Mengajak siswa ikut kampanye untuk melatih keberanian berbicara di depan umum
e)
- Menyensor diskusi hanya pada pihak yang menentang pandangan guru
117.
Di sebuah kelas, beberapa siswa mengejek dan mengecualikan teman yang memiliki kebutuhan khusus. Sebagai guru profesional menurut Kode Etik, langkah pertama yang harus diambil adalah:
a)
- Menghentikan ejekan secara langsung, memberikan penjelasan tentang hak dan martabat siswa berkebutuhan khusus
b)
- Memberi hukuman fisik kepada siswa yang melakukan ejekan agar efek jera
c)
- Mengabaikan kejadian itu karena dianggap konflik antarsiswa biasa
d)
- Memindahkan siswa berkebutuhan khusus ke kelas lain agar tidak diganggu
e)
- Menugaskan siswa yang diejek menulis esai tentang perasaan mereka sebagai “remedial”
118.
Sejumlah siswa di sekolah dasar menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Guru hendak merancang strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kepedulian dan melibatkan orang tua serta tokoh masyarakat. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Mengirim surat edaran ke orang tua agar mengawasi anaknya bersih-bersih di rumah masing-masing
b)
- Membuat program gotong royong rutin di sekolah dengan peran serta aktif orang tua dan tokoh masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
c)
- Meminta siswa membuat makalah tentang kebersihan lingkungan tanpa melibatkan orang tua
d)
- Mengundang petugas kebersihan daerah untuk mengajar satu kali sebagai bentuk pelibatan masyarakat
e)
- Memberikan nilai ekstra kepada siswa yang paling bersih tanpa partisipasi komunitas
119.
Di sebuah SMP, budaya membaca siswa sangat rendah dan perpustakaan sekolah sepi. Guru ingin menghidupkan nilai cinta ilmu dengan melibatkan keluarga dan masyarakat di sekitar sekolah. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Menugaskan orang tua membeli buku dan menyerahkannya ke perpustakaan
b)
- Menyelenggarakan keluarga membaca bersama di rumah disertai pendampingan dari relawan perpustakaan setempat
c)
- Mengadakan lomba membaca keras di kelas saja tanpa melibatkan orang tua
d)
- Meminta siswa meminjam buku dari toko buku komersial secara mandiri
e)
- Menyediakan e-book di portal sekolah tanpa keterlibatan langsung orang tua
120.
Beberapa siswa di SMA kerap melakukan bullying karena kurang empati terhadap teman berkebutuhan khusus. Guru ingin merancang strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai empati dengan melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Mengadakan workshop bagi guru saja tentang penanganan bullying
b)
- Menyelenggarakan restorative circle yang melibatkan siswa pelaku, korban, orang tua, dan pendamping dari lembaga sosial setempat
c)
- Memberi hukuman isolasi di kelas kepada siswa pelaku tanpa pemberitahuan ke orang tua
d)
- Mengirim edaran larangan bullying kepada seluruh warga sekolah tanpa tindak lanjut
e)
- Memindahkan siswa berkebutuhan khusus ke kelas lain agar tidak terganggu
121.
Siswa di Madrasah Tsanawiyah kurang memahami dan mengapresiasi nilai kearifan lokal. Guru berencana menghidupkan nilai tersebut dengan melibatkan orang tua dan masyarakat adat setempat. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Mengundang orang tua menjadi penonton saat pagelaran seni budaya di sekolah
b)
- Membentuk projek lintas generasi: siswa, orang tua, dan tetua adat bersama-sama memproduksi dan menampilkan kesenian lokal
c)
- Memberi tugas penelitian kearifan lokal tanpa interaksi langsung dengan masyarakat
d)
- Menayangkan dokumenter kearifan lokal di kelas tanpa kegiatan lapangan
e)
- Menyuruh siswa membuat presentasi PowerPoint tentang adat istiadat setempat
122.
Tingkat kehadiran siswa di pedesaan rendah karena orang tua merasa sekolah tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru ingin merancang strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kebermaknaan pendidikan dengan melibatkan orang tua dan lembaga masyarakat. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Memberi poin ekstra kepada siswa yang hadir penuh
b)
- Menyusun kurikulum kontekstual berbasis potensi desa dan mengundang orang tua serta tokoh masyarakat sebagai co-designer kegiatan belajar
c)
- Mengancam siswa dengan penurunan nilai jika absen tanpa alasan
d)
- Mengirim SMS otomatis ke orang tua setiap kali siswa tidak datang
e)
- Mengadakan ujian mendadak agar siswa tidak berani bolos
123.
Siswa kelas VIII di SMP A telah mempelajari materi kejujuran, tetapi saat terjadi indikasi menyontek pada ulangan, mereka bersikap biasa saja dan tidak menyesali perbuatannya. Guru hendak merancang strategi pembelajaran yang efektif dan reflektif agar nilai kejujuran benar-benar hidup di lingkungan sekolah. Langkah yang paling tepat adalah:
a)
- Memberi ceramah panjang lebar tentang akibat menyontek pada masa depan siswa
b)
- Mengadakan role play situasi menyontek diikuti sesi diskusi kelompok kecil untuk merefleksikan dampak setiap pilihan
c)
- Memberikan tes tertulis tentang definisi kejujuran dan aturan akademik
d)
- Menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku menyontek lalu melanjutkan materi seperti biasa
e)
- Menugaskan siswa menulis esai individual tentang kejujuran tanpa adanya diskusi lanjutan
124.
Di SMA B, siswa mampu menghafal rumusan nilai Pancasila, tetapi gagal mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari di sekolah. Guru ingin merancang strategi reflektif yang menolong siswa menerjemahkan satu nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata. Pilihan tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Menyelenggarakan kuis cepat setiap awal pelajaran tentang arti setiap sila
b)
- Mengadakan debat antar kelompok tentang kerapatan pemahaman nilai tanpa tindak lanjut praktik
c)
- Mewajibkan siswa membuat jurnal harian yang merekam satu peristiwa di sekolah dan mengaitkannya dengan salah satu sila, kemudian menganalisis konsekuensinya dalam diskusi kelas
d)
- Meminta siswa menyalin Pembukaan UUD 1945 dan mengumpulkannya sebagai tugas
e)
- Mengundang narasumber eksternal untuk ceramah satu arah tentang Pancasila
125.
Siswa SMP C menunjukkan sikap individualistik dan kurang empati ketika sekolah menerapkan protokol kebersihan baru: banyak yang enggan membantu teman menyemprot disinfektan. Guru berupaya merancang strategi pembelajaran reflektif untuk menumbuhkan empati. Tindakan yang paling tepat adalah:
a)
- Mengadakan seminar singkat tentang kecerdasan emosional untuk seluruh siswa
b)
- Menginstruksikan siswa secara acak bergantian bertugas menyemprot tanpa refleksi
c)
- Memfasilitasi kunjungan ke panti jompo setempat, lalu menggelar diskusi reflektif tentang pengalaman membantu dan dampaknya terhadap orang lain
d)
- Memberikan tugas individu membuat poster tentang pentingnya gotong royong
e)
- Menayangkan film dokumenter tentang empati tanpa sesi diskusi atau refleksi
126.
Setiap pagi, SMP D selalu membacakan nilai-nilai sekolah dalam apel, namun siswa cenderung lalai menginternalisasinya. Guru ingin menciptakan praktik reflektif kolektif agar nilai-nilai tersebut hidup nyata. Strategi yang paling sesuai adalah:
a)
- Menunjuk “duta nilai” dari setiap kelas untuk memimpin sesi sharing pengalaman pribadi tiap minggu
b)
- Menambah durasi apel pagi dengan ceramah guru tentang nilai sekolah
c)
- Menyusun buku panduan nilai yang dibagikan ke siswa tanpa kegiatan lanjutan
d)
- Mengadakan lomba membuat motto nilai kelas sebagai bentuk kompetisi
e)
- Mewajibkan siswa menulis ringkasan bacaan tentang nilai sekolah setiap hari tanpa diskusi
127.
SMP E rutin mengadakan Hari Nilai Sekolah sebulan sekali, namun efeknya menguap dalam waktu singkat sehingga nilai-nilai itu tidak terintegrasi dalam pembelajaran harian. Guru berencana merancang strategi pembelajaran yang reflektif dan berkelanjutan agar sekolah benar-benar menjadi pusat penghidupan nilai. Langkah yang paling tepat adalah:
a)
- Menambah frekuensi Hari Nilai Sekolah menjadi seminggu sekali tanpa perubahan metode
b)
- Mengintegrasikan momen “Satu Menit Refleksi Nilai” setiap pagi, di mana siswa menuliskan pengalaman nyata terkait satu nilai dan berbagi insight dalam kelompok kecil
c)
- Memberi kuis online tentang definisi nilai setelah setiap Hari Nilai Sekolah
d)
- Mewajibkan siswa mengikuti pelatihan nilai selama jam ekstrakurikuler saja
e)
- Menggunakan aplikasi e-learning untuk mengunggah materi nilai tanpa sesi tatap muka
128.
Seorang guru SMA menyadari bahwa siswa di kelasnya sering meremehkan diskusi tentang integritas akademik karena guru sendiri jarang mengungkapkan keraguan atau kegagalan pribadinya. Untuk menjadi role model yang otentik dalam menghidupkan nilai integritas, guru sebaiknya:
a)
- Memperbanyak kutipan tokoh besar di presentasi untuk mengesankan otoritas
b)
- Mengikuti pelatihan manajemen stres tanpa membagikan proses atau hasilnya kepada siswa
c)
- Menyusun jurnal reflektif harian tentang dilema profesional yang ia alami, lalu membagikannya secara terbatas dalam diskusi kelas untuk menunjukkan ketidaksempurnaan diri
d)
- Membuat daftar aturan integritas yang dipajang di kelas dan menilai siswa berdasarkan kepatuhan
e)
- Mengundang motivator eksternal untuk membahas integritas tanpa mengaitkannya dengan pengalaman pribadi guru
129.
Di sebuah MTs, siswa kerap datang terlambat padahal guru selalu memarahi secara tertulis. Guru menyadari bahwa ketidaktepatan waktu sendiri masih sering terjadi karena banyaknya tugas administratif. Langkah pengembangan diri paling tepat agar guru benar-benar menjadi role model disiplin waktu adalah:
a)
- Mengikuti workshop “Pengelolaan Waktu Efektif” sekali saja lalu meneruskan kebiasaan lama
b)
- Membuat pengumuman tegas tiap pagi tentang sanksi keterlambatan siswa
c)
- Meminta kepala sekolah memantau waktu masuk semua guru – termasuk dirinya sendiri – lalu merefleksikan hasil pemantauan bersama siswa dalam forum kelas
d)
- Menyebarkan brosur digital tentang pentingnya ketepatan waktu kepada orang tua siswa
e)
- Menyusun to-do list harian tanpa kolaborasi atau umpan balik dari rekan sejawat
130.
Seorang guru SD sering kehilangan kesabaran ketika siswa menanggapi materi nilai toleransi dengan canda berlebihan. Siswa pun mulai meniru nada bicara kasar guru di luar kelas. Untuk meningkatkan kompetensi emosi dan menjadi role model toleransi, guru perlu:
a)
- Menonton video viral tentang kesabaran tanpa menganalisis reaksi diri
b)
- Menetapkan aturan konsekuensi tegas bagi siswa yang meniru nada kasar
c)
- Mengikuti pelatihan mindfulness dan membuat catatan reflektif tentang pencetus kemarahan, lalu membahas strategi pengendalian emosi bersama siswa melalui studi kasus
d)
- Mengirim tugas menulis definisi toleransi tanpa kaitan praktik langsung
e)
- Mengunduh aplikasi perekam suara untuk memantau nada bicara siswa
131.
Di kelas XII, guru hendak menanamkan nilai kolaborasi. Namun selama ini ia cenderung mengerjakan RPP sendiri dan jarang berdiskusi dengan guru lain. Siswa pun tidak melihat contoh kerja sama profesional. Strategi pengembangan diri guru yang paling efektif agar menjadi role model kolaborasi adalah:
a)
- Mengikuti seminar online mandiri tentang kolaborasi tanpa diskusi pasca acara
b)
- Meminta siswa membuat presentasi tentang kolaborasi antarkelompok tanpa melibatkan guru lain
c)
- Bergabung dalam komunitas belajar guru (PLG) untuk merancang RPP bersama, kemudian merefleksikan proses kolaborasi itu di depan siswa
d)
- Menyusun modul kolaborasi sendiri dan membagikannya kepada rekan tanpa pertemuan tatap muka
e)
- Membuat jadwal tugas kelompok siswa yang dipaparkan sepihak
132.
Seorang guru mengenali bahwa siswa di sekolah multikulturalnya kurang menghargai perbedaan budaya. Guru merasa belum kompeten mengelola keragaman. Untuk berkembang menjadi role model penghargaan budaya, guru paling tepat:
a)
- Mengoleksi buku tentang budaya di perpustakaan sekolah tanpa aktivitas pendamping
b)
- Mengajak siswa menonton film dokumenter budaya tanpa sesi refleksi guru
c)
- Mengikuti pelatihan lintas budaya, menyusun rencana aksi personal, lalu membagikan pengalaman proses belajar itu kepada siswa melalui refleksi bulanan
d)
- Memasang poster beragam pakaian tradisional di kelas tanpa konteks pembelajaran
e)
- Menetapkan hari batik tanpa menggali nilai di balik tradisi