NEW
Font size
WorksheetsSoal Oligohidramnion
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Oligohidramnion adalah kondisi
di mana jumlah cairan amnion:
A. Lebih dari normal
B. Dalam batas normal
C. Kurang dari normal
D. Tidak terdeteksi sama sekali
2. Nilai indeks cairan amnion (AFI) yang menunjukkan oligohidramnion adalah:
A. >25 cm
B. 8–18 cm
C. <5 cm
D. 10–15 cm
3. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat oligohidramnion adalah, kecuali:
A. Kompresi tali pusat
B. Hipoplasia paru janin
C. Plasenta previa
D. Pertumbuhan janin terhambat
4. Pemeriksaan yang paling akurat untuk menilai jumlah cairan ketuban adalah:
A. Pemeriksaan dalam
B. USG dengan pengukuran AFI
C. CTG
D. Pemeriksaan Leopold
5. Manifestasi klinis yang mungkin dialami ibu hamil dengan oligohidramnion adalah:
A. Rahim terasa lebih besar dari usia kehamilan
B. Gerakan janin meningkat
C. Tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan
D. Gerakan janin berkurang
6. Oligohidramnion dapat menyebabkan
semua berikut, kecuali:
A. Malformasi muskuloskeletal
B. Kompresi tali pusat
C. Presentasi janin abnormal
D. Polihidramnion
7. Gangguan sistem organ janin yang sering dikaitkan dengan oligohidramnion adalah:
A. Sistem pernapasan
B. Sistem pencernaan
C. Sistem saraf pusat
D. Sistem genitourinaria
8. Salah satu pendekatan manajemen pada oligohidramnion ringan adalah:
A. Terminasi segera
B. Pemberian antibiotik
C. Rehidrasi maternal
D. Operasi caesar
9. Indikasi terminasi kehamilan pada oligohidramnion, kecuali:
A. Janin aterm
B. Distres janin
C. AFI normal
D. Gawat janin pada CTG
10. Oligohidramnion ditandai dengan jumlah cairan ketuban yang:
A. Berlebih
B. Tidak berubah sepanjang kehamilan
C. Kurang dari normal
D. Stabil pada setiap trimester
11. Pengawasan janin pada ibu dengan oligohidramnion dapat dilakukan dengan:
A. Pemeriksaan dalam setiap hari
B. Tes gula darah
C. Non-Stress Test (NST) atau CTG
D. Pemeriksaan kolesterol
13. Apa yang tidak disarankan pada ibu hamil dengan oligohidramnion berat?
A. Istirahat cukup
B. Hidrasi oral
C. Stimulasi aktivitas fisik berlebih
D. Pemantauan ketat janin
12. Dampak oligohidramnion terhadap proses persalinan antara lain:
A. Persalinan lebih cepat
B. Risiko kontraksi uterus meningkat
C. Risiko kompresi tali pusat
D. Menurunnya tekanan darah ibu
14. Oligohidramnion kronis dapat menyebabkan:
l
A. Overdistensi uterus
B. Janin dengan hipoplasia paru dan deformitas ekstremitas
C. Berat badan ibu bertambah drastis
D. Produksi air ketuban meningkat
15. Bila ibu mengalami oligohidramnion, maka manuver palpasi janin:
A. Menjadi sulit karena terlalu banyak cairan
B. Sulit dilakukan karena janin tidak teraba
C. Menjadi lebih mudah karena kurangnya cairan
D. Tidak dapat dilakukan sama sekali
